Category Archives: pemerkosaan

Seorang Gadis Di Mutilasi Setelah Diperkosa Ramai Ramai

Lebih dari satu bulan, aksi keji pemerkosaan dan pembunuhan dengan mutilasi terhadap warga Banjarbaru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Fatmawati (16) sudah berlalu. Meskipun tujuh orang yang diduga melakukan aksi biadab itu telah ditangkap, potongan tubuh Fatma belum utuh ditemukan.

“Kami selalu berharap dan berdoa agar potongan tubuh—bagian dada—itu segera ditemukan. Jika sudah ditemukan, rencananya makam Fatma akan dibongkar lalu dikubur ulang dengan sisa potongan tubuh tersebut. Kasihan jika dimakamkan terpisah,” kata ayah Fatma, Basuni, di Banjarbaru, Sabtu (8/1/2011).

Sebelumnya, potongan-potongan tubuh Fatma yang telah ditemukan sudah dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum Muslimin Guntung Harapan, Guntung Manggis, Landasan Ulin Utara, Jumat (26/11/2010) silam. Pencarian pun terus dilakukan aparat kepolisian dibantu relawan dari Team Radio Communication (TRC) Banjarmasin. Namun, hasilnya masih nihil.

Jumat (7/1/2011) sore, pencarian kembali dilakukan di kawasan saluran irigasi Desa Jingah Habang Ilir, Karang Intan, Banjar. Dalam pencarian ini, salah seorang tersangka, yakni Ardiansyah alias Sawa, dilibatkan.

“Kami mencari berdasarkan pengakuan Sawa mengenai tempat dirinya membuang potongan tubuh Fatma. Namun, kami hanya menemukan karung biasa dan bra (penutup dada perempuan). Itu pun belum bisa dipastikan apakah terkait dengan kasus ini,” ujar kerabat Fatma, Syaiful.

Dia mengungkapkan, saat pencarian itu Sawa seperti orang bingung. “Dia diminta menunjukkan lokasinya, tetapi justru bingung, Seperti linglung,” ujar Syaiful.

Syaiful yakin potongan tubuh Fatma akan ditemukan meski sudah membusuk. “Tulang belulangnya pasti masih ada,” tegasnya.

Kasatreskrim Kepolisian Resor Banjar Ajun Komisaris Nuryono saat dikonfirmasi membenarkan adanya pencarian. Dia pun mengungkapkan, hasil pencarian dibawa ke Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan.

Adapun Kasat I Ditreskrim Polda Kalsel Ajun Komisaris Besar Namora menyatakan masih perlu penelitan untuk memastikan karung dan bra itu terkait kasus mutilasi terhadap Fatma. “Masih perlu dibuktikan untuk memastikan,” tegasnya.

Selain Sawa, ada enam tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Fendi Ardiyanto alias Fendi, Akramudin alias Icun, Alex Pratama alias Alex, M Aldiansyah alias Tole, Alamsyah alias Ancah, dan M Syafii Rifani alias Erfan. Diduga, kasus yang terjadi Kamis (18/11/2010) malam itu diotaki oleh Fendi yang mengaku sebagai kekasih Fatma. Padahal, Fatma sudah menikah dengan Syahlan.

Aksi keji tersebut berawal dari pertemuan para tersangka dengan Fatma di kawasan Minggu Raya, Banjarbaru. Di sini Fatma menenggak pil koplo dan meminum alkohol murni dicampur minuman energi yang diberi Icun. Setelah itu mereka menuju hutan pinus.

Berdasarkan pengakuan mereka kepada penyidik, saat itu Icun membawa tas warna hitam merek Revo yang berisi parang. Sementara Fendi membawa tas warna hitam merah berisi parang dan karung beras. Kedua parang tersebut merupakan milik Fendi.

Begitu tiba di hutan pinus, Fatma yang sudah dalam kondisi mabuk dibekap lalu diperkosa secara bergantian. Setelah memerkosa, Sawa mengeluarkan parang dan menggorok leher Fatma. Aksi mutilasi pun dilakukan. Setelah potongan tubuh dimasukkan ke tas dan karung serta dibuang secara terpisah di kawasan Bincau.

Jumat (19/10/2010) petang, tas hitam merek Revo yang berisi potongan kepala, kedua tangan, dan kaki kiri Fatma ditemukan warga di saluran irigasi Desa Bincau. Tiga hari kemudian potongan kaki kanan sampai pusar Fatma ditemukan di sungai Desa Bincau.

Sejak itu polisi terus melakukan penyelidikan dan perburuan terhadap orang-orang yang diduga menjadi pelaku. Informasi yang diperoleh, tujuh tersangka itu dibekuk di tempat berbeda pada Selasa (14/12/2010) hingga Kamis (31/12/2010) malam.

