Arsip Kategori: pelecehan seksual

SPG Cantik Laporkan Satpam Karena Pantatnya Diremas Remas

LHN resmi melaporkan insiden tersebut ke Satreskrim Polrestabes Bandung pada 9 Desember lalu perihal perbuatan tidak menyenangkan sesuai Pasal 335 KUH Pidana. Perkara ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Saat pertemuan antara pihak manajeman, saksi, dan korban, ternyata terlapor (IR) mengakui perbuatannya. Terlapor juga minta maaf. Jadi sangat jelas, adanya unsur-unsur memenuhi tindak pidana ,” ucap Ahmad Ridwan, pengacara LHN, ditemui di tempat sama.

IR diketahui sebagai pekerja outsourcing dari salah satu perusahaan jasa keamanan di Kota Bandung.

Siang tadi, kata Ridwan, LHN menjalani proses pemeriksaan lanjutan oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung. “Saksi korban (LHN) akan dikonfrontir dengan terlapor,” jelas Ridwan.

Salah satu supervisor swalayan yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) yaitu Andri, saat dikonfirmasi wartawan via telepon, enggan berkomentar banyak. “Saya sudah enggak di sana (TKP). Saya sekarang tugasnya sudah pindah ke Cinunuk. Coba tanya saja ke bagian cabang,” ucap Andri.

Horee … Anak Umur 12 Tahun Sodomi 3 Orang dan Perkosa 1 Perempuan Tidak Dipidana

Seorang bocah di Yogyakarta dihukum mengikuti pelatihan kerja hingga usia 18 tahun di LP Anak, Purworejo. Dia dihukum karena telah menyodomi 3 temannnya dan seorang perempuan yang berusia sebaya.

“Saya juga pernah disodomi,” kata terdakwa dalam buku ‘Kumpulan Putusan Pidana Khusus’ halaman 13 cetakan pertama yang diterbitkan MA, Senin (2/9/2013).

Pengakuan ini disampaikan di depan hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN Sleman) Suratno. Orang yang menyodomi tersebut kini telah menjalani hukuman penjara dengan berkas terpisah.

“Saya sering dilihatin video porno oleh dia sehingga saya timbul nafsu untuk melakukan hal yang sama seperti dalam video itu,” tutur terdakwa.

Terdakwa merupakan anak dari keluarga miskin, ayahnya sopir dan ibunya buruh cuci baju. Sepanjang siang, terdakwa tidak mendapat perhatian dari orang tuanya karena keduanya sibuk mencari nafkah. Kedua orang tua telah meminta maaf kepada seluruh korban atas ulah anaknya itu dan sanggup mendidik anaknya kembali.

Bocah yang belum genap berusia 12 tahun itu memperkosa anak perempuan teman sepermainan pada 14 September 2011. Ulah cabul ini diulangi lagi pada awal Agustus 2011 hingga September 2011.

Atas perbuatannya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman menuntut agar si anak mengikuti pendidikan, pembinaan dan latihan kerja di LP Anak Kutoarjo sampai usianya 18 tahun. Tuntutan ini dikabulkan PN Sleman pada 29 Mei 2011 oleh hakim tunggal Suratno dan dikuatkan hingga tingkat kasasi.

“Putusan PN Sleman dan PT Yogyakarta sudah mencerminkan asas for the best interest of the child yaitu demi kepentingan anak maka terdakwa tidak perlu menjalani pidana penjara,” putus majelis kasasi yang diketuai Prof Dr Komariah Emong Sapardjaja dengan anggota Suhadi dan Sri Murwahyuni.

MA berpendapat pidana penjara bukanlah tempat yang tepat bagi anak karena anak masih dapat diperbaiki melalui sistem pembinaan yang tepat.

“Pembinaan anak sebagai anak negara hanya sampai 18 tahun adalah cara yang paling tepat untuk menghindari efek negatif pemenjaraan, lebih-lebih apabila bercampur dengan narapidana orang dewasa,” demikian pertimbangan MA pada 28 November 2012.

Meski menyodomi 3 anak lelaki dan memperkosa seorang anak perempuan, seorang bocah lolos dari hukuman penjara. Mahkamah Agung (MA) menilai penjara tidak perlu dijalani karena asas for the best interest of the child.

Kasus ini bermula saat seorang bocah yang belum genap berusia 12 tahun dimejahijaukan dengan dakwaan memperkosa seorang anak perempuan usai bermain kuda lumping bersama. Anak perempuan yang belum 12 tahun itu disuruh berpura-pura kesurupan dan disembuhkan oleh bocah tersebut pada 14 September 2011.

Namun dalam permainan itu, bocah itu memperkosa si anak perempuan di rumah bocah laki-laki itu.

Ulah cabul ini diulangi lagi pada awal Agustus 2011 dengan korban teman lelaki yang berusia sebaya. Berturut-turut hal ini diulang kepada teman lainnya pada akhir Agustus 2011 dan September 2011. Semua dilakukan di rumah si bocah.

Atas perbuatannya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman menuntut agar si anak mengikuti pendidikan, pembinaan dan latihan kerja di LP Anak Kutoarjo sampai usianya 18 tahun. Tuntutan ini dikabulkan PN Sleman pada 29 Mei 2011 oleh hakim tunggal Suratno.

