Category Archives: pembunuhan

Seorang Pria Menembak Polisi Dan Meledakakn Sebuah Bangunan Karena Sakit Hati Mantan Pacar Punya Pasangan

Polisi dan para sandera tadinya mengira Luis Fernando Escobar (29) cukup serius dengan aksinya di sebuah pusat panggilan (call center) di Guatemala City, Guatemala, Senin (6/10). Soalnya, Escobar sempat menembak dan mencederai seorang petugas keamanan dan menyandera 40 pegawai yang ada di sana.

Polisi yang datang harus bersiaga selama lima jam sembari membujuk Escobar agar menyerah karena pria ini mengancam akan meledakkan tempat itu dan semua sandera dengan bahan peledak yang dibawanya. Lokasi kejadian berada di lantai lima sebuah gedung di pusat kota. Polisi akhirnya berhasil membujuk Escobar yang menyerahkan diri berikut semua sandera. Kepada polisi, pria itu mengaku dia melakukan aksinya hanya karena ingin melihat pacar mantan istrinya yang bekerja di sana.

Dia tidak punya niat yang lain. ”Dia punya alasan yang sentimentil,” ujar polisi. Para sandera yang mendengar alasan ini, ada yang sampai menangis. Rupanya Escobar cemburu dan merasa kian terabaikan setelah mantan istrinya kini punya pacar lagi. Kalau begitu, mengapa pula harus berpisah dengan sang istri. Suara hati memang sulit diselami.

Sekeluarga Tewas Setelah Melakukan Ritual Pukul Kepala Karena Ingin Berhenti Merokok

Satu keluarga besar di Kuala Lumpur, Malaysia, melakukan ritual yang berbahaya, saling memukul, Rabu (1/10). Akibatnya, sepasang suami istri tewas dan anggota keluarga yang lain terluka parah setelah mereka memukul kepala satu sama lain dengan sekuat tenaga.

Ritual saling memukul itu dimaksudkan agar sang suami dapat menghentikan kebiasaan merokok dan mengurangi beban istrinya yang mengeluh sakit lever. Keduanya tewas setelah saling memukul kepala dengan menggunakan batang sapu dan helm sepeda motor. Selain pasangan malang itu, tiga anak dan seorang keponakan mereka juga harus dilarikan ke rumah sakit dengan kepala terluka.

Hingga saat ini kepolisian setempat belum dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab atas ritual berujung maut itu. Polisi masih mendalami kasus tersebut. Menurut informasi dari orang di sekitarnya, keluarga itu bergabung dengan aliran tertentu, tetapi hal itu belum dapat dikonfirmasi. Beberapa anggota keluarga lain yang turut ambil bagian dalam ritual baku pukul itu sudah dilepaskan polisi.

Mantan Pacar Kere Yang Cemburu Menikam Pengusaha Saat Sang Gadis Ingin Menikah Dengan Pengusaha Kaya

Bandar kayu sudah punya dua istri masih mau nambah lagi. Calon istri ketiganya cewek yang masih duduk di kelas 3 SMA. Tapi niat untuk mempersunting gadis belasan tahun itu rupanya banyak rintangan lantaran mantan pacar si cewek cemburu lalu menikam si bandar kayu hingga sekarat.

Anton Hidayat, 41, bandar kayu warga Sawahlio, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. kini terbaring di RS Sumber Waras akibat dada kanan dan paha kirinya ditikam oleh Edo,30, di RT 05/RW 04 Jalan Krandang Utara, Tambora, Jakbar, Jumat (3/10) malam.

Pelaku cemburu mendengar Yuni,19, mantan kekasihnya, akan dipersunting oleh Anton menjadi istri ketiga. Istri pertama Anton tinggal di Lampung, mempunyai tiga anak. Sedangkan istri kedua, Dewi, 30, yang telah empat tahun dinikahinya dan memberinya satu anak tinggal di jalan Sawahlio, Jembatan Lima. Anton selama ini tinggal di rumah orangtua Dewi.

Memiliki dua istri mungkin buat Anton belumlah cukup, ia lalu melirik Yuni, gadis yang masih tetangganya. Kisah cinta Anton-Yuni terjalin sekitar sebulan lalu. Gadis SMA ini seperti tersanjung dan siap dinikahi, apalagi selama sebulan pacaran, Anton memberi uang Rp10 juta.

“Tapi yang Rp9 juta dikembalikan Yuni lagi. Dia juga sering dikasih uang jajan. Total yang sudah dikasih ke Yuni sekitar Rp5 juta,” cerita Bagus,24, adik tiri Anton.

Anton menginginkan Yuni menjadi istri terakhirnya. Pernikahan rencananya akan dilaksanakan setelah Yuni lulus SMA. Yuni juga sudah menemui Dewi, bahkan wanita ini mengizinkan gadis itu untuk menikah dengan Anton, suaminya, yang jadi bos kusen kayu untuk bangunan.

Namun rencana pernikahan itu tiba-tiba diputuskan sepihak oleh Yuni tanpa alasan yang jelas. Saat Anton pulang Lebaran ke Lampung, Yuni menelepon dan minta putus. “Saya kecewa dengan Yuni, padahal dia sudah saya anggap seperti adik sendiri,” tambah Bagus.

Sesaat sebelum peristiwa terjadi, Anton dan Bagus baru saja tiba dari Lampung. Sesampainya di Jembatan Lima, Anton bilang mau mengisi bensin dulu, kemudian Bagus pulang duluan naik ojek. Di dekat rumah, dia melihat Yuni serta Edo, dan dua orang lainnya, sedang ngobrol.

