Cerita Kriminal

Entries categorized as ‘pembunuhan’

Mahasiswi Trisakti Dibunuh di Apartemen Meditarenia Tower 2

September 20, 2009 · 1 Komentar

Mahasiswi Trisakti ditemukan tewas di Apartemen Meditarenia Tower 2,  Jakarta Barat, Sabtu tengah malam tadi. Diduga kuat, Novita Purnamasari jadi korban pembunuhan sekaligus perampokan.

Pasalnya di leher korban ada dua luka bekas tusukan senjata tajam dan di paha depan dan belakang. Sementara HP Blackberry nya hilang dan hingga sekarang sulit dihubungi.

Korban diduga dibunuh tiga hari lalu.Saat ditemukan tertelungkup di apartemennya Nomor 31 EJ sudah membusuk. Tidak itu saja, sejak Kamis lalu teman-teman dan keluarga sudah tidak bisa menghubungi gadis berusia 19 tahun ini lewat selulernya.

Olehkarena itulah, curiga ada apa-apa terhadap Novi beberapa temannya tadi malam sekitar pukul 24.00 mendatangi kamar Novi di Apartemen Mediterania tersebut.

Namun, baru saja mau masuk ke kamar korban, bau busuk langsung menyengat dari dalam . Hal itu lalu dilaporkan kepada keamanan apartemen.

Yakin ada yang tidak beres, kejadian itu juga dilaporkan ke Polres Jakarta Barat,

Polisi lalu membuka kamar tersebut dan ternyata Novi sudah menjadi mayat. Untuk pengusutan lebih lanjut jenazahnya dikirim ke RSCM

Kategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan · perampokan

Anggota Brimob Aktif Mengeksekusi Sesama Anggota Brimob Demi Uang 2 Milyar

September 17, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, mengatakan, Kusdarmanto, tersangka upaya perampokan uang bank yang mengakibatkan tiga korban tewas adalah anggota brigade mobil (brimob) yang masih dinas aktif.

“Kami tidak susah menyimpulkan, pasti pelakunya salah satu kawan ketiga korban,” katanya didampingi Kepala Kepolisian Wilayah Kedu, Kombes Pol Agus Sofyan Abadi, dan Kepala Kepolisian Resor (Polres) Magelang, AKBP Mustaqim, di Magelang, Kamis malam.

Tersangka berusia 50 tahun yang berpangkat brigadir itu bertugas di Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tiga korban tewas dalam upaya perampokan di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Selasa (15/9) sore itu adalah Arif Wirohadi (30), pegawai PT Kelola Jasa Artha (Kejar), perusahaan jasa pengangkut uang yang berkantor cabang di Yogyakarta.

Selain itu, Agus Sutrimo (27), sopir mobil kijang Isuzu Panther warna biru yang mengangkut uang sekitar Rp2,068 miliar milik Bank Danamon dari Magelang ke Yogyakarta, dan Brigadir Murdiyono, anggota Satbrimob Polda DIY, yang mengawal pengangkutan uang dengan mobil itu.

Tersangka, katanya, tidak sempat membawa kabur uang dari bagasi mobil karena relatif banyak warga berkerumun di lokasi kejadian setelah mendengar suara tembakan dari dalam mobil yang mengakibatkan mobil menabrak tiang telepon di tepi jalan itu.

Ia menjelaskan, tersangka menumpang mobil PT Kejar dari tempat parkir Bank Danamon Kota Magelang dengan singgah ke Bank Danamon Muntilan Kabupaten Magelang menuju Yogyakarta.

“Dia itu teman satu angkatan dengan korban Murdiyono, bahkan rumahnya ada di belakang korban, sehingga kenal baik, tidak kesulitan untuk meminta tumpangan,” katanya.

Polda Jateng berkoordinasi dengan Polda DIY untuk mengusut kasus itu dan menangkap tersangka pada Selasa (15/9) malam untuk selanjutnya pada Rabu (17/9) malam dibawa ke Markas Polres (Mapolres) Magelang.

