Cerita Kriminal

Entries categorized as ‘kekerasan pada wanita’

Seorang Anak Berumur 10 Tahun Tega Membunuh Ibunya Karena Kesal

Oktober 14, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang siswa sekolah dasar berinisial M (10) mengaku membunuh ibu angkatnya, Ety Rochyati (55). M mengaku kesal karena sering dimarahi.

Kasus ini berawal dari penemuan jenazah Ety di selokan belakang rumahnya di Jalan Sembung I Nomor 137, RT 01 RW 07 Kompleks Perumahan Angkatan Darat, Cibubur, Jakarta Timur (Jaktim), Selasa pukul 05.00.

Jenazah ditemukan polisi setelah suami korban, Amir Hamzah (57), dan anaknya, Zulkarnaen Iskandar (28), pukul 01.00 melapor ke Polsek Metro Ciracas bahwa korban hilang sejak hari Minggu (11/10). Polisi menemukan korban dalam selokan selebar sekitar 40 sentimeter di belakang rumah. Ketika ditemukan, polisi melihat tiga titik luka akibat benda tumpul di kepala belakang korban. Selain itu, ada sebilah pisau menancap di pinggang kiri tanpa noda darah. Itu karena, Ngadiyo menduga, pisau ditikamkan ke tubuh korban setelah korban meninggal.

Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jaktim, untuk diotopsi. Selasa malam, jenazah sudah ada di rumah duka.

Menurut Hadi Suhaedi (49), sekretaris RT setempat, jenazah akan dimakamkan di pemakaman Pondok Ranggon, Jaktim. ”Keluarga tinggal menunggu kakak kandung almarhumah tiba dari Palembang,” ucapnya.

Menonton televisi

Ngadiyo menjelaskan, hari Minggu pukul 07.00 Amir keluar rumah mengantar Zulkarnaen kembali ke Bandung. Amir hanya mengantar anaknya sampai sekitar Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jaktim.

Ngadiyo menduga, saat itulah M, seperti pengakuannya kepada polisi, memukul ibu angkatnya dari belakang dengan balok kayu satu kali, lalu memukul lagi dengan martil dua kali.

”M mengaku melakukan hal itu saat ibunya menonton televisi, yaitu saat Amir dan Zulkarnaen meninggalkan rumah,” kata Ngadiyo. ”Pelaku pembunuhan adalah orang dekat korban. Sampai sekarang M baru kami tetapkan sebagai saksi kunci. Sekarang dalam penanganan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak,” papar Ngadiyo.

Amir tiba di rumahnya pukul 11.00. Ia mendapati rumah sudah kosong, terkunci. Ia mengira istrinya sudah berangkat ke hajatan di Bekasi. Amir pun memberi tahu tetangga bahwa ia akan ke Bekasi menyusul istrinya.

Karena di tempat hajatan Amir tidak menemui Ety, ia menelepon Zulkarnaen memberi tahu bahwa Ety hilang. Keduanya lalu melaporkan ke polisi, termasuk menghilangnya M.

Menurut Ngadiyo, M adalah anak Nias. Seluruh keluarganya tewas saat tsunami menerjang Nias. Dua tahun terakhir, ia diangkat anak oleh Amir dan Ety.

Sejumlah warga, termasuk Hadi, mengatakan, sampai pukul 22.00 hari Minggu lalu, rumah Amir gelap tanpa penghuni. Mereka sempat melihat M tidur berpindah-pindah di emperan rumah warga. Saat berjalan, M seperti kebingungan. Warga lalu menitipkan M ke seorang guru mengaji sampai akhirnya dibawa ke Polsek Metro Ciracas hari Selasa kemarin.

Kategori: kejahatan anak · kekerasan pada wanita · psikopat

Mahasiswi Trisakti Dibunuh di Apartemen Meditarenia Tower 2

September 20, 2009 · 1 Tanggapan

Mahasiswi Trisakti ditemukan tewas di Apartemen Meditarenia Tower 2,  Jakarta Barat, Sabtu tengah malam tadi. Diduga kuat, Novita Purnamasari jadi korban pembunuhan sekaligus perampokan.

