Arsip Kategori: pembunuhan

Organ Manusia Ditemukan Di Selokan dan Sosok Mayat Dengan Dada Terbelah. Aktifitas Gereja Setan Kah?

SUKABUMI – Penemuan organ tubuh manusia dan penemuan sesosok mayat laki-laki tak dikenal, mengehebohkan warga Sukabumi, Senin lalu.

Penemuan organ tubuh yang diduga manusia yang terdiri dari jantung, paru-paru dan jaringan rongga tenggorok, terjadi di aliran Sungai Cipelang, Kota Sukabumi sekitar pukul 9:00.

Saat itu, seorang pemulung, Sugandi,31, yang sedang mengais-ngais tumpukan sampah pada aliran sungai itu, menemukan kantong plastik yang mencurigakan.

Ketika diperiksa, di dalam kantong warna hitam dan putih itu terdapat organ tubuh manusia. Sugandi melaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke Polresta Sukabumi.

Petugas dipimpin Kasat Reskrim, AKP Akhmad Sobari Ridwan, yang datang ke lokasi penemuan, membawa kantong plastik berisi potongan tubuh itu ke RSUD Syamsudin Sukabumi.

Petugas juga kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi, namun tak menemukan benda lain yang berhubungan dengan penemuan organ tubuh tersebut.

Dari pemeriksaan petugas di RSUD Syamsudin, belum diperoleh kepastian apakah organ tubuh yang ditemukan tersebut adalah manusia atau bukan.

Dokter ahli patologi RSUD, dr. Elis Pasta menyebutkan, untuk memastikan organ tersebut dari manusia atau bukan diperlukan penelitian sekitar 5 hari.

MAYAT TAK DIKENAL
Sebelumnya sesosok mayat laki-laki tak dikenal ditemukan warga di sebuah selokan di pinggir jalan raya Sukabumi-Bandung, tepatnya di Kampung Cipetir, Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.

Mayat berada di bawah jalan penghubung yang melintasi selokan dan bagian kepalanya menyembul keluar. Petugas dari Polsek Sukalarang dan Polresta Sukabumi kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Syamsudin Sukabumi.

Korban mengenakan celana pendek hitam dan kaos sebuah parpol, terdapat luka terbuka di bagian dadanya. Ciri-ciri korban tinggi 160 cm, usia sekitar 30 tahun dan berambut hitam pendek.

Gara Gara Rebutan Ayam Goreng Dengan Lima Anaknya Seorang Ibu Tewas Dipukuli Suami

PADEGLANG – Seorang ibu rumah tangga bernama Sayu (35) tewas di rumahnya di Desa Cipicung, Kecamatan Cikeudal, Pandeglang, Banten, Minggu (18/5). Diduga, ibu lima anak itu tewas setelah dianiaya suaminya sendiri, Ocim (40). Ocim marah karena tidak kebagian ayam goreng yang dimakan lima anaknya.

Menurut keterangan yang didapat Kompas, Sayu ditemukan tewas tergeletak di depan tungku di rumahnya di Kampung Rengak Hilir sekitar pukul 08.00. Namun, polisi menduga, ibu rumah tangga itu sudah tewas sejak pukul 06.00.

Awalnya, Ocim memberitahukan kepada warga bahwa istrinya meninggal karena sakit. Sekitar pukul 12.00, Ocim membawa jenazah istrinya untuk dimakamkan di rumah orangtuanya di Kampung Cimapak, Desa Karya Buana, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, yang berdekatan dengan kawasan Ujung Kulon.

Namun, karena menaruh curiga, beberapa warga, sekitar pukul 14.00, melapor ke markas Kepolisian Sektor (Polsek) Menes. Saat itu juga, polisi mengejar rombongan pengantar jenazah ke Cigeulis.

Baru sekitar pukul 17.00, polisi menemukan Ocim di rumah orangtua Sayu di Cigeulis. Awalnya, dia mengelak telah menganiaya istrinya hingga tewas. Ocim baru mengakui perbuatannya saat polisi menunjukkan luka-luka di sekujur tubuh korban.

Saat itu, polisi menemukan luka lebam kebiruan di bagian dada kanan serta leher bagian depan dan bagian kanan. Begitu pula pipi sebelah kanan korban terlihat bengkak dan berwarna biru.

