Monthly Archives: Juni 2008

Tiga Orang Tewas Dieksekusi Oleh Perampok Emas Berseragam Polisi, Kerugian Materi Mencapai 25 Milyar Rupiah

SEMARANG – Empat perampok bersenjata pistol, Rabu (4/6) malam, merampok toko emas Bintang Emas di Jalan Wachid Hasyim 12 (Jalan Kranggan Timur 12), Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Perampok dengan sadis menembak mati tiga penghuni toko saat ketiganya menutup rumah sekaligus gudang penyimpanan emas yang berada persis di seberang toko emas mereka. Penjahat membawa lari sekitar 100 kilogram perhiasan emas senilai Rp 25 miliar.

Korban tewas adalah Welly Chandra (34), pemilik toko emas Bintang Emas, istri Welly bernama Anik Wijaya (32), dan Wulansari (15), pembantu toko tersebut.

Tempat kejadian perkara (TKP) perampokan itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari pos polisi.

Menurut Yeni (40), saksi yang berada di sekitar TKP, yang ditemui Kompas, Rabu menjelang tengah malam, saat kejadian situasi Jalan Wachid Hasyim masih ramai. Di sepanjang jalan itu banyak pedagang kaki lima masih berjualan.

”Saya hanya melihat ’polisi’ (ternyata gadungan) masuk ke rumah itu. Saat perampok beraksi, saya tidak tahu,” ujar Yeni, penjual nasi yang berjarak sekitar 20 meter dari TKP.

Jalan Wachid Hasyim di kawasan Pecinan Semarang merupakan sentra toko emas dan perhiasan, jumlahnya mencapai 40 toko. Pos polisi di sana dimaksudkan khusus menjaga kawasan tersebut.

”Modus operandinya sangat sempurna. Sangat rapi dan profesional,” kata Komisaris Besar Dewa Parsana, Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kamis. Bahkan, polisi yang piket di pos polisi itu tak menemukan hal yang mencurigakan.

”Dari pemeriksaan melalui closed circuit television (CCTV), pelakunya menggunakan seragam polisi,” ujar Dewa.

Menurut Dewa, kejadian berawal pukul 19.00 saat Welly Chandra menutup rumah sekaligus gudang penyimpanan emasnya tersebut. Welly bersama Anik Wijaya, Wulansari, dan Iing (62)—bibi Welly—berencana pulang ke rumah singgahnya di Ungaran, Kabupaten Semarang.

”Tapi, di tengah jalan, sekitar empat orang, beberapa di antaranya berpakaian polisi lalu lintas, mencegat mereka. Para perampok langsung masuk mobil Kijang Innova Welly dan mengikat tangan kaki mereka serta membebat semua muka mereka dengan plakban,” kata Dewa.

Menurut rekaman CCTV di gudang emas yang diperiksa polisi, sekitar pukul 20.00 mereka kembali ke rumah sekaligus gudang itu.

Welly ditarik keluar dari mobil untuk menunjukkan gudang perhiasan. Perampok memukul satu anggota satpam penjaga rumah, yang hingga kini belum diketahui keberadannya.

Setelah perhiasan emas 100 kilogram diambil, Welly yang disandera tewas di gudang. Welly kehabisan napas karena muka dan hidungnya dibebat plakban. Jenazah Welly ditinggalkan perampok di gudang.

Saat perampok masuk gudang, tiga wanita yang disandera, yakni Anik, Wulan, dan Iing, tetap disandera dalam mobil.

Para perampok kemudian meninggalkan lokasi dengan membawa tiga perempuan tersebut dengan mobil Kijang Innova. Di suatu tempat, Anik dan Wulan ditembak di bagian kepala. Iing selamat meski mengalami luka tembak.

Mobil dan ketiga korban kemudian ditinggalkan perampok di depan gerbang Kampus Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, berjarak sekitar 10 km dari TKP.

Pagi harinya, Iing keluar dari mobil sambil berteriak minta tolong. Oleh warga sekitar, Iing langsung dibawa ke RSUP Dr Kariadi, Semarang, bersama dua jenazah lain

Gadis Berjilbab Tewas Dibunuh, Diduga Karena Melawan Ketika Hendak Diperkosa

BOGOR – Gadis berjilbab tewas dibantai dengan tujuh luka tusukan di wajah, leher, dan perutnya. Diduga korban dibunuh karena melawan ketika hendak diperkosa, ditandai dengan jenazah korban yang setengah telanjang.

Korban yang belum diketahui identitasnya ini ditemukan tergeletak bersimbah darah di dekat saung kebon singkong milik Mijat, 43, di Kp. Tapos, RT 01/01, Desa Cileungsi, Ciawi, Bogor, Kamis (5/6) pagi. Saat ditemukan terdapat 4 bekas luka tusukan di kepala, satu di dagu, dua di leher dan satu di dada.

Penemuan mayat korban pembunuhan itu berawal dari kecurigaan Mijat yang melihat sesosok tubuh tergeletak di dekat saung kebon singkong miliknya. Ketika itu ia tengah berlari pagi. Rasa penasaran Mijat memicu dirinya untuk mendekat ke arah korban.

Pemandangan mengerikan terpampang di hadapannya, tubuh kaku tanpa nyawa milik gadis yang diperkirakan berusia 23 tahun dengan celana jins hitam dan kaos abu-abu terletak disamping jenazah. Jilbab warna hitam yang menutupi rambut ikalnya masih menempel di kepalanya. Kedua gigi bagian atas korban rontok, diduga akibat dikepruk benda tumpul.

PAKAIAN ACAK-ACAKAN
Kondisi pakaian yang sudah acak-acakan seakan menegaskan kalau telah terjadi pergumulan antara korban dengan pelaku. Celana jins terlihat melorot sehingga memperlihatkan celana dalam warna merah muda yang dikenakannya, kaosnya pun tersingkap ke atas. Dari situ terlihat sebuah ciri khusus pada tubuh korban, terdapat luka bekas senjata tajam yang memanjang sekitar 20 sentimeter dari dada hingga perutnya.

Dari informasi yang diperoleh di kepolisian Polsek Ciawi, sehari sebelumnya salah seorang warga setempat melihat korban berjalan bersama seorang lelaki tak dikenal menuju ke arah kebon singkong milik Mijat. “Saat itu saksi melihat korban melintas sekitar jam setengah enam sore,” ujar satu petugas yang enggan menyebutkan nama saksi kunci tersebut.

Kapolsek Ciawi AKP Taojiri mengaku belum bisa memastikan apakah motif pembunuhan adalah perkosaan atau bukan. “Kita masih menunggu hasil visum,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dari hasil identifikasi di TKP, petugas menemukan dua gigi atas korban yang copot serta sidik jari yang diduga milik pelaku yang ditemukan di daun dekat lokasi kejadian.

Desi Sekretaris Max Moein Masih Perawan Ketika Diperkosa Max Moein

JAKARTA – “Saya masih perawan. Itu saya katakan ke bapak saat pertamakali kejadian di ruang kerjanya,” kata Desy Ferdianti saat keluar dari ruang sidang pertemuan Badan Kehormatan (BK) DPR, Kamis (5/6). Tetapi bapak hanya tersenyum lebar dan menjawab sudah lama tidak merasakan perawan.

Desy dalam kesempatan itu juga mengungkapkan dirinya sudah menyerahkan bukti medis kekerasan seksual yang dilakukan anggota DPR dari FPDIP Max Moein. “Saya ada bukti medis dan sudah saya sampaikan kepada BK,” katanya lagi.

Desy Ferdianti, mantan Asisten Pribadi (Aspri) Max Moein, dipanggil BK terkait pengaduannya yang menyebut dirinya telah menjadi korban kekerasan seksual.

Dirinya mengadukan masalah ke BK bukan semata-mata mencari siapa yang salah atau siapa yang benar.

