Category Archives: pemerkosaan

Penjahat Kolor Coklat Beraksi Hampir Berhasil Memperkosa Dua ABG

PEKANBARU – Bila penjahat Kolor Ijo ada di Jakarta, kini muncul penjahat bugil Kolor Coklat.

Bedanya, Si Kolor Ijo mengenakan celana dalam pada tempatnya. Sedangkan Si Kolor Coklat mengenakan celana dalam di kepala sebagai topeng,

Penjahat bugil dengan bertopengkan kolor coklat itu, nyaris memperkosa dua ABG kakak beradik, warga Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Menurut Kapolsek Mandau, AKP Ade Muliana, seperti dikutip detikcom, Kamis, dua korban kakak beradik itu adalah Sari (16) dan Dian (13) warga Jalan Tuanku Tambusai, Duri, sekitar 150 Km arah utara dari Pekanbaru.

Kepada petugas, keduanya mengaku peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/7) dinihari. Ketika kedua gadis ini terlelap tidur, cerita Sari kepada Polsek Mandau, diduga saat itu pria kolor coklat masuk ke dalam kamar mereka. Namun beruntung Sari tersentak dari tidurnya dan melihat ada orang masuk ke kamarnya.

Pria yang masuk kekamar berciri-ciri berbadan gemuk dengan perut buncit, rambut keriting mengenakan tutup kepala dengan kolor warna coklat. Sedangkan sekujur tubuhnya dibalur dengan lumpur warna kuning. Lantas pria kolor coklat ini sempat memukul Dian yang tengah terlelap tidur.

“Ketika adik saya dipukul dengan benda tumpul, saya tersadar, namun saya tidak bisa berbuat banyak.

Mulut ini rasanya terkunci. Malah pria itu mengajak saya untuk turut membantu membunuh adik saya Dian,” kata Sari seperti dikisahkan Kapolsek Mandau.

“Pagi itu saya benar-benar ketakutan. Setelah adik saya dipukul, pria bertopeng kolor coklat meminta saya meladeni nafsunya,” kata Sari yang kemudian berteriak minta tolong.

Mendengar gadis itu berteriak, pria kolor coklat kabur lewat jendela. Diduga pelaku kabur pakaim motor.

300 ABG Diperdagangkan Sebagai Pelacur Dengan Tarif 500 Ribu Per Jam

BOGOR – Perdagangan manusia untuk dijadikan pelacur kian marak. Hasil pemeriksaan petugas Polwil Bogor yang menangkap 3 germo menyebutkan ada sekitar 300 cewek ABG yang ditampung di Jakarta Barat. Mereka siap melayani lelaki hidung belang di tempat hiburan papan atas.

Lokasi penampungan para ABG yang direkrut dari beberapa propinsi ini, diakui Eli, salah satu germo yang ditangkap, Senin (14/7) malam lalu, berada di delapan lokasi berbeda.

Satu lokasi sebelumnya sudah digerebek Polwil Bogor, Jumat (11/7). Ke tujuh lokasi penampungan lainnya, diakui tiga tersangka, sudah diketahui aparat setempat.

”Selama tiga tahun, operasi kami diketahui aparat setempat. Kami aman, karena ’koordinasi’ lancar. Ini hanya faktor sial saja, saat satu lokasi kami di bilangan Mangga Dua di gerebek Polwil Bogor. Sementara tujuh lokasi lain, masih aman sampai sekarang,” kata seorang sumber di kepolisian mengutip pengakuan ketiga tersangka yang ditangkap yakni Oki, 40, Ny. Ama, 49, dan Eli, 40.

DIIMING-IMINGI KERJA DI SALON
Perwira di Polresta Bogor ini menambahkan jaringan ini memberi iming-iming bagi para korban dengan menawarkan bekerja di mal dan salon dengan gaji besar. Korban yang terjerat lalu di antar kepada Evi, salah satu tersangka yang ditangkap pada Jumat pekan lalu.

Selanjutnya, Evi menyerahkan para ABG itu ke tangan Daniel yang juga ditangkap pada saat yang bersamaan. Tersangka mengaku para ABG itu kemudian dipekerjakan sebagai wanita penghibur di tempat hiburan malam Jakarta seperti Stadium, Malboro, Milles, Milenium dan 1001.

Wanita-wanita ini biasanya mendapat fasilitas antarjemput dan didandani dengan baju mahal dan modis agar tampil menarik. Tarif mereka berkisar Rp500 ribuan sekali kencan. Namun dari jumlah itu, sang cewek hanya mengantongi Rp70 ribu saja.

