Arsip Bulanan: April 2009

Masih Disekolah Dasar Sudah Pintar Berbohong dan Memperkosa Beramai-ramai Anak Gadis Teman Sekolah

Tiga pelajar SD dilaporkan ke polisi karena diduga memerkosa teman satu sekolahnya, di Cematan Buay Madang, OKU Timur, Sumatera Selatan.

Korban, sebut saja Melati,10, penyandang cacat tuna rungu. Siswa SD kelas 3 Desa Negeri Ratu, OKU Timur, diperkosa temannya pada Selasa (14/4), seusai pulang sekolah.

Korban dicegat tiga teman satu sekolah yakni Irh,10, Cdr,13, dan Sah,11 dan diseret ke semak-semak, lalu diperkosa.

Pelaku diperiksa di Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Namun, saat diperiksa, Cdr mengaku tidak melakukan perkosaan.

“Kami tidak melakukan yang itu. Kami balik sekolah sama-sama dan sempat mengganggunya dengan kata-kata. Dia lari pulang melewati jalan pintas,” katanya Cdr kepada polisi.

Untuk membuktikan perkosaan itu, Melati dibawa ayahnya ke Puskesmas untuk pemeriksaan. Dari hasil visum diketahui alat vital korban robek.

Kapolres OKU Timur AKBP ML John Mangundap SH SIK kepada wartawan di Martapura, Kamis, mengatakan, ketiga siswa SD yang dilaporkan memperkosa itu sudah diperiksa.

“Tiga orang siswa itu kita panggil untuk dimintai keterangan dengan didampingi orangtua dan pejabat desa,” katanya.

Bapak dan Anak Menyekap dan Memperkosa Anak Gadis Selama 2 Hari dan Kemudian Menawarkan Pada 7 Orang Teman Untuk Ikut Menikmati

Tujuh pemerkosa gadis Mag,21, anak pensiunan polisi, ditangkap Satreskrim Polresta Bandung Barat, di Jalan Gempolsari Bandung, Minggu.

Dari tujuh tersangka yang kini ditahan, dua di antaranya bapak dan anak yang diduga kuat turut memperkosa. Tersangka yang ditangkap AK,47, SE,21, Ki,25, WR,36, YA,19, EP,24 dan ZA,35.

“Anak saya duluan yang memperkosa. Kemudian selang beberapa jam, giliran saya. Awalnya saya tak tahu kalau anak duluan mencicipi, saya pikir saya yang pertama setelah saya coba baru akan saya tawarkan pada anak saya, eh ternyata anak saya lebih jago” kata tersangka AK saat ditanya di Mapolwiltabes Bandung.

Korban diperkosa setelah disekap selama dua malam di kamar kontrakan. Buntut dari kasus ini, tersangka AK menyarankan kepada anaknya SE mempertanggungjawabkan perbuatannya karena SE lah yang menikmati keperawanan korban.

“Mudah-mudahan anak saya mau menikahi korban sebagai rasa tanggungjawab, sehingga saya tidak perlu dipenjara karena hal sepele macam ginian.” kata AK yang berprofesi sebagai pengakut sampah.

MEREBUT HP
Kasat Reskrim Polresta Bandung Barat, AKP Reynold Hutagalung menjelaskan, pemerkosaan terjadi 20 Maret lalu, saat korban melewati kamar kontrakan KI di Jalan Gempolsari Bandung.

Dalam pemeriksaan, kata Kasat Reskrim, tersangka Ki mengaku memperkosa korban dua kali dalam satu jam karena korban tetap telanjang sambil menangis dan tidak segera mengenakan pakaiannya setelah selesai diperkosa hingga nafsunya bangkit kembali. Kemudian dia menawar-nawarkan korban ke tersangka lain.

Usai memperkosa, para tersangka kabur. Dalam kondisi sempoyongan, korban pulang ke rumah orangtuanya.

Korban melaporkan ke Polresta Bandung Barat. Tim polisi menangkap ketujuh tersangka. Tersangka dijerat pasal 285 dan pasal 332 atau pasal 55 KUH Pidana, ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Seroang Gay Di Kota Serang Beraksi Dengan Memperkosa Mensodomi Siswa SMU Pria Serta Menularkan Penyakit Kelaminnya

Diduga melakukan sodomi terhadap seorang pelajar, Tim Reskrim Polres Serang menangkap MS,31, seorang pegawai swasta yang tinggal di Taman Krakatau, Kabupaten Serang, Banten.