Selain itu, telinga dan mulut korban masih terlihat mengeluarkan darah. ”Menurut keterangan anak korban yang bernama Hendi (15), korban terluka karena dipukuli saat cekcok dengan ayahnya,” ujar Kepala Polsek Menes, Ajun Komisaris Hermansyah, kemarin.

Ayam goreng

Menurut sejumlah warga, Ocim marah besar terhadap istrinya lantaran tidak kebagian ayam goreng. Sepulang bekerja di sawah pada Kamis sore lalu, Ocim minta makan dengan lauk ayam goreng yang dimasak istrinya pada pagi hari.

Akan tetapi, Sayu saat itu tidak memenuhi permintaan suaminya karena ayam goreng sudah habis dimakan kelima anak mereka. Karena itulah, Ocim marah dan memukuli istrinya hingga babak belur. Sejak hari itu, warga tidak lagi melihat Sayu keluar rumah seperti biasanya.

”Sudah tiga hari (Sayu) enggak kelihatan keluar rumah. Katanya dipukuli karena suaminya enggak kebagian ayam goreng,” tutur Fitri, salah seorang warga setempat. Diduga, perkelahian berlanjut hingga Sayu tewas.

Kemarin malam, polisi membawa jenazah Sayu ke Rumah Sakit Umum Daerah Serang untuk diotopsi. Adapun Ocim ditahan di Polsek Menes

Mayat Bocah Korban Mutilasi Ditemukan Lagi Di Terminal Pulo Gadung

JAKARTA – Sesosok mayat bocah laki-laki berusia sekitar 10 tahun ditemukan di area antrean bus dalam kota Terminal Pulo Gadung pada Kamis (15/5) pukul 05.00. Kondisi mayat ini sangat mengenaskan karena tanpa kepala dan terpotong-potong menjadi empat bagian.

Mayat bocah itu ditemukan Sartiah (43), kondektur bus Patas AC Mayasari Bhakti 51 jurusan Pulogadung-Kalideres. Menurut Sartiah, ketika dia dan suaminya, Junaedi, yang menjadi sopir, tiba di Terminal Pulo Gadung, dia tak melihat bungkusan kardus itu.

”Saya berangkat dari pul di Cijantung pukul 04.00. Lalu tiba di Pulo Gadung pukul 04.30. Karena bus saya berada di antrean nomor lima, saya tidur lagi. Pukul 05.00 saya bangun, mau mandi. Waktu itu saya lihat ada kardus sedang ditendang-tendang orang,” ujar Sartiah.

Sartiah mengira kardus minuman air mineral itu adalah barang bawaan penumpang yang tertinggal. Dia pun melapor ke Pos DLLAJ pengelola terminal. Ternyata, setelah kardus itu dibongkar, isinya kantong plastik hitam berisi mayat bocah yang dimutilasi tanpa kepala.

Menurut Kepala Polsek Metro Pulo Gadung Komisaris Suharyanto, korban mutilasi itu diduga anak jalanan. Dugaan itu karena mayat tersebut memiliki kulit hitam terbakar matahari dan agak kotor. ”Sepertinya eksekusi mutilasi ini baru saja dilakukan karena kondisi jari tangan masih lemas, belum kaku,” katanya.

Sementara itu, kriminolog Universitas Indonesia Erlangga Masdiana mengatakan, kemungkinan korban itu adalah anak jalanan sangat besar. Mereka sangat rentan dari eksploitasi orang dewasa. ”Mereka hidup tanpa perlindungan,” ujar Erlangga.

Mengenai modus, Erlangga mengatakan, pelaku kejahatan melakukan mutilasi karena dia ingin terbebas dari kejaran polisi. ”Mereka menghilangkan jejak dengan merusak identitas korban. Walau ada kasus mutilasi yang berhasil dibongkar, namun lebih banyak yang tidak berhasil diungkap identitasnya,” kata Erlangga.

Menurut dr Herkutanto yang mengotopsi bocah itu, korban diperkirakan baru dibunuh enam jam sebelum otopsi dilakukan, atau sekitar pukul 03.00. Penyebab kematian korban karena lehernya dipotong.

Selain itu, diduga korban juga mengalami kekerasan seksual karena di bagian anus ada pembengkakan, dan ditemukan luka pada kelamin.

”Panjang bahu hingga ke kaki 92 sentimeter dan korban bergolongan darah A. Diperkirakan, korban berusia 10-15 tahun,” ungkap Herkutanto.

