Cerita Kriminal

Entries categorized as ‘kejahatan terorganisasi’

Cara Menonton Konser Group Band Kesayangan Anda Secara Gratis

Oktober 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ratusan penggemar berat band Kotak dan Changcutter yang tidak membeli tiket memaksa masuk ke areal konser dengan mendobrak pagar penghalang.

Mereka yang mengaku tidak memiliki uang untuk membeli tiket, memaksa masuk melalui pintu belakang untuk menyaksikan konser dua grup musik itu.

“Saya pingin nonton band Kotak mangung, tapi tidak punya uang, terpaksa kami masuk tanpa bayar,” kata Beno yang mengaku penggemar Kotak asal Cilaku, Cianjur.

Ratusan orang itu, merusak pagar pembatas dari seng, dengan cara digoyang dan ditendang bersama-sama.

Ratusan penonton illegal tersebut, riang ketika bisa memasuki tempat konser musik band kesayangan mereka.

Melihat keadaan tersebut pihak keamanan mencoba mengantisipasi dengan menerjunkan satuan polisi dengan cara memblokade pagar yang sudah rusak, agar penonton tetap membeli tiket.

Para penggemar semakin menggila dan beringas, sekalipun pagar dijaga barikade polisi tidak menyurutkan niat mereka untuk bisa masuk ke arena konser.

Melihat gelagat tersebut, untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan, pihak panitia akhirnya membuka pintu gerbang dan membebaskan penonton masuk tanpa tiket.

“Demi keamanan kami buka pintu gerbang, daripada terjadi keributan nanti repot,” ungkap Leo panitia dari PT Djarum Tobaco.

Setelah pintu masuk dibuka, ribuan orang penonton yang masih di luar mulai masuk ke dalam. Para pecinta musik tersebut semakin asyik menikmati hentakan irama musik, sambil berteriak dan berjoget.

Walaupun sempat diguyur hujan deras, mereka tidak beranjak dari lapangan.

Kategori: kebodohan · kejahatan terorganisasi · perampokan · psikopat

Kerugian Negara Sekitar 30 Triliun Untuk Menunjang Life Style Para Pegawai Negeri Yang Koruptor

April 2, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan kerugian negara kepada penegak hukum di Indonesia, mencapai Rp30 triliun selang tahun 2004-2007.

Laporan kerugian negara ke penegak hukum lebih pada upaya penyimpangan di setiap lembaga, sehingga negara turut dirugikan, kata Kepala BPK RI, Anwar Nasution,disela-sela dialog publik Akuntabilitas Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Daerah, di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis.

Laporan ke penegak hukum melibatkan pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, laporan kerugian negara ke penegak hukum, pihaknya tidak pernah memandang kasus atau tebang pilih atas kasus lainnya.

Semua laporan yang ada unsur keganjilan dari hasil audit BPK, semuanya murni dilakukan secara profesional, serta pengusutan di pihak penegak hukum tidak dicampurinya, karena ada tugas pokok masing-masing, katanya.

Transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah memburuk selang tahun 2004-2007, sehingga diperlukan percepatan perbaikan sistem keuangan melalui langkah konkret, terjadwal dan melibatkan seluruh akuntabilitas.

Kondisi memburuk dilihat dari prosentase Laporan Kegiatan Pemerintahan Daerah (LKPD) yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) semakin menurun setiap tahun

Kategori: kejahatan terorganisasi · korupsi · pns korup · polisi korup · psikopat

Warnet Warnet Adalah Sumber Cash Cow Masa Depan Perusahaan Software Asing

Maret 18, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sejauh ini upaya pemberantasan software bajakan di Indonesia masih diarahkan kepada perusahaan-perusahaan. Pengguna pribadi untuk sementara masih mendapat toleransi.

Hal tersebut dikatakan Benhard Sibarani, kuasa hukum Autodesk, perusahaan yang memproduksi software AutoCad saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (24/2). Benhard menjelaskan, penindakan bagi perusahan sesuai dengan UU No 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta pasal 72 ayat 3. Dalam pasal itu disebutkan bagi pihak yang menggunakan produk bajakaan untuk kepentingan komersil dapat dijerat dengan denda sebesar Rp 500 juta dan pidana kurungan 5 tahun.

