Category Archives: pembunuhan

Pembunuh dan Pemerkosa Mayat Agen Model Ditangkap

Hendi Lesmana (23), mantan pembantu yang membunuh Hanny A Wahab (53), ditangkap polisi di tempat persembunyian di Desa Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (16/3) siang. Sebelumnya Hendi yang dibantu Rahmatullah (22) melarikan diri ke Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

”Saya membunuh karena sakit hati sering dimarahi. Saya dianggap tidak bisa masak dan melakukan tugas dengan baik. Sekarang saya menyesal, nikmatnya ngggak seberapa tapi bayarnya lama dipenjara.” kata Hendi di Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Barat, Selasa.

Lokasi persembunyian Hendi, ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat Komisaris Suyudi Ario Seto, berada di perkampungan terpencil.

”Mobil tidak bisa menjangkau ke sana. Sungguh sulit mencapai tempat persembunyian Hendi di rumah kerabatnya,” ujar Suyudi.

Menurut Suyudi, saat disergap, Hendi sempat berusaha melarikan diri. Hendi dan Rahmatullah bersembunyi tidak jauh dari kampung halaman di Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur.

Hendi, yang berperawakan kecil dengan tinggi sekitar 155 sentimeter, membunuh Hanny A Wahab, mantan majikannya, Rabu (11/3) selepas tengah malam. Hendi sekitar pukul 22.30 sudah mengintai dan bersembunyi di dalam rumah untuk merampok harta benda Hanny.

Saat tiga orang tamu Hanny pamit pada pukul 23.00, Hendi dengan sabar menunggu di dalam rumah. Di luar rumah, Rahmatullah menunggu.

”Saat tengah malam dia beraksi. Rumah sudah sepi dan pembantu (Amir) sudah pulang. Dia mengambil tas, empat telepon genggam, dan play station milik mantan majikan,” kata Wakil Kepala Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Yazid Fanani.

Namun, lanjut Yazid Fanani, Hendi mendapat gagasan untuk membunuh mantan majikan yang sudah dua kali memecat lalu menerimanya bekerja kembali itu.

Dipukul alu

Hendi pergi ke dapur untuk mengambil alu penumbuk padi. Berbekal alu itu, dia menghantam dada dan bagian belakang kepala Hanny di kamar tidurnya.

Seusai membunuh, Hendi mengaku meniduri jasad Hanny. Berdasarkan visum, polisi menemukan bercak sperma pada tubuh korban.

Hendi juga memotret mayat Hanny dengan menggunakan telepon genggam. Selanjutnya, Hendi kabur meninggalkan rumah Hanny di Kompleks Inter Kota Blok B 5 Nomor 24-25 dengan ditemani Rahmatullah ke Cirebon sekitar pukul 01.00. Jenazah Hanny ditemukan putranya, Aat (17), di atas tempat tidur sekitar pukul 06.30.

Hendi bersama Rahmatullah, berbekal uang dan telepon genggam yang dirampok dari rumah Hanny, kabur pertama-tama ke Cirebon. Mencium gelagat ada polisi yang memburu, mereka pun kabur

Alu kayu berukuran panjang 70 sentimeter, bantal berdarah, celana dalam wanita dan daster, serta potongan kuku dijadikan barang bukti polisi.

Uang sebesar Rp 730.000, selembar uang riyal Arab Saudi, dua telepon genggam Nokia, dan anak kunci yang tersisa dari perampokan Hendi dijadikan barang bukti kejahatan.

Pembunuh

Yazid Fanani menambahkan, Hendi sebagai pelaku tunggal pembunuhan dan pemerkosaan serta perampokan dijerat pasal berlapis.

”Untuk pembunuhan, dia bisa dijerat penjara seumur hidup. Belum lagi tuntutan pencurian dengan kekerasan dan pemerkosaan semakin memperberat tuntutan terhadap dia. Tersangka kini dituntut Pasal 338, 340, dan 365 KUHP,” katanya.

Sedangkan terhadap Rahmatullah, polisi menjeratnya dengan Pasal 480 KUHP dengan tuntutan menadah hasil kejahatan

Hati Hati Makin Banyak Pembantu Tidak Tahu Diri – Bukan Hanya Memperkosa Tapi Juga Membunuh Majikan

Pembunuh artis senior yang juga juri abnon Jakarta, Nurhani Wahab,53, alias Hany, ternyata mantan pembantunya sendiri. Hendi Lesmana,24, tersangka ditangkap petugas Polres Jakbar, Senin (16/3) malam di Sukabumi, Jawa Barat.’

