Category Archives: pemerkosaan

Mengaku Wartawan Setubuhi Anak Kandung Memakai Vibrator Sambil Foto Foto

Kasus ayah menyetubuhi anak kandung di Bandung sudah ditangani pihak kepolisian. Polisi menyita barang bukti antara lain kondom dan alat penggetar atau vibrator. Aksi bejat AA (35) kepada anak kandungnya berusia 11 tahun atau masih kelas 5 sekolah dasar (SD) itu terjadi Selasa 12 November lalu di indekosnya. Perilaku biadab AA akhirnya terungkap setelah korban mengadu kepada nenek dari pihak ibu. Perkara ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung.

Kasatreskrim Pilrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andhiko menuturkan polisi mengamankan barang bukti milik pelaku yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). “Barang bukti itu antara lain satu unit alat vibrator, satu tabung vakum penis, empat bungkus kondom, satu telepon genggam, satu pisau dapur, dan tas hitam berisi botol Whisky,” jelas Truno didampingi Kanit PPA AKP Suryaningsih di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (22/11/2013).

Selain itu, sambung Truno, penyidik juga turut menyita barang bukti milik korban. Di antaranya satu celana dalam merah muda yang masih ada bercak darah, satu kaus dalam merah muda, satu baju tidur bergambar boneka gajah, satu celana jeans biru, dan satu kerudung putih.

Akibat perbuatan asusila terhadap anak kandung, AA harus mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Bandung. Dia diganjar Pasal 81 jo 82 UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” jelas Truno. AA mengaku merenggut keperawanan darah dagingnya ini. Dia memaksa anak berhubungan badan. Bahkan pelaku menampar serta menendang dan mengancam pakai pisau kepada korban. “Saya sempat foto-foto pakai kamera handphone waktu setubuhi anak,” ucap AA.

Pelaku tidak membantah alat vibrator itu sempat dipakai saat mengerayangi korban. “Vibrator itu sudah lama belinya. Biasa saya pakai bareng istri. Biar puas pas berhubungan intim,” kata AA tanpa malu-malu mengungkapkannya.

Bapak tiga anak itu tinggal sendirian menyewa kamar indekos di kawasan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Sudah hampir tiga bulan istrinya kerja menjadi pemandu lagu di Semarang. Korban yang merupakan anak keduanya, selama ini dititipkan di rumah nenek atau mertua pelaku. Saat kejadian tak senonoh tersebut, korban dijemput AA dari rumah neneknya menuju indekos.

AA blak-blakan menyetubuhi anak kandungnya yang berusia 11 tahun. Dua kali pelaku beraksi bejat. Selama ini AA mengaku bekerja sebagai wartawan media cetak. “Saya juga wartawan. Lima tahun jadi wartawan,” kata AA saat ditanya ptofesinya. AA menyampaikannya sewaktu ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (22/11/2013). “Saya pindah-pindah media. Semuanya tabloid,” ungkap AA sambil menyebut beberapa nama media tempatnya pernah bekerja.

Namun nama-nama media yang disebut AA itu jarang terdengar di Bandung. Bahkan wujud tabloidnya tak ditemui di pasaran. “Sebelum ketangkap, saya baru dua minggu kerja di Tabloid Tipikor Jabar. Tapi alamat kantornya lupa lagi,” ujar AA.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung masih mendalami pengakuan AA yang profesinya wartawan. Polisi memang menemukan barang bukti berupa kartu pers di tempat kejadian perkara (TKP) atau indekos pelaku. “Barang bukti disita di antaranya satu stempel salah satu surat kabar umum dan enam ID Pers berbeda-beda surat kabar. Selain itu di TKP ada barang bukti satu kaset DVD porno serta satu media player,” ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andhiko.

Tak habis pikir kenapa AA (35) tega nian menyetubuhi anak kandungnya berusia 11 tahun. Apa sebenarnya motif pelaku melakukan hubungan sedarah itu? “Saya bertengkar dengan istri soal urusan pribadi. Terus istri pergi,” ucap AA saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (22/11/2013).

Semenjak istri ‘kabur’, tiga bulan lamanya AA hidup sendirian di tempat indekos, kawasan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. “Istri saya kerja jadi PL (pemandu lagu) di Semarang. Saya suruh pulang ke Bandung, tapi istri enggak mau. Istri masih marah” ungkapnya.

AA beralibi gara-gara pertengakaran dengan istri menjadi pemicu menggerayangi anak kandung yang masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar (SD). “Saya stres. Saya melampiaskan rasa dendam dan kebencian kepada istri ini dengan menjadikan anak sasaran. Khilaf,” ujar AA.

