Category Archives: pelecehan seksual

Tuduhan Cabul Di Istana Habib Hasan Bin Jafar Assegaf

Keresahan jamaah dan santri Majelis Taklim Salawat dan Zikir Nurul Musthofa (NM) akhir-akhir ini makin menjadi-jadi. Keresahan ini sebenarnya sudah terjadi sejak setahun lalu. Semua dipicu kabar miring tentang pimpinan tertinggi NM, Al Habib Hasan Bin Jafar Assegaf.

Aib sang habib menyebar melalui jejaring sosial facebook. Habib Hasan dikabarkan melakukan pencabulan terhadap sejumlah santri. Tuduhan ini tentu menjadi aib yang sangat besar, sebab Hasan adalah seorang yang bergelar habib. Gelar ini tidak bisa dimiliki sembarang orang. Sebutan habib dinisbatkan secara khusus terhadap keturunan Nabi Muhammad atau keturunan dari orang yang bertalian keluarga dengan sang nabi.

Selain bergelar Habib, Hasan juga ulama yang cukup moncer di Jakarta dan sekitarnya. Pimpinan majelis yang bermarkas Jl. RM Kahfi I, Gang Manggis RT 01/01 No. 9A, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu punya ribuan pengikut. Ia juga kerap tampil di berbagai pengajian di masjid-masjid.

Tuduhan pencabulan ini sebenarnya bukan tuduhan pertama bagi Hasan. Sebelumnya, pada 2002, telah muncul tuduhan serupa. Namun, karena korban hanya satu orang, masalah diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi kini santri yang mengaku dicabuli Hasan makin banyak, jumlahnya yang melapor mencapai belasan.

Tidak hanya melapor ke polisi dan meminta bantuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), korban pencabulan Habib Hasan juga menyambangi Komnas Perlindungan Anak. Mereka berharap semakin mendapat banyak dukungan untuk mengungkap tindakan bejat yang pernah diterimanya.

Seorang pemuda belasan tahun yang mengaku korban pencabulan Habib Hasan datang didampingi ibunda korban lainnya dan seorang perempuan yang mengaku sebagai saksi. Mereka datang ke kantor Komnas PA, Jl TB Simatupang No 33, Jakarta Timur, Selasa (21/02/2012) sore.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut perwakilan korban yang juga merupakan saksi, Mariam, menjelaskan kedatangannya untuk menceritakan kondisi anak-anak korban Habib Hasan.

“Saya melaporkan dari beberapa anak yang memang jadi korban pencabulan yang kita memang sama-sama prihatin jadi ini bukan masalah agama, sekali lagi bukan masalah agama. Tapi ini mutlak masalah pencabulan anak-anak di bawah umur di mana generasi muda kita harus diselamatkan,” kata Mariam kepada wartawan.

Dia juga mohon agar berbagai pihak dari kalangan ulama, pejabat, masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong untuk menolong anak-anak tersebut.

“Tolong sekali, kasihan! Itu korban sudah berbagai macam cara untuk berusaha. Kasihan mereka itu. Saya mohon sekali bantuannya. Ini anak kita, ini warga kita, mereka semua adalah bagian dari kita. Kasihan anak-anak generasi muda kita mau jadi apa kalau dibiarkan begitu saja,” ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Dia menjelaskan semua bukti sudah diserahkan kepada polisi. Sedangkan para korban saat ini trauma dan butuh dukungan. Bahkan untuk bicara saja sepertinya sulit. Meski demikian, para korban terus dimotivasi agar tidak menyerah. Karena yang diperjuangkan adalah kebenaran.

“Ini benar-benar murni kejahatan yang harus sama-sama kita ungkapkan agar kita bisa membersihkan dan membenahi dari pada penistaan-penistaan yang ada, terutama anak-anak yang berharap menjadi anak-anak yang soleh, jadi anak-anak yang berguna tapi dirusak masa depannya,” jelas Mariam.

Sementara Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, membenarkan kedatangan rombongan itu untuk melaporkan tindakan yang diduga pencabulan atau kekerasan seksual. Perlakuan itu dihadapi anak di bawah umur oleh salah seorang yang seharusnya bisa menjadi panutan.