“Edo bilang sama saya, kenapa lu ngejodohin si Yuni … mentang-mentang gue miskin dan udah putus sama Yuni ya? Kalo nggak ama gue si Yuni kagak boleh jadian sama siapa pun,” jelas Bagus. Sesaat kemudian Anton yang mengendarai sedan Corolla sampai, lalu cekcok dengan Edo dan dua temannya. Saat itu Yuni sudah tidak berada di lokasi. Anton langsung ditikam Edo hingga tersungkur, pelaku kabur bersama dua temannya menggunakan sepeda motor.

Kanit Reskrim Polsek Tambora, IPTU Slamet mengatakan pelaku hingga kini masih dikejar, sedangkan Yuni diperiksa polisi.

Pacaran Dibawah Pohon Akhirnya Tewas Tertimpa Dahan Patah

asib mengenaskan menimpa sejoli yang sedang pacaran di bawah pohon di dekat Lapangan SMPN 5 Jalan Helang, Tanah Sereal, Bogor, Sabtu (4/10) malam. Dahan pohon tempat mereka berteduh saat hujan besar turun tiba-tiba patah menimpa si cowok hingga tewas seketika.

Budi,30, korban, tewas di lokasi sedangkan kekasihnya, Rina,27, warga Jalan Dadali, Tanah Serela, selamat. Sopi angkot asal Solo, Jateng, yang sudah menduda itu jasadnya dibawa oleh Somad, satpam perumahan ke RSUD PMI Bogor.

Informasi yang dihimpun, pasangan Budi dan Rina duduk-duduk di bawah pohon sejak pk. 17:00. Sekitar jam 19:30 turun hujan, namun mereka tetap bertahan di bawah pohon yang rindang itu.

Lantaran hujan semakin deras, keduanya pun bermaksud mencari tempat berteduh. Saat mereka beranjak mau pergi tiba-tiba terdengar suara dahan patah. Kontan keduanya berlari berpencar, namun malang Budi justru berlari kea rah dahan yang patah.

Tubuhnya langsung tertimpa dahan pohon hingga tewas seketika, sedangkan Rina yang menepi ke pinggir jalan selamat. “Waktu kita tolong, korban sudah meninggal,” kata Somad, yangmengantar jenazah Budi ke rumah sakit.

Ditemukan Mayat Gadis SMP Telanjang Dada Dikebun Pisang

Isnah,15, warga Kampung Ciateul, Desa/Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu (7/9), ditemukan tak bernyawa di kebun di Kampung Kasepen, Desa Banyumekar, Kecamatan Labuan.

Saat ditemukan, kondisi siswi kelas III SMP Negeri I Labuan ini sudah membusuk dan ditemukan dua luka tusukan senjata tajam di leher.

Gadis berwajah ayu ini, sebelumnya sempat dikabarkan hilang oleh orang tuanya pada Rabu (3/9). Sejumlah tetangga korban menyebutkan sempat melihat korban sekitar lima hari lalu, ketika hendak pergi bersama rekan sekolahnya Andri, 17, pada sore hari menggunakan motor rekannya.

“Waktu itu, saya nggak curiga sama sekali, karena sudah lama saya lihat mereka berdua sering jalan bareng. Saya nggak punya firasat apa-apa, pokoknya saya biasa saja dan langsung pulang ke rumah, sejak itu saya nggak lihat-lihat lagi,” kata Juhdi, 35, yang mengaku kenal dengan Isnah.

Judi bersama orangtua korban dan tetangganya sempat melakukan pencarian, namun korban tidak kunjung ditemukan. Karena putus asa, hilangnya Isnah akhirnya dilaporkan ke Mapolsek Labuan.

Minggu (7/9) sekitar pukul 10:00, Juhdi tanpa sengaja melintas di sebidang kebun curiga dengan sosok yang menyembul ditutupi daun pisang.

Juhdi tidak berani mendekat atau membuka daun pisang tapi penemuan itu kemudian dilaporkan kepada keluarganya. Mendapat laporan dari Juhdi, warga kemudian mendatangi tempat mencurigakan itu.

MASIH DISELIDIKI
“Kagetnya bukan main, ketika daun pisang dibuka ternyata isinya adalah mayat tanpa baju. Yang lebih mengagetkan lagi mayat wanita yang hanya mengenakan celana jians itu ternyata Isnah,” ujar Juhdi seraya menjelaskan warga langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Labuan.

Ketika dihubungi, Kapolsek Labuan AKP Krishian Krisna, membenarkan adanya temuan mayat itu, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pandeglang untuk diotopsi oleh tim dokter setempat.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ditemukan satu luka tusukan di dekat leher dan satu luka tusukan di bawah leher korban, jadi didindikasikan mayat itu adalah korban pembunuhan,” ungkap AKP Krishian.

Pria Beristri Karena Cemburu Membunuh Pacar Gelapnya Dan Memperkosa Serta Menyodomi Mayatnya Hingga Dua Kali

Dipicu cemburu setelah membaca SMS dari lelaki lain pada HP pacar gelapnya, seorang pria yang sudah memiliki istri dan anak, menjadi gelap mata. ABG selingkuhannya dibunuh lalu ditelanjangi dan dibuang ke semak-semak. Enam jam kemudian pelaku kembali lagi memerkosa dan menyodomomi mayat korban sampai dua kali.

