Category Archives: pemerkosaan

Seorang Ayah Dan Ibu Bekerjasama Menjadikan Anak Kandungnya Budak Seks Keluarga

Malang nian nasib Bar. Gadis usia 10 tahun ini tidak hanya jadi budak seks ayah kandungnya. Selama dua tahun! Dia juga sering disiksa ibu yang melahirkannya.

Memang perbuatan suami istri ini sungguh keterlaluan. Ditakut-takuti akan menjadi anak durhaka, bocah perempuan 10 tahun dipaksa melayani nafsu bejat ayah kandungnya,Parahnya, sang ibu yang mengetahui kejadian itu, justru mendiamkannya.

Geram terhadap perbuatan keluarga itu, warga setempat berbondong-bondong melaporkannya ke polisi. Kedua orangtua bejat itu lalu dicokok polisi dari rumahnya di kawasan Lubang Buaya, Jaktim, Rabu (1/4) malam.

Tersangka Sad, 32, sopir angkutan umum ini kini mendekam di tahanan Polres Metro Jaktim. Begitu pula NP, istrinya. Sedangkan Bar, sulung dari tiga bersaudara bakal adi tanggungan negara.

Warga Lubang Buaya, sebenarnya sudah lama curiga melihat tingkah Bar. Bocah perempuan hitam manis itu sering menyendiri di luar rumah, sekalipun hari hujan. Ia juga tampak ketakutan saat ayahnya berada di rumah. “Kalau ada bapaknya, Bar tak berani masuk rumah,” ungkap Era, warga setempat.

Sekali waktu, seorang kerabat pasangan itu menyampaikan ucapan NP yang mengaku suaminya sering mencabuli Bar. Bahkan, pedagang sayur itu mengatakan lebih baik kehilangan anaknya daripada harus kehilangan suaminya. Mendengar hal itu, warga geram. Namun, mereka tak berani bertindak karena tak ada bukti.

Minggu (31/3) siang, warga melihat Bar di luar rumah seperti orang bingung. Warga memanggilnya. Semula, bocah itu tak mau bercerita. Namun, setelah seorang ibu tetangganya membujuk, tangisnya meledak. Ia mengaku telah ditiduri ayahnya sejak dua tahun lalu saat umurnya masih 8 tahun.

Setelah mendapat pengakuan dari korban, sejumlah ibu rumah tangga melaporkannya ke tokoh masyarakat setempat. Tanpa sepengetahuan bapak-ibunya, Rabu (1/4) siang, sejumlah warga membawa Bar ke Polres Metro Jaktim. Bocah itupun divisum di RS Polri Kramatjati.

Seharian anaknya tak pulang, NP dan Sad mencari-cari Bar. Namun, tetangga menutupinya dengan mengatakan Bar tengah main.

Pasangan itu tak berkutik saat sejumlah polisi dipimpin Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) AKP Grace Harianja meringkus keduanya di rumahnya, Rabu (2/4) sekitar Pk. 22:00.

“Ibunya mengetahui tindakan suaminya namun hanya mengingatkan agar suaminya tak bertindak gila,” jelas Era.

Bukannya mencegah aksi bejat itu, NP malah memperlakukan Bar layaknya seorang pembantu. Bocah yang berhenti sekolah saat duduk di kelas 4 SD itu setiap hari harus mencuci, memasak dan memomong dua adik perempuannya berusia 5 tahun dan 3 tahun. “Kalau marah, ibunya menjambak rambut Bar. Jika anaknya jatuh, ibunya menginjak bahkan menyiram air ke anaknya,” jelas Ny, Limah, warga lainnya.

MENJADI ANAK NEGARA
Menurut Grace, pelaku yang sering mabuk mengaku khilaf saat mencabuli anaknya. Ia pun dituduh melanggar Pasal 81 UU Perlindungan Anak tentang pencabulan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Selain itu, ibu korban juga terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp100 juta karena melanggar pasal 78 UU Perlindungan Anak No:23/2002 dengan membiarkan korban yang seharusnya mendapat pertolongan.

Wanita yang telah tiga kali menikah ini mengaku membiarkan aksi suaminya lantaran khawatir suaminya masuk penjara hingga tak ada yang mencari nafkah.

“Saat ini korban dalam kondisi sangat trauma,” ungkap Grace. “Karena kedua orangtuanya bersalah maka korban bisa menjadi anak negara dan menjadi tanggungan negara.

Ketua Komnas PA (Komisi Nasional Perlindungan Anak), Seto Mulyadi, mengatakan polisi seharusnya juga membawa korban untuk memulihkan kondisi psikologisnya. “Ia bisa tinggal di Rumah Perlindungan Anak di Bambu Apus,” jelasnya.

Menurut Seto kemiskinan bukan alasan untuk melakukan pelanggaran terhadap anak. Ia mengatakan niatnya untuk bertemu dengan korban dan kedua adiknya.

Pembunuh dan Pemerkosa Mayat Agen Model Ditangkap

Hendi Lesmana (23), mantan pembantu yang membunuh Hanny A Wahab (53), ditangkap polisi di tempat persembunyian di Desa Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (16/3) siang. Sebelumnya Hendi yang dibantu Rahmatullah (22) melarikan diri ke Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

”Saya membunuh karena sakit hati sering dimarahi. Saya dianggap tidak bisa masak dan melakukan tugas dengan baik. Sekarang saya menyesal, nikmatnya ngggak seberapa tapi bayarnya lama dipenjara.” kata Hendi di Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Barat, Selasa.