Adalah Fendi yang pertama kali ditangkap di kawasan Pasar Pagi, Banjarmasin. Lalu, Ancah di Sungai Sipai Banjar dan Icun di depan STM Banjarbaru. Tidak lama kemudian giliran Sawa di kawasan Balitan Banjarbaru, Erfan di kawasan Pasar Lama Banjarmasin serta Alex dan Tole di Guntung Paikat Banjarbaru.

Seorang Ayah Langsung Bunuh Diri Sehabis Memperkosa Anak Kandung

Manogret (38), penduduk Jalan Teratai, Karangrejo, Medan Polonia, Medan, Sumatera Utara, langsung mengakhiri hidupnya setelah aksi cabul terhadap putri kandungnya terbongkar. Mayat Manogret ditemukan di kediamannya, Sabtu (8/1/2011), berdekatan dengan sebotol cairan pembersih lantai. Kuat dugaan, aksi bunuh diri itu dilakukannya dengan menenggak cairan tersebut.

Di sisi lain keluarga korban terkesan menutupi kasus kematian korban. Isu yang beredar, bunuh diri itu sengaja dipilih korban karena tak kuat menanggung aib yang dilakukannya sendiri.

“Dia memerkosa anaknya sendiri yang berusia empat tahun. Warga di sini berencana melaporkannya ke polisi, tapi keluarganya melindunginya,” kata seorang sumber Serambi di lokasi kejadian.

Kebanyakan Nonton Film Porno Seorang Kakak Memperkosa Adik Kandung Sendiri

Syaifudin (20) tega memperkosa adiknya sediri, NI (9), yang masih duduk di bangku kelas 4 SD. Akibat perbuatannya, pemuda bekerja serabutan asal Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri ini, harus meringkuk di sel tahanan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri, Kamis (30/12).

Perkosaan itu terjadi dua kali pada tanggal 11 Desember dan 14 Desember 2010, di ruang tamu rumah pamannya, Masruri. Saat melakukan aksinya, korban sedang berada di rumah sendiri, sedang pamannya sedang keliling menjual jamu. Pemicunya, tersangka mengaku terpengaruh adegan film porno yang sering dia tonton. “Dia jadi tidak kuat menahan nafsu,” kata Kanit PPA Polres Kediri Ipda Rini Pamungkas menirukan pengakuan tersangka.

Terbongkarnya kasus tersebut, setelah korban mengaku takut berada di rumah sendiri. Selain itu, korban juga mengeluh perutnya sakit. Kemudian paman korban, Masruri, memeriksakan korban ke puskesmas setempat. Saat menjalani pemeriksaan tersebut, korban bercerita kepada pamannya, kalau dia telah digagahi oleh kakanya sendiri.

Mendengar kabar tersebut, paman korban tidak terima dan melaporkan kasus tersebut ke polisi. “Kami masih menunggu hasil visum,” jelas Rini

Pengusaha Warnet Di Cibodas Tangerang Dibunuh Pelamar Kerja Karena Memaksakan Syarat Oral Seks Sebagai Jaminan Diterima Kerja

Motif pembunuhan terhadap pengelola warnet dan restoran di Jalan Raya Sawo, Perumnas I, RT 01/24 , Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang dilatarbelakangi sakit hati. Boy Manurung, 24, nekat menghabisi nyawa Safarullah,45, setelah dipaksa melakukan oral seks oleh korban.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Metro Tangerang, Kombes Taviv Yulianto, soal motif pembunuhan yang terjadi Minggu (26/12) kemarin. Menurut Taviv, tersangka baru pertama kali bertemu dengan korban di daerah Kalideres, Jakarta Barat. Sabtun (25/12) siang. Pada pertemuan tersebut, Safarullah menjanjikan akan memberikan pekerjaan kepada pelaku mengurus warnet dan restoran yang dikelolanya.

Boy Manurung pun mengikuti korban ke rumah yang sekaligus tempat usaha warnet dan restoran itu . Ketika itu korban meminta pelaku untuk tidur di rumahnya. Tak curiga, korban pun menuruti kemauan Safarulah.

Di kamar tersebut, Safarulah meminta pelaku untuk berhubungan seks. Namun permintaan tersebut ditolak oleh Boy Manurung. Pengelola warnet Resident Café itu pun kesal dan mengancam pelaku tidak akan diberikan pekerjaan . Lantaran diancam, korban pun menuruti kemauan korban melakukan oral seks. “Karena tubuh korban lebih besar, pelaku pun mau melakukan oral seks,” ujar kapolres.

Usai melakukan perbuatan bejat tersebut, Safarullah tertidur. Melihat korban tertidur, Boy kemudian keluar kamar dan mengambil pisau dan golok di ruang dapur. Merasa sudah dilecehkan, pelaku kemudian berusaha menusuk korban. Rupanya Safarullah mengetahui pelaku akan menusuk dirinya. Keduanya pun terlibat perkelahian di kamar. Pelaku membabi buta menusuk pengelola warnet itu.

