Arsip Kategori: kejahatan terorganisasi

Geng Wools dan Teror 58 Spesialis Mengincar Pelajar Untuk Dipukuli Setiap Hari Berantem Di Johar Baru

Geng Wools, kelompok pemuda yang dipimpin tersangka berinisial LH, 16 tahun, sering bikin onar. Terakhir, geng ini membacok dua remaja pada Kamis dan Sabtu, 21 April 2012 lalu. LH ditangkap polisi pada 22 April.

Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Metro Cempaka Putih, Ajun Komisaris Gozali Luhulima, mengatakan kelompok itu sering tawuran. “Hampir setiap hari mereka bikin ribut di daerah Johar Baru, Kemayoran, dan Cempaka Putih,” kata Gozali saat dihubungi Selasa, 24 April 2012.

Menurut Gozali, anggota geng Wools berjumlah 17 sampai 19 orang. Mereka memiliki ciri-ciri, yakni memakai jaket berwarna biru dengan tulisan “We Are The Wools Big Family”.

Geng ini mengincar pelajar yang mengenakan seragam sekolah. “Tidak ada target tertentu. Pokoknya, kalau ada anak sekolah yang bergerombol atau agak ngebut, pasti diserang,” kata Gozali.

Pengakuan LH kepada penyidik, geng Wools sudah eksis sejak dua tahun lalu. Tapi, kata Gozali, kasus pembacokan secara tiba-tiba seperti yang menimpa Dwiki Hendra Saputra, siswa SMP Negeri 216 Jakarta, 21 April 2012, baru pertama terjadi. “Sebelumnya mereka sering tawuran. Kalau itu, kami sudah antisipasi dengan berjaga di lapangan,” kata Gozali.

LH mengatakan Dwiki dan temannya mengendarai sepeda motor dan menggeber gas di depan tempat LH dan teman-temannya berkumpul. “Saya emosi, saya bacok saja mereka,” kata LH, 22 April 2012. LH juga membacok Rusydan Fathy, siswa MAN 3 Jakarta, Kamis, 19 April 2012.

Kepolisian Sektor Cempaka Putih telah menangkap tiga orang anggota geng ini, yakni LH, 16 tahun; RP (16); dan E (16). Ketiganya saat ini masih ditahan di Polsek Metro Cempaka Putih. “Tapi satu atau dua hari lagi akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Salemba Jakarta. Di sana ada tempat untuk anak. Di sini kami tidak punya fasilitas untuk anak,” ujarnya.

Geng Wools, yang tiga anggotanya kini ditahan Kepolisian Sektor Metro Cempaka Putih, ternyata masih bersaudara dengan geng Teror 58. Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Metro Cempaka Putih, Ajun Komisaris Gozali Luhulima, menyatakan ada beberapa anggota Wools yang merangkap sebagai anggota Teror 58. “Ketua gengnya pun sama, LH,” kata dia saat dihubungi Selasa, 24 April 2012.

Menurut Gozali, dalam melakukan aksinya, kedua geng itu sama-sama mengincar pelajar. “SMP, SMA, SMK, tidak ada sasaran dari sekolah tertentu,” kata Gozali menceritakan hasil pemeriksaan LH yang ditengarai sebagai Ketua Geng Wools maupun Teror 58. Perbedaannya, geng Teror 58 mengincar siswa-siswa berseragam yang menumpang Kopaja 58. “Makanya, namanya Teror 58,” ujar Gozali.

Polisi belum mengetahui jumlah anggota Teror 58. Hanya, ada beberapa anggota geng itu yang juga tergabung dalam geng Wools. Tempat nongkrong mereka pun sama, yakni di warung Wools di Jalan Cempaka Tengah IV, Jakarta Pusat. Adapun jumlah anggota geng Wools berkisar antara 17 sampai 19 orang.

Geng yang sering berkumpul di warung itu, menurut Gozali, memang kerap tawuran di daerah Johar Baru, Kemayoran, atau Cempaka Putih. “Mereka sudah ada sejak dua tahun lalu,” katanya.

Sabtu pekan lalu, LH membacok Dwiki, seorang siswa SMP Negeri 216, Jakarta Pusat. LH mengatakan Dwiki dan temannya mengendarai motor dan menggeber gas di depan tempat LH dan teman-temannya berkumpul. “Saya emosi, jadi saya bacok,” kata LH saat ditemui Ahad, 22 April.

Saat ini Kepolisian Sektor Cempaka Putih telah menangkap tiga orang anggota geng, yakni LH, 16 tahun, RP (16), dan E (16). Ketiganya saat ini masih ditahan di Polsek Metro Cempaka Putih. “Tapi satu atau dua hari lagi akan dipindahkan ke Lapas Salemba yang ada tempat untuk anak. Di sini, kami tidak punya fasilitas untuk anak,” ujarnya.

Alfamart Jatiasih Dirampok Penjahat Bersenjata Api dan Tajam Dengan Kerugian 34 Juta

Lima laki-laki membawa senjata api dan samurai, merampok Alfamart yang berlokasi di pintu masuk Kompleks Pemda di Kampung Kebantenan, Kelurahan/Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Senin (21/5/2012) sekitar pukul 22.40. Kerugian mencapai Rp 34,6 juta.

Informasi dari Polsek Jatiasih Selasa (22/5/2012) mengungkapkan, komplotan rampok itu datang dengan menggunakan tiga sepeda motor. Tiga perampok masuk toko dan dua lagi berjaga-jaga di luar toko.

Para pelaku langsung menodongkan senjata api dan samurai ke Jumarto (38) dan Yosef Toufik (20), keduanya karyawan. Lalu pelaku mengikat kaki dan tangan korban dengan tali plastik. Pelaku juga membekap mulut keduanya dengan lakban. Setelah itu, pelaku memerintahkan korban menghadap dinding.

Komplotan rampok itu dengan cepat mengasak uang tunai di laci kasir sebesar Rp 3,8 juta, 78 slop rokok berbagai merk, sejumlah kosmetika,dan sejumlah susu kemasan.