Setelah menangkap Evi dan Daniel, Polwil Bogor menyusul membekuk tiga tersangka penjualan ABG dan gadis di bawah umur lainnya pada Senin (14/7) malam.

Mereka yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi Bogor ini ditangkap di sebuah rumah di Jalan Sudirman Air Mancur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Para tersangka yang diringkus itu adalah Oki 40, pacar Evi, warga Gang Aut, Bogor Selatan, Ny Ama, 40, ibunda Daniel, dan satu germo lagi bernama Eli, 40, warga Jalan Mangga Besar, Jakarta.

DARI BEBERAPA WILAYAH
Keberhasilan Polresta dan Polwil Bogor membongkar sindikat perdagangan ABG dan gadis di bawah umur ini berkat pengaduan Ny. SA, orangtua RM, salah satu korban sindikat ini.

Pengaduan Ny. SA ditindaklanjuti Polwil Bogor yang akhirnya mengamankan 40 ABG di dua tempat berbeda masing-masing di Gang Industri, Mangga Dua, dan Jalan Mangga Besar II, Jakarta, Jumat (11/7) malam lalu.

Dalam penggerebekan yang dipimpin Iptu Herry itu, petugas mengamankan dua tersangka yakni Rhama Daniel, 20, warga Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat dan Evi Rahayu, 24, warga Jalan Roda 2 RT 03/09, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Para ABG ini direkrut dari beberapa wilayah seperti Bogor, Sukabumi, Bandung, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Indramayu, Subang, Majalengka, Tegal, Kalimantan Selatan dan Lampung.

Kepada petugas, RM, korban, yang masih duduk dibangku kelas 3 SMP, mengaku ia dijanjikan Evi diberikan pekerjaan di salon ternama di Jakarta dengan gaji besar.

Namun baru berselang sehari, Ny. SA, mendapat informasi jika anaknya bukan dipekerjakan di salon melainkan dipaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK) di klab malam. Mereka dijual ke om-om dengan tarif Rp500 ribu untuk short time. Dari tarif ini, mereka hanya diberi Rp70 ribu.

Seorang Supir Truk Memperkosa Empat Putri Kandungnya Hingga Hamil

MEXICO – Cukup hanya seorang ayah yang bejat di dunia ini, seperti seorang sopir truk di Guadalajara, Meksiko, ini. Pengadilan Jalisco, Selasa (15/7), menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara terhadap sopir yang tak dirinci namanya ini.

Hukuman ini diberikan karena si sopir memerkosa empat putrinya, dengan dua di antaranya hamil dan melahirkan. Di pengadilan terungkap, ulah si sopir ini menyebabkan putri bungsunya yang berusia 11 tahun hamil dan melahirkan tahun 2006.

Saat bersamaan, si sopir mengemudikan truknya ke Meksiko utara ditemani putri sulungnya yang berusia 15 tahun. Sopir ini juga berhubungan intim dengan putri sulungnya. Menurut jaksa, si sopir juga memerkosa dua putrinya yang lain, masing-masing berusia 12 tahun dan 13 tahun, pada tahun 2006.

Putri sulungnya hamil dan punya anak. Pria ini ditangkap tahun 2007. Di pengadilan, si sopir mengaku tidak memaksa putri-putrinya untuk melayaninya kecuali hanya meminta mereka untuk menceritakan semua ini kepada ibu mereka. Sang ibu yang sudah diusir si sopir mengatakan, dia sejak pertama mengetahui ulah suaminya, tetapi tidak melapor ke polisi karena berharap si suami bertobat.

Si ibu melapor setelah didesak salah satu putrinya.

Siswi ABG Diperkosa Pada Hari Pertama Masuk Sekolah

LAMPUNG – Baru sehari masuk sekolah, seorang siswi SMP, Kania,14, warga Talang Padang, Tanggamus, Lampung diperkosa tukang ojek di lokasi wisata, Senin siang.

Menurut keterangan, pelaku Syarifudin,19, warga Jalan Raden Saleh, Tanjungkarang, siang itu merayu korban jalan-jalan naik motor.

Korban kemudian diajak ke tempat wisata, Lempasing, Telukbetung Barat. Di lokasi wisata itulah, pelaku bermesraan hingga diluar batas dengan siswi SMP tersebut.