Saat mobil PT Kejar melaju dari Magelang ke Yogyakarta, katanya, mobil Suzuki APV berwarna hitam yang dikemudikan kawan tersangka yakni Edy membuntuti. Hingga saat ini Edy yang warga Yogyakarta itu masih dalam pencarian polisi.

Ia mengatakan, perampokan telah direncanakan tersangka sejak sebulan lalu karena tersangka juga sering bertugas sebagai pengawal pengangkutan uang bank melalui PT Kejar.

Secara berturut-turut tersangka menembak Arif, Murdiyono, dan Agus, masing-masing di bagian kepala dari jarak relatif dekat.

“Beberapa lubang bekas tembakan di kaca mobil menunjukan bahwa tembakan dari dalam mobil, sembilan selongsong peluru ditemukan di dalam mobil, di dalam mobil itu ada empat orang yakni satu tersangka dan tiga korban. Saat berada di dalam mobil, senjata dititipkan Murdiyono kepada tersangka yang duduk di belakang sopir. Murdiyono duduk di sebelah kiri sopir,” katanya.

Setelah menembak para korban, katanya, tersangka membuang senjata laras panjang jenis AK 101 ke aliran Sungai Opak, Kalasan, Yogyakarta dan membakar seragam brimobnya di Desa Glagah Harjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY.

Sejumlah barang bukti yang diamankan kepolisian antara lain senjata api, 13 butir peluru, sisa seragam brimob dengan berbagai atribut, telepon seluler, dan uang pecahan kertas Rp50 ribu dalam dua karung senilai Rp2,068 miliar.

Ia mengatakan, enam di antara tujuh saksi yang telah diminta keterangan polisi memastikan bahwa Kus adalah orang berseragam brimob berlumuran darah yang keluar dari mobil dengan nomor polisi B 8339 MW itu.

Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati.

Pada Jumat (18/9) malam terlihat seorang pegawai PT Kejar di hadapan Alex dan wartawan membuka salah satu kantong uang yang masih berada di mobil Isuzu Panther yang kini diamankan di Mapolres Magelang.

Pada kesempatan itu Alex juga bertemu secara tertutup selama beberapa saat dengan Kus dalam kondisi tangan diborgol di ruang Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Magelang.

“Meskipun tersangka adalah oknum anggota polisi, tetap ditindak sesuai dengan aturan hukum, hukum harus ditegakkan,” katanya

Kategori: kebodohan · pembunuhan · perampokan · polisi korup

Dari Pemburu Koruptor Menjadi Pezinah Kemudian Pembunuh … Kisah Antasari Ketua KPK

Mei 2, 2009 · 1 Komentar

Perempuan cantik bernama Rani, menjadi tokoh penting dalam kasus terbunuhnya Nasrudin Zulkarnain. Skandal cinta segi tiga dan perselingkuhan diduga kuat sebagai pemicu kasus pembunuhan yang melibatkan orang-orang penting ini.

Sosok Rani Juliani,23, di kalangan para pejabat yang hoby bermain golf di padang golf Modernland, Tangerang, bukanlah sosok yang asing lagi. Wanita yang pernah menjadi pramugari serta caddy (pemungut bola) ini sebelum menjadi istri ke 3 Nasrudin, dikenal sebagai primadona.

Kedekatan direktur PT. PRB (Putra Rajawali Banjaran) Nasrudin dan Ketua KPK Antasary Azhar lantaran keduanya sama-sama hoby golf. Keduanya tercatat sebagai member di Padang Golf Modernland yang rutin dua hari dalam semingu bermain bersama di tempat itu.

Di arena itulah keduanya kenal dengan Rani Juliani yang kala itu masih bekerja sebagai caddy. Tak heran jika isu seputar hubungan Rani dan Antasari mencuat pasca penembakan terhadap Nasrudin. Kabar terkuaknya perselingkuhan itu lah yang disebut-sebut menjadi pemicu permusuhan antara Nasrudin dan Antasari.