Penemuan mayat mutilasi ini merupakan yang kelima kalinya sejak tahun 2007. Sebelumnya, juga ada kasus mutilasi, antara lain terjadi di Bekasi, Cakung, dan Kelapa Gading

Pembunuh Bayaran Atau Psikopat Makin Banyak, Korban Mutilasi Ditemukan Lagi Di Bekasi

BEKASI – Ketika sejumlah kasus mutilasi di Bekasi hingga kini masih meninggalkan misteri, Jumat (9/5) dinihari, warga kembali dihebohkan dengan ditemukannya kepala wanita di tumpukan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Kota Bekasi.

Kepala wanita korban mutilasi yang diperkirakan berusia 25 tahunan itu ditemukan pertama kali oleh pemulung yang tengah mengais sampah sekitar pukul 03:00.

Seperti biasa pada jam tersebut puluhan pemulung di TPA Bantargebang mengorek-ngorek sampah. Ketika ada truk sampah asal Jakarta datang, Hendra, 30, Mendro, 20, Rusdi, 23, dan Dongkal, 32, pun berebut tumpahan sampah itu.

Di antara sampah-sampah yang baru datang itu ada sebuah tas plastik hitam. “Tas plastik hitam itu jatuh dari atas truk. Ketika dikorek, ternyata isinya kepala manusia,” terang Hendra yang kemarin diperiksa sebagai saksi bersama tiga temannya.

Hasil temuan itu kemudian dilaporkan ke petugas keamanan di TPA dan diteruskan ke Polsek Bantargebang. Namun petugas terlihat terburu-buru membawa potongan kepala itu ke RSCM Jakarta. Padahal TKP belum disisir dan diperiksa oleh petugas identifikasi Polres Metro Bekasi guna mencari petunjuk lain.

Akhirnya kepala yang sudah memasuki Jakarta itu kembali lagi ke Bekasi untuk proses identifikasi di TKP oleh petugas dari Polres.

CIRI FISIK
Hasil pemeriksaan identifikasi Polres Metro Bekasi terhadap potongan kepala itu, korban memiliki rambut lurus sebahu atau sepanjang 23 cm, wajah bulat, gigi geraham atas kanan tanggal 3 buah dan gigi geraham atas kiri tanggal 2 buah.

Korban diperkirakan tewas dua pekan lalu. Selain sebagian kulit kepalanya mengelupas, tengkoraknya pun sudah nampak. Pelipis kanan retak seperti terkena benda tumpul.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Masguntur Laupe, mengatakan kepala yang ditemukan itu korban mutilasi. “TPA Bantargebang adalah lokasi pembuangan sampah, jadi kemungkinan benda tersebut diambil dari tempat sampah di Jakarta,” katanya.

Kapolres mengaku penemuan kepala itu membuat kepalanya pusing dengan beberapa kejadian mutilasi yang ada di wilayahnya. Beberapa kasus mutilasi yang hingga kini belum terungkap di antaranya yang terjadi Agustus tahun lalu di Margahayu, Kalimalang, Bekasi Timur. Korban adalah seorang bocah.

Pada 17 April 2008, warga Bekasi juga dikejutkan dengan penemuan mayat Eka Putri yang dipotong 10. Jasad warga Brebes itu ditemukan di tepi Kantor Kopti, Margahayu Bekasi Timur. Pelakunya hingga kini belum terungkap.

Pengusaha Sembako Berserta Anaknya Tewas Dibunuh Perampok

BEKASI – Tragis. Wanita tua juragan sembako dan anaknya dibunuh rampok secara keji di Perumahan Harapan Indah Blok BG No 5, Medan Satria, Bekasi. Ibu dan anak ini sudah dua hari tewas, namun baru diketahui Senin (5/5) malam.

Tubuh kaku Ny. Erni Kusumawati,70, ditemukan dengan posisi terlentang miring ke tembok dekat pintu dapur, kepala bagian belakang pecah. Anaknya Rudiyanto,47, telentang dekat pintu masuk kamar mandi dengan muka ditutup dan leher dijerat kain. Rusuk kanan bujang tua ini terdapat luka tusuk.

Mayat ibu dan anak ini pertama kali ditemukan oleh Bobi, salah satu anak kedua Ny Erni, serta Nugroho, pegawai di toko itu pukul 22:00. Dalam waktu singkat kasus ini menggemparkan warga. Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah TKP lalu mengirim jasad nenek tiga cucu serta putranya ke RSCM.