Pasalnya di leher korban ada dua luka bekas tusukan senjata tajam dan di paha depan dan belakang. Sementara HP Blackberry nya hilang dan hingga sekarang sulit dihubungi.

Korban diduga dibunuh tiga hari lalu.Saat ditemukan tertelungkup di apartemennya Nomor 31 EJ sudah membusuk. Tidak itu saja, sejak Kamis lalu teman-teman dan keluarga sudah tidak bisa menghubungi gadis berusia 19 tahun ini lewat selulernya.

Olehkarena itulah, curiga ada apa-apa terhadap Novi beberapa temannya tadi malam sekitar pukul 24.00 mendatangi kamar Novi di Apartemen Mediterania tersebut.

Namun, baru saja mau masuk ke kamar korban, bau busuk langsung menyengat dari dalam . Hal itu lalu dilaporkan kepada keamanan apartemen.

Yakin ada yang tidak beres, kejadian itu juga dilaporkan ke Polres Jakarta Barat,

Polisi lalu membuka kamar tersebut dan ternyata Novi sudah menjadi mayat. Untuk pengusutan lebih lanjut jenazahnya dikirim ke RSCM

Kategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan · perampokan

Masih Disekolah Dasar Sudah Pintar Berbohong dan Memperkosa Beramai-ramai Anak Gadis Teman Sekolah

April 17, 2009 · 8 Tanggapan

Tiga pelajar SD dilaporkan ke polisi karena diduga memerkosa teman satu sekolahnya, di Cematan Buay Madang, OKU Timur, Sumatera Selatan.

Korban, sebut saja Melati,10, penyandang cacat tuna rungu. Siswa SD kelas 3 Desa Negeri Ratu, OKU Timur, diperkosa temannya pada Selasa (14/4), seusai pulang sekolah.

Korban dicegat tiga teman satu sekolah yakni Irh,10, Cdr,13, dan Sah,11 dan diseret ke semak-semak, lalu diperkosa.

Pelaku diperiksa di Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Namun, saat diperiksa, Cdr mengaku tidak melakukan perkosaan.

“Kami tidak melakukan yang itu. Kami balik sekolah sama-sama dan sempat mengganggunya dengan kata-kata. Dia lari pulang melewati jalan pintas,” katanya Cdr kepada polisi.

Untuk membuktikan perkosaan itu, Melati dibawa ayahnya ke Puskesmas untuk pemeriksaan. Dari hasil visum diketahui alat vital korban robek.

Kapolres OKU Timur AKBP ML John Mangundap SH SIK kepada wartawan di Martapura, Kamis, mengatakan, ketiga siswa SD yang dilaporkan memperkosa itu sudah diperiksa.

“Tiga orang siswa itu kita panggil untuk dimintai keterangan dengan didampingi orangtua dan pejabat desa,” katanya.

Kategori: kejahatan anak · kekerasan pada wanita · pelecehan seksual · psikopat

Bapak dan Anak Menyekap dan Memperkosa Anak Gadis Selama 2 Hari dan Kemudian Menawarkan Pada 7 Orang Teman Untuk Ikut Menikmati

April 6, 2009 · 7 Tanggapan

Tujuh pemerkosa gadis Mag,21, anak pensiunan polisi, ditangkap Satreskrim Polresta Bandung Barat, di Jalan Gempolsari Bandung, Minggu.

Dari tujuh tersangka yang kini ditahan, dua di antaranya bapak dan anak yang diduga kuat turut memperkosa. Tersangka yang ditangkap AK,47, SE,21, Ki,25, WR,36, YA,19, EP,24 dan ZA,35.

“Anak saya duluan yang memperkosa. Kemudian selang beberapa jam, giliran saya. Awalnya saya tak tahu kalau anak duluan mencicipi, saya pikir saya yang pertama setelah saya coba baru akan saya tawarkan pada anak saya, eh ternyata anak saya lebih jago” kata tersangka AK saat ditanya di Mapolwiltabes Bandung.

Korban diperkosa setelah disekap selama dua malam di kamar kontrakan. Buntut dari kasus ini, tersangka AK menyarankan kepada anaknya SE mempertanggungjawabkan perbuatannya karena SE lah yang menikmati keperawanan korban.