Usai melampiaskan nafsunya, pelaku kemudian mengantarkan korban ke rumahnya. Sang ibu yang melihat bercak darah di rok korban, menduga gadis kecil itu sudah menstruasi.

Namun, alangkah kagetnya wanita ini, ketika anaknya menuturkan usai diperkosa tukang ojek. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Poltabes Bandarlampung.

Selang beberapa jam kemudian, pelaku dibekuk polisi saat mangkal di Jalan Kartini, Tanjungkarang.

Kepada polisi, tersangka menyangkal memperkosa korban. Tukang ojek ini mengatakan hubungan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka.

Menurut Kanit PPA, AKP. Hari Sutrisno, tersangka ditangkap saat sedang mangkal. Petugas juga menyita sepeda motor yang digunakan tersangka membawa korban.

Pengantin Baru Dihipnotis dan Dibawa Ke Hotel Untuk Diperkosa Oleh Supir

JAKARTA – Bermodalkan ilmu hipnotis yang dipelajarinya selama tiga bulan di Lampung, sopir angkot memperkosa wanita pengantin baru di hotel. Pelaku juga menggasak perhiasan serta uang ratusan ribu milik korban.

Tr, 20, dua kali diperkosa di hotel kelas melati di kawasan Tanah Abang, Jakpus, oleh Andri Ari Wibowo,25, sopir angkot jurusan Grogol-Muara Angke. Perempuan ini bertemu Ari saat tengah menanti angkutan umum di Terminal Blok M, Jumat (11/7) siang.

Sebuah tepukan di pundak menjadi awal malapetaka bagi perempuan yang baru empat bulan dinikahi oleh Abdul, 29, ini. Saat itu, korban berniat pulang ke rumahnya di Muara Baru, Penjaringan usai berkunjung ke rumah salah seorang kerabatnya.

“Mau kemana mbak?,” tanya Andri saat itu sambil menepuk korban.

“Saya nggak sadar, pokoknya setiap ajakannya waktu itu saya turuti,” kata korban yang ditemui di Polsek Penjaringan, Sabtu (12/7) siang.

Korban menurut saja ketika dibawa ke sebuah hotel kelas melati di kawasan Tanah Abang. Di tempat itu, dua kali lelaki asal Brebes, Jateng itu melampiaskan hawa nafsunya. Selanjutnya uang Rp700 ribu, cincin serta HP Tr diambil pelaku. “Dia bilang biar aman disimpan sama dia,” lanjut korban.

Pelaku kemudian membawa korban ke daerah Penjaringan. Persis di depan Mega Mal Pluit, korban ditinggal. “Setelah pelaku pergi, saya baru sadar kalau kena tipu,” tandasnya.

Kapolsek Penjaringan Kompol Asep Adi Saputra menyebutkan, Andri berhasil ditangkap saat sedang nongkrong di Jalan Tanah Merah, Jembatan Tiga. “Dia ternyata pelaku perampasan motor pengojek dengan modus hipnotis,” jelas kapolsek didampingi Kanit Reskrim Iptu Ali Zusron.

Andri mengaku belajar hipnotis di Lampung. “Tiga bulan saya berguru ilmu itu,” ucapnya.

PURA-PURA MINTA DAUN JAMBU
Aksi hipnotis juga menimpa Ny.Eli, 55, warga RT 08/12 No. 29, Kelurahan Pasar Manggis, Setiabudi, Jaksel, Sabtu (12/7). Empat pelaku pura-pura minta daun jambu untuk obat muntaber, menggasak perhiasan senilai Rp20 juta dan uang Rp100 ribu. Korban baru menyadari kena hipnotis setelah pelaku kabur.

Eli menurut saja saat pelaku menyuruhnya mengambil daun jambu, seorang pelaku menyelinap masuk ke kamar lalu menggasak perhiasan. Kasusnya ditangani Polsek Setiabudi, Jaksel.

Seorang Ayah Kandung Berhubungan Intim dengan Dua Anak Kandungnya Selama 18 Tahun

JAKARTA – Biadab. Nuropin alias Bibing, 48, sehari-harinya tukang urut, tega memerkosa dua putri kandungnya selama bertahun-tahun. Selasa (1/7) malam, warga Palmerah itu dibekuk petugas Polres Jakarta Barat.

