Category Archives: kejahatan terorganisasi

Jaringan Pemasok Inex dan Ekstasi Ke Klub Malam Berhasil Ditangkap Polisi

Polda Metro Jaya mengungkap pemasok inex atau ekstasi ke klub malam dari jaringan internasional. Salah satu kelompok bahkan meracik sendiri ekstasi tersebut dengan bahan campuran tersendiri.

“Ekstasi yang dipesan dari Malaysia oleh tersangka ini diblender lagi, kemudian dicampur dengan Bodrex,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nugroho Aji kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Campuran tersebut kemudian diaduk kembali oleh para tersangka, lalu dicetak. “Cetakannya juga sederhana,” ujar Nugroho.

Nugroho mengatakan, tersangka mencampur ekstasi itu agar bisa mengambil untung yang lebih. Dengan mencampur ekstasi dengan obat sakit kepala, tersangka bisa mendapatkan keuntungan berlipat.

“Dari 20 ribu butir, setelah diolah lagi bisa menjadi 40 ribu butir,” imbuhnya.

Tersangka DLG dan IDG memproduksi ekstasi tersebut di rumah kontrakan di Kampung Rawa, Kedaung, Cengkareng Timur, Jakbar. Mereka digerebek aparat Polda Metro Jaya pada tanggal 16 September 2013 pukul 15.00 WIB.

Dari para tersangka ini, polisi menyita barang bukti 950 butir ekstasi siap edar dan 2,5 kilogram bahan bubuk ekstasi. Keterangan para tersangka, mereka memproduksi ekstasi tersebut atas perintah napi di LP Salemba berinisial VR.

“VR ini sudah menjalani 2 tahun penjara dari vonis 6 tahun penjara atas kasus narkotika,” ujarnya.

Selanjutnya, Nugroho menyatakan bahwa jaringan ini memasok ekstasi ke tempat-tempat hiburan di Jakarta. Mereka ini mendapatkan narkotika jenis ekstasi tersebut dari seorang WN Malaysia berinisial AGU yang masih DPO.

2 Pria Diculik Di Olimo Jakarta Oleh Perusahaan Penyaluran Satpam

Mertua dari salah satu korban mengatakan bahwa menantunya AZ memang sedang terbelit utang piutang. Menurutnya, jumlah utang pria 35 tahun tersebut sebanyak Rp 300 juta. “Dia memang lagi ngutang Rp 300 juta tapi bilangnya dia sanggup bayar dan akan membayar. Tapi mungkin yang punya uang tidak sabaran,” ujar Samuji (60), mertua AZ di Polsek Taman Sari, Rabu (18/9/2013).

Samuji mengatakan, menantunya tersebut memang seorang pebisnis. Namun, dirinya tidak tahu bisnis apa yang sedang digeluti menantunya tersebut saat ini. “Bisnis tempo hari si hasil bumi. Namun yang di cilacap kita sendiri kurang tahu bisnis apa. Dan dia terkena tipu bosnya saat itu,” ujar Samuji.

Samuji mengatakan, saat ini keadaan menantunya baik-baik saja. “Keadaannya sehat. Dia mengaku memang sering ditonjoki mukanya. Dan disundut putung rokok,” imbuh Samuji. Semalam, korban AZ memang mengaku jika dia dan temannya terlibat utang. “Intinya saya usaha sama kawan saya, tapi tidak ada sangkut pautnya dengan kantor sini, usaha saya sedang bangkrut jadi saya berusaha memulihkan tetapi tak sabar ingin uangnya kembali. Jadi menggunakan jasa debt collector dan menyekap saya,” ujar AZ.

AZ (35) dan AA (49) berhasil dibebaskan Polsek Taman Sari dari penyekapan di sebuah ruko di kawasan Olimo. dalam pembebasan itu polisi juga membawa 8 orang saksi yang merupakan karyawan dari PT BJM, perusahaan penyalur satpam. Polisi menggerebek sebuah ruko dua lantai tempat penyekapan 2 orang di Olimo, Jakarta Barat tadi malam. Ruko tersebut ternyata kantor penyalur tenaga keamanan.

Pantuan di lokasi, tepatnya di Jalan Hayam Wuruk no 120 D, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (18/9/2013), ruko berplang PT Benteng Jaya Mandiri tersebut sudah diberi garis polisi dan dijaga sekitar dua petugas polisi di depannya. Terlihat juga ada sekitar enam buah sepeda motor terparkir di depan ruko. “Itu memang tempat penyalur satpam. Dan yang punya orang Cina,” ujar salah seorang penjual nasi di dekat ruko yang enggan disebut namanya.

Dalam penggerebekan tersebut polisi menangkap 8 orang pelaku penyekapan. Salah satunya disinyalir adalah oknum anggota TNI AL. Ketua RT 10 RW 09 Mapar, Taman Sari, Jakarta Barat, Wito Lesmana (48) mengaku dirinya sering melihat beberapa anggota TNI AL keluar masuk ke dalam ruko tersebut.

“Ya namanya juga perusahaan jasa pengamanan. Sepengetahuan saya yang paling banyak itu anggota TNI AL paling banyak, kan yang melatih mereka-mereka itu,” kata Wito ketika ditemui di lokasi penyekapan. 2 Pria disekap sekelompok orang di ruko tersebut selama dua minggu. Diduga motif penyekapan tersebut karena masalah hutang piutang. Kedua pria nahas itu akhirnya berhasil dibebaskan dalam operasi penggerebekan yang dilakukan polisi, Selasa (17/9) malam.

Polsek Taman Sari membebaskan dua korban penyekapan di ruko di kawasan Olimo, Taman Sari, Jakarta Barat. Menurut salah satu penjual nasi di dekat ruko tersebut, karyawan ruko pernah mengaku membeli nasi untuk tahanan yang ada di dalam ruko.

“Waktu itu karyawan ruko pernah beli nasi dengan lauknya yang sederhana banget. Saya coba tanya ke security itu. Katanya nasinya buat orang yang ditahan,” kata penjual nasi yang enggan disebutkan namanya tersebut di sekitar ruko, di kawasan Olimo, Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (18/9/2013). Penjual nasi tersebut langsung kaget. Kemudian dia menanyakan soal keberadaan tahanan di dalam ruko tersebut.

