Category Archives: pelecehan seksual

SPG Cantik Ini Diperkosa Bergilir Ramai Ramai Oleh 3 Anak ABG Siswa SMP Umur 14 Tahun

Sebanyak tiga pelajar pria di Port Klang, Selangor, ditangkap polisi karena beramai-ramai memperkosa seorang sales girl. Situs harian The Star, Sabtu (6/8/2011) memberitakan, salah seorang tersangka masih berusia 13 tahun.

Dia bersama dua pelajar berusia 15 dan 16 tahun, memperkosa sales girl cantik, yang malang itu di teras sebuah rumah di Port Klang, kota pelabuhan tidak jauh dari Kuala Lumpur. Para pelajar tersebut ditangkap Selasa petang. Salah seorang pelaku berpura-pura hendak mengantar sales girl yang sebelumnya sudah dikenal itu ke tempat kerja.

Alih-alih diantar ke tempat kerja, pelaku membawa korban ke sebuah rumah kosong di mana dua orang temannya menunggu. Korban berusaha melarikan diri tetapi terpojok hingga akhirnya dia diperkosa secara bergiliran oleh para pelajar bejat itu.

Seorang juru bicara Ibu Pejabat Polis (Polsek) Klang Utara menjelaskan, para tersangka ditahan hingga Senin (8/8/2011) depan untuk dimintai keterangan.

Pemilik rumah yang dijadikan lokasi kejahatan juga sudah dimintai keterangan. Para pelajar tersebut diketahui masih akfit bersekolah

Adik Perkosa Pacar Kakak Di Senayan City Dan Sebarkan Foto Telanjangnya Lewat Facebook dan BBM Sebagai Tanda Kemenangan dan Penaklukan

Dibantu tiga orang teman, seorang remaja memerkosa pacar kakaknya. Korban yang sebelumnya dicekoki minuman keras juga difoto. Foto-foto syur telanjang itu diedarkan melalui internet dan blackberry messenger (BBM).

Peristiwa itu diawali oleh ajakan Kiki, 15, mengajak Put, 17, untuk karaoke di Senayan City, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ajakan adik pacar itu disambut kesediaan cewek yang baru lulus SMA tersebut. Mereka lalu janjian untuk bertemu di lokasi karaoke. Ketika Put tiba di tempat itu, ternyata Kiki bersama tiga teman.

Tetapi di tempat karaoke tersebut, Put dicekoki minuman keras (miras) oleh Kiki dan ketiga temannya. Melihat Put dalam keadaan setengah sadar dan lemah, rupanya Kiki terbakar birahi melihat pacar kakaknya, Husen. Warga Cibubur, Jakarta Timur, itu lalu memerkosa Put di kamar kecil (toilet). Setelah dinodai, Put dibawa ke sofa dalam keadaan telanjang.

DIGERAYANGI
Tiga teman Kiki ikut menggerayangi Put. Kiki mempotret tubuh perempuan itu dalam berbagai pose sebagai kenang-kenangan dan piala karena sudah berhasil menaklukan perempuan tersebut. Ternyata foto-foto syur tersebut diedarkan di internet dan BBM. Setelah itu, mereka mengantar Put ke rumahnya di Rempoa, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. “Kiki bilang sama orangtua kalau adik saya lemas karena habis dirampok HP-nya hilang dibawa kabur,” ungkap kakak kandung korban, Ki, saat bersama Put melapor ke Mapolres Jakarta Pusat, Minggu (31/7).

Terungkapnya pemerkosaan pada Kami, 26 Juli, tersebut karena Put lebih sering melamun dan menyendiri di dalam kamar. Setelah didesak keluarga, Put akhirnya buka mulut tentang aib yang menimpanya.

Sepasang Kekasih Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Terpadu Syahid Pamijahan Tewas Dibunuh Di Semak Semak Dalam Keadaan Telanjang

Pembunuh sepasang kekasih di semak-semak di Kampung Cirangkong RT 03/02 Desa Sukamaju Kecamatan Cibungbulang, hingga kini masih misterius. Polisi kesulitan mengidentifikasi pembunuh lantaran terbatasnya keterangan dari sejumlah saksi.
“Belum ada titik terang. Keterangan dari saksi sangat minim, kami masih kerja ekstra mengorek dan menggali lagi keterangan dari teman, keluarga dan siapa saja yang mengenal kedua korban. Mohon doanya, kasus ini cepat terungkap,” ujar Kapolsek Cibungbulang AKP Sartono, Minggu (24/7).

