Category Archives: pemerkosaan

Pembunuh Mahasiswi Binus Livia Pavita Soelistio Tertangkap dan Ternyata Adalah Supir Angkot Spesialis Perampok dan Pemerkosa Penumpang Wanita

Kamis (25/8) menjelang tengah malam, informasi penting masuk. Sinyal telepon genggam milik Livia Pavita Soelistio yang berhari-hari mati, tiba-tiba terlacak berada di Rawa Belong, Kemangisan, Jakbar. Bersama anggotanya, Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Ferdy Sambo, langsung bangkit dari kursi di ruang kerjanya. Tak buang waktu, ia meluncur ke daerah Rawa Belong, tak jauh dari rumah kos mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus) itu.

Sesuai petunjuk sinyal HP, Sutarno dan Abdul Madjid dibekuk. Mereka baru saja bertransaksi HP Ericsson. Sutarno menjual HP itu kepada Abdul Majid yang dihargai Rp200.000. Dalam pemeriksaan, Sutarno mengaku HP yang dijualnya milik Rohman.
Tak buang waktu, polisi langsung memburu Rohman. Saat itu, sudah masuk Jumat (26/8) dinihari. Pria 24 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai sopir tembak itu dibekuk di rumah di Rawa Belong. Ketika itu ia bersama Fahri, 22, tengah menunggu Sutarno. Kduanya langsung digelandang ke Polres Jakarta Barat.

Dalam pemeriksaan terungkap Fahri dan Roman berperan dalam hilangnya mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus) Livia Pavita Soelistio, 21. Gadis cantik itu hilang pada 16 Agustus usai mengikuti sidang skripsi di jurusan Sastra Mandarin sekitar Pk. 13:00. Sejumlah temannya melihat ia menumpang Mikrolet 24 jurusan Srengseng-Slipi yang biasa ditumpanginya menuju tempat kos di Rawa Belong, Kemanggisan, Jakbar.

Sejak itu, keberadaan mahasiswi yang juga sekretaris sebuah biro perjalanan di Gambir, Jakpus, ini tak terlacak. HP-nya tak bisa dihubungi. Ny. Yusni Chandra, ibu kandung, dan Hermanto, ayah tiri, melapor kehilangan anaknya ke Polsek Kebun Jeruk pada 17 Agustus. Orangtua itu juga mengabarkan kehilangan anaknya melalui BlackBerry Messenger.

Empat hari kemudian, ia ditemukan membusuk di parit sedalam 2 meter di Cisauk, Tangerang. Bajunya terbuka karena seluruh kancingnya terlepas dan celana dalamnya melorot selutut. Ia dikenali sebagai Livia dari pakaian dan kalung berliontin Buddha yang dikenakannya.

PEMBUNUHAN DAN PERKOSAAN
Dalam pemeriksaan yang dilakukan Kanit Krimum AKP Agung Wibowo, SH, Fahri dan Rohman menuding Afri yang mencekik Livia hingga tewas. Aksinya dibantu Rohman dan Raymond. Afri juga memerkosa mayat Livia dalam angkot. Kini, polisi memburu Afri dan Raymond. “Kedua tersangka yang tertangkap itu kami jerat dengan pasal pencurian dengan kekerasan,” ujar Kapolres Jakarta Barat, Kombes Setija Junianta, Hum, tentang Fahri dan Rohman yang dikenakan pasal 365 KUHP karena perampokan HP dan uang Rp200,000 milik korban dan terancam hukuman 20 tahun penjara. “Kami juga memburu dua tersangka lainnya, termasuk pelaku pembunuhan dan perkosaan terhadap korban.”

Didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharuddin Jafar, kapolres mengatakan kawanan itu adalah komplotan bandit yang kerap menjadikan wanita sebagai korbannya. Bahkan, tersangka Rohman pernah dipenjara dua tahun terkait kasus narkoba.