“Ini soal harga diri dan saya merasa telah kehilangan masa depan sejak kejadian itu,” tambahnya.

CARI WAKTU
Ketika ditanya, mengapa dirinya baru mengadukan peristiwa itu saat ini, sedangkan kekerasan seksual sudah terjadi beberapa tahun lalu, Desy beralasan harus mencari waktu yang tepat termasuk untuk menyampaikannya kepada keluarga.

Mengenai pernyataan Max Moein yang menyebutkan perbuatan itu sama-sama suka, Desy membantah. Menurutnya, Max Moein selalu memaksanya setiap kali menginginkan berhubungan seks disertai berbagai ancaman termasuk menyebarkan foto bugilnya dan Max Moein sering mengatakan dirinya kebal hukum.

Menjawab pertanyaan mengapa dirinya tidak teriak saat dipaksa Max berhubungan badan? Desy mengatakan situasinya sudah dikondisikan sedemikian rupa sehingga tidak mungkin melakukan itu.

“Tidak ada orang yang mendengar setiap kali terjadi kekerasan seksual itu karena bapak selalu menghidupkan musik keras-keras sehingga yang terdengar adalah suara musik,” katanya lagi

Desy menyerahkan keputusan kasus skandal seks tersebut kepada BK. “Saya tidak minta apa-apa tetapi menyampaikan apa yang saya alami sebagai orang biasa,” tegasnya.

Wakil Ketua BK Gayus Lumbuun mengatakan sudah menerima pengaduan Desy, dan segera mengklarifikasi kepada Max Moein dan pihak terkait lainnya

Kakek Perkasa Umur 69 Tahun Mampu Memperkosa 16 Siswi SD

JAKARTA – Usia 69 tahun, tidak membuat gairah seks Jainuri loyo. Tanpa viagra, ia tetap perkasa. Hanya saja keperkasaannya disalahgunakan. Si tua renta ini tega mencabuli 16 siswi SD di Kabupaten Kepulauan Seribu. Akibatnya, ia digelandang ke kantor polisi.

Jainuri mengaku sering melakukan perbuatan cabul terhadap sejumlah siswi SDN 01 Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Namun ulah pelaku baru diketahui Rabu (4/6) malam, setelah Rs,7, mengadu kepada orangtuanya karena mengalami sakit di bagian kemaluannya.

Ucapan putrinya membuat Rosid, 35, ayah korban, emosi. Saat itu korban mengaku telah dicabuli kakek Jainuri dengan iming-iming akan dibelikan mainan. “Pelaku mengaku mencabuli para korbannya di rumahnya sendiri,” kata petugas Polsek Kepulauan Seribu Utara.

Belakangan diketahui perbuatan cabul pelaku tak hanya dilakukan oleh Ros saja, pelaku mengaku telah melakukan perbuatan serupa kepada 15 siswi SD lainnya. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu pelaku langsung diserahkan ke kantor polisi.

Siswi SMU Medan Merampok Salon Kecantikan Untuk Mengganti Uang Les Yang Dihabiskan Foya Foya

MEDAN – Tak bayar uang les selama 5 bulan, siswi satu SMU Kota Medan, nekat menikam dan merampok pemilik salon kecantikan.

Tersangka Yun,16, warga Helvetia Medan, Sumatera Utara, diamankan polisi, Kamis.

Menurut pemilik salon, Rita,35, warga Jalan Mawar Medan, ketika salonnya sepi pengunjung, tersangka langsung menodongkan pisau dan meminta uang. Karena Rita melawan, tersangka langsung menikam perut korban.

Melihat korban berdarah, tersangka Yun berusaha melarikan diri. Namun warga yang mendengar teriakan korban minta tolong, langsung menangkap tersangka dan diserahkan ke Polsek Helvetia.

Dalam pemeriksaan, kepada petugas sambil menangis tersangka mengaku, ia nekat karena terdesak untuk membayar tagihan sekolah yang dia habiskan untuk jajan.