Tersangka ditangkap karena dituduh menyodomi korban AS,16, seorang pelajar SMK yang tinggal di Desa Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Keterangan yang dihimpun, peristiwa itu terungkap setelah korban mengalami penyakit kelamin. Orangtua korban yang curiga, sempat menanyakan penyebabnya. Korban mengaku disodomi tersangka.

Aksi sodomi terhadap korban, dilakukan di dalam mobil tersangka. Perbuatan itu dilakukan sejak bulan November 2008 hingga Februari 2009.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Sofwan Hermanto melalui Kanit RPK, Ipda Herlia, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Tersangka ditangkap setelah polisi mendapat laporan dari keluarga korban.

Hukuman Anggota DPR Terhormat Ditambah Karena Terbukti Korupsi dan Berzinah

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman mantan anggota Komisi IV DPR, Al Amin Nasution, dari 8 tahun menjadi 10 tahun serta mantan Ketua Subkomisi Perbankan Komisi IX, Anthony Zeidra Abidin, dari 4,5 tahun menjadi 5 tahun.

Sementara itu, hukuman Hamka Yandhu tidak berubah, tetap tiga tahun penjara.

Humas PT DKI Jakarta Madya Suhardja, Jumat (3/4), menjelaskan, putusan ini dijatuhkan pada Kamis (2/4) oleh majelis hakim yang terdiri dari Yanto Kartonomulyo, Madya Suhardja, Suryadjaja, Hadi Widodo, dan Abdurrahman Hasan.

Menurut Madya, pertimbangan majelis hakim memperberat hukuman Al Amin dan Anthony karena keduanya—sebagai anggota DPR yang terhormat—aktif meminta uang. Seperti diketahui, Al Amin terbukti menerima uang dalam perkara alih fungsi hutan di dua lokasi, yaitu Kabupaten Bintan (Kepulauan Riau) dan Tanjung Api-api (Sumatera Selatan). Sementara itu, Anthony terkait dengan penerimaan uang Rp 28,5 miliar oleh anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 dari Bank Indonesia.

Selain itu, tutur Madya, penambahan hukuman dua tahun untuk Al Amin juga disebabkan oleh tertangkapnya Al Amin bersama perempuan yang bukan istrinya. ”Selaku anggota DPR yang terhormat, itu tidak bermoral,” ujar Madya.

Dalam putusannya, lanjut Madya, majelis banding tidak memerintahkan pembayaran uang pengganti kepada Al Amin ataupun Anthony. Dalam perkara Al Amin, hakim menilai tidak ada unsur kerugian negara. Adapun dalam perkara aliran dana BI, hukuman uang pengganti tidak diberikan karena Anthony dan Hamka sudah mengembalikan uang yang diterima.

Kuasa hukum Al Amin Nasution, Sira Prayuna, saat dikonfirmasi, mengaku belum dapat memberikan komentar atas putusan majelis banding tersebut. Pihaknya akan meminta salinan putusan terlebih dahulu ke PT DKI Jakarta dan akan mempelajarinya.

Hal senada juga dikemukakan oleh Maqdir Ismail, pengacara Anthony Zeidra. Maqdir mengaku terkejut atas putusan PT DKI Jakarta. Ia mempertanyakan pertimbangan hukum yang digunakan majelis banding sehingga memperberat hukuman kliennya.

Peneliti hukum Indonesia Corruption Watch, Febri Diansyah, mengaku setuju dengan penambahan hukuman yang dijatuhkan PT DKI. Ia menilai pejabat publik yang melakukan kejahatan sudah seharusnya mendapat hukuman lebih berat.

Dalam kasus wakil rakyat, ia menilai ada unsur pengkhianatan terhadap pemilih

Hati Hati Semakin Banyak Orang Yang Tidak Tahu Berterimakasih Dan Membunuh Orang Yang Menolongnya

Seorang perampok yang mengambil bahan pangan, arloji, dan telepon genggam nekat membunuh dua orang sekaligus. Kedua korban yang merupakan ayah dan anak itu tewas seketika di tempat kejadian di Jalan Situ Gde Raya RT 07 RW 02, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (2/4) pukul 23.30.

