Cerita Kriminal

Hati Hati Semakin Banyak Orang Yang Tidak Tahu Berterimakasih Dan Membunuh Orang Yang Menolongnya

April 4, 2009 · 1 Komentar

Seorang perampok yang mengambil bahan pangan, arloji, dan telepon genggam nekat membunuh dua orang sekaligus. Kedua korban yang merupakan ayah dan anak itu tewas seketika di tempat kejadian di Jalan Situ Gde Raya RT 07 RW 02, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (2/4) pukul 23.30.

Kedua korban itu, Tableg Poedjianto (67), dan putri bungsunya, Rika Rahma Tyasningrum (10), telah dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jumat (3/4). Sementara istri korban, Siti Ngadawiah alias Titin (42), saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Pasar Rebo karena mengalami luka tusuk di empat bagian tubuhnya.

Selain itu, rambut Titin juga sebagian terlepas karena ditarik paksa oleh pelaku. Tersangka pelaku perampokan itu, Atep (37), dapat ditangkap warga. Seluruh wajahnya merah dan memar karena dikeroyok warga.

Perampokan yang dilakukan Atep terhadap pengacara yang praktik di wilayah Cileungsi ini sangat ironis. Masalahnya, Atep yang sehari-hari berjualan kapas kecantikan dengan berkeliling ini sering menitipkan dagangannya ke warung milik Tableg. Dia juga sering menumpang istirahat di warung itu.

Dari penuturan warga, Atep masuk ke rumah Tableg dengan cara mencongkel jendela dan membongkar teralis. Sebelum masuk ke rumah, Atep juga membongkar warung milik Tableg dan mengambil rokok, odol, sabun mandi, dan sebagainya ke dalam kardus.

Rupanya kelakuan Atep ini dipergoki Tableg yang tidur di ruang tengah bersama Rika. Atep pun langsung menyerang Tableg dengan tujuh tusukan dari pisau dan celurit. Rika yang terbangun juga ditusuk dan dibanting ke lantai.

Titin yang tidur di kamar terbangun dan ke luar kamar. Namun, dia pun diserang Atep. Titin yang melihat suaminya ditusuk berlari kembali masuk ke kamar, tetapi Atep melukainya. Dari kamar yang dikunci, Titin menelepon tetangga minta tolong. Tetangga datang dan menangkap Atep.

Kategori: pembunuhan · perampokan

1 response so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar