Perampok Memperkosa Korban didepan Mertua

BEKASI – Nyonya Jry (24), seorang ibu rumah tangga warga Kampung Cijengkol RT 03 RW 08, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, tertunduk lesu di ruang tamu Kepolisian Sektor Setu. Diapit dua saudara perempuannya dan didampingi suami, ibu dari seorang anak itu belum juga mau diajak bicara sampai Selasa (21/10) sore. Kepada setiap orang yang belum dikenalnya, ia terkesan menutup diri.

Seorang perampok yang menyatroni rumah korban pada hari Senin sekitar pukul 22.30 bertindak keterlaluan. Dia tidak hanya menjarah perhiasan yang melekat di tubuh Jry dan mengobrak-abrik lemari pakaian, tetapi juga memerkosa Jry di depan anak dan ibu mertuanya.

Menurut Onyih (60), ibu mertua korban, perampokan yang disertai pemerkosaan itu terjadi tak lama setelah suami korban, Bambang Irawan (30), berangkat kerja. Bambang adalah petugas satuan pengamanan di suatu perusahaan di kawasan Jababeka, Cikarang.

Setelah suaminya pergi, Jry bersama anaknya dan Onyih tidur di satu ranjang. Kamar itu dilengkapi dua jendela kaca dan satu pintu yang langsung menghadap ke halaman rumah.

Tidak tahu dari mana datangnya, saat hendak tidur itu, di kamar tersebut tiba-tiba sudah ada seorang pria muda berperawakan sedang berdiri di tepi ranjang. Orang tersebut hanya mengenakan celana dalam. Untuk menakut-nakuti, pelaku yang hanya seorang diri itu mengacung-acungkan golok.

Ia mengancam supaya Onyih dan Jry tidak bergerak dan tidak melawan. “Diam. Jangan berteriak atau melawan. Nanti saya bunuh,” kata Onyih menirukan ancaman itu.

Tak lama kemudian anak laki-laki Jry terbangun. Bocah itu pun berteriak ketakutan, tetapi pelaku membentaknya sehingga ia terdiam.

Onyih yang tak kalah takutnya langsung menutup erat kepalanya dengan selimut.

Pelaku yang terus saja mengacungkan golok itu kemudian mendekati Jry dan memaksa korban untuk melepaskan kalung beserta liontin seberat delapan gram dan sepasang giwang seberat satu gram.

Tak puas mempreteli perhiasan yang melekat di tubuh korban, pelaku juga mempreteli semua pakaian korban dan kemudian memerkosa Jry.

Soal pemerkosaan itu, Onyih mengaku tidak tahu persis meskipun perampok itu berada di kamar tersebut sampai satu setengah jam.

“Saya kan sudah tua, enggak bisa ngapa-ngapain. Melihat goloknya saja saya sudah takut. Ketika laki-laki itu menyuruh saya jangan bergerak, ya, nurut saja. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya sangat ketakutan,” ujar Onyih.

Ketika hendak angkat kaki dari kamar tidur, papar Onyih, pelaku sempat membuka dan membongkar-bongkar tumpukan pakaian di dalam dua lemari yang terletak di dalam ruangan itu. Akan tetapi, pelaku tidak menemukan apa pun.

Saat berada di pintu yang menuju ruang tengah, pelaku kembali mengacung-acungkan goloknya untuk memastikan bahwa para korban yang berada di kamar itu tidak berteriak. Pelaku berhasil keluar setelah melewati ruang tengah, dapur, dan sumur. Kemudian ia menghilang di dalam kegelapan melewati areal persawahan.

Tidak cerita
Setelah merasa aman, Onyih baru berani menyingkirkan selimut yang menutup kepalanya. Ia melihat menantunya dalam keadaan tanpa busana. Akan tetapi, Jry tidak menceritakan apa pun kepada dirinya.

Dengan rasa takut, akhirnya ketiganya menuju rumah salah seorang anak Onyih lainnya yang tak jauh dari sana. Namun, saat itu hanya disebutkan bahwa ada seseorang yang masuk ke dalam rumah dan mencuri perhiasan korban.

Mendengar hal itu, para tetangga berbondong-bondong datang. Akan tetapi, tidak ada yang tahu mengenai pemerkosaan terhadap Jry. Begitu juga ketika Bambang pulang setelah ditelepon warga.

Bahkan, saat melaporkan kasus itu kepada polisi Selasa pagi, soal pemerkosaan itu tidak juga diungkapkan. Ihwal pemerkosaan itu baru terungkap ketika Jry dimintai keterangan penyidik. Apalagi Bambang akhirnya mengatakan terjadinya pemerkosaan itu atas pengakuan istrinya.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Setu Ajun Komisaris Maryatno, begitu diperoleh pengakuan bahwa korban juga diperkosa, pihaknya langsung membawa Jry ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bekasi. Akan tetapi, visum tidak dapat dilakukan saat itu karena pihak RSU mengatakan dokter yang bertugas sedang mengoperasi pasien.

Untuk keperluan penyidikan, Jry akhirnya dibawa lagi ke kantor polisi dan sampai sore belum juga divisum.

Mengutip pengakuan Jry, Maryatno menyatakan, korban tidak mengenali pelaku sebagai warga di sekitar tempat tinggalnya. Saat beraksi, pelaku juga tidak memakai penutup wajah dan lampu di dalam kamar tetap menyala

3 responses to “Perampok Memperkosa Korban didepan Mertua

  1. sadis bngt tu prmpok..udah di rmpok di prkosa lagi
    coba klo ngrmpok ya gk ush di prkosa atau prkosa aja gk ush di rmpok

  2. coba klu merkosany ke aku hahahay

  3. Perampok itu bandit bajingan tengik dan tak pantas untuk dimaafkan. Untuk kasus kekerasan seperti ini, dengan korban yang sudah amat trauma dan menderita fisik dan psikis, juga penderitaan keluarga, mohon dengan sangat kepada aparat kepolisian (walaupun sebenarnya tanpa dimohon juga polisi akan bertindak karena memang tugasnya) segera bertindak cepat menangkap pelaku lebih cepat dari masyarakat yang juga pasti ikut turun tangan membantu. Masyarakat yang sudah muak dengan kejahatan dengan kekerasan seksual pasti memiliki dendam kesumat jika mereka dapat menangkap pelaku lebih dahulu dari polisi. Hukum rimba sudah tak ada karena memang sudah tak ada rimba, tetapi hukum jalanan pasti akan terjadi. Saya sarankan kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri kepada polisi daripada ente menjadi santapan warga.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s