Category Archives: kekerasan pada wanita

ABG Umur 17 Tahun Di Rampok dan Diperkosa Didepan Orangtuanya

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, demikian ungkapan yang dialami SA (49) seorang Petani di Kecamatan Peranap kabupaten Indragiri Hulu ini. Selain menjadi korban perampokan, anak gadisnya pun diperkosa. Tragisnya lagi pemerkosaan tersebut dilakukan pelaku di depan mata kepalanya sendiri.

Todongan senjata tajam berupa parang di lehernya membuat SA tak mampu melawan tak pasrah atas perbuatan bejat para pelaku. Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Kamis (3/7) mengatakan, korban SA (49) yang berprofesi sebagai petani tersebut mengalami perampokan di rumahnya saat tengah tertidur pulas.

“Kasus ini terjadi pada Senin (1/7) lalu sekitar Pukul 01.30 WIB dini hari menjelang sahur, di Blok C Desa P Wangi Kecamatan Peranap kabupaten Inhu, saat ini petugas tengah memburu para pelaku,” kata Guntur.

Peristiwa tersebut bermula saat SA tengah tertidur lelap dikejutkan dengan suara gaduh pintu rumahnya, yang didobrak oleh pelaku. Saat keluar kamar SA langsung ditodong senjata berupa sebilah parang oleh 4 pelaku menggunakan penutup wajah (Sebo). Lalu korban disuruh tiarap oleh para pelaku ini. Mendengar suara ribut itu, istri korban MA (47) kelur dari kamar, dan saat itu istrinya juga ditodong senjata lalu disuruh tiarap agar tidak melakukan perlawanan.

Sebagian pelaku memeriksa kamar yang lain, di sini pelaku melihat anak gadis SA berinisial JP (17 tahun) yang sedang tertidur pulas. Melihat paras cantik sang anak, para pelaku melampiaskan nafsu bejatnya dengan memperkosa JP secara bergiliran di hadapan kedua orangtuanya.

Tak ayal SA sebagai ayah tak mampu melawan dan menyelamatkan kesucian anak gadisnya lantaran dia dan istrinya juga di bawah ancaman senjata tajam. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, para pelaku menggiring JP ke ruang tengah dan menyuruh tiarap bersama kedua orangtuanya.

Melihat korbannya sudah dapat dikendalikan, keempat pelaku ini selanjutnya memulai aksinya dengan mengobrak-abrik seisi rumah dan mengambil 1 buah mesin sainsaw, 1 buah ketam, 1 buah dompet berisi uang Rp 100 ribu, dan 1 buah Handphone.

“Pelaku di perkirakan berjumlah 4 orang, dengan 2 orang di antaranya mengenakan Sebo penutup wajah. Korban sudah dimintai keterangannya, dan saat ini petugas tengah melakukan pencarian terhadap pelaku,” pungkas Guntur.

Abdul Aziz Gorok Istri Tetangga Yang Ditinggal Sumai Keluar Kota Karena Sang Istri Tidak Rela Diperkosa

Devita Sari (32) warga Pajarakan, Probolinggo, Jawa Timur yang sedang ditinggal suaminya keluar kota harus mengalami nasib buruk lantaran rumahnya didatangi pencuri yang tidak lain adalah tetangganya sendiri Abdul Aziz (24). Menurut Kapolsek Pajarakan AKP Sugeng Wikhanto kejadian pencurian ini terjadi pada hari Sabtu (7/6) malam. Pelaku berhasil menggasak uang tunai sejumlah Rp 600 ribu dan juga STNK motor milik korban.

“Benar ada kejadiannya, pencurian itu dilakukan Abdul Aziz yang merupakan tetangga korban sendiri Devita Sari. Pelaku mencuri uang tunai Rp 600 ribu dan STNK korban,” Ujar Sugeng saat dikonfirmasi, Senin (9/6).

Sugeng mengatakan adanya kasus ini lantaran adanya laporan dari warga yang mendatangi TKP karena mendengar teriakan korban saat kejadian. Setelah dapat laporan tersebut polisi langsung kesana dan menangkap pelaku yang sedang berusaha melarikan diri. “Setelah dapat laporan warga adanya kasus pencurian tersebut polisi langsung ke TKP dan mengusut kasus tersebut, namun korban tidak bisa dimintai keterangan lantaran dalam keadaan kritis. Kami sudah tangkap pelakunya dan sekaligus meminta laporan dari warga,” ujar Sugeng.

Sugeng mengungkapkan, kronologi kejadian berawal dari pencurian yang dilakukan Abdul Aziz, seusai mencuri pelaku melihat korban yang sedang tertidur. Saat melihat korban yang tertidur, dia tergoda dan berniat untuk memperkosa korban. “Setelah menjalani aksinya menurut keterangan dari pelaku dia tergoda melihat keindahaan tubuh korban yang sedang tertidur dan akan memperkosanya,” ujar Sugeng.

Saat akan diperkosa, menurut Sugeng, korban terbangun dan kaget bahwa Abdul Aziz menodongnya dengan pisau lipat. Pelaku mengancam korban akan dibunuh apabila berteriak saat akan diperkosa olehnya, namun nahas korban tetap berteriak sehingga warga mendatangi rumah korban.

“Korban yang mau diperkosa digorok pakai pisau lipat karena dia teriak minta tolong pada warga,” ujar Sugeng. Setelah kejadian itu pelaku tidak bisa melarikan diri karena dikepung oleh warga. Setelah polisi tiba di TKP, polisi langsung melumpuhkan pelaku lantaran saat akan ditangkap dia memberikan perlawanan. “Kami terpaksa lumpuhkan karena dia melawan saat akan ditangkap,” ujar Sugeng.

Kini korban sedang menjalani pemeriksaan di rumah sakit Waluyo Jati Kraksaan sekaligus menjalani proses visum untuk mengetahui adanya dugaan pemerkosaan atau tidak. Sedangkan pelaku kini mendekam di tahanan untuk menjalani proses penyidikkan.

Diperkosa 15 Orang Selama 2 Hari Hingga Rahim Busuk … Gadis ABG Diberi Uang Damai 2 Juta

Kisah tentang perkosaan yang dialami gadis belia berusia 14 tahun di Desa Bau, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur terus berlanjut. Melalui, Nasrul –warga setempat yang kemudian mendampingi korban, meski telah dijanjikan diobati setelah mendapatkan uang sebesar Rp 2 juta dari seorang anggota DPRD fraksi PDIP, selama di Bandarlampung, korban tidak diobati. Bahkan gadis belia itu diajak menggunakan sabu-sabu oleh anggota dewan yang menginginkan kasus itu berakhir “damai”.

Keberangkatan korban ke Bandarlampung, tanpa pendampingan dari pihak keluarga. “Saat pulang ke kampung, korban tidak diantar ke rumahnya, hanya diturunkan di sebuah persimpangan jalan dan kami yang menjemputnya karena anak ini nelpon minta dijemput,” kata Nasrul dalam percakapan dengan Kompas,com akhir pekan lalu.

Rahim membusuk
Pendamping lainnya Ali Arsyadat alias Ujang menjelaskan, kondisi korban sudah sangat memprihatinkan, rumah sakit Adiwaluyo mendiagnosa bahwa kondisi rahim korban sudah rusak bahkan mengalami kebusukan. “Bidan sudah angkat tangan, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan anak ini, harus diangkat rahimnya agar kebusukan itu tidak menjalar ke organ lainnya,” kata Ujang.

Ujang mengaku, untuk mengajak korban untuk dirawat secara medis sangatlah sulit. “Anak ini luar biasa kerasnya, sulit sekali kami mengajaknya untuk berobat dan visum, berbagai cara bujukan dipakai untuk bisa mengajak ini berobat,” kata dia. Atas persoalan yang melibatkan banyak pihak, ayah korban sebagai seorang buruh petani nan buta huruf itu merasa kelelahan mengikuti tahapan demi tahapan kasus yang menimpa putrinya itu.

“Beberapa kali ayahnya bilang, saya ini orang bodoh dan tidak punya biaya untuk meneruskan persoalan ini ke ranah hukum, ia kerap bilang pihak keluarga hanya ingin penyelesaian damai saja yang terpenting putrinya diobati,” terang Ujang.

LBH Lampung Timur mundur
Di tengah ketidakpastian hukum, LBH Lampung Timur yang semula ditunjuk menjadi kuasa hukum korban, malah mencabut diri melakukan pembelaan terhadap korban. “Pihak korban tidak kooperatif dalam memberikan keterangan. Korban tidak mau divisum hingga menyulitkan bagi kami untuk melakukan pendampingan,” kata staf advokasi LBH R Hutagalung saat dikonfirmasi.

Namun pihaknya tetap menyarankan pihak keluarga untuk melanjutkan perkara tersebut ke pihak berwajib.
Setelah berusaha panjang, Nasrul dan beberapa warga di Desa Bau, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, mampu membuat gadis korban perkosaan berbicara. Menurut cerita Nasrul, berdasarkan keterangan korban, gadis berusia 14 tahun ini diperkosa beramai-ramai di dua tempat berbeda hanya berselang beberapa hari.

“Kejadian pertama, korban diajak oleh teman lelakinya di satu rumah di Desa PP Brawijaya, Lampung Timur ternyata dalam rumah itu sudah ada pemuda sekitar 15 orang untuk menggilirnya,” tutur Nasrul. Dalam perkosaan itu korban dicekoki minuman hingga mabuk dan diancam jika tidak melayani akan dibunuh. Akibat tak ada perlawanan apapun dari korban, apalagi dia bungkam, korban dipanggil lagi di tempat berbeda. Kali ini sebuah lapangan di Desa Purwosari, Lampung Timur.

“Dia diperkosa oleh empat pemuda dengan perlakuan yang sama seperti kejadian pertama,” kata Nasrul. Atas permasalahan itu, ia dan beberapa warga lain termasuk kepala bersepakat menyampaikan perkara pelecehan seksual pada anak di bawah umur ini kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lampung Timur.

“Tapi di tengah jalan, saya ditelpon supaya menemui salah satu anggota dewan dari PDIP yang katanya bisa membantu penyelesaian persoalan ini,” kata Nasrul. Korban tanpa didampingi keluarga inti bertemu dengan sejumlah pelaku yang didampingi keluarga pelaku dalam sebuah perundingan.

Uang damai
Nasrul mengatakan, telah terjadi kesepakatan sepihak. “Melalui tangan anggota dewan, korban diberi uang senilai Rp2 juta untuk biaya pengobatan lalu korban dibawa ke Bandarlampung,” terang dia. Beberapa hari kemudian korban menelpon Kriting, warga yang sebelumnya rumahnya disinggahi korban, ketika sakit parah. “Korban mengaku dibawa ke Bandarlampung oleh anggota dewan itu selama dua hari, ia merasa tidak betah dan minta minta pulang,” kata Nasrul lagi. Menurut pengakuan korban pula, kata Nasrul, selama di Bandarlampung korban tidak diobati. Bahkan, anak belia itu mengaku diajak memakai sabu oleh anggota dewan itu.

Seorang remaja perempuan berusia 14 tahun, warga Lampung Timur, melapor ke Polda Lampung, Rabu (22/1/2014), karena diperkosa oleh 12 orang. Peristiwa itu terjadi sebulan yang lalu, tetapi baru hari ini korban berani melapor ke polisi. Pada Rabu (22/1/2014), Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih mengatakan, tim penyidik Reskrimum masih memeriksa korban yang didampingi pamannya.

“Setelah sebulan, korban akhirnya berani mengadukan kasusnya ke Polda Lampung yang ditemani pamannya,” kata Sulistyaningsih. Lebih lanjut, ia menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya segera memanggil 11 orang yang diduga pelaku perkosaan yang mana salah satunya oknum anggota dewan.

Sementara itu, paman korban menyatakan, jumlah pelaku perkosaan sebanyak 12 orang. Dia menceritakan, saat itu korban yang tinggal di Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, itu diculik, lalu diperkosa oleh lima orang yang tidak dikenal pada Desember 2013. Korban kemudian mengadukan kasus penculikan dan perkosaan itu ke saudaranya, Nas. Lalu, Nas mengajak korban menemui salah satu anggota dewan berinisial KI untuk meminta bantuan penyelesaian hukum.

Namun, sesampai di rumah KI, korban malah diajak oleh oknum wakil rakyat itu ke Bandar Lampung selama dua hari. Selama di sana, korban bukannya dibantu untuk penyelesaian hukum, malah diperkosa secara bergilir oleh KI dan enam teman KI.

Mendengar korban diperkosa 12 orang, paman korban merasa iba dan marah. Dia kemudian membawa korban ke Bandar Lampung untuk melaporkan kasusnya ke Polda Lampung.