Perbuatan bejatnya baru terungkap setelah 18 tahun. Ayah delapan anak itu mengaku pasrah jika dirinya diganjar hukuman apapun. “Saya sudah merusak masa depan dua putri kandung sendiri,” katanya seraya mengatakan pada awalnya mereka selalu saya ancam untuk tidak memberitahu ibu namun lama-lama tidak perlu lagi karena sudah terbiasa.

Pengakuan Bibing, perbuatan bejatnya sejak tahun 1990 terhadap anak kandungnya berinisial NM saat putri pertamanya itu berusia 10 tahun. Saat itu sepulang mencari nafkah, ia tidak mendapati Ny. Id, 45, istrinya, di rumah. Sang istri saat itu juag sedang mencari nafkah.

Tergiur dengan kemulusan tubuh putrinya yang saat itu tidur hanya mengenakan pakaian dalam, tersangka tak kuat menahan nafsu lalu mengancam NM yang kini sudah berusia 28 tahun itu. Sang bocah lalu dinodai. “Seminggu dua kali saya menidurinya mulai dari masih umur 10 tahun hingga umur 28 tahun,” aku tersangka yang menjelaskan bahwa istrinya selain tukang urut juga kuli cuci yang setiap hari pulang malam.

Tak hanya NM yang menjadi korban kebuasan Bibing. Pada tahun 2004, ia memperkosa anaknya yang lain, IR yang kini sudah berusia 17 tahun. Bertahun-tahun perbuatan bejatnya dilakukan dengan aman. Tapi akhir Juni 2008 lalu, kedua kakak beradik IR dan NM saling curhat tentang kelakuan ayah mereka hingga akhirnya kasus aib dalam keluarga terbongkar.

Seorang Wanita Muslim Dihukum Cambuk 200 Kali Oleh Pengadilan Akibat Diperkosa Beramai-ramai

JEDDAH – Diskriminasi seksual masih sering terjadi di Arab Saudi seperti kasus wanita muslim muda ini. Malang nian nasib wanita muda ini. Sudah diperkosa oleh sekelompok pria, dirinya malah dijatuhi hukuman cambuk oleh pengadilan.

Peristiwa memilukan ini menimpa seorang perempuan dari suku Syiah di Kota Qatif, Arab Saudi. Oleh pengadilan Saudi, wanita berusia 19 tahun itu dihukum cambuk 200 kali.

Wanita yang dirahasiakan identitasnya itu diculik dan diperkosa oleh 7 pria arab saudi yang biadab. Saat itu dia sedang bersama seorang pria yang bukan muhrimnya. Demikian seperti diberitakan harian Sydney Morning Herald.

Pengadilan Agama Saudi awalnya menjatuhkan hukuman cambuk 90 kali pada wanita malang itu. Sedangkan para pemerkosa dihukum penjara antara 10 bulan dan lima tahun. Pengadilan Agama Saudi beralasan, wanita itu juga harus dihukum karena dia berdua-duaan dengan pria yang bukan muhrimnya dan berhubungan seksual dengan pria yang juga bukan muhrimnya.

Namun pekan lalu, Dewan Pengadilan Tinggi Saudi memberikan hukuman yang lebih berat bagi korban pemerkosaan tersebut. Wanita itu dikenai hukuman cambuk 200 kali dan penjara 6 bulan. Sedangkan para pemerkosa divonis antara 2 tahun dan 9 tahun penjara, tanpa hukuman cambuk.

Pengadilan Agama Saudi bahkan mengambil tindakan disiplin terhadap pengacara korban, Abdul-Rahman al-Lahem. Dia dipaksa melepas kasus tersebut karena telah berbicara ke media.

Putusan yang berdasarkan hukum Islam Saudi yang ketat ini menimbulkan kritikan dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mencetuskan, sebagian besar orang akan terheran-heran melihat hal seperti ini terjadi.

Badan HAM internasional, Human Rights Watch yang berbasis di New York, AS telah meminta Raja Abdullah untuk mencabut semua tuduhan terhadap wanita tersebut. Bulan lalu, Raja Abdullah mengumumkan rencana untuk mengubah sistem peradilan di negeri itu.

Dua Supir Angkot Memperkosa Siswi SMK Dibiarkan Bebas Berkeliaran Oleh Polisi Medan

MEDAN – Hampir 2 bulan, kasus pemerkosaan yang menimpa IP, siswa SMK Perguruan Anak Bangsa (PAB), warga Sialang Muda, Kecamatan Hamparan Perak, Medan, belum diproses.