Rani yang sempat diperiksa di Polres Tangerang dan Polda Metro Jaya kini hilang bak ditelan bumi. Sumber di padang Golf Modernland menyebutkan, Nasrudin dan Antasari kerap terlihat bermain bersama di tempat itu. Keduanya juga sering memakai jasa Rani sebagai caddy ketika mereka bermain.

“Rani memang pernah bekerja di tempat ini, dan ia sering memandu para pejabat yang bermain golf di sini,” ungkapnya.

DIKAWINI NASRUDIN
Sosok Rani yang berpenampilan menarik rupanya memikat hati Nasrudin saat itu. Belakangan wanita ini pun dijadikan istri oleh Nasrudin. Di tempatnya bekerja Rani memang dikenal sebagai pemandu golf favorit. Paras manis serta penampilannya yang sempurna menjadi daya tarik tersendiri.

Tak hanya Nasrudin, sejumlah pejabat pun dibuat terpana olehnya, tak jarang Rani kerap mendampingi para pejabat dan jenderal yang bermain golf di tempat itu termasuk Antasari. Namun rupanya keberuntungan berpihak kepada Nasrudin, perempuan cantik ini dikawini jadi istri ketiga.

Antasari sendiri tercatat anggota member di Padang golf itu sejak tahun 2007. Sebelum mengenal Nasrudin, Rani dikenal cukup dekat dengan ketua KPK tersebut. Namun staf Humas padang Golf Modernland, Dina Puspita Sari mengaku tidak tahu soal kedekatan antara Nasrudin, Antasari dan Rani di luar jam kerja.

“Kami memang harus dekat dengan member. Namun itu hanya sebatas profesional kerja. Jika di luar jam kerja saya tidak tahu kedekatan Rani dengan kedua orang itu,” ungkap Dina.

Isu yang berkembang menyebutkan, Rani yang pernah jadi pramugari itu juga sempat beberapa kali kencan dengan Antasari di Makasar, Sulsel. Kejadian itu diketahui oleh Nasrudin hingga kedua sahabat itu akhirnya bermusuhan.

BERHENTI BEKERJA
Rani Juliani tercatat sebagai caddy di Padang Golf Modernland sejak tahun 2007. Namun wanita kelahiran 1 Juli 1986 tersebut sempat berhenti. Rani kemudian kembali bekerja di tempat itu sebagai staf marketing.

Pada akhir Desember 2008, Rani kemudian kembali memutuskan untuk berhenti bekerja karena fokus ingin di tempat kuliahnmya di STMIK Raharja, Cikokol Tangerang. “Kami terakhir kontak telepon dengan Rani pada awal Januari 2009, setelah itu nomor Rani sudah tidak aktif lagi,” ungkap Dina.

Ketika Poskota mendatangi rumah Rani di Kampung Kosong, Kec. Pinang, Kota Tangerang, rumah bercat putih dan kuning itu terlihat kosong. Pasca pembunuhan Nasrudin, kedua orang tua Rani, Endang dan Ny Engkus, menghilang. Bahkan para tetangga pun tidak tahu dimana mereka kini. “Sejak kasus itu, Rani langsung menghilang.” Ungkap Teguh, tetangga.

Menurut salah satu tetangga, Rani memang sudah menikah secara siri dengan Nasrudin. Bahkan pada peristiwa penembakan tersebut, anak ketiga dari empat bersaudara tersebut sedang mengandung 4 bulan. “Waktu suaminya dibunuh, Rani sedang hamil 4 bulan,” ungkap tetangga yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.

Keluarga Rani memang dikenal jarang bergaul dengan para tetangga. Sebelum pergi, keluarga Rani hanya berpamitan pulang ke kampung halamannya di daerah Menes, Pandeglang, Banten.