Lokasi persembunyian Hendi, ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat Komisaris Suyudi Ario Seto, berada di perkampungan terpencil.

”Mobil tidak bisa menjangkau ke sana. Sungguh sulit mencapai tempat persembunyian Hendi di rumah kerabatnya,” ujar Suyudi.

Menurut Suyudi, saat disergap, Hendi sempat berusaha melarikan diri. Hendi dan Rahmatullah bersembunyi tidak jauh dari kampung halaman di Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur.

Hendi, yang berperawakan kecil dengan tinggi sekitar 155 sentimeter, membunuh Hanny A Wahab, mantan majikannya, Rabu (11/3) selepas tengah malam. Hendi sekitar pukul 22.30 sudah mengintai dan bersembunyi di dalam rumah untuk merampok harta benda Hanny.

Saat tiga orang tamu Hanny pamit pada pukul 23.00, Hendi dengan sabar menunggu di dalam rumah. Di luar rumah, Rahmatullah menunggu.

”Saat tengah malam dia beraksi. Rumah sudah sepi dan pembantu (Amir) sudah pulang. Dia mengambil tas, empat telepon genggam, dan play station milik mantan majikan,” kata Wakil Kepala Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Yazid Fanani.

Namun, lanjut Yazid Fanani, Hendi mendapat gagasan untuk membunuh mantan majikan yang sudah dua kali memecat lalu menerimanya bekerja kembali itu.

Dipukul alu

Hendi pergi ke dapur untuk mengambil alu penumbuk padi. Berbekal alu itu, dia menghantam dada dan bagian belakang kepala Hanny di kamar tidurnya.

Seusai membunuh, Hendi mengaku meniduri jasad Hanny. Berdasarkan visum, polisi menemukan bercak sperma pada tubuh korban.

Hendi juga memotret mayat Hanny dengan menggunakan telepon genggam. Selanjutnya, Hendi kabur meninggalkan rumah Hanny di Kompleks Inter Kota Blok B 5 Nomor 24-25 dengan ditemani Rahmatullah ke Cirebon sekitar pukul 01.00. Jenazah Hanny ditemukan putranya, Aat (17), di atas tempat tidur sekitar pukul 06.30.

Hendi bersama Rahmatullah, berbekal uang dan telepon genggam yang dirampok dari rumah Hanny, kabur pertama-tama ke Cirebon. Mencium gelagat ada polisi yang memburu, mereka pun kabur

Alu kayu berukuran panjang 70 sentimeter, bantal berdarah, celana dalam wanita dan daster, serta potongan kuku dijadikan barang bukti polisi.

Uang sebesar Rp 730.000, selembar uang riyal Arab Saudi, dua telepon genggam Nokia, dan anak kunci yang tersisa dari perampokan Hendi dijadikan barang bukti kejahatan.

Pembunuh

Yazid Fanani menambahkan, Hendi sebagai pelaku tunggal pembunuhan dan pemerkosaan serta perampokan dijerat pasal berlapis.

”Untuk pembunuhan, dia bisa dijerat penjara seumur hidup. Belum lagi tuntutan pencurian dengan kekerasan dan pemerkosaan semakin memperberat tuntutan terhadap dia. Tersangka kini dituntut Pasal 338, 340, dan 365 KUHP,” katanya.

Sedangkan terhadap Rahmatullah, polisi menjeratnya dengan Pasal 480 KUHP dengan tuntutan menadah hasil kejahatan

Hati Hati Makin Banyak Pembantu Tidak Tahu Diri – Bukan Hanya Memperkosa Tapi Juga Membunuh Majikan

Pembunuh artis senior yang juga juri abnon Jakarta, Nurhani Wahab,53, alias Hany, ternyata mantan pembantunya sendiri. Hendi Lesmana,24, tersangka ditangkap petugas Polres Jakbar, Senin (16/3) malam di Sukabumi, Jawa Barat.’

Hendi mengaku memperkosa janda tiga anak itu ketika korban dalam kondisi sekarat. “Dia mengaku sakit hati karena sewaktu bekerja dengan korban sering dimarahi, lalu merencanakan merampok,” jelas Kasat Serse Polres Jakbar Kompol Suyudi Ario Seto yang memimpin penangkapan. Kapolsek Cengkareng Kompol Arimudin Ritonga mengatakan Hendi beraksi bersama temanya, Rahmat,23. Keduanya menggasak 4 HP dan uang Rp700 ribu.

Nurhani Wahab ditemukan terbunuh di kamar rumahnya di Perum Inter Kota Indah, Duri Kosambi, Cengkareng, pada 11 Maret pagi. Hasil visum menyatakan korban juga diperkosa.

Dua Kakek Memperkosa ABG Yang Minta Tolong Untuk Dikerokin Karena Masuk Angin

Sukurin! Dimintai tolong wanita masuk angin, malah dua kakek ini yang kerasukan setan. Secara bergantian Mbah Kromo, 70, dan Mbah Wongso, 64, menodai Susanti, 19. Untung saja gadis SMA itu bisa membalas sakit hatinya, saat dua kakek ini terkulai sehabis “entuk-entukan” langsung dibabat sabit hingga luka parah.

