Monthly Archives: Desember 2010

Kebanyakan Nonton Film Porno Seorang Kakak Memperkosa Adik Kandung Sendiri

Syaifudin (20) tega memperkosa adiknya sediri, NI (9), yang masih duduk di bangku kelas 4 SD. Akibat perbuatannya, pemuda bekerja serabutan asal Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri ini, harus meringkuk di sel tahanan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri, Kamis (30/12).

Perkosaan itu terjadi dua kali pada tanggal 11 Desember dan 14 Desember 2010, di ruang tamu rumah pamannya, Masruri. Saat melakukan aksinya, korban sedang berada di rumah sendiri, sedang pamannya sedang keliling menjual jamu. Pemicunya, tersangka mengaku terpengaruh adegan film porno yang sering dia tonton. “Dia jadi tidak kuat menahan nafsu,” kata Kanit PPA Polres Kediri Ipda Rini Pamungkas menirukan pengakuan tersangka.

Terbongkarnya kasus tersebut, setelah korban mengaku takut berada di rumah sendiri. Selain itu, korban juga mengeluh perutnya sakit. Kemudian paman korban, Masruri, memeriksakan korban ke puskesmas setempat. Saat menjalani pemeriksaan tersebut, korban bercerita kepada pamannya, kalau dia telah digagahi oleh kakanya sendiri.

Mendengar kabar tersebut, paman korban tidak terima dan melaporkan kasus tersebut ke polisi. “Kami masih menunggu hasil visum,” jelas Rini

Kesal Diputus Pacar Seorang Suami Sebarkan Foto Foto Bugil Sang Pacar Yang Sedang Berhubungan Badan

Kejahatan pornografi semakin tak mengenal batas. Siapapun bisa menjadi korban pengedar foto-foto mesum, termasuk orang yang peranh paling dekat sekalipun.

Seperti kasus di Tulungagung, Jawa Timur, ini. Gara-gara cinta diputus, seorang pria diduga nekat menyebarkan foto-foto bugil pacarnya. Ris (20), perempuan korban penyebaran foto bugil tersebut, tak kuat menanggung malu dan akhirnya melapor ke Mapolres Tulungagung.

Kepala Urusan Binops (KBO) Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tulungagung, Iptu Siswanto menuturkan, polisi mengusut kasus itu dengan memintai keterangan sejumlah saksi yang diduga terkait penyebaran foto tersebut.

Ris yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut sebenarnya telah mencurigai Arif Yunizar (33), mantan kekasihnya asal Dusun/Desa/Kecamatan, Kabupaten Blitar.

Namun, polisi belum bisa menetapkannya sebagai tersangka lantaran dalam pemeriksaan, Arif menyangkal memiliki maupun menyebarkan foto-foto tersebut.

Siswanto menjelaskan, terungkapnya kejahatan pornografi itu bermula dari pengaduan yang disampaikan seorang pekerja warung remang-remang kepada ibu korban yang juga pemilik warung di kompleks Pasar Ngemplak, Kelurahan Botoran, Kecamatan Kota, Tulungagung, Rabu (22/12/2010) lalu.

Saat itu, ibu Ris disodori dua lembar kertas foto berukuran folio yang di dalamnya terdapat 25 gambar anaknya dalam pose tanpa busana. Dua foto di antaranya bahkan memperlihatkan Ris tengah berhubungan seks dengan seorang pria.

“Gambar-gambar itu menurut korban diambil oleh mantan pacarnya (Arif), saat keduanya melakukan hubungan badan di luar nikah di sebuah hotel sekitar November 2010 lalu,” terang Siswanto.

Kini, Arif terancam dijerat UU No 44/ 2008 tentang Pornografi, meskipun sebenarnya seseorang yang dengan sadar membiarkan dirinya dijadikan objek pornografi, bisa dijerat hukuman.

Terlebih dari pose-pose bugil Ris, terkesan diambil secara sadar dan sepenuhnya disadari oleh objek yang difoto. Hanya saja, polisi tidak akan gegabah menetapkan Ris yang menjadi objek foto bugil sebagai tersangka.

Saat dihubungi, Ris membantah dirinya sengaja membiarkan difoto telanjang. Ia bercerita, pada November 2010 lalu, dirinya memang pernah menginap di sebuah hotel bersama Arif setelah mabuk minuman keras di sebuah kafe.