Sementara itu, terhadap tersangka Sutarno dan Abdul Majid, polisi menjerat keduanya dengan pasal 480 KUHP karena menerima barang hasil kejahatan. Mereka terancam hukuman empat tahun penjara. “Kalau tahu HP itu bermasalah, apalagi korban pembunuhan, saya nggak bakal mau terima. Sekarang, saya nggak tau apa-apa masuk penjara juga,” ujar Sutarno.

Malang nian nasib Livia. Wanita cantik ini harus tewas ditangam empat awak angkot. Sedihnya pelaku hanya mengincar dua HP milik mahasiswi Binus, Kemandoran, Jakarta Barat ini. Keempat pelaku rupanya mengincar HP Black Berry dan Sony Ericsson model terbaru. Hanya saja seorang tersangka mengaku karena tergiur atas kecantikan Livia, dia tega memperkosa gadis ini meski sudah tidak berdaya.

PENGAKUAN PELAKU
Dalam wawancara dengan Pos Kota, tersangka Rohman dan Fahri bercerita. Pada Selasa (16/8) siang, angkot M24 B 2912 TK jurusan Srengseng-Slipi, yang dikemudikan Fahri dicegat Livia di depan kampusnya. Tiga teman Fahri; Rohman dan dua tersangka lain yang masih buron; Afri dan Raymond, juga berada di angkot. Mereka berlagak penumpang. “ Kami memang berniat mencari wanita penumpang untuk diambil hartanya, “ kata Rohman.

Meski berada dalam kendaraan yang sama, tersangka Rohman dan Fahri menuding Afri sebagai otak di balik kejahatan sadis itu. Fahri mengatakan, pembunuhan dan pemerkosaan dilakukan Afri di belakang kendaraannya. “ Afri yang mencekik sampai mati lalu memerkosa mayat korban,” ungkap Fahri.

Menurut Fahri, saat itu korban melawan tapi tak kuasa menahan kekuatan tiga pria yang menyergapnya. “ Silahkan ambil HP saya, tapi jangan bunuh saya,” kata Fahri, mengenang permintaan terakhir anak kandung Ny. Yusni Chandra itu.

Permohonan dengan derai airmata itu tak ditanggapi. Sebaliknya, Raymond dan Fahri semakin beringas dan bernafsu langsung memegang kedua tangan gadis itu dan Afri mencekik lehernya. Seketika, korban lemas. Tubuh Livia yang tersungkur diinjak punggungnya oleh Rohman. Kawanan penjahat sadis itu pun mencari tempat pembuangan mayat.

Sampai di kawasan Pos Pengumben, kendaraan diambil alih Rohman yang lebih mengerti daerah itu lalu membawanya ke kawasan Serpong, Tangerang.

Anggota Polres Jakarta Barat yang menangani kasus ini masih terus memeriksa dua tersangka yang sudah diringkus. Diyakini motif awalnya adalah perampokan. “Mereka rupanya mengincar dua HP korban. Apalagi satu yakni yang Sony Ericsson keluaran terbaru. Jika akhirnya

Livia Pavita Soelistio, mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus), telah tiada. Gadis cantik berusia 21 tahun yang baru lulus sidang skripsi jurusan Sastra Mandarin itu, diperlakukan biadab oleh kawanan preman. Ia dicekik hingga menemui ajal. Dalam keadaan tak bernyawa, korban diperkosa dalam angkot yang ditumpangi dari kampus menuju tempat kos.
Delapan hari setelah pembantaian terjadi dan Livia dilaporkan keluarga ke Polsek Kebon Jeruk sebagai orang hilang, petugas Polres Jakarta Barat dipimpin Kasat Reskrim AKBP Ferdy Sambo, yang bekerja keras membongkar peristiwa ini membuahkan hasil.

