Cerita Kriminal

Masukan dari Desember 2008

Banyak Perawat Queensland Meski Memiliki Gaji Tertinggi Di Australia Tetap Memilih Sebagai Pelacaur

Desember 24, 2008 · 1 Komentar

Gara-gara Muak, beberapa perawat di Queenland, Australia, beralih profesi sebagai pelacur.

Harian The Courier-Mail melaporkan, seorang perawat yang sudah bekerja selama 10 tahun mengaku dia dan paling tidak empat temannya telah pindah kerja sebagai pelacur.

“Kami tidak tahan lagi bekerja di lingkungan yang sangat kekurangan tenaga dan sangat membuat stress,” ujar bekas perawat yang namanya hanya diketahui bernama Jenna.

“Saya bertugas terlalu banyak tapi digaji sangat kurang. Kalau berbuat salah hingga menyebabkan kematian, saya bisa didakwa,” kata ibu dua anak itu mengenai pekerjaannya sebagi perawat.

“Saya sampai pada kesimpulan bahwa kekurangan tenaga perawat bukanlah masaah saya.Tanggung jawab saya adalah jangan sampai saya kena guncangan jiwa atau dipenjara karena berbuat kesalahan fatal.”

Salah satu petinggi di Serikat pekerja Perawat Queensland, Beth Mohle mengaku bahwa banyak perawat keluar karena beban kerja dan stres. Tingkat kekecewaan mereka juga sangat tinggi.

“Sebuah survai  tahun lalu mendapati bahwa sebagian besar perawat tidak senang  untuk merawat dan benci pekerjaan mereka,” katanya.

“Perawat merasa mereka tidak dapat memberikan kualitas perawatan seperti yang mereka inginkan.”

Mohle mengemukakan bahwa sekitar 7.300 perawat bekerja di Queensland sedangkan jumlah perawat se-Australia adalah sekitar 16.100 orang.

Survai serikat perawat itu juga mendapati bahwa 45 persen perawat pernah mengalami kekerasan kerja. Peristiwanya lebih banyak terjadi di instansi kesehatan pemerintah maupun rumah jompo dibandingkan dengan unit milik swasta.

Jenna bahkan berkata kekerasan lebih rawan terjadi di rumah sakit dibandingkan di tempat pelacuran.

“Petugas Keamanan di rumah bordil bekerja baik. Ada tombol alarm di kamar dan kalau kami curiga terhadap pelanggan, kami dilengkapi gelang khusus.”

Jenna berkata bahwa dia memilih tempat kerja yang jauh agar profesi barunya itu tidak diketahui keluarga.

“Berangkat dari rumah saya pakai baju perawat berikut kartu pengenalnya. Sampai tempat kerja saya berganti pakaian. Yang lain juga begitu,” katanya.

Menteri Kesehatan negara bagian Queensland,  Stephen Robertson, kecewa dengan perawat yang beralih karier itu.

“Perawat di Queensland mendapat gaji terbesar sejak upah naik 26 persen pada tahun 2006,” katanya.

Alasan lain Jenna berhenti jadi perawat adalah “tempat istirahat yang sempit” serta kurangnya pengakuan yang mereka terima berbeda dengan bekerja sebagai pelacur dimana mereka dapat bekerja santai dikamar sambil tiduran, dimanja oleh pelanggan serta mendapat kenikmatan plus uang yang banyak.

“Setelah Ledakan bom di Bali, unit luka bakar di rumah sakit Royal Brisbane and Women mendapat banyak tambahan pasien. Akhirnya, dokterlah yang mendapat penghargaan sedangkan perawat tidak mendapat apapun,” katanya

Kategori: prostitusi

Karena Merayu ABG Di Internet, Pria Paruh Baya Di Jerman Dihukum Penjara dan Bertambah Berat Karena Sang Pria Suka Menghabiskan Waktu Di Internet dan Bukan Dunia Nyata

Desember 24, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang pria Jerman usia paruh baya yang berhubungan dengan seorang remaja putri 14 tahun lewat chatroom Internet dan membujuknya agar lari dari rumah, diganjar hukuman penjara 21 bulan, Senin, atas tuduhan melakukan penculikan.

