Mahasiswi Binus Kembali Jadi Korban Penculikan dan Pemerkosaan

JAKARTA – Mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus), Lus, disekap dua hari di sebuah hotel di Bekasi oleh tiga pria. Gadis berkulit putih dan berambut lurus sepunggung itu dirampok luar dalam.Dua hari terkelam bagi gadis berwajah oriental itu bermula ketika Lus seorang diri berdiri di depan Mal Citra, Jalan S Parman, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (16/2) malam. Mahasiswi itu menunggu taksi untuk pulang ke rumah kosnya di Palmerah, Jakarta Barat. Saat itulah, seorang pria menodong Lus dengan pisau. Gadis berusia 20 tahun itu lantas dipaksa masuk ke sebuah mobil sekitar 10 meter dari tempatnya berdiri. Di dalamnya terdapat dua pria. Lalu, tangan Lus diikat sedangkan matanya ditutup kain. Mobil tersebut lantas meluncur ke Bekasi.

Sepanjang perjalanan ke Bekasi, Lus diikat dan diancam sehingga tidak berani melawan. Dia juga jadi bulan-bulan obyek pelecehan seksual para pria itu, celana dalam Lus juga sempat dilepas paksa dan dibuang kejalan. Mobil kemudian berhenti di sebuah hotel di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur. Mahasiswi asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu pun dibebaskan dari ikatan dan disuruh memesan kamar kepada petugas hotel.

Menurut Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Barat Kompol Sujudi, sejauh itu Lus tidak memiliki kesempatan untuk minta tolong karena dibayang-bayangi para pria tersebut. “Lus tak bisa berbuat apa-apa karena ketiga pria itu berada di belakangnya dan mengancam akan membunuh jika Lus macam-macam,” tuturnya, Kamis (21/2).

Pada Kamis (21/2) siang, polisi menangkap Budi (30), warga Pulogadung, Jakarta Timur, yang terlibat perampokan dan pemerkosaan itu. Sedangkan dua kawan Budi hingga semalam masih dicari. “Mereka kawanan pencuri dengan sasaran gadis cantik, dari awal mereka sudah berniat untuk mengambil telepon genggam Lus dan melakukan penyekapan dan pemerkosaan, ini terbukti bahwa mereka menyiapkan tali untuk mengikat korban dan obat kuat pria” papar Sujudi.

Di kamar hotel, ketiga pria itu mencoba melepaskan seluruh pakaian Lus. “Mereka lantas berusaha menelanjangi namun Lus melawan dan berontak,” kata Sujudi. Perlawanan Lus membuat ketiga pria itu naik pitam. Mereka lantas memukuli Lus dan membuka paksa pakaian serta mengikat tangan dan kaki Lus pada keempat tepian ranjang. “Karena mereka semua memakai obat kuat, akhirnya Lus tidak kuat lagi dan jadi tidak sadarkan diri. Ketika siuman, kondisinya sudah telanjang dan lusuh dan tali-tali tersebut sudah dilepas tersangka,” imbuhnya.

Diduga, selama tidak sadarkan diri, mahasiswi itu masih tetap diperkosa. Menurut Sujudi, Lus tersadar pada Minggu (17/2) siang keesokan harinya. Saat itu, ketiga pria yang menyekapnya sudah tidak ada. Sedangkan barang-barang berharga milik Lus, yakni dua handphone (HP) dan uang Rp 100.000 raib.

Lus kemudian minta tolong petugas hotel. Dia pun lantas menghubungi sang kakak yang tinggal satu kos dengannya di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Sang kakak lantas menjemput Lus dan mengantar melaporkan kejadian tersebut ke Porestro Jakarta Barat. Ketika meminta keterangan Lus, polisi mendapatkan gambaran tentang kronologi peristiwa itu dan para pelakunya. “Kami lalu melakukan investigasi. Berdasarkan keterangan korban tentang ciri-ciri pelaku, ada beberapa kelompok yang kami curigai,” tutur Sujudi.

Sementara itu, menurut seorang petugas, Budi sempat mengatakan bahwa ia dan teman-temannya tidak menodong dan memerkosa Lus. “Menurut Budi, Lus adalah jablay (maaf, pelacur-Red) . Mereka membawanya dari Diskotek Millenium di Jalan Gajah Mada,” tuturnya. Pengakuan Budi ini sempat membuat polisi bertanya-tanya karena sangat berbeda dengan pengakuan Lus.

Berdasarkan catatan Sejumlah mahasiswa maupun mahasiswi Binus pernah menjadi korban kejahatan. Sebelum kasus yang menimpa Lus, ada sebuah kasus penculikan yang korbannya adalah Probo Pramono, mahasiswa semester I Fakultas Ilmu Komputer Binus. Peristiwa yang menimpa Probo terjadi 23 Januari 2008. Saat itu, Probo dalam perjalanan ke rumahnya di Glodok, Jakarta Barat. Di tengah jalan, ia dicegat oleh empat pria. Probo lalu dipaksa masuk taksi dan dibawa ke Depok, Jawa Barat. Probo diikat dan dipukuli. Uang tabungannya dikuras oleh para penculik. Para penculik juga meminta tebusan Rp 200 juta kepada orangtua Probo.

Namun Probo dapat melarikan diri, sementara orangtua Probo tidak sampai menyerahkan uang tebusan itu. Sampai berita ini diturunkan keempat penculik Probo belum tertangkap.

Peristiwa yang mengerikan terjadi pada awal Agustus 2005, menimpa Yenny Ho, mahasiswi jurusan Akutansi Komputer, Binus. Yenny ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di rumah kosnya di Palmerah. Belakangan terungkap, mahasiswi itu dihabisi oleh penjaga rumah kos.

3 responses to “Mahasiswi Binus Kembali Jadi Korban Penculikan dan Pemerkosaan

  1. sering kali mereka berkelompok.. di atas jembatan penyeberangan untar 3sakti kadang beraksi. saya pernah jumpai. dl juga pernah mau dihadang tapi karena saya anak 3sakti jadi mereka takut. coba saja sama anak 3sakti. Gue jamin dimampusin loe!

  2. tega ya tu orang dasar gak punya perasaan memang tu orang harus di hajar

  3. itu bangsat bangad…gak tw diri….ssialan…tampang hancur mau perkosa,,,org miskin n kotor..itss…jijik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s