Pemerkosa Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Dihukum Mati Mahkamah Agung

Soleh dihukum mati dan Orek dipenjara hingga tewas terkait pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan secara sadis. Korban gadis berjilbab yang masih mengenyam bangku kuliah di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang diperkosa bergiliran oleh 5 orang sebelum akhirnya dibunuh. Seperti dikutip dari dakwaan jaksa yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (13/1/2013), kasus bermula saat Soleh membekap mahasiswi di rumahnya pada 6 April 2012 tengah malam. Soleh lalu mengumpulkan teman-temannya yaitu Noriv, Chandra, Jasrip dan Endang. Setelah semuanya berkumpul di rumah Solaeh, mereka bergiliran memperkosa mahasiswa malang tersebut.

“Kumpul di sini dulu, nanti kalian abis gue,” kata Soleh kepada teman-temannya.

Setelah 15 menit memperkosa mahasiswi itu, berurutan mahasiswi itu digilir oleh Noriv, Orek dan Jasrip. Setelah puas, Orek sempat pulang kembali ke rumahnya namun dijemput lagi oleh Noriv untuk berkumpul kembali. Sesampainya di lokasi, Soleh gundah.

“Gimana tuh cewe, nggak terima diperkosa rame rame dan mau melaporkan ke polisi. Mau diapain? Apa matiin aja?,” kata Soleh.”Ya sudahlah,” jawab Orek, Noriv, Endang, Jasrip dan Endang kompak.

Lantas korban yang sudah lemas karena habis digilir rame rame dibopong ke sepeda motor untuk dibonceng dengan posisi Jasrip di depan dan Soleh di belakang. Adapun korban diapit di tengah. Udah, ikutin dari belakang,” kata Soleh kepada yang lain.

Saat melintas jalan Cor, Desa Siangir, Soleh meminta semuanya berhenti. Waktu yang merambat dini hari dan lokasi yang sepi dirasakan tempat yang aman untuk menghabisi nyawa korban. Namun sebelum dibunuh, mereka kembali memperkosa korban secara bergiliran sebanyak dua kali dengan posisi korban di atas motor.

Setelah selesai memperkosa, Chandra lalu memukul kepala korban dengan batu. Korban pun sempoyongan. Lantas Noriv memegang tangan kiri korban, Endang memegang kaki kanan, Chandra memegang kaki kiri korban dan Orek mengawasi situasi sekitar. Dalam kondisi lemah tak berdaya tersebut, leher mahasiswi tersebut digorok Soleh dengan pisau yang telah disiapkan. Mahasiswi itu pun menghembuskan nafas terakhir tepat pukul 02.30 WIB.

Atas perbuatannya, Soleh dihukum mati, Orek dipenjara seumur hidup dan lainnya dipenjara 20 tahun. MA memperberat hukuman Orek (30), salah satu gerombolan pembunuh sadis mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat. Jika sebelumnya Orek dihukum 20 tahun penjara, MA menguatkan hukuman penjara seumur hidup yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Banten.

Kasus bermula saat ditemukannya korban tanpa nyawa di Jalan Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang pada 7 April 2012. Korban mengenakan jilbab warna putih, celana hitam, baju hijau dengan dalaman kaos warna loreng. Belakangan terungkap korban yang masih kuliah di UIN Ciputat itu dibunuh oleh M Soleh, Orek, Chandra, Jasrip dan Endang dengan terlebih dahulu korban diperkosa secara bergiliran.

Pada 4 Desember 2012, jaksa menuntut Oreg penjara seumur hidup karena terlibat pembunuhan berencana dan pemerkosaan. Tuntutan ini tidak dikabulkan sepenuhnya sebab pada 18 Desember 2012 PN Tangerang menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara.

Atas vonis ini, jaksa lalu banding dan dikabulkan. Pada 14 Maret 2013 Pengadilan Tinggi Banten memperberat hukuman menjadi penjara seumur hidup atau sesuai tuntutan jaksa. Tidak terima, Orek pun mengajukan kasasi namun ditolak MA.

“Perbuatan terdakwa sangat brutal dan meresahkan masyarakat serta mengakibatkan korban meninggal dunia dengan dilakukan penganiayaan dengan cara memukul batu, kayu dan pemukulan itu setelah dilakukan pemerkosaan bergiliran,” putus MA seperti dilansir website MA, Senin (13/1/2014).

Vonis ini dijatuhkan oleh ketua majelis Andi Abu Ayub Saleh dengan hakim anggota Sofyan Sitmopul dan Syarifuddin. Dalam pertimbangannya, MA menyebutkan Orek menyadari betul melakukan tindakan kekerasan dan pemerkosaan sehingga jelas merupakan perbuatan kumulatif yang sangat berdasar hukum untuk dilakukan pemberatan pidana dengan menerapkan ketentuan concurcus realis.

“Yakni menjatuhkan pidana yang ancaman pidananya berat ditambah sepertiga atas perbuatan terdakwa melakukan perkosaan dan pembunuhan berencana,” ucap majelis secara bulat pada 23 Juli 2013 lalu.

Sebelumnya, M Soleh lebih dulu divonis mati dan putusan itu dikuatkan hingga MA. Adapun Chandra dihukum 20 tahun penjara dan dikuatkan hingga MA.

Pemerkosa Berantai Khusus Penyanyi Dangdut Beraksi Kembali dan Tinggalkan Korban Dalam Keadaan Telanjang Bulat

Aksi bejat dan sadis terjadi di Semarang. Seorang pedangdut jadi korbannya. Ia diperkosa di hutan dan ditinggalkan dalam keadaan telanjang bulat. Si pelaku menggunakan masker. Siapa dia?

Korban yang berusia 20 tahun itu mengenal pelaku melalui Facebook pertengahan Oktober 2013 lalu. Keduanya berkomunikasi melalui telepon soal job dan honor untuk acara pernikahan di Tembalang Kota Semarang. Setelah deal, mereka janjian di RSUD Ungaran Kabupaten Semarang, Kamis (31/10) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Motor korban dititipkan di RS, lalu diboncengkan pelaku ke lokasi acara,” kata Sekretaris DPC Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Semarang Eko Budi Santosa melalui telepon kepada detikcom, Kamis (7/11) kemarin.

Korban tidak langsung ke lokasi acara, melainkan diajak berkeliling di kawasan Tembalang hingga pukul 22.00 WIB. Karena kawasan tersebut cukup ramai dan banyak permukiman, korban fine-fine saja. Lama-kelamaan motor menjauh dari keramaian dan sampai di kawasan Rowosari, Tembalang. Perbatasan Kabupaten dan Kota Semrang ini cukup sepi. Antarpermukiman dipisahkan perbukitan dan hutan.