Di Internet, pria pengangguran berusia 53 tahun itu berpura-pura menjadi pemuda ganteng.

Namun demikian, ketika ia tiba pada April lalu untuk menjemput remaja bau kencur itu dengan mobilnya,  remaja itu baru menyadari kekeliruannya. Ia ternyata lebih tua daripada ayahnya, kata pengadilan di Konstanz, Jerman baratdaya.

Ia membujuk remaja putri itu untuk berkunjung ke kota asalnya, sekitar lima jam perjalanan.

Pengadilan menarik tuduhan melakukan perkosaan, dengan menyatakan tak ada bukti yang cukup untuk menjerat pria tua-tua keladi itu dengan pasal perkosaan.

Ayah empat anak yang telah bercerai itu mengobrol di lokamaya dengan gadis itu selama dua bulan, dengan mengaku jatuh cinta kepada remaja itu dan mendorongnya agar memberontak terhadap oprang tuanya serta lari dari rumahnya dekat Moenchengladbach, Jerman barat.

Hakim Joachim Weimer menolak permohonan pembebasan dengan jaminan, dengan alasan mantan buruh pabrik tersebut tak memperlihatkan perasaan menyesal dan tak berusaha mencari pekerjaan dan hanya menghabiskan waktunya berselancar di Internet.

“Kamu kurang peduli dengan dunia nyata,” kata hakim, seperti dikutip DPA.

“Alasan utama kamu ngobrol di Internet adalah menjerat gadis-gadis muda untuk diajak tidur. Hal yang paling kamu inginkan dari gadis ini adalah seks.

Kategori: internet · paedofilia

Ingin Dihukum Ringan Dalam Kasus Narkoba … Jadilah Artis

Desember 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Rendahnya hukuman terhadap artis yang tersandung kasus narkoba disorot kalangan praktisi hukum. Mereka menilai seharusnya pengadilan menghukum lebih berat mengingat artis merupakan figur publik.

“Sebaiknya hukuman kepada mereka diperberat. Karena sebagai panutan, gaya hidup mereka mendapat peniruan dari masyarakat,” ucap selebriti, pengacara sekaligus politisi Ruhut Sitompul, Sabtu (20/12).

Pria yang selama ini menunjukkan perlawanannya terhadap narkoba itu bahkan menegaskan tidak setuju anggapan bahwa seorang pemakai adalah korban sehingga hukumannya menjadi rendah. Menurut Ruhut, saat menggunakan Narkoba mereka umumnya sadar ingin mencapai sesuatu dengan cara yang melawan hukum. “Memang sampai saat ini hukuman pengguna Narkoba pertama kali sekitar satu tahunan,” katanya.

Diharapkan hukuman ini bisa diperberat, apalagi untuk bandar dan pengedar yang dikatakannya harus dihukum seberat-beratnya.

Hal sama juga disampaikan praktisi hukum Ferry Juan. Seharusnya Public figure atau artis layak dihukum berat asal sesuai dengan tingkat kesalahannya.”

Karenanya, dia menyesalkan hukuman ringan. “Apalagi, jika tersangka kasus narkoba dari kalangan artis itu, malah mengulangi perbuatannya untuk kedua kali,” jelas dia.

SETAHUN PENJARA
Pernyataan keras Ruhut dan Ferry berkaitan dengan hukuman setahun penjara terhadap Sheila Marcia oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena kasus shabu-shabu.

Hukuman ringan tersebut juga dinikmati Roy Marten, Imam S Arifin, Ahmad Albar, Zarima, dan Polo. Begitu juga Ibra Azhari, kasus pertamanya pada tahun 2001, meskipun divonis 1 tahun penjara oleh PN Jaksel, bintang film dari keluarga Azhari ini tak sempat masuk penjara karena dibebaskan sebelum vonis dijatuhkan.

Dia masuk penjara pada tahun 2003 setelah tertangkap lagi karena sebagai pengedar. Aktor ganteng itu divonis hukuman 15 tahun penjara.