Edan memang dua kakek dadi Desa Wolo Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan (Jateng) ini. Dalam usia bukan lagi muda, masih suka daun muda. Melihat paha mulus perempuan masih ngiyip (doyan). Di kala usia semakin senja mestinya semakin arif dan santun, lalu berlomba-lomba dalam kebajikan. Eh yang terjadi malah berlomba dalam ….kebajingan! Ini mungkin yang disebut Mangkunagoro IV dalam Serat Wedatama sebagai: senajan tuwa pikun, tak bisa mikani rasa, lir sepi asepah samun! (sudah tua tak bisa mengendalikan nafsu, hidupnya percuma saja)

Riwayat buruk dua kakek ini dimulai Sabtu (13/12) dulu, ketika seorang gadis pelajar SMA mendadak sakit perut sewaktu lewat naik sepeda depan rumah Mbah Kromo. Gadis bernama Susanti ini lalu minta izin empunya rumah untuk numpang ke WC yang terletak di belakang rumah. Seusai buang hajat, Susanti mengucapkan terima kasih dan hendak berlalu. Tapi ternyata dicegah oleh Mbah Kromo yang sejak awal sudah mengintip Susanti buang hajat. “Sajake kowe masuk angin nduk, nyoh diblonyo minyak angin (rupanya kamu masuh angin, nih dioles minyak angin dulu),” kata si kakek penuh kasih sayang.

Anak gadis itu pun menurut, minyak angin itu pun dioleskan ke perut dan punggungnya. Nah, di sinilah musibah itu mengintip. Melihat perut dan punggung Susanti yang putih, pendulum si duda 3 tahun itu langsung kontak. Dia kini jadi akitif pura-pura membantu mengoleskan si minyak angin. Padahal sejatinya mau nyosor menjurus ke daerah rahasia si gadis. Susanti mencegah, tapi Mbah Kromo makin brutal, bahkan main ancam. Walhasil, pagi itu kegadisan Susanti diserahkan dengan paksa kepada Mbah Kormo.

Karena marah dan sakit hati, sebelum pergi Susanti sempat membacok Mbah Kromo yang baru entuk-entukan pakai sabit. Tiba di luar dia lalu ketemu Mbah Wongso kakek yang lain. Susanti bercerita bahwa baru saja diperkosa si jahanam Mbah Kromo. Berlagak empati dan perhatian, sigadis nan mulus itu diajak masuk ke rumahnya, lalu disuruh membuka roknya untuk menunjukkan bukti perkosaan itu. Eh, begitu melihat barang langka, Mbah Wongso ternyata juga ikut kerasukan setan. Susanti langsung ditelentangkan, dan untuk kedua kalinya dia jadi sasaran keberingasan dua kakek.

Makin frustrasilah gadis pelajar kelas III SMA di Penawangan ini. Mbah Wongso yang masih tergolek lemah sehabis menjalankan “aksi”-nya, kembali diberi hadiah bacokan oleh Susanti. Mbah Wongso yang baru saja keenakan itu pun berteriak kesakitan, sehingga mengundang perhatian warga. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, Susanti pun segera menjelaskan apa yang baru saja dialaminya. Penduduk pun jadi marah pada kedua tua bangka itu. Dalam keadaaan berdarah-darah keduanya diserahkan ke Polres Grobogan. “Ora nulung, malah melu mlebu sarung (bukannya menolong, malah ikut masuk sarung)” kata warga menyesalkan ulah kedua kakek.

Marcella Zalianty Menonton Secara Langsung Lewat Bluetooth Penyiksaan, Penelanjangan, Pemerkosaan dan Minum Sperma Dari Korban Yang Ia Culik Hanya Karena Berhutang

Polisi masih memeriksa pembalap Ananda Mikola dan aktris Marcella Zalianty sampai tadi malam dalam kasus penculikan dan penganiayaan desainer interior Agung Setiawan. “Mereka sedang menjalani pemeriksaan tambahan,” kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Komisaris Besar Ike Edwin.

Keduanya bersama tiga orang lainnya sudah diperiksa lebih dari 24 jam sebagai tersangka. Ananda, 28 tahun, dan Marcella, 28 tahun, bersama tiga karyawan Marcella ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis lalu. Tiga karyawan itu adalah M. Harianto, Yoga Mega Permana, dan Ruli Hasbi.

Tadi malam, dua lagi karyawan Marcella dijadikan tersangka. Ananda adalah putra bekas pembalap nasional Tinton Soeprapto. Moreno Soeprapto, adik kandung Ananda, sempat diperiksa sebagai saksi. Ananda dan tiga karyawan Marcella dijerat Pasal Pemaksaan Kehendak dan Penculikan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Marcella dituduh merampas kemerdekaan seseorang, menyandera, serta melakukan perbuatan tak menyenangkan.

Pengacara korban, Petrus Balla Pattyona, mengatakan mestinya polisi menahan para tersangka. “Semua unsur untuk segera menahan para pelaku sudah tercukupi,” katanya. Marcella dinilainya mengendalikan penculikan dan penganiayaan terhadap kliennya.

Menurut dia, ada bukti percakapan telepon antara Marcella dan para karyawannya itu. “Semua aktivitas anak buah Marcella dikoordinasikan dengan Marcella melalui hubungan telepon.” Bahkan gambar ketika Agung disiksa ditransfer via Bluetooth ke telepon seluler Marcella.