Sekertaris Perusahan Pertambangan Di Kelapa Gading Ditemukan Tewas Dengan Luka Tusukan Dalam Ruang Kerja Yang Terkunci Dari Dalam

JAKARTA – Wanita sekretaris perusahaan pertambangan tewas dibantai, Rabu (4/6) sore. Korban ditemukan terkapar dengan lima tusukan senjata tajam yang bersarang di mulut dan perut. Peristiwa tragis ini terjadi di kantor tempat korban bekerja di Jalan Elok Utara, Kelapa Gading Timur, Jakut.

Jasad Ayundah, 23, warga Jalan Pramuka Sari V, Jakarta Pusat, bersimbah darah di salah satu ruang kantor. Oky, 35, petugas keamanan, yang pertama menemukan jasad korban.

Sebelumnya, Oky curiga ketika mendengar empat kali teriakan. Namun Oky tak berani masuk, lantaran setahu dia kantor dalam keadaan kosong. Menurut Oky tugasnya sebagai satpam hanya untuk menjaga agar tidak terjadi pencurian, lagi pula gajinya sebagai satpam terlalu kecil untuk mempertaruhkan nyawa buat perusahaan.

KORBAN BERTERIAK
Oky yakin kantor itu kosong karena dua pegawai Adnan dan seorang warga Taiwan keluar untuk makan. “Saya nggak tahu kalau ada korban di dalam kantor. Makanya saya nggak berani masuk ketika mendengar teriakan, tugas saya kan hanya jaga pintu dengan gaji sekecil ini cuma cukup buat jaga pintu doang pak,” lanjut Oky.

Petugas keamanan ini mengaku masih penasaran dengan apa yang didengarnya. Rasa penasaran Oky diungkapkannya kepada kedua pegawai, yang kembali beberapa jam kemudian. Bertiga mereka masuk ke dalam kantor.

Ternyata kondisi kantor berantakan. Ruangan tempat korban beraktivitas terkunci. Pintu pun didobrak. Mereka terperanjat menyaksikan Ayundah, yang baru dua bulan bekerja sebagai sekretaris itu, berdarah-darah.

Didekat tubuh Ayundah, petugas menemukan sebilah pisau bernoda darah. Tidak barang berharga kantor yang hilang. Namun dipastikan, HP korban lenyap.

Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading, Iptu Cahyo yang dihubungi meyakini kalau korban dibunuh. “Kami masih memeriksa sejumlah saksi termasuk satpam dan dua pegawai kantor,” tuturnya.

Sekeluarga Mengalami Luka Bakar Akibat Disambar Petir

SERANG – Angin puting beliung disertai hujan es, Selasa (3/6) sore, menerjang 2 desa di Kecamatan Pamarayan, Serang, Banten.

Dalam musibah bencana alam itu, seorang warga tewas tertimpa pohon Rambutan. Selain itu, sejumlah warga juga menderita luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Sedangkan di Lebak, sekeluarga sedang nonton televisi, terkapar disambar petir. Korban yang mengalami musibah ini seorang ibu dan empat anaknya. Tubuh mereka menderita luka bakar.

Tercatat sepuluh rumah roboh serta ratusan rumah lainnya mengalami kerusakan. Sebagian besar rumah mengalami kerusakan pada bagian atap akibat tertiup angin atau tertimpa pohon.

Korban tewas Kamsin, 60, warga Kampung Rumbut, tertimpa pohon rambutan saat akan memasukan kerbau ke dalam kandang. Kerugian akibat bencana alam itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Korban ditampung di balai desa serta rumah tetangganya yang selamat.

Puting beliung itu menerjang Kampung Pasir Sela, Rumbut dan Kampung Cibogo, Desa Kebon Cau dan Kampung Kopeng, Desa Wirana, Kecamatan Pamarayan.

Sebelum angin menghepas rumah, kondisi langit di Desa Kebon Cau nampak gelap. Sesaat kemudian terjadi hujan deras disertai turunnya es.