Kategori: narkotika · selebriti psikopat

Siswi SMP 14 Tahun Tertangkap Basah Kencan Dihotel Dengan Satpam Teman Chattingnya

Desember 21, 2008 · & Komentar

Demam chatting (ngobrol via internet) yang melanda kaum ABG (anak baru gede) akhir-akhir ini, patut diwaspadai. Bujuk rayu pria hidung belang banyak dilakukan melalui teknologi yang satu ini. Ujung-ujungnya, gadis ABG yang termakan rayuan gombal, bisa diajak ‘ngamar’ ke hotel.

Seperti dialami Han yang baru berusia 14 tahun. Gadis ABG yang duduk di kelas 3 sebuah SMP di Tanjung Priok ini mengaku diajak pria kenalannya lewat chatting untuk ngamar di hotel. “Saat itu saya lagi stres habis dimarahi orangtua. Kebetulan kenalan saya lewat chatting ngajak ketemu. Eh ternyata diajak ke hotel,” jelasnya.

Han bersama sang pacar, Muk, 32, seorang satpam, Sabtu (20/12) dinihari, terjaring dalam razia yang dilakukan petugas Polsek Cilincing di Hotel Cipondo, Jalan Kramat Jaya, Semper Barat, Cilincing, Jakut.

Selain pasangan ini, petugas Polsek Cilincing, juga menggaruk 8 pasangan mesum lainnya termasuk seorang gadis berusia 14 tahun lainnya. Sementara dari pihak hotel, polisi mengamankan seorang manajer.

Han, putri seorang karyawan swasta ini, saat ditemui Pos Kota, mengaku ketika polisi melakukan penggerebekan ia tengah tiduran di ranjang hotel bertarif Rp98 ribu permalam tersebut. “Saya kapok Pak, nggak mau melakukannya lagi,” ujar Han, warga Papanggo, Jakut, ini sambil menangis di kantor polisi.

Wanita berkulit sawo matang ini juga mengakui hubungannya dengan Muk sudah berlangsung sebulan dan sudah pernah melakukan hubungan intim sebelumnya. “Habis dia orangnya baik sih,” kata Han yang sering chatting di warnet ini.

Sementara itu, ABG 14 tahun lainnya yang ikut diamankan petugas, Su, mengatakan dia menginap di hotel tersebut bersama pacarnya. Saat digelandang polisi, wanita berkulit putih yang mengaku bekerja sebagai bartender di sebuah kafe di pinggir Kali Cakung Drain ini, dalam kondisi mabuk.

GAGAL KE SINGAPURA
Nu, 21, seorang baby sitter, yang juga terkena operasi petugas malam itu, mengaku berada di kamar hotel untuk melepas rindu dengan sang pacar karena keesokan paginya ia hendak ke Singapura.

“Rencananya pagi tadi (Sabtu, 20/12), saya mau ke Singapura diajak majikan saya. Gara-gara kena razia, semua jadi berantakan,” kata wanita yang bekerja di bilangan Kebon Jeruk ini dengan wajah lesu.

Aparat Polsek Cilincing menggelar razia penyakit masyarakat pada Sabtu (20/12) dinihari. Sasarannya di antaranya adalah hotel-hotel yang diduga jadi ajang praktik mesum. Dalam razia ini, pihak polsek mengerahkan 25 anggota.

Kapolsek Cilincing, AKP Arif Budiman, mengatakan 9 wanita dan 9 pria yang terjaring operasi rutin tersebut dimintai identitasnya dan selanjutnya diperintahkan membuat surat pernyataan. “Setelah kita data mereka akan kita kembalikan,” tegas kapolsek.

PERLAKUKAN SEBAGAI KORBAN
Berkaitan dengan penggerebekan ini, Sekjen Komnas Perlindungan Anak (Komnas Anak), Arist Merdeka Sirait, meminta agar aparat keamanan tetap menempatkan anak dibawah umur sebagai korban dalam kasus razia di Cilincing.

“Dalam istilah kami tidak ada anak yang memiliki inisiatif sendiri untuk melakukan hal-hal seperti itu, termasuk menjadi pelacur misalnya. Istilahnya no consent,” katanya.