Atas vonis ini terdakwa keberatan dan mengajukan banding namun ditolak. Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta menguatkan vonis PN Sleman pada 29 Juni 2012. Atas vonis ini, terdakwa yang ingin bebas tetap melakukan perlawanan hukum dan lagi-lagi kandas. Sebab Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi itu.

“Putusan PN Sleman dan PT Yogyakarta sudah mencerminkan asas for the best interest of the child yaitu demi kepentingan anak maka Terdakwa tidak perlu menjalani pidana penjara,” putus MA dalam buku ‘Kumpulan Putusan Pidana Khusus’ halaman 46 cetakan pertama yang diterbitkan MA, Senin (2/9/2013).

Majelis kasasi yang diketuai Prof Dr Komariah Emong Sapardjaja dengan anggota Suhadi dan Sri Murwahyuni ini juga berpendapat pidana penjara bukanlah tempat yang tepat bagi anak karena anak masih dapat diperbaiki melalui sistem pembinaan yang tepat.

“Pembinaan anak sebagai anak negara hanya sampai 18 tahun adalah cara yang paling tepat untuk menghindari efek negatif pemenjaraan, lebih-lebih apabila bercampur dengan narapidana orang dewasa,” demikian pertimbangan MA pada 28 November 2012.

Supriyanto Ditangkap Karena Rekam Celana Dalam Wanita Cantik Pakai Kamera Ponsel Di Halte Bus Trans Jakarta Harmoni

Supriyanto (29) ini memang keterlaluan. Tega-teganya dia melakukan aksi cabul pada perempuan penumpang bus TransJ. Bermodal pulpen perekam, diam-diam dia merekam daleman rok perempuan yang berdiri di depannya. Aksinya dilakukan di Halte TransJ Harmoni. “Ketahuan sama penumpang yang lain, terus diteriakin,” kata penjaga Halte Harmoni, Adov (30) kepada wartawan di Mapolres Jakpus, Jakarta, Selasa (4/12/2012).

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Sang korban merupakan karyawati di sebuah perusahaan yang berkantor di kawasan Sudirman. Korban yang berusia 28 tahun itu memang biasa naik dari kawasan Harmoni. “Begitu ada penumpang teriak, pelaku langsung diamankan penumpang yang lain,” jelas Adov. Supriyanto, dengan gayanya yang perlente dengan kemeja dan celana jeans memang tidak mencurigakan. Namun ketika diam-diam dia mengeluarkan pulpen dan memasukkan di sela-sela rok penumpang wanita itu, aksinya terendus.

“Langsung kita laporkan ke pihak kepolisian,” tegas Adov.Aksi cabul Supriyanto (29) di TransJ, merekam daleman rok penumpang perempuan benar-benar tak bisa ditolerir. Untung saja, aksi bejatnya diketahui penumpang lain. Supriyanto pun segera dibekuk penumpang lain dan diserahkan ke polisi.

Supriyanto melakukan aksinya di rute Blok M-Kota pada Selasa (4/12/2012) pukul 07.00 WIB. Aksinya diketahui saat bus melaju dari Halte Harmoni menuju Blok M. Seorang penumpang memergoki pria berpakaian kemeja lengan panjang kotak-kotak merah dengan jeans rapih itu tengah mengeluarkan pulpen dan merekam daleman rok penumpang di depannya.

Supriyanto langsung diteriaki penumpang lain. Dia pun dibekuk dan diserahkan ke petugas halte Harmoni. “Pelaku kita serahkan ke polisi,” kata petugas TransJ Adov (30) di Mapolres Jakpus, Jakarta. Dalam melakukan aksinya, Supriyanto memang lihai. Dia menutupi pulpen yang dipegangnya dengan tas selempang. Kemudian pulpen berkamera pun dia keluarkan.

Korban Supriyanto, seorang perempuan pekerja kantoran di kawasan SCBD Sudirman. Perempuan yang baru menikah 2 bulan itu, tinggal di kawasan Jakarta Barat. Saat diperiksa sebagai saksi pelapor, korban terlihat shock. “Anak saya baru menikah, kerja di Sudirman,” jelas ayah korban yang mendampingi di Mapolres Jakpus. Polisi hingga kini belum bisa memberikan keterangan karena masih melakukan pemeriksaan.

Supriyanto (29) diduga tidak hanya sekali melakukan perbuatannya merekam daleman rok perempuan penumpang TransJ. Diduga dia sudah melakukan beberapa kali. Tak heran kalau polisi kemudian melakukan penggeledahan rumah Supriyanto di sebuah tempat di Jakarta. “Rumahnya digeledah,” bisik seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya, Selasa (4/12/2012). Penggeledahan dilakukan sejak pukul 18.00 WIB. Tim penyidik Polres Jakpus bergerak ke rumah Supriyanto yang ditangkap pagi tadi di TransJ karena kedapatan merekam daleman rok seorang perempuan di kawasan Harmoni.