“Ada kalangan masyarakat yang menggunakan program AutoCad bajakan bukan untuk kepentingan komersil, seperti mahasiswa arsitektur yang sedang belajar. Untuk hal itu, pihak kami masih memberikan toleransi,” ujar Benhard. Tapi bagi pihak perseorangan yang menggunakan AutoCad bajakan untuk dikomersilkan, seperi warnet-warnet, lanjutnya, ke depannya akan diambil tindakan hukum juga.

Meski pengguna pribadi belum menjadi target operasi, Donny A. Syeoputra, perwakilan dari BSA (Business Software Alliance) mengatakan, pihaknya akan terus mengadakan sosialisasi pentinggnya penggunaan software asli, BSA dan AutoDesk, mengadakan seminar ke sekolah dan kampus mengenai software-softwara yang ada. “Kami juga memaparkan kerugian jika menggunakan sotware palsu,” terang Donny.

Ronald Chua License & Compliance Manager Autodesk PTE LTD untuk Asia Tengara menyatakan pihaknya mengalmai kerugian besar dari tindakan pembajakan. Ia mengatakan dana untuk riset dan pengembangan software AutoCad menghabiskan 30 juta dollar AS.

“Dengan adanya pembajakan ini otomatis pihak kami sangat dirugikan, tapi saya belum bisa meyebutkan nominalnya, pihak kami masih melakukan perhitungan,” terangnya. Pihak AutoDesk bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia dan BSA (Bussiness Software Alliance) yang merupakan aliansi pengembang software global, untuk menjerat perusahaan pengguna software bajakan jenis AutoCad tersebut.

Ia juga menyatakan pihaknya berencana membuka perwakilan resmi di Indonesia karena melihat pasar di Indonesia cukup menjanjikan. “Tapi kami juga memerlukan jaminan keamanan, karena Indonesia merupakan negera yang tingkat pembajakannya cukup tinggi,” jelas Ronald.

Kategori: kebodohan · kejahatan terorganisasi · pelanggaran HAM

Krisis Global Membuat Ratusan Software Developer Asing Bermodal Raksasa Menggalakan Razia Software Bajakan Di Indonesia Untuk Menggenjot Penjualan

Maret 18, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mabes Polri kembali mengungkap penggunaan software bajakan. Pelaku adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang engineering dan kontruksi berinisial PT IT yang berada di Jakarta Selatan.

“Dari sekitar 800 komputer dan 30 server yang kami periksa, PT IT telah menggunakan 4000 lebih software. Sebanyak 300-an unit software di antaranya adalah software tidak berlisensi,” ungkap AKBP Rusharyanto, penyidik Unit I Indag Direktorat II Eksus Barekrim Mabes Polri di Jakarta, Selasa (17/3).

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan Mabes Polri mulai tanggal 26 Februari hingga 2 Maret 2009. Tim Mabes menemukan beragam software tanpa lisensi, seperti Microsoft, Autodesk, Adobe, dan Symantec. Dari perusahaan itu, Mabes Polri mengamankan 10 komputer sebagai barang bukti.

Sebelumnya pada tanggal 11-13 Februari 2009, Mabes Polri juga menindak PT V di Jakarta. Dari 600 komputer dan 50 jenis software yang diperiksa ditemukan lebih dari 1000 software tanpa lisensi dari sejumlah perusahaan software.

“Dari keseluruhan total dua perusahaan tersebut, ada sekitar 645 komputer yang terdapat software tanpa lisensi,” ujar Rusharyanto.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dan proses penyidikan. Ancaman pidana terhadap pengguna software maksimal 5 tahun dan atau denda Rp 500 juta.

Kategori: kejahatan terorganisasi · pelanggaran HAM

Anak Durhaka Menculik Diri Sendiri Guna Memeras Orangtua dan Hidup Senang Dengan Janda Muda

Maret 15, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Rabu (11/3) siang, Fajar Radiansyah (20) dan kekasihnya, Rita (26), terlibat pertengkaran di rumah kontrakan Rita di kawasan Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur. Pemicunya utang. Rita mengaku kesal kepada Fajar sebab saat seseorang menagih utang kepada Rita sebesar Rp 150.000, Fajar justru berniat pergi.