Arist menduga anak tersebut merupakan korban baik dipaksa untuk menjadi pelacur, atau terpaksa menjadi pelacur. Latar belakangnya sangat beragam mulai dari masalah ekonomi hingga kejahatan.

Karena itu meski sudah tertangkap basah bermesum ria di hotel, lanjut Arist, anak tetap harus ditempatkan pada posisi korban dan bukan pelaku. Sebagai korban tentunya anak membutuhkan perlindungan dan perlakuan khusus yang berbeda dengan orang-orang dewasa. Termasuk lokasi pemeriksaan tidak lagi bisa dilakukan di polsek atau ruang terbuka. “Minimal harus di polres karena polres sudah memiliki unit pelayanan khusus untuk anak-anak.”

Diakui Arist beban ekonomi, beban sosial ditambah arus globalisasi telah membuat beban yang dipikul anak-anak jaman sekarang semakin berat. Mereka acapkali membutuhkan barang-barang yang melampaui kemampuan finansiil keluarganya. Fakta tersebut telah mendorong anak-anak mau melacurkan diri. “Tetapi tetap saja anak adalah korban. Korban kemiskinan, korban globalisasi dan lainnya.

Kategori: paedofilia · perzinahan

Puluhan Pengguna Internet Penyuka Pornografi Anak-Anak Digerebek

Desember 16, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Polisi Spanyol pada hari Senin mengatakan  telah menangkap 34 orang di seantero negara itu atas tuduhan memiliki, mendistribusikan dan menjual berbagai gambar pornografi anak-anak di Internet.

Polisi melakukan pencarian di lebih dari 20 provinsi, menyita 88 perangkat keras, dan lebih dari empat juta file pornografi anak, termasuk gambar dan video para korban pelecehan seksual.Polisi Jerman dan Inggris juga berpartisipasi dalam pencarian tersebut.

Lebih dari 400 orang telah ditangkap pada tahun ini atas tuduhan pornografi anak.Penyelidikan dipusatkan pada orang-orang yang menggunakan kartu kredit untuk membeli dan mendistribusikan gambar-gambar pornografi anak tersebut

Kategori: internet · paedofilia · pornografi · prostitusi

Dua Kakek Memperkosa ABG Yang Minta Tolong Untuk Dikerokin Karena Masuk Angin

Desember 15, 2008 · & Komentar

Sukurin! Dimintai tolong wanita masuk angin, malah dua kakek ini yang kerasukan setan. Secara bergantian Mbah Kromo, 70, dan Mbah Wongso, 64, menodai Susanti, 19. Untung saja gadis SMA itu bisa membalas sakit hatinya, saat dua kakek ini terkulai sehabis “entuk-entukan” langsung dibabat sabit hingga luka parah.

Edan memang dua kakek dadi Desa Wolo Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan (Jateng) ini. Dalam usia bukan lagi muda, masih suka daun muda. Melihat paha mulus perempuan masih ngiyip (doyan). Di kala usia semakin senja mestinya semakin arif dan santun, lalu berlomba-lomba dalam kebajikan. Eh yang terjadi malah berlomba dalam ….kebajingan! Ini mungkin yang disebut Mangkunagoro IV dalam Serat Wedatama sebagai: senajan tuwa pikun, tak bisa mikani rasa, lir sepi asepah samun! (sudah tua tak bisa mengendalikan nafsu, hidupnya percuma saja)

Riwayat buruk dua kakek ini dimulai Sabtu (13/12) dulu, ketika seorang gadis pelajar SMA mendadak sakit perut sewaktu lewat naik sepeda depan rumah Mbah Kromo. Gadis bernama Susanti ini lalu minta izin empunya rumah untuk numpang ke WC yang terletak di belakang rumah. Seusai buang hajat, Susanti mengucapkan terima kasih dan hendak berlalu. Tapi ternyata dicegah oleh Mbah Kromo yang sejak awal sudah mengintip Susanti buang hajat. “Sajake kowe masuk angin nduk, nyoh diblonyo minyak angin (rupanya kamu masuh angin, nih dioles minyak angin dulu),” kata si kakek penuh kasih sayang.

