Karena Sering Diejek, Paman Mengajak Tujuh Teman untuk Memperkosa Keponakan

JEPARA – Setelah empat bulan bekerja keras, Polres Jepara berhasil mengungkap kasus terbunuhnya Efi Susanti (14). Ternyata, pembunuhan dan pemerkosaan siswi kelas 2 Madrasah Aliyah Masalihil Huda, Tahunan, Jepara, itu melibatkan tujuh orang. “Sebelumnya kami sudah memeriksa 43 saksi. Rupanya ada dua keterangan saksi yang berbeda, yaitu pengakuan Abdul Rahman (24) dan keponakannya, Erna. Padahal mereka tinggal serumah,” jelas Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP. Sugianto saat ditemui Senin (12/1).Erna mengatakan, saat kejadian Abdul tidak ada di rumah. Sebaliknya, Abdul mengaku tidak pergi ke mana-mana. “Dari sini polisi menemukan titik terang. Kami mencurigai Abdul. Setelah kami periksa, dia mengaku terlibat. Bahkan, dia menyebut nama lain. Berturut-turut kami menangkap Beni, Rosyid, Suhadi, dan Arif.”

Ada dua nama lain yang disebut yaitu Gatot dan Gamat yang sempat kabur ke Kabupaten Karo (Sumut). Bersama anggota Poltabes Medan, “Cukup satu hari menangkap kedua pelaku. Sampai sekarang mereka berdua belum mengaku. Selain itu, Abdul mengaku bahwa pamannya, Suhadi, jadi dalang peristiwa ini. Waktu kami periksa, Suhadi sudah ngaku. Tapi, di hadapan wartawan suka menyangkal. Yang jelas saksi sudah ada dan barang bukti sudah lengkap,” papar Sugianto yakin.

Karena perbuatannya, pelaku dijerat pasal 285 dan 338 tentang perkosaan dan pembunuhan dengan ancaman pidana minimal 12 tahun ke atas. Khusus tersangka otak perencana, dikenakan maksimal 16 tahun penjara.

DIBEKAP SAMPAI PINGSAN

Bagaimana kisah tragedi ini bisa terjadi? Menurut keterangan Abdul, semua berawal dari sindiran Efi Susanti pada pamannya, Suhadi (41). Selama ini, Suhadi sering pinjam sepeda motor milik Ngarmat, ayah Efi. Saat mengembalikan, Efi kerap mengungkapkan rasa tidak suka. “Pinjam motor terus, kenapa tidak beli saja,” ejek Evi saat masih hidup seperti ditirukan Sugianto.

Rupanya sindiran itu membuat Suhadi sakit hati. Tanggal 3 Agustus tahun lalu, Suhadi memanggil Abdul, keponakannya. “Dul, Efi habisi saja,” perintah Suhadi pada Abdul saat itu. Abdul mengaku bersedia memenuhi keinginan Suhadi. Alasannya, “Dia banyak membantu persiapan pernikahan saya. Saya nikah September lalu,” tutur Abdul pada NOVA, Senin (12/1).

Seminggu kemudian, lanjut Rahman, Suhadi memintanya melaksanakan tugas pada hari itu juga karena Ngarmat tidak di rumah. “Suhadi minta saya cari teman sambil memberikan satu lembar uang ratusan ribu.”

Selanjutnya, Abdul mengaku menemui Gamat dan Gatot dan memberikan uang Rp 100 ribu. Dua sahabatnya ini mengajak Rosyid dan Arif. “Ya, saya yang ngatur,” kata Abdul menirukan ucapan Gamat. Abdul tak menceritakan, kenapa para sahabatnya itu mau diajak kerja sama tapi menurut para sahabatnya karena mereka dijanjikan boleh mencicipi Efi.

Yang jelas, Abdul mengaku mereka menyusun rencana untuk ngerjain Efi. “Gamal punya ide memerkosa Efi. Teman-teman mau. Apalagi, Efi masih perawan dan memang cantik serta kembang desa. Banyak yang suka padanya,” ujar Abdul.

Mereka memutuskan mencegat Efi di daerah Mbelik Suci, Desa Bantrung. Tiap pulang sekolah, Efi memang lewat jalan yang sepi itu. “Saya ikut mencegat Efi di sana. Sedangkan Rosyid mengambil mobil sekalian menjemput Beni, teman lain yang juga mau ikut.”

Sesaat menunggu, lanjut Abdul, Efi melenggang dengan tenang. Efi juga tak curiga saat Abdul dan teman-temannya menyapa. “Saya sempat berbincang-bincang dengan Efi. Kami memang sudah saling kenal. Tak lama kemudian, Rosyid dan Beni datang dengan mobil Kijang biru. Efi dibekap Rosyid sampai pingsan dan dimasukkan kursi bagian tengah.”

SELALU INGAT ISTRI
Selanjutnya, mobil melaju menuju daerah Ngabul dan berhenti di dekat sebuah gudang sepi. Gadis manis ini ditelanjangi dan diperkosa bergantian oleh lima orang dalam keadaan pingsan. “Gatot yang pertama melakukan. Saya tidak ikut memerkosanya,” aku Abdul seraya menambahkan, mobil kemudian melaju menuju ke daerah Mindahan yang sepi.

“Di sana, saya disindir teman-teman banci dan disuruh, lama kelamaan melihat tubuh Efi yang mulus dan bugil itu muncul juga nafsu itu. Akhirnya, saya ikut memerkosanya,”urainya sambil menundukkan wajah.

Kembali mobil memutar menuju ke tempat Efi pertama dicegat. Ketika Efi sadar dan memberontak, mereka lagi-lagi Efi diperkosa bergiliran. “Saya sempat mencegah ketika teman-teman berniat membunuh. Tapi, mereka mengatakan, kalau tidak dibunuh, Efi bisa lapor polisi. Saya ikut mencekik. Lalu, dia kami tinggal di situ. Sedangkan tas dan pakaian Efi dibakar Gamat untuk menghilangkan jejak,” tutur Abdul sambil menangis.

Abdul mengaku menyesali perbuatannya. Ia sering teringat pada istri yang belum lama dinikahi. “Istri saya memaafkan perbuatan saya. Dia sudah tahu apa yang terjadi dan berharap saya segera pulang.”

Ada pesan khusus yang ingin disampaikan Abdul untuk keluarga Ngarmat, “Saya minta maaf untuk keluarga Ngarmat dan seluruh keluarga di desa Bantrung. Juga untuk istri saya,” pinta lelaki yang bekerja di sebuah pabrik furnitur sebagai operator mesin ini.

3 responses to “Karena Sering Diejek, Paman Mengajak Tujuh Teman untuk Memperkosa Keponakan

  1. Bagus2x, ada kemajuan

  2. Kasihan bwat si efi… Udah di perkosa di bunuh lagi… Abdul km thu diri dunk kan bener kata efi masak tiap hari pinjam motory terus….

  3. mantep banget tuh aq blh ya ikutan lain kali

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s