Arsip Bulanan: Mei 2008

Bule Warga Kanada Dengan Pongah Merusak Warnet Di Grogol

JAKARTA – Lelaki WN Kanada mengamuk dan merusak sejumlah komputer di warnet Jalan Panjang Raya, RT 05/13, Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (27/5) dinihari.

Ulah tidak terpuji Kat Charo,36, membuat kesal warga. Mereka nyaris menghakimi bule sombong yang bekerja di salah satu hotel berbintang di kawasan Jalan Thamrin ini. Namun, karena ia memegang pisau, warga mengurungkan niatnya.

Rizky, 28, penjaga warnet mengatakan, pukul 01.00, Charo tiba-tiba masuk ke dalam warnet yang lokasinya tepat di depan rumah pria WNA itu. Tiba-tiba ia melontarkan kata-kata kasar dan memaki-maki semua orang Indonesia yang ada dalam warnet sebelum mengamuk, komputer dihantam lalu Rizky dipukul. “Karena takut, saya berteriak minta tolong. Saya nggak berani melawan, badannya gede” katanya.

Warga yang berdatangan berniat menghakimi, namun Charo langsung kabur tunggang langgang dan bersembunyi di rumahnya. Petugas Polsek Kebayoran Lama mendatangi rumah pelaku, namun sang istri menghalangi dengan alasan Charo masih tidur.

Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama, Iptu Sujarwo menjelaskan, pihaknya belum mengusut kasus ini karena korban belum membuat laporan secara resmi.

Hati Hati Bila Menyusui Anak – Seorang Ibu Diperkosa Karena Pelaku Tidak Tahan Melihat Payudara Korban

LAMPUNG – Tidak tahan melihat kemolekan payudara tetangganya yang sedang menyusui bayi di ruang tamu, Yan,25, warga Desa Sinar Palembang, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, nekat memperkosa tetangganya itu, Selasa (27/5) siang.

Korban Ny. Mus,22, tak bisa berkutik karena diancam pelaku dengan pisau dapur dan mengancam membunuh bayi yang sedang disusuinya.

Menurut korban seperti dilaporkan ke Polsek Natar, kasus itu bermula saat dia menyusui bayi di ruang tamu. Tiba-tiba saja, tetangganya Yan yang masuk lewat pintu belakang, merebut bayinya. Kemudian pelaku mengacam akan membunuh bayi, kalau tidak mau menuruti kemauannya.

Kendati korban memohon dan menangis, tapi pelaku dengan beringas memperkosanya. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, Yan langsung kabur. Korban kemudian berlari ke ladang mencari suaminya.

Suami korban yang mendapat laporan istrinya diperkosa, lalu mengejar pelaku bersama warga. Pelaku yang ditangkap, nyaris tewas dihakimi massa.

Kapolsek Natar, AKP. Indra mengakui bahwa pihaknya telah menerima laporan adanya pemerkosaan dan pelaku adalah tetangga korban. Pelaku dirawat di rumah sakit.

Tiga Pengurus Event Organizer Konser Underground Mulai Diadili Hari Ini

BANDUNG – Sidang kasus tragedi konser underground Beside yang menewaskan 11 ABG di gedung AACC, Jalan Braga, Bandung disidangkan, di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (27/5).

Tiga terdakwa Aditya, Erdi dan Sigiana duduk di kursi pesakitan. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Arsil M hanya berjalan dua jam. Jaksa penuntut umum, Zebua menyebutkan, para terdakwa melanggar dan didakwa pasal 356 dan 360 KUH Pidana karena lalai dalam menjalan tugas selaku panitia sehingga mengakibatkan hilangnya 11 nyawa penonton.

Sebagaimana diberitakan, terdakwa diduga bersalah karena lalai dalam menjalankan tugas selaku pantia pada konser tanggal 9 Februari lalu. Dalam konser itu luapan penonton terus membludak, sehingga terjadikerusuhan. Tercatat, 11 ABG terinjak-injak hingga tewas.