Dalam keadaan mabuk itulah, terjadi hubungan suami istri antara dirinya dan Arif. Dalam kondisi dipengaruhi alkohol, Arif mengambil gambarnya dalam pose telanjang.

“Tidak benar saya rela difoto telanjang. Saya waktu itu mabuk dan tidak sadar sepenuhnya. Siapa, sih, yang mau difoto telanjang,” ucap Ris.

Ia baru sadar dan mengetahui foto-foto telanjangnya keesokan hari saat memeriksa ponsel Arif. Dengan nada kesal, ia protes kepada Arif, Ris mengaku telah menghapus empat foto di dalam ponsel Arif.

Namun, dengan enteng Arif menjawab telah menyimpan foto-foto tersebut di komputernya. Arif malah mengancam akan menyebarkan foto-foto itu jika Ris memutuskan jalinan asmara di antara mereka.

Nah, rupanya pada Desember ini jalinan cinta keduanya berakhir. Ris kecewa karena Arif sudah beristri dan punya anak. Padahal, saat pacaran, Arif selalu mengaku masih perjaka.

”Coba siapa yang tidak sakit hati, ia mengaku masih perjaka tak tahunya sudah punya istri dan anak,” tukas Ris.

Arif yang disebut Ris sebagai orang yang diduga telah mengambil dan menyebarkan fotonya sudah dimintai keterangan di Mapolres Tulungagung. Ia membantah dirinya memfoto Ris dalam keadaan telanjang dan menyebarkannya.

Menindaklanjuti pengaduan itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung berencana memanggil kembali terlapor Arif Yunizar. Namun sebelum itu, tim penyidik terlebih dahulu akan memanggil pekerja kafe yang saat ini diketahui sebagai pengadu pertama ke ibu korban.

“Dari pekerja kafe remang-remang bernama Vera ini, kami ingin tahu siapa laki-laki yang menyodori dia foto-foto Ris tersebut. Semoga dari situ pelakunya bisa kami usut,” kata Siswanto

Sepasang ABG Merekam Video Mesum Ngeseks Di GOR Delta Sidoarjo

Sebuah video adegan mesum beredar di sejumlah warga di kawasan kota Sidoarjo. Rekaman ini beredar dari ponsel ke ponsel. Diduga seorang pelaku dalam video ini seorang siswi salah satu SMU di kawasan Kecamatan Buduran Sidoarjo.

Dalam video berdurasi 4 menit 5 detik ini, seorang remaja perempuan beradegan layaknya suami istri dengan pasangan cowoknya. Diduga kuat, cewek dalam video ini mirip dengan seorang cewek yang kerap nongkrong di kawasan warung kopi (warkop) belakang kolam renang GOR Gelora Delta Sidoarjo.

“Kayaknya saya pernah lihat cewek itu,” ujar seorang pemilik warkop di GOR Delta Sidoarjo, Selasa (28/12/2010). Dia lalu menyebut nama gadis tersebut, yang berinisial U. Sayangnya, pemilik warkop itu tidak mengetahui asal usul si gadis.

“Sudah setahun ini dia jarang kemari,” tandas perempuan paruh baya ini.

Sejumlah orang yang kerap nongkrong di sekitar GOR Delta Sidoarjo mengaku pernah melihat gadis mirip pemeran video tersebut. Si gadis selama ini kerap datang berombongan ditemani sejumlah cewek dan cowok.

“Katanya sih masih sekolah SMA, tapi saya tidak tahu SMA mana,” ujar seorang warga yang kerap ngopi di warkop tersebut.

Kabar yang beredar, gadis yang mirip dengan pemeran di video itu berasal dari sebuah keluarga yang berantakan (broken home). Beberapa kali, si gadis bahkan kerap dicari sang ayah karena dia jarang pulang ke rumah. Lagi-lagi, sejumlah warga bungkam saat ditanya asal si gadis.

“Wah saya tidak tahu di mana tinggalnya. Sekarang saja dia sudah tidak pernah ke GOR,” kata warga ini.