“Pelaku menghentikan motor dan mengancam korban dengan senjata tajam. Di situ kejadiannya,” ungkap Budi.

Korban yang berasal dari Kabupaten Semarang ini disuruh melepas semua pakaiannya sampai telanjang. Mulut dan tangannya diikat lakban. Kemudian pelaku memerkosa dan menyodomi korban berulang kali hingga subuh.

“Pakaian, uang Rp 3 juta, dua handphone, satu BlackBerry, dan tas dibawa lari pelaku,” sambung Budi

Korban ditinggalkan dalam keadaan telanjang dan terikat di tengah hutan. Setelah berhasil melepaskan ikatan, ia berlari sejauh 2 km dengan kondisi telanjang bulat ke permukiman Ungaran Timur Kabupaten Semarang.

“Ditolong warga Ungaran (Kabupaten Semarang). Warga melaporkan ke polisi,” kata Budi

Lokasi kejadian masuk wilayah Tembalang Kota Semarang. Karena itu, Polres Semarang yang menerima laporan warga, meneruskan ke Polsek Tembalang. Kapolsek Tembalang AKP Wahyu Broto Narsono Adhi mengaku sudah menerima pelimpahan kasus tersebut. Namun ia belum bisa berkomentar banyak.

“Sudah kami terima pelimpahan kasusnya dari Polres Semarang,” kata Wahyu saat dikonfirmasi.

Informasi dari PAMMI, peristiwa serupa dialami oleh penyanyi asal Kendal seminggu sebelumnya. Ia diperkosa di Penggaron, Kabupaten Semarang. Ciri-ciri pelaku mirip. “Belum tahu apakah modusnya sama atau tidak,” tandas Kapolsek yang mengaku sudah mendengar informasi kasus tersebut.

Siapa pelakunya? Eko Budi Santosa menjelaskan, kepada korban, pelaku mengaku bernama Lilik. Ciri-cirinya badan tidak terlalu tinggi, agak gemuk, rambut pendek ikal, kulit putih, dan memakai motor Yamaha Jupiter.

“Sejak bertemu dan melakukan pemerkosaan pria itu pakai masker terus,” jelas Budi sambil menjelaskan saat ini korban shock berat karena ditinggal dalam keadaan telanjang dan meminta polisi menangkap pria sadis tersebut.

Mahasiswi Binus Disiram Air Keras Oleh Mantan Pacar

AL (19) masih menjalani perawatan intensif di RS Royal Taruma akibat air keras yang disiramkan mantan pacarnya Riki Halim Levin (23) di kamar kos di Jalan U, Palmerah, Jakarta Barat. Di dalam kamar kos mahasiswi jurusan Manajemen tersebut masih terlihat sisa-sisa air keras yang menimbulkan bercak warna kuning.

Pantuan detikcom, Rabu (9/10/2013), di kamar kos yang berukuran 3×4 meter terlihat banyak bercak-bercak warna kuning sisa air keras. Bercak-bercak kuning tersebut paling banyak terlihat di kasur lipat warna merah yang berada tepat di depan pintu masuk kamar.

Bercak kuning sisa air keras juga terlihat pada dispenser yang ada di belakang pintu dan televisi yang berada di sebelah kanan pintu. Lantai di dalam kamar tersebut juga terlihat kotor bekas cairan. Terlihat juga belum ada police line di depan kamar korban. Kunci kamar masih dipegang oleh penjaga kos berlantai 4 tersebut.

Menurut penjaga kos, Amink, saat kejadian dirinya sedang makan bubur ayam di depan kos. Dirinya sempat curiga ada seorang lelaki yang tiba-tiba lari dari dalam kos, tapi tidak sempat bertanya kenapa orang tersebut lari. “Saya lihat dia lari, terus balik lagi tapi pas lihat tukang sampah turun dari lantai dua kos, pelaku lari lagi. Lalu, tukang sampah tersebut panggil-panggil saya bahwa ada penghuni kos yang butuh bantuan,” ujar Amink.

Amink menceritakan, saat melihat korban dia langsung tahu bahwa korban tersiram cairan kimia. “Dari baunya saya tahu, oleh karena itu saya langsung bawa korban ke kamar mandi dan men-shower wajah dan terutama matanya karena dia mengeluh tidak bisa buka matanya,” imbuh Amink. Dalam kasus ini, pelaku masih dalam pengejaran polisi. Diduga pelaku marah karena korban tidak mau diajak balikan. Akibat penyiraman air keras itu AL menderita luka di bagian wajah, tangan dan kakinya.

Pelaku penyiraman air keras terhadap mahasiswi Binus, Ricky Halim Levin (23), sampai sekarang belum juga bisa ditangkap. Untuk itu, Polisi juga meminta bantuan jasa paranormal untuk mengetahui keberadaan pelaku. “Kita juga sudah mencoba menggunakan jasa indigo. Dari infonya, kepalanya sudah dibotakin,” kata Kanit Reskrim Polsek Palmerah Sigit Kumono, Kamis (10/10/2013).

Sigit mengatakan, polisi juga telah mengumpulkan semua data mengenai pelaku dari aku sosial media miliknya. Dan kasus ini sudah dilimpahkan ke Polres Jakarta Barat.”Kasus ini ditangani Reskrim Polres Jakbar,” ujar Sigit.Sebelumnya, menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Hengki Haryadi, Tim Pemburu Preman Polres Jakarta Barat siap membantu mencari pelaku. “Kita akan bantu polsek untuk mencari pelaku,” ujar Hengki Haryadi, Selasa (8/10).

Sedangkan Kakak Korban, Fuad Hamdani, mengatakan pelaku memiliki tinggi 170 cm, berbadan kurus dan berkulit putih. “Namun, kata teman-temannya pelaku tempramen dan suka bohong,” ujar Fuad. Hingga kini mahasiswi Binus AL (19) yang menjadi korban penyiraman air keras oleh mantan pacarnya itu masih menjalani pengobatan di RS Royal Taruma. AL menderita luka di bagaian wajah akibat penyiraman air keras tersebut.

Mahasiswi Binus AL (19) yang menjadi korban penyiraman air keras oleh mantan pacarnya masih menjalani pengobatan intensif di RS Royal Taruma. Menurut kakak korban, Fuad Hamdani, korban saat ini mentalnya masih terguncang.

“Kata dokter adik saya kena luka bakar grade 3 tapi itu masih dugaan awal. Tapi yang tidak kalah mengkhawatirkan ya mentalnya yang masih terguncang,” ujar Fuad kepada wartawan saat berbincang di RS Royal Taruma, Tanjung Duren, Jakbar, Senin (7/10/2013).Fuad mengatakan, dari hasil pemeriksaan untuk organ dalam tidak masalah. Namun, kedua matanya saat ini bengkak akibat terkena air keras tersebut.