Fajar kena cakar Rita. Fajar tidak melawan, tetapi berteriak meminta tolong. Saat itu telepon genggam Fajar berdering. Tombol telepon genggam tertekan. Iqbaluddin, kakak Fajar, mendengar teriakan adiknya dari balik telepon genggam. Tiba-tiba terdengar suara, ”Blaam!”. Pintu dibanting.

Rita merampas dan mematikan telepon genggam Fajar. Rita, janda beranak dua itu, lalu mengurung Fajar di kamar. Iqbaluddin menduga, adiknya diculik. Sang adik terinspirasi dugaan kakaknya.

Ia lalu memerankan dirinya seolah-olah diculik. Penculiknya? Fajar juga. Ia berharap, jika keluarganya jadi memberi uang tebusan Rp 3 juta, ia akan bebas dari lilitan utang kontrakan rumah sang kekasih dan biaya hidup sehari-hari mereka. Sepeda motor bebek Yamaha Vega yang Fajar gadai Rp 800.000 pun bisa kembali.

Drama penculikan pun bergulir sampai akhirnya polisi menangkap Fajar-Rita, Sabtu pukul 02.00 di rumah kontrakan Rita. ”Keduanya kami temukan sedang bobok manis di sana,” kata Kepala Unit IV Satuan Kejahatan dengan Kekerasan (Sat Jatanras) Polda Metro Jaya Komisaris Audie Latuheru kepada wartawan di ruang penyidik, Sabtu sore. Fajar dan Rita tersenyum kecil.

Audie menjelaskan, setelah timnya menganalisis kalimat- kalimat dalam layanan pesan singkat yang disampaikan penculik, timnya menduga, pelaku dan korbannya sama: Fajar.

Ia lalu membagi timnya menjadi dua. Tim pertama ke Stasiun Senen, Jakarta Pusat, dan tim kedua menyisir kawasan Condet, Jakarta Timur.

”Semua rumah bidan, tempat praktik dokter bersama poliklinik serta rumah sakit di kawasan Condet, kami telusuri. Sebab, menurut si penculik, ia meminta uang tebusan untuk biaya melahirkan istrinya,” kata Audie.

Hampir dua tahun

Fajar dan Rita mengaku sudah hampir dua tahun menjalin asmara. Enam bulan terakhir, Fajar tinggal bersama sang janda itu. Keduanya bertemu saat Fajar masih bekerja sebagai pelayan rumah makan Padang di Bintaro. Fajar hanya bertahan bekerja enam bulan, setelah itu menganggur.

Meski demikian, Fajar masih berusaha menghidupi Rita dan kedua anaknya. Tentu saja dengan berutang sana-sini. ”Dia masih tetap pria yang manis buat saya dan kedua anak saya. Orangnya ngalahan dan jenaka,” kata Rita yang mengaku sangat mencintai Fajar.

Sayang, hubungan keduanya tidak direstui kedua orangtua dan saudara-saudara Fajar. Maklum, Rita sudah janda beranak dua. ”Lagi pula keduanya menganggur,” kata HM Yusuf (53), ayah Fajar.

Kemarin polisi belum menetapkan status keduanya. ”Statusnya masih terperiksa,” kata Audie. Meski demikian, baik Audie maupun Kepala Sat Jatanras Ajun Komisaris Besar Nico Afinta mengingatkan, atensi pimpinan Polda Metro terhadap kasus penculikan tinggi. ”Jadi jangan main-main terlibat kasus seperti ini. Pasti kami tangani,” kata Nico

Kategori: kebodohan · kejahatan anak · kejahatan terorganisasi · penculikan · penipuan · psikopat

Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran Tewas Dieksekusi Pembunuh Bayaran

Maret 15, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PTB), Nasrudin Zulkarnaen, yang menjadi korban penembakan, akhirnya meninggal setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu.

Petugas bagian informasi RSPAD Gatot Subroto, Bagyo, menyatakan Nasrudin Zulkarnaen meninggal pada sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saat ini, mungkin masih dalam perjalanan ke rumah duka,” katanya.

