Category Archives: pembunuhan

Misteri Mayat Kebun Tebu AKhirnya Terungkap

Setelah salah tangkap terhadap pelaku, akhirnya misteri pembunuhan Fauzin Suyanto warga Nganjuk yang ditemukan jadi mayat di kebun tebu Jombang akhirnya terkuak. Polda Jatim menangkap Rudi Hartono (21) warga Purwoasri Kediri. Sebelumnya, pihak penyidik Polres Jombang menetapkan Kemat Cs sebagai pelakunya.

Menurut keterangan, Rudi ditangkap anggota Sat Pidum Ditreskrim Polda Jatim di tempat kosnya di kawasan Daleman Sidoarjo, Sabtu dinihari.

Kabar tertangkapnya Rudi Hartono yang diduga sebagai pelaku pembunuhan menarik perhatian Bareskrim Mabes Polri.

Wakabareskrim Irjen Pol Paulus Purwoko saat dicegat wartawan di Mapolda Jatim usai menemui Kapolda Jatim membenarkan penangkapan itu. “Saya datang ke sini memang untuk mengecek kebenaran pengembangan penyidikan,” kata Paulus.

Namun, Paulus enggan menjelaskan penangkapan Rudi. “Saya tidak bisa memberikan sekarang. Dipersilakan ke Pak Kapolda untuk memberikan rilis,” ujarnya langsung masuk ke dalam mobil hitam dan meninggalkan kerumunan wartawan.

SALAH TANGKAP
Sebelum terbongkarnya pembunuhan terhadap Fauzin, Polres Jombang dan Polda Jatim sempat salah dalam mengidentifikasi korban Fauzin sebagai Asrori yang hilang satu tahun sebelumnya.

Belakangan, Ryan Si Jagal dari Jombang memberikan pengakuan kalau yang membunuh Asrori adalah dirinya. Korban Asrori ketika itu dikubur Ryan di belakang rumahnya. Pengakuan Ryan itu langsung mencuat kepemukaan karena pelaku pembunuh Asrori yakni Kemat dan dua rekannya sudah ditangkap dan kasusnya sudah diajukan ke pengadilan.

Untuk memastikan siapakah korban terakhir, Mabes Polri lalu melakukan tes DNA. Hasilnya, korban yang semula dicurigai sebagai Asrori itu diketahui bernama Fauzin. Atas petunjuk itu, Polda Jatim akhirnya menangkap Rudi Hartono. Lalu, bagaimana nasib Kemat Cs yang telah ditetapkan sebagai pelaku dan sudah jadi narapidana? Kalau tak terbukti harus dibebaskan

Tim gabungan Polda Jatim dan Polres Jombang, Sabtu (18/10), menangkap Rudi Hartono alias Rangga (21). Ia diduga menjadi pembunuh Fauzin Suyanto atau Mr XX yang mayatnya ditemukan di kebun tebu Dusun Braan, Desa Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 29 September 2007.

Rudi ditangkap pada hari Sabtu pukul 03.30 saat terlelap di kamar kosnya di Daleman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Kakak sepupu Fausin Suyanto yang tengah berada di Nganjuk, Sudarwoto, menyambut gembira kabar tertangkapnya tersangka pembunuh Fauzin.

Tersangka yang bekerja sebagai karyawan toko di Sidoarjo tiba di Polda Jatim pukul 15.30 untuk diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Polda Jatim.

Hingga Sabtu malam, para pejabat kepolisian belum bersedia memberi penjelasan kepada wartawan. Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Irjen Paulus Purwoko, yang hadir di Polda dan bertemu Kepala Polda Jatim Irjen Herman Sumawiredja, juga tak mau berkomentar.

Keterangan yang dihimpun Kompas menyebutkan, setelah ditangkap, tersangka dibawa ke rumahnya di Dusun Purworejo, Desa Karang Pakis, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Di rumah itu ditemukan barang bukti berupa dua unit sepeda, sebuah sepeda motor berpelat AG 2426 VM yang diketahui milik Fauzin Suyanto.

Kecurigaan polisi berawal dari tindakan pelaku memperpanjang pajak STNK kendaraan bermotor milik korban, pertengahan 2008.

Setelah ditelusuri, perpanjangan STNK dilakukan oleh seseorang bernama Rudi. Pengembangan penyelidikan di Nganjuk mengarah ke Rudi Hartono.

Fausin Suyanto asal Nganjuk dilaporkan hilang sejak 21 September 2007. Belakangan, berdasarkan uji DNA, diketahui jasad Mr XX yang ditemukan di kebun tebu di Bandarkedungmulyo, Jombang, adalah Fausin Suyanto. Sebelumnya, jasadnya diduga sebagai Moh Asrori. Belakangan diketahui jasad Moh Asrori ditemukan di pekarangan rumah orangtua Ryan

Pembunuh Pejabat BPN Bogor Agus Sanusi Tertangkap Dan Ternyata Adalah Teman Homoseksual Pejabat Tersebut

Tersangka pembunuh pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bogor diringkus polisi. Ucen Ade Saputra mengaku membunuh korban karena sakit hati. Pasalnya, Agus Sanusi kerap ingkar janji ketika mereka melakukan hubungan sejenis.

Pembunuhan itu terjadi 21 Agustus di kontrakan korban Jalan Atletik Tanah Saeral Bogor . Agus Sanusi, 39, ditemukan tewas oleh istrinya.Sekarang tersangka Ucen,30, ditahan di Polresta Bogor.

MOBIL PARKIR
Rabu 15 Agustus ,Polsek Sukra Indramayu, curiga melihat mobil Kijang kapsul sejak magrib, parkir di pinggir jalan Patrol Desa Patrol Kecamatan Anjatan.Sekitar pukul 21.00 Ucen datang mengambil mobil itu.

Petugas yang sudah menunggu memeriksa surat-surat mobil tersebut.STNK nomor polisinya T 460 ES sedangkan di bodi mobil nomor polisinya H 2180 LG.

Dari hasil pemeriksaan , pelaku mengaku, mobil tersebut milik pejabat BPN Kota Bogor yang dua bulan lalu dibunuhnya.Hal itupun dilaporkan ke Polresta Bogor yang kemudian menjemput pelaku ke Indramayu.Penangkapan itu dibenarkan Wakapolresta Bogor, Kompol Wahyu Bintono

Menurut tersangka, sejak tiga bulan berkenalan dengan korban, dirinya selalu dirugikan. “Korban selalu ingkar janji. Dia janji mau kasih Rp 200 ribu sekali berhubungan, malah hanya Rp 50 ribu. Bahkan waktu korban janji mau kasih HP juga nggak terealisasi. Karenanya saya kesal. Begitu korban telepon saya untuk datang, saya langsung bawa palu dan memukulnya hingga tewas,” kata Ucen, Jumat (17/10).

Ditambahkan pelaku, sebelum mereka berhubungan seks , korban selalu memutar film porno . “Kami melakukan hubungan di kasur,” aku pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Bogor mengatakan, hasil pemeriksaan korban memang memiliki kelainan dalam hubungan seks.

MENCURI BH
Pelaku pembunuh tukang parkir di Stasiun KA Juanda, Sawah Besar, Jakpus, dibekuk polisi dari tempat persembunyian di Pasar Bantar Gebang, Bekasi, Kamis (16/10) malam.

Iwan,28, tewas mengenaskan setelah dianiaya tiga temannya (Pos Kota 7/10). Kini tersangka Doni,22, Aderi,26, sedang Rona alias Deden,27, diseret ke kantor Polsek Sawah Besar.

Menurut pelaku, ia kesal karena korban Sabtu 4 Oktober mencuri BH istrinya (Desi,20,-red) dari rumah. Menganggap itu perbuatan melcehkan, akhirnya Iwan, mengajak dua temannya yang belum tertangkap ke Jakarta menganiaya tersangka hingga tewas.