Kedua korban itu, Tableg Poedjianto (67), dan putri bungsunya, Rika Rahma Tyasningrum (10), telah dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jumat (3/4). Sementara istri korban, Siti Ngadawiah alias Titin (42), saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Pasar Rebo karena mengalami luka tusuk di empat bagian tubuhnya.

Selain itu, rambut Titin juga sebagian terlepas karena ditarik paksa oleh pelaku. Tersangka pelaku perampokan itu, Atep (37), dapat ditangkap warga. Seluruh wajahnya merah dan memar karena dikeroyok warga.

Perampokan yang dilakukan Atep terhadap pengacara yang praktik di wilayah Cileungsi ini sangat ironis. Masalahnya, Atep yang sehari-hari berjualan kapas kecantikan dengan berkeliling ini sering menitipkan dagangannya ke warung milik Tableg. Dia juga sering menumpang istirahat di warung itu.

Dari penuturan warga, Atep masuk ke rumah Tableg dengan cara mencongkel jendela dan membongkar teralis. Sebelum masuk ke rumah, Atep juga membongkar warung milik Tableg dan mengambil rokok, odol, sabun mandi, dan sebagainya ke dalam kardus.

Rupanya kelakuan Atep ini dipergoki Tableg yang tidur di ruang tengah bersama Rika. Atep pun langsung menyerang Tableg dengan tujuh tusukan dari pisau dan celurit. Rika yang terbangun juga ditusuk dan dibanting ke lantai.

Titin yang tidur di kamar terbangun dan ke luar kamar. Namun, dia pun diserang Atep. Titin yang melihat suaminya ditusuk berlari kembali masuk ke kamar, tetapi Atep melukainya. Dari kamar yang dikunci, Titin menelepon tetangga minta tolong. Tetangga datang dan menangkap Atep.

Mayat Wanita Dengan Kedua Payudara Ditembak Ditemukan Di Pinggir Jalan Tol Kebon Nanas

Mayat wanita korban pembunuhan ditemukan dalam karung di pinggir pintu tol Kebon Nanas, Tangerang, Jumat (3/4). Di tubuhnya terdapat luka sayatan dan tusukan, bahkan di kedua buah dadanya terdapat dua lubang seperti bekas tembakan.

Dede Sulaeman, 40, yang pertama kali menemukan karung berisi mayat wanita tersebut. Dede yang berprofesi sebagai satpam curiga saat melihat karung plastik teronggok di pinggir jalan. Rasa penasaran memicu warga Serpong, Tangerang, ini untuk mendekati karung berwarna putih itu. Bau anyir langsung tersengat begitu karung didekati.

“Setelah saya periksa ternyata isinya mayat,” ujar Dede yang langsung memanggil warga sekitar. Dalam sekejap, ratusan warga Kampung Kebon Mangga, Kelurahan Panungganga, Cipondoh, Tangerang, berkumpul di lokasi.

Petugas Polsekta Cipondoh yang datang ke TKP memeriksa mayat yang diperkirakan berusia antara 30-40 tahun itu. Hasil identifikasi petugas menyebutkan, korban memiliki rambut pendek, tinggi sekitar 155 cm, dengan berat badan 50 kg.

Kulitnya yang berwarna putih dihiasi sejumlah luka sayatan dan tusukan. Terkait dua lubang di kedua buah dadanya yang seperti luka bekas ditembak, Kapolsek menegaskan kalau luka tersebut akibat terkena senjata tajam. “Itu luka tusuk, kalau ditembak lukanya akan tembus ke belakang,” jelasnya.

Ia menambahkan, korban diduga dibunuh di tempat lain setelah itu jasadnya yang dikemas dalam karung dibawa menggunakan mobil lalu dilempar dari atas tol. .”Saat ini kami masih mengusut identitas korbannya setelah itu baru mengarah ke pelaku,”jelasnya.

Guna keperluan penyelidikan, jasad wanita malang itu selanjutnya dibawa ke RSUD Tangerang untuk diautopsi. Kapolsek mengimbau warga yang merasa kehilangan keluarganya agar melapor ke Polsek atau melihat mayatnya di RSUD.

Seorang Ayah Dan Ibu Bekerjasama Menjadikan Anak Kandungnya Budak Seks Keluarga

Malang nian nasib Bar. Gadis usia 10 tahun ini tidak hanya jadi budak seks ayah kandungnya. Selama dua tahun! Dia juga sering disiksa ibu yang melahirkannya.

