JAKARTA – Dua pemuda: Nurohman dan Baihaki dituduh mencuri telepon genggam. Mereka diculik empat pria yang mengaku anggota TNI. Mereka disiksa hingga satu di antaranya tewas.
Selama di tangan para penculik, kedua korban dipukuli, disayat, disundut rokok, bahkan kuku jari tangan dan kaki dicopot secara paksa. Nurohman, 29, tewas Kamis (22/5) Pk. 19:00 di ruang perawatan tahanan RS Polri Kramatjati. Sejak masuk rumah sakit itu Sabtu (17/5) malam, warga Kebon Nanas Utara II ini tak pernah sadarkan diri hingga meninggal.
Hampir sekujur tubuh Nurohman dipenuhi luka mulai dari kepala belakang, wajah, dada, kedua tangan yang penuh luka goresan senjata tajam hingga jari kuku di kedua tangan dan kakinya yang dicopot paksa.
Luka hampir sama diderita Baihaki, 22, warga Kebon Nanas Selatan II. Selain disayat senjata tajam, dipukuli, ia juga disunduti rokok hingga meninggalkan bekas di lengan dan pipinya. Kini, ia dirawat di ruang perawatan tahanan RS Polri Kramatjati.
DICULIK DIDEPAN AYAH
Baihaki yang berprofesi sebagai pengojek ini mengaku diculik di hadapan Zainal Abidin, ayahnya, seminggu lalu di depan rumahnya sekitar Pk. 19:00. Upaya Zainal menahan penculikan itu gagal setelah pelaku mengaku sebagai tentara dan melarang Zainal campur tangan serta memintanya untuk menemuinya di Mabes TNI Cilangkap.
Selanjutnya, dengan menggunakan taksi para pelaku dan korban pergi. “Di dalam taksi ada empat orang. Saya terus dipukuli sepanjang perjalanan,” ungkapnya.
Penyiksaan tak hanya berlangsung dalam taksi. Baihaki mengaku sempat beberapa kali dipindah dari satu tempat ke lokasi lain. Salah satu lokasi yang diingatnya adalah sebuah rumah di Pisangan Baru. Dalam keadaan setengah tak sadarkan diri, Baihaki mengaku sempat melihat Nurohman tergeletak bermandi darah.
Oleh para pelaku kedua korban dibuang di pinggir jalan pada Sabtu (17/5) malam. Warga yang menemukan keduanya tergeletak tak sadarkan diri kemudian melapor ke Polsek Matraman yang lalu melarikannya ke RS Polri Kramatjati.
Meski belum sempat diperiksa untuk menentukan statusnya sebagai korban atau tersangka, keduanya masuk ke ruang perawatan tahanan RS Polri Kramatjati.
DITUDUH CURI 8 HP MILIK TOKOH MASYARAKAT
Sementara itu menurut kesaksian Pe’e, Nurohman diculik saat bekerja sebagai tukang parkir di Jln. Otista III sepekan silam. Dua lelaki turun dari taksi lalu menyeret korban. “Nurohman langsung diseret, dipukuli lalu dipaksa masuk taksi,” ungkapnya.
Menurut Yahya, paman korban, informasi yang didapat menyebutkan kedua korban dituduh mencuri delapan HP milik tamu seorang tokoh masyarakat.
Diakuinya, Nurohman memang pernah berbuat salah namun setahun belakangan setelah menikah dan memiliki anak, kemenakannya itu bekerja sebagai tukang parkir dan menjual kardus. Selain itu, HP yang disebut dicuripun tak ada. “Kami tak terima. Kami akan melaporkan kasus ini,” ujarnya.
Sedangkan dari pengakuan Baihaki sehari sebelum diculik ada sepasang suami istri menuduhnya mencuri HP. “Padahal hari itu saya seharian di rumah,” ungkapnya. “Saya sungguh tak mencuri tapi mereka terus menuduh.”
Kapolsek Matraman Kompol I Made Sugawa ketika dikonfirmasi kasus ini mengatakan penanganannya ada di Polres Metro Jaktim.
TIGA BOCAH DICULIK DI KEBAYORAN BARU
Kasus penculikan juga menimpa tiga anak di Jl. Pulo Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/5) siang. Di duga pelaku ingin mengambil HP milik salah satu korban yang baru pulang sekolah itu.
Dua anak Ferry Taufiq, 12, pelajar SMP 13, dan Irfan, 11, pelajar kelas 5 SD Bhakti Luhur, dibebaskan setelah dibawa berputar-putar selama satu jam. Sedangkan Billy, 12, pelajar SMP 13 yang memiliki HP tetap dibawa pelaku.