“Untuk kedua matanya masih harus di terapi terus. Semoga tidak terjadi apa untuk kedepannya,” ujar Fuad yang tampak sedih saat menceritakan kondisi adiknya.Fuad dan keluarga berharap adiknya tersebut bisa segera sembuh dan pelaku segera ditangkap. “Mohon doanya ya semoga lekas sembuh. Dan yang terpenting pelaku cepat ditangkap,” imbuh Fuad.

Mahasiswi Binus jurusan manajemen LD (19) menjadi korban tindak penyiraman air keras yang dilakukan oleh Riki Halim Levin (23), mantan kekasihnya. Sebelum terjadi penyiraman air keras, pelaku sering datang ke tempat kos korban dan mengaku sebagai pengantar makanan.

“Itu katanya mantannya, pernah beberapa kali ke sini ngaku-ngaku pengantar makanan. Tapi gak pernah ketemu korban,” ujar Merlina salah satu penghuni kos saat ditemui di kosan korban di Palmerah, Jakarta Barat, Senin (7/10/2013). Merlina mengatakan, saat datang pelaku memakai kaos dan terlihat santai. “Tapi setelah itu dia lari kenceng banget. Saya gak lihat dia pake motor apa tidak,” ujar Merlina. Penjaga kos, Danu mengatakan pagi itu keadaan kos memang lagi sepi. Jadi tidak melihat pelaku masuk dan keluar dari tempat kos itu.

“Yang punya kos lagi ngopi di warung depan. Tiba-tiba ada minta tolong dan pelakunya sudah kabur. Tapi pas ada tukang sampah, sempat lihat pelaku tapi gak ketangkap. Itu kalau ketahuan bisa dihajar sama warga,” ujar Danu. Danu mengatakan, sebelumnya belum ada kejadian kayak. Korban juga belum satu bulan tinggal disini. “Waktu baru pindahan orang itu (pelaku) kesini. Nanya nyari korban. Waktu itu dia nanya sama saya. Sudah dua kali ke sini,” imbuh Danu.

Mahasiswi Binus yang menjadi korban penyiraman air keras masih menjalani perawatan di rumah sakit atas luka bakar yang dialaminya. Keluarga korban masih mengharapkan adanya itikad baik dari keluarga pelaku yang merupakan mantan kekasih korban. “Sampai saat ini, belum ada itikad baik, belum ada permintaan maaf,” ucap kakak korban, Fuad saat dihubungi, Selasa (8/10/2013).

Fuad sendiri mengaku tidak begitu mengenal pelaku karena hanya sempat bertemu 2 kali. Hubungan asmara antara adiknya dengan pelaku memang hanya berjalan singkat selama 2 bulan. Lebih lanjut dia menuturkan, kondisi adiknya sedikit mengalami kemajuan. Luka yang paling mengkhawatirkan adalah di bagian mata korban yang juga terkena cipratan air keras. Namun, dokter menyatakan ada kemungkinan untuk pulih.

“Kata dokter, untuk mata ada kemungkinan recovery,” terangnya. Fuad meminta doa agar adiknya bisa sembuh. Serta agar pelaku yang kini masih dalam pengejaran, bisa segera tertangkap. Keluarga korban juga tetap terbuka untuk menyambut itikad baik pelaku dan keluarganya. “Harusnya ada itikad baik. Tapi kalau enggak, ya enggak apa-apa,” tandasnya.

Dalam kasus ini, pelaku yang diketahui bernama Riki Halim Levin (23) mendatangi kost korban di Palmerah, Jakarta Barat dan menyiramkan air keras ke tubuh korban. Pelaku yang juga mantan kekasih korban ini masih dalam pengejaran polisi. Diduga pelaku marah karena korban tidak mau diajak balikan.

Polsek Palmerah masih terus mencari Riki Halim Levin (23) pelaku penyiraman air keras ke wajah mantan pacarnya Mahasiswi Binus AL (19). Supaya segera tertangkap Tim Pemburu Preman Polres Jakarta Barat siap membantu mencari pelaku. “Kita akan back up polsek untuk mencari pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Hengki Haryadi, Selasa (8/10/2013).

Sebelumnya, kaka korban Fuad Hamdani mengatakan, pelaku memiliki wawasan yang luas dan sopan. Pelaku juga memiliki ciri-ciri tinggi 170 cm, kulit putih, berbadan kurus. “Namun, kata teman-temannya pelaku tempramen dan suka bohong,” ujar Fuad. Fuad mengatakan, terakhir pelaku bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan asuransi swasta. Tapi menurut Fuad, pelaku sudah dipecat. “Dan sekarang saya tidak tahu dia kerja dimana,” imbuh Fuad.

Unsur air keras yang disiramkan Riki Halim Levin (23) kepada mahasiswi Binus di kostan korban di korban disiram air keras di kosnya di Jalan U No 7B, Rt 09/ Rw 15, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (3/10) lalu masih diteliti. Baju korban yang rusak akibat cairan tersebut dibawa ke Labfor untuk penelitian selanjutnya.

“Masih kita selidiki untuk jenis cairan kimianya dan dapat dari mana juga ini msh kita selidiki karena RH (Riki Halim) belum tertangkap. Pakaian korban sudah dikirim ke labfor untuk ketahui jenisnya,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (8/10/2013).

Rikwanto mengatakan, saat ini penyidik sudha memeriksa 4 orang saksi yang merupakan teman kost korban dan juga keluarganya. Polisi akan mengembangkan kasus tersebut dengan memeriksa saksi-saksi lain. Selanjutnya, Rikwanto mengatakan, pihaknya masih mencari Riki. Polisi, kata dia, sudah mencari Riki di rumah ibunya di Pademangan, Jakarta Utara dan di rumah ayahnya di kawasan Tamansari, Jakarta Barat.

“Tetapi tidak ada di dua rumah orang tuanya itu,” kata Rikwanto. Seorang mahasiswi Binus menderita luka bakar di bagian wajah karena disiram air keras oleh mantan pacarnya Riki Halim Levin (23). Akibatnya mahasiswi itu harus menjalani operasi di Rumah Sakit Royal Taruma.