Polisi belum menerbitkan surat penahanan. Tapi seorang penyidik memberikan isyarat bahwa mereka bakal ditahan. “Mereka pulang nggak sekarang? Ini udah lewat jamnya (pemeriksaan sebagai tersangka),” kata penyidik kepada Tempo.

Pengacara Marcella, Minola Sebayang, dan Heri Subagyo, pengacara Ananda, menyatakan belum menerima surat penahanan klien mereka. “Kami terpikir mengajukan penangguhan penahanan,” ujar Heri kepada Tempo kemarin petang.

Minola menjelaskan, Hari, Yoga, dan Ruli memang karyawan Marcella. Kliennya tak pernah menyuruh mereka menganiaya Agung. Ketiganya “bertindak” karena kesal lantaran Agung memberikan alamat fiktif dalam kontrak. “Apalagi ketika tahu Agung sedang karaoke di Menara Imperium,” katanya.

Semua itu bermula dari kisah Agung yang berutang kepada PT Kreasi Anak Bangsa, yang dipimpin Marcella, sebesar Rp 54 juta. Utang ini muncul ketika ia menggarap interior kantor PT Kreasi di gedung Central Cikini Nomor 58 W-X, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Diduga, gara-gara itulah ia “dijemput” karyawan Marcella dari Menara Imperium, Kuningan, lalu dianiaya dan diperlakukan tak senonoh di Hotel Ibis Tamarin, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, pada Rabu dinihari lalu. Agung mengaku dipukul, ditelanjangi, difoto, lalu duburnya dimasuki sendok. “Saya juga disuruh meminum sperma,” ucapnya dua hari lalu.

Tinton Soeprapto menyatakan Ananda tak berada di hotel tempat Agung dianiaya. “Kalau dia berniat mau berantem, tak mungkin pakai baju batik,” ujarnya.

Kemarin tim pengacara korban dan Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid menyerahkan bukti rekaman CCTV di Menara Imperium kepada Markas Besar Polri. “Kepala Bareskrim (Komisaris Jenderal Susno Duadji) berjanji mengawal kasus ini,” ucap Usman.

KURSUS KEPRIBADIAN MARCELLA ZALIANTY TIDAK MENGUBAH BANYAK TABIATNYA

Kasus penganiayaan yang menyeret Marcella Zalianty membuat produksi film layar perak berjudul Lastri terhambat. Apalagi belum ada kepastian kapan pemeriksaan oleh polisi bakal tuntas.

Posisi putri aktris senior Tety Liz Indriati tersebut memang menentukan karena ia adalah produser sekaligus pemeran utama film yang disutradarai Erros Djarot itu. “Agenda yang jelas terganggu adalah pembuatan film Lastri,” kata Sheila, manajer Marcella, ketika dihubungi di Jakarta kemarin.

Sebelumnya, pembuatan Lastri tersendat perizinan di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Sheila pun sedang berembuk dengan tim produksi Lastri untuk mengantisipasi persoalan ini.

Marcella bersama kekasihnya, Ananda Mikola, dan tiga karyawan Marcella menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Agung Setiawan. Marcella, kelahiran Jakarta, 7 Maret 1980, diancam pasal perampasan kemerdekaan seseorang, penyanderaan, serta perbuatan tak menyenangkan. Agung adalah bekas desainer interior kantor PT Kreasi Anak Bangsa di gedung Central Cikini Nomor 58 W-X, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, yang dipimpin Marcella.

Kasus itu dilatarbelakangi utang Agung kepada PT Kreasi sebesar Rp 54 juta. Agung melaporkan, ia “dijemput” karyawan Sheila, lalu dianiaya dan diperlakukan tak senonoh di Hotel Ibis Thamrin pada Selasa malam lalu. Esok harinya, Agung bertemu dengan Marcella dan Ananda di PT Kreasi.

Nama Marcella, putri pertama pasangan Gozali Amran-Tety Liz Indriati, melambung setelah sukses di dunia sinetron dan membintangi film, seperti Bintang Jatuh, Eliana Eliana, dan Brownies. Bahkan ia dianugerahi Pemeran Perempuan Terbaik oleh Festival Film Indonesia 2005 dalam film Brownies.

Ibunya beberapa kali membintangi film, di antaranya Barang Antik (1983), Hatiku Bukan Pualam (1985), dan Takdir Marina (1986). Olivia Zalianty, adik Marcella, juga aktris film dan sinetron. Tety pernah mengatakan sifat maskulin Marcella muncul ketika kecil sehingga ia mendaftarkannya ke kursus kepribadian dan perlombaan model tapi ternyata tidak banyak mengubah kepribadiannya.

ANANDA NIKOLA SANG PEMBALAP NASIONAL DARI HERO KE ZERO

Jika kasus hukum yang melilit Ananda Mikola tak juga selesai, pembalap Formula A1 itu terancam batal mengikuti 10 seri balap Super Star, yang mulai berlangsung pada Februari 2009. “Bisa saja batal,” kata Tinton Soeprapto, ayah Ananda, kepada Tempo kemarin. Super Star adalah arena bagi para pembalap yang tidak bisa mengikuti Formula 1 dan juga World Series.