Tersangka Rohman, 23, dan Fahri, 22, ditangkap tak jauh dari rumah kos Livia Pavita Soelistio, di kawasan Rawa Belong, Kemanggisan, Jakbar, Jumat (26/8) dinihari. Polisi juga membekuk Sutarno dan Abdul Madjid, penadah HP korban yang dirampas pelaku.

Mahasiswi, yang juga sekretaris sebuah biro perjalanan di Gambir ini ditemukan membusuk di Cisauk, Tangerang, empat hari setelah menghilang sepulang dari kampusnya pada 16 Agustus. Saat ditemukan, baju korban terbuka karena seluruh kancingnya terlepas. Bahkan celana dalam korban melorot selutut.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua tersangka pembunuh Livia, mahasiswa Binus ditangkap polisi di Kemanggisan, Jakarta Barat, Jumat dinihari tadi. Pelakunya empat orang awak angkot. Dua lagi pelaku masih dikejar polisi. Menurut informasi, Livia pada 16 Agustus lalu usai mengikuti sidang skripsi pulang naik angkot bersama teman-temannya. Rupanya dia yang terakhir turun. Di angkot tersebut, wanita cantik ini disergap oleh empat orang yang ada di angkot tersebut.

Diduga karena melawan, pelaku makin ganas dan membekap korban. Livia, mahasiswa jurusan Bahasa Mandarin ini dibawa ke Tangerang tepatnya di Cisauk lalu korban dihabisi. Mayatnya dibuang ke selokan hingga akhirnya empat hari kemudian ditemukan penggembala kambing sudah dalam keadaan membusuk.Sebelum dibunuh sempat diperkosa karena ditemukan bercak sperma.

Rupanya pelaku membawa HP Black Berry korban. Oleh pelaku HP tersebut dijual kepada seseorang di Kemanggisan Jakarta Barat. Tadi pagi saat sahur, Black Berry itu tiba-tiba mengudara sehingga polisi berhasil melacak signyalnya. Lelaki yang membeli HP itu lalu ditangkap. Dia mengaku kalau Black Berry itu dibeli dari sopir angkot. Dengan gerak cepat polisi mengejar pelaku di daerah Kemanggisan dan berhasil meringkus dua tersangka. Dua lagi yang sudah diketahui identitasnya masih dikejar polisi.

Kepergian Livia Pavita Soelastio,21, membuat keluarga terpukul. Bagaimana tidak. Setelah dinyatakan lulus kuliah dari Universitas Bina Nusantara, Jakarta Barat mahasiswi jurusan Sastra Mandarin ini langsung menghilang.
Selama 5 hari mencari keberadaan anak semata wayang pasangan Hermanto,67, dengan Yusni Chandara,50, malah mendapat kabar jika Livia ditemukan sudah tak bernyawa.

“Saya sangat terpukul atas kematian anak saya. Bagaimana tidak, sejak kecil saya merawat dan membesarkan anak saya hingga terakhir dikabarkan lulus kuliah malah berakhir seperti ini. Saya berharap polisi berhasil menangkap anak saya,” ungkap Hermanto terbata-bata. Terakhir 16 Agustus sore, Livia menghubungi dirinya dan memberitahu jika dirinya baru selesai melakukan siding skripsi dan dinyatakan lulus. Mendapat kabar itu, Hermanto kemudian mengucapkan selamat atas kelulusan Livia.

Namun pada keesokan harinya, ketika akan dijemput oleh keluarga, Livia dikabarkan menghilang. Keluarga akhirnya melaporkan ke Polsek Kebun Jeruk. Keluarga kemudian berusaha mencari keberadaan Livia ke teman-temannya bahkan ke paranormal. Namun Minggu (20/8) malam, dirinya mendapat kabar jika ada mayat perempuan dengan pakaian yang sama dengan Livia ditemukan di parit di Jalan Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Mendapat Informasi tersebut Hermanto kemudian langsung mendatangi kamar mayat RSU Tangerang untuk melihat langsung jenazah wanita tersebut. Setelah diperiksa, mayat wanita malang itu adalah Livia Pavita Soelastio, mahasiswi Bina Nusantara jurusan Sastra Mandarin

Karena Berhubungan Seks Dengan Pemuda Yang Baru Dikenal Didepan Umum Seorang Janda Muda Diperkosa Rame Rame Oleh 4 Orang

SEORANG janda, AH (28) diduga diperkosa empat pemuda secara bergantian. Aksi pemerkosaan terjadi Rabu (17/8) malam di bawah kolong jembatan Sempur, Jalan Jalak Harupat, Bogor Tengah, Kota Bogor. Tidak terima diperkosa, AH melaporkan kasus yang menimpanya ke Polres Bogor Kota.

Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Kota AKP Iman Imanuddin membenarkan laporan tersebut. Saat ini dua orang pelaku, Junaedi (23) dan Rizal (28) masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. “Kita juga sedang mengejar dua pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri saat akan ditangkap petugas,” ujar Iman Imanuddin kepada wartawan, Kamis (18/8).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, terungkapnya kasus pemerkosaan ini berawal saat AH, warga Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara diajak jalan-jalan oleh empat pemuda yang baru dikenalnya. Tidak terima diperkosa secara bergilirian, AH kemudian berteriak minta tolong sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan itu kemudian menangkap pelaku, namun hanya dua orang yang berhasil diamankan yaitu Junaedi dan Rizal. Sedangkan dua pelaku yang berhasil melarikan diri adalah Ade dan Iwan.

Rizal sempat menjadi bulan-bulanan warga yang emosi dengan tindakan pria pengangguran tersebut. Dalam kondisi wajah babak belur, Rizal digelandang ke Polsek Bogor Tengah. Karena kasusnya menyangkut asusila, pelaku kemudian dilimpahkan ke Polres Bogor Kota.

Kepada penyidik Unit PPA Polres Bogor Kota, kasus perkosaan bermula saat Junaedi warga Sindang Barang Jero, Rizal warga Bogor Tengah, Ade dan Iwan berpesta tuak di Pasar Anyar. Setelah mabuk tuak empat pemuda itu kemudian berjalan ke Pasar Bogor. Disamping pintu Kebun Raya Bogor (KRB), tidak jauh dari Pasar Bogor, Junaedi Cs bertemu denga empat pemuda lainnya.

Saat itu empat pemuda lain sedang bersama AH. Melihat wanita itu, Junaedi yang memiliki gaya rambut funk langsung mendekati AH. Hal itu kemudian diikuti tiga pemuda lainnya. Melihat gaya Junaedi yang tampan dan oke punya, AH langsung tertarik. Wanita itu kemudian diajak berjalan ke arah Tugu Kujang oleh Junaedi untuk mencari tempat sepi.

Sambil berjalan menuju arah Tugu Kujang, kelompok Juanedi diikuti empat pemuda yang semula bersama korban. Junaedi yang menggandeng tangan korban, lalu berjalan didepan. Sementara Rizal, Iwan dan Ade mengikuti dari belakang. Mendekati jembatan Sempur, mereka kemudian mampir di kios di pinggir lapangan Sempur.

“Kami sengaja mampir warung untuk beli air, biar Junaedi duluan kebawah. Enggak lama kami turun dan Junaedi sudah memulai aksinya. Kami bertiga langsung membuka celana dan ikut dalam pesta seks itu,” kata Rizal. Awalnya, Junaedi dengan leluasa melakukan aksinya. Bahkan, pakaian bawah AH sudah dibuka oleh pelaku. Namun, belakangan AH berteriak minta tolong setelah tiga teman Junaedi ikut menyetubuhi korban.

Hingga Kamis petang, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Bogor Kota. Kepada penyidik, kedua pelaku mengakui perbuatannya.”Pelaku kita jerat dengan Pasal 285 KUHP tentang perkosaan dengan ancaman hukum diatas 12 tahun,” ujar Kanit PPA Ipda Mellisa Sianipar.