Para penjahat itu juga membawa kabur motor milik korban, sebuah Honda Vario warna biru putih tahun 2012 dengan nomor polisi B 3454 KFS. Sehingga total kerugian akibat aksi perampokan lima penjahat itu mencapai Rp 34,6 juta.

Organisasi Pitam Kuning Rekrut Perampok Baru Dengan Bayaran 250.000 Untuk Rampok Minimarket

Perampokan bersenjata api yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya disinyalir dilakukan oleh komplotan perampok yang terorganisir. Aksi mereka pun selalu terencana baik.

Ketua organisasi dan ketua wilayah mendapat bagian 80 persen, 20 persen untuk anggota. Kalau anggota baru cuma dikasih Rp 250.000
– Bambang Priyo Andogo

Kepala Polresta Tangerang Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo mengatakan, perampok beraksi dalam waktu amat singkat. Saat beraksi hingga membawa hasil perampokan, hanya berlangsung selama lima menit. Komplotan tersebut menamakan dirinya Pitam Kuning. Sebelum beraksi, kawanan perampok ini melakukan pengintaian terlebih dahulu terhadap targetnya selama satu minggu. “Mereka mengincar minimarket 24 jam yang sepi dan juga berpenghasilan besar,” kata Bambang, Senin (21/5/2012).

Menurut Bambang, Pitam Kuning ini tidak beroperasi di Tangerang, tapi juga di Bekasi, Jakarta, Serang, hingga Karawang, Semarang , dan Surabaya. Setiap kelompok ini dipimpin oleh ketua organisasi dan ketua wilayah. Mereka memiliki jaringan yang luas dan sangat terorganisir dengan merekrut anggota baru. Salah satu caranya adalah dengan menculik calon anggota. Jika tidak mau bergabung, calon anggota akan dipaksa dan diancam akan dibunuh jika berkhianat.

Mereka pun menggunakan sistem bagi hasil untuk setiap hasil perampokan. Ketua organisasi Pitam Kuning atau ketua wilayah akan mendapat 80 persen dari hasil perampokan tersebut, sisanya dibagikan untuk anggota.

“Menurut keterangan pelaku yang telah kita tangkap, ketua organisasi dan ketua wilayah mendapat bagian 80 persen, 20 persen untuk anggota. Kalau anggota baru cuma dikasih Rp 250.000,” katanya.

Setiap melakukan aksinya mereka berjumlah 5-7 orang. Komplotan ini diketahui tak hanya merampok minimarket, tetapi juga toko emas. Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap ketua kelompok maupun anggota lainnya. Polresta Tangerang telah menangkap dua orang perampok yang melakukan aksinya di wilayah Serpong, yakni di Indomaret 24 jam di Jalan Raya Serpong dan Alfamidi 24 jam di BSD.

Pengeroyokan Berantai Anggota Geng Motor Diduga Sebagai Balas Dendam Atas Kematian Anggota TNI AL Yang Tewas Di Keroyok Geng Motor

Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, korban pengeroyokan orang tak dikenal di Pademangan, Jakarta Utara, pada Sabtu dua pekan lalu bernama Arifin Siri. Dia tercatat sebagai anggota TNI Angkatan Laut. Arifin berkantor di Armada Maritim Kawasan Barat di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. “Korban berpangkat kelasi dan bekerja sebagai staf administrasi di Armabar,” kata Rikwanto Selasa 10 April 2012. Dia menjelaskan, pengeroyokan terhadap Arifin diduga menjadi pemicu keributan berantai di beberapa wilayah di Jakarta dengan motif balas dendam. “Peristiwa di Sunter dan Kemayoran adalah dampak dari pengeroyokan di Pademangan,” katanya.

Sepekan setelah pengeroyokan terhadap Arifin, terjadi pengeroyokan oleh puluhan orang terhadap Soleh, 17 tahun dan Zaenal, 19 tahun. Mereka merupakan dua saudara yang sedang nongkrong di depan pompa bensin Shell, Sunter, Jakarta Utara. Soleh tewas dengan luka tusukan di bagian pinggang. Pengeroyoknya, kata Zaenal, sekitar 30 orang mengendarai sepeda motor. Ciri-cirinya berbadan tegap, rambut cepak, dengan wajah dicat putih. Polisi sempat menduga kelompok itu geng motor baru.

Hanya dalam 24 jam, pengeroyokan oleh geng serupa terjadi lagi. Korbannya empat remaja saat berkumpul di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad lalu. Polisi akan berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut dan membentuk tim gabungan bersama Polres Jakarta Utara dan Polres Jakarta Barat untuk mengusut kasus ini. Polisi juga menintensifkan patroli di kawasan rawan geng motor. Kepala Pusat Penerangan TNI AL, Laksamana Untung Suropati membenarkan Arifin Siri adalah anggota Armada Barat dengan pangkat kelasi satu. Saat itu, kata Untung, Arifin bersama temannya bernama Albert keluar dari tempat kosnya. Di perjalanan, keduanya melihat seorang supir truk dipukuli sekelompok orang.

“Arifin berhenti dan berniat melerai. Sayangnya, malah terjadi serangan balik. Dia terluka parah di kepala bagian belakang dan punggung,” kata Untung kemarin. Arifin meninggal pada Ahad malam lalu. Untung tak yakin aksi pengeroyokan bermotif dendam. “Dugaan boleh saja. Tanpa bukti, kurang pas disebut motif dendam.” Pengeroyokan berantai yang terjadi di beberapa wilayah di Jakarta diduga kuat bermotif balas dendam. “Peristiwa di Sunter dan Kemayoran merupakan dampak dari pengeroyokan di Pademangan,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, pada Selasa, 10 April 2012.

Menurut Rikwanto, peristiwa bermula dari tewasnya anggota TNI Angkatan Laut bernama Arifin di Pademangan, Jakarta Utara, pada Sabtu 31 Maret 2012. Arifin tewas dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal. “Korban berkantor di Armada Maritim Gunung Sahari, Jakarta Pusat, berpangkat Kelasi dan bekerja sebagai staf administrasi,” kata Rikwanto.

Seminggu kemudian, Sabtu 7 April 2012, terjadi pengeroyokan oleh puluhan orang terhadap sejumlah remaja yang sedang nongkrong di depan SPBU Shell, Jakarta Utara. Seorang remaja bernama Soleh tewas dengan luka tusukan di pinggang. Dua rekannya menderita luka-luka. Pada waktu kejadian, para pelaku menggunakan sepeda motor. Adapun mereka memiliki ciri badan tegap, rambut cepak, dan wajah dicat putih. Polisi sempat menduga, kelompok itu adalah geng motor baru.Hanya dalam waktu 24 jam pengeroyokan oleh geng serupa kembali terjadi. Kali ini empat pemuda babak belur dikeroyok puluhan orang saat sedang berkumpul di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu 8 April 2012.

Sempat tersiar kabar, pelaku Sunter dan Kemayoran, di antaranya adalah anggota TNI AL. “Orang yang badannya tegap dan rambutnya cepak kan belum tentu tentara, jangan menyimpulkan dulu,” ujar Rikwanto.Namun polisi menduga kuat peristiwa Sunter dan Kemayoran adalah buntut dari tewasnya Arifin. “Kami akan berkoordinasi dengan TNI AL,” kata Rikwanto. Polda Metro Jaya berencana membentuk tim dengan Polres Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Kepolisian Resor) untuk mengusut kasus ini. Polisi juga mengerahkan petugasnya untuk berpatroli dan berjaga langsung di wilayah rawan geng motor.

Polisi meningkatkan keamanan sehubungan dengan maraknya pengeroyokan yang dilakukan oleh geng motor. “Patroli dan pengamanan langsung akan dilakukan di wilayah yang rawan kejahatan geng motor,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Senin, 9 April 2012. Wilayah-wilayah rawan pengeroyokan adalah Sunter di Jakarta Utara, Kemayoran di Jakarta Pusat, dan Depok. Pengamanan dilakukan dengan bekerja sama antara polres dan polsek setempat. “Polisi perlu melakukan pendekatan dengan mendatangi langsung kelompok ini,” kata Rikwanto. Menurut Rikwanto, geng motor ini berawal dari balapan liar yang sifatnya tumbuh, berkembang, dan sewaktu-waktu hilang. “Kelompok ini dibangun karena ikatan pertemanan, senasib-sepenanggungan, serta memiliki musuh yang sama.”

Keterkaitan itu menjadi pemicu terjadinya kejahatan. Jika ada satu anggota bermasalah dengan kelompok lain, maka mereka tidak segan-segan melakukan penyerangan untuk membela temannya. Warga juga perlu mewaspadai daerah yang rawan dilalui oleh kelompok ini. “Biasanya jalan yang lintasannya panjang dan halus.” Dalam waktu dua hari, kasus pengeroyokan yang dilakukan geng motor terjadi dua kali. Pada Jumat, 7 April 2012, puluhan orang bersepeda motor mengeroyok beberapa pemuda yang nongkrong di sebuah SPBU milik Shell di Sunter, Jakarta Utara. Sebelum berkumpul, para remaja itu baru menonton balapan liar.

Korban bernama Soleh tewas dengan luka tusukan di pinggang, sedangkan dua orang rekannya harus dirawat di rumah sakit karena terluka. Saat beraksi, para pelaku mengecat wajahnya dengan warna putih. Keesokan harinya, Sabtu, 8 April 2012, empat pemuda babak belur dikeroyok sekitar 30 orang ketika berkumpul di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Polisi menduga kelompok pengeroyok memiliki kaitan dengan pelaku di Sunter karena di antara anggotanya ada yang mengecat putih wajah mereka.

Geng motor bukan monopoli kota-kota di luar Jakarta seperti Bandung, Denpasar atau Surabaya. “Wabah” geng motor juga masuk di Jakarta. Dua aksi kekerasan yang melibatkan kelompok pengendara sepeda motor terjadi di Jakarta, Jumat dan Sabtu dinihari lalu adalah buktinya. Dua orang tewas dan tiga lainnya luka-luka karena dua kejadian itu. Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menduga kekerasan yang terjadi pada Sabtu dinihari itu dilatarbelakangi aksi balap liar. “Korban tewas adalah pelajar bernama Soleh, 17 tahun, warga Kelurahan Lagoa, Jakarta Utara,” kata Rikwanto kemarin.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Tanjung Priok, Komisaris Sunardi, menambahkan bahwa penyerangan terhadap Soleh terjadi menjelang pukul 3 subuh. Menurut Sunardi, saat itu Soleh dan tiga rekannya yang mengendarai dua sepeda motor hendak mengisi bensin di stasiun pengisian bahan bakar Shell di Jalan Danau Sunter. Saat itulah sekelompok pengendara motor lain menyerang keempatnya secara beringas. Soleh mengalami luka tusuk di pinggang kiri. Adapun dua rekannya, Zaenal, 19 tahun, dan Reza, 17 tahun, terluka parah di kepala dan tengkuk. Satu lagi, Ardian, menderita luka ringan.

“Jenazah Soleh sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sementara yang terluka dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Koja,” kata Sunardi kemarin. Polisi langsung memburu para pelaku penyerangan di SPBU itu. Meski pelaku mengendarai sepeda motor, Sunardi belum mau menyimpulkan hal itu sebagai bentuk pertikaian antarkelompok geng motor. “Kami masih menyebutnya antarkelompok pemuda,” kata dia. Berbeda dengan di Sunter, kekerasan yang terjadi di Jalan Marga Guna, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sudah jelas buntut dari konflik antargeng sepeda motor. Motif balas dendam terungkap setelah polisi membekuk Azwar Anas, seorang di antara tersangka pengeroyok Rahmad Gunawan, 23 tahun, hingga tewas pada Jumat dinihari lalu.

Pelajar sekolah kejuruan yang ditangkap di rumahnya di Ciputat, Tangerang Selatan, pada Jumat sore, itu mengaku dendam akibat perkelahian yang terjadi sebelumnya antara kelompoknya dan kelompok Rahmad. Dia dan sekitar 30 temannya, dengan mengendarai motor, lalu mendatangi Rahmad dan kelompoknya yang dinihari itu, sekitar pukul 1.30, sedang nongkrong.

Kelompok Azwar menyerang dengan senjata tajam. Rahmad sebenarnya sempat lari, tapi terjatuh. Saat itulah Azwar menggunakan senjata tajamnya. “Ditemukan luka tusuk di leher, lengan, dada, dan punggung korban,” kata Rikwanto. Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto membenarkan bahwa Azwar telah diperiksa. “Ya, dia pelakunya,” kata Imam. Tapi Imam mengaku belum tahu persis jumlah pengeroyok. “Soal itu sedang kami kembangkan,” kata dia. Azwar dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.

Tim Gabungan Mabes Polri Berhasil Menangkap Pemilik Situs Penyedia Layanan Pembunuh Bayaran Indonesia

Tim gabungan kepolisian dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Ditreskrim Polda Jabar serta Polrestabes Bandung berhasil menangkap seorang pria berinisial S (30) yang diduga menjadi penyedia layanan pembunuh bayaran di internet.

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Abdul Rakhman Baso di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat, menuturkan, S ditangkap di kawasan Klender, Jakarta Timur, oleh tim gabungan kepolisian.

“Pelaku yang diduga pemilik situs penyedia jasa layanan pembunuh bayaran telah kami amankan di sebuah rumah yang diduga milik pelaku, di kawasan Klender, Jakarta Timur, tadi malam,” kata Abdul.

Menurut Abdul, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan apakah S adalah benar pemilik situs atau bukan dan juga masih mendalami motif serta kemungkinan adanya pelaku lain selain S.

Ia mengatakan, pelaku S diduga pemilik situs indonetasia.com, yang di dalam situs ini disebutkan, disediakan jasa pembunuh bayaran. “Mengenai apakah jasa itu betul atau tidaknya masih pendalaman,” ujar dia.

S terancam dijerat oleh KUH Pidana, Undang-undang IT, teror, dan lain-lain jika terbukti menyediakan layanan pembunuh bayaran di dunia maya.

Sementara itu, Kasatreskim Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Widjonarko menambahkan, dari hasil pendalaman kepolisian, S ternyata bekerja di sebuah perusahaan properti di Jakarta. “S itu kerja di perusahaan properti di Jalan Sudirman Jakarta Pusat,” kata Widjonarko.

Sebelumnya, sebuah blog yang beralamat hitmanindonesia.wordpress.com secara terang-terangan menyediakan jasa pembunuhan untuk wilayah Kota Bandung. Di dalam blog tersebut, tertulis kalimat “menyewakan jasa pembunuh bayaran”.

Aparat Badan Reserse Kriminal Polri masih menyelidiki situs yang menawarkan jasa pembunuh bayaran dan penculikan. Situs itu dibuat tahun 2008 dan masih berstatus aktif.

Demikian diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution di Jakarta, Kamis (8/3/2012). “Tim sudah bekerja untuk mengungkap siapa yang berbuat dan apa motifnya,” tutur Saud.

Menurut Saud, penyidik juga masih mendalami ketentuan pidana yang dapat dikenakan, apakah perencanaan atau percobaan pembunuhan sesuai KUHP atau ketentuan UU mengenai informasi dan teknologi.

Kriminolog dari Univeritas Indonesia, Erlangga Masdiana, menyerukan agar aparat penegak hukum—dalam hal ini pihak kepolisian—tidak memandang remeh dan mengabaikan keberadaan situs web penyewaan pembunuh bayaran di internet.

“Kepolisian harus menelusurinya, untuk tujuan apa situs itu dibuat. Sebab, bisa membuat orang jadi takut. Situs itu ada karena sudah pasti adanya permintaan,” kata Erlangga, menanggapi munculnya situs jasa pembunuh bayaran di internet.

Hal senada dikatakan Bambang Widodo Umar. Kriminolog yang juga pengamat kepolisian ini mengatakan, keberadaan pembunuh bayaran menandakan masyarakat memandang penegakan hukum di Indonesia sangat lemah. Mengurus perkara bahkan sampai berlarut-larut dan terkadang tidak mendapatkan kepastian hukum.

Bambang mengatakan, jalan pintas yang dilakukan yakni sewa saja pembunuh bayaran. Bahkan dia menengarai, tidak tertutup kemungkinan oknum aparat bermain dalam penyewaan jasa pembunuh bayaran tersebut. Maka dari itu, pimpinan Polri dan TNI harus meningkatkan pengawasan terhadap anak buahnya yang memegang senjata.

“Sebab, bisa saja senjata api dinas yang dimilikinya itu dipinjamkan atau disewakan atau dia sendiri disewa sebagai pembunuh bayaran,” katanya.

Bambang mengingatkan tentang kasus penembakan Budiharto Angsono, bos PT Asaba, oleh oknum anggota TNI Suud Rusli dkk. Ternyata, Suud Rusli diperintah oleh menantu Budiharto sendiri, yakni Gunawan Santosa.

Bergerak cepat

Aparat Polda Metro Jaya juga bergerak cepat menyusul munculnya situs pembunuh bayaran di internet. Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya kini tengah menelusuri hal itu.

“Begitu mendengar ada informasi temuan tersebut di wilayah hukum Polda Jawa Barat, kami dari Polda Metro Jaya juga langsung bergerak melacak keberadaan situs itu,” kata Kepala Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru, Rabu (7/3/2012) malam.

Menurut Audie, tidak tertutup kemungkinan situs-situs yang menawarkan sewa pembunuh bayaran marak terjadi di wilayah Ibu Kota Jakarta. Situs seperti itu bisa muncul karena adanya permintaan (demand) dari orang-orang yang membutuhkan jasa pembunuh bayaran dalam menyelesaikan kasus atau perkaranya.

Saat ini, petugas Cyber Crime terus melakukan patroli di dunia maya dengan mencari situs-situs yang sifatnya membahayakan keselamatan jiwa. Dalam sehari, petugas Cyber Crime bisa sampai melacak 100-an situs yang dicurigai berbau tindak kejahatan, seperti bisnis seks dan sewa pembunuh bayaran.

Dikatakan Audie, pihak kepolisian belum bisa menangkap begitu saja penyedia situs sewa jasa pembunuh bayaran. “Terkecuali jika sudah terjadi transaksi antara yang mau sewa pembunuh bayaran dengan si penyedia situs. Jika tertangkap maka keduanya bisa dijerat pasal berlapis,” ujar Audie.

Namun, lanjut Audie, jika belum diketemukan adanya unsur transaksi, maka belum bisa dikategorikan sebagai sebuah tindak pidana. “Kalau di situs itu tertulis sewa pembunuh bayaran untuk pejabat, nah itu sudah masuk pelanggaran tindak pidana, karena sudah menyebut nama baik orang maupun lembaga,” paparnya.

Pasal yang bisa diterapkan kepada penyewa maupun penyedia situs yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Dengan menjalani transaksi, kedua belah pihak dianggap melakukan perencanaan kejahatan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa orang lain.

Bukan cuma Pasal 340 KUHP, pembunuh bayaran atau penyedia situs dapat dijatuhi sanksi dalam Undang-Undang Darurat karena memiliki senjata api. Kemudian, penyedia situs juga dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). “Ancamannya sudah pasti berat,” kata Audie.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, dihubungi semalam, mengatakan, dirinya belum tahu betul isi situs sewa pembunuh bayaran yang ditemukan di wilayah Bandung, Jawa Barat. “Saga akan tanyakan dulu ke Bareskrim, situsnya seperti apa dan langkah apa yang akan dilakukan Bareskrim untuk mencegah munculnya situs-situs seperti itu,” kata Saud.

Sebagaimana diberitakan Kompas.com sebelumnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyelidiki dan mengusut adanya jasa pembunuh bayaran yang ditawarkan lewat internet. Selain pembunuhan, di situs itu juga ditawarkan jasa penculikan.

Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo menegaskan, polisi akan mengusut bisnis jasa tersebut. “Itu jelas merupakan pelanggaran hukum. Kalau itu ada, kami akan tindak tegas. Kami pastikan akan usut dan tindak para pelaku maupun pembuat situs tersebut,” katanya seusai dinobatkan sebagai warga kehormatan Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara di Bandung, Rabu (7/3/2012).

Timur menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan langkah tegas sesuai aturan. “Itu suatu hal yang berbeda. Hukum jika itu terjadi,” tegasnya seperti dikutip Kompas.com.

Belakangan ini dunia maya memang dihebohkan dengan munculnya situs yang menawarkan jasa pembunuh bayaran. Berdasarkan penelusuran, salah sate situs yang menawarkan jasa pembunuh bayaran tersebut adalah hitmanindonesia.wordpress.com.

Pada tampilan awal (home) situs tersebut secara terang-terangan tertulis “Menyewakan Jasa Pembunuh Bayaran”. Dalam situs tersebut juga tertulis jelas jika mereka menyediakan tenaga profesional yang terlatih dan tepercaya untuk melayani pesanan pembunuhan atau penculikan.

Beberapa “peraturan” dicantumkan di situs tersebut, antara lain disebutkan: “Metode eksekusi dapat direncanakan bersama atau Anda serahkan semua pada kami”. Untuk sementara, tulis penyedia jasa, mereka hanya melayani sasaran di daerah kota Bandung.

Soal harga juga diberi gambaran. “Harga penculikan lebih mahal daripada harga pembunuhan, karena target masih dalam keadaan hidup”. Ditulis juga: “Harga wali kota tentu berbeda dengan harga pedagang alat elektronik”.

Pihak penyedia jasa menyebutkan sebuah alamat e-mail yang bisa dihubungi konsumen yang berminat memanfaatkan jasa tersebut. Seramnya, mereka memperingatkan agar konsumen tidak memesan hanya untuk main-main.

“Kami tidak akan menerima permintaan yang main-main. Jika Anda menggunakan jasa kami, dan Anda tidak serius, maka Anda tidak akan lolos dari kami,” begitu ancaman mereka.

Kepolisian Negara Republik Indonesia akan menyelidiki dan mengusut keberadaan laman yang menawarkan jasa pembunuh bayaran.

“Itu jelas merupakan pelanggaran hukum. Kalau itu ada, kami akan tindak tegas,” kata Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo seusai dinobatkan sebagai warga kehormatan Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara di Bandung, Rabu (7/3/2012).

Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan langkah tegas sesuai aturan. “Itu suatu hal yang berbeda. Hukum jika itu terjadi,” katanya tegas.

Belakangan ini dunia maya dihebohkan dengan munculnya situs yang menawarkan jasa pembunuh bayaran. Berdasarkan penelusuran, salah satu situs yang menawarkan jasa pembunuh bayaran tersebut di antaranya hitmanindonesia.wordpress.com.

Pada tampilan awal (home) situs tersebut secara terang-terangan tertulis “Menyewakan Jasa Pembunuh Bayaran”. Dalam laman tersebut juga tertulis jelas jika mereka menyediakan tenaga profesional yang terlatih dan tepercaya untuk melayani pesanan serta memiliki kakas dan dukungan orang dalam di militer dan kepolisian.

Laman tersebut juga mencantumkan sebuah akun e-mail yang bisa dikirimkan pesan jika ada yang tertarik menggunakan jasa pembunuh bayaran itu.

Video Kekerasan Cewek Bali Beredar Dimana Korban Yang Tidak Bisa Bayar Hutang Dipukuli, Digunduli dan Ditelanjangi

Sebuah video berisi kekerasan dan pelecehan ala geng nero beredar di Bali. Video berdurasi 5 menit 37 detik itu berisi seorang remaja perempuan yang dikerubuti beberapa teman wanitanya. Seorang diantaranya kemudian menempeleng remaja itu beberapa kali, seorang lainnya menjambak rambutnya dan akhirnya pakaian remaja itu digunting sehingga nyaris telanjang.

Video yang beredar lewat berbagai media sosial seperti Facebook dan Twitter serta Blackberry Messenger di Denpasar itu sudah diunggah ke situs Youtube. Pengunggahnya bernama Mandabrother dengan judul “Kekerasan Cewek Bali.”

Dari pembicaraan yang terekam dengan bahasa Indonesia campur Bali itu, terdengar seorang dari mereka menagih uang sebesar Rp200 ribu kepada korban dengan menggunakan bahasa Bali dan Indonesia. Setelah itu , sejumlah pukulan dilayangkan ke muka korban yang berbaju ungu dan cuma bisa menangis.

Lebih heboh lagi, pakaian korban kemudian digunting sehingga korban tampak hanya mengenakan celana dalam. Kekerasan berlanjut dimana rambut korban pun menjadi korban gunting.

“Masih untung rambut kamu yang dipotong, daripada nyawa kamu!” kata salah-satu pelaku. Kemudian korban didorong hingga tersungkur. Untungnya, saat itu ada seorang ibu yang memergoki mereka sehingga para pelalu langsung kabur dengan motornya.

Terkait dengan peristiwa itu, Kepolisian Daerah Bali masih mempelajarinya. Sementara ini dugaan kuat, persitiwa itu terjadi di wilayah Denpasar dengan melihat plat nomor yang digunakan pelaku yakni, DK 7993 CY dan DK 7904 CH. “Kami akan mendalami video ini,” kata Juru Bicara Polda Bali, Komisaris Besar Hariadi.

Video kekerasan serupa dulu pernah beredar di Pati dengan pelakunya para pelajar wanita pengecut (yang hanya berani main keroyokan sedang kalo lagi sendirian takut) sehingga menamakan dirinya geng Nero alias neko-neko (macam-macam) dikeroyok.

Gadis KA, remaja yang jadi korban dalam video kekerasan oleh kelompok geng motor di Bali menyebut, video kekerasan itu diunggah dan disebarkan kawan-kawannya dalam satu geng motor di jejaring sosial dengan tujuan mempermalukan dirinya. Namun ternyata, kemudian justru membuat kasus ini terungkap.

Menurut KA, aksi kekerasan berujung penganiayaan terhadap dirinya berlangsung Desember 2011 lalu. Para pengeroyoknya, adalah teman-teman KA sesama anggota geng motor “Cewek Macho Performance”. KA mengaku bergabung dalam kelompok itu sejak setahun sebelum dianiaya. ” Itu sudah lama kejadiannya, Desember lalu” kata KA yang ditemui di Denpasar, Selasa 7 Februari 2012.

Seperti diberitakan sebelumnya, video kekerasan remaja perempuan di Denpasar beredar luas di sejumlah situs dan facebook. Video berdurasi 5 menit 37 detik itu berisi kekerasan dan pelecehan ala geng nero terhadap seorang remaja putri yang belakangan diakui KA adalah dirinya.

Dalam video itu terlihat KA dikerubuti beberapa teman wanitanya. Seorang diantaranya kemudian menempeleng remaja itu beberapa kali, seorang lainnya menjambak rambutnya dan akhirnya pakaian remaja itu digunting sehingga nyaris telanjang. Video yang beredar lewat berbagai media sosial seperti Facebook dan Twitter serta Blackberry Messenger di Denpasar itu sudah diunggah ke situs Youtube. Pengunggahnya bernama Mandabrother dengan judul “Kekerasan Cewek Bali.”

Dari pembicaraan yang terekam dengan bahasa Indonesia campur Bali itu, terdengar seorang dari mereka menagih uang sebesar Rp200 ribu kepada korban dengan menggunakan bahasa Bali dan Indonesia. Setelah itu, sejumlah pukulan dilayangkan ke muka korban yang berbaju ungu dan cuma bisa menangis.

Lebih heboh lagi, pakaian korban kemudian digunting sehingga korban tampak hanya mengenakan celana dalam. Kekerasan berlanjut dimana rambut korban pun menjadi korban gunting. “Masih untung rambut kamu yang dipotong, daripada nyawa kamu!” kata salah-satu pelaku. Kemudian korban didorong hingga tersungkur. Untungnya, saat itu ada seorang ibu yang memergoki mereka sehingga para pelalu langsung kabur dengan motornya.

Video kekerasan serupa dulu pernah beredar di Pati dengan pelakunya pelajar wanita yang menamakan dirinya geng Nero alias neko-neko (macam-macam) dikeroyok. Kasus ini kini diselidiki Polisi.

Kapolresta Denpasar Komisaris Besar Pol I Wayan Sunartha masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan terlebih dahulu lokasi kejadiannya. “Apakah kejadian ini benar atau tidak, kami sedang menunggu adanya laporan dari pihak yang mungkin dirugikan dari video tersebut,” katanya, Selasa 7 Februari 2012.

Polisi Umbar Tembakan AK-47 Untuk Bubarkan Massa Debt Collector Yang Akan Serang PT Patumbak Makmur Abadi

Sekitar 40 orang preman menyerbu pool truk PT Patumbak Makmur Abadi di Jalan Alternatif, Cibubur, Depok, Sabtu (17/12). Mereka juga melempari pool tersebut dengan batu.

Penyerbuan ini dilakukan katena pohak perusahaan tersebut tidak mau menyerahkan truk kepada debt collector atau penagih untuk yang diduga pembayarannya bermasalah.Namun beruntung polisi cepat datang sehingga kerusahakan yang lebih parah bisa dihindarkan.Bahkan polisi meringkus lima dari penyerang tersebut.

Menurut Kapolres Depok Komber Pol Mulyadi Kaharni, Jumat kemarin ada penagih hutang mendatangi pool milik PT Patumbak Makmur Abadi. Mereka meminta paksa tiga truk yang diduga pembayarannya kepada leasing bermasalah.Namun permintaan itu ditolak oleh karyawan PT tersebut.

Oleh karena itu, dengan menggunakan minibus dan truk, 40 orang didatangkan dari Tanah Abang, Jakarta untuk mengambil ketiga truk itu. Puluhan orang bersenjata tajam tersebut menyerang PT Patumbak Makmur Abadi tersebut.

Meski diserbur banyak preman, rupanya karyawan PT tersebut berani melawan sehingga nyaris terjadi bentrok.Polisi yang segera datang harus melepas tembakan ke udara untuk membubarkan aksi itu. Bahkan polisi terpaksa menembak mobil Xenia karena mau menambrak polisi.

Kombes Mulyadi Kaharni, Kapolresta Depok mengatakan penyerang mengaku sebagai penagih utang atau debt collector dari perusahaan leasing mobil. “Kita sudah amankan lima orang, dua mobil, beserta puluhan senjata tajam,”katanya kepada wartawan di Polresta Depok, Sabtu (17/12).

Pelaku penyerangan yang diamankan adalah AS, 31, MW, 27, LD, 33, AA, 23, dan RS, 23. “Kini mereka sedang menjalani pemeriksaan di polres,”kata Mulyadi.

Kedua mobil yang diamankan petugas di tempat kejadian mobil yang dipakai debtcollector adalah Dhaihatsu Xenia, B 7301 WI, dan Jeep Mitsubishi Intercooler Turbo 2800, B 805 CH.

Penyerangan terjadi pada pukul 10.00 WIB. Ketika itu pegawai yang sedang melakukan aktifitasnya di dalam pool truk mendadak menjadi ketakutan. “Bos kami, Tarigan, sedang tidak ada di tempat. Kami tidak mengerti apa-apa, hanya ada informasi kalau mereka datang ingin menagih utang mobil”ujar Wanda Ginting kepada wartawan di Polresta Depok.
Sebagai salah satu antisipasi supaya tidak terjadi bentrok antar dua kubu seorang anggota Brimob Kelapa Dua Depok, Briptu Sugito, yang saat itu sedang bertugas menjaga keamanan pool terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara dengan menggunakan senapan otomatis AK47.

Selain itu, AKP Firman Andre, Kapolsek Cimanggis, yang ikut mengamankan kelima debt collector sempat terjadi ketegangan . Saat penyerang melarikan diri mobil Xenia yang dibawa pelaku, nyaris mau membrak petugas . oleha karena itu, aparat terpaksa mengeluarkan tembakan tiga kali tepat mengenai kup mobil sehingga berhenti.

“Kita hanya melumpuhkan mesinnya saja, sampai mobil tidak bisa jalan lagi,”katanya.

Untuk mengamakan lokasi, 50 anggota dari berbagai unit kesatuan dan Sabara Polres Depok diturunkan . Mereka gabungan Polsek Cimanggis dan Polres Depok.”

Tangan Ibu Dosen Universitas Sangga Buana Bandung Nyaris Putus Karena Polisi Lalai Mengamankan Jembatan Yang Rawan Kejahatan

Tangan kanan dosen muda Universitas Sangga Buana Bandung, Dita,26, nyaris buntung akibat disabet golok oleh geng motor di Jembatan Layang Pasupati, Bandung, Minggu malam. Selain itu harta benda korban termasuk motor dibawa kabur oleh pelaku.

Hingga kini korban masih dirawat di RS Bormeus Bandung. Pihak kampus dan mahasiswa meminta supaya polisi lebih serius mengamankan jembatan layang terutama di malam hari karena sering dijadikan aksi geng motor.

Pembantu Dekan Fakultas Adiminstrasi dan Komunikasi USB YPKP Bandung, Dr. H. Atang Syamsudin, ke ‘Pos Kota’ melaporkan, aksi kejahatan yang menimpa dosen Sangga Buana di jurusan Ilmu Komunikasi itu berlangsung Minggu malamn sekitar pukul 21.00.

Korban yang baru menjalni kegiatan di kampus pulang ke arah Setiabudi melalui jalur Flyover Pasupati Bandung menggunakan sepeda motor. Ketika motor korban berada di jembatan layang tersebut, tiba-tiba geng motor yang diperkirakan berjumlah 20 orang masuk ke tengah jalan kemudian mengepung dosen Dita yang sedang mengemudikan motornya. ” Korban berhenti karena jalan ditutup mereka. Bisa dibayangkan seorang perempuan dikepung 20 berandalan,” kata dia.

Saat korban tak berdaya, salah seorang geng langsung menyabet tas korban yang berisi dokumen, HP, dan uang jutaan rupiah. Korban, lanjut Atang, sempat melawan ketika tasnya dijambret.

Namun, anggota geng lain yang melihat rekasi korban bergegas mencabut golok kemudian menyikat tangan dosen tersebut. Masih belum puas, saat korban menangis dan berteriak minta tolong, pelaku menyikat sepeda motornya. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tadi bergegas melapor ke polisi kemudian korban dilarikan ke RS Bomeus Bandung.

” Kami meminta kepada polisi supaya Jembatan Layang Pasupati diperhatikan secara serius terutama di malam hari. Kejadian ini bukan baru sekali tapi sudah belasan kali. Mengapa polisi acuh dan tak melakukan tindakan?” ungkap Atang dengan nada kesal. Sejumlah polisi di Sat Reskrim Polrestabes Bandung mengaku belum menerima laporan kasus Pasupati

Massa FBR Front Betawi Rempug Mengamuk Di Pulo Gadung Karena Tidak Diberi Keistimewaan Sebagai Anggota FBR Berupa Tiket Bus Murah

Bentrokan massa dari Front Betawi Rempug (FBR) dengan beberapa pengurus (PO) bus Pulogadung, Jakarta Timur dipicu oleh penjualan tiket yang mahal kepada salah satu anggota keluarga FBR. Polisi kini telah menahan delapan orang saksi atas peristiwa tersebut.