Menurut Tinton, Ananda tak bisa diganti dalam ajang ini karena pesertanya harus memiliki lisensi A Eropa. Padahal dialah satu-satunya pembalap Indonesia yang memiliki lisensi itu. “Tidak ada yang bisa gantikan Nanda,” katanya.

Ananda Mikola Soeprapto–lahir di Jakarta, 27 April 1980–pertama kali mengikuti lomba balap pada 1993, ketika usianya baru 13 tahun, dengan kendaraan Honda V-Tech Grup N. Pembalap favoritnya adalah mendiang Ayrton Senna, juara dunia tiga kali Formula 1 asal Brasil.

Kata “Mikola” di belakang nama Ananda diadopsi dari nama pereli veteran dan mantan juara dunia Hannu Mikola. Tinton Soeprapto, yang pernah menjadi navigator Hannu Mikola dalam kejuaraan reli di Indonesia pada 1976, sangat terkesan dengan pembalap Finlandia itu sehingga memakai Mikola sebagai nama belakang Ananda.

Nanda–begitu Ananda Mikola biasa dipanggil–bercita-cita ingin tampil di Formula 1, arena balap paling bergengsi di dunia. Bakat balapnya sudah ia perlihatkan ketika masih kanak-kanak dan berkali-kali menjuarai lomba balap sepeda BMX pada 1986.

Ananda tampil di Formula 3.000 pada 1999 hingga 2001. Pada musim lomba 2005, dia menjuarai Asian F3. Ananda ikut membela tim A1 Indonesia di arena A1 GP selama dua musim, yaitu 2005/2006 dan 2006/2007. Pada 2008 ini, Indonesia diwakili Satrio Hermanto.

Di arena Speed Car–arena balap yang mirip balapan Nascar di Amerika–Ananda tampil di empat seri di Uni Emirat Arab, Bahrain, Indonesia, dan Malaysia. Lomba ini digelar pada akhir 2007 hingga pertengahan 2008. Di Sirkuit Sentul, Ananda menempati urutan ketiga. Juni lalu, Ananda berada di urutan ketiga Formula 3.000 di Italia.

“Saya bangga pada Ananda karena dia selalu memberikan prestasi buat saya,” kata Tinton. Entah kasus penculikan dan penganiayaan berat ini termasuk prestasi atau tidak menurut Tinton.

Seorang Wanita Ditangkap Karena Berhubungan Seks Dengan 3 Anak Laki-Laki Dibawah Umur Namun Tidak Ada Yang Melaporkan Kasus Pemerkosaan Ini

Polisi di Syracuse, AS, menangkap seorang perempuan dewasa yang diduga main seks dengan tiga remaja pria.

Situs berita Deseretnews.com melaporkan, polisi memulai penyelidikan pada 19 November menyusul desas-desus tentang seorang perempuan yang mengirimi potret diri telanjang kepada seorang remaja pria.

“Saat kami memeriksa penerima foto itu, dia ternyata laki-laki (dewasa) berusia 18 tahun,” kata Letnan Tracy Jensen, Selasa. “Meski begitu, kami khawatir dengan desas-desus yang beredar.”

Perempuan tersebut, usia 40 tahun, dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lalu terungkap bahwa dia punya hubungan seksual dengan tiga remaja pria berusia 15 hingga 17 tahun.”Hubungan itu berlangsung antara enam bulan hingga satu tahun,” katanya.

Perempuan itu ditahan di Penjara Davis County pada pekan lalu untuk disidik dalam kasus  seks dengan anak belum cukup umur, seks melanggar hukum, dan memberi materi yang merusak anak-anak.

Perempuan itu dibebaskan dengan uang jaminan. Kejaksaan Davis County sedang mempelajari tuduhan yang bisa didakwakan, kata polisi.

Jensen mengatakan para detektif masih mencari korban-korban lain namun dia mengakui tampaknya sulit mencari yang mau mengaku.

“Mungkin mereka tidak mau melapor karena mereka bukanlah benar-benar korban,” kata Jensen.

“Jelas ada beda jika anda menghadapi kasus di mana perempuanlah yang memanfaatkan laki-laki. Tapi aturan hukum sangat jelas dan kami tidak membeda-bedakan karena memang kelakuan itu benar-benar melanggar hukum.

Wanita Muda Dipenggal Dihotel Sehabis Berhubungan Intim

Mengerikan. Wanita berusia sekitar 22 tahun ditemukan tewas dengan kepala terpenggal di kamar Hotel Handayani 2, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Minggu (23/11) malam.

Hingga Senin (24/11) siang , polisi masih belum menemukan identitas wanita malang tersebut. Petugas menduga korban karyawati perusahaan rokok ternama perwakilan Ngawen, Kabupaten Salatiga.

Penyelidikan pihak kepolisian mengarah kepada pemilik motor AB 3758 CL, yang kini menjadi satu-satunya petunjuk selain barang bukti berupa sidik jari. “Dokter tim forensik yang memeriksa tubuh korban, menyebutkan korban dibunuh Minggu malam, di atas Pk. 22:00,” kata Kapolres Semarang, AKBP Drs Abdul Hafidz Yuhas.

Menurut kapolres, hasil pemeriksaan tim forensik, korban tewas setelah lehernya dipenggal. Dari perkembangan penyidikan, sejak Minggu malam hingga Senin dinihari, penyidik telah memeriksa sedikitnya 12 orang saksi. Termasuk, tamu yang menginap di hotel tersebut.