Diduga kuat, adegan mesum ini dilakukan di luar Sidoarjo. Sumber di kalangan polisi menyebut, ada dugaan video direkam di sebuah tempat di Pulau Madura. Sebab sosok lelaki dalam video ini diduga kuat berasal dari pulau garam tersebut jika menilik logat bahasanya yang terdengar.
“Tetapi lokasinya di mana, kami belum tahu,” ujar sumber ini.

Sugeng, warga asal Wonoayu, mengaku jika melihat sekilas, gadis dalam video itu mirip dengan seorang gadis yang kerap berada di sekitar warkop GOR Delta Sidoarjo. Dia mengakui jika kawasan GOR menjadi lokasi favorit pelajar SMU untuk nongkrong.

“Bahkan mereka tidak segan merokok di muka umum,” tandasnya, Selasa (28/12).

Kapolres Sidoarjo AKBP M Iqbal berjanji akan menyelidiki peredaran video tersebut. Pihaknya bakal berusaha mengungkap pembuat dan pengedar video tersebut.

“Termasuk locus delicti (lokasi) pembuatan video itu, apakah di Sidoajo atau tidak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/12).

Kata Iqbal, dalam penyelidikan nanti, polisi akan berupaya menemukan unsur pidana dan pelanggaran hukumnya. Jika unsur pelanggaran ini ditemukan dan disertai bukti-bukti kuat, bisa saja polisi menerapkan pasal-pasal dalam UU Anti Pornografi.

“Polisi akan mencari bukti-bukti dulu,” tandas mantan Kapolres Gresik ini

Gendra Aldiyasa Terjun Bunuh Diri Tanpa Busana Dari Apartemen Hampton Park Cilandak Karena Tidak Diberi Uang Untuk Nonton Final Piala AFF Di Malayasia

Motif bunuh diri Gendra Aldiyasa (18), dengan terjun bebas dari Apartemen Hampton Park, Cilandak, Jakarta Selatan, kemarin terkuak. Aksinya itu dipilih dilatarbelakangi kekesalannya karena orangtuanya tak memberi uang untuk acara nonton bareng final leg pertama antara Timnas Malaysia vs Indoensia.

“Menurut teman Gendra, korban loncat karena enggak dikasih uang sama orang tua buat nonton bareng final pertama Piala AFF, mereka ada acara nobar di Kemang Jakarta. Tapi untuk kejiwaan korban masih normal,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Cilandak, Kompol Azhar Nugroho saat dihubungi wartawan, Selasa (28/12).

Azhar juga mengakui bahwa Gendra yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut terjun dengan tanpa sehelai benangpun di pakaiannya. Diketahui, sebelum aksinya pada 04.30 Wib, malamnya Gendra masih sempat ngobrol bareng teman-temannya.

Pagi tadi, pihak kepolisian masih terus memanggil saksi-saksi terkait peristiwa bunuh diri Gendra. Kanit Reskrim Polsek Cilandak Inspektur Satu Alam Nur dihubungi terpisah mengatakan telah memeriksa pengelola apartemen. Sementara untuk keluarga, belum bisa dilakukan karena masih syok.

Remaja Punk Ditangkap Satpol PP Saat Sedang Mesum Seks Dengan Remaja Putri ABG

SEPASANG anak baru gede (ABG) asal Babakan Madang, Kabupaten Bogor, digerebek warga saat akan berbuat mesum di rumah warga RT 04/02, Cilangkap, Tapos, Depok, Selasa (28/12) siang sekitar pukul 14.00. Kedua ABG, R (15) dan Tn (15), pun dibawa ke Kantor Kelurahan Cilangkap. Kedua orangtua ABG tersebut dipanggil untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anak mereka.

Menurut Lurah Cilangkap, Tono Hendratno, peristiwa itu terjadi ketika kedua pelajar SMA tersebut bermain ke rumah W yang merupakan temannya. Remaja pria tersebut bergaya anak punk, sedangkan remaja putri bergaya biasa.

Di rumah itu hanya ada W seorang karena kedua orangtuanya bekerja. Tak lama kemudian W pun keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor. Ketika rumah kosong, kedua ABG itu berusaha melakukan hubungan seks.

“Para tetangga curiga melihat ada dua remaja berlainan jenis bermesraan. Warga pun menghubungi Babinkamtibmas yang juga warga setempat,” tuturnya.