“Mudah-mudahan anak saya mau menikahi korban sebagai rasa tanggungjawab, sehingga saya tidak perlu dipenjara karena hal sepele macam ginian.” kata AK yang berprofesi sebagai pengakut sampah.

MEREBUT HP
Kasat Reskrim Polresta Bandung Barat, AKP Reynold Hutagalung menjelaskan, pemerkosaan terjadi 20 Maret lalu, saat korban melewati kamar kontrakan KI di Jalan Gempolsari Bandung.

Dalam pemeriksaan, kata Kasat Reskrim, tersangka Ki mengaku memperkosa korban dua kali dalam satu jam karena korban tetap telanjang sambil menangis dan tidak segera mengenakan pakaiannya setelah selesai diperkosa hingga nafsunya bangkit kembali. Kemudian dia menawar-nawarkan korban ke tersangka lain.

Usai memperkosa, para tersangka kabur. Dalam kondisi sempoyongan, korban pulang ke rumah orangtuanya.

Korban melaporkan ke Polresta Bandung Barat. Tim polisi menangkap ketujuh tersangka. Tersangka dijerat pasal 285 dan pasal 332 atau pasal 55 KUH Pidana, ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Kategori: kekerasan pada wanita · pelanggaran HAM · pelecehan seksual · pemerkosaan · penculikan · perzinahan · psikopat

Mayat Wanita Dengan Kedua Payudara Ditembak Ditemukan Di Pinggir Jalan Tol Kebon Nanas

April 4, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mayat wanita korban pembunuhan ditemukan dalam karung di pinggir pintu tol Kebon Nanas, Tangerang, Jumat (3/4). Di tubuhnya terdapat luka sayatan dan tusukan, bahkan di kedua buah dadanya terdapat dua lubang seperti bekas tembakan.

Dede Sulaeman, 40, yang pertama kali menemukan karung berisi mayat wanita tersebut. Dede yang berprofesi sebagai satpam curiga saat melihat karung plastik teronggok di pinggir jalan. Rasa penasaran memicu warga Serpong, Tangerang, ini untuk mendekati karung berwarna putih itu. Bau anyir langsung tersengat begitu karung didekati.

“Setelah saya periksa ternyata isinya mayat,” ujar Dede yang langsung memanggil warga sekitar. Dalam sekejap, ratusan warga Kampung Kebon Mangga, Kelurahan Panungganga, Cipondoh, Tangerang, berkumpul di lokasi.

Petugas Polsekta Cipondoh yang datang ke TKP memeriksa mayat yang diperkirakan berusia antara 30-40 tahun itu. Hasil identifikasi petugas menyebutkan, korban memiliki rambut pendek, tinggi sekitar 155 cm, dengan berat badan 50 kg.

Kulitnya yang berwarna putih dihiasi sejumlah luka sayatan dan tusukan. Terkait dua lubang di kedua buah dadanya yang seperti luka bekas ditembak, Kapolsek menegaskan kalau luka tersebut akibat terkena senjata tajam. “Itu luka tusuk, kalau ditembak lukanya akan tembus ke belakang,” jelasnya.

Ia menambahkan, korban diduga dibunuh di tempat lain setelah itu jasadnya yang dikemas dalam karung dibawa menggunakan mobil lalu dilempar dari atas tol. .”Saat ini kami masih mengusut identitas korbannya setelah itu baru mengarah ke pelaku,”jelasnya.

Guna keperluan penyelidikan, jasad wanita malang itu selanjutnya dibawa ke RSUD Tangerang untuk diautopsi. Kapolsek mengimbau warga yang merasa kehilangan keluarganya agar melapor ke Polsek atau melihat mayatnya di RSUD.

Kategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan · penganiayaan

Seorang Ayah Dan Ibu Bekerjasama Menjadikan Anak Kandungnya Budak Seks Keluarga

April 3, 2009 · 7 Tanggapan

Malang nian nasib Bar. Gadis usia 10 tahun ini tidak hanya jadi budak seks ayah kandungnya. Selama dua tahun! Dia juga sering disiksa ibu yang melahirkannya.