Namun, dari olah TKP dan keterangan lima saksi yang sudah dimintai keterangan, Kapolsek menduga kuat motif pembunuhan ini berlatarbelakang dendam. Sebab motor Yamaha Mio B 6221 CKO milik Apriyadi,20, tidak hilang. Begitupula perhiasan cincin milik kekasihnya, Siti Anisyah juga tak lenyap. “Nah, dendamnya itu apakah cemburu, utang piutang atau lainnya, masih kita kembangkan,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, hingga kini pihaknya masih menungu hasil visum, memastikan apakah almarhumah diperkosa sebelum dibunuh. Sebab saat ditemukan tak bernyawa dalam poisi tertelungkup Situ dalam keadaan bugil, sedangkan kekasihnya hanya mengenakan kaos oblong tanpa mengenakan celana. “Luka yang dialamia keduanya akibat hantaman benda tumpul, bukan senjata tajam,” kata Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya, sepasang kekasih Apriyadi, dibunuh bersama kekasihnya Siti Anisyah di semak-semak di Kampung Cirangkong RT 03/02 Desa Sukamaju. Mayat sejoli ini kali pertama ditemukan Muklis, warga setempat dengan kondisi keduanya mengalami luka memar di bagian kepala dan wajah.

Kematian Apriyadi alias Apri yang tercatat sebagai mahasiwa semester III di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Terpadu (STAIT) Syahid Pamijahan, membuat teman sekaligus dosennya kaget. Satu di antaranya Bukhori yang menduga kematiannya Apri berlatarakan belakang asmara.

“Motor dan perhiasan kekasihnya tidak hilang. Sedangkan pelaku sengaja melepaskan seluruh pakain almarhumah seolah-olah diperkosa kekasihnya yang hanya mengenakan kaos oblong,” duganya. Semasa hidup Apri, dikenal taat beragama dan aktivis di kampusnya. “Dia tercatat mahasiswa jurusan Ekonomi Perbankan Syraiha di STAIT dan dia jago ngaji. Setiap kegiatan di kampus dia yang menjadi Qori, ( pembaca Al Quran-red),” kata Bukhori.

Dugaan motif pembubunhan ini juga dilontrakan Haya, teman almarhumah Siti, Haya yang mengakui jika Siti dan Apri punya hubungan asmara. “Jalinan asmara keduanya ini membuat beberapa pria tak suka dan iri. Dugaanya saya pasti keduanya dibunuh oleh pria yang citanya ditolak Siti,” ujarnya.

Kasus pembunuhan kembali terjadi diwilayah hukum Polres Bogor. Pembunuhan pelajar MTS belum terungkap , kini kembali warga dihebohkan dengan temuan mayat sepasang kekasih. Temuan ini terjadi di Kampung Cirangkong RT 03/02 Desa Sukamaju Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7) sekitar pukul 05.30. Korban Siti Anisyah alias Icon 20, dan Apriadi alias Jepri 20.

Kedua saja itu ditemukan pertama kali oleh Mukhlis 38, di semak-semak dalam kondisi tanpa busana dengan sejumlah luka bacok di sekujur tubuhnya. Di lokasi kejadian, Polisi menemukan motor Yamaha Mio merah milik korban, batu dan kayu yang penuh bercak darah. Jasad pasangan muda ini dibawa ke RS Polri Kramatjati Jakarta Timur, guna diotopsi. Polisi kini terus mengumpulkan keterangan dan barang bukti.

Mayat kedua korban tergeletak di semak-semak belakang pabrik batako Trust. Mukhlis yang saat itu melintas di Jalan Raya KH Abdul Hamid, kaget melihat tubuh kedua pasangan ini bersimbah darah tanpa busana.
“Dari jalan menuju lokasi penemuan, banyak ceceran darah,” kata Tian 19, satu warga setempat yang masih kerabat Mukhlis.

Tian mengatakan, tubuh wanita tanpa busana dengan kondisi luka-luka di sekujur tubuhnya. Tidak jauh dari jasad wanita ini, terdapat tubuh pria yang juga sudah tewas penuh luka. Oleh warga, temuan itu lalu diteruskan ke warga lainnya dan polisi.

