Kantor Komnas HAM Anak Dibakar Orang Tak Dikenal

JAKARTA – Ketika berbagai pihak, termasuk kelompok-kelompok sosial berupaya memerangi kekerasan terhadap anak, Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak atau Komnas Anak yang giat memperjuangkan hak anak terbakar, Sabtu (29/3) pukul 02.30.

Pihak Komnas Anak menduga pembakaran kantor itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka dengan kegiatan Komnas anak yang gencar mengusut kekerasan terhadap anak.

Seluruh data dan dokumen penting hangus. Sejumlah kendaraan pemadam kebakaran datang setelah api dipadamkan oleh delapan satuan pengaman (satpam) PT Merck yang memiliki perangkat lengkap pemadam kebakaran.

Sekretaris Jenderal Komnas Anak Arist Merdeka Sirait di antara puing bangunan yang terletak di Jalan TB Simatupang nomor 33, Pasar Rebo, Jakarta Timur, itu menjelaskan, ruang belakang yang seluruhnya terbakar terdiri dari ruang pengaduan, penyimpanan dokumen, dan dapur. ”Sebanyak 3.260 data berbagai kasus, hangus, berikut dua komputer data, serta data yang tersimpan di tiga perekam telepon. Semua adalah data mengenai limpahan kasus sepanjang tahun 2006 yang harus selesai tahun 2007,” ungkapnya.

Beberapa berkas kasus menonjol yang terbakar, antara lain, adalah kasus pembunuhan dan kekerasan terhadap anak, termasuk korban penyimpangan seks, perdagangan anak, penjualan bayi, dan kasus gizi buruk.

Disengaja

Arist menduga, kantornya sengaja dibakar oleh mereka yang mempunyai kepentingan dalam sejumlah kasus, terutama kasus kekerasan terhadap anak. Kasus lainnya, antara lain kasus susu formula yang terkontaminasi.

”Kami memang sedang menyiapkan gugatan kelas kasus tersebut. Dalam gugatan kelas, kami mendesak Menteri Kesehatan dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan mengumumkan perusahaan susu yang produknya terkontaminasi, tetapi tetap dijual,” kata Arist. Kemungkinan berikutnya, kata dia, adalah pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam sejumlah kasus uji DNA.

”Sepekan sebelum terbakar, saya dan staf beberapa kali mendapat ancaman lewat telepon sehubungan dengan kasus-kasus yang sedang kami tangani,” tutur Arist.

Listrik

Ia menjelaskan, pukul 02.00, listrik mati karena tombol instalasi listrik berubah. Padahal, ketika itu, beban listrik minim. Rusmana yang tinggal di kompleks kantor Komnas Anak bersama keluarganya, lalu menyalakan listrik dengan mengungkit tombol meteran listrik.

Ketika listrik padam, Nyonya Caca yang juga tinggal di kompleks kantor itu bersama keluarganya, keluar dari kamar dan melihat samar-samar dalam kegelapan, ada nyala api di ruang belakang.

”Ketika api menyala, listrik sudah dinyalakan Rusmana. Api membesar setelah listrik menyala 15 menit. Kesaksian tersebut menunjukkan, kebakaran bukan disebabkan hubungan pendek listrik,” ujar Arist.

Yang mungkin terjadi, lanjutnya, ada seseorang atau sejumlah orang yang mematikan arus listrik, lalu membakar dokumen.

Komandan Regu Satpam PT Merck, Suyanto, mengaku melihat api sudah membesar pukul 02.45. ”Saya dan tujuh anggota satpam lainnya segera mengoperasikan mesin pompa pemadam kebakaran milik perusahaan, dan memadamkan api.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Pasar Rebo Inspektur Satu Tata Supramono, yang datang dengan sejumlah anggotanya, menolak menjelaskan ketika ditanya pers.

One response to “Kantor Komnas HAM Anak Dibakar Orang Tak Dikenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s