Hendi mengaku memperkosa janda tiga anak itu ketika korban dalam kondisi sekarat. “Dia mengaku sakit hati karena sewaktu bekerja dengan korban sering dimarahi, lalu merencanakan merampok,” jelas Kasat Serse Polres Jakbar Kompol Suyudi Ario Seto yang memimpin penangkapan. Kapolsek Cengkareng Kompol Arimudin Ritonga mengatakan Hendi beraksi bersama temanya, Rahmat,23. Keduanya menggasak 4 HP dan uang Rp700 ribu.

Nurhani Wahab ditemukan terbunuh di kamar rumahnya di Perum Inter Kota Indah, Duri Kosambi, Cengkareng, pada 11 Maret pagi. Hasil visum menyatakan korban juga diperkosa.

Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran Tewas Dieksekusi Pembunuh Bayaran

Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PTB), Nasrudin Zulkarnaen, yang menjadi korban penembakan, akhirnya meninggal setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu.

Petugas bagian informasi RSPAD Gatot Subroto, Bagyo, menyatakan Nasrudin Zulkarnaen meninggal pada sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saat ini, mungkin masih dalam perjalanan ke rumah duka,” katanya.

Seperti yang diberitakan di sejumlah media massa, Nasrudin Zulkarnaen ditembak sepulang bermain golf di Lapangan Golf Modernland, Tangerang, pada Sabtu (14/3) sore oleh orang yang tidak dikenal.

Saat kejadian, korban tengah duduk di kursi kiri belakang mobil BMW-nya, dan di tengah laju kendaraan, tiba-tiba muncul dua pria yang menggunakan motor dan langsung menembaknya dua kali.

Peluru tersebut bersarang di pelipis kiri korban, kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Mayapada, Kompleks Perumahan Modernland.

Karena kondisi korban yang kritis, kemudian korban dibawa ke RSPAD Gatot Subroto hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Jenazah Nasrudin disemayamkan di Perumahan Banjar Wijaya, Blok B50, RT 07/RW 07, Cipondoh, Tangerang, Banten

Nasrudin Zulkarnaen (50), salah seorang direktur perusahaan yang berkantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ditembak sepulang dari bermain golf di Lapangan Golf Modernland, Kota Tangerang, Sabtu (14/3) pukul 14.00.

Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Hamidin menjelaskan, Nasrudin yang tinggal di Banjar Wijaya Blok B50, Kelurahan Cipete, Tangerang, diduga ditembak dua pria yang mengenakan jaket warna coklat. ”Keduanya berboncengan sepeda motor Yamaha Scorpio warna hijau,” ucap Hamidin, Sabtu malam.

Menurut dia, peristiwa terjadi saat Nasrudin usai bermain golf. Ia duduk di kursi kiri belakang mobil BMW-nya. Ketika melintas marka kejut di tepian danau, mobil berjalan lebih lambat. Saat itulah dua pria dengan sepeda motor muncul dari arah belakang kiri mobil.

”Pria yang membonceng lalu mengeluarkan senjata api laras pendek dan menembak korban dua kali. Peluru bersarang di pelipis kiri korban,” papar Hamidin, mengutip keterangan saksi.

Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Mayapada yang berada di Kompleks Perumahan Modernland. ”Peluru masih bersarang di kepala korban. Mungkin baru besok pagi dikeluarkan, menunggu pendarahan di kepala reda,” kata Hamidin.

Kepala Polsek Metro Benteng, Kota Tangerang, Ajun Komisaris Titin mengatakan, kasus ini ditangani Polres Metro Tangerang Kota. Ia menambahkan, sampai sekarang polisi belum mengetahui motif penembakan. ”Pelaku hanya menembak. Tak ada tanda perampokan. Isi mobil dan harta benda korban lainnya di mobil tersebut utuh,” ucapnya.

Hingga Sabtu pukul 22.00, Nasrudin belum sadar. Ia dirawat di ruang gawat darurat. Keluarga dan kerabat ramai berdatangan, tetapi tak seorang pun bersedia diwawancara.

Jatuh Cinta Pada Adik Tiri, Bapak Kandung Dibunuh dan Dimutilasi

Anak durhaka pembunuh bapak kandung dibekuk petugas Polsek Jagakarsa dan Polres Jakarta Selatan saat akan mengambil gaji di Jalan Margonda Raya, Depok, Kamis (4/12) sore.

Dia mengaku tega menghabisi bapak lantaran jatuh cinta kepada adik tirinya tapi ditentang sang ayah. “Kami memang sering bertengkar karena hal sepele. Namun waktu itu, bapak marah dan menendang saya. Saya pun tidak terima dan langsung membunuhnya,” kata tersangka Deden Supriatna alias Udin alias Badin, 26, Jumat (5/12).

Menurut Udin, pembunuhan yang terjadi di rumah kontrakan, Jalan M.Kahfi II, Gang Assyakirin, Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dilakukan pada Rabu (26/11) pagi sekitar Pk. 07.30. Saat itu di rumah hanya ada Rahmat Hidayat, 60, korban, dan dirinya.

Ny.Umi, 58, istri korban yang juga ibu tiri pelaku, sedang dagang di Gang Damang, Jagakarsa. Dian, 22, adik tiri pelaku, sudah berangkat kerja.

Pemuda yang bekerja pada satu salon di Jagakarsa ini kerap mengirim SMS kepada Dian. Isi SMS-nya menyatakan rasa suka kepada adik satu bapak namun lain ibu itu.

Pria yang sehari-hari kerja membantu dagang istrinya ini pun tewas seketika. Udin masih belum puas dan bermaksud memutiliasi mayat sangn ayah tujuannya agar menghilangkan jejak.

Pelaku membaringkan tubuh korban dan memotong kaki. Namun belum sempat putus, pelaku mengurungkan niatnya. “Diduga, ia takut karena setelah mayatnya dimasukkan ke karung dan diangkut naik motor, darah berceceran,” jelas Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Iwan Kurniawan didampingi Kapolsek Jagakarsa, Kompol Udik Tanang Y.

DIMASUKKAN KE KARUNG
Gagal membawa jenazah, pelaku menutup mayat korban dengan dua karung. Setelah itu, ia melarikan diri ke Bogor dan Depok. Selama delapan hari, pria yang pernah dipenjara karena kasus pembunuhan semasa masih SMA ini selalu berpindah-pindah tempat.

Petugas yang menyelidiki kasus ini mendengar kesaksian dari keluarga Udin serta SMS yang dikirim kepada Dian, berisi pernyataan rasa suka kepada saudaranya itu.

Kompol Udik Tanang Y menjelaskan, dalam memburu pelaku, pihaknya bersama jajaran Polres Jakarta Selatan membentuk tiga tim. “Mereka mencari Udin hingga ke Bandung, Bogor, Bekasi, Tangerang dan lainnya. Alhamdulillah, berkat kerja keras kami berhasil menangkap pelaku di Depok,” tandasnya.

Preman Pasar Senen Mati Ditangan Seorang Wanita dan Diantar Langsung Ke RSCM

Wanita misterius membawa mayat preman pasar yang tubuhnya penuh luka tusukan pakai taksi ke IGD RSCM, Selasa (2/12) malam. Usai mengantar mayat, perempuan tersebut buru-buru kabur tanpa meninggalkan identitas diri.

Informasi yang diperoleh, sekitar Pk. 24:00 tengah malam, seorang wanita yang diperkirakan berusia sekitar 23 tahun datang dengan menggunakan taksi. Tanpa banyak bicara ia meminta petugas RSCM untuk membawa tubuh pria yang penuh darah ke dalam untuk di periksa.

Begitu tahu korban yang dibawanya itu meninggal karena didapati banyak luka tusuk di bagian perut, dada dan leher, wanita tersebut hanya menuliskan nama Dewi, alamat Kebon Singkong, Kemayoran. Setelah itu ia pergi.

Sedangkan pria korban pembunuhan itu diketahui bernama Ahmad Subandi alias Dika, 28, warga Tanah Tinggi, RT 03/07, Kec. Johar Baru, Jakarta Pusat. Korban juga dikenal sebagai preman Pasar Senen, dan mayatnya kini masih berada di Kamar Jenazah RSCM untuk diotopsi.

DUEL MAUT
Seorang petugas RSCM menyebutkan, lelaki yang tubuhnya penuh luka tusuk tersebut sebetulnya saat diantar oleh wanita itu kondisinya masih hidup namun sudah sekarat. “Nggak berapa lama kemudian korban meninggal,” katanya.

Dika, korban, diketahui sebagai preman Pasar Senen yang ribut dengan sesama preman sebelum ia tewas. Menurut Mustakim, 38, Kepala Keamanan Pasar Senen Blok III, dirinya memang sempat mendapat laporan adanya keributa di parkiran pasar.

“Namun sudah dilerai oleh anak buah saya,” jelas Mustakim. Tanpa diketahui, rupanya kedua preman tersebut melanjutkan perang mulut di Gelanggang Senen. Di tempat itulah dua preman tersebut duel maut.

Wakapolsek Senen, AKP Kasmono, ketika dikonfirmasi mengatakan kalau kasusnya telah diserahkan ke Polres Jakarta Pusat.

“Untuk wanita tersebut, kami masih diselidiki jati dirinya untuk dimintai keterangannya,” ucap Kasmono.

Wanita Muda Dipenggal Dihotel Sehabis Berhubungan Intim

Mengerikan. Wanita berusia sekitar 22 tahun ditemukan tewas dengan kepala terpenggal di kamar Hotel Handayani 2, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Minggu (23/11) malam.

Hingga Senin (24/11) siang , polisi masih belum menemukan identitas wanita malang tersebut. Petugas menduga korban karyawati perusahaan rokok ternama perwakilan Ngawen, Kabupaten Salatiga.

Penyelidikan pihak kepolisian mengarah kepada pemilik motor AB 3758 CL, yang kini menjadi satu-satunya petunjuk selain barang bukti berupa sidik jari. “Dokter tim forensik yang memeriksa tubuh korban, menyebutkan korban dibunuh Minggu malam, di atas Pk. 22:00,” kata Kapolres Semarang, AKBP Drs Abdul Hafidz Yuhas.

Menurut kapolres, hasil pemeriksaan tim forensik, korban tewas setelah lehernya dipenggal. Dari perkembangan penyidikan, sejak Minggu malam hingga Senin dinihari, penyidik telah memeriksa sedikitnya 12 orang saksi. Termasuk, tamu yang menginap di hotel tersebut.

Dari lokasi kejadian, petugas gabungan Polsek Getasan dan Polres Semarang yang dipimpin Kapolsek Getasan, AKP Sugani hanya mengamankan kasur dan sprei yang penuh dengan noda darah, sperma, dua bantal, dua gelas dan tabloid remaja.

Kuat dugaan, pelaku telah merencanakan pembunuhan sadis tersebut. Wanita muda malang itu memiliki ciri-ciri kulit kuning langsat, tinggi diperkirakan 160 cm, usia berkisar 22-25 tahun memiliki tanda di telapak kaki kanan bagian atas berupa bercak putih.

Ciri-ciri pelaku perawakan sedang, kulit kuning langsat, rambut cepak dengan logat Jawa kental, usia berkisar 27-30 tahun. Saat datang, pelaku penggunakan celana krem, jaket kulit hitam dengan menaiki motor Suzuki Smash hitam.

Ketika ditemukan pertama kali oleh sejumlah petugas hotel, posisi korban dalam keadaan terlentang di kamar mandi hotel. Bahu menghadap pintu kamar mandi.

TANCAP GAS
Pembunuhan sadis itu baru diketahui setelah pelaku keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa dan langsung tancap gas naik sepeda motornya. Hal itu sempat dilihat Ferry,21, anak pemilik hotel. Karena curiga Fery bersama sejumlah karyawan hotel masuk ke dalam kamar dan kaget melihat korban tewas mengenaskan.

Korban dan pelaku menginap di kamar hotel hanya sekitar tiga jam. Menurut Ny Sri Mulyani,45, pemilik hotel, pelaku sengaja tidak meninggalkan identitas karena langsung membayar sewa kamar.

Karena Cinta Seorang Pemuda Membunuh Sepupunya dan Memperkosa Mayatnya .. Cinta Diri Sendiri Kalee

Kelakuan Firman, 22, membuat orang se Palembang bertanya-tanya. Benarkah dia mencintai gadis Fatma, 21, sepupunya sendiri? Ataukah hanya sekedar nafsu? Soalnya, hanya karena cintanya tak bersambut, dia tega membunuhnya. Paling sadis, setelah gadis itu jadi mayat langsung ditelanjangi dan diperkosa berkali-kali!

Hukum Islam tidak melarang lelaki perempuan satu nenek berkahwin. Cuma untuk adat orang Jawa maupun Sunda, kalau tidak kepepet betul, hindarilah pernikahan yang terlalu dekat pertalian darah tersebut. Bukannya apa-apa, hanya banyak sekali contoh menunjukkan, saudara sepupu jadi sepaha sering berpengaruh pada keturunan. Ada yang cacat secara pisik, ada pula cacat secara mental. Secara ilmu genetika memang susah diteorikan, tapi dalam praktek sering terjadi hal demikian itu.

Agaknya nasihat seperti ini telah dipaparkan pada Firman, ketika dia naksir berat pada Fatma sepupunya sendiri, warga Desa Banyuasin Tiga, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Tapi nasihat itu rupanya tak digubris, karena dia beralasan itu kan tradisi dan teorinya orang Sunda dan Jawa, sedangkan wong kito kan tinggal di Sumatera Selatan. “Nenek moyangku raja Sriwijaya, bukan raja Pajajaran atau Majapahit,” begitu kira-kira kata Firman ketika menerapkan aji pengeyelannya.

Ya, capek deh! Firman yang bernenek moyang raja, ngotot naksir Fatma yang nenek moyangnya hanya seorang pelaut, tapi gemar mengarung luas samodra. Padahal di samping urusan pertalian darah, sebetulnya gadis itu sama sekali tak filing pada Firman. Maklumlah, dia sudah punya kekasih sendiri yang begitu sangat dicintai. Maka nasehatnya kemudian pada sang kakak sepupu, Fatma terpaksa mensitir kata-kata KH Zainudin MZ dulu: masih banyak janda yang bisa kau cintai dan santuni!

Akan tetapi Firman tak bisa menerima penolakan cinta itu. Baginya tak ada perempuan lain di dunia ini kecuali Fatma seorang, yang cantik jelita, yang putih bersih dengan betisnya yang mbunting padi, yang bodinya sekel nan cemekel, dan bla bla bla ….lainnya lagi. Makanya, biar kedatangannya selalu tak digubris, Firman masih saja selalu apel ke sana. “Kenapa harus malu, toh ini rumah pamanku sendiri,” begitu kata Firman ketika diledek teman-temannya.

Lama-lama risih juga keluarga Fatma menghadapi sikap ndableg Firman. Sudah dibilang tak ada hati dan masih famili, kok nyosor terus. Untuk menyurutkan nyali sang pemuda, kemudian sengaja Fatma memanas-manasi Firman. Jika jalan bareng dengan si doi, sengaja dia lewat depan rumah kakak sepupunya tersebut. Maksudnya, biar Firman tahu diri dalam arti lalu tidak mengejar-ngejarnya lagi. Sukur-sukur dia langsung balik bakul dan nubruk perawan lain untuk dinikahi.

Kelakuan Fatma ternyata berakibat fatal. Sikap memanas-manasi itu membuat Firman cemburu dan mata gelap. Ketika rumah si gadis sepi, langsung dia masuk dan menyergapnya. Fatma dijerat dengan kabel hingga tewas. Setelah itu langsung ditelanjangi dan kemudian diperkosa, toh inilah puncak perburuannya selama ini. Tapi baru beberapa jam menikmati “kesuksesan” cintanya, tiba-tiba polisi menyergapnya. Di Polres Banyuasin dia diperiksa, kenapa tega memperkosa mayat sepupunya sendiri? “Biar sudah jadi mayat, aku sangat mencintai dan nggak ada seorangpun yang boleh menikmati Fatma selain saya, itulah cinta. Yang penting rasanya Bung!”, kata Firman tanpa malu-malu.  Cinta diri sendiri kalee loe cong …

Untung bukan Sumanto, jadi biarpun cinta nggak dimakan sekalian!