Warga mengenal korban wanita yang diakui bernama Siti Anisyah alias Icon warga Kampung Cemplang RT 03/01, Desa Sukamaju ,Gang Aliman I, Kecamatan, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Sedangkan korban pria bernama Jepri, warga Kampung Bantar Karet, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Menurut warga, Siti lulusan SMK Pandu, sedangkan cowoknya mahasiswa di Sekolah Tinggi Sahid di Cibungbulang.
Ukar 43, orangtua Siti, mengatakan Jumat malam sekitar pukul 19.00, meminta ijin keluar rumah untuk makan bakso bersama pacarnya. “Dari pamit itu, dia nggak pulang lagi hingga tadi pagi ditemukan tewas bersama pacarnya,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Imron mengutip pernyataan Ukar kepada tim penyidik.

Madam 20, temen dekat Siti menduga, ada orang yang tidak suka dengan hubungan temannya dengan Jepri. “Dugaan saya, ada yang cemburu Siti pacaran sama Jepri,” kata Madam kepada penyidik.

Ditambahkan, di kampungnya, Siti dikenal sebagai gadis yang berparas cantik. Maknya banyak pemuda yang ingin berpacaran dengannya.“Dia bilang kalau tamat dari SMK Pandu, dia mau mengikuti pengajian di Pesantrean Sabirul Huda.Dia anak ke 3 dari 6 bersaudara. Dia juga aktif di grup marawis,” katanya.

Kapolsek Cibungbulang, Kompol Sartono mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Tiga orang saksi sudah kita mintai keterangan, mereka adalah warga yang pertama kali menemukan dan keluarga korban.Sementara dari lokasi kejadian, petugas menemukan motor Yamaha Mio merah milik korban, pakaian korban, batu dan kayu yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi kedua korban. Saat ditanya apakah kasus pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam, Kopolsek belum bisa memastikan hal itu.

“Kita bekerja secara proporsional, sehingga belum bisa dipastikan motif dari aksi pembunuhan itu. Hubungan kedua korban juga sedang kami dalami. Kita tunggu apakah korban wanita diperkosa terlebih dahulu oleh pelaku, sebelum dihabisi. Hasil medis akan membuktikan semua itu,” tandas Kompol Sartono.

Seorang Pemuda Tewas Saat Sedang Memperkosa Nenek Umur 77 Tahun

Seorang lelaki Texas tewas saat memperkosa perempuan berusia 77 tahun di Refugio County, Texas, kantor berita AP melaporkan Selasa (14/6/2011). Lelaki bernama Isabel Chavelo Gutierrez (53) itu mengeluh tidak enak badan ketika sedang beraksi. Dia lalu menghentikan aksinya, terguling, lalu meninggal begitu saja.

Polisi menduga Gutierrez terkena serangan jantung karena kelelahan. Sebelumnya dia melakukan niat jahatnya, Gutierrez bersepeda sejauh tiga kilometer. Namun polisi masih mengotopsi jenazahnya untuk memastikan penyebab kematian mendadak itu.

Korban Gutierrez dalam kondisi sehat. Gutierrez mengancamnya dengan pisau kecil, ungkap Gary Wright dari kantor sherrif Refugio County. Nenek itu mengaku melihat Gutierrez di kantor pos kota kecil itu sehari sebelumnya. Dia mengira penyerangnya itu pingsan karena terlalu mabuk, sebab napasnya berbau alkohol.

Melihat penyerangnya tak berdaya, dia langsung berlari ke luar rumah dan menelepon putrinya yang kemudian menelepon polisi. Saat polisi tiba di lokasi, Gutierrez sudah tak bernyawa. Peristiwa itu sebenarnya terjadi pada 2 Juni tengah malam. Tetapi warga masih membicarakannya.

Menurut Gary Wright, tingkat kriminalitas di kota kecil itu cukup rendah. Sulit bagi warga melupakan kejadian tak biasa itu. “Peristiwa itu memang sangat aneh,” ucap Wright. Dalam catatan polisi, Gutierrez masuk daftar penjahat seksual. Dia dibebaskan dari penjara setelah menjalani hukuman untuk kasus pelecehan seksual terhadap anak. Statusnya saat ini pun bebas bersyarat, juga untuk kasus seksual.

Seorang Wanita Cantik Jadi Korban Pelecehan Seksual Di Bus Kota Hingga Terkena Sperma Pelaku

Melakukan pelecehan seks terhadap wanita di buskota, lelaki penumpang Patas 213 jurusan Grogol-Kampung Melayu dihajar massa di Bundaran HI Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat malam (13/5). Tersangka Supri, 43, warga Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sebelum dibekuk massa usai melakukan pelecehan seks sempat kabur. Sedangkan wanita korban berinsial Dd, 20, warga Duren Sawit, Jaktim, melaporkan ke Polres Jakpus.