Kecurigaan warga pun terbukti, lanjutnya, ketika digrebek kedua ABG tersebut akan melakukan hubungan seks. Ketika itu terlihat remaja putra sudah menurunkan celananya, sedang remaja putri sudah tak memakai celana dan dalam posisi “siap tempur”.

“Untuk menghindari amukan warga, kedua ABG itu pun dibawa ke kantor. Kalau tidak dibawa mereka sudah dihakimi massa. Babinkamtibmas yang membawa ke kantor. ABG itu bukan warga saya, wilayah saya aja jadi ketempatan,” ujar Tono.

Tono menambahkan, ia telah mengimbau kepada warga untuk memperhatikan anaknya serta lebih waspada terhadap warga pendatang.

Kanit Reskrim Polsek Cimanggis, Iptu Narto menyatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan tentang adanya perbuatan mesum ABG tersebut

Misteri Pembunuhan dan Perampokan Karyawati Sales PT. Timur Jaya Terungkap Karena Seorang Bocah Kerasukan dan Membeberkan Kronologis Serta Pelakunya

Misteri terbunuhnya Fitri, 28, sales PT Timur Jaya, perusahaan sembako di Cikampek, Karawang, dapat terungkap dari kesaksian seorang bocah perempuan berusia 4 tahun, Aulia, yang kerasukan roh ghaib. Aulia membeberkan bahwa kematian sales berparas ayu tersebut tidak wajar karena dibunuh oleh sejumlah pria berbadan tinggi kekar dan menumpangi mobil.

” Dimungkinkan saat kejadian bocah itu melihatnya. Sehingga sempat dilanda trauma karena dihantui penglihatannya tersebut hingga ia kerasukan dan membeberkan detik detik akhir pelaku menculik hingga membunuh korban,” ujar Alaikasalam, satu tetangga dengan bocah Aulia, kepada Pos Kota, saat menyaksikan rekonstruksi, Selasa (28/12).

Yang menarik, kata dia, kasus ini sempat menemui kebuntuan selama beberapa pekan. Polisi juga kesulitan mengungkap kasus tersebut karena tidak adanya saksi mata di lokasi kejadian. Hingga akhirnya terbongkar, setelah bocah Aulia ‘ngoceh’ karena kerasukan roh ghaib. ” Saat kerasukan itu, bocah membeberkan semuanya dari ciri ciri pelaku hingga mengetahui nomor polisi mobil yang dikenakan pelaku. Kan aneh sampai detailnya, bocah itu membeberkan, hingga kasus ini terbongkar,” ungkapnya.

Alaikasalam mengacungi apresiasi ke petugas Reskrim Polres Purwakarta karena cepat menangkap pelakunya. Termasuk berhasil meringkus perancang atau otak pelaku pembunuhan yang mana masih anak pemilik toko sembako yang ditagih sales PT Timor Jaya. ” Masyarakat sempat dikelabui oleh Har, karena setelah kejadian Har masih berada dikampung ini. Bahkan Har sempat ikut mencari cari dan menyumpahi pelaku yang telah menculik sales penagih utang ke ibunya. Eh..ternyata Har ini perancangnya dan ditangkap dirumahnya,” tuturnya.

Kernet truk PT Timur Jaya, Asep, mengatakan, korban telah berumah tangga memiliki suami, Amir dan seorang anak yang masih berusia 1,5 tahun. ” Kasihan anaknya yang masih bayi itu kini telah yatim karena ditinggal ibunya. Semoga para pelaku dihukum seberat beratnya yang sepadan dengan perbuatannya,” pinta dia

Ratusan warga menyaksikan rekonstruksi pembunuhan Fitri, 28, sales perusahaan sembako, PT Timur Jaya, di Cikampek, Karawang, di Jl Raya Kemuning, Kel Nagri Kaler, Kec/Kab Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (28/12) pagi. Dalam rekonstruksi yang berlangsung hampir dua jam, polisi memboyong tiga tersangka dan tiga saksi guna memeragakan peran tersangka dan saksi sebelum dan setelah kejadian.

Menurut Kanit Buser Polres Purwakarta, Ipda, Pol, Ali Murtado, rekonstruksi ini untuk menelusuri alur kronologis kejadian untuk melengkapi BAP. Sehingga peran masing masing terutama para pelaku dapat diketahui secara jelas.”Rekonstruksi dilaksanakan disejumlah tempat di rumah Ny Salam, di pinggir Jalan Kemuning serta di tempat pembuangan korban,” ungkapnya.