Mellisa menjelaskan, pelaku Junaedi mengakui, saat Rizal sedang melakukan hubungan badan dengan AH, dia terus memegang kepala korban sambil menggulum bibirnya. “Saya memegang kepalanya karena takut terbentur batu,” kata Junaedi berdalih.

SPG Cantik Ini Diperkosa Bergilir Ramai Ramai Oleh 3 Anak ABG Siswa SMP Umur 14 Tahun

Sebanyak tiga pelajar pria di Port Klang, Selangor, ditangkap polisi karena beramai-ramai memperkosa seorang sales girl. Situs harian The Star, Sabtu (6/8/2011) memberitakan, salah seorang tersangka masih berusia 13 tahun.

Dia bersama dua pelajar berusia 15 dan 16 tahun, memperkosa sales girl cantik, yang malang itu di teras sebuah rumah di Port Klang, kota pelabuhan tidak jauh dari Kuala Lumpur. Para pelajar tersebut ditangkap Selasa petang. Salah seorang pelaku berpura-pura hendak mengantar sales girl yang sebelumnya sudah dikenal itu ke tempat kerja.

Alih-alih diantar ke tempat kerja, pelaku membawa korban ke sebuah rumah kosong di mana dua orang temannya menunggu. Korban berusaha melarikan diri tetapi terpojok hingga akhirnya dia diperkosa secara bergiliran oleh para pelajar bejat itu.

Seorang juru bicara Ibu Pejabat Polis (Polsek) Klang Utara menjelaskan, para tersangka ditahan hingga Senin (8/8/2011) depan untuk dimintai keterangan.

Pemilik rumah yang dijadikan lokasi kejahatan juga sudah dimintai keterangan. Para pelajar tersebut diketahui masih akfit bersekolah

Adik Perkosa Pacar Kakak Di Senayan City Dan Sebarkan Foto Telanjangnya Lewat Facebook dan BBM Sebagai Tanda Kemenangan dan Penaklukan

Dibantu tiga orang teman, seorang remaja memerkosa pacar kakaknya. Korban yang sebelumnya dicekoki minuman keras juga difoto. Foto-foto syur telanjang itu diedarkan melalui internet dan blackberry messenger (BBM).

Peristiwa itu diawali oleh ajakan Kiki, 15, mengajak Put, 17, untuk karaoke di Senayan City, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ajakan adik pacar itu disambut kesediaan cewek yang baru lulus SMA tersebut. Mereka lalu janjian untuk bertemu di lokasi karaoke. Ketika Put tiba di tempat itu, ternyata Kiki bersama tiga teman.

Tetapi di tempat karaoke tersebut, Put dicekoki minuman keras (miras) oleh Kiki dan ketiga temannya. Melihat Put dalam keadaan setengah sadar dan lemah, rupanya Kiki terbakar birahi melihat pacar kakaknya, Husen. Warga Cibubur, Jakarta Timur, itu lalu memerkosa Put di kamar kecil (toilet). Setelah dinodai, Put dibawa ke sofa dalam keadaan telanjang.

DIGERAYANGI
Tiga teman Kiki ikut menggerayangi Put. Kiki mempotret tubuh perempuan itu dalam berbagai pose sebagai kenang-kenangan dan piala karena sudah berhasil menaklukan perempuan tersebut. Ternyata foto-foto syur tersebut diedarkan di internet dan BBM. Setelah itu, mereka mengantar Put ke rumahnya di Rempoa, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. “Kiki bilang sama orangtua kalau adik saya lemas karena habis dirampok HP-nya hilang dibawa kabur,” ungkap kakak kandung korban, Ki, saat bersama Put melapor ke Mapolres Jakarta Pusat, Minggu (31/7).