Sepeda motor milik korban raib, belum diketahui barang-barang lainnya yang hilang. “Untuk sementara kita menduga motifnya perampokan karena motor korban hilang,” kata petugas.

DUA HARI TUTUP
Menurut Bobi, ia diberitahu dari Nugroho kalau pintu rumah majikannya sudah dua hari masih tutup. Pulang dari kerja, Bobi yang tinggal tak jauh dari rumah sekaligus toko Ny Erni, bersama Nugroho datang ke rumah orang tuanya.

Pagar pintu depan tak terkunci membuat kedua lelaki ini tak merasa curiga. Saat masuk ke dalam suasana gelap, namun begitu listrik dinyalakan mereka kaget mendapati Ny Erni dan Rudiyanto sudah tewas.

Bobi segera menghubungi Andrei, ketua RW setempat yang kemudian menghubungi polisi. Petugas Polsek Medan Satria maupun Polres Metro Bekasi yang memeriksa ruangan mendapati kamar korban acak-acakan.

“Diduga kematian korban sudah lebih dari 36 jam. Tersangka juga diduga masuk lewat pintu depan,” papar Kapolsek AKP Yana. Atap dekat ruang tamu tampak dijebol.

Nugroho mengungkapkan, sejak Minggu tempat kerjanya tutup. Namun ia tak berani masuk ke rumah dan hanya di luar saja sambil membersihkan teras dari debu dan sampah.

PEMBANTU DITAMPAR
Emi, pembantu rumah tangga Ny Erni dua hari sebelum kejadian kabur dari rumah majikannya. Emi yang diperiksa di Polsek Medan Satria mengungkapkan, ia kabur karena ditampar oleh Rudiyanto pada Sabtu malam karena ia cemburu kalau pembantu ini berpacaran dengan lelaki lain.

Saya ditampar malam minggu sebelumnya karena dia cemburu,” papar Emi yang sudah 2 tahun bekerja di rumah korban. Gadis lulusan SD ini diambil dari sebuah yayasan penyalur pembantu di Bekasi.

Emi mengaku menginap di kontrakan pacarnya Turmuji, sekitar satu kilometer dari rumah majikan. Minggu siang, Emi sempat jalan-jalan ke pasar swalayan.

“Saya hanya jalan-jalan saja,” tukas wanita asal Lampung ini yang kemudian tak pulang ke rumah kontrakan sang pacar tapi menginap di warung nasi Karna. Sedangkan Turmuji, 25, karyawan catering, mengatakan pacaran dengan Emi sudah 3 bulan lamanya.

“Saya nggak tahu kalau majikan pembantu saya tewas. Saya dibawa kemari sama polisi,” kata pemuda asal Banten ini.

Selain memeriksa sepasang kekasih ini, petugas juga memintai keterangan 12 karyawan catering teman Turmuji, tukang nasi goreng, serta satu karyawan korban, yakni Adi Mulyo Nugroho,25. Jasad Ny Erni dan Rudiyanto, menurut Bobi akan segera dikremasi di Cilincing.

Suami Bunuh Istri Yang Suka Memerintah

BOGOR – Gara-gara nasi goreng dikatakan tidak enak dan kurang bumbu, Ali bin Jaya (35) nekat membunuh istrinya, Rahmawati alias Omah (29), di rumah mereka di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (2/5) malam.

Pembunuhan terjadi saat keduanya bertengkar soal masakan nasi goreng. Berdasarkan pengakuan Ali, mereka bertengkar akibat dirinya kesal karena sang istri menolak nasi goreng buatannya.

Malam itu korban minta makan bakso. Tersangka pun membelikannya. Namun ternyata, korban menolak makan bakso itu dengan alasan tidak enak. Lalu korban minta nasi goreng kepada suaminya. Ali segera membuatkannya sendiri.

Akan tetapi, nasi goreng tersebut juga ditolak sang istri karena katanya tidak enak, bumbunya tidak terasa dan kurang pedas. Ali pun marah dan hendak menempeleng istrinya, tetapi si istri melawan dengan memaki-maki dan lebih dahulu menempeleng suaminya.

”Pelaku pun kalap dan terjadilah penganiayaan yang menyebabkan sang istri tewas,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kota Tanah Sareal Inspektur Dua Safrudin, hari Sabtu kemarin.

Sampai Sabtu sore, Ali masih menjalani diinterogasi di Polsek Kota Tanah Sareal. ”Kami juga sudah memeriksa dua saksi yang masih famili suami-istri tersebut. Dari keterangan mereka dan juga tersangka, suami-istri itu sering bertengkar. Dalam pertengkaran Jumat malam itu, tersangka kalap,” kata Safrudin.

Korban dianiaya sang suami di depan kamar mandi. Kepala korban beberapa kali dibenturkan ke dinding kamar mandi sehingga menimbulkan perdarahan hebat.

Kepada penyidik, Ali mengaku menganiaya istrinya karena ada ”bisikan” yang memerintahkan dirinya melakukan hal itu. Terhadap pengakuan tersangka itu, Safrudin mengatakan, penyidikan dilaksanakan berdasarkan fakta-fakta di lokasi kejadian dan keterangan saksi-saksi.

”Kami tidak menyentuh hal-hal berbau mistik seperti itu. Penyidikan yang kami lakukan menunjukkan korban dan pelaku bertengkar soal nasi goreng, lalu pelaku menganiaya. Sejauh ini pun kejiwaan pelaku normal. Dia bisa menjawab pertanyaan kami dengan lancar,” katanya

Pemilik Salon Ditemukan Tewas Dibunuh

JAKARTA – Janda tua pemilik salon dibunuh perampok di rumahnya di Jalan Terate Raya RT 010/RW04 Kel. Jembatan Lima, Jakarta Barat, Rabu (30/4) malam. Perampok yang diduga dikenal oleh korbannya itu menggasak TV LCD plasma 32 inchi senilai Rp6 juta.

Untuk mengungkap kasus ini, petuga Polsek Tambora memeriksa sejumlah saksi termasuk Ti, 30, pembantu rumah tangga (PRT) di rumah korban, Ho Khoe In, 71. “Ti masih kami periksa secara intensif,” ujar Kapolsek Tambora, Kompol Ade Haryanto, Kamis (1/5).

Mayat Ho Khoe In ditemukan oleh Amiaw, 47, anak kedua korban saat datang ke rumah yang juga dipakai usaha salon tersebut. ”Saya curiga waktu menelepon Mamah tidak ada yang angkat,” kata Amiaw yang dikenal sebagai pengusaha percetakan di daerah Jelambar, Jakarta Barat itu .

Merasa khawatir terjadi apa-apa terhadap Ho Khoe In, Amiaw lalu menyambangi kediaman sang ibu. “Waktu pintu dibuka, ruangan tampak gelap. Diantar hansip, saya menemukan jasad ibu saya dalam posisi tengkurap di lantai dan masih ada darah tapi sudah mengering,” cerita Amiaw yang ditemui di Polsek Tambora, Kamis pagi.

SEMPAT MEMBUATKAN KUE
Kepada petugas Amiaw memberikan keterangan bahwa pada Rabu siang korban sempat membuatkan kue untuknya. Kue itu diantar Ti ke rumahnya di Jalan Perdana, Jelambar, Jakarta Barat, Rabu sekitar Pk 12:00.

Ti pulang dari rumahnya sekitar Pk 14.00. Anehnya, ketika Amiaw datang ke rumah ibunya sekitar Pk 21:00, ia tidak mendapatkan Ti di rumah tersebut.

“Dia bilang ia menginap di rumah tetangga karena rumah ibu saya sudah terkunci. Padahal waktu saya datang pintu rumah tertutup tapi tidak dikunci. Tidak ada kerusakan di pintu maupun jendela,” ucap Amiaw.

Sejumlah petugas yang berdatangan ke lokasi termasuk Kapolsek Tambora Kompol Ade Haryanto SH dan Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Kompol Suyudi Ario Seto SH, Sik menduga korban dihabisi pada Rabu siang.

Pasalnya saat ditemukan, darah korban yang berceceran di lantai sudah mengering. Korban diperkirakan dihabisi pelaku dengan cara dibenturkan, karena terdapat luka di keningnya.

Analisa petugas di TKP menyebutkan pelaku kemungkinan lebih dari satu orang dan sempat bercakap-cakap dengan almarhumah.

Saat ini petugas masih mendalami kemungkinan pelaku mengenal PRT di rumah tersebut. Informasi yang beredar di TKP menyebut-nyebut sang pembantu sempat mengepel lantai rumah korban yang dipenuhi bercak darah.