Anak gadis itu pun menurut, minyak angin itu pun dioleskan ke perut dan punggungnya. Nah, di sinilah musibah itu mengintip. Melihat perut dan punggung Susanti yang putih, pendulum si duda 3 tahun itu langsung kontak. Dia kini jadi akitif pura-pura membantu mengoleskan si minyak angin. Padahal sejatinya mau nyosor menjurus ke daerah rahasia si gadis. Susanti mencegah, tapi Mbah Kromo makin brutal, bahkan main ancam. Walhasil, pagi itu kegadisan Susanti diserahkan dengan paksa kepada Mbah Kormo.

Karena marah dan sakit hati, sebelum pergi Susanti sempat membacok Mbah Kromo yang baru entuk-entukan pakai sabit. Tiba di luar dia lalu ketemu Mbah Wongso kakek yang lain. Susanti bercerita bahwa baru saja diperkosa si jahanam Mbah Kromo. Berlagak empati dan perhatian, sigadis nan mulus itu diajak masuk ke rumahnya, lalu disuruh membuka roknya untuk menunjukkan bukti perkosaan itu. Eh, begitu melihat barang langka, Mbah Wongso ternyata juga ikut kerasukan setan. Susanti langsung ditelentangkan, dan untuk kedua kalinya dia jadi sasaran keberingasan dua kakek.

Makin frustrasilah gadis pelajar kelas III SMA di Penawangan ini. Mbah Wongso yang masih tergolek lemah sehabis menjalankan “aksi”-nya, kembali diberi hadiah bacokan oleh Susanti. Mbah Wongso yang baru saja keenakan itu pun berteriak kesakitan, sehingga mengundang perhatian warga. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, Susanti pun segera menjelaskan apa yang baru saja dialaminya. Penduduk pun jadi marah pada kedua tua bangka itu. Dalam keadaaan berdarah-darah keduanya diserahkan ke Polres Grobogan. “Ora nulung, malah melu mlebu sarung (bukannya menolong, malah ikut masuk sarung)” kata warga menyesalkan ulah kedua kakek.

Kategori: kekerasan pada wanita · pemerkosaan

Sejumlah Mal dan Hotel Di Jakarta Terlibat Dalam Pencurian Air Palja Mengakibatkan Rakyat Kecil Kekurangan Air

Desember 15, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sejumlah mal dan hotel di Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, dicurigai mencuri air dari perusahaan air minum PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja).

“Kasus pencurian air itu kini tengah kami pelajari. Bila telah ada cukup bukti, kasus ini akan dibawa ke pengadilan. Karena pencurian air itu merupakan perbuatan pidana,” kata Yudith Andriani dari Divisi Non Revenue Water (NRW) PT Palyja, saat “Palyja Journalist Workshop 2008” di Ciater, Subang, Jawa Barat, Minggu (14/12).

Selain mal dan hotel, pencurian air juga dilakukan seorang oknum aparat di daerah Jembatan Tiga, Jakarta Barat. Oknum itu melakukan sambungan ilegal (illegal connection) dan penggunaan ilegal. “Air yang dicurinya itu kemudian dijual kepada sopir truk tanki air,” jelasnya.

Terhadap oknum aparat ini, telah dilakukan tindakan hukum, oknum tersebut diajukan ke Pengadilan Militer dan dijatuhi vonis delapan bulan penjara.

Satu pelaku lainnya juga diajukan ke pengadilan, karena telah melakukan penyambungan ilegal ke sejumlah rumah. “Kali ini pelakunya orang sipil, dan telah dikenakan sanksi tujuh bulan penjara.”

KEHILANGAN AIR
Pencurian air merupakan bagian dari kehilangan air yang dialami PT Palyja, setiap tahunnya mencapai 45 persen atau setara 109,8 juta M3, dari total produksi 244 juta M3.

Menurut Komisaris PT PAM Lyonnaise Jaya Bernard Lafrogne, pihaknya telah mengalokasikan dana Rp 200 miliar untuk perbaikan dan penggantian pipa sepanjang 150 Km pada 2009, dari total yang direncanakan dalam program lima tahunan hingga 2012, sepanjang 877 km dengan anggaran Rp831 miliar.