Memang perbuatan suami istri ini sungguh keterlaluan. Ditakut-takuti akan menjadi anak durhaka, bocah perempuan 10 tahun dipaksa melayani nafsu bejat ayah kandungnya,Parahnya, sang ibu yang mengetahui kejadian itu, justru mendiamkannya.

Geram terhadap perbuatan keluarga itu, warga setempat berbondong-bondong melaporkannya ke polisi. Kedua orangtua bejat itu lalu dicokok polisi dari rumahnya di kawasan Lubang Buaya, Jaktim, Rabu (1/4) malam.

Tersangka Sad, 32, sopir angkutan umum ini kini mendekam di tahanan Polres Metro Jaktim. Begitu pula NP, istrinya. Sedangkan Bar, sulung dari tiga bersaudara bakal adi tanggungan negara.

Warga Lubang Buaya, sebenarnya sudah lama curiga melihat tingkah Bar. Bocah perempuan hitam manis itu sering menyendiri di luar rumah, sekalipun hari hujan. Ia juga tampak ketakutan saat ayahnya berada di rumah. “Kalau ada bapaknya, Bar tak berani masuk rumah,” ungkap Era, warga setempat.

Sekali waktu, seorang kerabat pasangan itu menyampaikan ucapan NP yang mengaku suaminya sering mencabuli Bar. Bahkan, pedagang sayur itu mengatakan lebih baik kehilangan anaknya daripada harus kehilangan suaminya. Mendengar hal itu, warga geram. Namun, mereka tak berani bertindak karena tak ada bukti.

Minggu (31/3) siang, warga melihat Bar di luar rumah seperti orang bingung. Warga memanggilnya. Semula, bocah itu tak mau bercerita. Namun, setelah seorang ibu tetangganya membujuk, tangisnya meledak. Ia mengaku telah ditiduri ayahnya sejak dua tahun lalu saat umurnya masih 8 tahun.

Setelah mendapat pengakuan dari korban, sejumlah ibu rumah tangga melaporkannya ke tokoh masyarakat setempat. Tanpa sepengetahuan bapak-ibunya, Rabu (1/4) siang, sejumlah warga membawa Bar ke Polres Metro Jaktim. Bocah itupun divisum di RS Polri Kramatjati.

Seharian anaknya tak pulang, NP dan Sad mencari-cari Bar. Namun, tetangga menutupinya dengan mengatakan Bar tengah main.

Pasangan itu tak berkutik saat sejumlah polisi dipimpin Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) AKP Grace Harianja meringkus keduanya di rumahnya, Rabu (2/4) sekitar Pk. 22:00.

“Ibunya mengetahui tindakan suaminya namun hanya mengingatkan agar suaminya tak bertindak gila,” jelas Era.

Bukannya mencegah aksi bejat itu, NP malah memperlakukan Bar layaknya seorang pembantu. Bocah yang berhenti sekolah saat duduk di kelas 4 SD itu setiap hari harus mencuci, memasak dan memomong dua adik perempuannya berusia 5 tahun dan 3 tahun. “Kalau marah, ibunya menjambak rambut Bar. Jika anaknya jatuh, ibunya menginjak bahkan menyiram air ke anaknya,” jelas Ny, Limah, warga lainnya.

MENJADI ANAK NEGARA
Menurut Grace, pelaku yang sering mabuk mengaku khilaf saat mencabuli anaknya. Ia pun dituduh melanggar Pasal 81 UU Perlindungan Anak tentang pencabulan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Selain itu, ibu korban juga terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp100 juta karena melanggar pasal 78 UU Perlindungan Anak No:23/2002 dengan membiarkan korban yang seharusnya mendapat pertolongan.

Wanita yang telah tiga kali menikah ini mengaku membiarkan aksi suaminya lantaran khawatir suaminya masuk penjara hingga tak ada yang mencari nafkah.

“Saat ini korban dalam kondisi sangat trauma,” ungkap Grace. “Karena kedua orangtuanya bersalah maka korban bisa menjadi anak negara dan menjadi tanggungan negara.

Ketua Komnas PA (Komisi Nasional Perlindungan Anak), Seto Mulyadi, mengatakan polisi seharusnya juga membawa korban untuk memulihkan kondisi psikologisnya. “Ia bisa tinggal di Rumah Perlindungan Anak di Bambu Apus,” jelasnya.