Sekitar pukul 19:00, wanita berparas cantik ini duduk teridur di dalam bus. Saat itu penumpang berjubel, dan pria kelainan seks itu berdiri di samping wanita tersebut. Melihat paha mulus karena rok wanita cantik itu tersingkap, libido pria bejat tersebut langsung tegang. Ia kemudian membuka sleting celana dan mengeluarkan alat vital.

Sambil ditutupi koran, Supri melakukan onani di dekat pundak penumpang wanita tersebut, sampai mengeluarkan sperma yang memuncrat ke pipi dan jatuh di paha korban yang tersingkap tersebut. Spontan korban teriak, sehingga mengagetkan penumpang lainnya.

Mengetahui penumpang menanyakan perihal teriakan korban, pelaku kabur meloncat dari bus. Tetapi dikejar oleh penumpang dan dihajar sampai bonyok. Pelaku kemudian diserahkan ke pos polisi di Jalan Thamrin. “Pelaku akan dikenakan pasal 281 KUHP dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara,” tegas Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakpus, AKP Sintike, SH.

Hati Hati … Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Di KRL Dilakukan Pria Secara Berkelompok Dan Sampai Mengeluarkan Penis Dan Mendesah Dalam Kereta

KASUS pelecehan seks di dalam kereta rel listrik kembali menimpa wanita. Sekitar 10 pria mengurung seorang wanita di tengah sesaknya penumpang sambil melecehkannya disertai ejekan dan desahan nakal di telinga. Sungguh biadab!

Cerita kelam tentang pelecehan seksual terhadap kaum Hawa di kereta api itu kembali menghentakkan publik, Selasa (26/4). Mirisnya, aksi pelecehan kali ini dilakukan secara beramai-ramai oleh sekelompok pria di atas Kereta Rel Listrik (KRL) Ekonomi dari Bogor menuju Jakarta. Di tengah sesaknya penumpang, sekawanan pria melakukan aksi biadab terhadap seorang karyawati.

Perbuatan tak bermoral itu diceritakan oleh Dina Nirmala, seorang karyawati di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Karyawati sebuah perusahaan swasta ini mengisahkan sebuah kejadian mengenaskan yang dialami oleh rekan sekantornya.

Menurut dia, Selasa pagi rekannya itu datang ke kantor dengan kondisi tak seperti biasanya. Wajahnya tampak murung, sesekali menangis, wajahnya terus tertunduk, dan sekujur tubuhnya gemetar.

Sejumlah rekannya yang melihat kejadian itu merasa heran karena korban yang selalu ceria tiba-tiba tampil seperti itu. Mereka lantas menanyakan apa yang telah terjadi. Dengan susah payah, cerita pahit itu akhirnya terungkap.

“Sambil menangis dan dengan susah payah korban menuturkan pengalaman pahit yang baru saja menimpanya,” katanya.

Dikurung 10 pria

Menurut Dina, saat itu rekannya berangkat kerja dengan menumpang KRL dari Stasiun Universitas Pancasila sekitar pukul 09.00. Kondisi KRL saat itu sangat padat dan penumpang berdesakan. Sebenarnya, saling dorong dan saling senggol antarpenumpang dengan kondisi kereta padat seperti itu adalah hal yang wajar dan dirasakan oleh hampir semua penumpang.

Namun, yang dirasakan korban kemarin sungguh memilukan. Saat berada di dalam kereta, korban dikurung oleh sekitar 10 penumpang pria. Namun, karyawati swasta itu masih tak curiga karena melihat tampang para pria itu seperti orang baik-baik.

“Tampang mereka baik-baik semua, jadi saya tidak curiga apa-apa,” ujar korban yang mengenakan jilbab, seperti dituturkan Dina.

Akibat kondisi dalam kereta terus berdesakan dan terjadi pergeseran, korban akhirnya semakin terpojok dan benar-benar dikurung oleh kawanan pria tadi. Dan, terjadilah hal yang tak pernah dibayangkan. Salah satu pria yang berada di belakangnya mulai menurunkan tangan.

“Pria itu membuka kancing celana panjangnya, dan (maaf), mengeluarkan alat vital, lalu menggesek-gesekkannya di bagian belakang tubuh korban,” kata Dina seperti dilansir VIVAnews.com.