Seperti yang diberitakan di sejumlah media massa, Nasrudin Zulkarnaen ditembak sepulang bermain golf di Lapangan Golf Modernland, Tangerang, pada Sabtu (14/3) sore oleh orang yang tidak dikenal.

Saat kejadian, korban tengah duduk di kursi kiri belakang mobil BMW-nya, dan di tengah laju kendaraan, tiba-tiba muncul dua pria yang menggunakan motor dan langsung menembaknya dua kali.

Peluru tersebut bersarang di pelipis kiri korban, kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Mayapada, Kompleks Perumahan Modernland.

Karena kondisi korban yang kritis, kemudian korban dibawa ke RSPAD Gatot Subroto hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Jenazah Nasrudin disemayamkan di Perumahan Banjar Wijaya, Blok B50, RT 07/RW 07, Cipondoh, Tangerang, Banten

Nasrudin Zulkarnaen (50), salah seorang direktur perusahaan yang berkantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ditembak sepulang dari bermain golf di Lapangan Golf Modernland, Kota Tangerang, Sabtu (14/3) pukul 14.00.

Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Hamidin menjelaskan, Nasrudin yang tinggal di Banjar Wijaya Blok B50, Kelurahan Cipete, Tangerang, diduga ditembak dua pria yang mengenakan jaket warna coklat. ”Keduanya berboncengan sepeda motor Yamaha Scorpio warna hijau,” ucap Hamidin, Sabtu malam.

Menurut dia, peristiwa terjadi saat Nasrudin usai bermain golf. Ia duduk di kursi kiri belakang mobil BMW-nya. Ketika melintas marka kejut di tepian danau, mobil berjalan lebih lambat. Saat itulah dua pria dengan sepeda motor muncul dari arah belakang kiri mobil.

”Pria yang membonceng lalu mengeluarkan senjata api laras pendek dan menembak korban dua kali. Peluru bersarang di pelipis kiri korban,” papar Hamidin, mengutip keterangan saksi.

Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Mayapada yang berada di Kompleks Perumahan Modernland. ”Peluru masih bersarang di kepala korban. Mungkin baru besok pagi dikeluarkan, menunggu pendarahan di kepala reda,” kata Hamidin.

Kepala Polsek Metro Benteng, Kota Tangerang, Ajun Komisaris Titin mengatakan, kasus ini ditangani Polres Metro Tangerang Kota. Ia menambahkan, sampai sekarang polisi belum mengetahui motif penembakan. ”Pelaku hanya menembak. Tak ada tanda perampokan. Isi mobil dan harta benda korban lainnya di mobil tersebut utuh,” ucapnya.

Hingga Sabtu pukul 22.00, Nasrudin belum sadar. Ia dirawat di ruang gawat darurat. Keluarga dan kerabat ramai berdatangan, tetapi tak seorang pun bersedia diwawancara.

Kategori: kejahatan terorganisasi · pelanggaran HAM · pembunuhan · terorisme

Puluhan Siswi dan Mahasiswi Banten Terlibat Prostitusi Yang Juga Melibatkan Pejabat dan Anggota Dewan Sebagai Konsumennya

Februari 28, 2009 · 3 Tanggapan

Puluhan siswi dan mahasiswi aktif diduga terlibat dalam jaringan prostitusi terselubung di Provinsi Banten. Umumnya kegiatan itu tidak diketahui orangtua karena mereka melakukan perbuatan asusila itu pukul 15.00-21.00. Pelanggannya bukan hanya masyarakat umum, tetapi juga kalangan pejabat.

Dugaan keterlibatan puluhan pelajar putri dan mahasiswi dalam praktik prostitusi itu terungkap setelah polisi menangkap Yeti Nurhayati alias Mamih, salah seorang mucikari. Dalam pemeriksaan diketahui, anak asuh Mamih bukan hanya Is, Hs, dan En yang ditangkap bersamanya.

Bersama suaminya, Iwan, ibu muda itu memiliki sekitar 20 anak asuh yang berasal dari kalangan pelajar putri dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) hingga mahasiswi. Bahkan, sebagian besar dari mereka masih aktif bersekolah atau kuliah.