Amiaw dan kakak serta adik-adiknya, Kamis sore, berada di rumah duka Atmajaya Pluit tempat disemayamkannya jenazah Ho Khoe In yang akan dikremasi Minggu

Untuk Membuktikan Keperkasaan Dihadapan Seorang Cewek, Dua Pemuda Duel Hingga Tewas

Rebutan cewek, dua pemuda duel sengit di rumah kosong, Kampung Sadang Kidul, Cangkuang Kabupaten Bandung, Sabtu malam.

Yana,23, pemuda itu tewas setelah mendapat 12 bacokan pada tubuh dan lehernya. Dua jam kemudian teman dekat korban Suryono alias Dodo,22, ditangkap polisi.

Menurut keterangan, kedua korban sempat pergi bersama menuju rumah kosong di Kampung Sadang Kidul. Melihat gerak-gerik kedua pemuda tadi, warga sekitar membuntuti.

Tapi terlambat, Yana sudah ditemukan tewas. Temannya Suryono sudah tak ada di lokasi. Mayat korban dievakuasi ke RSHS Bandung untuk diotopsi.

Dalam pemeriksaan, Suryono yang kini resmi jadi tersangka mengakui semua perbuatannya. “Motif di balik pembunuhan itu untuk membuktikan siapa yang paling jantan dan pantas untuk memadu kasih dengan Yani”.

Tapi kami masih mengembangkan kasus ini siapa tahun ada motif lain,” kata Kapolres Bandung AKBP Ahmad Dhofiri.

Pengusaha Katering Dirampok Dan Dibunuh

BEKASI – Pengusaha katering tewas dibantai lima karyawannya di Kampung Tegal Danas RT 03/01, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi Kamis (24/4) dinihari.

Selain menganiaya Soemitro, 65, hingga tewas dan membawa kabur mobil Suzuki Grand Vitara, para pelaku yang baru sepekan bekerja itu juga menginjak-injak Ny Lani, 62, hingga istri majikannya itu tak sadarkan diri.

Dalam keadaan tangan dan kaki diikat serta mulut dilakban, jasad Soemitro kemudian diseret oleh pelaku ke kamar mandi.

Peristiwa yang menggemparkan warga di Kampung Tegal Danas ini terjadi sekitar pukul 04:00 saat empat karyawan Lani Catering kembali dari mengantar makanan untuk karyawan PT CNC.

“Saya kaget ketika masuk rumah Enci tergeletak di kamarnya dengan wajah biru,” tutur Buchori, 30, sopir yang mengaku saat itu ia ditemani oleh Asep, 18, Agus, 19 dan Sofyan, 18.

Mengetahui majikannya tergeletak dan kamar tidurnya acak-acakan, Buchori segera berlari ke luar rumah dan memberitahu warga. Pengurus RT dan warga setempat pun berdatangan.

Di rumah korban, selain melihat Ny Lani tergolek, ternyata warga juga mendapati ceceran darah di kamar mandi. Setelah diperiksa, ternyata Soemitro ditemukan sudah tewas dengan tangan diikat dan mulut dilakban. Pelipis korban luka terkena sabetan golok, sedangkan perutnya membiru hantaman benda tumpul.

Polisi pun segera dihubungi. Di TKP, petugas mengamankan barang bukti berupa dua pisau dan satu golok. Kayu untuk mengaduk nasi ikut disita. Korban tewas dikirim ke RSCM Jakarta untuk otopsi, sementara Ny. Lani dirawat di RS Medirosa, Cikarang.

KORBAN DIPAKSA HIDUPAN MOBIL
Hasil pemeriksaan sementara polisi, lima pekerja yang saat itu tidak ikut mengantar nasi katering untuk karyawan PT CNC dicurigai sebagai pelakunya. Pasalnya, kelimanya menghilang bersamaan dengan kejadian tersebut.

Kecurigaan itu diperkuat dengan keterangan Ny. Lani yang mengaku ia telah dianiayai oleh lima anak buahnya Hadi, 27, Aki, 23, Andi, 23 dan dua lelaki keturunan Tionghoa.

Sadisnya, sebelum suaminya dibunuh dan dimasukan ke dalam kamar mandi, pelaku sempat memaksa Soemitro untuk menghidupkan mobil Grand Vitara B 1685 QK. “Soalnya kalau tanpa sidik jari papa, mobil tidak bisa hidup,” tutur Ina Megawati, 30, putri korban.

Ina kepada Pos Kota di lokasi kejadian mengatakan dirinya baru mengetahui peristiwa tersebut dari polisi. “Mereka sungguh kejam. Kenapa ayah saya dibunuh? Kan mereka sudah mendapatkan hartanya,” tutur ibu tiga anak dengan air mata berderai.

Ina yang datang dari Kelapa Gading itu mengaku tidak mengenal kelima karyawan katering tersebut karena menurut orang tuanya mereka baru diterima sepekan lalu.

Kasat Reskrim Polres Bekasi, AKP Susetyo, yang memimpin olah TKP, mengatakan masih mencari informasi sejauh mana para pelaku meninggalkan jati diri. “Kami masih menunggu korban pulih,” tuturnya sambil menjelaskan jika para pelaku diduga sudah merencanakan perampokan ini karena mereka membawa serta foto kopi KTP yang sudah diserahkan kepada korban.

Kasus perampokan ini semakin memperpanjang pekerjaan rumah buat polisi Bekasi. Sebelumnya kasus perampokan juga menimpa rumah wartawan Koran Tempo pada 21 April lalu. Sedangkan di Kota Bekasi, polisi belum juga berhasil mengungkap kasus mutilasi yang menimpa Eka Putri.

Mayat Wanita Muda Ditemukan Dalam Koper Di Pulau Seribu

PULAU TIDUNG – Bertepatan dengan Hari Kartini, Polisi Daerah Metro Jaya mendapat kado khusus berupa koper berisi mayat wanita muda.Wanita korban pembunuhan sadis ini ditemukan di kawasan wisata Kepulauan Seribu, tepatnya di tepi pantai Pulau Tidung, Minggu (20/4) malam.

Senin pagi (21/4), petugas Polres Kepulauan Seribu yang menangani kasus ini mengevakuasi mayat ke Jakarta melalui Pelabuhan Muara Angke. “Kondisi mayat sudah membusuk dan wajahnya sulit dikenali, “ kata Wakapolres Kepulauan Seribu Kompol Kuntjung Suyanto SH.

Mayat cewek berada dalam koper hitam berlabel Travel Time berukuran lebar 0,5 meter dan panjang 1 meter, tanpa celana dalam dan BH. Korban hanya menganakan kaos abu-abu dan celana pendek bermotif kembang warna merah putih, lazimnya pakaian pantai ala Hawai. Diperkiaran, wanita korban pembunuhan ini berusia 20 tahun.

Polisi memastikan bahwa wanita ini korban pembunuhan. Tidak ditemukan luka bekas sayatan senjata tajam di tubuh yang berkulit putih itu. “ Hanya ditemukan luka memar di rusuk dan paha kiri korban. Luka ini diduga akibat pukulan benda tumpul, “ ujar Kuntjung Suyanto.

Kuntjung Suyanto membentuk tim khusus terdiri dari satuan intel dan reserse. Dalam upaya membongkar peristiwa ini, Kuntjung meminta partisipasi masyarakat membantu kerja polisi.

Kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, diminta Kuntjung menghubungi Polres Kepulauan Seribu di nomor telepon 021-4413568 atau 4409465.

DITEMUKAN NELAYAN MANCING
Adjat, 40, nelayan warga Pulau Tidung yang pertama kali menemukan koper hitam berisi mayat tersebut. Minggu petang, ketika sedang mancing di pinggir pantai Pulau Tidung, Adjat, warga RT 02/02, Kelurahan Pulau Tidung melihat pemandangan tak lazim.

Di hadapannya hanyut satu koper besar. Berharap akan mendapat rezeki nomplok, Adjat bergegas menghampiri koper.

Di pinggir pantai, ia membuka paksa koper tersebut. Nelayan ini terperanjat. Bukan barang berharga yang diharapkannya, tapi koper itu berisi mayat wanita yang sudah membusuk.

Ketika masih berada di koper, mayat dalam posisi meringkuk. Penemuan mayat dilaporkannya kepada warga sekitar kemudian diteruskan ke Polsek Kepulauan Seribu Selatan. Warga sekitar tidak kenal dengan wanita korban pembunuhan ini.

Upaya memastikan penyebab kematian, petugas mengirim jasad korban ke RSCM guna diotopsi. “Kami masih menunggu hasil visum,” kata Kuntjung .

Senin petang, seorang pria dan wanita berboncengan motor datang ke kamar mayat R0SCM. Pasangan yang tidak mau menyebutkan nama dan alamatnya mengaku kehilangan keluarga seminggu lalu. Ketika melihat mayat wanita itu, mereka mengaku tidak kenal.

KONDISI WAJAH RUSAK
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih kesulitan mengidentifikasi lebih jauh tentang korban. Pasalnya, tidak ditemukan kartu pengenal korban. Selain itu, kondisi wajah korban rusak.

Hanya ciri fisik seperti berkulit putih, perkiraan tinggi badan dan pakaian dikenakannya yang bisa dikenali. Rambut pirang korban pun sudah mulai rontok.

Petugas juga masih sulit memperkirakan apakah jasad korban dibuang dari kapal pesiar atau dilempar dari daratan. “Perairan tempat ditemukannya mayat adalah perlintasan ramai yang kerap dilintasi berbagai jenis kapal, baik yang berukuran kecil mapun besar,” tambah Kuntjung.

Lokasi untuk mencapai lokasi tersebut, dari daaratan Jakarta diperlukan sekitar satu setengah jam menggunakan kapal motor. Pulau terdekat selain, Pulau Tidung adalah Pulau Payung berjarak sekitar 10 Km. DariPpulau Sebaru, tempat rehabilitasi pengguna narkoba, waktu tempuhnya hingga 3 jam.

MAYAT LAIN DI KOPER
Sebelumnya, kasus lain pernah terjadi di Kali Ancol pada 16 Oktober 2007. Saat itu sesosok mayat perempuan usia 25 tahun tengah hamil 3 bulan ditemukan tewas dalam koper juga berwarna hitam.

Belakangan korban diidentifikasi bernama Susilowati Liana, dibunuh Steven, anak tiri bos sauna di Lokasari, Jakarta Barat. Motif pembunuhan istri kelima dari bos sauna Chan Kwok King alias Ricky, 55, itu terkait lilitan utang Steven.

Penolakan pinjaman uang Rp 60 juta mendorong Steven membunuh. Bersama dua rekannya, Yusuf, 25, dan Suhendra, 27, warga Penjaringan, Jakut, Steven juga membunuh sang ayah di kamarnya, lantai IV Gedung Lokasari, Tamansari.

Kasus mayat perempuan dalam koper juga pernah terjadi di hutan pinus, Kampung Lemang Nendeud, Desa Sukagalih, Megamendung, Bogor, pada Kamis, 6 Desember 2007. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian dalam atasan warna hitam dan bawahan merah muda. Kondisi tengkorak bagian belakang pecah. Hingga kini, kasusnya belum berhasil diungkap polisi.

KOPER BISA UNGKAP
Prof. Muhammad Mustofa, Guru Besar Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia mengatakan, pelaku pembunuhan mayat dalam koper kemungkinan besar orang dekat yang dikenal korban. Ia membuang mayat itu di Kepulauan Seribu semata untuk menghilangkan jejak.

Menurutnya, jenis koper akan membantu menunjukkan identitas pelaku. Mulai dari ukuran dan merek koper dapat menunjukkan apakah pelaku seorang yang membunuh dalam rangka bepergian untuk jangka waktu singkat atau jangka waktu lama.

“Diduga pelaku orang yang memiliki akses ke Kepulauan Seribu, entah untuk wisata atau lainnya,” ungkapnya. “Polisi dapat melacak pelaku dari koper itu. Polisi juga harus tahu lebih dulu jati diri korban.”

CIRI-CIRI

  1. Umur sekitar 20 tahun, wajah oriental, kulit putih, mata sipit, rambut lurus sebahu dicat pirang.
  2. Tinggi sekitar 160 Cm, berat sekitar 40 kg, di betis kiri ada tanda hitam bekas luka panjang 10 Cm.
  3. Korban mengenakan kaos lengan pendek abu-abu, celana pendek model ‘Hawai’ corak bunga merah jambu dan putih, tidak pakai celana dalam dan bra.
  4. Tubuh dimasukkan koper merek travel time ukuran 100 x 50 Cm hitam tidak dikunci.
  5. Diperkirakan tewas lebih dari 2 hari, kini dismpan di kamar jenazah RSCM.