“Saya kaget. Saya tanya, kok bisa ada tahanan di dalam ruko? Kata dia, iya ada sel tahanan, katanya sih ada 2 sel tahanan. Kata security, yang ditahan itu ada masalah utang piutang,” tuturnya. Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap 8 orang yang dijadikan saksi kasus penyekapan, salah satunya oknum anggota TNI AL. Wito Lesmana (48), Ketua RT 10 RW 09, Mapar, Taman Sari, Jakarta Barat, mengaku dirinya sering melihat beberapa anggota TNI AL keluar masuk ke dalam ruko tersebut.

“Ya namanya juga perusahaan jasa pengamanan. Sepengetahuan saya anggota TNI AL itu paling banyak. Kan yang melatih mereka-mereka itu,” kata Wito ketika ditemui di lokasi penyekapan. Petugas dari Polsek Taman Sari, Jakbar melakukan operasi penggerebekan di salah satu ruko yang ada di kawasan Olimo, Taman Sari pada Selasa (17/7/2013) malam. Polisi berhasil membebaskan dua orang yang disekap selama sekitar dua minggu.

Seorang anggota TNI ikut diamankan polisi saat operasi penggerebekan kasus penyekapan di sebuah ruko di Olimo, Taman Sari, Jakarta Barat. Anggota TNI tersebut saat ini menjalani pemeriksaan. Jika terbukti terlibat, anggota TNI tersebut akan ditindak tegas.

“Sedang dalam investigasi, kalau salah diberesin,” kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (18/9/2013).

“Diberesin gimana pak?” tanya wartawan.

“Ya diembat dong, kalau salah ditindak hukum. Kalau dia pidana ya maaf masuk penjara,” jawab Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan, dirinya juga mengikuti proses pemeriksaan anggota Lantamal tersebut. Jika terbukti bersalah maka tindakan keras akan diberikan kepada anggota tersebut. “Belum didalami, tapi saya mengikuti dan sedang dalam investigasi. Prinsipnya itu bagi saya, tindakan keras ke dalam. Kalau ada prajurit yang begitu tidak pantas,” ucapnya.

2 Pria disekap sekelompok orang di ruko tersebut selama dua minggu. Diduga motif penyekapan tersebut karena masalah hutang piutang. Kedua pria nahas itu akhirnya berhasil dibebaskan dalam operasi penggerebekan yang dilakukan polisi, Selasa (17/9) malam. Sebanyak 8 saksi diamankan dalam penggerebekan itu, salah satunya anggota TNI AL.

Dua pria menjadi korban penyekapan di sebuah ruko di Jalan Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta Barat. Menurut pengakuan mertua salah satu korban, menantunya diculik saat sedang tidur pada hari Jumat.

“Dia diculik dari Jumat berarti sampai sekarang sudah lima hari. Saat itu dia sedang tidur lalu dipaksa diborgol, langsung matanya ditutup dan langsung dimasukkan ke dalam mobil,” ujar Samuji (60), mertua dari AZ, salah satu korban penyekapan di Polsek Taman Sari, Rabu (18/9/2013).

Menurut Samuji, saat itu istri dan keluarga sangat kaget dan tidak mengetahui ke mana korban akan dibawa. “Dibawa kemana tidak tahu. Soalnya tidak ada telepon anak itu,” ujar Samuji. Samuji yang hadir bersama kerabatnya memang mengetahui bahwa menantunya tersebut memiliki hutang. Namun ia yakin bahwa sebenarnya menantunya tersebut sanggup membayar.

“Memang ada utang piutang dan yang punya uang nggak sadar, akhirnya nyuruh premanlah. Dia utangnya Rp 300 juta dan bilangnya sanggup dibayar dan mau bayar gak melarikan diri,” imbuh Samuji. Semalam, korban AZ memang mengaku bahwa dia dan temannya terlibat utang. “Intinya saya usaha sama kawan saya, tapi tidak ada sangkut pautnya dengan kantor sini, usaha saya sedang bangkrut jadi saya berusaha memulihkan tetapi tak sabar ingin uangnya kembali. Jadi menggunakan jasa debt collector dan menyekap saya,” ujar Ahmad.

Semalam AZ (35) dan AA (49) berhasil dibebaskan Polsek Taman Sari dari penyekapan di sebuah ruko di kawasan Olimo. Dalam pembebasan itu polisi juga membawa 8 orang saksi yang merupakan karyawan dari PT BJM, perusahaan penyalur satpam.

PNS Yang Dihukum Berat Oleh Polisi Karena Jadi Justice Collaborator Dibebaskan MA

Bagi pemakai narkoba, kini jangan takut mengungkap jaringan mafia narkotika. Sebab perbuatannya bisa diampuni dan hukumannya menjadi sangat ringan.

Seperti dalam berkas kasasi yang didapat detikcom, Rabu (19/6/2013), kasus ini menjerat Thomas Claudius Ali Junaidi (38). PNS Kabupaten Maumere, didudukan di kursi pesakitan karena melanggar pasal 114 ayat 1 UU No 35 /2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara!

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Thomas dituntut 7 tahun pidana penjara dan denda Rp 1 miliar. Apabila Thomas tak mau membayar denda maka diganti 6 bulan kurungan.

Atas tuntutan ini, PN Maumere menjatuhkan pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Jika Thomas tak mau membayar diganti 3 bulan kurungan.

Lantas vonis ini dikuatkan di Pengadilan Tinggi Kupang. Merasa putusan ini tidak adil, Thomas lalu mengajukan kasasi dengan alasan Thomas dalam kasus tersebut sebenarnya justru menjadi Justice Collaborator.

“Karena saya yang awalnya diminta bantuan oleh para penyidik/Polri untuk membantu mengungkap jaringan narkoba di Maumere, dan oleh Polri saya dijanjikan tidak akan diproses hukum jika berhasil memberikan informasi jaringan narkoba,” beber Thomas dalam memori kasasinya.

“Tapi nyatanya setelah jaringan terungkap, justru saya juga ikut diproses,” sambung Thomas.

Atas alasan memori kasasi itu, majelis hakim kasasi yang terdiri dari Dr Artidjo Alkotsar, Prof Dr Surya Djaya dan Sri Murwahyuni menerima argumen Thomas. Putusan bernomor No.920 K/Pid.Sus/2013 ini mengadopsi konsep justice collaborator sesuai Surat Edaran MA No 4 Tahun 2011. Padahal ancaman minimal Pasal 114 ayat 1 UU Narkotika adalah 5 tahun dan minimal denda Rp 1 miliar.

“Membatalkan putusan banding. Mengadili sendiri, menjatuhkan pidana 1 tahun penjara. Hukuman ini tidak perlu dilakukan apabila dalam kurun 2 tahun tidak mengulanginya kembali,” ucap majelis dalam sidang pada 28 Mei 2013 silam.

Forum Betawi Rempug FBR Bentrok Didepan Hotel Classic Sawah Besar

Telah terjadi bentrokan antara kubu Forum Betawi Rempug (FBR) dengan massa yang menurut saksi mata berasal dari kubu Ambon, di depan Hotel Classic, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu sore, 30 Mei 2012 sekitar pukul 18.30.

“Ah itu cuma anak-anak mengamankan wilayah saja, pemicunya cewek,” kata Juru Bicara FBR, Fajri Husen, kepada TEMPO, Rabu, 30 Mei 2012. Ia mengklaim aksi massa dari FBR tidak menimbulkan korban luka-luka maupun korban jiwa.

Pengamatan TEMPO di depan hotel, suasana agak mencekam tampak karena ada segerombolan orang berjalan sambil memegang tongkat dan benda-benda panjang di tangannya. Mereka kadang berteriak namun tidak jelas meneriakkan kata apa.

Laju kendaraan di depan hotel sempat tersendat, namun tidak sampai menimbulkan kemacetan. Beberapa massa dari FBR lari ke arah Stasiun Sawah Besar, dan rupanya, itu hasil pengusiran aparat Kepolisian.

Tidak sampai 10 menit sejak peristiwa berlangsung, anggota kepolisian dari Polsek Sawah Besar datang ke lokasi, beberapa personil mencari tahu permasalahan, dan beberapa lagi memperlancar arus kendaraan.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Sitinjak, menyatakan belum mengetahui apa yang baru saja terjadi di depan hotel. Namun ia sudah menyebar anggota untuk mencegah bentrokan lanjutan. “Setahu kami, hingga kini tidak ada korban,” kata dia saat ditemui di lokasi kejadian. Ia menyatakan daerah tersebut sudah aman.

Hingga pukul 19.00, kondisi sudah berangsur normal, kecuali adanya mobil polisi di depan hotel. Lalu lintas lancar di kedua arah.

Geng Wools dan Teror 58 Spesialis Mengincar Pelajar Untuk Dipukuli Setiap Hari Berantem Di Johar Baru

Geng Wools, kelompok pemuda yang dipimpin tersangka berinisial LH, 16 tahun, sering bikin onar. Terakhir, geng ini membacok dua remaja pada Kamis dan Sabtu, 21 April 2012 lalu. LH ditangkap polisi pada 22 April.

Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Metro Cempaka Putih, Ajun Komisaris Gozali Luhulima, mengatakan kelompok itu sering tawuran. “Hampir setiap hari mereka bikin ribut di daerah Johar Baru, Kemayoran, dan Cempaka Putih,” kata Gozali saat dihubungi Selasa, 24 April 2012.

Menurut Gozali, anggota geng Wools berjumlah 17 sampai 19 orang. Mereka memiliki ciri-ciri, yakni memakai jaket berwarna biru dengan tulisan “We Are The Wools Big Family”.

Geng ini mengincar pelajar yang mengenakan seragam sekolah. “Tidak ada target tertentu. Pokoknya, kalau ada anak sekolah yang bergerombol atau agak ngebut, pasti diserang,” kata Gozali.

Pengakuan LH kepada penyidik, geng Wools sudah eksis sejak dua tahun lalu. Tapi, kata Gozali, kasus pembacokan secara tiba-tiba seperti yang menimpa Dwiki Hendra Saputra, siswa SMP Negeri 216 Jakarta, 21 April 2012, baru pertama terjadi. “Sebelumnya mereka sering tawuran. Kalau itu, kami sudah antisipasi dengan berjaga di lapangan,” kata Gozali.

LH mengatakan Dwiki dan temannya mengendarai sepeda motor dan menggeber gas di depan tempat LH dan teman-temannya berkumpul. “Saya emosi, saya bacok saja mereka,” kata LH, 22 April 2012. LH juga membacok Rusydan Fathy, siswa MAN 3 Jakarta, Kamis, 19 April 2012.

Kepolisian Sektor Cempaka Putih telah menangkap tiga orang anggota geng ini, yakni LH, 16 tahun; RP (16); dan E (16). Ketiganya saat ini masih ditahan di Polsek Metro Cempaka Putih. “Tapi satu atau dua hari lagi akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Salemba Jakarta. Di sana ada tempat untuk anak. Di sini kami tidak punya fasilitas untuk anak,” ujarnya.

Geng Wools, yang tiga anggotanya kini ditahan Kepolisian Sektor Metro Cempaka Putih, ternyata masih bersaudara dengan geng Teror 58. Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Metro Cempaka Putih, Ajun Komisaris Gozali Luhulima, menyatakan ada beberapa anggota Wools yang merangkap sebagai anggota Teror 58. “Ketua gengnya pun sama, LH,” kata dia saat dihubungi Selasa, 24 April 2012.

Menurut Gozali, dalam melakukan aksinya, kedua geng itu sama-sama mengincar pelajar. “SMP, SMA, SMK, tidak ada sasaran dari sekolah tertentu,” kata Gozali menceritakan hasil pemeriksaan LH yang ditengarai sebagai Ketua Geng Wools maupun Teror 58. Perbedaannya, geng Teror 58 mengincar siswa-siswa berseragam yang menumpang Kopaja 58. “Makanya, namanya Teror 58,” ujar Gozali.

Polisi belum mengetahui jumlah anggota Teror 58. Hanya, ada beberapa anggota geng itu yang juga tergabung dalam geng Wools. Tempat nongkrong mereka pun sama, yakni di warung Wools di Jalan Cempaka Tengah IV, Jakarta Pusat. Adapun jumlah anggota geng Wools berkisar antara 17 sampai 19 orang.

Geng yang sering berkumpul di warung itu, menurut Gozali, memang kerap tawuran di daerah Johar Baru, Kemayoran, atau Cempaka Putih. “Mereka sudah ada sejak dua tahun lalu,” katanya.

Sabtu pekan lalu, LH membacok Dwiki, seorang siswa SMP Negeri 216, Jakarta Pusat. LH mengatakan Dwiki dan temannya mengendarai motor dan menggeber gas di depan tempat LH dan teman-temannya berkumpul. “Saya emosi, jadi saya bacok,” kata LH saat ditemui Ahad, 22 April.

Saat ini Kepolisian Sektor Cempaka Putih telah menangkap tiga orang anggota geng, yakni LH, 16 tahun, RP (16), dan E (16). Ketiganya saat ini masih ditahan di Polsek Metro Cempaka Putih. “Tapi satu atau dua hari lagi akan dipindahkan ke Lapas Salemba yang ada tempat untuk anak. Di sini, kami tidak punya fasilitas untuk anak,” ujarnya.

Alfamart Jatiasih Dirampok Penjahat Bersenjata Api dan Tajam Dengan Kerugian 34 Juta

Lima laki-laki membawa senjata api dan samurai, merampok Alfamart yang berlokasi di pintu masuk Kompleks Pemda di Kampung Kebantenan, Kelurahan/Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Senin (21/5/2012) sekitar pukul 22.40. Kerugian mencapai Rp 34,6 juta.

Informasi dari Polsek Jatiasih Selasa (22/5/2012) mengungkapkan, komplotan rampok itu datang dengan menggunakan tiga sepeda motor. Tiga perampok masuk toko dan dua lagi berjaga-jaga di luar toko.

Para pelaku langsung menodongkan senjata api dan samurai ke Jumarto (38) dan Yosef Toufik (20), keduanya karyawan. Lalu pelaku mengikat kaki dan tangan korban dengan tali plastik. Pelaku juga membekap mulut keduanya dengan lakban. Setelah itu, pelaku memerintahkan korban menghadap dinding.

Komplotan rampok itu dengan cepat mengasak uang tunai di laci kasir sebesar Rp 3,8 juta, 78 slop rokok berbagai merk, sejumlah kosmetika,dan sejumlah susu kemasan.

Para penjahat itu juga membawa kabur motor milik korban, sebuah Honda Vario warna biru putih tahun 2012 dengan nomor polisi B 3454 KFS. Sehingga total kerugian akibat aksi perampokan lima penjahat itu mencapai Rp 34,6 juta.

Organisasi Pitam Kuning Rekrut Perampok Baru Dengan Bayaran 250.000 Untuk Rampok Minimarket

Perampokan bersenjata api yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya disinyalir dilakukan oleh komplotan perampok yang terorganisir. Aksi mereka pun selalu terencana baik.

Ketua organisasi dan ketua wilayah mendapat bagian 80 persen, 20 persen untuk anggota. Kalau anggota baru cuma dikasih Rp 250.000
– Bambang Priyo Andogo

Kepala Polresta Tangerang Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo mengatakan, perampok beraksi dalam waktu amat singkat. Saat beraksi hingga membawa hasil perampokan, hanya berlangsung selama lima menit. Komplotan tersebut menamakan dirinya Pitam Kuning. Sebelum beraksi, kawanan perampok ini melakukan pengintaian terlebih dahulu terhadap targetnya selama satu minggu. “Mereka mengincar minimarket 24 jam yang sepi dan juga berpenghasilan besar,” kata Bambang, Senin (21/5/2012).

Menurut Bambang, Pitam Kuning ini tidak beroperasi di Tangerang, tapi juga di Bekasi, Jakarta, Serang, hingga Karawang, Semarang , dan Surabaya. Setiap kelompok ini dipimpin oleh ketua organisasi dan ketua wilayah. Mereka memiliki jaringan yang luas dan sangat terorganisir dengan merekrut anggota baru. Salah satu caranya adalah dengan menculik calon anggota. Jika tidak mau bergabung, calon anggota akan dipaksa dan diancam akan dibunuh jika berkhianat.

Mereka pun menggunakan sistem bagi hasil untuk setiap hasil perampokan. Ketua organisasi Pitam Kuning atau ketua wilayah akan mendapat 80 persen dari hasil perampokan tersebut, sisanya dibagikan untuk anggota.

“Menurut keterangan pelaku yang telah kita tangkap, ketua organisasi dan ketua wilayah mendapat bagian 80 persen, 20 persen untuk anggota. Kalau anggota baru cuma dikasih Rp 250.000,” katanya.

Setiap melakukan aksinya mereka berjumlah 5-7 orang. Komplotan ini diketahui tak hanya merampok minimarket, tetapi juga toko emas. Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap ketua kelompok maupun anggota lainnya. Polresta Tangerang telah menangkap dua orang perampok yang melakukan aksinya di wilayah Serpong, yakni di Indomaret 24 jam di Jalan Raya Serpong dan Alfamidi 24 jam di BSD.

Pengeroyokan Berantai Anggota Geng Motor Diduga Sebagai Balas Dendam Atas Kematian Anggota TNI AL Yang Tewas Di Keroyok Geng Motor

Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, korban pengeroyokan orang tak dikenal di Pademangan, Jakarta Utara, pada Sabtu dua pekan lalu bernama Arifin Siri. Dia tercatat sebagai anggota TNI Angkatan Laut. Arifin berkantor di Armada Maritim Kawasan Barat di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. “Korban berpangkat kelasi dan bekerja sebagai staf administrasi di Armabar,” kata Rikwanto Selasa 10 April 2012. Dia menjelaskan, pengeroyokan terhadap Arifin diduga menjadi pemicu keributan berantai di beberapa wilayah di Jakarta dengan motif balas dendam. “Peristiwa di Sunter dan Kemayoran adalah dampak dari pengeroyokan di Pademangan,” katanya.

Sepekan setelah pengeroyokan terhadap Arifin, terjadi pengeroyokan oleh puluhan orang terhadap Soleh, 17 tahun dan Zaenal, 19 tahun. Mereka merupakan dua saudara yang sedang nongkrong di depan pompa bensin Shell, Sunter, Jakarta Utara. Soleh tewas dengan luka tusukan di bagian pinggang. Pengeroyoknya, kata Zaenal, sekitar 30 orang mengendarai sepeda motor. Ciri-cirinya berbadan tegap, rambut cepak, dengan wajah dicat putih. Polisi sempat menduga kelompok itu geng motor baru.

Hanya dalam 24 jam, pengeroyokan oleh geng serupa terjadi lagi. Korbannya empat remaja saat berkumpul di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad lalu. Polisi akan berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut dan membentuk tim gabungan bersama Polres Jakarta Utara dan Polres Jakarta Barat untuk mengusut kasus ini. Polisi juga menintensifkan patroli di kawasan rawan geng motor. Kepala Pusat Penerangan TNI AL, Laksamana Untung Suropati membenarkan Arifin Siri adalah anggota Armada Barat dengan pangkat kelasi satu. Saat itu, kata Untung, Arifin bersama temannya bernama Albert keluar dari tempat kosnya. Di perjalanan, keduanya melihat seorang supir truk dipukuli sekelompok orang.

“Arifin berhenti dan berniat melerai. Sayangnya, malah terjadi serangan balik. Dia terluka parah di kepala bagian belakang dan punggung,” kata Untung kemarin. Arifin meninggal pada Ahad malam lalu. Untung tak yakin aksi pengeroyokan bermotif dendam. “Dugaan boleh saja. Tanpa bukti, kurang pas disebut motif dendam.” Pengeroyokan berantai yang terjadi di beberapa wilayah di Jakarta diduga kuat bermotif balas dendam. “Peristiwa di Sunter dan Kemayoran merupakan dampak dari pengeroyokan di Pademangan,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, pada Selasa, 10 April 2012.

Menurut Rikwanto, peristiwa bermula dari tewasnya anggota TNI Angkatan Laut bernama Arifin di Pademangan, Jakarta Utara, pada Sabtu 31 Maret 2012. Arifin tewas dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal. “Korban berkantor di Armada Maritim Gunung Sahari, Jakarta Pusat, berpangkat Kelasi dan bekerja sebagai staf administrasi,” kata Rikwanto.

Seminggu kemudian, Sabtu 7 April 2012, terjadi pengeroyokan oleh puluhan orang terhadap sejumlah remaja yang sedang nongkrong di depan SPBU Shell, Jakarta Utara. Seorang remaja bernama Soleh tewas dengan luka tusukan di pinggang. Dua rekannya menderita luka-luka. Pada waktu kejadian, para pelaku menggunakan sepeda motor. Adapun mereka memiliki ciri badan tegap, rambut cepak, dan wajah dicat putih. Polisi sempat menduga, kelompok itu adalah geng motor baru.Hanya dalam waktu 24 jam pengeroyokan oleh geng serupa kembali terjadi. Kali ini empat pemuda babak belur dikeroyok puluhan orang saat sedang berkumpul di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu 8 April 2012.

Sempat tersiar kabar, pelaku Sunter dan Kemayoran, di antaranya adalah anggota TNI AL. “Orang yang badannya tegap dan rambutnya cepak kan belum tentu tentara, jangan menyimpulkan dulu,” ujar Rikwanto.Namun polisi menduga kuat peristiwa Sunter dan Kemayoran adalah buntut dari tewasnya Arifin. “Kami akan berkoordinasi dengan TNI AL,” kata Rikwanto. Polda Metro Jaya berencana membentuk tim dengan Polres Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Kepolisian Resor) untuk mengusut kasus ini. Polisi juga mengerahkan petugasnya untuk berpatroli dan berjaga langsung di wilayah rawan geng motor.

Polisi meningkatkan keamanan sehubungan dengan maraknya pengeroyokan yang dilakukan oleh geng motor. “Patroli dan pengamanan langsung akan dilakukan di wilayah yang rawan kejahatan geng motor,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Senin, 9 April 2012. Wilayah-wilayah rawan pengeroyokan adalah Sunter di Jakarta Utara, Kemayoran di Jakarta Pusat, dan Depok. Pengamanan dilakukan dengan bekerja sama antara polres dan polsek setempat. “Polisi perlu melakukan pendekatan dengan mendatangi langsung kelompok ini,” kata Rikwanto. Menurut Rikwanto, geng motor ini berawal dari balapan liar yang sifatnya tumbuh, berkembang, dan sewaktu-waktu hilang. “Kelompok ini dibangun karena ikatan pertemanan, senasib-sepenanggungan, serta memiliki musuh yang sama.”

Keterkaitan itu menjadi pemicu terjadinya kejahatan. Jika ada satu anggota bermasalah dengan kelompok lain, maka mereka tidak segan-segan melakukan penyerangan untuk membela temannya. Warga juga perlu mewaspadai daerah yang rawan dilalui oleh kelompok ini. “Biasanya jalan yang lintasannya panjang dan halus.” Dalam waktu dua hari, kasus pengeroyokan yang dilakukan geng motor terjadi dua kali. Pada Jumat, 7 April 2012, puluhan orang bersepeda motor mengeroyok beberapa pemuda yang nongkrong di sebuah SPBU milik Shell di Sunter, Jakarta Utara. Sebelum berkumpul, para remaja itu baru menonton balapan liar.

Korban bernama Soleh tewas dengan luka tusukan di pinggang, sedangkan dua orang rekannya harus dirawat di rumah sakit karena terluka. Saat beraksi, para pelaku mengecat wajahnya dengan warna putih. Keesokan harinya, Sabtu, 8 April 2012, empat pemuda babak belur dikeroyok sekitar 30 orang ketika berkumpul di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Polisi menduga kelompok pengeroyok memiliki kaitan dengan pelaku di Sunter karena di antara anggotanya ada yang mengecat putih wajah mereka.

Geng motor bukan monopoli kota-kota di luar Jakarta seperti Bandung, Denpasar atau Surabaya. “Wabah” geng motor juga masuk di Jakarta. Dua aksi kekerasan yang melibatkan kelompok pengendara sepeda motor terjadi di Jakarta, Jumat dan Sabtu dinihari lalu adalah buktinya. Dua orang tewas dan tiga lainnya luka-luka karena dua kejadian itu. Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menduga kekerasan yang terjadi pada Sabtu dinihari itu dilatarbelakangi aksi balap liar. “Korban tewas adalah pelajar bernama Soleh, 17 tahun, warga Kelurahan Lagoa, Jakarta Utara,” kata Rikwanto kemarin.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Tanjung Priok, Komisaris Sunardi, menambahkan bahwa penyerangan terhadap Soleh terjadi menjelang pukul 3 subuh. Menurut Sunardi, saat itu Soleh dan tiga rekannya yang mengendarai dua sepeda motor hendak mengisi bensin di stasiun pengisian bahan bakar Shell di Jalan Danau Sunter. Saat itulah sekelompok pengendara motor lain menyerang keempatnya secara beringas. Soleh mengalami luka tusuk di pinggang kiri. Adapun dua rekannya, Zaenal, 19 tahun, dan Reza, 17 tahun, terluka parah di kepala dan tengkuk. Satu lagi, Ardian, menderita luka ringan.

“Jenazah Soleh sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sementara yang terluka dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Koja,” kata Sunardi kemarin. Polisi langsung memburu para pelaku penyerangan di SPBU itu. Meski pelaku mengendarai sepeda motor, Sunardi belum mau menyimpulkan hal itu sebagai bentuk pertikaian antarkelompok geng motor. “Kami masih menyebutnya antarkelompok pemuda,” kata dia. Berbeda dengan di Sunter, kekerasan yang terjadi di Jalan Marga Guna, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sudah jelas buntut dari konflik antargeng sepeda motor. Motif balas dendam terungkap setelah polisi membekuk Azwar Anas, seorang di antara tersangka pengeroyok Rahmad Gunawan, 23 tahun, hingga tewas pada Jumat dinihari lalu.

Pelajar sekolah kejuruan yang ditangkap di rumahnya di Ciputat, Tangerang Selatan, pada Jumat sore, itu mengaku dendam akibat perkelahian yang terjadi sebelumnya antara kelompoknya dan kelompok Rahmad. Dia dan sekitar 30 temannya, dengan mengendarai motor, lalu mendatangi Rahmad dan kelompoknya yang dinihari itu, sekitar pukul 1.30, sedang nongkrong.

Kelompok Azwar menyerang dengan senjata tajam. Rahmad sebenarnya sempat lari, tapi terjatuh. Saat itulah Azwar menggunakan senjata tajamnya. “Ditemukan luka tusuk di leher, lengan, dada, dan punggung korban,” kata Rikwanto. Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto membenarkan bahwa Azwar telah diperiksa. “Ya, dia pelakunya,” kata Imam. Tapi Imam mengaku belum tahu persis jumlah pengeroyok. “Soal itu sedang kami kembangkan,” kata dia. Azwar dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.

Tim Gabungan Mabes Polri Berhasil Menangkap Pemilik Situs Penyedia Layanan Pembunuh Bayaran Indonesia

Tim gabungan kepolisian dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Ditreskrim Polda Jabar serta Polrestabes Bandung berhasil menangkap seorang pria berinisial S (30) yang diduga menjadi penyedia layanan pembunuh bayaran di internet.

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Abdul Rakhman Baso di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat, menuturkan, S ditangkap di kawasan Klender, Jakarta Timur, oleh tim gabungan kepolisian.

“Pelaku yang diduga pemilik situs penyedia jasa layanan pembunuh bayaran telah kami amankan di sebuah rumah yang diduga milik pelaku, di kawasan Klender, Jakarta Timur, tadi malam,” kata Abdul.

Menurut Abdul, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan apakah S adalah benar pemilik situs atau bukan dan juga masih mendalami motif serta kemungkinan adanya pelaku lain selain S.

Ia mengatakan, pelaku S diduga pemilik situs indonetasia.com, yang di dalam situs ini disebutkan, disediakan jasa pembunuh bayaran. “Mengenai apakah jasa itu betul atau tidaknya masih pendalaman,” ujar dia.

S terancam dijerat oleh KUH Pidana, Undang-undang IT, teror, dan lain-lain jika terbukti menyediakan layanan pembunuh bayaran di dunia maya.

Sementara itu, Kasatreskim Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Widjonarko menambahkan, dari hasil pendalaman kepolisian, S ternyata bekerja di sebuah perusahaan properti di Jakarta. “S itu kerja di perusahaan properti di Jalan Sudirman Jakarta Pusat,” kata Widjonarko.

Sebelumnya, sebuah blog yang beralamat hitmanindonesia.wordpress.com secara terang-terangan menyediakan jasa pembunuhan untuk wilayah Kota Bandung. Di dalam blog tersebut, tertulis kalimat “menyewakan jasa pembunuh bayaran”.

Aparat Badan Reserse Kriminal Polri masih menyelidiki situs yang menawarkan jasa pembunuh bayaran dan penculikan. Situs itu dibuat tahun 2008 dan masih berstatus aktif.

Demikian diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution di Jakarta, Kamis (8/3/2012). “Tim sudah bekerja untuk mengungkap siapa yang berbuat dan apa motifnya,” tutur Saud.

Menurut Saud, penyidik juga masih mendalami ketentuan pidana yang dapat dikenakan, apakah perencanaan atau percobaan pembunuhan sesuai KUHP atau ketentuan UU mengenai informasi dan teknologi.

Kriminolog dari Univeritas Indonesia, Erlangga Masdiana, menyerukan agar aparat penegak hukum—dalam hal ini pihak kepolisian—tidak memandang remeh dan mengabaikan keberadaan situs web penyewaan pembunuh bayaran di internet.

“Kepolisian harus menelusurinya, untuk tujuan apa situs itu dibuat. Sebab, bisa membuat orang jadi takut. Situs itu ada karena sudah pasti adanya permintaan,” kata Erlangga, menanggapi munculnya situs jasa pembunuh bayaran di internet.

Hal senada dikatakan Bambang Widodo Umar. Kriminolog yang juga pengamat kepolisian ini mengatakan, keberadaan pembunuh bayaran menandakan masyarakat memandang penegakan hukum di Indonesia sangat lemah. Mengurus perkara bahkan sampai berlarut-larut dan terkadang tidak mendapatkan kepastian hukum.