Sistem perekrutannya dari mulut ke mulut. Biasanya para pelajar terjun ke dunia prostitusi karena dikenalkan oleh temannya yang sudah lebih dahulu menjadi pekerja seks komersial (PSK). Dengan demikian, Mamih tidak perlu mendatangi sekolah atau kampus untuk mendapatkan anak asuh.

”Anak-anak yang baru biasanya diajak temannya,” kata Ipda Herlia Hartarani, Kepala Unit Pelindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polres Serang, Jumat (27/2).

Sebagian pelajar dan mahasiswi terpaksa menjadi PSK karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Umumnya para orangtua tidak mengetahui kegiatan yang dilakukan anak-anak mereka. Pasalnya, jam kerja PSK pelajar dan mahasiswa itu dibatasi pukul 15.00-21.00. Mereka selalu punya alasan yang sama, yaitu main dengan teman dan mengerjakan tugas sekolah di rumah teman.

Sistem pemesanan pun sudah tergolong rapi dan tertutup. Untuk bisa berkencan, seorang pelanggan harus memesan melalui telepon kepada Mamih. Setelah itu, Mamih mengantarkan anak asuh kepada pelanggan ke tempat yang sudah dijanjikan.

Meski demikian, tidak semua pelanggan akan dengan mudah mendapatkan pesanannya. Sebab, sebagian besar PSK baru bersedia menemani pelanggan apabila sudah kehabisan uang sehingga tidak setiap hari mereka siap menerima tawaran kerja.

Seperti diberitakan sebelumnya, tarif yang dikenakan para pelajar dan mahasiswa itu Rp 500.000-Rp 1 juta untuk satu kali kencan. Bahkan, apabila pelayanan memuaskan, para PSK itu biasa mendapatkan uang lebih. ”Dari pengakuan mereka, salah satu pelanggannya adalah anggota dewan. Tetapi kami tidak tahu dewan yang mana,” tutur Herlia.

Para PSK itu pun tak sembarangan memilih calon pelanggan. Mamih Yeti membatasi pelanggan hanya berasal dari Serang, Pandeglang, Cilegon, dan Lebak saja. Dia tidak menerima tawaran pesanan dari orang luar Banten.

Tempat kencan yang dipilih juga tidak sembarangan. Dari hasil pemeriksaan diketahui, mereka biasa berkencan di sebuah hotel di Jakarta dan dua hotel di kawasan Cilegon.

Sementara itu, kemarin, tiga pelajar yang ditangkap bersama Mamih Yeti dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Penyerahan itu dilakukan karena polisi menilai orangtua mereka bersedia membina anak-anak mereka. ”Namun, kami tetap mengawasi tiga pelajar putri itu,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Serang Ajun Komisaris Sofwan Hermanto

Sumber: Kompas

Kategori: kejahatan terorganisasi · paedofilia · perzinahan · pns korup · prostitusi

Kasus Lumpur Lapindo Milik Keluarga Bakrie Diduga Merupakan Pelanggaran HAM Berat

Februari 25, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menduga ada pelanggaran HAM berat dalam kasus lumpur Lapindo. Sidang paripurna Komnas HAM setuju membentuk Tim Penyelidikan Proyustisia Adhoc untuk menyelidiki ‘bencana’ lumpur Lapindo.

Keputusan membentuk Tim Penyelidik Proyustisia Adhoc ditegaskan Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim, dalam sidang paripurna yang secara khusus membahas masalah kasus lumpur Lapindo, Rabu (25/2) di Kantor Komnas HAM Jalan Latuharhary, Jakarta.

“Tim Penyelidik Proyustisia Adhoc komposisinya akan ditentukan melalui sidang paripurna berikutnya,” tutur Ketua Tim Investigasi Kasus Lumpur Lapindo Komnas HAM, Syafrudin Ngulma Simeuleu. “Tim ini diberi mandat penuh untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran HAM berat yang mengarah pada kejahatan kemanusiaan dalam kasus lumpur Lapindo,” sambungnya.

Menurut Syafrudin, skala kasus lumpur Lapindo yang luar biasa harus ditangani dengan pendekatan dan cara-cara yang luar biasa pula. Selain membuat rekomendasi untuk membuat Tim Penyelidikan Proyustisia Adhoc, tim investigsi juga mendesak Presiden SBY untuk mengambil tindakan progresif dalam pemulihan dan pemenuhan semua hak para korban lumpur Lapindo.