Dari lokasi kejadian, petugas gabungan Polsek Getasan dan Polres Semarang yang dipimpin Kapolsek Getasan, AKP Sugani hanya mengamankan kasur dan sprei yang penuh dengan noda darah, sperma, dua bantal, dua gelas dan tabloid remaja.

Kuat dugaan, pelaku telah merencanakan pembunuhan sadis tersebut. Wanita muda malang itu memiliki ciri-ciri kulit kuning langsat, tinggi diperkirakan 160 cm, usia berkisar 22-25 tahun memiliki tanda di telapak kaki kanan bagian atas berupa bercak putih.

Ciri-ciri pelaku perawakan sedang, kulit kuning langsat, rambut cepak dengan logat Jawa kental, usia berkisar 27-30 tahun. Saat datang, pelaku penggunakan celana krem, jaket kulit hitam dengan menaiki motor Suzuki Smash hitam.

Ketika ditemukan pertama kali oleh sejumlah petugas hotel, posisi korban dalam keadaan terlentang di kamar mandi hotel. Bahu menghadap pintu kamar mandi.

TANCAP GAS
Pembunuhan sadis itu baru diketahui setelah pelaku keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa dan langsung tancap gas naik sepeda motornya. Hal itu sempat dilihat Ferry,21, anak pemilik hotel. Karena curiga Fery bersama sejumlah karyawan hotel masuk ke dalam kamar dan kaget melihat korban tewas mengenaskan.

Korban dan pelaku menginap di kamar hotel hanya sekitar tiga jam. Menurut Ny Sri Mulyani,45, pemilik hotel, pelaku sengaja tidak meninggalkan identitas karena langsung membayar sewa kamar.

Terjadi Lagi … Wanita Muslim Indonesia Diperkosa, Dipenjara Serta Dicambuk Di Arab Saudi

Sosok bocah cantik yang bermain di halaman sebuah rumah berdinding keramik pada Kamis (20/11) siang itu, tampak berbeda dari teman-teman sepermainannya. Bocah itu berumur 18 bulan dengan badan gemuk, kulit putih bersih, rambut berombak indah dan hidung mancung. Wajah kearab-araban bocah bernama Rani Dwi Lestari ini gampang dibedakan dengan wajah khas Jawa teman-teman sebanya.

Memang, Rani yang tinggal bersama ibu kandung dan ayah angkatnya di Desa Wringin Telu, Kecamatan Puger, Jember ini berdarah campuran: Jawa dan Arab. Lalu kenapa bocah itu bisa berada di Puger, yang berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Jember?

Rani memang anak kandung dari –sebut saja– Nur, 38. Namun Wagiman, 40, yang telah menjadi suami Nur selama 20 tahun terakhir, bukanlah ayah kandung Rani. Nur mengandung Rani setelah dia diperkosa oleh keponakan majikannya saat bekerja di Jeddah, Saudi Arabia. Sejak tiga minggu lalu, Rani menginjak Indonesia dan kemudian tinggal bersama ibunya di Puger.

Nurs menuturkan, dia mulai pergi ke Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) pada April 2006 lewat PT AG yang berada di Malang. Setahun pertama Nur di Saudi tidak ada masalah. Komunikasi terus berjalan dengan keluarga di Puger, dan bahkan setelah 5 bulan bekerja ia bisa mengirimkan uang Rp 4,2 juta.

Tapi setelah itu komunikasi terputus. Keluarga baru mengetahui kondisi Nur pada Februari 2008 dari kabar lewat sepucuk surat yang ditulis teman Nur di Saudi. Surat itu membuat keluarga di Puger kaget. Sebab, isinya memberitahu bahwa Nur sedang dipenjara di tahanan khusus wanita Ar Ruwais Woman Detention Centre di Jeddah karena perbuatan asusila. Dia dikenai hukuman dua tahun plus hukuman cambuk.

Nur menuturkan, pemenjaraannya berawal ketika dirinya melahirkan Rani pada April 2007 lalu. Nur melahirkan Rani di rumah majikannya Abdullah M Argani di kota Jeddah. Tidak ada yang tahu dirinya melahirkan, namun suara bayi membuat seisi rumah kaget. Penghuni rumah itu akhirnya mengetahui bahwa Nur melahirkan seorang bayi perempuan.

Kelahiran anak Nur itu tentu membuat majikannya kalang kabut. Majikannya lantas menuduh Nur telah berzina dengan orang tidak dikenal. “Padahal, saya sudah berulangkali mengaku bahwa saya diperkosa, dan yang memperkosa itu keponakan juragan sendiri,” tutur Nur dengan polos saat ditemui Surya.

Tetapi, tak satupun keluarga juragannya mempercayai ceritanya. Nur tak menyangka, juragannya yang dia kenal baik dan tidak pelit itu, akhirnya harus melaporkan dirinya ke aparat kepolisian. Karena tuduhan berbuat zina, Nur akhirnya dihukum penjara usai empat hari berada di rumah sakit untuk perawatan kelahirannya. “Saya harus membawa bayi saya karena tidak ada yang mau merawat. Jadi, sejak bayi merah, Rani sudah menemani saya di penjara,” kata Nur sambil agak menerawang.