Peristiwa itu dilakukan pelaku karena sakit hati lantaran ditolak bekali-kali oleh korban untuk kembali menjalin hubungan. Pelaku kemudian mendatangi kostan korban, berpura-pura mengantarkan minuman. Saat di depan kamar kost korban, pelaku kemudian mengetuk-ngetuk pintu kamar. Setelah korban membukakan pintu kamar, pelaku kemudian menyiramkan minuman yang sudah diisi air keras itu.

Siswi SMA Diperkosa Ramai Ramai Oleh 7 Pria Di Pontianak

Tindakan para pelaku ini benar-benar biadab. Mereka tega menghancurkan masa depan seorang siswi SMA berusia 16 tahun. Siswi itu diperkosa secara bergiliran.

“Korban berusia 16 tahun dan masih berstatus pelajar,” kata Kasat Reskrim Polres Pontianak AKP Edy Haryanto, Sabtu (14/9/2013)

Peristiwa keji itu dilakukan DP, JM, Rz, El, Sy, Re dan Rh. Peristiwa perkosaan itu terjadi Jumat (13/09/2013) sekitar pukul 22.10 WIB di di dekat Jalan Pendidikan, Kota Mempawah, Kalimantan Barat.

Salah seorang pelaku juga remaja teman dekat korban. Malam itu, korban diajak berboncengan naik motor menikmati malam. Setibanya di Jalan Baru jurusan Pontianak, Pinyuh Kabupaten Pontianak, korban dan tujuh tersangka ini berhenti di tepi jalan.

“Karena suasana gelap dan sepi, korban disekap mulutnya dan dipaksa melayani nafsu para pelaku di tepi jalan itu,” ujar Edi.

Meski sempat berontak mengiba, para pelaku secara bergiliran memperkosa korban. Usai melampiaskan nafsu, para pelaku meninggalkan korban sendirian dengan tubuh setengah telanjang.

Dalam keadaan setengah sadar, korban ditolong warga dan kemudian melaporkan perbuatan asusila para pelaku kepada petugas kepolisian. “Sebanyak 6 pria dewasa dan 1 remaja telah diamankan di Mapolres Mempawah,” terang Edi.

Perkosaan dilakukan para pelaku dalam kondisi sadar dan tidak terpengaruh alkohol. “Para pelaku sepertinya telah merencanakan perbuatan ini sejak lama,” ungkap Edi.

Polisi menjerat para tersangka ini dengam pelanggaran tindak pidana Persetubuhan anak dibawah umur, diancam pasal 81 ayat 2 UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 Tahun penjara.

“Korban mengalami trauma psikis, dan harus menjalani pemulihan psikologis di shelter Perlindungan Perempuan dan Anak di Pontianak,” tutur Edi.

Seorang Satpam Perkosa dan Sodomi Anak Perempuannya Selama 7 Tahun

SH (52) ini memang bejat. Selama 7 tahun, sejak 2006 dia menyetubuhi anak tirinya. Gadis itu disetubuhi sejak berusia 16 tahun di rumah mereka di Jakarta Selatan.

“Menerima laporan tanggal 21 September 2013 tentang tindak pidana terhadap kesopanan,” kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Noviana Tursanurohmad saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (23/9/2013).

Nurohmad menuturkan, kasus pemerkosaan yang menimpa gadis yang kini berusia 23 tahun itu diendus ayah kandungnya. Sang ayah melihat tingkah laku putrinya yang mencurigakan. Setelah didesak terucap pengakuan, SH ayah tirinya kerap menyetubuhinya.

“Dari situ barulah korban melaporkan perbuatan SH ke Polres Jaksel,” imbuhnya.

Awal melakukan kejahatan ini, SH memperkosa korban di rumah mereka. Saat itu pada Juni 2006, rumah dalam keadaan sepi. Kemudian tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan.

“Saat itu korban berusia 16 tahun. Kejadian berulang, dan tersangka selalu mengancam korban jika tidak mau akan menceraikan ibunya,” tutur Nurohmad.

SH menikahi ibu korban sejak 2001 dan sampai sekarang masih berstatus sebagai suami dari ibu korban. Tersangka sudah ditahan dan dijerat dengan pasal 287 KUHP jo pasal 81 UU No 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak.

“Dengan ancaman 15 tahun penjara,” imbuhnya.

Saat melapor, korban ditemani ayah kandungnya. Korban sudah tak tahan dengan perbuatan bejat tersangka. “Pelaku ini sekuriti di perusahaan swasta di wilayah Jakarta Selatan, ibu korban istri ketiga, dan dinikahi siri,” tambah Nurohmad.

Polisi sudah melakukan visum pada korban. Diduga tersangka sudah menyetubuhi lebih dari 20 kali. “Nanti kita periksa psikologi apakah dia ada kelainan seksual atau tidak. Hasil visum ada kekerasan seksual pada vagina dan dubur korban,” tutup Nurohmad.

Horee … Anak Umur 12 Tahun Sodomi 3 Orang dan Perkosa 1 Perempuan Tidak Dipidana

Seorang bocah di Yogyakarta dihukum mengikuti pelatihan kerja hingga usia 18 tahun di LP Anak, Purworejo. Dia dihukum karena telah menyodomi 3 temannnya dan seorang perempuan yang berusia sebaya.

“Saya juga pernah disodomi,” kata terdakwa dalam buku ‘Kumpulan Putusan Pidana Khusus’ halaman 13 cetakan pertama yang diterbitkan MA, Senin (2/9/2013).

Pengakuan ini disampaikan di depan hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN Sleman) Suratno. Orang yang menyodomi tersebut kini telah menjalani hukuman penjara dengan berkas terpisah.

“Saya sering dilihatin video porno oleh dia sehingga saya timbul nafsu untuk melakukan hal yang sama seperti dalam video itu,” tutur terdakwa.

Terdakwa merupakan anak dari keluarga miskin, ayahnya sopir dan ibunya buruh cuci baju. Sepanjang siang, terdakwa tidak mendapat perhatian dari orang tuanya karena keduanya sibuk mencari nafkah. Kedua orang tua telah meminta maaf kepada seluruh korban atas ulah anaknya itu dan sanggup mendidik anaknya kembali.

Bocah yang belum genap berusia 12 tahun itu memperkosa anak perempuan teman sepermainan pada 14 September 2011. Ulah cabul ini diulangi lagi pada awal Agustus 2011 hingga September 2011.

Atas perbuatannya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman menuntut agar si anak mengikuti pendidikan, pembinaan dan latihan kerja di LP Anak Kutoarjo sampai usianya 18 tahun. Tuntutan ini dikabulkan PN Sleman pada 29 Mei 2011 oleh hakim tunggal Suratno dan dikuatkan hingga tingkat kasasi.