“Permasalahannya terjadi seminggu yang lalu, ada calon penumpang dari keluarga FBR yang dimintai harga bus yang tidak wajar,” ujar Kapolsek Pulogadung, Kompol Dani Hamdani di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (4/4/2011) malam.

Dari pemeriksaan saksi, lanjut Dani, beberapa orang dari pihak FBR mendatangi pengurus PO Bus Pulogadung. FBR datang dengan niat untuk menyelesaikan masalah tiket yang dikeluhkan oleh keluarga dari pihak anggota FBR tersebut.

“Mereka datang bergerombol dan akhirnya mendapat reaksi dari kelompok pengurus PO bus yang ada di terminal,” kata Dani.

Menurut Dani, polisi saat ini telah menahan 8 orang yang saat ini masih berstatus saksi untuk dimintai keterangan. Untuk mengantisipasi terjadinya aksi tawuran lagi, polisi juga menempatkan 30 Samapta dari Polsek Pulogadung dan satu kompi Samapta dari Polres Jakarta Timur.

“Sampai saat ini juga belum ada laporan tentang adanya korban,” jelasnya.

Berdasarkan pantuan detikcom, puluhan orang dari pihak FBR masih berjaga-jaga di dalam area stasiun Pulogadung. Massa FBR terlihat membawa pentungan yang terbuat dari kayu dan bambu. Di beberapa bagian stasiun masih terlihat pecahan botol minuman yang berserakan. Bus serta penumpang tidak terlihat di dalam terminal ini.

Sejumlah orang dari Front Betawi Rempug (FBR) terlibat bentrok di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

“Iya, ini ada FBR sama preman bentrok. Kita lagi meredam di TKP,” kata Kapolsek Pulogadung Kompol Dani Hamdani ketika dikonfirmasi detikcom, Senin (4/4/2011) malam.

Dani mengatakan, bentrokan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Hingga kini, ratusan aparat polisi berjaga-jaga di lokasi.

“Tidak ada korban jiwa atau kerusakan,” kata Dani.

Belum diketahui apa penyebab bentrokan tersebut. Hingga kini, situasi masih mencekam di sekitar lokasi tersebut.

Gadis ABG Asal Bekasi Dipaksa Layani 7 Lelaki Setelah Keperawanannya Direngut Oleh Calo Tenaga Kerja

MAWAR (17), bukan nama sesungguhnya, anak dari warga Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi mengaku dijebak tetangganya sendiri. Diiming-imingi bekerja sebagai pembantu rumah tangga, ternyata perempuan belia itu diperkosa perantara dan dijual kepada pengelola diskotik di Mangga Besar, Jakarta Barat.

Selama sepekan keluar dari rumah orangtuanya, perempuan berusia 17 tahun yang berasal dari Suradadi, Tegal, Jawa Tengah itu dipaksa melayani tujuh lelaki tanpa ampun. “Saya tidak tahan diperlakukan begitu, makanya saya minta pulang,” tutur Mawar membuka percakapan.

Awalnya, cerita Mawar, dia diiming-imingi Eni (28), salah satu tetangganya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. “Saya dijanjikan akan dapat bayaran lumayan untuk kerja di rumah kenalan dia,” kata Mawar.

Eni pun mengenalkan Mawar pada Sesil (25) yang mengaku berasal dari Brebes, Jawa Tengah. Oleh Sesil, Mawar kemudian diperkenalkan kepada kerabatnya yang bernama Sutarno (35). Senin (14/3) malam, Mawar dibawa menginap di rumah Sesil di Jalan Flamboyan, Perumnas I RT8/10, Bekasi Selatan. “Di rumah Sesil itu, saya diperkosa Sutarno dua kali. Saya nggak berani melawan karena diancam dibunuh,” kata Mawar.

Selasa (15/3) pagi, dia pun dibonceng Sutarno ke kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. Mawar kemudian dititipkan kepada Mami Lily, pengelola salah satu diskotik di kawasan itu. Selama sepekan di diskotek itu, Mawar tak boleh absen melayani nafsu para tamu diskotek.

“Hari pertama saya dipaksa melayani orang Papua, hari kedua melayani orang Ciamis dan hari berikutnya orang-orang Cina. Pernah satu kali, sehari harus melayani dua orang sekaligus. Setiap kali saya berontak, saya diancam mau dibunuh Mami Lily. Dibilangnya saya sudah dibeli Rp5 juta sama si Mami,” tutur Mawar sembari terisak

TSN (37), perempuan asal Cilodong, Kota Depok, diamankan ke Polres Bogor karena diduga terlibat dalam kasus penjualan anak baru gede (ABG) atau trafficking. SN digelandang ke Polres Bogor, Selasa (22/3) malam karena telah membawa Bunga (19) ABG asal Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Oleh SN, Bunga kemudian dijual ke seorang bos dan dipekerjakan di sebuah Kafe dan Karoeke di Biak, Papua.

Kasus penjualan ABG itu terungkap setelah MD (45), orangtua Bunga, mendapat pesan yang dikirim melalui SMS, yang mengatakan kalau dirinya tengah berada di sebuah Kafe di Biak, Papua. Melalui SMS tersebut, Bunga juga mengaku kalau dirinya ingin segera pulang karena sudah tidak betah. “katanya dia tidak boleh keluar dari mess. Yang bikin anak saya curiga, karena anak saya disuruh suntik KB,” ujar MD kepada polisi.

Mendengar pengaduan dari anak bungsunya, MD kemudian khawatir dan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor. Berdasarkan laporan MD yang diperoleh dari anaknya, Polisi kemudian bergerak cepat dengan mengamankan SN di rumahnya.

Kepada polisi, SN mengaku sudah mengirim perempuan yang akan dipekerjakan di Biak, Papua, sejak tiga bulan yang lalu. “sudah sejak 3 bulan yang lalu sampai sekarang sudah 8 orang saya kirim ke sana,” kata SN kepada polisi.

SN berdalih sudah memberitahu apa yang akan dikerjakan para korbannya selama di Papua.