“Perbaikan dan penggantian pipa tersebut guna mengurangi kebocoran dari sekarang 45 persen menjadi 44 persen pada 2009. Hingga Tahun 2012 ditargetkan kebocoran menjadi 40 persen.”

Ia menjelaskan investasi yang diperlukan untuk itu, antara lain diperoleh dengan penyesuaian tarif air bersih. “Sejak dua tahun lalu, tidak ada penyesuaian tarif. Maka, perlu segera penyesuaian tarif, setidaknya di atas 20 persen, guna perbaikan dan penggantian pipa.”

Bernard mengatakan terakhir kenaikan tarif air pada Januari 2007. Ia berharap gubernur mau mengadakan penyesuaian tarif air bersih yang diajukan Palyja.

Kategori: kejahatan terorganisasi · korupsi · penipuan · perampokan

Akibat Krisis Ekonomi Global Makin Banyak Orang Tertipu Lewat Internet Atau Membantu Melakukan Pencucian Uang

Desember 14, 2008 · & Komentar

Memburuknya ekonomi global tampaknya menjadi kesempatan emas bagi para penipu di Internet untuk memperdaya orang membuka rumah mereka dan rekening bank serta menjadi “keledai” untuk mencuci uang hasil kejahatan dan mencuri berbagai barang.

Scam atau berita elektronik dalam Internet yang membohongi dan bersifat menipu bukanlah hal baru.

Scam dikirimkan dalam bentuk e-mail yang tak kita kehendaki kehadirannya, seperti tawaran “bekerja di rumah” yang menjanjikan uang sampingan yang lumayan besar, dengan membantu berbagai perusahaan membayar nasabah di mancanegara.

Para korban diminta membuka rekening bank atas namanya sendiri, sepakat menerima pembayaran yang tak diketahui berasal dari mana ke rekeningnya dan kemudian meneruskan pembayaran tersebut dengan cara mentransfer uang, biasanya ke lokasi di Eropa Timur.

Scam merupakan pencucian uang klasik dengan plintiran Internet. Uang tersebut umumnya ada, dan perantara dijanjikan mendapat bagian.

Apa yang tak diketahui perantara transaksi adalah mereka menyelundupkan uang yang diperoleh secara ilegal dan membantu para penjahat saling bertransaksi sambil menyamarkan sumbernya.

Dan si perantara lah atau “si keledai” itu sering menjadi orang yang paling berisiko untuk ditangkap pihak berwenang.

Iklan lowongan kerja

Para pengguna komputer yang cerdas biasanya mengidentifikasi ini sebagai scam. Namun demikian, para peneliti keamanan menyatakan banyak orang berani mengambil risiko pada berbagai tawaran itu, seiring dengan naiknya angka pengangguran dan meningkatnya jumlah email yang menjebak.

“Bila orang takut lapangan kerja melayang atau mereka cemas tentang kondisi keuangan untuk membayar rekening, mereka boleh jadi akan melihat hal-hal seperti ini ketimbang hal yang menyenangkan dan menambah semangat,” kata David Marcus, direktur riset keamanan dan komunikasi McAfee Inc. kepadakantor berita AP.

Iklan lowongan kerja menjadi lebih menarik dan meyakinkan, namun iklan itu kurang memberikan perincian, sehingga orang yang akan dipikat tentang mudahnya mencari uang bisa mencurigai kelayakan iklan itu untuk  dipercaya.

Jenis pekerjaan yang ditawarkan dalam spam (email yang kedatangannya tak dikehendaki) biasanya meliputi “perwakilan penjualan internasional” atau manajer perkapalan”.

Menurut Panda Security, perusahaan penjual software Spanyol, menyatakan pesan-pesan yang berkaitan pekerjaan jumlahnya telah mencapai rekor pada Oktober lalu dan angka keberhasilan spam menjerat korban yang lugu ini dalam transaksi uang haram telah meningkat menjadi 1,8 persen pada bulan yang sama, dari 0,5 persen pada Agustus.

Serangan pada komputer pada umumnya telah melonjak dalam beberapa bulan belakangan ini.