Sementara itu rumah Antasari di Komplek Giri Loka 2, Perumahan BSD, Kabupaten Tangerang, kini dijaga ketat. Sejak di luar komplek, petugas keamanan melarang wartawan masuk

Kategori: pembunuhan · perzinahan · pns korup · psikopat

Hati Hati Semakin Banyak Orang Yang Tidak Tahu Berterimakasih Dan Membunuh Orang Yang Menolongnya

April 4, 2009 · 1 Komentar

Seorang perampok yang mengambil bahan pangan, arloji, dan telepon genggam nekat membunuh dua orang sekaligus. Kedua korban yang merupakan ayah dan anak itu tewas seketika di tempat kejadian di Jalan Situ Gde Raya RT 07 RW 02, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (2/4) pukul 23.30.

Kedua korban itu, Tableg Poedjianto (67), dan putri bungsunya, Rika Rahma Tyasningrum (10), telah dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jumat (3/4). Sementara istri korban, Siti Ngadawiah alias Titin (42), saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Pasar Rebo karena mengalami luka tusuk di empat bagian tubuhnya.

Selain itu, rambut Titin juga sebagian terlepas karena ditarik paksa oleh pelaku. Tersangka pelaku perampokan itu, Atep (37), dapat ditangkap warga. Seluruh wajahnya merah dan memar karena dikeroyok warga.

Perampokan yang dilakukan Atep terhadap pengacara yang praktik di wilayah Cileungsi ini sangat ironis. Masalahnya, Atep yang sehari-hari berjualan kapas kecantikan dengan berkeliling ini sering menitipkan dagangannya ke warung milik Tableg. Dia juga sering menumpang istirahat di warung itu.

Dari penuturan warga, Atep masuk ke rumah Tableg dengan cara mencongkel jendela dan membongkar teralis. Sebelum masuk ke rumah, Atep juga membongkar warung milik Tableg dan mengambil rokok, odol, sabun mandi, dan sebagainya ke dalam kardus.

Rupanya kelakuan Atep ini dipergoki Tableg yang tidur di ruang tengah bersama Rika. Atep pun langsung menyerang Tableg dengan tujuh tusukan dari pisau dan celurit. Rika yang terbangun juga ditusuk dan dibanting ke lantai.

Titin yang tidur di kamar terbangun dan ke luar kamar. Namun, dia pun diserang Atep. Titin yang melihat suaminya ditusuk berlari kembali masuk ke kamar, tetapi Atep melukainya. Dari kamar yang dikunci, Titin menelepon tetangga minta tolong. Tetangga datang dan menangkap Atep.

Kategori: pembunuhan · perampokan

Mayat Wanita Dengan Kedua Payudara Ditembak Ditemukan Di Pinggir Jalan Tol Kebon Nanas

April 4, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mayat wanita korban pembunuhan ditemukan dalam karung di pinggir pintu tol Kebon Nanas, Tangerang, Jumat (3/4). Di tubuhnya terdapat luka sayatan dan tusukan, bahkan di kedua buah dadanya terdapat dua lubang seperti bekas tembakan.

Dede Sulaeman, 40, yang pertama kali menemukan karung berisi mayat wanita tersebut. Dede yang berprofesi sebagai satpam curiga saat melihat karung plastik teronggok di pinggir jalan. Rasa penasaran memicu warga Serpong, Tangerang, ini untuk mendekati karung berwarna putih itu. Bau anyir langsung tersengat begitu karung didekati.

“Setelah saya periksa ternyata isinya mayat,” ujar Dede yang langsung memanggil warga sekitar. Dalam sekejap, ratusan warga Kampung Kebon Mangga, Kelurahan Panungganga, Cipondoh, Tangerang, berkumpul di lokasi.

Petugas Polsekta Cipondoh yang datang ke TKP memeriksa mayat yang diperkirakan berusia antara 30-40 tahun itu. Hasil identifikasi petugas menyebutkan, korban memiliki rambut pendek, tinggi sekitar 155 cm, dengan berat badan 50 kg.