Memang perbuatan suami istri ini sungguh keterlaluan. Ditakut-takuti akan menjadi anak durhaka, bocah perempuan 10 tahun dipaksa melayani nafsu bejat ayah kandungnya,Parahnya, sang ibu yang mengetahui kejadian itu, justru mendiamkannya.

Geram terhadap perbuatan keluarga itu, warga setempat berbondong-bondong melaporkannya ke polisi. Kedua orangtua bejat itu lalu dicokok polisi dari rumahnya di kawasan Lubang Buaya, Jaktim, Rabu (1/4) malam.

Tersangka Sad, 32, sopir angkutan umum ini kini mendekam di tahanan Polres Metro Jaktim. Begitu pula NP, istrinya. Sedangkan Bar, sulung dari tiga bersaudara bakal adi tanggungan negara.

Warga Lubang Buaya, sebenarnya sudah lama curiga melihat tingkah Bar. Bocah perempuan hitam manis itu sering menyendiri di luar rumah, sekalipun hari hujan. Ia juga tampak ketakutan saat ayahnya berada di rumah. “Kalau ada bapaknya, Bar tak berani masuk rumah,” ungkap Era, warga setempat.

Sekali waktu, seorang kerabat pasangan itu menyampaikan ucapan NP yang mengaku suaminya sering mencabuli Bar. Bahkan, pedagang sayur itu mengatakan lebih baik kehilangan anaknya daripada harus kehilangan suaminya. Mendengar hal itu, warga geram. Namun, mereka tak berani bertindak karena tak ada bukti.

Minggu (31/3) siang, warga melihat Bar di luar rumah seperti orang bingung. Warga memanggilnya. Semula, bocah itu tak mau bercerita. Namun, setelah seorang ibu tetangganya membujuk, tangisnya meledak. Ia mengaku telah ditiduri ayahnya sejak dua tahun lalu saat umurnya masih 8 tahun.

Setelah mendapat pengakuan dari korban, sejumlah ibu rumah tangga melaporkannya ke tokoh masyarakat setempat. Tanpa sepengetahuan bapak-ibunya, Rabu (1/4) siang, sejumlah warga membawa Bar ke Polres Metro Jaktim. Bocah itupun divisum di RS Polri Kramatjati.

Seharian anaknya tak pulang, NP dan Sad mencari-cari Bar. Namun, tetangga menutupinya dengan mengatakan Bar tengah main.

Pasangan itu tak berkutik saat sejumlah polisi dipimpin Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) AKP Grace Harianja meringkus keduanya di rumahnya, Rabu (2/4) sekitar Pk. 22:00.

“Ibunya mengetahui tindakan suaminya namun hanya mengingatkan agar suaminya tak bertindak gila,” jelas Era.

Bukannya mencegah aksi bejat itu, NP malah memperlakukan Bar layaknya seorang pembantu. Bocah yang berhenti sekolah saat duduk di kelas 4 SD itu setiap hari harus mencuci, memasak dan memomong dua adik perempuannya berusia 5 tahun dan 3 tahun. “Kalau marah, ibunya menjambak rambut Bar. Jika anaknya jatuh, ibunya menginjak bahkan menyiram air ke anaknya,” jelas Ny, Limah, warga lainnya.

MENJADI ANAK NEGARA
Menurut Grace, pelaku yang sering mabuk mengaku khilaf saat mencabuli anaknya. Ia pun dituduh melanggar Pasal 81 UU Perlindungan Anak tentang pencabulan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Selain itu, ibu korban juga terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp100 juta karena melanggar pasal 78 UU Perlindungan Anak No:23/2002 dengan membiarkan korban yang seharusnya mendapat pertolongan.

Wanita yang telah tiga kali menikah ini mengaku membiarkan aksi suaminya lantaran khawatir suaminya masuk penjara hingga tak ada yang mencari nafkah.

“Saat ini korban dalam kondisi sangat trauma,” ungkap Grace. “Karena kedua orangtuanya bersalah maka korban bisa menjadi anak negara dan menjadi tanggungan negara.

Ketua Komnas PA (Komisi Nasional Perlindungan Anak), Seto Mulyadi, mengatakan polisi seharusnya juga membawa korban untuk memulihkan kondisi psikologisnya. “Ia bisa tinggal di Rumah Perlindungan Anak di Bambu Apus,” jelasnya.