Siulan Iseng Para Pekerja Pria Dibalas Dengan Berbugil Ria Oleh Seorang Turis Wanita

Wellington – Sekumpulan pekerja yang sedang memperbaiki jalan, tidak sedikitpun menyangka mendapat rejeki nomplok lewat siulan iseng mereka akan ditanggapi “ekstrem” oleh seorang perempuan.

Para pekerja di Kerikeri, satu kota kecil di Selandia Baru, menyiuli seorang perempuan turis asal Israel yang akan menggunakan mesin ATM.

New Zealand Press Association melaporkan, siulan itu dibalas sang perempuan dengan melepaskan semua pakaiannya dihadapan para pekerja tersebut. Sang perempuan dengan tenang menggunakan mesin ATM itu dalam keadaan telanjang bulat kemudian mengenakan lagi pakaiannya dan berlalu begitu saja. Para pekerja itu mengaku sama sekali tidak menyangka dan merasa senang dengan hadiah yang diberikan wanita itu selama kurang lebih lima belas menit tersebut.

Perempuan itu kepada polisi mengatakan tidak nyaman dengan siulan para pekerja tersebut dan hampir semua lelaki yang ia temui ketika berkunjung ke New Zeland selalu meberikan siulan iseng.

“Dia bilang bahwa di dalam hati dia berkata ‘sialan, sekalian biar tahu rasa’,” kata Sersan polisi Peter Masters kepada NZPA sebagaimana diberitakan Reuters.

“Dia menjelaskan bahwa dirinya…terganggu oleh pria-pria Selandia Baru. Penampilannya memang sangatlah menarik,” kata Master.

“Perempuan itu dibawa ke kantor polisi dan diberitahu bahwa tindakannya itu tergolong tidak senonoh untuk Selandia Baru .”

Menurut Masters, perempuan yang namanya tidak disebut itu akan meninggalkan Selandia Baru pada hari Kamis. wah ternyata orang-orang Selandai Baru tidak dapat mengendalikan diri mereka.

Pencopet Merajalela Di Busway Trans Jakarta

JAKARTA – Setelah hampir dua tahun beroperasi khusus dijalur busway Trans Jakarta, nasib sial akhirnya menimpa pencopet profesional ini setelah Santiana,20, jadi korban pencopetan saat mengantre tiket bus Trans Jakarta koridor 7 Kp.Melayu-Kp.Rambutan di shelter depan Gelanggang Olah Raga Jaktim, Minggu (25/5) pukul 13:30.

Setelah membayar tiket, korban sadar HP Nokia 1100 miliknya tak ada di tasnya. Ia mencurigai lelaki yang antre di belakangnya. Belum sempat menanyakan, bus yang ditunggu datang. Warga Lubang Buaya, Jaktim, melapor ke petugas loket sambil menyebut ciri-ciri pria tadi.

Petugas langsung menyebarkan informasi kepada petugas di shelter lainnya melalui HT. Menurut Cucu Suryana, 37, teknisi Trans Jakarta di Shelter Cililitan, pria tersebut keluar bus. “Kami tanya ternyata ia memang mengantungi HP. Saat diperiksa HP-nya tak ada kartu nomor teleponnya. sama dengan milik Santi. Massa marah menggebuki pelaku. Petugas membawa korban dan tersangka ke Pospol Cililitan.

Menurut petugas modus operandi dari pencopet jalur Busway Trans Jakarta ini cukup sederhanda, pencopet biasanya sudah mengikuti korban sejak dari tangga penyebrangan. Ada tiga lokasi tempat pencopet ini beraksi pada saat antre membeli tiket, antre masuk kedalam bus dan didalam busway.

Pada jam-jam sibuk, seperti jam istirahat kantor atau pulang kantor, pencopet busway Trans Jakarta ini pura-pura berdesak-desakan ikut antrean tetapi begitu sampai dipintu mereka biasanya tidak masuk seolah-olah menunggu bus berikutnya, hal ini terjadi bila si pencopet telah berhasil mengambil barang milik penumpang yang telah masuk.

Didalam busway, mereka biasanya berdiri ditengah lorong, bila penumpang lain biasa menghadap kekiri atau kanan para pencopet ini menghapap depan atau belakang sehingga dengan mudah bisa mengamati barang-barang calon korbannya. Para pencopet profesional ini tidak mau memberikan jalan bila ada penumpang yang ingin lewat karena makin sulit dan lambat penumpang berjalan semakin mudah mereka melakukan aksinya.

Penampilan mereka juga jauh dari kesan kumal, umumnya mereka memakai parfum, mereka membawa tas laptop atau ransel dengan earphone MP3 ditelinga bahkan ada yang memakai jas ala petinggi-petinggi perusahaan. Semua hal ini dilakukan untuk mengelabui penumpang hingga mereka merasa nyaman bila berada didekat para pencopet profesional ini.

Sudah Beristri Tiga Masih Juga Menggarap Anak Kandung Hingga Hamil

GRESIK – Saekan,66, Warga Desa Jrebeng, Kecamatan Dukun, Gresik Jawa Timur, pantas menyandang gelar bapak bejat karena tega menghamili Parni,24, (nama samaran), anak kandungnya. Kini pria kulit hitam itu mendekam di sel Polsek Dukun.

Terkuaknya anak dihamili bapak kandungnya, berawal dari tetangga korban yang mengetahui ada perubahan pada kondisi tubuh korban. Kasak-kusuk tersebut pun mulai terdengar hingga ke tetangga lainnya. Bahkan, setelah dipastikan korban benar hamil, masyarakat pun geram dan tidak sabar akan mengarak tersangka, untuk dikasih makan rumput karena dianggap perbuatannya sudah seperti binatang.

Mendengar ada informasi begitu, Kanit Polsek Dukun, Aiptu Darmanto, langsung ke TKP dan mengamankan Saekan. Kepada penyidik, bapak 15 anak dari tiga istri itu mengakui perbuatannya.

Alasanya, karena sejak tahun 2005 lalu, istrinya Akiyah ,54 sudah tidak bisa melayani kebutuhan seksnya lantaran sakit kencing manis. “Saya tak pernah dijatah istri lagi,” katanya, Sabtu (24/5).

Kapolsek Dukun AKP Budi Wiranto mengatakan, akibat perbuatan tersangka, kini Saekan dijerat pasal 294 ayat 1 KUHP jo UU Darurat 12 tahun 1951.

Pemuda Tewas Setelah Diculik Dan Disiksa Oleh Empat Orang Yang Mengaku TNI

JAKARTA – Dua pemuda: Nurohman dan Baihaki dituduh mencuri telepon genggam. Mereka diculik empat pria yang mengaku anggota TNI. Mereka disiksa hingga satu di antaranya tewas.

Selama di tangan para penculik, kedua korban dipukuli, disayat, disundut rokok, bahkan kuku jari tangan dan kaki dicopot secara paksa. Nurohman, 29, tewas Kamis (22/5) Pk. 19:00 di ruang perawatan tahanan RS Polri Kramatjati. Sejak masuk rumah sakit itu Sabtu (17/5) malam, warga Kebon Nanas Utara II ini tak pernah sadarkan diri hingga meninggal.

Hampir sekujur tubuh Nurohman dipenuhi luka mulai dari kepala belakang, wajah, dada, kedua tangan yang penuh luka goresan senjata tajam hingga jari kuku di kedua tangan dan kakinya yang dicopot paksa.

Luka hampir sama diderita Baihaki, 22, warga Kebon Nanas Selatan II. Selain disayat senjata tajam, dipukuli, ia juga disunduti rokok hingga meninggalkan bekas di lengan dan pipinya. Kini, ia dirawat di ruang perawatan tahanan RS Polri Kramatjati.

DICULIK DIDEPAN AYAH
Baihaki yang berprofesi sebagai pengojek ini mengaku diculik di hadapan Zainal Abidin, ayahnya, seminggu lalu di depan rumahnya sekitar Pk. 19:00. Upaya Zainal menahan penculikan itu gagal setelah pelaku mengaku sebagai tentara dan melarang Zainal campur tangan serta memintanya untuk menemuinya di Mabes TNI Cilangkap.

Selanjutnya, dengan menggunakan taksi para pelaku dan korban pergi. “Di dalam taksi ada empat orang. Saya terus dipukuli sepanjang perjalanan,” ungkapnya.

Penyiksaan tak hanya berlangsung dalam taksi. Baihaki mengaku sempat beberapa kali dipindah dari satu tempat ke lokasi lain. Salah satu lokasi yang diingatnya adalah sebuah rumah di Pisangan Baru. Dalam keadaan setengah tak sadarkan diri, Baihaki mengaku sempat melihat Nurohman tergeletak bermandi darah.

Oleh para pelaku kedua korban dibuang di pinggir jalan pada Sabtu (17/5) malam. Warga yang menemukan keduanya tergeletak tak sadarkan diri kemudian melapor ke Polsek Matraman yang lalu melarikannya ke RS Polri Kramatjati.

Meski belum sempat diperiksa untuk menentukan statusnya sebagai korban atau tersangka, keduanya masuk ke ruang perawatan tahanan RS Polri Kramatjati.

DITUDUH CURI 8 HP MILIK TOKOH MASYARAKAT
Sementara itu menurut kesaksian Pe’e, Nurohman diculik saat bekerja sebagai tukang parkir di Jln. Otista III sepekan silam. Dua lelaki turun dari taksi lalu menyeret korban. “Nurohman langsung diseret, dipukuli lalu dipaksa masuk taksi,” ungkapnya.

Menurut Yahya, paman korban, informasi yang didapat menyebutkan kedua korban dituduh mencuri delapan HP milik tamu seorang tokoh masyarakat.

Diakuinya, Nurohman memang pernah berbuat salah namun setahun belakangan setelah menikah dan memiliki anak, kemenakannya itu bekerja sebagai tukang parkir dan menjual kardus. Selain itu, HP yang disebut dicuripun tak ada. “Kami tak terima. Kami akan melaporkan kasus ini,” ujarnya.

Sedangkan dari pengakuan Baihaki sehari sebelum diculik ada sepasang suami istri menuduhnya mencuri HP. “Padahal hari itu saya seharian di rumah,” ungkapnya. “Saya sungguh tak mencuri tapi mereka terus menuduh.”

Kapolsek Matraman Kompol I Made Sugawa ketika dikonfirmasi kasus ini mengatakan penanganannya ada di Polres Metro Jaktim.

TIGA BOCAH DICULIK DI KEBAYORAN BARU
Kasus penculikan juga menimpa tiga anak di Jl. Pulo Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/5) siang. Di duga pelaku ingin mengambil HP milik salah satu korban yang baru pulang sekolah itu.

Dua anak Ferry Taufiq, 12, pelajar SMP 13, dan Irfan, 11, pelajar kelas 5 SD Bhakti Luhur, dibebaskan setelah dibawa berputar-putar selama satu jam. Sedangkan Billy, 12, pelajar SMP 13 yang memiliki HP tetap dibawa pelaku.

Pelecehan Seksual Kembali Menjerat Anggota Dewan DPR Namun Kasusnya Tidak Pernah Diselesaikan

JAKARTA – Mantan Ketua Komisi XI dari FPDIP DPR Max Moein terlilit kasus foto bersama cewek. Sebelumnya diadukan terlibat kasus pelecehan seksual.

Karena sebenarnya, sejak tahun 2005 ulahnya sudah dilaporkan ke Badan Kehormatan DPR tetapi ternyata tidak pernah terpublikasi di media massa.

Asisten pribadi (Aspri) Max Moein melalui Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) pernah lapor pada 22 Agustus 2007, lengkap dengan kronologis kejadian yang dialami.

Dalam kronologis laporan yang dibuat LBH APIK selama bekerja sebagai Aspri sejak Maret 2005 hingga Maret 2006, asisten pribadi ini berkali-kali harus mengalami kekerasan seksual.

Lebih dari itu, D, korban, yang berstatus sebagai Aspri berdasarkan SK Sekjen DPR RI nomor KU 00/5296/DPR-RI/2004 tertanggal 5 Oktober 2004 dipaksa untuk mengakui telah menikah siri dengan salah seorang yang bekerja di Gedung DPR.

Karena berbagai tuduhan dan penolakan itulah akhirnya korban dipecat oleh Max Moein yang sampai kini masih menjadi anggota DPR dari FPDIP dan foto-fotonya bersama seorang perempuan muda beredar di berbagai media.

BENAR FOTO MAX
Max Moein yang dihubungi semalam membenarkan bahwa foto itu memang bukan sekretaris yang pernah dipecatnya itu. Tetapi dia mengakui bahwa foto itu memang benar dirinya. “Tapi itu sudah lama sekali, saya pun tidak ingat lagi siapa dia itu karena sudah lama dan lupa, saya kan anggota dewan banyak sekali perempuan muda yang tertarik dengan saya dan ingin berfoto bersama, lumrah itu” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, foto tersebut dibuat 7-8 tahun lalu di sebuah kolam renang. “Itu saya masih mengenakan pakaian renang, handuk dan lain-lain, jadi di kolam renang. Cuma saya heran kok latar belakangnya jadi seperti berubah,” tegasnya.

Yang lebih mengherankan dia, mengapa foto yang dibuat 7-8 tahun lalu itu baru beredar saat ini. “Saya tidak tahu siapa yang menyebarkannya tapi yang jelas ini sangat politis karena menjelang pencalonan beberapa minggu lagi ini,” katanya. “Dengan beredarnya foto itu mungkin saja saya nggak bisa mencalonkan lagi.”

Ditanya kemungkinan foto itu disebarkan oleh sekretaris yang dipecatnya, Max yakin tidak mungkin. “Dia bekerja dengan saya tidak lama, kalau lama mungkin saja saya curiga karena banyak kesempatan buat dia untuk bersama saya disaat saat pribadi tapi pasti bukanlah,” tambahnya.

Ditanya mengenai laporan sekretarisnya ke Badan Kehormatan DPR, Max membantah berkaitan dengan pelecehan seksual. “Saya itu orang yang paling menghormati perempuan, ingat ibu saya juga perempuan mana mungkin saya melecehkan secara seksual ibu sendiri. Dia minta pesangon saat saya pecat, padahal kerja hanya enam bulan saja, Itu kan nggak bener” tegas Max.

Wanita Medan Bakar Diri Karena Kecewa Bahwa Pria Bule Tidak Seromantis Yang Dibayangkan

MEDAN – Diduga gara-gara ditampar oleh warga Italia, yang juga pasangan kumpul kebonya, Nurmi, wanita dua anak, nekat membakar diri, Kamis.

Menurut keterangan, Nurmi selama ini tinggal dengan pasangan kumpul kebonya Piero Shipizza ,49, seorang warga negara Italia. Mereka mengontrak rumah di Jalan Pintu Air IV, Kwala Bekala Medan Johor. Keduanya telah lama hidup serumah namun belum resmi sebagai suami istri.

Sedangkan peristiwa pembakaran ini terjadi berawal ketika Piero menyuruh ‘istri gelapnya’ itu untuk menghidupkan kompor gas. Mendapat Nurmi menolak bahkan menuntut sang suami untuk menyiapkan makan pagi dan memandikannya. Keduanyapun terlibat pertengkaran mulut. Piero yang emosi kemudian menampar Nurmi.

Tidak terima mendapat perlakuan kasar, Nurmi menyiram tubuhnya dengan minyak tanah dan kemudian menyulut api. Korban yang mengalami luka bakar hampir diboyong ke RSU Haji Adam Malik Medan.