Tampak pada rekonstruksi tersebut, pengacara tiga tersangka, Dulnasir, SH dan penyidik Kejaksaan Negeri Purwakarta, Dodi Ghozali, SH.

Asep, 24, kernet truk PT Timor Jaya yang bersaksi pada rekonstruksi itu menyebutkan, Kamis (4/11) pukul 17.00 wib, ia dan sopir truk PT Timor Jaya, Komar, 45, kehilangan rekan kerjanya di PT Timor Jaya, Fitri, usai menagih utang ke Ny Salam, pemilik kios sembako di Pasar Senen Purwakarta, yang bermukim di Jl Kemuning, Kel Nagri Kaler, ini. ” Di tepi jalan itu saya cuma mendapati sepatu yang dikenakan Fitri. Namun Fitri menghilang,” ungkapnya.

Karena khawatir sesuatu menimpa Fitri, ia menanyai sejumlah warga setempat barangkali ada yang melihat Fitri. Namun, tak seorang pun warga melihatnya. Bersamaan itu, melintas mobil patroli Polres Purwakarta kemudian ia memberitahukan hal tersebut dan meminta bantuan untuk mencarinya. ” Saya dan sopir sempat ‘bermalam’ beberapa hari di Polres untuk penyelidikan,” katanya.

Belakangan, lanjut dia, ia mendapat kabar bahwa rekan kerjanya tersebut ditemukan jasadnya sudah menjadi mayat di pinggir jalan raya Sagalaherang, Kab Subang. ” Ternyata dia menjadi korban penculikan dan pembunuhan sekelompok pria yang ingin menguasai uang perusahaan yang baru korban dapati dari konsumen,” ungkapnya.

Sebelumnya Pos Kota memberitakan, Petugas Buru Sergap (Buser) Polres Purwakarta menciduk tiga pelaku pencurian dengan kekerasan yang mengakibatnya nyawa sales PT Timur Jaya, Fitri, 28, warga Jatiragas, Kec Jatisari, Kab Karawang, melayang, pada Kamis (4/11) lalu. Usai membunuh secara sadis, tubuh korban dibuang di pinggir Jl Raya Sagaherang, Kab Subang dan menggondol uang perusahaan hasil menagih ke konsumen di Purwakarta Rp 85 juta.

Pemburuan kawanan curas yang menewaskansales PT Timur Jaya itu berlangsung selama hampir kurang dari 40 hari, akhirnya membuahkan hasil pada Selasa (14/12) malam. Tim Buser Polres Purwakarta menggulungnya di sejumlah tempat di Tangerang, Jakarta dan Purwakarta. Dalam penangkapan tersebut, petugas terpaksa menembal seorang tersangka yang berusaha melarikan diri saat akan ditangkap di Tangerang.

Ketiga pelaku adalah Haris Manan Saragih, 32, warga Nagri Kaler, Purwakarta, Soleh, 34, warga Tangerang, dan Suroto, 35, warga Cilincing, Jakarta Utara. Sedangkan satu pelaku berinisial Moch alias Ah, kini buron

Sopir Koasi Rawa Lumbu Berkomplot Dengan Tukang Ojek Rampok Rumah Wanita Di Depan Tempat Mangkalnya

Dua dari lima perampok yang menganiaya wanita lajang di Jalan Bojong Megah Raya, Bojong Rawa Lumbu, Bekasi Timur, roboh ditembak petugas Polsek Bekasi Timur, Senin(27/12) pagi. Terbongkarnya kawanan ini karena salah satu tersangka menyerahkan diri lantaran dihantui dosa.

Kini tersangka Supriyanto (kaki kanan ditembak), Trimo, Ismail, Wahyu (paha kiri ditembak) dan Ahmad Hamdani diperiksa intensif, barang bukti berupa mobil Toyota Inova B 8151 DY, 3 lembar fotocopy STNK dan sebuah kunci mobil disita.