“Mereka datang ke sini untuk konsultasi tapi tentu konsultasi itu perlu menghadirkan korban,” kata Arist. Dalam waktu dekat Komnas PA berniat menghadirkan para korban untuk mendengar langsung kesaksiannya. Bagi Arist, informasi yang diterima dia dari rombongan pelapor itu sangat mengerikan. “Karena seharusnya kan seorang habib, seorang ulama, apakah dia pastur, pendeta atau kiai, itu harus menjadi garda terdepan untuk melindungi anak,” tuturnya.

Arist menilai penegak hukum sangat berhari-hati merespons laporan pencabulan yang dilakukan Habib Hasan. Sebab kasus kekerasan seksual harus dibuktikan.

“Kasus kekerasan seksual kan tidak ada orang yang bisa menyaksikan. Itu pasti tersembunyi tetapi bisa digunakan dengan pengakukan korban dan saksi-saksi di antara korban langkah yg harus kita lakukan adalah mencari informasi semaksimal mungkin dari korban baru kita lakukan langkah-langkah penyelamatan korban dari praktik-praktik dugaan kekerasan seksual,” tutupnya.

11 Pemuda melaporkan Habib H ke polisi karena merasa telah dicabuli Sang Habib. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun mengingatkan polisi agar tidak mengulur-ulur proses hukum Habib H. “Walau (laporan) sudah di kepolisian, polisi diharapkan tidak mengulur-proses hukum ini,” ujar Wakil Ketua KPAI Asrorun Ni’am, di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/2/2012).

Proses cepat kasus ini diharapkan segera dilakukan karena KPAI mengindikasi adanya teror pada keluarga korban. Selain itu ada indikasi korban yang terpengaruh disorientasi seksual. “Kami dorong agar cepat,” imbuhnya.

Menurut Ni’am, pelaku pencabulan ini bisa dijerat dengan pasal 82 UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sebab beberapa orang yang dicabuli masih dikategorikan anak-anak. “Ancaman pidana maksimal 15 tahun, minimal 3 tahun. Dan denda maksimal Rp 500 juta dan minimal Rp 60 juta,” tambah Asrorun.

Disampaikannya, KPAI juga telah meminta Polda Metro Jaya melakukan visum kepada para korban. Seperti diberitakan sebelumnya, Habib H dilaporkan oleh 11 pemuda ke Polda Metro Jaya pada 16 Desember 2011 silam. Mereka melaporkan Habib H atas tuduhan pencabulan selama pengobatan alternatif. Polisi sendiri mengaku kesulitan menyelidiki kasus tersebut, karena para korban melaporkan kasus yang sudah terjadi selama bertahun-tahun. Saat kejadian itu, para korban masih berusia belasan tahun. Kemudian, tidak adanya saksi dalam kasus tersebut semakin menyulitkan pihak penyidik.

KPAI berharap Habib Hasan segera memberikan klarifikasi mengenai tudingan pencabulan kepada santrinya. Namun hingga kini Habib Hasan belum bisa datang ke kantor KPAI karena masih sibuk.

“Jumat kemarin sudah ada panggilan ke Habib tapi tidak datang,” kata Sekretaris KPAI M Ihsan kepada wartawan di kantor KPAI, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2012) petang.

Ihsan mengatakan, dirinya telah menghubungi pengacara Habib Hasan untuk mengetahui kapan dia bisa datang ke KPAI. “Pengacaranya bilang minggu ini sibuk, mungkin minggu depan. Kalau dia mau datang pasti konfirmasi dulu,” katanya.

Ihsan mengatakan pemanggilan bisa dilakukan dua sampai tiga kali. Kalau tidak juga datang maka KPAI akan meminta bantuan polisi.

Dihubungi terpisah pada Selasa pagi, Wakil Ketua KPAI Asrorun Ni’am mengatakan kalaupun Habib Hasan tidak akan bisa hadir ke KPAI untuk mengklarifikasi tudingan perbuatan cabul kepada santrinya, proses KPAI akan tetap berjalan.

