Produsen Jamu Palsu Cilacap Menjadi Tersangka

Balai Pengawas Obat dan Makanan Semarang menetapkan Kolipan (42), pengusaha jamu di Kabupaten Cilacap, sebagai tersangka pembuat jamu ilegal, Sabtu (21/3). Ribuan bungkus jamu ilegal sebanyak 1 ton ditemukan di dua lokasi gudang milik pengusaha jamu itu.

Dalam jumpa pers di Kabupaten Banyumas, Sabtu, Kepala Balai POM Semarang Maringan Silitonga mengatakan, hal itu merupakan hasil pengembangan dari temuan ribuan obat keras yang siap dikirim ke luar Jawa Tengah di perusahaan ekspedisi Bima Kargo Ekspres di Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, awal Februari lalu.

Jamu ilegal yang ditemukan Sabtu tersebut merupakan hasil inspeksi mendadak (sidak) tim Balai POM yang terdiri dari tujuh orang. Mereka menemukan lima unit mesin pembuat jamu di dua gudang milik Kolipan di Desa Karangjati, Kecamatan Sampang, yang baru selesai dioperasikan dan 40 karung jamu ilegal merek Amrat dan Flu Tulang dengan total berat 1 ton.

”Mesin pembuat jamu di gudang masih hangat. Artinya, Kolipan masih aktif membuat jamu secara ilegal,” kata Silitonga.

Target utama

Menurut Silitonga, Kolipan merupakan target utama Balai POM Semarang selama ini. Pihaknya sudah berulang kali menyita jamu ilegal buatan Kolipan, tetapi dia selalu lolos dari jeratan hukum. Salah satu triknya, Kolipan memproduksi jamu secara berpindah-pindah. Kadang kala produksinya berhenti seolah ia berhenti berproduksi.

”Baru kali ini dia tertangkap tangan. Ternyata, dia terus memproduksi jamu,” kata Silitonga.

Dua pengusaha lain

Dari pengembangan kasus penemuan ribuan obat keras siap kirim awal Februari lalu, Balai POM Semarang juga menemukan dua pengusaha jamu lain di Cilacap yang terbukti memproduksi jamu secara ilegal, yaitu Rajiono dan Hadi Suwito.

Pemilik usaha ekspedisi Bima Kargo Ekspres juga ditetapkan sebagai tersangka karena ikut memasok obat keras kepada para pengusaha jamu di Cilacap.

Kolipan yang didampingi Sekretaris Koperasi Jamu Aneka Sari Cilacap Heri Nuryanto mengatakan, kedua gudang yang disidak Balai POM Semarang itu bukan milik Kolipan.

Menurut Kolipan, kedua gudang itu adalah milik adiknya, Slamet Susanto (33), yang kini bermukim di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap.

Pengakuan itu diperkuat Kolipan dengan menunjukkan sejumlah akta notaris yang menunjukkan kepemilikan kedua gudang telah dilimpahkan dari Kolipan kepada Slamet Susanto pada tahun 2004. Pelimpahan itu berikut izin usaha pembuatan jamu.

”Gudang itu milik Kolipan, tetapi telah dilimpahkan kepada adiknya. Jadi, gudang dan usaha jamu itu milik Slamet Susanto, bukan milik Kolipan,” kata Heri menjelaskan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s