KORBAN KIAN MENDERITA
Ditambahkan Syafrudin, Presiden SBY diminta tegas dan mendesak Lapindo Brantas Inc segera menyelesaikan ganti rugi kepada korban yang disepakati skema 20 persen dan 80 persen sesuai Perpres No 14/2007. Presiden SBY juga diminta tidak membuka peluang pembuatan skema lainnya.

” Para korban semakin menderita,” tegas Syafrudin. “Lebih baik, segera menyelesaikan yang sudah dijalankan. Apalagi unsur pelanggaran HAM dalam UU No 39/1999 sudah semua terpenuhi,” lanjutnya.

Ditambahkan Syafrudin, tim menduga kuat kasus lumpur Lapindo bukan bencana alam. Laporan tim investigasi menyebutkan, masyarakat memahami negara merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini.

Hasil analisis tim terhadap instrumen-instrumen HAM baik nasional dan internasional serta perbandingan penyelesaian kasus pelanggaran HAM di sejumlah negara menyimpulkan, bukan hanya negara yang bertanggung jawab tapi aktor non-negara (swasta) harus juga bertanggungjawab.

“Kasus Lapindo sangat luar biasa,” ucap Syafrudin. ”Bukan hanya karena selama 2 tahun 8 bulan belum jelas nasib korbannya, tapi sudah menenggelamkan 800 hektar lahan subur di 13 desa di 3 kecamatan dan puluhan ribu warga terusir serta hidup tidak jelas.”

Kategori: kebodohan · kejahatan terorganisasi · pelanggaran HAM

Sejumlah Mal dan Hotel Di Jakarta Terlibat Dalam Pencurian Air Palja Mengakibatkan Rakyat Kecil Kekurangan Air

Desember 15, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sejumlah mal dan hotel di Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, dicurigai mencuri air dari perusahaan air minum PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja).

“Kasus pencurian air itu kini tengah kami pelajari. Bila telah ada cukup bukti, kasus ini akan dibawa ke pengadilan. Karena pencurian air itu merupakan perbuatan pidana,” kata Yudith Andriani dari Divisi Non Revenue Water (NRW) PT Palyja, saat “Palyja Journalist Workshop 2008” di Ciater, Subang, Jawa Barat, Minggu (14/12).

Selain mal dan hotel, pencurian air juga dilakukan seorang oknum aparat di daerah Jembatan Tiga, Jakarta Barat. Oknum itu melakukan sambungan ilegal (illegal connection) dan penggunaan ilegal. “Air yang dicurinya itu kemudian dijual kepada sopir truk tanki air,” jelasnya.

Terhadap oknum aparat ini, telah dilakukan tindakan hukum, oknum tersebut diajukan ke Pengadilan Militer dan dijatuhi vonis delapan bulan penjara.

Satu pelaku lainnya juga diajukan ke pengadilan, karena telah melakukan penyambungan ilegal ke sejumlah rumah. “Kali ini pelakunya orang sipil, dan telah dikenakan sanksi tujuh bulan penjara.”

KEHILANGAN AIR
Pencurian air merupakan bagian dari kehilangan air yang dialami PT Palyja, setiap tahunnya mencapai 45 persen atau setara 109,8 juta M3, dari total produksi 244 juta M3.

Menurut Komisaris PT PAM Lyonnaise Jaya Bernard Lafrogne, pihaknya telah mengalokasikan dana Rp 200 miliar untuk perbaikan dan penggantian pipa sepanjang 150 Km pada 2009, dari total yang direncanakan dalam program lima tahunan hingga 2012, sepanjang 877 km dengan anggaran Rp831 miliar.

“Perbaikan dan penggantian pipa tersebut guna mengurangi kebocoran dari sekarang 45 persen menjadi 44 persen pada 2009. Hingga Tahun 2012 ditargetkan kebocoran menjadi 40 persen.”