IBM Corp menyatakan jumlah serangan setiap harinya yang dipergokinya atas berbagai server Web dan jaringan komputer meningkat 30 persen dalam empat bulan terakhir, menjadi 2,5 miliar upaya serangan di seluruh dunia.

“Jumlah tersebut sangat menakutkan,” kata kepala peneliti keamanan tim layanan keamanan X-Force dari IBM

Kategori: internet · kejahatan terorganisasi

Kegadisan Siswi SMP Bogor Dihargai 15 Juta Sedangkan Yang Sudah Tidak Perawan Harganya 5 Juta

Desember 13, 2008 · & Komentar

Memilukan. Akibat bekapan kemiskinan dan keterbatasan ekonomi orangtua untuk melanjutkan sekolah, lima siswi SMA di Kota Bogor terpaksa masuk ke dalam sindikat pelacuran yang dikendalikan seorang napi dari balik jeruji penjara.

Kelima siswi SMA itu, Kamis (11/12) malam, diselamatkan oleh petugas Polresta Bogor saat hendak melayani tamu di sebuah hotel di Kota Bogor.

Ls, 18, salah satu wanita anggota jaringan tersebut mengaku terpaksa menjadi wanita panggilan lantaran ekonomi keluarganya yang pas-pasan. ”Ayah saya cuma seorang petani penggarap. Sementara saya ingin sekali melanjutkan sekolah,” aku Ls usai dimintai keterangan di Polresta Bogor.

Pelajar yang sedang menjalani ujian di sekolahnya ini menuturkan dia tergiur jadi anggota sindikat setelah melihat temannya yang bergaya hidup mewah. ”Waktu itu saya diajak sama dia untuk kerja sampingan. Eh nggak tahunya kerja seperti ini,” katanya.

PETUGAS MENYAMAR
Sindikat pelacuran yang dikendalikan Novi alias Ambon alias Ega alias Nizar 35, narapidana LP kelas 2 Tangerang, ini digulung Polresta Bogor, Kamis (11/12) malam.

Bersama otak sindikat tersebut, petugas juga meringkus Oki Maulana alias Oki ,36, Deri Arianie alias Deri, 34, dan Andriansyah alias Andri ,35, yang menjadi kaki tangannya.

Sindikat pelacuran yang memanfaatkan siswi SMA sebagai pemuas nafsu lelaki hidung belang ini terendus setelah polisi melakukan penyelidikan selama satu minggu menyusul adanya laporan masyarakat.

Masyarakat melaporkan akhir-akhir ini marak praktek pelacuran dengan korban gadis yang berstatus pelajar. Petugas pun kemudian melakukan penyamaran dan berpura-pura memesan wanita panggilan kepada para tersangka.

Setelah dicapai kesepakatan, petugas akhirnya menangkap Oki dan Deri, saat keduanya mengantar ke lima korban Dw, 19, Wn, 19, Nn, 19, Ls, 18, dan Ln, 16, ke Hotel Pangrango 2 di Jalan Pajajaran Kota Bogor.

PERAWAN DIHARGAI RP15 JUTA
Dalam pemeriksaan polisi, ke lima pelajar yang menjadi korban itu mengaku siap melayani om-om berkantong tebal sesuai perintah kaki tangan Ambon.

”Tarif sekali kencan Rp5 juta bagi yang sudah tidak perawan. Sedangkan yang masih perawan dihargai Rp15 juta,” ujar Ln yang mengaku sudah masuk dalam jaringan Ambon sejak masih duduk di kelas 3 SMP.

Pengakuan korban lainnya, selain di Hotel Pangrango, mereka juga pernah melayani om-om di wilayah Sentul.

Sementara itu para kaki tangan Ambon mengaku mereka ditugaskan sang bos untuk memfasilitasi permintaan konsumen di wilayah Bogor.

”Kalau untuk wilayah Bogor, kami berdua yang menjalankan. Sementara untuk wilayah Jakarta, bagian rekan saya Andri yang tinggal di Slipi,” paparnya.