Ibu Lima Anak Bayar Jasa Dengan Berhubungan Seks Dengan Dua Remaja SMA Sekaligus

Dengan berdalih sebagai imbalan rasa terima kasih, seorang ibu dari lima orang anak, mengajak berhubungan seks dengan dua siswa sekolah di bawah umur, sebagai hadiah karena mereka berhasil merusak mobil pesaingnya.

Davina Travi (42) membuat kesepakatan dengan dua siswa sekolah yang masih berumur 13 dan 14 tahun itu, setelah ia diputuskan oleh pacarnya karena wanita idaman lain (WIL). Ia meminta mereka untuk merusak mobil milik WIL kekasihnya, Stacey Allright, dengan imbalan seks.

Pada bulan April 2010, kedua remaja itu menemukan mobil Stacey, Peugeot 306, dan menghancurkannya. Sebagai bukti mereka membawakan plat mobil tersebut kepada Davina.

Wanita yang tinggal di Bournemouth, Dorset, Inggris itu, akhirnya memenuhi janjinya, dengan melayani kedua remaja itu secara bergantian, di mana remaja tertua ia tiduri di kamarnya, sementara yang lebih muda ia setubuhi di lantai atas rumahnya.

Kelima orang anaknya, termasuk dua di antaranya seumuran dengan kedua remaja itu, tidak berada di rumah saat hubungan seks tersebut.

Selepas melakukan adegan suami-istri, Davina ternyata masih tetap berhubungan dengan kedua remaja tersebut. Ia kerap mengirimkan pesan singkat berbau mesum kepada mereka saat di sekolah.

Di muka Pengadilan Bournemouth Crown, terungkap Davina berhubungan dengan salah satu remaja itu, baik dengan telepon atau pesan singkat, sebanyak 548 kali dalam beberapa bulan.

Davina, wanita bertubuh sintal tersebut, memiliki kode rahasia jika ia ingin melakukan hubungan badan dengan kedua remaja tersebut. Kode tersebut adalah tiga buah tanda tanya. Ia akhirnya meniduri kedua orang anak muda itu, setidaknya sekali, berdasarkan pengakuannya.

Skandal itu baru terkuak setelah kekasih dari salah satu remaja tersebut mengetahui apa yang terjadi, dan mendorong keduanya melaporkan kepada seorang pekerja sosial di sekolah pada lima bulan kemudian.

Setelah laporan itu dimasukan, Davina kemudian ditangkap dan dituduh melakukan penyerangan seksual terhadap remaja yang kini berusia 15 dan 16 tahun tersebut.

Jaksa Penuntut, Stephen Dent, dalam pengadilan mengungkapkan, rumah Davina kerap digunakan oleh sekelompok anak sekolah untuk merokok dan meminum minuman keras. “Davina Travi memperlakukan anak-anak seperti orang dewasa. Dia mengizinkan mereka minum-minuman keras dan merokok di rumahnya.

SPG Mall Ambasador Jadi Korban Pelecehan Seks Di Kopaja P 20 Sampai Terkena Sperma Di Pantat

Seorang Sales Promotion Girl (SPG) menjadi korban pencabulan dari pria setengah baya saat naik Kopaja P 20 di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (3/2) malam.

Akibat perbuatan tidak terpuji pria tersebut, celana leaging yang dipakai M 25, basah terkena cairan sperma. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban melaporkan kasus ini ke Polres Jakarta Selatan.

Menurut korban sekitar pukul 20.30 dia pulang dari tempatnya bekerja di Mall Ambasador, Setiabudi, Jakarta Selatan. Wanita cantik ini naik Kopaja P 20 jurusan Senen-Ragunan.

Saat itu, kondisi bis dalam keadaan penuh sesak penumpang. “Saat melintas di kawasan Pasar Minggu, saya merasa pinggul ini ada yang menggesek-gesekan sesuatu. Pas dilihat ke belakang, ada pria berusia sekitar 45 tahun. Saya nggak curiga, jadi saya biarkan aja,” ungkap Mega.

Beberapa menit kemudian, korban merasakan ada cairan yang membasahi bagian belakang celana leaging yang dipakainya.Wanita berusia 25 tahun itu pun langsung menengok celananya.