Dia mengakui sudah punya niat menyetubuhi anaknya sewaktu pikiran diterpa polemik rumah tangga. AA berdalih emosinya tak terkontrol dan makin berani bertindak asusila terhadap anak lantaran terpengaruh minuman keras (miras). “Waktu kejadian, kondisi saya lagi mabuk. Mabuk minum Whisky,” ungkap AA.

Kasatreskrim Pilrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andhiko menuturkan pihaknya menyita barang bukti milik pelaku yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Perkara ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Barang bukti itu antara lain satu unit alat vibrator, satu tabung vakum penis, empat bungkus kondom, satu telepon genggam, satu pisau dapur, dan tas hitam berisi botol Whisky,” jelas Truno didampingi Kanit PPA AKP Suryaningsih.

Selain itu, sambung Truno, penyidik turut menyita barang bukti milik korban. Di antaranya satu celana dalam merah muda yang masih ada bercak darah, satu kaus dalam merah muda, satu baju tidur bergambar boneka gajah, satu celana jeans biru, dan satu kerudung putih.

Akibat perbuatannya, AA harus mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Bandung. Dia diganjar Pasal 81 jo 82 UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” jelas Truno. AA (35) berurusan dengan polisi gara-gara menyetubuhi anak kandungnya. Pelaku juga mendokumentasikan adegan ranjang tersebut menggunakan kamera telepon genggam. Polisi menemukan barang bukti toys seks jenis vibrator milik AA. Apakah pelaku punya kelainan seks?

AA tertunduk sewaktu mengisahkan perbuatan bejatnya. Dia berbicara sambil wajah terbungkus topeng. “Saya normal. Enggak memiliki kelainan seks,” jelas AA saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (22/11/2013).

Disinggung apa alasannya memfoto aksi biadab sewaktu menyetubuhi anak kandung, AA menjawab bernada santai. “Cuma iseng. Pengen foto-foto saja,” ucap pria asal Aceh ini.

Polisi menyita satu unit telepon genggam milik AA yang tersimpan foto-foto momen hubungan sedarah tersebut. Salah satu foto saat anak keduanya itu dipaksa oral seks.

Sebelum menyiksa anak kandung guna melayani nafsu bejat, AA memaksanya menonton film porno. Bahkan korban diancam menggunakan pisau jika tak mau berhubungan badan terlarang ini.

Polisi menemukan barang bukti vibrator di tempat indekos pelaku. Rupanya AA mempergunakan alat penggetar tersebut kepada anaknya. “Vibrator itu sudah lama saya beli. Biasanya dipakai buat istri. Biar puas pas berhubungan intim,” ungkap AA tanpa malu-malu mengungkapkannya.

Tindakan tak terpuji ini terjadi pada Selasa 12 November lalu di tempat indekos pelaku. AA tinggal sendirian menyewa kamar indekos di kawasan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Sudah hampir tiga bulan istrinya kerja menjadi pemandu lagu di Semarang.

Korban selama ini dititipkan di rumah nenek atau mertua pelaku. Saat kejadian, korban dijemput AA dari rumah neneknya menuju indekos. Perilaku biadab AA akhirnya terungkap setelah korban mengadu kepada neneknya atau mertua pelaku. Perkara ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung.

Siswi SMK di Jakarta Timur Diperkosa Bergantian Oleh Mantan Pacar Hingga Hamil

Siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jakarta Timur, menjadi korban pemerkosaan. Mantan pacar dan dua temannya tega menyetubuhi gadis ini secara bergantian dengan mengikat dan menyumpal mulutnya.

Ketiga pria yang merupakan kakak kelas korban berinisial T, 18, A, 18, dan P, 18, dengan teganya memperkosa korban di sebuah kos-kosan wilayah Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur. Bahkan, aksi itu juga pernah dilakukan salah satu pelaku di toilet gedung sekolahnya.

Aksi pemerkosaan itu tersebut terjadi pada 24 Agustus 2013 silam, saat gadis ini baru saja selesai mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya yang berada di kawasan Jakarta Timur itu. Kala itu, korban berpapasan dengan T, mantan pacarnya di lantai 3 sekolah tersebut yang kala itu dalam keadaan sepi.