Berdasarkan informasi ini, petugas lalu memburu Andri, seorang penjual voucher isi ulang. Tersangka Andri sendiri mengaku, dirinya selama ini yang menyuplai pulsa ke Ambon yang berada dalam penjara.

Kapolresta Bogor, AKBP Guntor Gaffar, didampingi Wakapolresta, Kompol Arief Rahman dan Kasat Reskrim, AKP Irwansyah, mengatakan para tersangka dikenakan UU 21 tahun 2007 pasal 2 tentang tindak pidana perdagangan orang junto pasal 83 UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak junto pasal 297 da 55 KUHP dengan pidana penjara 15 tahun.

Kategori: kebodohan · kejahatan anak · kejahatan terorganisasi · kekerasan pada wanita · pelanggaran HAM · perzinahan · prostitusi

Marcella Somasi Roy Suryo Karena Berhasil Mengangkat Kembali SMS dan Video Rekaman Penyiksaan Yang Telah Dihapus Marcella Dari Handphonenya

Desember 13, 2008 · & Komentar

Marcella Zalianty (MZ) melalui pengacaranya, Minola Sebayang, mensomasi pakar telematika Roy Suryo. Somasi ini buntut dari aksi Roy membeberkan bukti-bukti di handphone (HP) kepada publik.

“Kami menolak seluruh kesaksian Roy Suryo dan kami tunggu 3x 24 jam, kalau dia tidak meminta maaf saya kami akan mensomasinya. Roy itu bersengkongkol dengan Agung, karena tadi dia (Roy, red) bilang sama saya pas malam Idul Adha ketemu dengan pengacara Agung, Malik Bawazier,” cetus Minola, Jumat (12/12).

Minola meyesalkan Roy memberikan pernyataan di tengah penyelidikan. “Ini benar-benar dia mengabaikan azas praduga tak bersalah,” cetusnya.

Menganggapi somasi itu, Roy Suryo mengemukakan itu (somasi) bukti ketidaksiapan pihak MZ terhadap bukti-bukti yang ada. “Biarkan saja kalau mau disomasi. Itu hanya reaksi ketidak siapan saja terhadap perkembangan teknologi yang bisa mengangkat file-file yang sudah dihapus. Saya bicara sesuai fakta,” ujarnya kepada Pos Kota.

Dalam waktu 2 jam, Roy menemukan 8 foto adegan penyekapan pada 3 Desember mulai pukul 02:35 hingga pukul 02:54 WIB, dari ponsel N 70 dan SE K550i milik karyawan MZ, H dan R yang jelas-jelas itu terbukti bentuk penganiyaan yang dialami Agung Setiawan. Selain itu, dirinya menemukan rangkaian SMS yang dimulai dari MZ, AM dan para eksekutor Agung.

“Foto-foto tersebut tidak pantas diceritakan. Soal SMS-SMS tersebut sudah ada 2 hari sebelum kejadian, bahkan setelah kejadian pun ada. Yang paling mencengangkan ada SMS dari MZ yang berbunyi ‘Bego kenapa Agung dikasih HP’. Untuk membuktikan semua ini perlu ahli bahasa,” ungkapnya.

BELUM DIPINDAH
Secara terpisah, Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Ike Edwin mengatakan dari hasil penyidikan, telah mendapatkan bukti kuat berupa hasil foto HP yang telah dihapus tersangka. “Iya, sudah dibuka isi filenya dan bukti itu dapat dijadikan dalam penyidikan nantinya.”

Dia juga mengemukakan pemeriksaan terhadap Marcella belum tuntas. Karena itu, pihaknya belum dapat memindahkan Marcella ke Rutan Pondok Bambu. Bintang sinetron ‘Belahan Jiwa’ tersebut bersama Ananda Mikola masih berada di lantai 2 Reskrim Polres Jakarta Pusat.

Di tempat berbeda, adik Marcella, Olivia Zalianty, menemui Menpora Adyaksa Dault. Olivia menegaskan pertemuan itu bukan dimaksudkan untuk meminta dukungan menpora kepada Marcella.

Kategori: internet · kebodohan · kejahatan terorganisasi · pelanggaran HAM · penculikan · penganiayaan · selebriti psikopat