Tragisnya lagi, sejumlah pria lain seperti sengaja menutupi aksi yang ada. Ketika korban berteriak minta tolong, tidak ada satu pun yang membantu karena kondisi kereta sangat padat. Korban bahkan memohon agar tindakan itu dihentikan.

“Pak, tolong, saya mohon jangan didorong, kereta sudah padat dan saya terjepit,” ujar korban.

Ironisnya, gerombolan pria itu malah tertawa. Mereka seperti kegirangan dan mengejek korban sambil terus melakukan aksi bejat itu. “Pria itu bahkan sedikit mendesah dan mengeluarkan kata-kata kotor di kuping korban,” kata Dina.

Antara marah, malu, dan kecewa, korban berteriak sambil merangsek ke luar dari kurungan para pelaku menuju ke arah pintu. Setelah bersusah payah, akhirnya korban keluar dari desakan gerombolan laki-laki itu, lalu turun di Stasiun Pasar Minggu. Padahal., kantornya masih jauh, yakni di Tanah Abang.

Korban memilih melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum roda empat.

Trauma dan stres

Kisah pahit ini, kata Dina, diceritakan rekannya itu sambil terus menangis. Korban sangat terpukul, trauma, dan stres dengan kejadian yang tak pernah dibayangkannya itu. Kalaupun akhirnya kasus ini disampaikan, jelas Dina, agar pengalaman menyakitkan yang dialami temannya itu bisa mengingatkan kaum wanita penumpang kereta untuk lebih waspada.

Ia berharap, kasus ini tidak lagi terjadi karena para pelaku telah merendahkan martabat wanita. “Banyak kasus seperti ini, tapi korban tidak berani mengadu,” ujarnya.

Kalaupun mengadu, Dina bertanya ke mana harus mengadu. Apakah disampaikan ke PT Kereta Api (KA)? Apakah pasti ada tindakan nyata? Rasanya tidak.

Menurut Dina, biasanya PT KA cenderung menyalahkan korban yang mengadu, ketimbang mencari tahu siapa pelaku pelecehan seks yang kerap bergentayangan di atas kereta. “Biasanya, mereka beralasan dengan mengatakan harusnya korban bisa membela diri. Harusnya korban bisa begini dan begitu, atau yang lebih ekstrim lagi, harusnya jangan naik kereta ekonomi kalau mau nyaman,” ungkapnya kesal.

Atas nama para wanita, Dina mengatakan sangat berkabung dengan pengalaman rekannya itu. “Sudah berulang kali dikatakan buruk, tetapi mereka (PT KA) seperti bangga akan keburukannya,” katanya.

Apa yang dialami rekannya itu, ungka Dina, hendaknya menjadi pelajaran berharga buat semua orang. Pasalnya, hingga saat ini rekannya itu seperti trauma dan terus membayangkan kejadian itu. Dia, ujarnya, seperti masih merasakan tertawaan dan ejekan jorok orang-orang biadab itu di telinganya.

“Sungguh lelaki tidak bermoral, lahir dari batu, mungkin,” umpatnya dengan nada tinggi.

Kepala Humas Daop I PT KA Mateta Rizalulhaq akan mengusut kejadian itu dan sudah menginformasikan kepada unit terkait untuk segera menindaklanjuti kasus memalukan ini. Namun, Mateta meminta agar para penumpang tak memaksakan diri bila kereta sudah dalam kondisi sangat penuh.

Mateta berjanji tak akan berhenti meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama terhadap penumpang wanita, dengan menyediakan gerbong kereta khusus wanita pada kelas eksekutif atau ekspres. “Ini usaha kami untuk menghindari kejahatan terhadap penumpang wanita,” ujarnya.

Selain itu, paparnya, penegakan hukum dianggap menjadi penting. Dia berharap, setiap korban sebaiknya melapor ke petugas yang ada di tiap stasiun atau ke polisi. Sejauh ini, PT KA tak mungkin mengerahkan petugas dalam jumlah banyak di dalam kereta.

“Berteriak, menghindar, dan laporkan kepada petugas. Tidak mungkin petugas diam, kalau perlu kami akan hentikan perjalanan kereta,” ujarnya.

Perlu tindakan tegas

Kasus pelecehan yang terjadi di atas kereta api sangat disayangkan pemerhati hukum Yanti Nurdin. Advokat di Jakarta ini mengatakan, apa pun bentuk pelecehan yang mengarah pada harga diri seseorang, harus ditindak.