Menurut Seto kemiskinan bukan alasan untuk melakukan pelanggaran terhadap anak. Ia mengatakan niatnya untuk bertemu dengan korban dan kedua adiknya.

Kategori: kekerasan pada wanita · paedofilia · pelanggaran HAM · pelecehan seksual · pemerkosaan · perzinahan · psikopat

Bernadet Elen Dibunuh Akibat Berpacaran Dengan Dua Pria Sekaligus Alias Cinta Segitiga?

April 2, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pembunuhan Maria Fransisca Bernadet Elen Sutjiadi, gadis cantik yang dihabisi di Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, diduga dilatarbelakangi cinta segitiga. Wajah si pelaku ada di akun Elen di situs jejaring sosial Facebook.

Polisi menduga, motif pembunuhan Elen adalah cinta segitiga. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes M Iriawan, Rabu (1/4), mengatakan bahwa Elen dan si pembunuh punya hubungan asmara. Di sisi lain, mantan bintang iklan produk kosmetik ini juga memiliki hubungan asmara dengan Rian. Meski demikian, kata Iriawan, polisi belum menangkap pelaku pembunuhan Elen karena keberadaannya tidak diketahui. Hanya saja, polisi telah membuat sketsa wajah si pelaku berdasarkan fotonya yang ada di akun Elen di Facebook, situs jejaring sosial yang sedang digandrungi jutaan orang.

Menurut Iriawan, pada hari tewasnya Elen, Selasa (17/3), pemuda itu berada di Pacific Place dan tertangkap kamera keamanan (CCTV). Pemuda ini naik-turun lantai enam dan delapan lewat lift serta tampaknya sangat gelisah.

Ketika polisi memeriksa rekaman CCTV tersebut, wajah si pemuda ini tak tampak dengan jelas. Namun, pemuda ini memiliki ciri khas yakni mengenakan kalung besar sehingga terlihat mencolok.

Polisi kemudian memeriksa akun Elen dan menemukan si pemuda berkalung tersebut di daftar teman Elen. Berdasarkan dua gambar tersebut, polisi kemudian membuat sketsa wajahnya untuk disebarkan ke kantor-kantor polisi. Pemuda yang tempat tinggalnya belum diketahui pasti ini berkenalan dengan Elen lewat Facebook. “Sampai sekarang keberadaan pelaku belum diketahui,” kata Iriawan.

Seperti diketahui, mayat Elen ditemukan di tangga darurat antara lantai enam dan tujuh Pacific Place, mal mewah di sebelah hotel papan atas The Ritz Carlton di pusat bisnis SCBD, Selasa (17/3) lalu. Mayat Elen dengan luka sayat pada leher dan perut ditemukan sekitar pukul 19.00 oleh petugas kebersihan.

Polisi menduga karyawati PT Abbott, perusahaan farmasi, ini dihabisi dua hingga tiga jam sebelum mayatnya ditemukan. Lokasi pembunuhan tersebut cukup sepi karena bukan akses publik.

Dalam menyelidiki kasus ini, polisi memeriksa teman-teman dekat korban. Sesuai keterangan keluarga Elen yang tinggal di Tangerang, Rian adalah pacar Elen. Rian pun hadir di rumah duka maupun pemakaman Elen di Pondokranggon, Jakarta Timur.

Namun, polisi mendapat informasi bahwa Elen juga memiliki hubungan dekat dengan pemuda lain selain Rian. Menurut seorang penyidik di Polda Metro Jaya, dua pemuda teman dekat Elen, salah satunya Rian, sudah dimintai keterangan. Namun, mereka memiliki alibi yang kuat sehingga tidak dicurigai sebagai pelaku pembunuhan.

Penyidik tersebut menambahkan, Elen yang memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pemuda, termasuk Rian, belum memutuskan siapa di antara pemuda itu yang jadi pacarnya. Bisa jadi, sikap Elen ini membuat salah satu pemuda tersebut sakit hati sehingga nekat menghabisi Elen.