Pelaku lalu berbincang dengan korban dan mengatakan hendak membicarakan suatu hal. Tak ada rasa curiga, ia mengikuti T dan menuju ke lantai 7 sekolah tersebut. “Korban lalu ditarik ke WC perempuan oleh T itu,” kata Hardiyan Saksono, pengacara korban, di Polres Jakarta Timur, Kamis (12/12) sore.

Aksi bejat T pun langsung dilakukan dengan memerkosa di kamar mandi. Padahal, saat itu, gadis belia ini sedang dalam keadaan sedang menstruasi. “Korban juga tidak dapat melawan saat T melakukan aksi bejatnya itu,” ujar Hardiyan.

Berselang satu bulan kemudian, pada tanggal 28 September rupanya pelaku berniat melakukan aksinya kembali. Kali ini T membujuk korban makan di kos-kosan dua temannya A dan P. Kebetulan, dua rekan T tidak berada di kosan tersebut.

“T ngajak korban masuk ke dalam dengan dipaksa. Langsung digeret ke kosan temannya itu,” tambah Hardiyan lagi.
Saat melakukan aksinya, T yang mantan pacar korban, kepergok oleh A dan P yang pulang ke kosan tersebut.

Menurutnya, A dan P mengancam akan mengarak T dan korban. Kala itu, T berniat membayar dua temannya A dan P dengan uang Rp200 ribu untuk menutup mulut. “Namun, niat itu ditolak oleh kedua temannya. Keduanya meminta hal yang sama untuk meniduri korban,” ungkap Hardiyan.

Permintaan kedua teman T pun akhirnya disetujui. Korban lalu diperkosa oleh tiga pelaku di waktu yang sama secara bergantian di bawah ancaman dan penyiksaan. “Kejadian kedua itu, korban disumpel mau teriak, mau berontak diikat,” ujarnya.

Usai kejadian itu, korban mengalami perubahan sikap dan berbadan dua. Hal ini terungkap setelah orangtua curiga dengan kejadian keadaan anaknya yang tidak kunjung datang bulan. “Ada sempat nanya curiga-curiga. Karena tidak mens, ditanya sama keluarga. Akhirnya kebuka,” ungkap Hardiyan.

Ibu korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Polres Jakarta Timur pada 17 November 2013 lalu. Setelah dilakukan visum, korban terbukti hamil dua bulan. “Dari situ, korban menceritakan para pelaku yang menyetubuhinya,” tuturnya.

Petugas polres Jakarta Timur, kemudian menangkap tiga pelaku pada Selasa (10/12) kemarin. Karena korban masih di bawah umur, pengacara korban menggunakan pasal 81 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 18 tahun penjara.

Pemerkosa Berantai Khusus Penyanyi Dangdut Beraksi Kembali dan Tinggalkan Korban Dalam Keadaan Telanjang Bulat

Aksi bejat dan sadis terjadi di Semarang. Seorang pedangdut jadi korbannya. Ia diperkosa di hutan dan ditinggalkan dalam keadaan telanjang bulat. Si pelaku menggunakan masker. Siapa dia?

Korban yang berusia 20 tahun itu mengenal pelaku melalui Facebook pertengahan Oktober 2013 lalu. Keduanya berkomunikasi melalui telepon soal job dan honor untuk acara pernikahan di Tembalang Kota Semarang. Setelah deal, mereka janjian di RSUD Ungaran Kabupaten Semarang, Kamis (31/10) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Motor korban dititipkan di RS, lalu diboncengkan pelaku ke lokasi acara,” kata Sekretaris DPC Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Semarang Eko Budi Santosa melalui telepon kepada detikcom, Kamis (7/11) kemarin.

Korban tidak langsung ke lokasi acara, melainkan diajak berkeliling di kawasan Tembalang hingga pukul 22.00 WIB. Karena kawasan tersebut cukup ramai dan banyak permukiman, korban fine-fine saja. Lama-kelamaan motor menjauh dari keramaian dan sampai di kawasan Rowosari, Tembalang. Perbatasan Kabupaten dan Kota Semrang ini cukup sepi. Antarpermukiman dipisahkan perbukitan dan hutan.

“Pelaku menghentikan motor dan mengancam korban dengan senjata tajam. Di situ kejadiannya,” ungkap Budi.

Korban yang berasal dari Kabupaten Semarang ini disuruh melepas semua pakaiannya sampai telanjang. Mulut dan tangannya diikat lakban. Kemudian pelaku memerkosa dan menyodomi korban berulang kali hingga subuh.