Kapolsek Deli Tua AKP Darfin Purba, membenarkan adanya kejadian itu. “Saat ini warga negara Italia sudah diamankan untuk dimintai keterangan,” kata Darfin.

Arogansi Pengendara Moge Kembali Memakan Korban

KEDIRI – Umbul-umbul bertuliskan “Jalur Merah Putih” masih tertancap di halaman Balaikota Kediri, demikian juga pernik-pernik bekas kemeriahan yang berserakan di Jalan Basuki Rahmat, Kediri, Jawa Timur, usai pelepasan iring-iringan tur motor gede dari tempat itu.

Walikota Kediri HA Maschut melepaskan rombongan sepeda motor besar alias motor gede (moge) yang melakukan tur bertajuk “Jalur Merah Putih” pimpinan Sophan Sophiaan, Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Selang tiga jam berlalu, kabar duka datang, Sophan Sophiaan meninggal dunia dalam kecelakaan moge di Jalan Raya Ngawi-Sragen.

Moge yang dikendarai Sophan Sophiaan dilaporkan mengalami selip terjeblos ke lubang jalan saat melintas di Km 18-19 SRAGEN – Ngawi-Sragen, tepatnya di Desa Planglor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi atau beberapa kilometer menjelang perbatasan Jatim-Jateng.

Beberapa jam sebelum tragedi itu terjadi, aktor kawakan di era 1970-1980-an itu sempat berbincang-bincang serius dengan Maschut.

Bahkan beberapa saat sebelum meninggalkan Kediri untuk meneruskan perjalanan menuju Sragen dan Karanganyar, Jateng, Sophan memberikan jaket berwarna merah dengan motif putih gading kepada orang nomor satu di “Kota Tahu” itu.

Sophan Sophiaan dan rombongan yang berjumlah 270 orang lebih itu tiba di Kediri pada Jumat (16/5) sore. Berbagai acara penyambutan digelar secara khusus di Balaikota Kediri.

Lalu malam harinya acara dilanjutkan di kawasan wisata, Gua Selomangleng, sekitar tiga kilometer dari Balaikota Kediri. Sophan sempat berbicara mengenai nasionalisme di panggung yang disediakan pihak panitia di obyek wisata yang berada di lereng Gunung Klotok itu.

Dalam kesempatan itu, dia meminta masyarakat agar tidak sinis terhadap kegiatan yang dilakukan tim “Jalur Merah Putih” itu. Tidak semua pengendara moge itu arogan.

“Sinisme-sinisme itu harus dihilangkan dan media jangan pula membesar-besarkannya,” kata suami aktris Widyawati itu di kawasan Gua Selomangleng, Jumat (16/5) malam.

Menurut dia, tur yang dilakukannya itu bertujuan untuk merevitalisasi kebangkitan bangsa yang saat ini telah memasuki usia 100 tahun.

Dari Jakarta rombongan ini singgah di Rengasdengklok, Cirebon, Rembang, Surabaya, dan Kediri.

“Bahkan kami telah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena gizi buruk di daerah-daerah itu,” kata mantan anggota DPR dari Fraksi PDIP itu.

Ia mengaku merasa prihatin, jika ada masyarakat yang mengaitkan kegiatan itu dengan perilaku pemborosan di tengah krisis energi yang terjadi saat ini.

“Tolong jangan hanya dilihat pemborosannya, tapi tujuan yang kami lakukan betul-betul ingin mengingatkan masyarakat akan makna nasionalisme. Terus terang, sekarang ini bangsa kita sedang mengalami degradasi,” katanya.

Oleh sebab itu, dia mengajak rakyat Indonesia untuk kembali bersatu membangun negeri ini. “Marilah kita hilangkan perbedaan-perbedaan. Kita harus sama-sama membangun bangsa ini,” katanya sebagai pesan pamungkas sebelum ajal menjemputnya tiga jam kemudian