Selain rumah, atap sebuah bangunan SD Wirana Pasir juga berhamburan. Begitu juga Ponpes Nurul Hikmah milik Ustad Karta ikut rusak.

Kapolsek Pamarayan, AKP Syahril Minda saat ditemui Pos Kota di lokasi bencana, Rabu (4/6), mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menginventarisir kerugian akibat bencana alam tersebut.

SEDANG NONTON TV
Sedangkan di Lebak, sekeluarga sedang nonton televisi disambar petir. Peristiwa mengenaskan ini terjadi di Kampung Parakan, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Selasa (3/6) pukul 18.00.

Meski tak merenggut korban jiwa, namun ibu bersama 4 anaknya mengalami luka bakar di tubuhnya akibat sambaran geledek.

Korban luka Nurhayati, 40, serta 4 putra-putrinya Mariam, 16, Tedi, 9, Holipah, 8, dan Nurhasanah, 5. Para korban menderita luka bakar pada bagian kaki dan tangan. Saat ini masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Rangkasbitung.

Di tempat terpisah, musibah serupa juga dialami seorang ibu rumahtangga Nurlela, 26, warga Kampung Kukulu, Desa Kolelet Wetan, Rangkasbitung.

Kepala Desa Nameng, Rudi, mengatakan kejadian naas yang menimpa satu keluarga di desanya tersebut, terjadi saat para korban sedang menyaksikan acara televisi di rumahnya.

KANTOR BUPATI
Hasil pengecekan kerusakan Kantor Bupati Tangerang berlantai IV di Tigaraksa yang diterpa hujan-angin keras kemarin, tidak sampai pada konstruksi bangunan.

Kesimpulan ini didapat setelah Bupati Tangerang H. Ismet Iskandar bersama Kepala Bagain Umum Pemkab Tangerang meninjau kerusakan, Rabu (4/6) pagi.

“Kerusakan yang terjadi semuanya disebabkan kerasnya terpaan angin,” jelas H. Zaenal Arifien, Kabag Humas Pemkab Tangerang.
Bupati pun, kata dia, segera memerintahkan agar ruang-ruang yang rusak secepatnya diperbaiki, “Tadi pun sejumlah tukang sudah mengukur-ukur sejumlah ruang yang rusak untuk diperbaiki.”

Pria Bugil Melompat Lompat Di Pasar Grogol

JAKARTA – Pengunjung Pasar Grogol, Jakbar, Rabu (4/6) siang heboh ketika mengetahui Jun Marisan Ginting, 27 telanjang bulat, terjun dari lantai di pasar itu. Korban tidak mengalami luka serius.

Aksi menggemparkan pria warga Cikoko Dalam I RT 001/RW 03, Pancoran, Jakarta Selatan, saat pasar tengah ramai pengunjung pukul 11:30. Warga dan petugas keamanan pasar membawa Jun yang telanjang bulat ke RS Sumber Waras.

Menurut petugas keamanan pasa, Abdul Sukur, 26, lelaki pemilik toko alat-alat komputer itu awalnya kesurupan. “Sekitar jam 10:00 dia kesurupan di dekat Mushola, terus saya panggil teman-teman untuk menolong,” jelasnya. Tapi dia berontak saat dipegangi.

“Tapi dia berontak sambil melepaskan seluruh pakaiannya, lalu loncat. Padahal yang memegangi sekitar dua puluh orang. Tenaganya kuat sekali, badan saya sampai pegel-pegel,” ucap Arifin, warga.

Pihak RS Sumber Waras mengatakan jika lelaki tersebut mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat di RSJ Grogol, kemudian sembuh dan pulang kampung. Kemudian orangtuanya meninggal, dia kembali lagi ke Jakarta. “Kita akan membawa korban ke RSJ Grogol,” jelas Briptu Amri, petugas Polsek Tanjung Duren yang ikut mengatar ke RS Sumber Waras.