Kulitnya yang berwarna putih dihiasi sejumlah luka sayatan dan tusukan. Terkait dua lubang di kedua buah dadanya yang seperti luka bekas ditembak, Kapolsek menegaskan kalau luka tersebut akibat terkena senjata tajam. “Itu luka tusuk, kalau ditembak lukanya akan tembus ke belakang,” jelasnya.

Ia menambahkan, korban diduga dibunuh di tempat lain setelah itu jasadnya yang dikemas dalam karung dibawa menggunakan mobil lalu dilempar dari atas tol. .”Saat ini kami masih mengusut identitas korbannya setelah itu baru mengarah ke pelaku,”jelasnya.

Guna keperluan penyelidikan, jasad wanita malang itu selanjutnya dibawa ke RSUD Tangerang untuk diautopsi. Kapolsek mengimbau warga yang merasa kehilangan keluarganya agar melapor ke Polsek atau melihat mayatnya di RSUD.

Kategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan · penganiayaan

Pengacara Mantan Anggota RPKAD dan Anak Gadisnya Tewas Dirampok

April 3, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Rumah dirampok, pengacara dan anak perempuannya tewas dibantai garong yang dipergoki masuk rumahnya di Jl. Situ Gede Raya, Jaktim. Istri korban kritis dengan luka bacok di kepala dan punggungnya.

Tableg Poedjianto, 65, dan Rika Rahmatyasningrum, 10, diotopsi di RS Polri Kramatjati. Siang ini keduanya akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.
Sedangkan Siti Ngadawiyah, 42, dirawat di RS Pasar Rebo dalam keadaan kritis. Atep, pelaku, ditahan di Polsek Ciracas.

Perampokan terjadi sekitar Pk. 23:30 saat pengacara yang juga mantan anggota RPKAD berpangkat kapten ini tengah tiduran bersama anaknya di kasur depan televisi ruang keluarga. Atep yang masuk dengan melompat pagar depan mendapatkan pisau dari tempat cuci piring dan clurit di dekat warung rumah korban.

Pelaku memasukkan sabun, odol serta rokok dalam kardus lalu membongkar jendela dan membuka tralis jendela. Mengambil tiga arloji dan empat HP, pelaku menuju ruang keluarga. Tableg terbangun kaget mendapati garong masuk rumah. Pria tinggi besar itu langsung dibacok berkali-kali. Rika yang melihat ayahnya dianiaya terbangun juga dibacok berkali-kali.

Mendengar keributan, Siti keluar dari kamarnya. Namun, garong menghadangnya. Siti berbalik untuk lari namun pelaku menarik rambutnya lalu membacok kepala dan punggungnya. Selanjutnya, korban masuk kamar mandi yang berada dalam kamar utama itu.

Pelaku kabur dengan melewati warung lalu lompat pagar. Warga yang melihatnya langsung berlari mengejar. Ia diringkus saat akan memanjat pagar Kantor Urusan Agama Jl. PKP, sekitar 100 meter dari rumah korban. Polisi yang datang sempat melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.

Kategori: pembunuhan · perampokan

Bernadet Elen Dibunuh Akibat Berpacaran Dengan Dua Pria Sekaligus Alias Cinta Segitiga?

April 2, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pembunuhan Maria Fransisca Bernadet Elen Sutjiadi, gadis cantik yang dihabisi di Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, diduga dilatarbelakangi cinta segitiga. Wajah si pelaku ada di akun Elen di situs jejaring sosial Facebook.

Polisi menduga, motif pembunuhan Elen adalah cinta segitiga. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes M Iriawan, Rabu (1/4), mengatakan bahwa Elen dan si pembunuh punya hubungan asmara. Di sisi lain, mantan bintang iklan produk kosmetik ini juga memiliki hubungan asmara dengan Rian. Meski demikian, kata Iriawan, polisi belum menangkap pelaku pembunuhan Elen karena keberadaannya tidak diketahui. Hanya saja, polisi telah membuat sketsa wajah si pelaku berdasarkan fotonya yang ada di akun Elen di Facebook, situs jejaring sosial yang sedang digandrungi jutaan orang.