Untunglah, selama di penjara bayinya mendapatkan perawatan cukup memadai. “Saya bisa meminuminya ASI. Oleh pihak penjara, anak saya juga diberi susu kaleng dan imunisasi rutin. Jadi anak saya sehat,” kata Nur.

Meski berada di penjara, Nur melewati hari-harinya dengan cukup terhibur dan penuh kesibukan karena kehadiran Rani. Suasana berubah ketika hari pelaksanaan hukuman cambuk tiba. Sesuai aturan hukum di Saudi, mereka yang terjerat kasus perkosaan dikenai hukuman cambuk dengan rotan. Dan untuk kasus Nur, dia terancam 2.000 kali cambukan yang mesti dicicil selama 2 tahun.

Nur kemudian bisa berkirim surat ke suami dan keluarganya di Puger. “Saya bilang bahwa saya mempunyai anak karena diperkosa keponakan majikan. Saya minta suami saya untuk menikah lagi. Ternyata dia tidak mau dan akan menunggu saya,” kata Nur, yang mengaku bangga dengan suaminya.

Setelah pihak LSM buruh migran Indonesia mendapatkan info tentang Nur dari para buruh di Saudi, nasib Nur mulai terpantau pemerintah Indonesia. Dan hukuman 2.000 kali cambukan, akhirnya cuma didapatkannya sebanyak 50 kali. “Ada sejumlah wanita Indonesia lainnya yang menjalani hukuman di Ar Ruwais,” ucap Nur.Pada akhir Oktober lalu, Nur dibebaskan. Tak mau berurusan lebih panjang jika harus menggugat keponakan majikannya, Nur memutuskan segera pulang ke Indonesia.

Sempat Nur ingin memberikan Rani kepada orang Saudi yang berminat. Tapi, justru keluarga dan suaminya di Puger memberi dukungan dan siap menerima kedatangan Nur bersama bayinya. “Suami saya berpesan agar Rani ikut dibawa pulang. Suami saya sangat menerima. Itu yang menguatkan saya untuk menerima keadaan ini dengan pasrah,” kata Nur.

Dari pernikahannya dengan Wagiman, Nur dikarunai tiga anak, yang sudah beranjak remaja. “Saya terharu karena justru suami dan keluarga di sini sangat sayang pada Rani. Tak bisa saya bayangkan jadinya andaikata Rani saya serahkan pada orang Saudi yang menginginkan dia,” ucap Nur

Karena Cinta Seorang Pemuda Membunuh Sepupunya dan Memperkosa Mayatnya .. Cinta Diri Sendiri Kalee

Kelakuan Firman, 22, membuat orang se Palembang bertanya-tanya. Benarkah dia mencintai gadis Fatma, 21, sepupunya sendiri? Ataukah hanya sekedar nafsu? Soalnya, hanya karena cintanya tak bersambut, dia tega membunuhnya. Paling sadis, setelah gadis itu jadi mayat langsung ditelanjangi dan diperkosa berkali-kali!

Hukum Islam tidak melarang lelaki perempuan satu nenek berkahwin. Cuma untuk adat orang Jawa maupun Sunda, kalau tidak kepepet betul, hindarilah pernikahan yang terlalu dekat pertalian darah tersebut. Bukannya apa-apa, hanya banyak sekali contoh menunjukkan, saudara sepupu jadi sepaha sering berpengaruh pada keturunan. Ada yang cacat secara pisik, ada pula cacat secara mental. Secara ilmu genetika memang susah diteorikan, tapi dalam praktek sering terjadi hal demikian itu.

Agaknya nasihat seperti ini telah dipaparkan pada Firman, ketika dia naksir berat pada Fatma sepupunya sendiri, warga Desa Banyuasin Tiga, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Tapi nasihat itu rupanya tak digubris, karena dia beralasan itu kan tradisi dan teorinya orang Sunda dan Jawa, sedangkan wong kito kan tinggal di Sumatera Selatan. “Nenek moyangku raja Sriwijaya, bukan raja Pajajaran atau Majapahit,” begitu kira-kira kata Firman ketika menerapkan aji pengeyelannya.

Ya, capek deh! Firman yang bernenek moyang raja, ngotot naksir Fatma yang nenek moyangnya hanya seorang pelaut, tapi gemar mengarung luas samodra. Padahal di samping urusan pertalian darah, sebetulnya gadis itu sama sekali tak filing pada Firman. Maklumlah, dia sudah punya kekasih sendiri yang begitu sangat dicintai. Maka nasehatnya kemudian pada sang kakak sepupu, Fatma terpaksa mensitir kata-kata KH Zainudin MZ dulu: masih banyak janda yang bisa kau cintai dan santuni!

Akan tetapi Firman tak bisa menerima penolakan cinta itu. Baginya tak ada perempuan lain di dunia ini kecuali Fatma seorang, yang cantik jelita, yang putih bersih dengan betisnya yang mbunting padi, yang bodinya sekel nan cemekel, dan bla bla bla ….lainnya lagi. Makanya, biar kedatangannya selalu tak digubris, Firman masih saja selalu apel ke sana. “Kenapa harus malu, toh ini rumah pamanku sendiri,” begitu kata Firman ketika diledek teman-temannya.