“Tim sudah bergerak sejak tadi, cari barang bukti rekaman lain,” jelas penyidik itu. Supriyanto diketahui merekam daleman rok dengan menggunakan telepon seluler. Dia menggunakan pulpen dengan senter sebagai penerang. Pria yang tampil perlente ini pun sempat mengaku dirinya melakukan itu karena mudah terangsang bila melihat perempuan memakai rok. Aksi cabulnya dipergoki penumpang lain yang berteriak. Sehingga Supriyanto dibekuk penumpang lain dan diserahkan ke polisi. Sementara itu Kapolres Jakpus Kombes Pol AR Yoyol yang dikonfirmasi mengaku belum tahu soal kasus ini. “Saya cek dulu ya,” terang Yoyol.

Kasus pelecehan seksual itu, terjadi pada Selasa (4/12/2012) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Pelaku sepertinya sudah berniat untuk melakukan tindak asusila. Sebab, saat mengantri di halte bus TransJakarta, Supriyanto telah menyiapkan ponsel berkamera dan pena dengan senter di tas selempangnya.

Kemudian, Supriyanto berdiri dibelakang seorang wanita berinisial TR (26), yang saat itu mengenakan rok. Memanfaatkan kepadatan antrean, pelaku pun kemudian merekam bagian vital korban dari bawah. Namun, saat sedang merekan, tindak asusila Supriyanto dipergoki penumpang lain, yang kemudian langsung meneriakinya. Pria itu pun, kemudian langsung diamankan dan diinterogasi ke petugas, sampai akhirnya pelaku dibawa ke Polres Jakarta Pusat.

Adof (26), petugas pengamanan Bus Transjakarta mengatakan awalnya korban tidak mau melaporkan kejadian tersebut karena mau mengikuti rapat. Namun setelah dibujuk akhirnya melapor. “Awalnya tidak mau karena mau kerja katanya, tapi akhirnya korban mau juga melapor,” ucapnya.

Sementara, dalam pemeriksaan, pelaku mengaku sudah sering melakukan aksi asusila dengan cara mengintip celana dalam wanita di halte bus TransJakarta. Namun, ia mengaku biasanya hanya mengintip saja, dan baru kali ini nekat merekam. “Saya baru kali ini merekam, tadi spontan saja,” kata Supriyanto. Saat ini, Supri dan korban TR, masih menjalani pemeriksaan di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Pusat.

Supriyanto, pelaku yang merekam celana dalam penumpang wanita di halte bus TransJakarta, koridor I Harmoni, mengaku telah dua kali merekam celana dalam. Supriyanto yang bekerja sebagai karyawan swasta ini melakukan aksinya di halte bus TransJakarta Pulogadung dan Harmoni.

” Yang pertama di Pulogadung, saya khilaf mas,” sesal Supriyanto di Mapolres Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2012). Dalam menjalankan aksinya, pelaku merekam celana dalam korban menggunakan telepon genggam merek Cross. “Kalau ngintip celana dalam diangkot udah sering mas, tapi kalau di bus TransJakarta baru dua kali,” jelasnya. Pelaku juga mengaku baru satu bulan menikah dan saat ini tinggal di Pulogadung. Polisi menemukan dua rekaman di HP pelaku. Kedua rekaman tersebut adalah gambar celana dalam korban di halte bus TransJakarta.

Seperti diberitakan, seorang wanita berinisial ATG (28) warga Kalideres, Jakarta Barat, menjadi korban aksi Supriyanto. Menurut pengakuan ayah ATG, Andi Nasrullah, putrinya mengalami pelecehan seksual ketika akan menuju lokasi bekerja. “Korban saat itu hendak berangkat kerja dari rumahnya di Kalideres ke kantornya. Anak saya bekerja di Bursa Efek Indonesia (BEI),” kata Andi.

Kronologis kejadian bermula ketika pelaku mengantri di dalam halte. Saat itu, halte tersebut sedang ramai. Korban menggunakan HP merekam penumpang pada saat mengantri. Pelaku ditangkap penumpang karena kepergok tengah merekam celana dalam karyawati BEI tersebut. Saat ini pelaku ditahan di Mapolres Jakarta Pusat. Karyawati Bursa Efek Indonesia (BEI) yang direkam celana dalamnya di halte bus TransJakarta koridor I Harmoni, Jakarta Pusat mengalami trauma yang mendalam. Hal tersebut diungkap ayah korban, Andi Nasrullah. “Iya anak saya shock, saat ini dia ingin bertemu suaminya,” ujar Andi di Mapolres Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2012).

Menurut Andi, suami anaknya itu adalah seorang pilot dan mereka baru menikah dua bulan yang lalu. “Suaminya saat ini lagi tidak terbang, mereka baru menikah dua bulan yang lalu,” ujarnya. Dia menambahkan, bahwa anaknya tersebut memakai pakaian yang sopan. Namun entah kenapa pelaku merekam celana dalam anaknya itu.