Menurut Iriawan, pada hari tewasnya Elen, Selasa (17/3), pemuda itu berada di Pacific Place dan tertangkap kamera keamanan (CCTV). Pemuda ini naik-turun lantai enam dan delapan lewat lift serta tampaknya sangat gelisah.

Ketika polisi memeriksa rekaman CCTV tersebut, wajah si pemuda ini tak tampak dengan jelas. Namun, pemuda ini memiliki ciri khas yakni mengenakan kalung besar sehingga terlihat mencolok.

Polisi kemudian memeriksa akun Elen dan menemukan si pemuda berkalung tersebut di daftar teman Elen. Berdasarkan dua gambar tersebut, polisi kemudian membuat sketsa wajahnya untuk disebarkan ke kantor-kantor polisi. Pemuda yang tempat tinggalnya belum diketahui pasti ini berkenalan dengan Elen lewat Facebook. “Sampai sekarang keberadaan pelaku belum diketahui,” kata Iriawan.

Seperti diketahui, mayat Elen ditemukan di tangga darurat antara lantai enam dan tujuh Pacific Place, mal mewah di sebelah hotel papan atas The Ritz Carlton di pusat bisnis SCBD, Selasa (17/3) lalu. Mayat Elen dengan luka sayat pada leher dan perut ditemukan sekitar pukul 19.00 oleh petugas kebersihan.

Polisi menduga karyawati PT Abbott, perusahaan farmasi, ini dihabisi dua hingga tiga jam sebelum mayatnya ditemukan. Lokasi pembunuhan tersebut cukup sepi karena bukan akses publik.

Dalam menyelidiki kasus ini, polisi memeriksa teman-teman dekat korban. Sesuai keterangan keluarga Elen yang tinggal di Tangerang, Rian adalah pacar Elen. Rian pun hadir di rumah duka maupun pemakaman Elen di Pondokranggon, Jakarta Timur.

Namun, polisi mendapat informasi bahwa Elen juga memiliki hubungan dekat dengan pemuda lain selain Rian. Menurut seorang penyidik di Polda Metro Jaya, dua pemuda teman dekat Elen, salah satunya Rian, sudah dimintai keterangan. Namun, mereka memiliki alibi yang kuat sehingga tidak dicurigai sebagai pelaku pembunuhan.

Penyidik tersebut menambahkan, Elen yang memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pemuda, termasuk Rian, belum memutuskan siapa di antara pemuda itu yang jadi pacarnya. Bisa jadi, sikap Elen ini membuat salah satu pemuda tersebut sakit hati sehingga nekat menghabisi Elen.

Seseorang yang dekat dengan keluarga Elen juga mengatakan bahwa Elen, saat bekerja di sebuah bank swasta terkenal, disukai oleh bosnya. Namun, Elen menolak cinta sang bos. Dia pun keluar dari bank swasta itu dan mencari tempat kerja baru.

Pemuda berinisial AM yang diduga terlibat kasus pembunuhan Elen adalah seorang fotografer yang bekerja pada sebuah agency. Elen pun tergabung di dalamnya.

Saat dikonfirmasi, Kasat Jatanras Direskrim Ajun Komisaris Besar Polisi Nico Afinta tidak membantah ataupun membenarkan hal tersebut. “Dia memang teman kerja Elen,” ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (2/4) malam. Saat penangkapan di kediaman AM di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, siang tadi, Polisi juga menemukan sejumlah foto Elen yang disimpan oleh AM.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, selain menjadi karyawan di PT AbbotIndonesia,  Elen juga menjalani profesi sebagai model. Wanita bernama lengkap Maria Fransisca Bernadeth Elen itu pernah membintangi sebuah iklan kosmetik di televisi.

Sebelumnya, Warga Perum Medang Lestari, Tangerang, itu ditemukan tewas dengan muka penuh darah kering di tangga darurat lantai enam menuju lantai tujuh. Wanita cantik itu ditemukan petugas kebersihan kompleks pertokoan mewah tersebut.

Kategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan · psikopat

Peristiwa Pembunuhan Maria Fransisca Bernadette Helen Di Mal Pacific Place Terekam Kamera CCTV

April 2, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sejumlah orang yang terekam dalam kamera CCTV di Mal Pacific Place, kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diperiksa petugas Polda Metro Jaya. Ini terkait pembunuhan Maria Fransisca Bernadette Helen alias Ellen, 22.

Dari mereka, polisi mengaku berharap ada yang mengenali pelaku pembunuhan. “Orang-orang tersebut diperkirakan ada yang mengenali wajah pelaku pembunuhan Ellen,” kata Kasat Jatanras, AKBP Nico Afinta, Kamis (2/4).

Nico mengelaskan, pihaknya mencurigai seorang lelaki sebagai pembunuh Ellen. Dalam kamera CCTV, lelaki ini beberapa kali terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian. “Ada kemungkinan pelakunya orang itu,” ungkapnya.

Ellen ditemukan tewas dengan dengan luka tusuk di leher dan perut di tangga darurat menuju lantai 7 Mal Pacific Place pada 17 Maret lalu.

Polisi mengaku sedikit kesulitan untuk mengungkap kasus ini karena tidak ditemukannya jejak pelaku. Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. M Iriawan melontarkan dugaannya bahwa motif pembunuhan Ellen berlatarbelakang asmara cinta segitiga (Pos Kota, 2/4), setelah pihaknya menyelidiki kamera CCTV dan situs jejaring facebook milik korban.

Kategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan

Pemulung Cilik Tanpa Penyesalan Membunuh Wanita Penolongnya Untung Tidak Sampai Diperkosa

Maret 31, 2009 · & Komentar

Istri pejabat Kantor Imigrasi Bogor tewas dibantai pemulung cilik di rumahnya, Jl. Darulung Raya RT 02/07 Perum Bantarjati Indraprasta, Kota Bogor. Pembantunya juga sekarat dibabat pakai pisau dan gaco sampah.

Ny Bianstuti Caniago 46, istri Kasubsi Forsakim Imigrasi Bogor, Muchlis Amri,48, jantung dan tangannya tertembus sabetan alat gaco oleh pelaku. Ia sempat dibawa di RS Azra Bogor, namun nyawa ibu empat anak ini tak tertolong.

Wanita pembantunya, Soliyem, 43, alias Iyem luka parah di kepala, dada, tangan, pundak dan tangannya. Pelakunya, Junaedi,13, sudah lama kenal dengan keluarga korban dan selama ini sering dibantu. Dia ditangkap warga tak lama setelah kejadian.

Peristiwa sadis Senin (30/3) ini, berawal ketika Junaedi masuk ke rumah korban sekitar Pk. 11:00 dan hendak mengambil DVD. Aksinya kepergok Iyem, pembantu korban. Dia langsung mengayunkan gaco hingga mengenai tangan Iyem.

Korban lari ke dalam rumah sambil berteriak minta tolong tapi dikejar. Bagai kerasukan setan pelaku menikam dan membabat tubuh wanita itu pakai pisau yang ada di dapur.

Ny Bianstuti yang saat itu baru selesai mandi, keluar dari kamar mandi dengan hanya menggenakan handuk. Belum sempat bertanya, pelaku menyerang membabi buta.

DISERAHKAN KE POLISI
Ibu empat anak, Muhamad Arief, Isti, Usti dan Amirul Akbar ini, terkapar bersimbah darah. Saat kejadian di dalam rumah hanya ada Ny Bianstuti dan Iyem, sedangkan Muchlis Amri sudah berangkat kerja dan keempat anaknya sedang sekolah.

Warga sekitar berdatangan ke rumah korban, termasuk Ketua RT 02 Sudrajat. ”Ketika saya tiba, warga lainnya sedang mengejar pelaku,” kata Sudrajat.