Lima Orang Luka Parah Akibat Tawuran Massal Di Cilandak Town Square CITOS

JAKARTA – Sekitar 10 orang terlibat dalam perkelahian berdarah di Cilandak Town Square (Citos), Rabu (4/6) siang, dan mengakibatkan lima orang luka parah.

Perkelahian itu terjadi sekitar pukul 14.30 dan melibatkan orang-orang bersenjata parang. Menurut Rini, saksi mata, waktu itu di selasar Citos tiba-tiba dipenuhi orang panik.  Mereka berlarian sambil menjerit. “Di samping saya ada orang yang kepala dan dadanya dibacok. Darah berceceran di lantai,” kata Rini kepada Detektif Conan.

Para pengunjung langsung diamankan di kafe-kafe di sepanjang selasar  pusat perbelanjaan itu. Toko-toko di sekitarnya pun langsung ditutup. Belum diketahui siapa saja orang-orang yang terlibat perkelahian itu.  Setidaknya sekarang sudah ada tiga orang yang dibawa ke kantor polisi.  Sedangkan tempat kejadian, tepatnya di depan Brew n Co sekarang sudah dibatasi dengan tali rafia.

Ada kejadian unik dalam peristiwa itu. Ketika kepanikan sedang pecah, sejumlah perempuan pengunjung Kafe Amadeus yang mengenakan celana pendek dan rok super mini ikut panik. Di tempat itu juga mereka karena takut ditelanjangi langsung mengenakan celana panjang, karena mengira ada penggerebekan oleh Front Pembela Islam.

BENTROK KARENA URUSAN PIUTANG DAN HUTANG
Dua kelompok pemuda bentrok di Cilandak Town Square (Citos) Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (4/6) sore. Seorang terkena sabetan samurai dilarikan ke RS Fatmawati.

Korban Pattimura Tuhuteru, 48, kena sabet samurai sedang rekannya berhasil menyelamatkan diri. Peristiwa yang menggemparkan terjadi di kafe Brew & Co pukul 14:00 diwarnai dengan aksi kejar-kejaran.

Kapolsek Cilandak, Kompol Makmur Simbolon menjelaskan, bentrokan ini diduga terkait masalah utang-piutang sebesar Rp200 juta. “Setelah melalui serangkaian perundingan, salah seorang kelompok membayar utangnya sebesar Rp110 juta di kantor Polsek Cilandak. Sisanya dibayar kemudian,” katanya.

Menurut Makmur Simbolon, perselisihan kedua kelompok itu berawal adanya penagihan utang ke rumah anggota mereka di Bona Indah, Lebak Bulus. Namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya diselesaikan di kantor polisi. Karena dianggap selesai, salah satu kelompok merayakannya di Citos.

Ternyata salah seorang tidak puas dan menghampiri dua pria yang berasal dari kelompok lain. Mereka langsung menganiaya keduanya. “Kami sudah mengamankan empat pelaku,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Tertangkap Basah Nyabu Dirumah Bandar Narkoba

BANGKALAN – Fahad, pengasuh salah satu ponpes di Kecamatan Burneh, Bangkalan, tepergok polisi sedang pesta sabu di sebuah gubuk milik seorang bandar narkoba di Desa Rembah, Kecamatan Galis, Bangkalan, Minggu (1/6). Perbuatan terlarang ini bahkan diduga sudah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur Reskoba Polda Jatim Kombes Pol Coki Manurung didamping Kepala Satserse II Ditreskoba Polda Jatim AKBP Djoko Hari Utomo, Selasa (3/6),  menjelaskan, ditemukannya Fahad yang sedang menikmati serbuk setan itu berawal dari penggerebekan rumah milik Syaiful, yang telah lama diincar karena diduga sebagai tempat pesta sabu.