“Putusan PN Sleman dan PT Yogyakarta sudah mencerminkan asas for the best interest of the child yaitu demi kepentingan anak maka terdakwa tidak perlu menjalani pidana penjara,” putus majelis kasasi yang diketuai Prof Dr Komariah Emong Sapardjaja dengan anggota Suhadi dan Sri Murwahyuni.

MA berpendapat pidana penjara bukanlah tempat yang tepat bagi anak karena anak masih dapat diperbaiki melalui sistem pembinaan yang tepat.

“Pembinaan anak sebagai anak negara hanya sampai 18 tahun adalah cara yang paling tepat untuk menghindari efek negatif pemenjaraan, lebih-lebih apabila bercampur dengan narapidana orang dewasa,” demikian pertimbangan MA pada 28 November 2012.

Meski menyodomi 3 anak lelaki dan memperkosa seorang anak perempuan, seorang bocah lolos dari hukuman penjara. Mahkamah Agung (MA) menilai penjara tidak perlu dijalani karena asas for the best interest of the child.

Kasus ini bermula saat seorang bocah yang belum genap berusia 12 tahun dimejahijaukan dengan dakwaan memperkosa seorang anak perempuan usai bermain kuda lumping bersama. Anak perempuan yang belum 12 tahun itu disuruh berpura-pura kesurupan dan disembuhkan oleh bocah tersebut pada 14 September 2011.

Namun dalam permainan itu, bocah itu memperkosa si anak perempuan di rumah bocah laki-laki itu.

Ulah cabul ini diulangi lagi pada awal Agustus 2011 dengan korban teman lelaki yang berusia sebaya. Berturut-turut hal ini diulang kepada teman lainnya pada akhir Agustus 2011 dan September 2011. Semua dilakukan di rumah si bocah.

Atas perbuatannya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman menuntut agar si anak mengikuti pendidikan, pembinaan dan latihan kerja di LP Anak Kutoarjo sampai usianya 18 tahun. Tuntutan ini dikabulkan PN Sleman pada 29 Mei 2011 oleh hakim tunggal Suratno.

Atas vonis ini terdakwa keberatan dan mengajukan banding namun ditolak. Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta menguatkan vonis PN Sleman pada 29 Juni 2012. Atas vonis ini, terdakwa yang ingin bebas tetap melakukan perlawanan hukum dan lagi-lagi kandas. Sebab Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi itu.

“Putusan PN Sleman dan PT Yogyakarta sudah mencerminkan asas for the best interest of the child yaitu demi kepentingan anak maka Terdakwa tidak perlu menjalani pidana penjara,” putus MA dalam buku ‘Kumpulan Putusan Pidana Khusus’ halaman 46 cetakan pertama yang diterbitkan MA, Senin (2/9/2013).

Majelis kasasi yang diketuai Prof Dr Komariah Emong Sapardjaja dengan anggota Suhadi dan Sri Murwahyuni ini juga berpendapat pidana penjara bukanlah tempat yang tepat bagi anak karena anak masih dapat diperbaiki melalui sistem pembinaan yang tepat.

“Pembinaan anak sebagai anak negara hanya sampai 18 tahun adalah cara yang paling tepat untuk menghindari efek negatif pemenjaraan, lebih-lebih apabila bercampur dengan narapidana orang dewasa,” demikian pertimbangan MA pada 28 November 2012.

Pemuka Agama Di Nganjuk Beristri 3 Setubuhi Anak Kandungnya Sendiri Kini Buron

Pemuka agama di Kabupaten Nganjuk Jatim, berinisial AK (50) alias Gus Put terkenal sebagai ahli spiritual dan bidang agama. Ratusan jamaahnya, datang untuk berguru di sebuah masjid di depan rumahnya. Namun sejak perbuatan cabulnya pada 3 putri kandungnya terungkap, aktivitas pengajian berhenti total.

Salah seorang tetangga Gus Put yang bernama Slamet (41) yang ditemui, Kamis (15/8/2013) mengatakan, sejak dilaporkan ke polisi sekitar awal Juli 2013 lalu, aktivitas pengajian di masjid dan rumah sepi. Bahkan masjid yang berdiri kokoh itu, bak bangunan kosong.

Sebelum Gus Put dilaporkan telah berbuat cabul kepada ketiga putrid kandungnya ini, masjid dan rumahnya ramai dikunjungi warga dan jamaah. Namun kini, akses jalan ke rumahnya pun enggan dilalui warga. “Biasanya warga ke sawah lewat depan rumahnya itu. Namun kini warga yang ke sawah enggan lewat jalan itu. Entah apa sebabnya, saya juga tak berani lewat situ,” ungkap pria ini.

Berdasarkan pantauan akses jalan menuju rumah Gus Put memang sangat sepi. Jalan selebar 4 meter tak beraspal ini sepi dari petani yang berjalan menuju sawah. Bahkan sejumlah petani memilih jalan lain menuju areal persawahan. Rumah yang dikelilingi pohon bambu ini juga berpagar beton. Saat di lokasi, terlihat dua pemuda berpeci putih dan hitam duduk di gazebo depan rumah. Bahkan dua pemuda ini melarang detikcom yang hendak masuk ke dalam rumah Gus Put.

Gus Put tengah dicari polisi. Polres Nganjuk akan memeriksanya terkait laporan putri kandungnya yang masih duduk di bangku SMA. Sang anak melapor kerap disetubuhi ayahnya. Padahal sang ayah sudah memiliki 3 istri. Polres Nganjuk baru menerima satu laporan dugaan tindakan asusila yang dilakukan pemuka agama di Nganjuk, Jatim berinisial AK (50). Pihak kepolisian menegaskan, tidak menutup kemungkinan, korban masih ada tapi belum melapor.

“Sejauh ini masih ada seorang korban yang melapor. Korban satu ini adalah putri kadungnya sendiri,” kata Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Anton Prasetya, Kamis (15/8/2013). Data yang diperoleh dari Polres Nganjuk, kasus yang dilakukan AK terhadap putri kandungnya ini dilaporkan pada 27 Juni 2013 lalu. Saat melapor, korban ditemani ibunya berinisial P.

“Saat melapor, korban ditemani ibunya,” ujarnya. Sementara Kanit Reskrim Polres Nganjuk Iptu Asful mengatakan, memang AK mempunyai 3 anak. Putri yang pertama, menjadi korban persetubuhan bapaknya sendiri. Namun dirinya belum mendapat laporan jika korban ada 3 orang. “Memang tak menutup kemungkinan korbannya ada 3, itu informasi yang berkembang di masyarakat. Namun sementara ini yang melapor hanya seorang korban,” kata Asful saat ditemui di ruangannya.