Saat disentuh, ia merasakan sesuatu yang lengket dan berbau anyir. “Kata orang di sebelah saya, pinggul saya digesek kemaluan cowok yang barusan turun, ” ucapnya.

Korban sempat teriak, namun pelaku kabur naik angkot lain. “Saya minta polisi bisa meringkus pelaku pencabulan ini,” katanya.

Johanes Brian Richo Tersangka Perampokan dan Pemerkosaan Angkot M26 Semakin Beringas Dalam Penjara

Johanes Brian Richo, 18 tahun, tersangka otak perampokan dan pemerkosaan terhadap Rs, 35 tahun, warga Sukmajaya, Depok, pada 14 Desember lalu, adalah mantan narapidana. “Johanes adalah mantan residivis tahun 2009 dengan kejahatan penggelapan,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Mulyadi Kaharni di kantornya Senin 26 Desember 2011.

Menurut dia, seharusnya para mantan narapidana yang sudah dibina berubah menjadi baik ketika keluar penjara, tidak melakukan kejahatan lagi, dan siap diterima kembali di masyarakat. “Tapi kenyataannya tambah beringas,” kata Mulyadi.

Johanes, Mulyadi menambahkan, merekrut tersangka lainnya dan mengajak mereka berbuat jahat. Dalam menjalankan aksinya, Johanes menggunakan angkot M26 yang disewanya dari tangan ketiga. Jadi sang pemilik tidak tahu angkotnya digunakan untuk kejahatan. “Pemilik mobil tidak terkena pasal. Dia tidak sengaja menyewakan kendaraan untuk melakukan kejahatan. Memang seharusnya ia tidak menyewakan barang kepada yang tak dikenal.”

Keuntungan dari gonta-ganti sopir ini, ucap Mulyadi, hanya Rp 10 ribu. Mereka menggunakan sistem setoran per hari. Jika pemilik angkot mendapatkan setoran dari hasil kejahatan dan membagikannya, ia akan diproses pidana.

Selain Johanes, Polres Depok membekuk dua tersangka lainnya pada Jumat pekan lalu. Mereka adalah Deden Rosadi, 18 tahun, dan Aida, 19 tahun. Aida, mahasiswi sebuah universitas di Jakarta Timur, adalah pacar Johanes, yang dijemput sebelum mereka beraksi. Ia diduga menyaksikan pacarnya ketika memperkosa Rs. Polisi masih memburu tersangka MS, 19 tahun, pengemudi angkot itu.

Tiga tersangka dibekuk dalam 10 hari karena kehabisan ongkos. Uang Rp 500 ribu dan giwang milik Rs yang dirampok habis dalam perjalanan. Saat di Cirebon, Jawa Barat, mereka kehabisan ongkos untuk kabur.

“Uang hasil kejahatan itu untuk makan saja enggak cukup. Mereka juga minta sama tukang becak Rp 1.000, penangkapan kan pada hari kesembilan pelarian,” kata Mulyadi. Untuk kabur lebih jauh, mereka sudah kehabisan logistik.

Rs berharap tersangka yang merampok dan memperkosanya dihukum mati. “Keponakan saya meminta tersangka dihukum mati atau dipenjara seumur hidup,” kata Joy, 50 tahun, paman Rs, di Polres Depok, Ahad lalu. Keinginan itu disampaikan saat Rs diminta untuk mengenali tersangka dan membuat berita acara pemeriksaan (BAP) tambahan.

Menurut Joy, Rs dan keluarga belum puas jika tersangka hanya divonis 10 atau 15 tahun penjara. “Sekarang mungkin keponakan kami sedikit tenang dengan ditangkapnya ketiga tersangka. Tapi dia belum puas.”

Ketika polisi memperlihatkan foto Johanes, ibu dua anak itu langsung melepaskan napas panjang dan membenarkan bahwa Johanes yang telah memperkosanya. Korban tidak dipertemukan langsung dengan pelaku karena belum sanggup. “Tadi diperlihatkan fotonya, betul si Johanes itu yang perkosa keponakan saya,” kata Joy.