Seperti diketahui, seorang pria ditangkap karena merekam celana dalam dan bokong wanita di halte bus TransJakarta koridor I Harmoni. Pelaku bernama Supriyanto warga Jalan Poncol 2 No 42, Gandaria, Cilandak, Jakarta Selatan. Kronologis kejadian bermula ketika pelaku mengantri di dalam halte. Saat itu, halte tersebut sedang ramai. Pelaku menggunakan HP dan pulpen senter merekam celana dalam korban. Pelaku ditangkap penumpang karena kepergok merekam celana dalam karyawati BEI itu. Saat ini pelaku ditahan di Mapolres Jakarta Pusat.

Korban pelecehan seksual dengan merekam celana dalam dan bokong yang terjadi di halte Harmoni TransJakarta diketahui berinisial ATG (28) warga Kalideres, Jakarta Barat. Menurut pengakuan ayah korban, Andi Nasrullah, putrinya mengalami pelecehan seksual ketika akan menuju lokasi bekerja. “Korban saat itu hendak berangkat kerja dari rumahnya di Kalideres ke kantornya. Anak saya bekerja di Bursa Efek Indonesia (BEI),” kata Andi di Mapolres Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2012).

Andi mengatakan bahwa putrinya juga sudah menikah satu tahun yang lalu. Atas peristiwa tersebut, Andi meminya agar pelayanan dan keamanan TransJakarta lebih ditingkatkan. “Kami juga minta agar pelayanan di Bus TransJakarta ditingkatkan lagi,” ujarnya. Seperti diketahui, seorang pria ditangkap karena merekam celana dalam dan bokong wanita di halte bus TransJakarta koridor I Harmoni. Pelaku bernama Supriyanto warga Jalan Poncol 2 No 42, Gandaria, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kronologis kejadian bermula ketika pelaku mengantri di dalam halte. Saat itu, halte tersebut sedang ramai. Pelaku menggunakan HP dan pulpen senter merekam penumpang pada saat mengantri. Korban ditangkap penumpang karena kepergok tengah merekam celana dalam karyawati BEI tersebut. Saat ini pelaku ditahan di Mapolres Jakarta Pusat.

Seorang pria ditangkap karena berusaha merekam celana dalam dan bokong penumpang wanita di halte bus TransJakarta koridor I Harmoni. Pelaku diketahui bernama Supriyanto, warga Jalan Poncol 2 No 42, Gandaria, Cilandak, Jakarta Selatan. Kronologis kejadian bermula ketika pelaku mengantri di dalam halte. “Korban pakai rok, pelaku di belakang korban. Saat itu pelaku merekam celana dalam korban dengan HP dan pulpen center,” kata Kanit Resmob AKP Mustakim kepada Okezone, Selasa (4/12/2012).

Menurut Mustakim pelaku kini masih dimintai keterangan di Polres Jakarta Pusat. Sementara itu, petugas PAM Halte Bus TransJakarta menambahkan, kejadian tersebut sekira pukul 07.00 WIB. “Saat itu sedang ramai mengantri, pelaku memakai tas selempang yang digunakan untuk menyembunyikan HP,” ujarnya. Setelah itu, penumpang lain menangkap dan meneriakin pelaku di lokasi. “Kami langsung membawa dan menginterogasikan di dalam pos dan dia mengakuinya,” pungkasnya.

Supriyanto, pelaku perekam celana dalam dan bokong wanita di halte bus TransJakarta koridor I Harmoni, mengaku mudah terangsang jika melihat wanita. “Saya mudah terangsang jika melihat wanita (salah satu ciri hipersex),” ujar Supriyanto di Mapolres Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2012).

Saat itu korban yang memakai blazer dan rok merah marun berada di belakang korban. Niat jahat pelaku timbul melihat korban dan langsung mengeluarkan HP untuk merekam celana dalam. Pelaku juga sudah berhasil merekam beberapa menit dengan kameranya. Namun pelaku langsung dibekuk penumpang yang memergokinya. Pria 29 tahun ini kapok dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya tersebut. “Saya kapok mas,” sesalnya.

Saat ini, Supriyanto mendekam di Mapolres Jakarta Pusat. Polisi mengamankan HP dan pulpen senter yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya.

Saiful Dian Effendi Dihukum 5 Bulan Penjara Karena Kirim SMS Cabul Pada Adelian Ayu Septiana

Hati-hati mengirim SMS kepada teman Anda sebab bisa saja berakhir penjara. Apalagi jika SMS tersebut berisi kata-kata cabul, seronok atau mengandung pelecehan. Seperti yang dialami mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Madiun, Jawa Timur, Saiful Dian Effendi (22).

Kasus ini bermula saat Saiful mengirimkan perkataan cabul, jorok dan porno kepada beberapa nomor di handphone-nya pada awal 2011. Semua yang dia kirimi adalah perempuan, salah satunya Adelian Ayu Septiana. Isi SMS seronok tersebut membuat Adel merasa risih dan dilecehkan. Apalagi SMS dikirim berkali-kali. Adel pun melaporkan hal ini ke polisi.

Setelah melalui proses hukum, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun menuntut Saiful untuk dihukum 10 bulan penjara dan denda Rp 1 juta. Jika tidak mau membayar denda, maka diganti pidana kurungan selama 3 bulan.