Ia menjelaskan investasi yang diperlukan untuk itu, antara lain diperoleh dengan penyesuaian tarif air bersih. “Sejak dua tahun lalu, tidak ada penyesuaian tarif. Maka, perlu segera penyesuaian tarif, setidaknya di atas 20 persen, guna perbaikan dan penggantian pipa.”

Bernard mengatakan terakhir kenaikan tarif air pada Januari 2007. Ia berharap gubernur mau mengadakan penyesuaian tarif air bersih yang diajukan Palyja.

Kategori: kejahatan terorganisasi · korupsi · penipuan · perampokan

Akibat Krisis Ekonomi Global Makin Banyak Orang Tertipu Lewat Internet Atau Membantu Melakukan Pencucian Uang

Desember 14, 2008 · 2 Tanggapan

Memburuknya ekonomi global tampaknya menjadi kesempatan emas bagi para penipu di Internet untuk memperdaya orang membuka rumah mereka dan rekening bank serta menjadi “keledai” untuk mencuci uang hasil kejahatan dan mencuri berbagai barang.

Scam atau berita elektronik dalam Internet yang membohongi dan bersifat menipu bukanlah hal baru.

Scam dikirimkan dalam bentuk e-mail yang tak kita kehendaki kehadirannya, seperti tawaran “bekerja di rumah” yang menjanjikan uang sampingan yang lumayan besar, dengan membantu berbagai perusahaan membayar nasabah di mancanegara.

Para korban diminta membuka rekening bank atas namanya sendiri, sepakat menerima pembayaran yang tak diketahui berasal dari mana ke rekeningnya dan kemudian meneruskan pembayaran tersebut dengan cara mentransfer uang, biasanya ke lokasi di Eropa Timur.

Scam merupakan pencucian uang klasik dengan plintiran Internet. Uang tersebut umumnya ada, dan perantara dijanjikan mendapat bagian.

Apa yang tak diketahui perantara transaksi adalah mereka menyelundupkan uang yang diperoleh secara ilegal dan membantu para penjahat saling bertransaksi sambil menyamarkan sumbernya.

Dan si perantara lah atau “si keledai” itu sering menjadi orang yang paling berisiko untuk ditangkap pihak berwenang.

Iklan lowongan kerja

Para pengguna komputer yang cerdas biasanya mengidentifikasi ini sebagai scam. Namun demikian, para peneliti keamanan menyatakan banyak orang berani mengambil risiko pada berbagai tawaran itu, seiring dengan naiknya angka pengangguran dan meningkatnya jumlah email yang menjebak.

“Bila orang takut lapangan kerja melayang atau mereka cemas tentang kondisi keuangan untuk membayar rekening, mereka boleh jadi akan melihat hal-hal seperti ini ketimbang hal yang menyenangkan dan menambah semangat,” kata David Marcus, direktur riset keamanan dan komunikasi McAfee Inc. kepadakantor berita AP.

Iklan lowongan kerja menjadi lebih menarik dan meyakinkan, namun iklan itu kurang memberikan perincian, sehingga orang yang akan dipikat tentang mudahnya mencari uang bisa mencurigai kelayakan iklan itu untuk  dipercaya.

Jenis pekerjaan yang ditawarkan dalam spam (email yang kedatangannya tak dikehendaki) biasanya meliputi “perwakilan penjualan internasional” atau manajer perkapalan”.

Menurut Panda Security, perusahaan penjual software Spanyol, menyatakan pesan-pesan yang berkaitan pekerjaan jumlahnya telah mencapai rekor pada Oktober lalu dan angka keberhasilan spam menjerat korban yang lugu ini dalam transaksi uang haram telah meningkat menjadi 1,8 persen pada bulan yang sama, dari 0,5 persen pada Agustus.

Serangan pada komputer pada umumnya telah melonjak dalam beberapa bulan belakangan ini.

IBM Corp menyatakan jumlah serangan setiap harinya yang dipergokinya atas berbagai server Web dan jaringan komputer meningkat 30 persen dalam empat bulan terakhir, menjadi 2,5 miliar upaya serangan di seluruh dunia.

“Jumlah tersebut sangat menakutkan,” kata kepala peneliti keamanan tim layanan keamanan X-Force dari IBM

Kategori: internet · kejahatan terorganisasi