Gadis ABG Nyaris Diperkosa Pacar dan Teman Dikompleks Setneg Panunggangan Cipondoh

Gadis ABG,NR,15 nyaris dinodai dua lelaki yaitu pacarnya dan temannya di amar sewa dekat kompleks Setneg, Kelurahan Panunggangan, Cipondoh,Kota Tangerang.

Korban dan pacarnya,Si,17 sempat dipergoki petugas patroli Polsekta Cipondoh ketika ribut mulut di pinggir jalan Selasa tengah malam sekitar 24.00. Kepada petugas patroli, NR menceritakan bahwa dirinya akan diperkosa di kamar sewaan. Keduanya kemudian diamankan ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Kepada petugas NR yang tinggal di Sudimara Pinang itu mengaku malam itu diajak jalan-jalan oleh Si.Namun ternyata dibawa ke kamar sewaan Rp 30 ribu/jam berlokasi di belakang kompleks perumahan Setneg. Untuk menuju lokasi NR naik motor dengan pacarnya dan teman pacarnya bernama Asep.

Sampai di lokasi, NR dan Si masuk ke kamar, sedangkan Asep menunggu di luar kamar. “Ketika NR dan Si bercumbu, tiba-tiba Asep ikut masuk kamar,”jelas Kapolsekta Cipondoh Kompol Arlon Sitinjak,SH.
Ketika Si hendak menodai NR, ternyata Asep ikut memegangi tangan NR agar tidak berontak. Tapi NR langsung berteriak minta tolong menolak dinodai Si dan minta agar diantar pulang ke rumahnya.

Pulang menaiki motor milik Asep, namun NR dan Si diturunkan di tengah jalan di perumahan Banjar Wijaya,Cipondoh. “Keduanya lalu ribut mulut dan dipergoki oleh anggota patroli,”jelas Arlon sambil menyebutkan kasusnya dilimpahkan ke unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Polres Metro Tangerang.

Setelah diperiksa petugas PPA, keluarga ABG tidak mau membuat laporan. Sehingga kasusnya tidak bisa diproses secara hukum. “Kasus ini termasuk delik aduan, kalo korban tidak mau membuat laporan ya tidak dapat diproses,”tegas Kapolsek Arlon.

Ditambahkan Arlon pemilik kamar,YS yang menyewakan kamar kepada NR dan Si juga diperiksa sebagai saksi karena menyewakan kamar tidak ada izinnya dari Pemkot

Video porno yang diperankan siswi sekolah kembali beredar. Setelah video porno yang diperankan dan “disutradarai” oleh siswi SMP di Malang, Jawa Timur, kini, ada video serupa yang diduga diperankan siswi SMA 2 Rappang, Sulawesi Selatan.

Hampir sepekan ini, masyarakat Kota Parepare dan Kabupaten Sidrap dihebohkan dengan beredarnya video mesum, yang diduga dilakukan juga oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) tersebut.

Video berdurasi 2 menit 43 detik itu memperlihatkan siswi melakukan hubungan layaknya suami istri. Video tersebut diduga diambil dengan mengunakan telepon seluler berkamera pada Juni tahun 2011 pada hari Minggu sekitar pukul 11.00 Wita.

Kepala Polres Sidrap AKBP Syamsi, Selasa (27/9/2011), mengatakan, pihaknya sudah mengantongi nama-nama dalam video tersebut. Si perempuan berinisial WAS (16) dan IDR (20). Diduga pula, mereka melakukan aktivitas haram tersebut di Jalan Muhammadiyah, di salah satu rumah warga Kota Rappang, Kabupaten Sidrap.

“Sebaiknya masyarakat tidak ikut menyebarkan video tersebut karena kami saat ini sedang menyelidiki siapa pelaku penyebaran. Kami juga berharap agar orangtua para pelaku sekaligus korban bisa bekerja sama untuk mengungkap kasus ini,” kata Syamsi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Nurkanaha Kabupaten Sidrap pun mengharapkan video ini tidak lagi disebarkan. Dia khawatir, video ini memberikan dampak buruk kepada dunia pendidikan. “Kami mengharapkan agar video tersebut dihapus saja karena video ini menjadi virus di dunia pendidikan,” kata Nurkanaha.