Namun tuntutan JPU ini tidak dipenuhi majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Madiun. Ketua majelis hakim, Arif Budi Cahyono, menghukum Saiful dengan hukuman percobaan. Yaitu jika selama 10 bulan Saiful tidak mengulangi perbuatannya maka tidak dipenjara. Tetapi jika dalam 10 bulan mengulangi, maka Saiful harus mendekam 5 bulan penjara tanpa proses hukum lagi.

Mendapati putusan ini, JPU pun banding namun Pengadilan Tinggi Surabaya bergeming dan tetap dengan putusan PN Madiun. JPU tidak patah arang dan mengajukan kasasi. Setelah dipertimbangkan matang, MA pun mengabulkan permohonan JPU.

“Mengabulkan permohonan jaksa. Menghukum terdakwa dengan hukuman 5 bulan penjara,” demikian bunyi putusan kasasi MA yang didapat detikcom, Rabu (15/8/2012).

Putusan ini dibuat oleh ketua majelis Djoko Sarwoko dengan hakim anggota Komariah Emong Sapardjaja dan Surya Jaya. Putusan yang menggunakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ini diketok pada Senin, 6 Agustus 2012 lalu dan menjadi kasus pertama yang masuk MA terkait SMS cabul yang dipidana.

Putusan kasasi ini mengubah nasib Saiful. Sebab hukuman percobaan dihapus. Selain menghapus hukuman percobaan, pidana denda pun dihapus oleh MA. Meski demikian, Saiful harus meringkuk selama 5 bulan di hotel prodeo untuk mempertangungjawabkan SMS seronok yang dikirimnya itu.

Modus Baru Pencopet Yaitu Remas Remas Payudara Korban Sementara Teman Yang Lain Ambil Dompet

Seorang wanita tukang kredit pakaian dicabuli dan dijambret kawanan copet di dalam Metromini 07 , Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (23/6) siang. Uang Rp 550 ribu berikut handphon miliknya raib.

Korban, Prisila, 28, saat itu habis belanja pakaian di ITC Cempaka Putih kemudian pulang naik Metromini 07 jurusan Semper-Senen. Dari belakang 3 pria tak dikenal mengikuti korban dan ikut angkutan yang sama.

Di dalam Metromini, korban sempat curiga melihat gerak-gerik tiga pria muda tersebut, hingga ia sengaja turun dari angkutan umum tersebut meski tujuannya ke Plumpang, Koja belum sampai.

Korban kemudian kembali menyetop Metromini 07 yang lain. Baru beberapa meter jalan, tiga pria yang ternyata copet tersebut tiba- tiba kembali naik metromini yang dinaiki korban. “Mereka rupanya juga turun beberapa meter begitu saya turun,” kata korban.

Korban dan tiga penumpang wanita di dalam mikrolet hanya bisa diam dan menjaga barang berharganya. Namun ketika korban ingin turun di depan putaran Plumpang, satu pelaku langsung menjambak rambut dan meremas payudaranya.

Rekan pelaku yang lain kemudian menyobek tas menggunakan pisau lalu mengambil dompet berisi Rp 550 ribu Berikut HP milik korban.

Para pelaku lalu kabur, naik angkutan umum lainnya. “Saya berteriak tapi tidak ada yang menolong.”

“Kita masih memeriksa keterangan korban dan mengejar para pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Jakut, AKBP Didi Hayamansyah.

Seorang Ibu Berhubungan Seks Dengan Siswa ABG Setelah Ditugasi Menjaganya

Dipasrahi tanggung jawab untuk mengasuh anak sahabatnya, seorang wanita di Amerika Serikat (AS) malah terlibat hubungan seksual dengan remaja berusia 13 tahun tersebut. Hubungan keduanya berlangsung terus-menerus selama 2 tahun, saat ibunda remaja tersebut tengah dirawat di rumah sakit.

Karen Lee Carstens (41) kini terancam dipenjara karena perbuatannya tersebut. Awalnya, ibunda remaja tersebut meminta tolong Karen untuk merawat putranya, di saat dirinya menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Houston, AS.

Namun, Karen justru menyalahgunakan tanggung jawab yang diberikan kepadanya dengan mencabuli putra sahabatnya tersebut. Insiden tersebut terjadi sejak tahun 2007, saat remaja laki-laki tersebut masih berusia 13 tahun, hingga tahun 2009.

Demikian seperti dilansir oleh Daily Mail, Sabtu (5/5/2012).

Polisi menuturkan, Karen dan remaja tersebut terlibat hubungan seksual selama beberapa kali. Diketahui bahwa,beberapa kali keduanya sempat berhubungan intim layaknya suami-istri di rumah Karen di Texas.

Karen meminta remaja tersebut untuk tidak memberitahu siapapun tentang hubungan mereka berdua. Namun, dalam dokumen pengadilan diketahui bahwa remaja tersebut sebenarnya sangat khawatir dirinya akan menghamili Karen karena beberapa kali berhubungan seks tanpa menggunakan kondom.

Hubungan keduanya diakhiri pada tahun 2009 ketika Karen pindah rumah. Karen yang kini tinggal di Riva, Maryland, telah dikenai dakwaan pencabulan terhadap anak oleh otoritas Houston. Polisi telah menerbitkan surat perintah penangkapan bagi Karen.

Pemain Sriwijaya FC Hilton Moreira Bersama Pramugara Lion Air Ditangkap Polisi Karena Percobaan Pemerkosaan Terhadap Pramugari Lion Air

Pemain Sriwijaya FC Hilton Moreira ditangkap petugas Polres Metro Kota Tangerang. Hilton ditangkap atas dugaan pelecehan seksual terhadap pramugari Lion Air.

“Iya benar dia ditangkap karena aduan tersebut,” ujar salah satu pejabat di Polres Metro Kota Tangerang yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/02/2012).

Pejabat kepolisian itu tidak merinci lokasi penangkapan. Namun Moreira ditangka pada Minggu (26/2) pukul 20.00 WIB. Moreira pada Rabu (22/2) dilaporkan seorang pramugari karena nyaris memperkosa di Apartemen THe Colour, Modernland, Cikokol, Tangerang.

Sang pramugari itu, khawatir kasus ancaman pemerkosaan itu akan terulang. Dia pun melaporkan ke polisi.

Informasi yang dikumpulkan, peristiwa itu bermula saat sang pramugari yang sedang tidak enak badan dikunjungi beberapa temannya yaitu MG (20), VA (21), dan AZ (19) di apartemen tempat dirinya tinggal. Ketika dikunjungi itu, dirinya sempat tidur karena sedang sakit.

Namun, begitu terbangun, di ruang tamu apartemennya sudah ramai dengan WNA yang berjumlah 3 orang. Satu orang berkulit putih, dua orang hitam.

Meski terkejut, dirinya berusaha tidak mengambil pusing, dan akhirnya ikut bergabung dengan teman-temannya yaitu VA, AZ dan ketiga WNA itu, sementara itu MG sudah pergi. Namun, tiba-tiba salah dua orang berkulit hitam tersebut melecehkannya, dengan menggerayangi tubuh LS. Korban lalu pindah ke dalam kamarnya, tapi pria berkulit gelap tersebut tetap mengikutinya.

Korban yang sempat meminta pertolongan AZ tidak bisa bebuat apa-apa karena AZ malah memegangi tangan LS. Kedua pria berkulit hitam itu pun justru semakin nekat, dengan mencoba membuka baju dan celana korban. Sang pramugari pun berteriak. Teriakan itu membuat para tamu tersebut pergi sambil tertawa-tawa.

Kasat Reskrim Polres Metro Kota Tangerang, AKBP Rahmat menjelaskan, korban merasa dirugikan dan melaporkan kejadian ini ke Polres Kota Tangerang pada Kamis (23/2) 01.00 WIB lalu.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Kami fokuskan pada teman korban yang juga seorang pramugara Lion Air berinisial AZ,” ujar Rahmat.

Tuduhan Cabul Di Istana Habib Hasan Bin Jafar Assegaf

Keresahan jamaah dan santri Majelis Taklim Salawat dan Zikir Nurul Musthofa (NM) akhir-akhir ini makin menjadi-jadi. Keresahan ini sebenarnya sudah terjadi sejak setahun lalu. Semua dipicu kabar miring tentang pimpinan tertinggi NM, Al Habib Hasan Bin Jafar Assegaf.

Aib sang habib menyebar melalui jejaring sosial facebook. Habib Hasan dikabarkan melakukan pencabulan terhadap sejumlah santri. Tuduhan ini tentu menjadi aib yang sangat besar, sebab Hasan adalah seorang yang bergelar habib. Gelar ini tidak bisa dimiliki sembarang orang. Sebutan habib dinisbatkan secara khusus terhadap keturunan Nabi Muhammad atau keturunan dari orang yang bertalian keluarga dengan sang nabi.

Selain bergelar Habib, Hasan juga ulama yang cukup moncer di Jakarta dan sekitarnya. Pimpinan majelis yang bermarkas Jl. RM Kahfi I, Gang Manggis RT 01/01 No. 9A, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu punya ribuan pengikut. Ia juga kerap tampil di berbagai pengajian di masjid-masjid.

Tuduhan pencabulan ini sebenarnya bukan tuduhan pertama bagi Hasan. Sebelumnya, pada 2002, telah muncul tuduhan serupa. Namun, karena korban hanya satu orang, masalah diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi kini santri yang mengaku dicabuli Hasan makin banyak, jumlahnya yang melapor mencapai belasan.

Tidak hanya melapor ke polisi dan meminta bantuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), korban pencabulan Habib Hasan juga menyambangi Komnas Perlindungan Anak. Mereka berharap semakin mendapat banyak dukungan untuk mengungkap tindakan bejat yang pernah diterimanya.

Seorang pemuda belasan tahun yang mengaku korban pencabulan Habib Hasan datang didampingi ibunda korban lainnya dan seorang perempuan yang mengaku sebagai saksi. Mereka datang ke kantor Komnas PA, Jl TB Simatupang No 33, Jakarta Timur, Selasa (21/02/2012) sore.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut perwakilan korban yang juga merupakan saksi, Mariam, menjelaskan kedatangannya untuk menceritakan kondisi anak-anak korban Habib Hasan.