Dua tersangka pelaku yang berprofesi sebagai sopir angkot GD,43, warga Kelambir Lima dan SB,32, warga Kampung Lalang, Medan, tetap bebas berkeliaran.

Menurut Surianto,45, orangtua korban kepada Pos Kota di Medan, kemarin, akibat peristiwa itu, putrinya mengalami trauma bahkan sering menggigau ketakutan.

Selain masa depan anaknya hancur, peristiwa itu membuat pelajar kelas II ini merasa terasing dalam pergaulan sehari-hari karena sering diejek teman-teman sebagai pelacur.

“Kami mengharapkan pihak kepolisian mau menanggapi kasus tersebut dan menangkap pelakunya,” harap Surianto.

Dikatakannya, dirinya bersama anaknya secara resmi membuat pengaduan ke Poltabes Medan pada 3 Mei lalu. Mereka disarankan untuk ke rumah sakit agar korban divisum.

Dari hasil visum dokter disebutkan positif bahwa kemaluan IP, luka akibat dimasuki benda tumpul. Selain itu seorang saksi juga sudah dimintai keterangan.

“Tapi sampai sekarang kedua pelaku masih berkeliaran,” kata ayah 6 anak ini. Diakuinya, keluarga pelaku GD, datang menemuinya untuk berdamai. “Kami tidak mau menempuh jalan damai.

Kasus ini harus diselesaikan secara hukum. Apalagi sepengetahuan warga bahwa pelaku GD sudah tiga kali terlibat dalam kasus cabul,” tambahnya.

Menyikapi kasus cabul tersebut, Kasat Reskrim Poltabes Medan Kompol Budi Haryanto, ketika dikonfirmasi Pos Kota menyatakan, pihaknya masih sibuk mengumpulkan alat bukti jadi selama proses tersebut harus berlaku asas praduga tak bersalah yang sangat menghargai hak-hak asasi pelaku kejahatan sebagai manusia yang tidak bersalah.

PULANG PKL
Diceritakan Surianto, kasus itu bermula ketika anaknya pulang ke rumah usai mengikuti praktek kerja lapangan (PKL) di Kantor Departemen Agama Sumatera Utara, Medan.

Malam itu korban naik angkot ‘Tunas Baru’ jurusan Kampung Lalang-Belawan. Selain korban juga ada beberapa penumpang di dalam angkot tersebut. Satu persatu penumpang turun dan tinggal korban sendirian.

Sebelum korban tiba di tempat tujuan, tiba-tiba sang sopir, membelokkan arah kenderaannya menuju kawasan Medan Tuntungan. Korban sempat menanyakan kepada kenek, kenapa dia tidak diantar ke tempat tujuannya.

Namun, kenek tersebut langsung mengancam korban agar menurut saja. Korban tak bisa berkutik ketika kedua pelaku membawanya ke penginapan. Korban yang tidak berdaya ketika ditelanjangi lalu diperkosa bergiliran oleh kedua pelaku semalaman.

Desi Masih Menyimpan Sprei Bekas Bercak Darah Perawannya dan Obat Kuat Serta Gel Pelumas Saat Diperkosa Pertama Kali Oleh Max Moein

JAKARTA – Bercak darah sebagai bukti keperawanannya, obat kuat viagra, jelly dan hand body menjadi alat Max Moein saat memerkosa mantan staf pribadinya, Desi Ferdianti di ruang kerja anggota Gedung DPR RI.

“Bercak darah masih saya simpan dan sudah saya tunjukkan ke Badan Kehormatan, bapak boleh saja membantah dan mengaku sudah tua tetapi saya masih simpan obat-obatan yang digunakan, bahkan masih ada sidik jarinya,” kata Desi Ferdianti didampingi pengurus LBH APIK dan anggota DPR Nursyahbani Katjasungkana di ruang wartawan Gedung DPR.

Anggota DPR, Max Moein yang dituduh memperkosa Desi dipanggil Badan Kehormatan DPR. Max membantah semua yang diungkapkan Desi saat dipanggil BK, dari pelecehan seksual maupun perkosaan.

“Dia membantah, dia menyebutkan usianya sudah 63 tahun sehingga libidonya sudah turun dan sulit ereksi, selain itu korban usianya masih 30 sehingga kalau mau bisa melawan dirinya,” kata Imam Suja’ di sela-sela pemeriksaan Max yang dilakukan secara tertutup.