Bambang mengatakan, jalan pintas yang dilakukan yakni sewa saja pembunuh bayaran. Bahkan dia menengarai, tidak tertutup kemungkinan oknum aparat bermain dalam penyewaan jasa pembunuh bayaran tersebut. Maka dari itu, pimpinan Polri dan TNI harus meningkatkan pengawasan terhadap anak buahnya yang memegang senjata.

“Sebab, bisa saja senjata api dinas yang dimilikinya itu dipinjamkan atau disewakan atau dia sendiri disewa sebagai pembunuh bayaran,” katanya.

Bambang mengingatkan tentang kasus penembakan Budiharto Angsono, bos PT Asaba, oleh oknum anggota TNI Suud Rusli dkk. Ternyata, Suud Rusli diperintah oleh menantu Budiharto sendiri, yakni Gunawan Santosa.

Bergerak cepat

Aparat Polda Metro Jaya juga bergerak cepat menyusul munculnya situs pembunuh bayaran di internet. Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya kini tengah menelusuri hal itu.

“Begitu mendengar ada informasi temuan tersebut di wilayah hukum Polda Jawa Barat, kami dari Polda Metro Jaya juga langsung bergerak melacak keberadaan situs itu,” kata Kepala Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru, Rabu (7/3/2012) malam.

Menurut Audie, tidak tertutup kemungkinan situs-situs yang menawarkan sewa pembunuh bayaran marak terjadi di wilayah Ibu Kota Jakarta. Situs seperti itu bisa muncul karena adanya permintaan (demand) dari orang-orang yang membutuhkan jasa pembunuh bayaran dalam menyelesaikan kasus atau perkaranya.

Saat ini, petugas Cyber Crime terus melakukan patroli di dunia maya dengan mencari situs-situs yang sifatnya membahayakan keselamatan jiwa. Dalam sehari, petugas Cyber Crime bisa sampai melacak 100-an situs yang dicurigai berbau tindak kejahatan, seperti bisnis seks dan sewa pembunuh bayaran.

Dikatakan Audie, pihak kepolisian belum bisa menangkap begitu saja penyedia situs sewa jasa pembunuh bayaran. “Terkecuali jika sudah terjadi transaksi antara yang mau sewa pembunuh bayaran dengan si penyedia situs. Jika tertangkap maka keduanya bisa dijerat pasal berlapis,” ujar Audie.

Namun, lanjut Audie, jika belum diketemukan adanya unsur transaksi, maka belum bisa dikategorikan sebagai sebuah tindak pidana. “Kalau di situs itu tertulis sewa pembunuh bayaran untuk pejabat, nah itu sudah masuk pelanggaran tindak pidana, karena sudah menyebut nama baik orang maupun lembaga,” paparnya.

Pasal yang bisa diterapkan kepada penyewa maupun penyedia situs yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Dengan menjalani transaksi, kedua belah pihak dianggap melakukan perencanaan kejahatan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa orang lain.

Bukan cuma Pasal 340 KUHP, pembunuh bayaran atau penyedia situs dapat dijatuhi sanksi dalam Undang-Undang Darurat karena memiliki senjata api. Kemudian, penyedia situs juga dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). “Ancamannya sudah pasti berat,” kata Audie.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, dihubungi semalam, mengatakan, dirinya belum tahu betul isi situs sewa pembunuh bayaran yang ditemukan di wilayah Bandung, Jawa Barat. “Saga akan tanyakan dulu ke Bareskrim, situsnya seperti apa dan langkah apa yang akan dilakukan Bareskrim untuk mencegah munculnya situs-situs seperti itu,” kata Saud.

Sebagaimana diberitakan Kompas.com sebelumnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyelidiki dan mengusut adanya jasa pembunuh bayaran yang ditawarkan lewat internet. Selain pembunuhan, di situs itu juga ditawarkan jasa penculikan.

Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo menegaskan, polisi akan mengusut bisnis jasa tersebut. “Itu jelas merupakan pelanggaran hukum. Kalau itu ada, kami akan tindak tegas. Kami pastikan akan usut dan tindak para pelaku maupun pembuat situs tersebut,” katanya seusai dinobatkan sebagai warga kehormatan Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara di Bandung, Rabu (7/3/2012).

Timur menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan langkah tegas sesuai aturan. “Itu suatu hal yang berbeda. Hukum jika itu terjadi,” tegasnya seperti dikutip Kompas.com.

Belakangan ini dunia maya memang dihebohkan dengan munculnya situs yang menawarkan jasa pembunuh bayaran. Berdasarkan penelusuran, salah sate situs yang menawarkan jasa pembunuh bayaran tersebut adalah hitmanindonesia.wordpress.com.

Pada tampilan awal (home) situs tersebut secara terang-terangan tertulis “Menyewakan Jasa Pembunuh Bayaran”. Dalam situs tersebut juga tertulis jelas jika mereka menyediakan tenaga profesional yang terlatih dan tepercaya untuk melayani pesanan pembunuhan atau penculikan.

Beberapa “peraturan” dicantumkan di situs tersebut, antara lain disebutkan: “Metode eksekusi dapat direncanakan bersama atau Anda serahkan semua pada kami”. Untuk sementara, tulis penyedia jasa, mereka hanya melayani sasaran di daerah kota Bandung.

Soal harga juga diberi gambaran. “Harga penculikan lebih mahal daripada harga pembunuhan, karena target masih dalam keadaan hidup”. Ditulis juga: “Harga wali kota tentu berbeda dengan harga pedagang alat elektronik”.

Pihak penyedia jasa menyebutkan sebuah alamat e-mail yang bisa dihubungi konsumen yang berminat memanfaatkan jasa tersebut. Seramnya, mereka memperingatkan agar konsumen tidak memesan hanya untuk main-main.

“Kami tidak akan menerima permintaan yang main-main. Jika Anda menggunakan jasa kami, dan Anda tidak serius, maka Anda tidak akan lolos dari kami,” begitu ancaman mereka.

Kepolisian Negara Republik Indonesia akan menyelidiki dan mengusut keberadaan laman yang menawarkan jasa pembunuh bayaran.

“Itu jelas merupakan pelanggaran hukum. Kalau itu ada, kami akan tindak tegas,” kata Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo seusai dinobatkan sebagai warga kehormatan Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara di Bandung, Rabu (7/3/2012).

Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan langkah tegas sesuai aturan. “Itu suatu hal yang berbeda. Hukum jika itu terjadi,” katanya tegas.