Menurut Seto kemiskinan bukan alasan untuk melakukan pelanggaran terhadap anak. Ia mengatakan niatnya untuk bertemu dengan korban dan kedua adiknya.

Pengacara Mantan Anggota RPKAD dan Anak Gadisnya Tewas Dirampok

Rumah dirampok, pengacara dan anak perempuannya tewas dibantai garong yang dipergoki masuk rumahnya di Jl. Situ Gede Raya, Jaktim. Istri korban kritis dengan luka bacok di kepala dan punggungnya.

Tableg Poedjianto, 65, dan Rika Rahmatyasningrum, 10, diotopsi di RS Polri Kramatjati. Siang ini keduanya akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.
Sedangkan Siti Ngadawiyah, 42, dirawat di RS Pasar Rebo dalam keadaan kritis. Atep, pelaku, ditahan di Polsek Ciracas.

Perampokan terjadi sekitar Pk. 23:30 saat pengacara yang juga mantan anggota RPKAD berpangkat kapten ini tengah tiduran bersama anaknya di kasur depan televisi ruang keluarga. Atep yang masuk dengan melompat pagar depan mendapatkan pisau dari tempat cuci piring dan clurit di dekat warung rumah korban.

Pelaku memasukkan sabun, odol serta rokok dalam kardus lalu membongkar jendela dan membuka tralis jendela. Mengambil tiga arloji dan empat HP, pelaku menuju ruang keluarga. Tableg terbangun kaget mendapati garong masuk rumah. Pria tinggi besar itu langsung dibacok berkali-kali. Rika yang melihat ayahnya dianiaya terbangun juga dibacok berkali-kali.

Mendengar keributan, Siti keluar dari kamarnya. Namun, garong menghadangnya. Siti berbalik untuk lari namun pelaku menarik rambutnya lalu membacok kepala dan punggungnya. Selanjutnya, korban masuk kamar mandi yang berada dalam kamar utama itu.

Pelaku kabur dengan melewati warung lalu lompat pagar. Warga yang melihatnya langsung berlari mengejar. Ia diringkus saat akan memanjat pagar Kantor Urusan Agama Jl. PKP, sekitar 100 meter dari rumah korban. Polisi yang datang sempat melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.

Bernadet Elen Dibunuh Akibat Berpacaran Dengan Dua Pria Sekaligus Alias Cinta Segitiga?

Pembunuhan Maria Fransisca Bernadet Elen Sutjiadi, gadis cantik yang dihabisi di Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, diduga dilatarbelakangi cinta segitiga. Wajah si pelaku ada di akun Elen di situs jejaring sosial Facebook.

Polisi menduga, motif pembunuhan Elen adalah cinta segitiga. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes M Iriawan, Rabu (1/4), mengatakan bahwa Elen dan si pembunuh punya hubungan asmara. Di sisi lain, mantan bintang iklan produk kosmetik ini juga memiliki hubungan asmara dengan Rian. Meski demikian, kata Iriawan, polisi belum menangkap pelaku pembunuhan Elen karena keberadaannya tidak diketahui. Hanya saja, polisi telah membuat sketsa wajah si pelaku berdasarkan fotonya yang ada di akun Elen di Facebook, situs jejaring sosial yang sedang digandrungi jutaan orang.

Menurut Iriawan, pada hari tewasnya Elen, Selasa (17/3), pemuda itu berada di Pacific Place dan tertangkap kamera keamanan (CCTV). Pemuda ini naik-turun lantai enam dan delapan lewat lift serta tampaknya sangat gelisah.

Ketika polisi memeriksa rekaman CCTV tersebut, wajah si pemuda ini tak tampak dengan jelas. Namun, pemuda ini memiliki ciri khas yakni mengenakan kalung besar sehingga terlihat mencolok.

Polisi kemudian memeriksa akun Elen dan menemukan si pemuda berkalung tersebut di daftar teman Elen. Berdasarkan dua gambar tersebut, polisi kemudian membuat sketsa wajahnya untuk disebarkan ke kantor-kantor polisi. Pemuda yang tempat tinggalnya belum diketahui pasti ini berkenalan dengan Elen lewat Facebook. “Sampai sekarang keberadaan pelaku belum diketahui,” kata Iriawan.