Kalau pun terjadi hubungan seksual antara kedua orang tersebut, kata Suja’ menirukan, pemerkosaan itu didasari atas rasa suka sama suka sehinga kejadiannya pun bisa lebih dari sekali. “Ya itu intinya Pak Max membantah apa yang disampaikan korban,” tambah Suja’

SELALU DIANCAM
Lebih lanjut Desi mengatakan bahwa Max Moein yang saat itu adalah atasannya benar-benar menggunakan berbagai cara untuk memperdayai dirinya.

“Bapak itu pakai berbagai media mulai dari hand body, jelly, obat viagra dan macam-macam lagi,” katanya. “Saya sudah menolak bahkan melawan, tetapi selalu saja diancam dengan berbagai alasan lain karena Bapak memiliki koneksi kuat akhirnya saya pasrah.”

Desi mengakui, dengan kondisi sekarang ini bukan berarti dirinya tidak malu, bahkan bisa dibilang tak punya muka lagi. Tapi semua sudah terlanjur sehingga segala risiko harus ditempuh.

“Saya malu, semula saya inginkan selesai di internal BK saja, tetapi ternyata melebar ke mana-mana,” jelasnya.

Ditanya apa yang dinginkan dari Max, Desi mengatakan tidak ingin apa-apa kecuali pengakuan dan permintaan maaf kepada kedua orang tuanya.

“Itu saja yang saya inginkan, tetapi ternyata bapak membantah semua. Karena itu saat Bapak (Max) menelpon ke rumah, orang tua saya nggak mau bicara,” ujarnya.

Syarat Lulus Ujian Nasional Adalah Ditiduri Hansip

BEKASI – Sebagai Danton (komandan pleton) Hansip, rupanya Na, 45, tak tahan melihat hal-hal yang sip. Dengan terapi ritual agar lulus ujian, dia mencabuli seorang siswa SMP di Bekasi. Tapi akibat ulahnya pula, rumah Hansip mesum itu rusak diamuk massa.

Peristiwa ini terjadi Selasa malam (24/6) di Karangbahagia. Na sendiri kabur entah ke mana, tapi perabot rumahnya hancur diacak-acak massa. Kalau saja polisi Polsek Cikarang tak segera tiba, niscaya rumah oknum Hansip ini jadi abu dibakar warga.

HADAPI UAS
Menurut keterangan, pada 12 Juni lalu 12 siswi SMPN yang baru saja mengikuti Ujian Nasional (UN), akan menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS). Entah siapa yang menunjuk Na, semua siswa dikumpulkan di ruang komputer dan diajarkan ritual bagaimana cara supaya lulus UAS. “Mereka diberi minum air oleh Na,” kata Nean, satu orang tua siswi.

Belakangan ada satu siswi yang ditaksir Na. Sebut saja Melati, 14. Otak Na pun langsung ngeres. Hampir setiap hari dia mendatangi rumah Melati, dengan dalih memberikan semacam minuman. “Katanya agar anak saya bisa lulus ujian,” tutur janda tiga anak ini.

Selama melakukan ritual ayah dua anak ini tidak sendiri, tetapi selalu ditemani Luk, yang mengaku menjabat sebagai wakil kepala sekolah. Tapi pihak keluarga tidak tahu apakah Luk terlibat. “Soalnya Na selalu berdua dalam ritual tersebut,” imbuh Naran, 35, paman Melati.

Sejak mengikuti ritual dengan cara mengaji dan membaca huruf-huruf arab, Melati keponakannya itu jadi lain. Selain memberi minuman khusus, sang Danton ini juga meminta Melati harus dirajah (dijamah) dalam menjalani ritual tersebut. “Dia sempat teriak, saat dijamah dalam kamar,” tutur ibu korban, Ny Damih.

Sejak itu tingkah korban berubah, murung dan tidak mau makan. Kemudian ketika diajak bicara dia malah ngomong ngelantur. Kecurigan keluarga Melati bertambah, setelah Na dan Luk tidak muncul lagi, “Kami ini orang susah, kalau memang sudah terjadi biarlah dimusyawarahkan,” tutur Naran, paman Melati.

Keluarga Ny. Damih pernah mendatangi rumah lelaki asal Haurgeulis (Indramayu) ini untuk minta tanggungjawab. Tapi niat baik keluarga korban tidak digubris, sehingga akhirnya terjadi penyerangan terhadap rumah pelaku. Polsek Cikarang kini sedang mengusut kasusnya dan membawa korban ke RS untuk di visum.