ABG selingkuhannya itu dibunuh lalu ditelanjangi dan dibuang ke semak-semak. Enam jam kemudian pelaku kembali lagi dan astaga! mayat korban diperkosa dan disodomi sampai dua kali.

Korban, Ani Suharni, 16, warga Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Bekasi, tewas dicekik oleh Nanang alias Pongah, 20, warga Jl Kemuning I, RT 05/05 Bojong Menteng, Rawalumbu, pada Kamis malam sekitar pukul 20:30.

“Saya cemburu membaca SMS yang ada di HP dia,” ujar Nanang, ayah satu anak ini.

Menurut dia, pada Kamis malam dirinya menjemput Ani, kekasih gelapnya itu. Saat Nanang membaca SMS di HP Ani yang isinya menyebutkan korban pernah diajak jalan-jalan oleh seorang lelaki lain, hatinya panas dan dadanya sesak karena cemburu.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan ini pun menjadi gelap mata dan berniat menghabisi anak yatim lulusan SD itu. Ani kemudian diajak keliling kampung menggunakan sepeda motor.

Setibanya di Kampung Rawa Roko Jl Caringin Ujung RT 03/05 Bojong Menteng, Rawalumbu, keduanya terlibat cekcok mulut. ”Dia nggak ngaku kalau habis jalan sama cowok lain,” kata tersangka.
Kesal, leher wanita ABG bertubuh mungil itu pun dicekiknya hingga lemas. Untuk memastikan korban telah tewas, pelaku melilitkan tali gantungan kunci sepeda motor dan menjeratnya hingga tewas.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku melucuti seluruh pakaian korban dan menyimpannya di semak-semak 200 meter dari tubuh korban.

PERKOSA MAYAT
Usai melakukan perbuatan biadabnya, pelaku pergi. Namun Jumat pagi sekitar pukul 07:00, Nanang datang lagi ke lokasi ia membuang mayat Ani. Ketika melihat kekasihnya tergeletak dengan tubuh bugil, timbullah nafsu setannya. Mayat pun diperkosa dan disodomi hingga dua kali.

“Saya nafsu ngeliat dia bugil. Sebelumnya dia nggak mau diajak ‘main’,” kata pelaku yang mengaku keduanya memang sering berhubungan badan. “Kami juga sempat putus, tapi sudah balikan lagi,” lanjut Nanang.

Terungkapnya kasus pembunuhan ini, menurut Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Mas Guntur Laupe, didampingi Kapolsek Bekasi Timur, AKP Rokhmad Hari Purnomo, setelah tim yang dipimpin Kapolsek dan Kanit Reskimnya Iptu Bambang S Nugroho, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami melihat pelaku mondar-mandir di TKP dan mengaku melihat baju-baju korban,” tutur kapolsek.

Saat diperiksa secara intensif, tersangka juga mengaku mengenal korban. Akhirnya pria ini diinterogasi petugas secara lebih mendalam.

DIPERTEMUKAN DENGAN KELUARGA
Semula pelaku menolak diperiksa sebagai saksi karena mengaku sedang sakit. ”Saat kami pertemukan dengan keluarga korban, mereka menyebutkan kalau Ani terakhir pergi dengannya,” tandas kapolsek. Akhirnya pelaku pun mengakui membunuhnya karena cemburu.

Seperti diberitakan (Pos Kota 30/8), sejumlah anak-anak yang sedang main bola pada Jumat (29/8) sekitar pukul 15:00 kaget ketika melihat sesosok mayat perempuan bugil tergeletak di semak belukar.

Saat ditemukan posisi korban setengah tertelungkup ke arah kanan. Pipi korban terlihat lebam dan di lehernya terdapat bekas cekikan. Di kelamin dan dubur korban ada bekas luka seperti bekas diperkosa dan disodomi. Jenazah korban kemarin dimakamkan di dekat rumahnya

Identitas perempuan muda yang mayatnya ditemukan di lapangan penuh ilalang adalah Ani Suharni, remaja berusia 16 tahun asal Kampung Babakan, Kelurahan Mustika Sari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Ani tewas di tangan pacarnya sendiri, Nanang (20), yang terbakar api cemburu.

Nanang ditangkap pada Jumat (29/8) malam. Sebelum ditangkap, Nanang dijadikan saksi oleh polisi karena dialah yang kali pertama memberi tahu penemuan mayat perempuan muda tanpa busana itu ke warga Kampung Rawa Roko, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

”Motifnya cemburu. Tersangka marah kepada korban karena menerima SMS dari lelaki lain,” kata Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Komisaris Besar Mas Guntur Laupe ketika memaparkan pengungkapan kasus pembunuhan Ani, Sabtu (30/8).

Ani dibunuh pada Kamis malam setelah dia dan Nanang terlibat pertengkaran di lapangan ilalang dekat perumahan Rawalumbu.

Nanang marah-marah karena mengetahui pacarnya yang masih berusia belia itu menerima pesan singkat yang berisi kalimat mesra dari lelaki lain. Ironisnya, Nanang sendiri ternyata sudah beristri dan sudah memiliki seorang anak.

Pembunuhan berencana

Nanang mengaku gelap mata setelah mengetahui Ani menerima pesan singkat dari lelaki lain. Nanang mencekik Ani hingga pacarnya itu tewas.

Pada jumat pagi, Nanang datang lagi ke lapangan itu dan melepaskan seluruh pakaian Ani. Nanang juga mengaku memerkosa mayat Ani.