Seseorang yang dekat dengan keluarga Elen juga mengatakan bahwa Elen, saat bekerja di sebuah bank swasta terkenal, disukai oleh bosnya. Namun, Elen menolak cinta sang bos. Dia pun keluar dari bank swasta itu dan mencari tempat kerja baru.

Pemuda berinisial AM yang diduga terlibat kasus pembunuhan Elen adalah seorang fotografer yang bekerja pada sebuah agency. Elen pun tergabung di dalamnya.

Saat dikonfirmasi, Kasat Jatanras Direskrim Ajun Komisaris Besar Polisi Nico Afinta tidak membantah ataupun membenarkan hal tersebut. “Dia memang teman kerja Elen,” ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (2/4) malam. Saat penangkapan di kediaman AM di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, siang tadi, Polisi juga menemukan sejumlah foto Elen yang disimpan oleh AM.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, selain menjadi karyawan di PT AbbotIndonesia,  Elen juga menjalani profesi sebagai model. Wanita bernama lengkap Maria Fransisca Bernadeth Elen itu pernah membintangi sebuah iklan kosmetik di televisi.

Sebelumnya, Warga Perum Medang Lestari, Tangerang, itu ditemukan tewas dengan muka penuh darah kering di tangga darurat lantai enam menuju lantai tujuh. Wanita cantik itu ditemukan petugas kebersihan kompleks pertokoan mewah tersebut.

Kategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan · psikopat

Peristiwa Pembunuhan Maria Fransisca Bernadette Helen Di Mal Pacific Place Terekam Kamera CCTV

April 2, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sejumlah orang yang terekam dalam kamera CCTV di Mal Pacific Place, kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diperiksa petugas Polda Metro Jaya. Ini terkait pembunuhan Maria Fransisca Bernadette Helen alias Ellen, 22.

Dari mereka, polisi mengaku berharap ada yang mengenali pelaku pembunuhan. “Orang-orang tersebut diperkirakan ada yang mengenali wajah pelaku pembunuhan Ellen,” kata Kasat Jatanras, AKBP Nico Afinta, Kamis (2/4).

Nico mengelaskan, pihaknya mencurigai seorang lelaki sebagai pembunuh Ellen. Dalam kamera CCTV, lelaki ini beberapa kali terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian. “Ada kemungkinan pelakunya orang itu,” ungkapnya.

Ellen ditemukan tewas dengan dengan luka tusuk di leher dan perut di tangga darurat menuju lantai 7 Mal Pacific Place pada 17 Maret lalu.

Polisi mengaku sedikit kesulitan untuk mengungkap kasus ini karena tidak ditemukannya jejak pelaku. Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. M Iriawan melontarkan dugaannya bahwa motif pembunuhan Ellen berlatarbelakang asmara cinta segitiga (Pos Kota, 2/4), setelah pihaknya menyelidiki kamera CCTV dan situs jejaring facebook milik korban.

Kategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan

Pemulung Cilik Tanpa Penyesalan Membunuh Wanita Penolongnya Untung Tidak Sampai Diperkosa

Maret 31, 2009 · 3 Tanggapan

Istri pejabat Kantor Imigrasi Bogor tewas dibantai pemulung cilik di rumahnya, Jl. Darulung Raya RT 02/07 Perum Bantarjati Indraprasta, Kota Bogor. Pembantunya juga sekarat dibabat pakai pisau dan gaco sampah.

Ny Bianstuti Caniago 46, istri Kasubsi Forsakim Imigrasi Bogor, Muchlis Amri,48, jantung dan tangannya tertembus sabetan alat gaco oleh pelaku. Ia sempat dibawa di RS Azra Bogor, namun nyawa ibu empat anak ini tak tertolong.

Wanita pembantunya, Soliyem, 43, alias Iyem luka parah di kepala, dada, tangan, pundak dan tangannya. Pelakunya, Junaedi,13, sudah lama kenal dengan keluarga korban dan selama ini sering dibantu. Dia ditangkap warga tak lama setelah kejadian.

Peristiwa sadis Senin (30/3) ini, berawal ketika Junaedi masuk ke rumah korban sekitar Pk. 11:00 dan hendak mengambil DVD. Aksinya kepergok Iyem, pembantu korban. Dia langsung mengayunkan gaco hingga mengenai tangan Iyem.