Terungkapnya pemerkosaan pada Kami, 26 Juli, tersebut karena Put lebih sering melamun dan menyendiri di dalam kamar. Setelah didesak keluarga, Put akhirnya buka mulut tentang aib yang menimpanya.

Sepasang Kekasih Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Terpadu Syahid Pamijahan Tewas Dibunuh Di Semak Semak Dalam Keadaan Telanjang

Pembunuh sepasang kekasih di semak-semak di Kampung Cirangkong RT 03/02 Desa Sukamaju Kecamatan Cibungbulang, hingga kini masih misterius. Polisi kesulitan mengidentifikasi pembunuh lantaran terbatasnya keterangan dari sejumlah saksi.
“Belum ada titik terang. Keterangan dari saksi sangat minim, kami masih kerja ekstra mengorek dan menggali lagi keterangan dari teman, keluarga dan siapa saja yang mengenal kedua korban. Mohon doanya, kasus ini cepat terungkap,” ujar Kapolsek Cibungbulang AKP Sartono, Minggu (24/7).

Namun, dari olah TKP dan keterangan lima saksi yang sudah dimintai keterangan, Kapolsek menduga kuat motif pembunuhan ini berlatarbelakang dendam. Sebab motor Yamaha Mio B 6221 CKO milik Apriyadi,20, tidak hilang. Begitupula perhiasan cincin milik kekasihnya, Siti Anisyah juga tak lenyap. “Nah, dendamnya itu apakah cemburu, utang piutang atau lainnya, masih kita kembangkan,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, hingga kini pihaknya masih menungu hasil visum, memastikan apakah almarhumah diperkosa sebelum dibunuh. Sebab saat ditemukan tak bernyawa dalam poisi tertelungkup Situ dalam keadaan bugil, sedangkan kekasihnya hanya mengenakan kaos oblong tanpa mengenakan celana. “Luka yang dialamia keduanya akibat hantaman benda tumpul, bukan senjata tajam,” kata Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya, sepasang kekasih Apriyadi, dibunuh bersama kekasihnya Siti Anisyah di semak-semak di Kampung Cirangkong RT 03/02 Desa Sukamaju. Mayat sejoli ini kali pertama ditemukan Muklis, warga setempat dengan kondisi keduanya mengalami luka memar di bagian kepala dan wajah.

Kematian Apriyadi alias Apri yang tercatat sebagai mahasiwa semester III di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Terpadu (STAIT) Syahid Pamijahan, membuat teman sekaligus dosennya kaget. Satu di antaranya Bukhori yang menduga kematiannya Apri berlatarakan belakang asmara.

“Motor dan perhiasan kekasihnya tidak hilang. Sedangkan pelaku sengaja melepaskan seluruh pakain almarhumah seolah-olah diperkosa kekasihnya yang hanya mengenakan kaos oblong,” duganya. Semasa hidup Apri, dikenal taat beragama dan aktivis di kampusnya. “Dia tercatat mahasiswa jurusan Ekonomi Perbankan Syraiha di STAIT dan dia jago ngaji. Setiap kegiatan di kampus dia yang menjadi Qori, ( pembaca Al Quran-red),” kata Bukhori.

Dugaan motif pembubunhan ini juga dilontrakan Haya, teman almarhumah Siti, Haya yang mengakui jika Siti dan Apri punya hubungan asmara. “Jalinan asmara keduanya ini membuat beberapa pria tak suka dan iri. Dugaanya saya pasti keduanya dibunuh oleh pria yang citanya ditolak Siti,” ujarnya.

Kasus pembunuhan kembali terjadi diwilayah hukum Polres Bogor. Pembunuhan pelajar MTS belum terungkap , kini kembali warga dihebohkan dengan temuan mayat sepasang kekasih. Temuan ini terjadi di Kampung Cirangkong RT 03/02 Desa Sukamaju Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7) sekitar pukul 05.30. Korban Siti Anisyah alias Icon 20, dan Apriadi alias Jepri 20.