Seperti diketahui, mayat Elen ditemukan di tangga darurat antara lantai enam dan tujuh Pacific Place, mal mewah di sebelah hotel papan atas The Ritz Carlton di pusat bisnis SCBD, Selasa (17/3) lalu. Mayat Elen dengan luka sayat pada leher dan perut ditemukan sekitar pukul 19.00 oleh petugas kebersihan.

Polisi menduga karyawati PT Abbott, perusahaan farmasi, ini dihabisi dua hingga tiga jam sebelum mayatnya ditemukan. Lokasi pembunuhan tersebut cukup sepi karena bukan akses publik.

Dalam menyelidiki kasus ini, polisi memeriksa teman-teman dekat korban. Sesuai keterangan keluarga Elen yang tinggal di Tangerang, Rian adalah pacar Elen. Rian pun hadir di rumah duka maupun pemakaman Elen di Pondokranggon, Jakarta Timur.

Namun, polisi mendapat informasi bahwa Elen juga memiliki hubungan dekat dengan pemuda lain selain Rian. Menurut seorang penyidik di Polda Metro Jaya, dua pemuda teman dekat Elen, salah satunya Rian, sudah dimintai keterangan. Namun, mereka memiliki alibi yang kuat sehingga tidak dicurigai sebagai pelaku pembunuhan.

Penyidik tersebut menambahkan, Elen yang memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pemuda, termasuk Rian, belum memutuskan siapa di antara pemuda itu yang jadi pacarnya. Bisa jadi, sikap Elen ini membuat salah satu pemuda tersebut sakit hati sehingga nekat menghabisi Elen.

Seseorang yang dekat dengan keluarga Elen juga mengatakan bahwa Elen, saat bekerja di sebuah bank swasta terkenal, disukai oleh bosnya. Namun, Elen menolak cinta sang bos. Dia pun keluar dari bank swasta itu dan mencari tempat kerja baru.

Pemuda berinisial AM yang diduga terlibat kasus pembunuhan Elen adalah seorang fotografer yang bekerja pada sebuah agency. Elen pun tergabung di dalamnya.

Saat dikonfirmasi, Kasat Jatanras Direskrim Ajun Komisaris Besar Polisi Nico Afinta tidak membantah ataupun membenarkan hal tersebut. “Dia memang teman kerja Elen,” ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (2/4) malam. Saat penangkapan di kediaman AM di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, siang tadi, Polisi juga menemukan sejumlah foto Elen yang disimpan oleh AM.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, selain menjadi karyawan di PT AbbotIndonesia,  Elen juga menjalani profesi sebagai model. Wanita bernama lengkap Maria Fransisca Bernadeth Elen itu pernah membintangi sebuah iklan kosmetik di televisi.

Sebelumnya, Warga Perum Medang Lestari, Tangerang, itu ditemukan tewas dengan muka penuh darah kering di tangga darurat lantai enam menuju lantai tujuh. Wanita cantik itu ditemukan petugas kebersihan kompleks pertokoan mewah tersebut.

Peristiwa Pembunuhan Maria Fransisca Bernadette Helen Di Mal Pacific Place Terekam Kamera CCTV

Sejumlah orang yang terekam dalam kamera CCTV di Mal Pacific Place, kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diperiksa petugas Polda Metro Jaya. Ini terkait pembunuhan Maria Fransisca Bernadette Helen alias Ellen, 22.

Dari mereka, polisi mengaku berharap ada yang mengenali pelaku pembunuhan. “Orang-orang tersebut diperkirakan ada yang mengenali wajah pelaku pembunuhan Ellen,” kata Kasat Jatanras, AKBP Nico Afinta, Kamis (2/4).

Nico mengelaskan, pihaknya mencurigai seorang lelaki sebagai pembunuh Ellen. Dalam kamera CCTV, lelaki ini beberapa kali terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian. “Ada kemungkinan pelakunya orang itu,” ungkapnya.

Ellen ditemukan tewas dengan dengan luka tusuk di leher dan perut di tangga darurat menuju lantai 7 Mal Pacific Place pada 17 Maret lalu.

Polisi mengaku sedikit kesulitan untuk mengungkap kasus ini karena tidak ditemukannya jejak pelaku. Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. M Iriawan melontarkan dugaannya bahwa motif pembunuhan Ellen berlatarbelakang asmara cinta segitiga (Pos Kota, 2/4), setelah pihaknya menyelidiki kamera CCTV dan situs jejaring facebook milik korban.