Karyawati Ke Dukun Karena Ingin Totok Buka Aura Tetapi Malah Buka Baju Sampai Telanjang

Alih-alih bisa buka aura dan agar pelanggan rame, paranormal, Amir Soni ,40, warga Jl. Yos Sudarso, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, memperdayai San ,29, waga Jl. Wolter Monginsidi, Bandarlampung, karyawan pijat dengan dengan mencabulinya.

Nyatanya meski sudah menuruti semua kemauan si paranomar , tidak satupun pelanggan yang datang . Akibatnya, Santi melapor ke Polresta Bandarlampung, Rabu (28/9) sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut korban di Polresta Bandarlampung yang ditemani temannya, ia yang bekerja sebagai karyawan pijat repleksi mengaku dicabuli Amir Soni seorang paranormal dengan dalih buka aura.

“Pada mulanya saya tertarik untuk buka aura dengan alasan penglaris. Tapi saat ritual, Amir Soni menyuruh saya buka semua baju sampai telanjang, kemudian dia raba-raba dan meremas-remas semua badan saya, dari atas sampai bawah. Ternyata setelah ritual saya tunggu sampai siang malah gak ada pelanggan yang datang,” kata korban di Polresta Bandar Lampung, Rabu (28/9)

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung, Kompol. Sayful Wahyudi membenarkan adanya laporan tersebut dan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Garuda Dituntut Karena Lecehkan Calon Pramugari Dengan Disuruh Telanjang dan Diraba Raba Payudaranya Oleh Pria

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia diterpa isu tak sedap. Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, menyebut maskapai pelat merah ini melakukan pelecehan seksual terhadap calon pramugari pada bulan lalu.

Pelecehan terjadi saat Garuda mewawancarai calon awak kabin asal Korea. Seorang wanita mengaku diperintahkan melepas semua pakaiannya kecuali pakaian dalam untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Saat itu seorang dokter pria disebut meraba payudaranya dengan alasan memeriksa implan. Pemasangan implan, menurut aturan perusahaan, dianggap membahayakan awak kabin ketika bertugas. Setelah kejadian tersebut, para pelamar langsung mengajukan komplain atas prosedur yang memalukan dan membuat mereka tidak nyaman itu.

Juru bicara Garuda Indonesia, Pujobroto, membantah adanya insiden tersebut. “Itu sama sekali tak benar. Tak ada pelamar yang diminta tampil tanpa busana saat rekrutmen pramugari di Korea,” katanya tadi malam.

Ia menegaskan, pemeriksaan kesehatan oleh Garuda sesuai dengan standar yang berlaku di dunia penerbangan. Dokter yang melakukan pemeriksaan juga mengacu pada standar profesi dan terikat sumpah dokter. “Ada staf lokal yang mendampingi untuk membantu menjelaskan pemeriksaan,” katanya.

Meski demikian, Pujobroto menyatakan Garuda belum berencana melayangkan somasi terhadap Yonhap maupun The Korea Herald, yang ikut memberitakan kasus ini. “Belum ada rencana ke sana,” katanya.

Proses seleksi dilakukan pada 27 Juli lalu. Ada 27 calon pramugari asal Korea yang mengikuti tes, lima di antaranya dinyatakan tak lulus. Proses rekrutmen dilaksanakan langsung oleh Garuda tanpa melibatkan pihak ketiga.

Garuda merekrut awak kabin asal Korea untuk mendukung pelayanan maskapai ini. Menurut Pujobroto, dalam sepekan Garuda terbang ke Korea sebanyak lima kali. Garuda juga merekrut pramugari asal Cina dan Jepang untuk rute Jakarta-Cina dan Jakarta-Jepang.

Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, mengatakan proses rekrutmen awak kabin tak termasuk wewenang kementeriannya. “Kami hanya mengawasi dan mengatur keselamatan, keamanan, serta pelayanan penerbangan,” katanya.

Pemerintah juga belum berencana mengambil langkah apa pun terkait dengan berita itu. “Secara informal, kami akan memastikan kepada Garuda tentang berita tersebut,” ucapnya.