Saat digerebek sekitar pukul 12.30, di rumah itu sedang berlangsung pesta sabu. Lima orang berhasil diamankan sebagai tersangka, yakni Solikin (33), warga Kuanyar, Bangkalan; Hasan (28), pegawai Dinas Perhubungan Bangkalan; Samsul Arifin (35), warga Langkap, Burneh; Faisal Bahrudin (28), warga Langkap, Bangkalan; serta Syaiful, pemilik rumah sekaligus bandar.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 2 timbangan elektrik, 2 alat isap sabu, 2 ponsel merek Samsung, 5 pak plastik pembungkus sabu, 1 dompet berisi 27 pipet kaca, 2 sendok sabu, serta sebuah pistol rakitan kaliber 9 mm berikut 3 buah amunisi. Polisi juga mengamankan enam paket sabu siap jual, masing-masing seberat 1,79 gram, 3,8 gram, 4,17 gram, 2,26 gram, 2,5 gram, dan 2,33 gram.

“Totalnya ada 16,63 gram sabu,” kata Coki Manurung didampingi AKBP Djoko Hari Utomo. Setelah mengamankan lima tersangka dan barang bukti, polisi kemudian menyisir dua gubuk yang berjarak 4 meter di sebelah rumah induk. Di salah satu kamar, polisi mengamankan H Fahad, pengasuh ponpes di Burneh; dan Samsul Arifin (30), tukang ojek asal Rembah, Bangkalan, yang mengantar sekaligus menemani Fahad nyabu. Dari keduanya, barang bukti yang diamankan adalah 0,2 gram sabu sisa pesta serta bong untuk mengisap sabu.

“Pak kiai yang masih mengenakan sarung dan berpeci putih itu nangis saat dibawa ke Polda. Katanya dia tak tahu apa-apa, hanya menjadi korban jebakan,” ujar seorang petugas yang meringkus Fahad.

Fahad kembali manangis saat polisi menyidiknya di Mapolda Jatim. Dia memohon agar tak dilibatkan dalam perkara ini, mengingat jumlah santri yang menjadi tanggung jawabnya cukup banyak. “Kalau sadar seperti itu, mestinya dia melarang ketika ada orang berpesta sabu, bukan malah ikut terlibat di dalamnya,” kata polisi itu.

Sementara dari gubuk lainnya, budak narkoba yang diamankan petugas adalah Achmad Darmawan (43), PNS di Kecamatan Pangeranan, serta Suryadi, warga Jalan Cenderawasih, Bangkalan. Barang bukti yang berhasil ditemukan adalah 4 bungkus sabu sisa pesta seberat 0,8 gram serta alat untuk mengonsumsi.

Namun, penggerebekan pada siang itu tak berlangsung mulus. Sebelum digelandang ke mapolda, para tersangka yang berhasil diringkus dikumpulkan di rumah induk milik Syaiful. Saat itulah sejumlah orang melempari polisi yang sedang berada di dalam rumah dengan batu. Kekacauan itu kemudian dimanfaatkan Syaiful untuk melarikan diri dengan memecah kaca jendela. “Dia sekarang menjadi DPO (daftar pencarian orang atau buron) kami,” ujar Coki Manurung.

Untuk mengevakuasi para tersangka, polisi menurunkan satu pleton Dalmas Polres Bangkalan, dibantu anggota reskrim setempat. Tertangkapnya pengasuh ponpes ini menambah daftar deretan budak narkoba di lingkungan pesantren di Jatim. Pada April lalu,  Ditreskoba Polda Jatim meringkus Hakim, seorang pengedar sabu di salah satu ponpes di Malang. Dari tangannya disita 1,3 gram sabu dan uang Rp 1.350.000 hasil penjualan narkoba.

Selain itu, buser Reskoba Polda Jatim menciduk Iwan Fathkur Rachman (32), seorang santri yang baru 6 bulan menjadi siswa pondok pesantren di Cerme, Gresik. Dari pengeledahan Satuan I Ditreskoba Polda Jatim di lemari kamar santri ini ditemukan seperangkat alat isap sabu. Karenanya, warga Mojokerto ini tak berkutik saat digelandang ke kantor polisi.