“Saya melaporkan dari beberapa anak yang memang jadi korban pencabulan yang kita memang sama-sama prihatin jadi ini bukan masalah agama, sekali lagi bukan masalah agama. Tapi ini mutlak masalah pencabulan anak-anak di bawah umur di mana generasi muda kita harus diselamatkan,” kata Mariam kepada wartawan.

Dia juga mohon agar berbagai pihak dari kalangan ulama, pejabat, masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong untuk menolong anak-anak tersebut.

“Tolong sekali, kasihan! Itu korban sudah berbagai macam cara untuk berusaha. Kasihan mereka itu. Saya mohon sekali bantuannya. Ini anak kita, ini warga kita, mereka semua adalah bagian dari kita. Kasihan anak-anak generasi muda kita mau jadi apa kalau dibiarkan begitu saja,” ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Dia menjelaskan semua bukti sudah diserahkan kepada polisi. Sedangkan para korban saat ini trauma dan butuh dukungan. Bahkan untuk bicara saja sepertinya sulit. Meski demikian, para korban terus dimotivasi agar tidak menyerah. Karena yang diperjuangkan adalah kebenaran.

“Ini benar-benar murni kejahatan yang harus sama-sama kita ungkapkan agar kita bisa membersihkan dan membenahi dari pada penistaan-penistaan yang ada, terutama anak-anak yang berharap menjadi anak-anak yang soleh, jadi anak-anak yang berguna tapi dirusak masa depannya,” jelas Mariam.

Sementara Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, membenarkan kedatangan rombongan itu untuk melaporkan tindakan yang diduga pencabulan atau kekerasan seksual. Perlakuan itu dihadapi anak di bawah umur oleh salah seorang yang seharusnya bisa menjadi panutan.

“Mereka datang ke sini untuk konsultasi tapi tentu konsultasi itu perlu menghadirkan korban,” kata Arist. Dalam waktu dekat Komnas PA berniat menghadirkan para korban untuk mendengar langsung kesaksiannya. Bagi Arist, informasi yang diterima dia dari rombongan pelapor itu sangat mengerikan. “Karena seharusnya kan seorang habib, seorang ulama, apakah dia pastur, pendeta atau kiai, itu harus menjadi garda terdepan untuk melindungi anak,” tuturnya.

Arist menilai penegak hukum sangat berhari-hati merespons laporan pencabulan yang dilakukan Habib Hasan. Sebab kasus kekerasan seksual harus dibuktikan.

“Kasus kekerasan seksual kan tidak ada orang yang bisa menyaksikan. Itu pasti tersembunyi tetapi bisa digunakan dengan pengakukan korban dan saksi-saksi di antara korban langkah yg harus kita lakukan adalah mencari informasi semaksimal mungkin dari korban baru kita lakukan langkah-langkah penyelamatan korban dari praktik-praktik dugaan kekerasan seksual,” tutupnya.

11 Pemuda melaporkan Habib H ke polisi karena merasa telah dicabuli Sang Habib. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun mengingatkan polisi agar tidak mengulur-ulur proses hukum Habib H. “Walau (laporan) sudah di kepolisian, polisi diharapkan tidak mengulur-proses hukum ini,” ujar Wakil Ketua KPAI Asrorun Ni’am, di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/2/2012).

Proses cepat kasus ini diharapkan segera dilakukan karena KPAI mengindikasi adanya teror pada keluarga korban. Selain itu ada indikasi korban yang terpengaruh disorientasi seksual. “Kami dorong agar cepat,” imbuhnya.

Menurut Ni’am, pelaku pencabulan ini bisa dijerat dengan pasal 82 UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sebab beberapa orang yang dicabuli masih dikategorikan anak-anak. “Ancaman pidana maksimal 15 tahun, minimal 3 tahun. Dan denda maksimal Rp 500 juta dan minimal Rp 60 juta,” tambah Asrorun.

Disampaikannya, KPAI juga telah meminta Polda Metro Jaya melakukan visum kepada para korban. Seperti diberitakan sebelumnya, Habib H dilaporkan oleh 11 pemuda ke Polda Metro Jaya pada 16 Desember 2011 silam. Mereka melaporkan Habib H atas tuduhan pencabulan selama pengobatan alternatif. Polisi sendiri mengaku kesulitan menyelidiki kasus tersebut, karena para korban melaporkan kasus yang sudah terjadi selama bertahun-tahun. Saat kejadian itu, para korban masih berusia belasan tahun. Kemudian, tidak adanya saksi dalam kasus tersebut semakin menyulitkan pihak penyidik.

KPAI berharap Habib Hasan segera memberikan klarifikasi mengenai tudingan pencabulan kepada santrinya. Namun hingga kini Habib Hasan belum bisa datang ke kantor KPAI karena masih sibuk.

“Jumat kemarin sudah ada panggilan ke Habib tapi tidak datang,” kata Sekretaris KPAI M Ihsan kepada wartawan di kantor KPAI, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2012) petang.

Ihsan mengatakan, dirinya telah menghubungi pengacara Habib Hasan untuk mengetahui kapan dia bisa datang ke KPAI. “Pengacaranya bilang minggu ini sibuk, mungkin minggu depan. Kalau dia mau datang pasti konfirmasi dulu,” katanya.