Nanang ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Ani. Dia dijerat ancaman pasal pembunuhan berencana. Sejak Jumat malam, kata Kepala Kepolisian Sektor Metropolitan Bekasi Timur Ajun Komisaris R Hari Purnomo, Nanang ditahan di sel Kepolisian Sektor Metropolitan Bekasi Timur.

Ani dimakamkan kemarin siang di Pemakaman Kamboja, Kampung Babakan, Mustika Sari. Ayah Ani, Sanim, mengatakan, putrinya meninggalkan rumah sejak Kamis malam.

Menurut adik Ani, Dede, sebelumnya Ani pernah mengatakan akan dijemput Nanang dan bertemu di rumah teman Ani. Tidak disangka akan terjadi seperti ini.

ABG Umur 17 Tahun Diperkosa dan Disodomi Sampai Tewas Di Bojong Mentang Lalu Ditinggal Dalam Keadaan Bugil

Sadis. Cewek ABG diperkosa dan disodomi lalu dibunuh di Kampung Caringin Ujung RT 003/05 Kelurahan Bojong Menteng, Rawalumbu. Tubuh bugil perempuan belasan tahun ini ditemukan anak-anak yang sedang main bola, Jumat (29/8) sore.

Sejumlah anak-anak yang sedang main bola sekitar jam 15:00 kaget ketika melihat sesosok mayat perempuan bugil tergeletak di semak belukar.

Lokasi dekat Jalan Caringin itu setiap sore dijadikan arena bermain anak-anak. Lahan tersebut kosong, sebagian ditumbuhi perdu dan alang-alang. Bila malam hari gelap gulita.

Diduga wanita malang itu dianiaya dan diperkosa. Warga yang melihat penemuan tak satu pun mengenal cewek dengan ciri-ciri kulit sawo matang, usia diperkirakan 17 tahun, rambut sebahu tinggi 150 cm tersebut.

DIPERKOSA DAN SODOMI
Anggota Polsek Bekasi Timur dipimpin AKP Hary Purnomo, melakukan olah (TKP). Posisi korban setengah tertelungkup ke arah kanan.

Pipi luka lebam dan leher seperti bekas cekikan. Di kelamin dan dubur korban ada bekas luka seperti bekas diperkosa dan disodomi.

Di lokasi kejadian polisi menemukan cincin emas, gelang manik-manik warna pink, diduga benda itu milik korban.

Tak ditemukan selembar pun pakaian korban. Diduga pelaku sengaja membawa pakaian korban untuk menghilangkan jejak.Jasad wanita itu dikirim ke RSCM.

Kapolsek Bekasi Timur AKP Hary Purnomo mengatakan korban tewas belum 24 jam, karena tubuhnya belum bau. “Dia korban kekerasan seksual, karena kelamin dan duburnya berdarah. cKami berharap kasus ini cepat terungkap,” jelas Kapolsek.

BERITA LANJUTAN: Pembunuhnya Ternyata Pria Beristri Yang Menjadi Kekasih Gelapnya, Tersangka Memperkosa dan Menyodomi Myata Korban Sebanyak Dua Kali

Terbukti Metoda Polisi Dalam Mengungkap Kejahatan Masih Dengan Cara Menyiksa Tersangka Hingga Mengaku – Kemat Dihajar Sampai Setengah Mati Agar Mau Mengaku Membunuh Ashori Hingga Dihukun 17 Tahun Penjara … Eh Ternyata Dibunuh Oleh Ryan

Air mata Imam Hambali alias Kemat (34) langsung mengucur saat Eka Lisnawati, sang kemenakan, menyalaminya lewat lubang sebuah pembatas berjeruji kawat yang memisahkan antara pembesuk dan napi LP Jombang, Kamis (28/8) kemarin.

Kemat adalah salah satu terpidana salah tangkap dalam kasus pembunuhan yang dilakukan Very Idam Henyansah alias Ryan, warga Desa Jatiwates, Jombang, yang telah membantai 11 orang.

Kemat dihukum 17 tahun, sementara Devid Eko Priyanto 12 tahun setelah pengadilan memvonis keduanya membunuh Asrori, pria yang mayatnya ditemukan di kebun tebu Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, 29 September 2007 lalu.

Namun, Rabu (27/8) lalu terungkap bahwa pembunuh Asrori adalah Ryan, dan makam Asrori sesungguhnya bukanlah di kebun tebu, melainkan di belakang rumah orangtua Ryan di Jatiwates.

Keadaan ini membuat pertemuan Kemat dan keluarga yang menjenguknya di LP kemarin diliputi keharuan. “Alhamdulillah…akhirnya kebenaran itu terkuak juga. Doakan ya… semoga masalahnya lekas selesai dan saya bisa bebas,” ujar Kemat sambil terus menangis.

Kemat mengaku sudah mendengar kabar salah tangkap dirinya dan Devid sejak kemarin pagi lewat siaran berita radio yang dibawanya ke Blok A3 LP Jombang. Blok inilah yang dihuni Kemat sejak dia dijebloskan ke bui setelah dicatut polisi sebagai tersangka pembunuh Asrori, 21 Oktober 2007 lalu. Devid menempati Blok F-4.

Sementara itu, Maman Sugianto alias Sugik, yang disangka sebagai pelaku, masih dalam masa karantina dan menempati Blok D-2. Kemarin Sugik menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jombang.