Lama-lama risih juga keluarga Fatma menghadapi sikap ndableg Firman. Sudah dibilang tak ada hati dan masih famili, kok nyosor terus. Untuk menyurutkan nyali sang pemuda, kemudian sengaja Fatma memanas-manasi Firman. Jika jalan bareng dengan si doi, sengaja dia lewat depan rumah kakak sepupunya tersebut. Maksudnya, biar Firman tahu diri dalam arti lalu tidak mengejar-ngejarnya lagi. Sukur-sukur dia langsung balik bakul dan nubruk perawan lain untuk dinikahi.

Kelakuan Fatma ternyata berakibat fatal. Sikap memanas-manasi itu membuat Firman cemburu dan mata gelap. Ketika rumah si gadis sepi, langsung dia masuk dan menyergapnya. Fatma dijerat dengan kabel hingga tewas. Setelah itu langsung ditelanjangi dan kemudian diperkosa, toh inilah puncak perburuannya selama ini. Tapi baru beberapa jam menikmati “kesuksesan” cintanya, tiba-tiba polisi menyergapnya. Di Polres Banyuasin dia diperiksa, kenapa tega memperkosa mayat sepupunya sendiri? “Biar sudah jadi mayat, aku sangat mencintai dan nggak ada seorangpun yang boleh menikmati Fatma selain saya, itulah cinta. Yang penting rasanya Bung!”, kata Firman tanpa malu-malu.  Cinta diri sendiri kalee loe cong …

Untung bukan Sumanto, jadi biarpun cinta nggak dimakan sekalian!

Pacaran Dengan Gadis Idiot Ternyata Hanya Untuk Diperkosa Beramai-ramai Dengan 4 Teman Dalam Mobil Dijalan Tol

Biadab kelakuan lima pemuda ini. Mereka mengajak Is, 14 pergi dari panti asuhan lalu memerkosa secara bergantian dalam mobil yang melaju di jalan tol hingga Is pingsan karena tidak kuat lagi. Lalu, mereka membuang gadis ABG yang lemah mentalnya ini di pinggir kali.

Musibah yang menimpa Is, penghuni panti asuhan di kawasan Bantar Gebang, Bekasi, sungguh menyedihkan. Ia ditemukan warga berjalan tertatih-tatih di tepi kali Kp. Cerewet, Duren Jaya, Bekasi Timur, Jumat (21/11) dinihari.

Sejumlah ibu-ibu yang hendak belanja ke pasar sempat mengira gadis yang baru siuman dari pingsan itu adalah hantu lantaran ia berjalan tertatih sambil menangis di kegelapan fajar, sekitar pukul 03:30. Namun setelah memastikan kalau gadis tersebut manusia, barulah warga berani menolong.

“Tadinya kita mengira dia hantu karena pakaiannya lusuh dan ada bercak darah di celananya. Kami terperangan ketika mendengar cerita dia sambil menangis,” kata Ny. Heni,35 warga. Korban akhirnya dibawa ke rumah salah satu warga, disuruh mandi lalu diberi makan.

Petugas Polsek Bekasi Timur menerima laporan warga ini datang ke lokasi lalu membawa korban ke RS Polri Kramatjati untuk divisum.

Is, ketika ditanya menceritakan, Kamis (20/11) pagi sekitar pukul 07:00 pacarnya, Bud datang ke panti asuhan. Is mau saja diajak pergi dengan alasan mau diberi pekerjaan. Berangkatlah sejoli ini menggunakan mobil carry warna hijau.

“Saya diajak muter-muter. Ketika di jalan tol mobil berhenti, nggak lama datang empat lelaki masuk ke mobil,” papar Is, yang bicaranya agak cadel ini.

Mobil pun terus berjalan. Gadis lugu ini tak menaruh curiga ketika empat lelaki teman sang pacar masuk mobil. Rupanya lima berandalan ini sudah punya niat busuk. Pakaiannya dipeloroti hingga telanjang, lalu sang pacar memperkosanya pertama kali.

Percuma saja is menjerit dan menangis, dia tetap dinodai, bahkan digilir oleh 4 pemuda teman Bud. Dalam keadaaan pingsan ia dibuang. Petugas Polsek Bantar Gebang dan Polsek Bekasi Timur masih mencari panti asuhan yang disebutkan Is karena tidak bisa memberi alamat yang rinci.

DI BOGOR
Seorang cewek ABG warga kampung Gugunung RT 02/03 Desa Banjabumi Kecamatan Ciawi Bogor, pulang dari warung diperkosa secara bergilir oleh tiga pemuda berandal, Rabu (19/11) malam. Korban, SS, 15, yang masih trauma baru melapor ke Polres Bogor, Jumat (21/11)

Gadis yang masih duduk di salah satu SMP di Bogor ini mengaku saat berjalan pulang kerumahnya sekitar pukul 20.00 WIB, ia bertemu dengan tiga pemuda kampung yakni, Ys 20, Iy,18, dan Om, 21. Ketiga pemuda itu membuntutinya sambil mengajak ngobrol. Karena melihat tiga pemuda itu sopan, baik, ramah dan murah senyum serta tampan-tampan,  korban mau saja di ajak mampir ke salah satu rumah pelaku, ditempat itu ia ditelanjangi dan kemudian diperkosa secara bergiliran hingga menjelang subuh.

KBO Reskrim Polres Bogor, Iptu Syaiffudin Gayo ketiga pelaku sudah ditangkap tak lama setelah korban melapor.