Kasus Penyalahgunaan Narkoba Di Palembang Meningkat Tajam

Kasus penyalahgunaan narkoba di Palembang dalam setahun terakhir cenderung meningkat. Sebagian besar pelaku berusia di bawah 30 tahun. Peningkatan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat guna menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.

Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Kota (BNK) Palembang Zailani Ujang Dani, Senin (17/11), mengatakan, sejak Januari hingga Oktober 2008, kasus penyalahgunaan narkoba yang terungkap sebanyak 195. Pelaku yang tertangkap meliputi pemakai dan pengedar dengan persentase pemakaian terbesar ganja.

Pada tahun 2007, jumlah kasus penyalahgunaan narkoba yang terungkap 198 kasus. Meskipun lebih besar, angka tersebut menunjukkan jangka waktu setahun. Sementara data tahun 2008 masih terhitung sampai Oktober. ”Artinya ada peningkatan,” ujarnya.

Menurut Zailani, sebagian besar pelaku penyalahgunaan narkoba berusia di bawah 30 tahun, beberapa di antaranya pelajar. ”Pelajar yang masuk kasus sekitar satu persen, tetapi tidak bisa meraba yang belum terkasus,” katanya.

Ia mengatakan, di satu sisi peningkatan jumlah pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba memperlihatkan meningkatnya kinerja petugas. Namun di sisi lain, kondisi tersebut memprihatinkan karena menunjukkan semakin banyaknya masyarakat yang menjadi korban narkoba.

Oleh karena itu, upaya untuk memberantas peredaran narkoba harus terus dilakukan. Persoalan tersebut merupakan persoalan serius karena menyangkut masa depan generasi muda. ”Lihat pencandu sangat menyedihkan, terapi juga tidak mudah sembuh,” ujar Zailani.

Penyuluhan

Salah satu upaya memberantas peredaran narkoba adalah dengan memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Penyuluhan dalam bentuk tatap muka dan razia seperti dilakukan kemarin. Salah satu sekolah yang dirazia adalah SMA negeri di Kecamatan Gandhus.

Selain di sekolah, tim menjaring 14 siswa saat keluyuran di pusat perbelanjaan pada jam belajar. Sosialisasi juga dilakukan di 107 kelurahan yang ada di Kota Palembang.

BNK juga memfasilitasi para pemakai yang ingin melakukan terapi. Terapi dilaksanakan di Pusat Rehabilitasi Lido, Sukabumi, Jawa Barat.

BNK meminta masyarakat untuk aktif memberikan informasi mengenai keberadaan para pengedar narkoba. Saat ini peredaran narkoba diperkirakan sudah merata di Palembang.

Koordinator LSM Sriwijaya Plus, LSM pendamping korban narkoba, Rahmat Saleh, mengatakan, pemerintah harus memutus jaringan narkoba. Para pemakai merupakan korban dari peredaran barang-barang terlarang tersebut.

Menurut dia, isu narkoba merupakan isu paling berat karena menyangkut masa depan bangsa. Banyak korban narkoba yang terpaksa tak melanjutkan sekolah.

Selain itu, penyalahgunaan narkoba juga bisa mengarah pada tindakan kriminal.

Para pengguna narkoba suntik bisa menghabiskan Rp 500.000 per hari untuk memenuhi kebutuhannya. ”Dari situ bisa tumbuh perilaku kriminal,” ujarnya.

Pengguna narkoba suntik juga merupakan populasi terbesar pengidap HIV/AIDS di Palembang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s