Surya kemarin turut membesuk Kemat di LP Jombang. Kepada Surya, Kemat berkisah bahwa sepanjang Ramadhan 2007 lalu polisi berulang kali menciduknya dari rumahnya di Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Jombang. Namun, berulang kali pula dia kembali dipulangkan. Pada pemanggilan berikutnya ke polsek saat lebaran ketupat, Kemat akhirnya ditahan. “Ayo guk melu aku nang polsek (ayo Mas ikut saya ke polsek),” ujar Kemat, mengulang kalimatnya saat itu.

Dia mengajak kakaknya yang nomor empat itu karena sudah merasa tak enak akan terjadi sesuatu. Kemat adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Khamin (75) dan Watini (65).

Benar saja. Hingga sore, Kemat tak lagi pulang ke rumah. Sekitar pukul 24.00, Karnadi tiba di rumah tanpa Kemat. Di Polsek Bandarkedungmulyo, Kemat mengaku mendapat siksaan fisik dari penyidik. Bahkan, untuk memaksa agar dia mengakui sebagai otak pembunuh Asrori, menurut Kemat, polisi membawanya ke tanggul Sungai Kayen. “Aku dipukuli Mas pakai karet diesel,” tuturnya.

Kemat ditangkap setelah polisi menangkap Devid di Tuban, rumah neneknya, pertengahan Oktober tahun lalu. Setelah Kemat, nama lain yang disangka terlibat dalam penghilangan nyawa Asrori adalah Maman Sugianto atau Sugik. “Saya enggak tahu apa-apa Mas. Katanya saya bawa sepeda motor Asrori, itu juga tidak benar,” kata Kemat.

Tangis Kemat tak terbendung lagi saat rombongan keluarga Sugik datang membesuk. Orangtua Sugik, Sulistyowati dan Mulyono, datang sekitar pukul 12.40. Mereka mengunjungi LP Jombang setelah mengikuti sidang Sugik di PN Jombang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa. Sebelum mereka, teman-teman Kemat dari desa tiba lebih dulu.

Wis tenang ae. Engko nek wis metu tak kancani sampek elek (Sudah tenang saja kamu. Nanti kalau sudah bebas akan kuajak main-main sampai puas),” ujar Arif, salah satu kawan Kemat.

Tak Dijenguk
Berbeda dengan keluarga Kemat, keluarga Devid tak bisa mengunjungi LP. Ibunda Devid, Siti Rokhanah (38), saat ditemui di kediamannya, Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang, mengaku bersyukur akhirnya mayat di kebun tebu bukan Asrori dan berharap Devid segera dibebaskan. Kendati demikian, Rokhanah tidak bisa segera membesuk anaknya ke LP Jombang karena tidak memiliki biaya.

“Ya alhamdulillah kalau sekarang ada bukti anak saya tidak bersalah. Tapi kalau untuk menjenguk ke penjara belum bisa. Ongkosnya dari mana?” tanya Rokhanah. Selain tak ada biaya, Rokhanah juga mengaku, jika membesuk di LP khawatir dirinya tak mampu menahan perasaan karena trauma.

Rokhanah berkisah, Devid ditangkap dalam suasana Idul Fitri 2007. Dalam kisahnya, tersirat ada skenario untuk sengaja menjebloskan Devid maupun Kemat, serta Sugik sebagai terpidana.

Kata Rokhanah, berdasarkan pengakuan Devid setelah divonis, penangkapannya bermula ketika suatu siang Devid sedang minum kopi di warung yang tak jauh dari rumah. Saat itu ada polisi datang dan memberinya uang Rp 20.000 untuk pergi alias kabur.

Entah karena alasan apa, Devid menuruti kemauan polisi itu. Devid kemudian pergi ke Tuban, ke rumah kakeknya. Saat di Tuban itulah dia ditangkap polisi. “Polisi tentu mudah menangkap karena saat itu Idul Fitri dan yang dikunjungi pasti kakeknya yang di Tuban atau di Surabaya,” kata Rokhanah dengan berurai air mata.

Kemarin, polisi membongkar kuburan mayat Asrori di kebun tebu di Desa Kalangsemanding. Pembongkaran ini disaksikan ratusan warga dan dipimpin Kasat I Pidum Ditreskrim Polda Jatim AKBP Susanto sejak pukul 11.00 hingga pukul 13.15.

Mayat ‘Asrori’, yang sekarang berubah menjadi mayat tak dikenal karena mayat Asrori sesungguhnya telah ditemukan di belakang rumah Ryan, kini tinggal tulang belulang dengan sedikit daging yang membusuk dan bau menyengat. Selanjutnya mayat tersebut dikirim ke RS Bhayangkara, Surabaya. AKBP Susanto mengatakan, akan dilakukan uji DNA untuk dicocokkan dengan DNA kerabat orang-orang yang kehilangan keluarganya. “Yang jelas dia bukan Asrori karena sesuai DNA, Asrori dikubur di belakang rumah orangtua Ryan,” kata Susanto.

Tentang kemungkinan adanya sanksi bagi penyidik atau pimpinan di atasnya, Susanto mengaku itu akan mengacu pada aturan yang ada. Sedangkan kepada keluarga terpidana dan terdakwa dibuka peluang untuk melakukan upaya hukum sesuai aturan yang ada, seperti pengajuan peninjauan kembali (PK), rehabilitasi nama baik, dan sebagainya.