Korban lari ke dalam rumah sambil berteriak minta tolong tapi dikejar. Bagai kerasukan setan pelaku menikam dan membabat tubuh wanita itu pakai pisau yang ada di dapur.

Ny Bianstuti yang saat itu baru selesai mandi, keluar dari kamar mandi dengan hanya menggenakan handuk. Belum sempat bertanya, pelaku menyerang membabi buta.

DISERAHKAN KE POLISI
Ibu empat anak, Muhamad Arief, Isti, Usti dan Amirul Akbar ini, terkapar bersimbah darah. Saat kejadian di dalam rumah hanya ada Ny Bianstuti dan Iyem, sedangkan Muchlis Amri sudah berangkat kerja dan keempat anaknya sedang sekolah.

Warga sekitar berdatangan ke rumah korban, termasuk Ketua RT 02 Sudrajat. ”Ketika saya tiba, warga lainnya sedang mengejar pelaku,” kata Sudrajat.

Junaedi, bocah yang hanya sekolah sampai kelas IV SD ini diserahkan ke polisi. Dia mengaku sudah berencana membunuh Ny Bianstuti sejak Minggu (29/3). Dia dendam karena meminta sepeda bekas yang tak dipakai tapi tolak.

Bocah yang tinggal di Tegalega Bogor Tengah ini mengatakan memulung mengikuti jejak bapaknya karena hidup melarat. Ibunya juga banting tulang menjadi tukang cuci pakaian.

”Sebetulnya Ibu Bianstuti sangat baik ke saya. Sering ibu dan bapak ngasih uang, kalau saya habis bantu membersihkan barang bekas di rumah. Tapi saya tidak menyesal membunuh ibu,” kata anak ke-10 dari 11 bersaudara pasangan Uci,55, dan Ny Ati,49, tersebut.

TELAH MEMAAFKAN
Muchlis Amri, suami korban yang datang ke rumah sakit juga mengakui Junaedi selama ini dekat dengan keluarganya. Meski kelihatan terpukul dengan peristiwa ini, Muchlis tampak tabah.

”Saya tidak tahu motifnya apa kenapa dia tega membunuh istri saya. Yang jelas, saya dan anak-anak telah memaafkan. Balas dendam, bukanlah solusi,” ucap Muchlis.

Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah didampingi Kapolsek Bogor Utara, AKP Saryono menegaskan pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP dan kemungkinan pasal 365 tentang perampokan.

”Ancaman pidananya 20 tahun atau hukuman mati, walau usianya masih 13 tahun. Pasalnya, perbuatannya mengakibatkan nyawa orang lain meninggal. Kami juga akan melakukan tes mental kepada pelaku serta menyilidiki latar belakang keluarganya,” tandas Irwansyah.

Kategori: kejahatan anak · kekerasan pada wanita · pembunuhan · perampokan · psikopat

Bernadette Helen Karyawati PT. Abbot Dibunuh Di Pacific Place Motif Diduga Hubungan Asmara

Maret 19, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Bernadette Helen, 20 tahun, ditemukan tewas dengan luka di leher dan perutnya. Jasad Helen ditemukan di tangga darurat antara lantai 6 dan 7 Mall Pacific Place, Jakarta Selatan, pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 WIB. Helen diduga kuat menjadi korban pembunuhan karena ditemukan sejumlah luka di tubuhnya.

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Firman Shantyabudi mengatakan ada luka di leher dan perut Helen. Luka itu fatal dan menyebabkan kematian korban. Namun Firman belum berani mengungkapkan motif pembunuhan itu.

Ia menampik dugaan perampokan karena barang-barang pribadi milik Helen, seperti kalung dan liontin, masih ada. Begitu pula dengan tindak kekerasan seksual. “Tak ada tanda-tanda itu (pencabulan),” katanya.