“Pakaian, uang Rp 3 juta, dua handphone, satu BlackBerry, dan tas dibawa lari pelaku,” sambung Budi

Korban ditinggalkan dalam keadaan telanjang dan terikat di tengah hutan. Setelah berhasil melepaskan ikatan, ia berlari sejauh 2 km dengan kondisi telanjang bulat ke permukiman Ungaran Timur Kabupaten Semarang.

“Ditolong warga Ungaran (Kabupaten Semarang). Warga melaporkan ke polisi,” kata Budi

Lokasi kejadian masuk wilayah Tembalang Kota Semarang. Karena itu, Polres Semarang yang menerima laporan warga, meneruskan ke Polsek Tembalang. Kapolsek Tembalang AKP Wahyu Broto Narsono Adhi mengaku sudah menerima pelimpahan kasus tersebut. Namun ia belum bisa berkomentar banyak.

“Sudah kami terima pelimpahan kasusnya dari Polres Semarang,” kata Wahyu saat dikonfirmasi.

Informasi dari PAMMI, peristiwa serupa dialami oleh penyanyi asal Kendal seminggu sebelumnya. Ia diperkosa di Penggaron, Kabupaten Semarang. Ciri-ciri pelaku mirip. “Belum tahu apakah modusnya sama atau tidak,” tandas Kapolsek yang mengaku sudah mendengar informasi kasus tersebut.

Siapa pelakunya? Eko Budi Santosa menjelaskan, kepada korban, pelaku mengaku bernama Lilik. Ciri-cirinya badan tidak terlalu tinggi, agak gemuk, rambut pendek ikal, kulit putih, dan memakai motor Yamaha Jupiter.

“Sejak bertemu dan melakukan pemerkosaan pria itu pakai masker terus,” jelas Budi sambil menjelaskan saat ini korban shock berat karena ditinggal dalam keadaan telanjang dan meminta polisi menangkap pria sadis tersebut.

Siswi SMA Diperkosa Ramai Ramai Oleh 7 Pria Di Pontianak

Tindakan para pelaku ini benar-benar biadab. Mereka tega menghancurkan masa depan seorang siswi SMA berusia 16 tahun. Siswi itu diperkosa secara bergiliran.

“Korban berusia 16 tahun dan masih berstatus pelajar,” kata Kasat Reskrim Polres Pontianak AKP Edy Haryanto, Sabtu (14/9/2013)

Peristiwa keji itu dilakukan DP, JM, Rz, El, Sy, Re dan Rh. Peristiwa perkosaan itu terjadi Jumat (13/09/2013) sekitar pukul 22.10 WIB di di dekat Jalan Pendidikan, Kota Mempawah, Kalimantan Barat.

Salah seorang pelaku juga remaja teman dekat korban. Malam itu, korban diajak berboncengan naik motor menikmati malam. Setibanya di Jalan Baru jurusan Pontianak, Pinyuh Kabupaten Pontianak, korban dan tujuh tersangka ini berhenti di tepi jalan.

“Karena suasana gelap dan sepi, korban disekap mulutnya dan dipaksa melayani nafsu para pelaku di tepi jalan itu,” ujar Edi.

Meski sempat berontak mengiba, para pelaku secara bergiliran memperkosa korban. Usai melampiaskan nafsu, para pelaku meninggalkan korban sendirian dengan tubuh setengah telanjang.

Dalam keadaan setengah sadar, korban ditolong warga dan kemudian melaporkan perbuatan asusila para pelaku kepada petugas kepolisian. “Sebanyak 6 pria dewasa dan 1 remaja telah diamankan di Mapolres Mempawah,” terang Edi.

Perkosaan dilakukan para pelaku dalam kondisi sadar dan tidak terpengaruh alkohol. “Para pelaku sepertinya telah merencanakan perbuatan ini sejak lama,” ungkap Edi.

Polisi menjerat para tersangka ini dengam pelanggaran tindak pidana Persetubuhan anak dibawah umur, diancam pasal 81 ayat 2 UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 Tahun penjara.

“Korban mengalami trauma psikis, dan harus menjalani pemulihan psikologis di shelter Perlindungan Perempuan dan Anak di Pontianak,” tutur Edi.

Seorang Satpam Perkosa dan Sodomi Anak Perempuannya Selama 7 Tahun

SH (52) ini memang bejat. Selama 7 tahun, sejak 2006 dia menyetubuhi anak tirinya. Gadis itu disetubuhi sejak berusia 16 tahun di rumah mereka di Jakarta Selatan.

“Menerima laporan tanggal 21 September 2013 tentang tindak pidana terhadap kesopanan,” kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Noviana Tursanurohmad saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (23/9/2013).