Menurut sumber di kepolisian, BAP (Berita Acara Pemeriksaan) kasus Asrori kebun tebu yang menyebabkan salah tangkap itu sudah dibawa ke Polda Jatim. Sejumlah penyidik di jajaran Polres Jombang serta Kapolsek Ngoro AKP Anang Nurwahyudi (yang saat terjadinya kasus penemuan mayat Asrori di kebun tebu menjabat Kapolsek Bandarkedungmulyo dan melakukan penyidikan) juga segera diperiksa tim khusus ini.

Ada yang menarik saat pembongkaran mayat kemarin. Jajaran pimpinan Polres Jombang tampak serba salah, bahkan kelihatan tegang. Agaknya ini karena sebelumnya Polres Jombang tetap bersikukuh mayat yang ditemukan di kebun tebu adalah Asrori.

Anang Nurwahyudi juga tegang dan serba kikuk. Ditanya tentang kemungkinan salah tangkap, dia memilih menghindar. Kapolres Jombang AKBP Moh Khosim, saat dicecar wartawan terkait pembongkaran mayat “Asrori”, juga sangat jelas terlihat gugup. Dengah suara agak bergetar, Khosim mengatakan, terhadap mayat tersebut akan diuji DNA untuk dicocokkan dengan keluarga Asrori.

“Ini untuk melihat apakah ada kesamaannya,” kata Kapolres Khosim. Dengan jawaban demikian, seolah dia mengisyaratkan masih terbuka peluang bahwa mayat tersebut adalah Asrori. Padahal AKBP Susanto mengatakan, tidak mungkin ada kesamaan DNA antara `Asrori` di kebun tebu dengan Asrori di belakang rumah Ryan. “Ini fakta ilmiah, kebenarannya 99,99 persen,” kata Susanto.

Yang mengejutkan, kendati berdasarkan uji DNA mayat Asrori adalah yang ditemukan di belakang rumah Ryan, keluarga Asrori masih meragukannya. Paman Asrori, Jaswadi (43), yakin mayat yang dibongkar kemarin itu adalah mayat Asrori. “Saya yakin itu Asrori karena ada bekas luka kena knalpot, kukunya rapi, dan giginya juga jelas milik Asrori,” kata Jaswadi, Kamis

Kepastian mayat Mr X adalah Asrori membuat lega keluarga Imam Hambali alis Kemat (26). Eka Lisnawati, keponakan Kemat, berulang kali mengucap syukur saat diberitahu kabar itu. “Semua keluarga senang, alhamdulillah akhirnya kebenaran itu terungkap,” ucap Eka, Rabu (27/8).

Dengan kabar ini, Eka bersama keluarganya berencana mengunjungi Kemat di LP Jombang hari ini. Mereka ingin memberi kabar bahagia itu langsung ke Kemat. “Kasihan dia tidak bersalah tapi sudah dihukum setahun,” ujar Eka.

Sebagai rasa syukur, keluarganya berencana menggelar selamatan di rumahnya sambil menunggu kepulangan Kemat.

Kata Eka, sejak awal keluarganya yakin Kemat tidak membunuh Asrori. Keyakinan itu didapat setelah seluruh keluarga menginterogasi Kemat. “Dia ngakunya tidak pernah membunuh, sampai bersumpah. Jadi keluarga mempercayainya,” katanya.

Hingga kemarin, Eka dan anggota keluarga Kemat belum berencana mengajukan gugatan ke polisi terkait kesalahan penangkapan. “Kami menunggu sampai pulang dulu. Enggak tahu nanti,” katanya.

Ayah Kemat, Khamin (75), juga mengaku tak pernah percaya anaknya membunuh Asrori. Menurut Khamin, Kemat tidak mungkin membunuh. “Terhadap hewan saja dia itu tidak tega memukul, apalagi terhadap manusia, membunuh lagi. Lebih-lebih lagi Asrori itu tetangganya sendiri,” kata Khamin.

Kemat, jelas dia, juga sangat penakut. “Kalau keluar rumah, misalnya ke tetangga, pada malam hari, selewat pukul 10.00 malam saja dia pasti akan minta diantar. Orang penakutnya seperti itu kok dituduh membunuh, jelas kami tidak percaya,” ujar Khamin.

Khamin makin yakin Kemat tidak membunuh karena setiap keluarga membesuk Kemat ke LP Jombang, Kemat hampir selalu menangis dan bercerita dirinya tidak membunuh siapa pun. “Dia mengaku kepada kami, saat di kepolisian tubuhnya dipukuli polisi sehingga terpaksa mengakui perbuatan yang sebenarnya tidak dilakukannya. Kasihan sekali dia,” kata Khamin.

“Kalau mengingat kejadian dia ditangkap, saya dan istri saya pasti menangis karena sedih. Saat itu, sedang enak-enak santai habis makan sahur, menunggu datangnya imsak, tiba-tiba rumah kami didatangi beberapa polisi. Mereka membawa anak saya pergi,” tutur Khamin, dengan suara tersendat

Keluarga terpidana dan terdakwa kasus pembunuhan kebun tebu di Dusun Braan, Desa Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang meminta rehabilitasi nama baik anggota keluarga mereka.

Mereka adalah adalah keluarga terdakwa Maman Sugianto alias Sugik (28), serta terpidana Imam Hambali alias Kemat (35) dan Devid Eko Prianto (19). Kemat dan Devid sudah divonis hukuman masing-masing 17 tahun dan 12 tahun.

“Saya meminta keadilan, saya minta anak saya dibebaskan,” kata Sulistiyawati (43), ibu kandung Sugik. Ia dan suaminya, Mulyono (50) juga berharap agar nama baik keluarganya bisa dipulihkan.

Ini terkait dengan bukti bahwa jenazah korban pembunuhan yang sempat diidentifikasi sebagai Moh. Asrori yang dibunuh pada 29 September 2007 itu ternyata orang lain. Berdasarkan tes DNA yang dilakukan polisi, diketahui jenazah Moh. Asrori adalah yang ditemukan di pekarangan belakang rumah orangtua Very Idam Henyansyah alias Ryan pada penggalian kedua, Senin (28/7) lalu.

Siti Rochana (38), ibu kandung Devid meminta ada upaya rehabilitasi nama baik keluarganya dari polisi akibat kasus ini. Ia belum memikirkan upaya hukum lanjutan terhadap polisi. Adapun Sumarmi (41) kakak ipar Kemat mengatakan pihak keluarga masih menunggu perkembangan kasus tersebut.

“Yang penting keluar (bebas) dulu,” katanya.

Sementara itu, dalam persidangan perdana yang dilakukan terhadap terdakwa Sugik di Pengadilan Negeri Jombang, Kamis (28), Ketua Majelis Hakim Kartijono menyatakan bakal tetap melanjutkan perkara itu.

“Kita sesuai saja dengan hukum acara pidana,” kata Kartijono.

Karyawan Pemalas Membunuh Majikan Akibat Sering Ditegur Karena Sering Tertangkap Basah Tidur Waktu Jam Kerja

Perlakuan kasar yang kerap ia terima dari bosnya menimbulkan sakit hati yang mendalam di dada Firmansyah. Ketika sakit hati dan dendam itu tak tertahankan lagi, pemuda asal Cibadak, Sukabumi, ini pun menjadi nekat dan gelap mata.

Sang bos, E Kang Paslah, 63, dihabisinya saat tengah tidur. Setelah itu Firman membantai Hikmayani, 23, wanita teman sekerjanya di restoran bubur Manado yang berlokasi di ITC Permata Hijau.

“Saya nekat lantaran sakit hati sama bos. Hikmayani saya habisi juga jarena dia berteriak hingga membuat saya ketakutan dan menjadi mata gelap,” ungkap bujangan lulusan SMA di Cibadak itu.

Kasus pembunuhan bos restoran bubur Manado dan karyawatinya ini berhasil diungkap Polres Jakarta Barat setelah menangkap tersangka pelaku, Firmansyah. Ia dibekuk saat sembunyi di rumah temannya di Jalan Baladewa Ujung, Bandung, Selasa (26/8) pagi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Paslah dan karyawatinya ditemukan tewas dengan kondisi membusuk di rumahnya di Jalan Janur Blok D RT 03/07 Kel. Kelapa Dua, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (18/9). Reserse Polres Jakarta Barat mencurigai pelakunya adalah karyawan korban yang menghilang setelah beberapa hari bekerja (Pos Kota, Selasa, 19/8).

SERING DIMARAHI
Pengakuan Firman kepada Kanit Resmob Polres Jakarta Barat, Iptu Agung Wibowo SH, yang memimpin penangkapan, ia bekerja pada korban sejak 6 Agustus 2008. “Saya melamar kerja setelah baca iklan di koran. Saya terima gaji Rp20 ribu sehari.”

Namun setelah beberapa hari bekerja, Firmansyah mengaku sering dimarahi. “Kalau bangun kesiangan saya dimarahi dengan kata-kata menyakitkan. Bahkan pernah saya ditendang waktu tidur disuruh cepat-cepat kerja.”

Dipicu sakit hati, Jumat (15/8) dinihari, tersangka yang tinggal bersama karyawan lainnya di rumah korban, diam-diam mengambil pisau daging di dapur untuk menghabisi nyawa bosnya.

Bos bubur sempat melawan dengan cara menendang, namun akhirnya korban ambruk dibacok. Hikmayani yang berteriak-teriak ikut dibantai oleh pelaku.

”Tersangka lalu mengambil handphone dan dompet korban berisi uang Rp500.000 dan ATM Mandiri. Tapi hasil curiannya sudah ludes untuk keperluan selama pelarian,” jelas Kapolres Jakbar, Komes Dr. Iza Fadri didampingi Kasat Reskrim Kompol Suyudi Ario Seto SH, Sik, Selasa (26/8) sore.

Suhaeli, 50, ayah Hikmayani, warga Ciganjur, Jakarta Selatan, mengatakan meski masih kesal kehilangan putri kesayangan, tapi ia mengaku sudah ikhlas. “Soal perbuatan tersangka, kami serahkan kepada yang berwenang agar dihukum sesuai dengan perbuatannya,” ujar Suhaeli kepada Pos Kota, Selasa sore.

Istri kepala cabang PT Indocement Tunggal Prakarsa Tewas Dibunuh Perampok

Istri kepala cabang PT Indocement Tunggal Prakarsa tewas dibantai perampok yang menyatroni rumahnya di Perum Griya Persada Blok I, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin (25/8) pagi. Pelaku yang juga menganiaya pembantu korban hingga sekarat itu menggasak perhiasan senilai ratusan juta rupiah.

Berkat kesigapan dan kejelian petugas, tersangka pelaku berhasil dibekuk dalam tempo satu jam setelah meninggalkan rumah korban.

Dari tangan tersangka Kristian Yuananda, 30, disita perhiasan yang disembunyikan di saku celananya. Ia kini menjalani pemeriksaan secara intensif di Polsek Citeureup, Bogor. Selain berlatarbelakang perampokan, polisi mendalami kemungkinan motif lain pembunuhan ini. Pasalnya, suami korban ternyata mengenali pelaku pembantai istrinya.

Peristiwa naas yang dialami Ny.Sianawati Darmali, 57, terjadi sekitar pukul 10.00. Pagi itu, rekan korban, Lina, 50, hendak mengajaknya senam. Meski sudah ditelpon hingga tujuh kali, korban tidak menyahut hingga membuat Lina curiga. Akhirnya Lina mendatangi rumah korban. yang pensiun apotek PT Indocement Citeureup, Bogor.

Setibanya di rumah wanita yang telah pensiun dari pekerjaaannya di apotek PT Indocement, Citeureup, itu, Lina kaget karena melihat korban sudah tidak bernyawa lagi dengan kondisi berlumuran darah.

Tiga luka tusukan di kepala bagian depan dan belakang serta kuping membuat korban meregang nyawa. Saat dibawa ke RS PMI Bogor, darah segar masih mengalir dari tubuh wanita malang tersebut.

Pembantu korban, Atik, juga menderita luka parah di kepala akibat perbuatan pelaku. Namun meski kritis, nyawa Atik berhasil diselamatkan tim dokter RS Husada Cibinong. Ia kini menjalani perawatan intensif guna memulihkan kesehatannya.

Menurut Lina, dirinya curiga karena korban tidak juga menjawab teleponnya meski tujuh kali dihubungi. “Akhirnya saya berinisiatif ke rumah korban usai senam. Ternyata saya temukan korban sudah tak bernyawa dengan kondisi berlumuran darah,” katanya.

Kematian ibu dua anak yang dikenal sangat dermawan ini membuat heboh warga sekitar. Mereka tidak menduga, korban mengalami nasib malang. “Ia pandai bergaul dan disenangi warga karena banyak membantu bila ada kesulitan. Tanpa diminta, beliau selalu menolong,” kata Yanti, 60, kakak kandung Sianawati.

SUAMI SEDANG TUGAS
Saat pembunuhan terjadi, suami korban, Yusuf Supranoto Oentoro sedang tugas ke Purwakarta, Jawa Barat. Sedang dua anaknya, kuliah di Australia dan Jakarta. Sianawati hanya ditemani pembantunya Atik yang sudah lama ikut bersamanya.

Yusuf yang terlihat sedih meratapi kematian istrinya berusaha tabah menghadapi kasus ini. “Saya tahu kejadian ini dari kakak ipar saat perjalanan pulang kerja dari Purwakarta. Saya tidak menduga, peristiwa tragis ini harus dialami oleh orang sebaik istri saya,” katanya.

Pria ini mengaku mengenal nama Kristian Yuananda, pelaku pembunuhan istrinya yang sudah ditangkap aparat Polsek Citeureup. Namun ia belum memastikan, apa motif sebenarnya dibalik peristiwa sadis ini. “Pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” ujarnya.

Kakak korban mengatakan, dirinya terakhir berkomunikasi dengan korban yang merupakan anak nomor empat dari sembilan bersaudara ini pada Sabtu lalu. “Kami berbicara hingga setengah jam. Ia mengaku sedang sehat dan bahagia,” tandas Yanti.

ADA BERCAK DARAH
Terungkapnya kasus ini berawal dari petugas Polsek Citeureup yang sedang patroli sekitar pukul 11.30. Petugas melihat seorang pria meninggalkan rumah korban sambil memegang setumpuk perhiasan yang disimpan dalam celananya yang berlumuran darah.

Karena curiga, petugas menghentikan pelaku. Ternyata, secara bersamaan warga sekitar tengah gempar karena baru saja ada pembunuhan. Petugas pun menginterogasi Kristian. Akhirnya pria itu mengaku telah membunuh korban.

Kapolsek Citeureup, AKP Fathoni menjelaskan, pihaknya masih mengembangkan pengakuan tersangka. “Pelaku mengaku sudah berada di rumah korban sejak pukul 03.00 dinihari. Namun batal masuk ke dalam rumah karena semua pintu terkunci. Namun tersangka terus menunggu di depan pintu hingga pukul 10.00 pagi,” katanya.

Setelah pintu dibuka, pelaku masuk dan membunuh korban serta melukai pembantunya. Setelah itu, tersangka mengambil sejumlah harta benda korban. “Tentang motif pembunuhan, sedang dalam penyilidikan. Kerugian lain, belum dipastikan. Namun saat olah TKP, kamar dan laci terlihat acak-acakan.”

PENGUSAHA MEBEL DIBACOK PERAMPOK
Sementara itu pasangan suami istri pengusaha mebel luka parah dibacok perampok saat mempertahankan tas berisi uang puluhan juta ruoiah di Jl Raya Industri Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara, Senin (25/8) petang.

Lukas Suharjo, 55, dan istrinya kini dirawat di RS Ananda Cikarang, setelah empat penjahat yang membuntuti membacoknya. Lukas sendiri bersama istrinya akan pulang ke rumahnya di Lippo Cikarang, setelah bedagang mebel di tokonya di Cikarang Kota.

Namun baru beberapa meter, ban mobil yang dikendarainya kempes. Ketika turun, empat pelaku merampas tas istrinya, namun dipertahankannya. Polsek Cikarang kini menangani kasusnya.