Tindakan tak terpuji ini, jelasnya, bisa dijerat dengan Pasal 281 dan 282 KUHP dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara. Atau, ujarnya, bisa dijerat dengan perbuatan tak menyenangkan yang diatur dalam Pasal 335 KUHP.

“Saya sarankan wanita harus berani berteriak bila digerayangi seperti itu. Beranilah mengungkap masalah yang dilaminya, jangan malah ikut menikmati,” tegasnya.

TransJakarta

Terlepas dari kejadian di atas, pelecehan seksual yang biasa dialami wanita cenderung terjadi di mana dan kapan saja. Umumnya, pelanggaran kesusilaan ini sering dilakukan di tempat umum, termasuk bus TransJakarta yang kebanyakan penumpangnya adalah karyawan dan kaum terpelajar. Namun, hawa nafsu ternyata tak mengenal pendidikan, bahkan dengan kedok terpelajar, pelecehan di TransJakarta lebih banyak dari kereta api ekonomi.

Hal ini pernah dialami seorang wanita bernama Devi ketika berada di kendaraan umum. “Saat naik busway, pantat saya yang paling sering jadi korban diraba-raba dan dielus-elus. Pundak saya juga dicolek lelaki sesama penumpang. Orang itu sengaja iseng memanfaatkan suasana,” ujar wanita berusia 34 tahun ini.

Ketika ditemui di halte TransJakarta Harmoni, wanita seksi, aduhai, dan sintal berkulit putih itu menuturkan tak bisa berbuat apa-apa. “Kalau saya teriak, justru lelaki itu akan berkelit dan mengatakan penumpang yang tidak mau mengerti dengan keadaan. Dan ini bisa membuat saya malu, lebih baik pasrah saja asal jangan sampai ke bagian sensitif saja, ” tambahnya.

Tak hanya Devi, penumpang TransJakarta lain juga mengatakan hal yang sama. “Pantat saya juga sering dicolek-colek, bahkan pernah ada yang menaruh tangan di pinggul saya,” ucap Ririn, karyawati.

Untuk itu, baik Devi maupun Ririn mendesak Pemprov DKI Jakarta menyediakan bus khusus perempuan. Bagi mereka, ini langkah segera dan sangat penting mengingat sudah banyak korban pelecehan seksual terhadap wanita.

Antung Gatot Budianto Sudah Beranak Istri Menyekap Gadis 14 Tahun Unutk Dijadikan Pelampiasan Seksual

Kepolisian Sektor Singosari berhasil menangkap Antung Gatot Budianto , 34. Bapak satu anak yang tinggal di Desa Gunung Rejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (11/4) disergap Polisi saat bersembunyi di rumah kakak kandungnya di daerah Singosari.

Antung ditangkap atas tuduhan membawa kabur dan menggagahi Citra (bukan nama sebenarnya).

“Pelaku kami tangkap saat bersembunyi di rumah saudaranya. Saat ini, masih dalam pemeriksaan kami,” ungkap Kepala Kepolisian Sektor Singosari, Kompol Hariyono, Senin (11/4) siang pada wartawan.

Menurut keterangan, Antung ternyata sudah beristri dan punya satu orang anak. Ia memperdaya Citra yang masih berusia 14 tahun, untuk dijadikan kekasih. Perkenalan awal bermula saat Antung, mengirimkan pesan pendek lewat HP.

Dari situlah, Antung akhirnya menjadikan Citra sebagai pacar. Nah, tergiur mendapatkan kemolekan tubuh Citra, seminggu lalu Antung pun merencanakan niat jahatnya untuk menggauli Citra. Hasilnya, setelah janjian ketemu di Jalan Raya dekat rumahnya, Antung akhirnya membawa Citra ke rumah kakak kandungnya.

“Korban tidak dipulangkan pelaku selama empat hari. Atas laporan keluarga korban, pelaku akhirnya kami amankan,” paparnya.

Ditambahkan Hariyono, korban disekap dalam rumah saudara pelaku sejak tanggal 6 hingga 10 April 2011 lalu. Selama dalam penguasaan pelaku, korban dipaksa melayani hasrat seksualnya hingga empat kali. Aksi ini terbongkar setelah korban, pulang ke rumah.

Orang tua korban yang tak terima anak gadisnya dijadikan budak nafsu pelaku, akhirnya melaporkan kejadian asusila tersebut ke Polsek Singosari. Guna menjalani pemeriksaan lanjutan, Antung terpaksa dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.

“Pelaku sudah kami limpahkan ke UPPA. Pasalnya, korban masih berusia belia,” pungkas Hariyono.