Ihsan mengatakan pemanggilan bisa dilakukan dua sampai tiga kali. Kalau tidak juga datang maka KPAI akan meminta bantuan polisi.

Dihubungi terpisah pada Selasa pagi, Wakil Ketua KPAI Asrorun Ni’am mengatakan kalaupun Habib Hasan tidak akan bisa hadir ke KPAI untuk mengklarifikasi tudingan perbuatan cabul kepada santrinya, proses KPAI akan tetap berjalan.

Ibu Lima Anak Bayar Jasa Dengan Berhubungan Seks Dengan Dua Remaja SMA Sekaligus

Dengan berdalih sebagai imbalan rasa terima kasih, seorang ibu dari lima orang anak, mengajak berhubungan seks dengan dua siswa sekolah di bawah umur, sebagai hadiah karena mereka berhasil merusak mobil pesaingnya.

Davina Travi (42) membuat kesepakatan dengan dua siswa sekolah yang masih berumur 13 dan 14 tahun itu, setelah ia diputuskan oleh pacarnya karena wanita idaman lain (WIL). Ia meminta mereka untuk merusak mobil milik WIL kekasihnya, Stacey Allright, dengan imbalan seks.

Pada bulan April 2010, kedua remaja itu menemukan mobil Stacey, Peugeot 306, dan menghancurkannya. Sebagai bukti mereka membawakan plat mobil tersebut kepada Davina.

Wanita yang tinggal di Bournemouth, Dorset, Inggris itu, akhirnya memenuhi janjinya, dengan melayani kedua remaja itu secara bergantian, di mana remaja tertua ia tiduri di kamarnya, sementara yang lebih muda ia setubuhi di lantai atas rumahnya.

Kelima orang anaknya, termasuk dua di antaranya seumuran dengan kedua remaja itu, tidak berada di rumah saat hubungan seks tersebut.

Selepas melakukan adegan suami-istri, Davina ternyata masih tetap berhubungan dengan kedua remaja tersebut. Ia kerap mengirimkan pesan singkat berbau mesum kepada mereka saat di sekolah.

Di muka Pengadilan Bournemouth Crown, terungkap Davina berhubungan dengan salah satu remaja itu, baik dengan telepon atau pesan singkat, sebanyak 548 kali dalam beberapa bulan.

Davina, wanita bertubuh sintal tersebut, memiliki kode rahasia jika ia ingin melakukan hubungan badan dengan kedua remaja tersebut. Kode tersebut adalah tiga buah tanda tanya. Ia akhirnya meniduri kedua orang anak muda itu, setidaknya sekali, berdasarkan pengakuannya.

Skandal itu baru terkuak setelah kekasih dari salah satu remaja tersebut mengetahui apa yang terjadi, dan mendorong keduanya melaporkan kepada seorang pekerja sosial di sekolah pada lima bulan kemudian.

Setelah laporan itu dimasukan, Davina kemudian ditangkap dan dituduh melakukan penyerangan seksual terhadap remaja yang kini berusia 15 dan 16 tahun tersebut.

Jaksa Penuntut, Stephen Dent, dalam pengadilan mengungkapkan, rumah Davina kerap digunakan oleh sekelompok anak sekolah untuk merokok dan meminum minuman keras. “Davina Travi memperlakukan anak-anak seperti orang dewasa. Dia mengizinkan mereka minum-minuman keras dan merokok di rumahnya.

SPG Mall Ambasador Jadi Korban Pelecehan Seks Di Kopaja P 20 Sampai Terkena Sperma Di Pantat

Seorang Sales Promotion Girl (SPG) menjadi korban pencabulan dari pria setengah baya saat naik Kopaja P 20 di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (3/2) malam.

Akibat perbuatan tidak terpuji pria tersebut, celana leaging yang dipakai M 25, basah terkena cairan sperma. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban melaporkan kasus ini ke Polres Jakarta Selatan.

Menurut korban sekitar pukul 20.30 dia pulang dari tempatnya bekerja di Mall Ambasador, Setiabudi, Jakarta Selatan. Wanita cantik ini naik Kopaja P 20 jurusan Senen-Ragunan.

Saat itu, kondisi bis dalam keadaan penuh sesak penumpang. “Saat melintas di kawasan Pasar Minggu, saya merasa pinggul ini ada yang menggesek-gesekan sesuatu. Pas dilihat ke belakang, ada pria berusia sekitar 45 tahun. Saya nggak curiga, jadi saya biarkan aja,” ungkap Mega.

Beberapa menit kemudian, korban merasakan ada cairan yang membasahi bagian belakang celana leaging yang dipakainya.Wanita berusia 25 tahun itu pun langsung menengok celananya.

Saat disentuh, ia merasakan sesuatu yang lengket dan berbau anyir. “Kata orang di sebelah saya, pinggul saya digesek kemaluan cowok yang barusan turun, ” ucapnya.

Korban sempat teriak, namun pelaku kabur naik angkot lain. “Saya minta polisi bisa meringkus pelaku pencabulan ini,” katanya.