Polisi, menurut Firman, kini tengah memeriksa beberapa saksi plus alat bukti seperti rekaman kamera pengintai (CCTV). Penyidik rencananya juga akan meminta keterangan dari pihak Pacific Place. Untuk mengungkap penyebab kematian, jasad Helen kemarin diotopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Menurut Leo Tirayoh, salah satu kerabat korban, pihak keluarga mengetahui kematian Helen pada Rabu pagi saat dikabari polisi. Mereka mulai kehilangan kontak dengan Helen sekitar pukul 17.00 WIB Selasa kemarin. Pagi harinya Helen masih masuk kerja dan sempat mengontak ibunya pada pukul 08.25 WIB. “Tapi tak ada masalah saat itu, ia mengaku baik-baik saja,” kata Leo saat ditemui di RSCM.

Leo menambahkan, Helen, sulung dari tiga bersaudara anak pasangan Lenny Kosasih dan Eddy, pernah bekerja di Bank Central Asia (BCA) cabang Pondok Indah sebagai staf pemasaran. Sehari-harinya, Helen indekos di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sedangkan keluarganya tinggal di Medang Lestari Karawaci Legok, Tangerang. “Karena kerjanya jauh, ia indekos,” tutur Leo, yang juga rekan sekerja Lenny, ibunda Helen.

Menurut ayah korban, Eddy Sutjiadi, Helen kini bekerja sebagai tenaga pemasaran di PT Abbott, perusahaan farmasi dan barang konsumsi. Setelah selesai diotopsi, jasad Helen dibawa oleh keluarga ke persemayaman Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat

Bernadette Hellen (21), karyawati sebuah perusahaan farmasi di Jakarta Selatan, ditemukan tewas dibunuh di Pacific Place Mall di antara tangga darurat lantai 6 dan 7. Jenazah ditemukan petugas kebersihan gedung, Selasa (17/3) pukul 19.00.

Korban dibawa dan diotopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Rabu pukul 00.01. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka Rumah Sakit Sumber Waras pukul 17.30.

”Ia bekerja sebagai sekretaris di perusahaan farmasi. Saya tidak punya firasat apa-apa dan baru dikabari polisi Rabu pagi,” kata Eddi Sutjiadi, ayah Hellen.

Lia Andalia, teman ibu korban, mengutip keterangan keluarga, menjelaskan, wajah korban berlumur darah dan terdapat luka.

Zulhasmar Syamsu, dokter yang mengotopsi Hellen, kemarin, menjelaskan, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Eddi Sutjiadi-Lenny Kosasih ini mengalami gegar otak parah.

Ditemukan luka tusukan di leher kiri dan perut bagian atas. Otopsi berlangsung selama satu jam. Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Firman Shantyabudi menduga, korban dibunuh pada Selasa sekitar pukul 15.00.

Nyonya Merry (60), kerabat Hellen, mengatakan, cucu luarnya (cucu dari adiknya) itu anak yang baik. ”Tiap dua atau tiga bulan kami bertemu. Keluarga besar Hellen berasal dari Palembang,” katanya.

Seorang pria yang diduga teman dekat Hellen terlihat terpukul dan sempat memukuli dinding untuk melepas kesedihan. Sebagian besar pelayat yang datang ke kamar jenazah RSCM adalah rekan ibu Hellen yang bekerja di salah satu perusahaan pengembang. Keluarga Hellen tinggal di perumahan di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang.

Perhiasan masih utuh

”Dompet dan telepon genggam korban tidak ada. Tetapi, perhiasan yang dikenakan masih utuh,” tutur Firman.

Petugas kebersihan yang menemukan jenazah Hellen diperiksa Kepolisian Sektor Metro Kebayoran Baru. Menurut saksi, saat ditemukan, wajah korban berlumur darah.

Monica dari Bagian Humas Pacific Place Mall mengatakan, lantai 7 adalah ruang mesin, bukan jalan umum atau ruang publik. ”Orang ke sana hanya untuk menyimpan perangkat mesin,” ujarnya saat ditemui di lobi gedung yang berada di Sudirman Central Business District itu.

Setiap gang dan tangga gedung dilengkapi monitor televisi. Kini rekaman gambar diperiksa polisi. Azis, sopir keluarga korban, mengatakan, Hellen pernah didekati pria di tempat kerja yang lama. Namun, perhatian pria itu tidak ditanggapi Hellen

Kategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan