Kisah Dua Cinta Segitiga Bermula Dari Facebook Yang Berakhir Di Penjara Karena BH dan Celana Dalam

Kisah ini berawal dari Facebook menyusur ke Bra dan Celana Dalam. Kisah bak Sinetron ini, tidak berakhir happy ending tapi sebaliknya malah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Bagaimanakah kisah percintaan pelaut dan PNS ini, yang dibumbui cinta segitiga ini?

Rasa kesepian yang mendera Samsu Alam (39) karena jauh dari istri yang tinggal di Palopo, Sulawesi Selatan, membuatnya nekat menjalin cinta dengan wanita lain di Jakarta.

Wanita yang dipacarinya itu adalah Dede Juwitawati, seorang PNS di Ciracas Jakarta Timur. Samsu berkenalan dengan Dede lewat jejaring sosial facebook pada April 2011.

Gayung bersambut, Samsu dan Juwita bertemu 5 Juni 2011. Juwita ditemani oleh kedua orangtuanya saat menemui Samsu. Status Samsu saat itu masih seorang suami dan beranak empat, sedangkan Juwita adalah janda beranak dua dan tinggal di Depok.

Asmara yang meledak-ledak itu membuat hubungan Samsu dan Juwita makin lengket. Keduanya pun sepakat tinggal serumah layaknya suami istri dengan mengontrak rumah di Tanjungpriok, Jakarta Utara. Bahkan, Dede mengajak dua anaknya yang masih kecil tinggal dengan mereka. Agustus 2011 mereka akhirnya pindah mengontrak rumah di Ciracas, Jakarta Timur.

Layaknya suami istri dalam sebuah keluarga, pertengkaran juga mewarnai ‘rumah tangga’ mereka. Dalam suatu pertengkaran, Samsu menampar Juwita, yang berujung penahanan terhadap Samsu di Polsek Ciracas pada 8 September 2011. Pelaut itu sempat ditahan selama 15 hari.

Sejak keluar dari tahanan pada 26 September 2011 Samsu memutuskan untuk pisah dengan Juwita. Lalu ia mengemasi barang dan memilih untuk tinggal di rumah iparnya di Tanjungpriok. Setelah itu beberapa kali Samsu mendatangi Juwita untuk membicarakan hubungan mereka, namun gagal.

Pada 16 Oktober 2011, Samsu mendapat panggilan melaut. Dia lantas berkemas dan bersiap-siap untuk melaut. Tak disangka ketika mengemasi barang bawaannya, terselip celana dalam dan BH milik Juwita.

Mengetahui hal itu, Samsu menghubungi Juwita dengan maksud ingin mengembalikan celana dalam dan BH itu. Akhirnya Samsu memutuskan mendatangi kontrakan mantan kekasih gelapnya itu di Ciracas. “Sekaligus membicarakan rencananya untuk melaut,” kata Regen.

Ketika mendatangi kontrakan di Ciracas, ia tidak mendapati Juwita. Lalu dia menunggu di warung dekat kontrakan. Tak lama menunggu di sana, Samsu didatangi oleh dua orang polisi yang salah satunya adalah perwira menengah dari Polsek Ciracas untuk menangkapnya. Samsu ditangkap dengan tuduhan melakukan pencurian atas laporan dari Juwita.

Kemudian Samsu Si pelaut kapal tanker milik perusahaan Korea Selatan diborgol dan ketika sampai di Polsek Ciracas, tas digeledah dan ditemukan satu buah celana dalam wanita dan satu buah bra. Hingga kini, Samsu meringkuk di Rutan Cipinang.

Dalam persidangan perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (10/1/2012), Samsu terlihat tenang dan percaya diri. Dengan kemeja putih dan mengenakan kopiah putih, Samsu dengan sigap menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Herlina Manurung.

Samsu didampingi empat orang tim pengacara dari LBH Mawar Sharon. Bahkan Pembina LBH Mawar Sharon, Hotma Sitompul, pengacara top papan atas, duduk di kursi pengacara mendampingi Samsu.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Efni Noviza Wallad, Samsu dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Menurut JPU kerugian Dede, atas bra dan celana dalam itu senilai Rp 550.000.
Namun, tim pengacara Samsu membantah dakwaan jaksa tersebut dalam nota keberatannya.

Menurut tim pengacara, kliennya tidak melakukan pencurian yang dituduhkan. “Terdakwa tidak pernah melakukan perbuatan mencuri sepasang pakaian dalam tersebut,melainkan hanya sepasang pakaian dalam pelapor yang terselip atau terbawa ke dalam tas terdakwa,” kata Hotma Sitompul, pengacara Samsu.

Regen Silalahi, pengacara Samsu lainnya, menduga ada motif cinta segitiga antara Samsu, Dede dan salah seorang oknum perwira anggota polisi yang menangkap Samsu.

Suasana sidang berjalan riuh. Para pengunjung sidang tidak kuasa menahan geli saat jaksa membacakan celana dalam atau BH. Tiap kali dua pakaian dalam itu disebut, pengunjung sidang tersenyum dan berbisik-bisik.

Ketua Majelis Hakim Herlina Manurung, akhirnya memutuskan sidang akan dilanjutkan pada Selasa (17/1/2012) depan, dengan agenda mendengar tanggapan Jaksa Penuntut Umum sekaligus putusan sela

2 responses to “Kisah Dua Cinta Segitiga Bermula Dari Facebook Yang Berakhir Di Penjara Karena BH dan Celana Dalam

  1. hahahaha asli ngakak………..

  2. Ping-balik: Perampok Minimarket Jakarta Ternyata Psikopat Pasangan Kekasih Seperti Bonnie and Clyde | denistmikpringsewu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s