Asful mejelaskan, informasi yang berkembang di kalangan para tetangga Gus Put, korban tak hanya 3, namun 4 orang ditambah seorang kepokanannya. “Namun itu hanya isu yang berkembang di masyarakat,” ujarnya. Pihak kepolisian juga tak mendapati data resmi jikalau Gus Put mempunyai 3 istri. Namun lagi-lagi informasi yang berkembang, buronan polisi ini beristri 3. “Istri sahnya hanya satu. Entah istri lainnya itu sah apa tidak belum diketahui,” ungkapnya.elakukan bejat AK (50), pemuka agama di Nganjuk, Jawa Timur menyetubuhi putri kandungnya diduga karena dirinya jauh dari istri. Sudah beberapa tahun ini, sang istri memang merantau ke negeri jiran Malaysia menjadi TKW.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Anton Prasetya mengatakan, diduga karena tak bisa menahan hasratnya selama bertahun-tahun ini, AK nekat menyetubuhi putri kandungnya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA. “Istrinya jadi TKW, dan selama bertahun-tahun hasratnya tak terpenuhi. Ada dugaan karena terlapor tak tahan menahan hasratnya, dia nekat berbuat demikian,” kata Anton, Kamis (15/8/2013). Meski ada dugaan mengarah kesana, namun pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Sebab tak menutup kemungkinan, ada dugaan motifnya lain. Semisal AK mendalami ilmu spiritual atau motif lainnya. “Meski ada dugaan kesana, namun kita akan lakukan penyelidikan ke dugaan motif lainnya. Namun untuk sementara ini terlapor masih berstatus buronan,” pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Malang Kota ini.

AK (50) tengah diburu polisi. Dia diduga melakukan tindakan bejat. Menggauli 3 anak kandungnya. Polisi hingga kini masih melakukan pencarian atas AK, yang juga pimpinan sebuah pondokan agama. “Namun tersangka masih buron,” kata Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Anton Prasetya saat dihubungi detikcom, Rabu (14/8/2013). Menurut Anton, pihaknya sudah melakukan penyidikan atas kasus ini. Anak gadis AK yang masih duduk di bangku SMA melakukan pelaporan. “Kita sudah periksa saksi-saksi,” imbuhnya.

AK diketahui sudah sejak beberapa bulan menyetubuhi 3 anak kandungnya di Nganjuk. Karena tak tahan dengan perlakuan bejat sang ayah, anak gadisnya, dengan dibantu warga melapor ke polisi. Kasus ini pun ditangani Polres Nganjuk. Namun sang ayah keburu melarikan diri. AK (50), seorang pemuka agama di Nganjuk, Jawa Timur, dilaporkan ke polisi karena berbuat cabul pada ketiga putri kandungnya. AK kini diburu polisi. Siapa sebenarnya AK?

AK adalah seorang pemuka agama dengan gelar Kyai di kampungnya. Dia merupakan keturunan seorang ulama di Ngronggot, Nganjuk. Warga setempat memanggilnya dengan sebutan Gus Put. Pria ini dipandang sebagai guru, dalam ajaran Islam dan ahli spiritual.

“Gus Put ini sangat pandai kalau mengaji kitab-kitab pesantren. Dia juga keluarga ulama di kampung ini,” kata Wahyudi (37), seorang pedagang kopi di depan gang rumah Gus Put saat berbincang, Kamis (15/8/2013). Menurut Wahyudi, tiap seminggu sekali, rumah Gus Put selalu ramai dihadiri ratusan jamaah yang datang dari luar kota. Para jamaah ini mengaji pada pemuka agama ini. Meski Gus Put mahir dalam agama, namun warga kampung ini kurang berminat untuk berguru.

“Seminggu sekali banyak yang ngaji di rumahnya, kebanyakan dari luar Nganjuk. Namun warga sini kurang berminat untuk berguru padanya, meskipun dia orang pandai mengaji,” ujar Wahyudi. Sementara itu Kepala Desa Kelutan Ali Shodiq tak menampik jika warganya ini memang ahli di bidang agama. Bahkan para jamaahnya sering megaji dan meminta saran spiritual terhadap Gus Put. “Beliau ini juga ahli spiritual. Banyak jamaahnya,” ungkap Ali. Sebelumnya, Gus Put tengah diburu polisi. Anak gadisnya yang masih duduk di SMA melaporkan ke polisi. Sang anak tak tahan selalu disetubuhi ayahnya. AK diketahui sudah mempunyai 3 istri.

AK (50) memang sudah bertindak di luar norma agama. Seharusnya selaku pemuka agama di Nganjuk, dia memberikan contoh dan perilaku yang baik. Tapi yang dilakukannya, dia malah menyetubuhi putri kandungnya.

Sang putri, malah sempat dikurung di rumah. Bahkan warga menyebut, anak AK menjadi pemuas nafsunya. Bagaimanakah cara korban berhasil kabur? Dalam laporan korban ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Nganjuk, terakhir persetubuhan yang dilakukan AK terhadap putri kandungnya pada 23 Juni 2013. Sejak saat itu, korban dikurung dalam rumah.

Bahkan dalam laporannya itu, korban dilarang keluar rumah selain bersekolah. Namun pada 27 Juni, korban meminta izin kepada ayahnya untuk buang air kecil ke kamar mandi belakang. Sang ayah pun akhirnya mengizinkan. Korban yang sudah tertekan dengan perbuatan bejat ayahnya ini, memilih kabur melalui jembatan bambu di belakang rumahnya menuju pemukiman warga. Saat itu korban bercerita tentang perbuatan ayahnya.

Beberapa saat kemudian, warga melapor ke Polres Nganjuk. Dari situ kasus asusila ini terbongkar. Kanit PPA Satreskrim Polres Nganjuk Ipda Woro mengatakan, dari laporan itu polisi memintakan visum. Hasilnya, gadis ini positif menjadi korban persetubuhan. Terbukti melakukan perbuatan itu, polisi melayangkan surat pemanggilan. Karena tak segera memenuhi panggilan itu, AK dijemput paksa. Namun saat polisi hendak memanggil terlapor ke kediamannya, AK sudah menghilang.

“Saat hendak dijemput paksa, terlapor menghilang. Bahkan telepon genggamnya sudah tak aktif lagi. Dari situ dia berstatus buronan,” kata Woro saat ditemui di ruangannya, Kamis (15/8/2013).