Kedua saja itu ditemukan pertama kali oleh Mukhlis 38, di semak-semak dalam kondisi tanpa busana dengan sejumlah luka bacok di sekujur tubuhnya. Di lokasi kejadian, Polisi menemukan motor Yamaha Mio merah milik korban, batu dan kayu yang penuh bercak darah. Jasad pasangan muda ini dibawa ke RS Polri Kramatjati Jakarta Timur, guna diotopsi. Polisi kini terus mengumpulkan keterangan dan barang bukti.

Mayat kedua korban tergeletak di semak-semak belakang pabrik batako Trust. Mukhlis yang saat itu melintas di Jalan Raya KH Abdul Hamid, kaget melihat tubuh kedua pasangan ini bersimbah darah tanpa busana.
“Dari jalan menuju lokasi penemuan, banyak ceceran darah,” kata Tian 19, satu warga setempat yang masih kerabat Mukhlis.

Tian mengatakan, tubuh wanita tanpa busana dengan kondisi luka-luka di sekujur tubuhnya. Tidak jauh dari jasad wanita ini, terdapat tubuh pria yang juga sudah tewas penuh luka. Oleh warga, temuan itu lalu diteruskan ke warga lainnya dan polisi.

Warga mengenal korban wanita yang diakui bernama Siti Anisyah alias Icon warga Kampung Cemplang RT 03/01, Desa Sukamaju ,Gang Aliman I, Kecamatan, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Sedangkan korban pria bernama Jepri, warga Kampung Bantar Karet, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Menurut warga, Siti lulusan SMK Pandu, sedangkan cowoknya mahasiswa di Sekolah Tinggi Sahid di Cibungbulang.
Ukar 43, orangtua Siti, mengatakan Jumat malam sekitar pukul 19.00, meminta ijin keluar rumah untuk makan bakso bersama pacarnya. “Dari pamit itu, dia nggak pulang lagi hingga tadi pagi ditemukan tewas bersama pacarnya,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Imron mengutip pernyataan Ukar kepada tim penyidik.

Madam 20, temen dekat Siti menduga, ada orang yang tidak suka dengan hubungan temannya dengan Jepri. “Dugaan saya, ada yang cemburu Siti pacaran sama Jepri,” kata Madam kepada penyidik.

Ditambahkan, di kampungnya, Siti dikenal sebagai gadis yang berparas cantik. Maknya banyak pemuda yang ingin berpacaran dengannya.“Dia bilang kalau tamat dari SMK Pandu, dia mau mengikuti pengajian di Pesantrean Sabirul Huda.Dia anak ke 3 dari 6 bersaudara. Dia juga aktif di grup marawis,” katanya.

Kapolsek Cibungbulang, Kompol Sartono mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Tiga orang saksi sudah kita mintai keterangan, mereka adalah warga yang pertama kali menemukan dan keluarga korban.Sementara dari lokasi kejadian, petugas menemukan motor Yamaha Mio merah milik korban, pakaian korban, batu dan kayu yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi kedua korban. Saat ditanya apakah kasus pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam, Kopolsek belum bisa memastikan hal itu.

“Kita bekerja secara proporsional, sehingga belum bisa dipastikan motif dari aksi pembunuhan itu. Hubungan kedua korban juga sedang kami dalami. Kita tunggu apakah korban wanita diperkosa terlebih dahulu oleh pelaku, sebelum dihabisi. Hasil medis akan membuktikan semua itu,” tandas Kompol Sartono.

Seorang Pemuda Tewas Saat Sedang Memperkosa Nenek Umur 77 Tahun

Seorang lelaki Texas tewas saat memperkosa perempuan berusia 77 tahun di Refugio County, Texas, kantor berita AP melaporkan Selasa (14/6/2011). Lelaki bernama Isabel Chavelo Gutierrez (53) itu mengeluh tidak enak badan ketika sedang beraksi. Dia lalu menghentikan aksinya, terguling, lalu meninggal begitu saja.