Junaedi, bocah yang hanya sekolah sampai kelas IV SD ini diserahkan ke polisi. Dia mengaku sudah berencana membunuh Ny Bianstuti sejak Minggu (29/3). Dia dendam karena meminta sepeda bekas yang tak dipakai tapi tolak.

Bocah yang tinggal di Tegalega Bogor Tengah ini mengatakan memulung mengikuti jejak bapaknya karena hidup melarat. Ibunya juga banting tulang menjadi tukang cuci pakaian.

”Sebetulnya Ibu Bianstuti sangat baik ke saya. Sering ibu dan bapak ngasih uang, kalau saya habis bantu membersihkan barang bekas di rumah. Tapi saya tidak menyesal membunuh ibu,” kata anak ke-10 dari 11 bersaudara pasangan Uci,55, dan Ny Ati,49, tersebut.

TELAH MEMAAFKAN
Muchlis Amri, suami korban yang datang ke rumah sakit juga mengakui Junaedi selama ini dekat dengan keluarganya. Meski kelihatan terpukul dengan peristiwa ini, Muchlis tampak tabah.

”Saya tidak tahu motifnya apa kenapa dia tega membunuh istri saya. Yang jelas, saya dan anak-anak telah memaafkan. Balas dendam, bukanlah solusi,” ucap Muchlis.

Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah didampingi Kapolsek Bogor Utara, AKP Saryono menegaskan pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP dan kemungkinan pasal 365 tentang perampokan.

”Ancaman pidananya 20 tahun atau hukuman mati, walau usianya masih 13 tahun. Pasalnya, perbuatannya mengakibatkan nyawa orang lain meninggal. Kami juga akan melakukan tes mental kepada pelaku serta menyilidiki latar belakang keluarganya,” tandas Irwansyah.

Kategori: kejahatan anak · kekerasan pada wanita · pembunuhan · perampokan · psikopat

Sehabis Mengintip Tetangga Bersetubuh Kemudian Membunuh Tukang Ojek

Maret 27, 2009 · 1 Komentar

Pengojek memergoki orang mengintip tetangga bersetubuh berakhir di ujung badik. Masri alias Mancis, 39, tengah mengintip, menghabisi peronda yang juga tukang ojek kenalannya.

Tersangka, warga Kampung Sampit, Desa Mompok, Kecamatan Cikeusal, Serang, ditangkap polisi Serang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (26/3) pagi.

Korban tewas, Asep Asmar, 20, juga pengojek, ternyata kenal dengan pelaku. Mereka bahkan bermusuhan.

Pengakuan tersangka, aksi penganiayaan yang merenggut nyawa Asep, buntut kekesalan tersangka terhadap Asep karena kepalanya pernah dibalok gara-gara menolak membayar minuman keras.

“Enak aja. Dia yang pesan minuman, kok saya yang harus bayar,” kata tersangka ditemui di ruang Unit Jatanras Polres Serang, kemarin.

Puncak kekesalan itu dilampiaskan Rabu (11/3) sekitar pukul 03:00 di Kampung/Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Serang, tempat tersangka mengontrak rumah.

RESIDIVIS
Dinihari itu, tersangka Mancis dipergoki Asep, sedang mengintip penghuni rumah tetangganya yang sedang bersetubuh.

Karena dicurigai akan melakukan kejahatan, Asep bersama dua temannya yang meronda, menghampiri pengintip yang kemudian diketahui sebagai Mancis. Malu kelakuannya diketahui, ditambah dendam lama yang belum hilang, Mancis mengamuk menghabisi nyawa seterunya dengan badik.

Usai membantai rekannya itu, Mancis pulang. Kepada orangtuanya, tersangka menceritakan kejadiannya. Karena tak mau anaknya ditangkap, Marjuki,60, menyuruh anak lelakinya kabur ke Jakarta.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Sofwan Hermanto,menjelaskan pihaknya juga menangkap Marjuki karena membantu menyembunyikan anaknya, dengan meyuruh pergi ke Jakarta dan memberikan ongkos Rp200 ribu.

Kategori: pelecehan seksual · pembunuhan