Belakangan ini dunia maya dihebohkan dengan munculnya situs yang menawarkan jasa pembunuh bayaran. Berdasarkan penelusuran, salah satu situs yang menawarkan jasa pembunuh bayaran tersebut di antaranya hitmanindonesia.wordpress.com.

Pada tampilan awal (home) situs tersebut secara terang-terangan tertulis “Menyewakan Jasa Pembunuh Bayaran”. Dalam laman tersebut juga tertulis jelas jika mereka menyediakan tenaga profesional yang terlatih dan tepercaya untuk melayani pesanan serta memiliki kakas dan dukungan orang dalam di militer dan kepolisian.

Laman tersebut juga mencantumkan sebuah akun e-mail yang bisa dikirimkan pesan jika ada yang tertarik menggunakan jasa pembunuh bayaran itu.

Video Kekerasan Cewek Bali Beredar Dimana Korban Yang Tidak Bisa Bayar Hutang Dipukuli, Digunduli dan Ditelanjangi

Sebuah video berisi kekerasan dan pelecehan ala geng nero beredar di Bali. Video berdurasi 5 menit 37 detik itu berisi seorang remaja perempuan yang dikerubuti beberapa teman wanitanya. Seorang diantaranya kemudian menempeleng remaja itu beberapa kali, seorang lainnya menjambak rambutnya dan akhirnya pakaian remaja itu digunting sehingga nyaris telanjang.

Video yang beredar lewat berbagai media sosial seperti Facebook dan Twitter serta Blackberry Messenger di Denpasar itu sudah diunggah ke situs Youtube. Pengunggahnya bernama Mandabrother dengan judul “Kekerasan Cewek Bali.”

Dari pembicaraan yang terekam dengan bahasa Indonesia campur Bali itu, terdengar seorang dari mereka menagih uang sebesar Rp200 ribu kepada korban dengan menggunakan bahasa Bali dan Indonesia. Setelah itu , sejumlah pukulan dilayangkan ke muka korban yang berbaju ungu dan cuma bisa menangis.

Lebih heboh lagi, pakaian korban kemudian digunting sehingga korban tampak hanya mengenakan celana dalam. Kekerasan berlanjut dimana rambut korban pun menjadi korban gunting.

“Masih untung rambut kamu yang dipotong, daripada nyawa kamu!” kata salah-satu pelaku. Kemudian korban didorong hingga tersungkur. Untungnya, saat itu ada seorang ibu yang memergoki mereka sehingga para pelalu langsung kabur dengan motornya.

Terkait dengan peristiwa itu, Kepolisian Daerah Bali masih mempelajarinya. Sementara ini dugaan kuat, persitiwa itu terjadi di wilayah Denpasar dengan melihat plat nomor yang digunakan pelaku yakni, DK 7993 CY dan DK 7904 CH. “Kami akan mendalami video ini,” kata Juru Bicara Polda Bali, Komisaris Besar Hariadi.

Video kekerasan serupa dulu pernah beredar di Pati dengan pelakunya para pelajar wanita pengecut (yang hanya berani main keroyokan sedang kalo lagi sendirian takut) sehingga menamakan dirinya geng Nero alias neko-neko (macam-macam) dikeroyok.

Gadis KA, remaja yang jadi korban dalam video kekerasan oleh kelompok geng motor di Bali menyebut, video kekerasan itu diunggah dan disebarkan kawan-kawannya dalam satu geng motor di jejaring sosial dengan tujuan mempermalukan dirinya. Namun ternyata, kemudian justru membuat kasus ini terungkap.

Menurut KA, aksi kekerasan berujung penganiayaan terhadap dirinya berlangsung Desember 2011 lalu. Para pengeroyoknya, adalah teman-teman KA sesama anggota geng motor “Cewek Macho Performance”. KA mengaku bergabung dalam kelompok itu sejak setahun sebelum dianiaya. ” Itu sudah lama kejadiannya, Desember lalu” kata KA yang ditemui di Denpasar, Selasa 7 Februari 2012.

Seperti diberitakan sebelumnya, video kekerasan remaja perempuan di Denpasar beredar luas di sejumlah situs dan facebook. Video berdurasi 5 menit 37 detik itu berisi kekerasan dan pelecehan ala geng nero terhadap seorang remaja putri yang belakangan diakui KA adalah dirinya.

Dalam video itu terlihat KA dikerubuti beberapa teman wanitanya. Seorang diantaranya kemudian menempeleng remaja itu beberapa kali, seorang lainnya menjambak rambutnya dan akhirnya pakaian remaja itu digunting sehingga nyaris telanjang. Video yang beredar lewat berbagai media sosial seperti Facebook dan Twitter serta Blackberry Messenger di Denpasar itu sudah diunggah ke situs Youtube. Pengunggahnya bernama Mandabrother dengan judul “Kekerasan Cewek Bali.”

Dari pembicaraan yang terekam dengan bahasa Indonesia campur Bali itu, terdengar seorang dari mereka menagih uang sebesar Rp200 ribu kepada korban dengan menggunakan bahasa Bali dan Indonesia. Setelah itu, sejumlah pukulan dilayangkan ke muka korban yang berbaju ungu dan cuma bisa menangis.

Lebih heboh lagi, pakaian korban kemudian digunting sehingga korban tampak hanya mengenakan celana dalam. Kekerasan berlanjut dimana rambut korban pun menjadi korban gunting. “Masih untung rambut kamu yang dipotong, daripada nyawa kamu!” kata salah-satu pelaku. Kemudian korban didorong hingga tersungkur. Untungnya, saat itu ada seorang ibu yang memergoki mereka sehingga para pelalu langsung kabur dengan motornya.

Video kekerasan serupa dulu pernah beredar di Pati dengan pelakunya pelajar wanita yang menamakan dirinya geng Nero alias neko-neko (macam-macam) dikeroyok. Kasus ini kini diselidiki Polisi.

Kapolresta Denpasar Komisaris Besar Pol I Wayan Sunartha masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan terlebih dahulu lokasi kejadiannya. “Apakah kejadian ini benar atau tidak, kami sedang menunggu adanya laporan dari pihak yang mungkin dirugikan dari video tersebut,” katanya, Selasa 7 Februari 2012.