Perampokan yang dilakukan komplotan ini pada Sabtu, 11 Desember 2010 sekitar pukul 01.30 di rumah Lyly Miliani,45, di Jalan Bojong Megah Raya Blok C 31 RT 3/17, Bojong Rawa Lumbu, Bekasi Timur. Wanita karyawati perusahaan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok ini dianiaya penjahat lalu diikat di kamar mandi dengan mulut disumpal kain pel. Sejumlah BH, celana dalam dan lain lain serta mobil dibawa kabur pelaku. Luka berdarah di kening akibat pukulan kayu, membuat korban melapor ke Polsek Bekasi Timur. (Pos Kota 12/12).

Menurut tersangka Wahyu, ia diminta tersangka Supriyanto menjualkan mobil Inova hasil kejahatan. Mobil tersebut dibawa Wahyu ke arah Cihampelas, Bandung . Namun mobil tersebut tak jua ada yang mau membelinya. Bahkan janji Supriyanto yang akan memberinya uang Rp 3 juta tak jua terealisasi sampai janji memberi uang makan Rp 150 ribu Wahyu belum menerimanya.

” Mobil saya parkir di depan gang rumah orangtua saya. Saya selama itu selalu tidur di mobil menunggu pembeli. Makan minta sama orangtua, Istri dan seorang anak saya tinggal di Bekasi,” papar Wahyu tertunduk.

Jumat(24/12) siang, anggota Polda Jabar datang meneliti mobil Innova abu-abu metalik yang plat nomornya sudah diganti dengan nomor palsu B 8181 Y. Saat ditanya petugas soal kelengkapan surat kendaraan, Wahyu tak bisa berbuat apa-apa. Kemudian mobil itu diamankan di Polda Jabar.

Minggu (26/12) karena takut selalu dihantui dosa, lelaki karyawan percetakan dan kuli bangunan ini lari ke Bekasi. Ia menyerahkan diri ke Polsek Bekasi Timur. “Semula saya menutupi teman-teman saya. Namun akhirnya saya memberitahu lantaran tak tahan,” paparnya.

Senin(27/12) sekitar pukul 08.00 Wahyu dibawa menunjukkan tempat persembunyian para perampok ini. Empat temannya itu pun ditangkapi di pangkalan koasi K 11 B maupun di Rawa Lumbu. Mereka sopir koasi berkomplot dengan pengojek.Awal beraksi, Supriyanto bersama Ismail, Ahmad Hamdani dan Trimo, menyusun rencana berkumpul di depan bengkel motor Antusias. Supriyanto masuk rumah korban setelah memanjat pohon di belakang rumah kosong dekat rumah sasaran.

Lewat genteng yang dibukanya, Supriyanto masuk ke rumah lalu mencari barang yang bisa diambil. Namun ketika hendak mengambil HP korban terbangun lalu digetoknya kepala wanita itu pakai kayu. Emas, HP dan peralatan kecantikan serta tas berisi uang Rp 400 fribu disikatnya. Sementara teman-temannya yang menunggu di luar ada yang megawasi dari mobil angkot, dari motor ojek maupun membukakan pintu gerbang.

Ahmad Hamdani masuk setelah pintu dibuka Supriyanto. Darah yang tercecer di lantai ruang tengah dibersihkan Ahmad termasuk darah yang mengucur di kening korban. Berhasil menyandera korban di kamar mandi, Supriyanto menggunakan tangga naik ke lantai atas menutup genting yang dibukanya saat masuk.

Kemudian Ahmad membuka pintu garasi dan Supriyanto mengenakan pakaian wanita termasuk mengenakan mukenah korban untuk mengelabui warga.

Setelah mengeluarkan mobil, Ahmad menutup pintu garasi, Mobil dibawa ke Perumahan Mutiara Gading untuk dijual. “Pakaian maupun tas saya buang di Kali Malang,” tukas tersangka Supriyanto. Kemudian mobil tersebut dibawa lagi ke daerah Jatimulya, selanjutnya oleh Wahyu dibawa ke Cihampelas.

“Gelang korban saya jual laku Rp 200 ribu di pembeli emas keliling di Rawa Panjang. Saya kebagian Rp 100 ribu,” papar Trimo, seraya uang penjualan tersebut dibagi dua sama Supriyanto. Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kompol Ade Ary Syam Indradi mengatakan tersangka dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman seumur hidup karena mekakukan aksi bersama-sama.