Suara gaduh , membuat Arif dan Tugiyo masuk ke kamar korban, namun pelaku mengacungkan golok kepada kedua karyawan warnet tersebut. Kedua karyawan itu pun kembali keluar kamar untuk meminta bantuan. Lantaran sudah terkepung dengan warga, Boy Manurung bersembunyi di lemari di kamar. Waktu tertangkap warga mengeroyok pelaku hingga babak belur.

Kapolres membantah jika dalam peristiwa itu terjadi perampokan. “Dari pengakuan tersangka kepada kami, pelaku merasa sakit hati karena dipaksa k memuaskan nafsu korban,” ungkap Kapolres menambahkan pelaku dijerat dengan pasal 338 subsider 351 ayat 3 dengan ancaman diatas 5 tahun penajara.

Seorang Paman Culik dan Memperkosa Keponakan Usia 16 Tahun Di Hotel

Seorang anak gadis berusia 16 tahun pergi ke kantor polisi melaporkan perbuatan sang paman yang dituduhnya memperkosa dirinya sebanyak lima kali di sebuah hotel.

Seperti dilansir The Straits Times, Rabu (15/12/2010), gadis ini memasukkan laporan di kantor polisi di Keningau, Sabah, Malaysia atas kasus pemerkosaan yang dilakukan sang paman antara 1 Desember dan 5 Desember lalu.

Kepala polisi resort Keningau Deputi Superintendent Zahari Mohamad mengatakan si gadis yang masih bersekolah itu mengatakan sang paman menculik dan membawanya ke hotel lalu memperkosanya secara berulang-ulang. Sang paman berprofesi sebagai tentara.

“Ia mengatakan kepada kami jika dirinya takut melarikan diri yang secara konstan memonitor dirinya,” kata Zahari sembari menambahkan pihaknya kini sedang menginvestigasi kasus itu dan mencari si pelaku.

Pria Tuna Wisma Dihukum Penjara 30 Tahun Karena Memperkosa Gadis Liar

Seorang pria pengangguran mengaku memperkosa karena gadis itu liar. Demikian disampaikan pria bernama Mohd Zuraimi Mohamad Zainal (24) di depan pengadilan Shah Alan di Malaysia dan dilansir The Star, Jumat (17/12/2010).

“Saya harus mengakui jika saya memperkosanya tapi dia gadis yang liar,” ujarnya di depan hakim. Si pria ini dituduh memperkosa gadis berusia 15 tahun di sebuah rumah di Felda Soeharto, Kuala Kubu Bharu, Agustus lalu.

Namun Hakim Hasbi Hasan mengatakan meski si gadis itu bersedia tetapi tetap melanggar hukum. “Meski ia seorang pekerja seks hal itu tidak dibenarkan. Melakukan hubungan seks di bawah umur adalah pemerkosaan,” demikian kata sang hakim.

“Ia gadis yang liar. Bukan saya yang pertama kali ngeseks dengannya,” ujar Mohd Zuraimi. Jika ia dinyatakan bersalah maka ia menghadapi ancaman hukuman hingga 30 tahun penjara dan juga hukuman cambuk. Kasus ini akan diputus pada 27 Desember mendatang.

Perawat Indonesia Mengaku Diperkosa Setelah Tersinggung Ajakan Untuk Berhubungan Seks Ditolak Majikannya

Seorang perawat pribadi asal Indonesia berusia 25 tahun mengaku diperkosa oleh majikannya di Taiwan yang berusia 78 tahun hingga 23 kali dalam sebulan. Demikian diberitaka NowNews, pekan ini.

Dalam pengakuannya kepada tim penyidik, ia mengatakan dirinya diperkosa di kamar mandi dan juga ruang keluarga antara Februari dan September sembari menambahkan jika sang majikan mengonsumsi beberapa obat-obatan sebelum memperkosanya.

Dalam pengakuannya, perawat ini juga menuduh si majikan mengancam akan mengirimnya kembali ke Indonesia. Tetapi, tim penyidik kemudian menemukan perbedaan dalam pernyataannya dan membatalkan tuduhan itu.

“Meski ia sudah mengonsumsi obat-obatan ia tidak akan bisa melakukan pemerkosaan sebanyak itu,” jelasnya sembari menyatakan mereka meragukan pernyataan si wanita. Tim penyidik kemudian mengatakan jika si wanita akhirnya mengaku bahwa si majikan tidak memperkosanya namun memintanya ngeseks dengan dirinya.

“Ia mengatakan bahwa istri sang majikan memintanya ngeseks dengan anak laki-lakinya,” demikian kata tim penyidik. Pria tua itu mengatakan ia menyewa perawat tersebut untuk merawat istrinya pada Februari lalu.

Ia menambahkan, si perawat sebenarnya yang ingin ngeseks dengannya namun ia tak bisa lagi melakukannya. Karena itu ia menolak tawaran si perawat. Seorang teman si pria tua itu mengaku si perawat malah sering menawarinya ngeseks dengan bayaran Rp 604 ribu saat ia berkunjung ke rumah temannya.