Polisi menduga Gutierrez terkena serangan jantung karena kelelahan. Sebelumnya dia melakukan niat jahatnya, Gutierrez bersepeda sejauh tiga kilometer. Namun polisi masih mengotopsi jenazahnya untuk memastikan penyebab kematian mendadak itu.

Korban Gutierrez dalam kondisi sehat. Gutierrez mengancamnya dengan pisau kecil, ungkap Gary Wright dari kantor sherrif Refugio County. Nenek itu mengaku melihat Gutierrez di kantor pos kota kecil itu sehari sebelumnya. Dia mengira penyerangnya itu pingsan karena terlalu mabuk, sebab napasnya berbau alkohol.

Melihat penyerangnya tak berdaya, dia langsung berlari ke luar rumah dan menelepon putrinya yang kemudian menelepon polisi. Saat polisi tiba di lokasi, Gutierrez sudah tak bernyawa. Peristiwa itu sebenarnya terjadi pada 2 Juni tengah malam. Tetapi warga masih membicarakannya.

Menurut Gary Wright, tingkat kriminalitas di kota kecil itu cukup rendah. Sulit bagi warga melupakan kejadian tak biasa itu. “Peristiwa itu memang sangat aneh,” ucap Wright. Dalam catatan polisi, Gutierrez masuk daftar penjahat seksual. Dia dibebaskan dari penjara setelah menjalani hukuman untuk kasus pelecehan seksual terhadap anak. Statusnya saat ini pun bebas bersyarat, juga untuk kasus seksual.

PNS Pegawai Negeri Sipil Di Lampung Memperkosan Pembantu Yang Masih ABG Saat Istri Tidak Ada Di Rumah

Terbukti memperkosa pembantu rumah tangganya, MY ,39, oknum PNS di Kecamatan Pakuan Ratu, Waykanan, dibekuk polisi, Minggu (1/5) sekitar pukul 17.00 WIB. MY memperkosa NU ,17,pembantu rumah tangganya yang baru dua minggu bekerja.

Sebelumnya MY diduga melakukan aksi bejatnya pada 5 Maret lalu sekitar pukul 04.00 WIB, di rumahnya di Jalan Bungamayang LK V, Kelurahan Sribasuki, Lampung Utara.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP. Hermansyah, membenarkan penangkapan MY. NU, warga Desa Sukamarga, Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara.

“Menurut olah TKP terjadi di wilayah Kotabumi, maka kasus dilimpahkan ke Polres Lampung Utara. Setelah diperiksa, MY kami tetapkan sebagai tersangka, dan langsung ditahan,” kata Kasatreskrim.

Pada Saat itu NU yang baru dua minggu bekerja di rumah tersangka, mengaku diperkosa saat sedang tertidur ketika itulah majikannya datang secara sembunyi-sembunyi lalu membekap mulutnya dan memeprkosa.

“Ketika saya tidur, tiba-tiba saya terkejut karena mulut saya dibekap dan saya diancam. Majikan saya sudah ada di dalam kamar,” kata NU.

Kemudian, lanjutnya, MY menciumi dan meraba-raba tubuhnya, lalu memperkosanya.

Karena tak kuat menanggung malu dan tidak tahan dengan perbuatan majikannya, NU kemudian melapor ke Polres Lampung Utara.

Terpisah, MY yang telah memiliki dua anak itu mengakui semua perbuatannya. Perbuatan bejatnya itu ia lakukan saat istrinya sedang tidak ada di rumah.

“Iya, memang benar saya melakukan perbuatan itu,” akunya.

Pihak Sat Reskrim Polres Lampung utara juga sudah memeriksa korban dan tersangka. Jika terbukti bersalah, MY bakal dijerat dengan pasal 81 dan atau pasal 82 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.