Polisi Mengungkapkan Identitas Mayat Mahasiswi Yang Ditemukan Didepan Pintu Masuk Utama Universitas Indonesia

Kepolisian Resor Depok mengungkap identitas mayat wanita yang ditemukan di pintu masuk utama Universitas Indonesia (UI).

Mayat wanita tak dikenal tersebut adalah seorang mahasiswi semester I Universitas Gunadarma di Salemba, Jakarta Pusat, Jurusan Kebidanan, Irma Yuli (19).

Identitas mayat wanita tersebut terungkap setelah pihak keluarga korban yaitu ayah korban Nur Syam dan Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM), Cikampek, Syamsul Bahri, dosen universitas Gunadarma dan ibu kos korban, mendatangi Polsek Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa sore.

Kapolsek Beji, AKP Ardin Hutagaol membenarkan mayat tersebut adalah Irma Yuli (19). Berdasarkan keterangan pihak keluarga korban dan foto-foto yang ditunjukkan keluarga korban, maka dapat dipastikan korban merupakan Irma Yuli (19).

“Mayat wanita tersebut diduga merupakan korban perampokan dan pembunuhan,” katanya.

Untuk itu pihaknya akan mengurus jenazah tersebut yang masih berada di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk segera dibawa ke rumah duka di daerah Cikarang.

“Jenazah Irma Yuli akan disiapkan untuk dibawa kerumah duka,” katanya.

Kapolsek menjelaskan barang berharga korban berupa tas ransel, telepon genggam, serta uang berjumlah sekitar Rp7 juta, tidak ditemukan. “Mungkin barang tersebut dirampok oleh pelaku,” katanya.

Menurut Kapolsek tim yang telah dibentuk yang menangani kasus tersebut akan terus menyelidiki kasus tersebut. “Tim kami akan mengantar jenazah hingga kerumah duka, dan akan menggali informasi dari pihak keluarga tentang latar belakang korban,” katanya.

“Kami akan terus memburu pelaku hingga tertangkap,” katanya.

Dikatakannya, mayat tersebut ditemukan dalam posisi telentang dan mengenakan celana dalam yang sobek. “Mungkin korban juga diperkosa,” ujarnya.

Menurut keterangan Syamsul Bahri bahwa korban Irma Yuli pergi dari rumahnya di Cikarang ke tempat kosnya di belakang kampus. Irma Yuli berangkat pada Minggu siang (12/10) dengan menggunakan kereta api dan turun di stasiun Kota Beos.

Setelah sampai di stasiun Beos Irma lalu menggunakan kereta Jabotabek menuju stasiun Cikini. Dalam perjalanannya korban sempat memberi kabar kepada ibu kosnya bahwa sedang dalam perjalanan.

Karena khawatir ibu kos menanyakan korban sedang berada di mana dan apakah bisa pulang dijawab bahwa ia tahu jalan dan sedang berada di stasiun Manggarai.

“Setelah itu tidak ada kabar lagi dari korban,” kata syamsul.

Menurut Syamsul korban merupakan anak yang polos dan lugu dan belum lama tinggal di Jakarta.(

Ayo Adu Pintar Dengan Pejahat … Mari Pecahkan Misteri Mayat Mutilasi Mayasari

Polisi menguji DNA mayat pria korban mutilasi yang terpotong 13 dan bertato macan yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Kepala Satuan Kejahatan Dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Fadil Imran yang ditemui pada hari Senin (13/10) menjelaskan, uji DNA (deoxyribonucleic acid) tersebut dilakukan oleh laboratorium polisi dan dikerjakan para dokter kepolisian di Cipinang, Jakarta Timur.

”Kami menunggu hasil uji DNA yang akan dijadikan dasar acuan untuk mengetahui identitas korban mutilasi. Saat ini belum ada data pembanding yang valid karena dua orang yang mengaku kehilangan anggota keluarga, yakni Hasan Basri dan Leo Aritonang, ternyata tidak memiliki kecocokan dengan tubuh korban,” kata Fadil menjelaskan.

Berdasar keterangan keluarga, diketahui tato kepala macan yang ada di tangan kanan Hasan Basri, warga Bekasi, berbeda dengan tato yang ada di lengan kanan atas mayat korban mutilasi.

Menurut Fadil, tato di lengan kanan Hasan Basri menggambarkan kepala macan dari arah samping dan ada tato Kujang. Selain itu, di dada kanan atas Hasan Basri juga ada tato. Secara kasatmata, itu berbeda dengan ciri-ciri pada mayat korban mutilasi.

”Kecil kemungkinan kalau mayat korban mutilasi adalah Hasan Basri. Ciri-ciri yang ada juga berbeda dengan laporan keluarga dari Leo Aritonang warga Tangerang. Tindakan pelaku mutilasi kemungkinan didasari rasa marah, dendam, ataupun cemburu yang berlebihan,” kata Fadil.

Kini polisi menunggu hasil uji DNA yang akan selesai dalam waktu dekat. Polisi sejauh ini menerima banyak telepon yang menyatakan kehilangan anggota keluarga. Tetapi, baru keluarga Hasan Basri dan Leo Aritonang yang aktif berhubungan dengan polisi.

”Jika dibutuhkan, akan dilakukan uji DNA dengan keluarga Hasan Basri. Tetapi sejauh ini ciri-ciri yang ada tidak sesuai dengan Hasan Basri,” kata Fadil.

Selain itu, banyak penelepon yang hanya sekadar bertanya. Selanjutnya mereka sulit dihubungi kembali oleh polisi.

Potongan tubuh korban mutilasi itu dibawa dalam dua bungkusan plastik pada hari Senin (29/9) sekitar pukul 14.00 di deretan bangku keempat dari belakang bus Mayasari Bhakti jurusan Kalideres-Pulo Gadung. Pembawa bungkusan adalah seorang perempuan. Bungkusan ditemukan di lantai bus saat mengisi bahan bakar di pom bensin dekat Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Selebaran baru

Polisi mengedarkan selebaran terbaru tentang mayat korban mutilasi di seluruh wilayah Jabodetabek.

Fadil menjelaskan, ada informasi baru, yakni tinggi tubuh korban di atas 170 sentimeter, ukuran sepatu di atas nomor 40, sering menjalani pengobatan tradisional yang terlihat dari bekas-bekas di tubuh dan korban disunat. Semua potongan tubuh pria korban mutilasi dipastikan berasal dari satu orang yang sama.

Ketika ditanya, apakah tato kepala macan dibuat justru setelah korban dibunuh, Fadil menjawab tato tersebut dibuat sebelum pembunuhan terjadi.

Polisi terus membuka call center +628129508867 untuk menangani kasus mutilasi.

Cemburu Karena Istri Muda Akan Menikah Dengan Dua Pria Lain, Wendi Akhirnya Dibunuh

Kasus pembunuhan istri muda di kamar kontrakan di Pamulang Timur, Tagerang, diduga dipicu cemburu. Polisi masih memeriksa suami korban dan dua lelaki yang dekat dengan korban.

Wendi Yanti,36, korban, yang berparas cantik memiliki beberapa teman pria yang cukup akrab selain suaminya sendiri, Ngadimun. Sejumlah saksi yang diperiksa polisi, tiga pria itu yang sering terlihat datang ke rumah korban.

“Kami masih memeriksa intensif tiga orang pria terkait kasus pembunuhan tersebut. Semua masih sebagai saksi,” jelas Kasat Reskrim Polres Jaksel, Kompol Iwan Kurniawan, Sabtu (11/10). Penyidik tak menepis kemungkinan motif pembunuhan ini adalah cemburu karena barang-barang korban tak ada yang hilang.

Menurut Ketua RT 02/01 Kel Pamulang Timur, Sukron Makmur selain Ngadimun suami yang dinikahi secara siri, dua pria yang sering datang yakni St, 74, veteran yang mengaku dulunya dinas di Cijantung dan Tas, 45, pedagang daging.

“Ketiga lelaki tersebut sering datang kesini dan jalan bareng korban,” ungkap Sukron. Bahkan Tas yang bujangan, kata Sukron, pernah bilang mau nikahi korban secara habis Lebaran.

St, mengaku ia yang selama ini membiayai hidup korban. ”Kulkas, hp, televisi maupun uang kontrakan yang membiyai St,” jelasnya.

Untuk mengungkap kasus ini polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain sejumlah pisau termasuk pisau bergerigi yang tergeletak di dekat tubuh mayat Wendi.

Jenasah Wendi dibawa oleh keluarganya ke Kuningan, Jawa Barat, untuk dimakamkan. Sedangkan semua biaya proses pemakaman korban ditanggung oleh suami pertamanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wendi karyawati klinik yang menjadi istri kedua Ngadimun tewas terbunuh di rumah kontrakannya di Gg. Akasiah di Jalan Delima II RT 02/01 Pamulang Timur Tangerang, Jumat

Pengelola Pemancingan Di Bekasi Ditemukan Tewas

Nur Rohim (48) alias Encang, pengelola pemancingan ikan mas, Sabtu (11/10) pagi, ditemukan meninggal. Jenazah Nur tergeletak di belakang warung minuman tepi Jalan Inspeksi Kalimalang, Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, kira-kira satu kilometer dari kolam pemancingan yang ia kelola.

Nur diduga meninggal pada Sabtu pagi karena saat diperiksa polisi, jenazah Nur belum kaku. Polisi mendapati luka robek di kening kiri dan kepala belakang korban. Luka itu diduga akibat hantaman benda tumpul.

Polisi menyita sebatang balok kayu sepanjang kira-kira 50 sentimeter yang ditemukan di sekitar tubuh Nur. Balok kayu itu dibawa untuk diperiksa unit identifikasi polisi karena diduga sebagai alat yang digunakan untuk membunuh Nur.

Menurut keterangan dua rekan Nur di Kepolisian Sektor Tambun, tewasnya Nur diduga berkaitan keributan antara Nur dan rekan-rekannya dengan beberapa pemuda di LB, kafe di tepi Jalan Inspeksi Kalimalang, sekitar 300 meter dari lokasi penemuan jenazah Nur pada Jumat malam lalu.

Polisi juga mendapat keterangan dari Maryati, pemilik warung, yang mengaku mendengar suara orang bertengkar di belakang warungnya pada Sabtu pukul 03.00.

Kematian Nur mengejutkan istrinya, Elin Nurhaeni (40), anak, serta beberapa temannya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Polsek Tambun Ajun Komisaris Shinto Silitonga mengatakan, kasus pembunuhan pengelola pemancingan ikan itu masih diselidiki. Shinto menduga pelakunya lebih dari satu orang

Sebelas Orang Tewas Akibat Dibantai Di Bar Chihuahua

Sebelas orang tewas dan sedikitnya empat lain cedera ketika kelompok orang bersenjata yang tidak dikenal memberondongkan tembakan di sebuah bar di Chihuahua, ibukota negara bagian Chihuahua, Meksiko utara, kata pihak berwenang, Jumat.

Penyerang-penyerang itu, yang datang dengan sedikitnya tiga kendaraan, tiba di bar Rio Rosas menjelang tengah malam dan mengatakan, mereka adalah agen federal.

Kelompok penyerang itu kemudian memberondongkan tembakan, kata polisi berdasarkan atas pernyataan korban yang selamat.

Seorang wartawan yag menulis untuk tajuk rencana di harian Chihuahua, El Diario, termasuk diantara mereka yang tewas dalam serangan itu.

Hampir 3.500 orang tewas sepanjang tahun ini di Meksiko dalam kekerasan yang terkait dengan kejahatan terorganisasi, menurut laporan-laporan media