Nurohmad menuturkan, kasus pemerkosaan yang menimpa gadis yang kini berusia 23 tahun itu diendus ayah kandungnya. Sang ayah melihat tingkah laku putrinya yang mencurigakan. Setelah didesak terucap pengakuan, SH ayah tirinya kerap menyetubuhinya.

“Dari situ barulah korban melaporkan perbuatan SH ke Polres Jaksel,” imbuhnya.

Awal melakukan kejahatan ini, SH memperkosa korban di rumah mereka. Saat itu pada Juni 2006, rumah dalam keadaan sepi. Kemudian tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan.

“Saat itu korban berusia 16 tahun. Kejadian berulang, dan tersangka selalu mengancam korban jika tidak mau akan menceraikan ibunya,” tutur Nurohmad.

SH menikahi ibu korban sejak 2001 dan sampai sekarang masih berstatus sebagai suami dari ibu korban. Tersangka sudah ditahan dan dijerat dengan pasal 287 KUHP jo pasal 81 UU No 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak.

“Dengan ancaman 15 tahun penjara,” imbuhnya.

Saat melapor, korban ditemani ayah kandungnya. Korban sudah tak tahan dengan perbuatan bejat tersangka. “Pelaku ini sekuriti di perusahaan swasta di wilayah Jakarta Selatan, ibu korban istri ketiga, dan dinikahi siri,” tambah Nurohmad.

Polisi sudah melakukan visum pada korban. Diduga tersangka sudah menyetubuhi lebih dari 20 kali. “Nanti kita periksa psikologi apakah dia ada kelainan seksual atau tidak. Hasil visum ada kekerasan seksual pada vagina dan dubur korban,” tutup Nurohmad.

Horee … Anak Umur 12 Tahun Sodomi 3 Orang dan Perkosa 1 Perempuan Tidak Dipidana

Seorang bocah di Yogyakarta dihukum mengikuti pelatihan kerja hingga usia 18 tahun di LP Anak, Purworejo. Dia dihukum karena telah menyodomi 3 temannnya dan seorang perempuan yang berusia sebaya.

“Saya juga pernah disodomi,” kata terdakwa dalam buku ‘Kumpulan Putusan Pidana Khusus’ halaman 13 cetakan pertama yang diterbitkan MA, Senin (2/9/2013).

Pengakuan ini disampaikan di depan hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN Sleman) Suratno. Orang yang menyodomi tersebut kini telah menjalani hukuman penjara dengan berkas terpisah.

“Saya sering dilihatin video porno oleh dia sehingga saya timbul nafsu untuk melakukan hal yang sama seperti dalam video itu,” tutur terdakwa.

Terdakwa merupakan anak dari keluarga miskin, ayahnya sopir dan ibunya buruh cuci baju. Sepanjang siang, terdakwa tidak mendapat perhatian dari orang tuanya karena keduanya sibuk mencari nafkah. Kedua orang tua telah meminta maaf kepada seluruh korban atas ulah anaknya itu dan sanggup mendidik anaknya kembali.

Bocah yang belum genap berusia 12 tahun itu memperkosa anak perempuan teman sepermainan pada 14 September 2011. Ulah cabul ini diulangi lagi pada awal Agustus 2011 hingga September 2011.

Atas perbuatannya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman menuntut agar si anak mengikuti pendidikan, pembinaan dan latihan kerja di LP Anak Kutoarjo sampai usianya 18 tahun. Tuntutan ini dikabulkan PN Sleman pada 29 Mei 2011 oleh hakim tunggal Suratno dan dikuatkan hingga tingkat kasasi.

“Putusan PN Sleman dan PT Yogyakarta sudah mencerminkan asas for the best interest of the child yaitu demi kepentingan anak maka terdakwa tidak perlu menjalani pidana penjara,” putus majelis kasasi yang diketuai Prof Dr Komariah Emong Sapardjaja dengan anggota Suhadi dan Sri Murwahyuni.

MA berpendapat pidana penjara bukanlah tempat yang tepat bagi anak karena anak masih dapat diperbaiki melalui sistem pembinaan yang tepat.

“Pembinaan anak sebagai anak negara hanya sampai 18 tahun adalah cara yang paling tepat untuk menghindari efek negatif pemenjaraan, lebih-lebih apabila bercampur dengan narapidana orang dewasa,” demikian pertimbangan MA pada 28 November 2012.

Meski menyodomi 3 anak lelaki dan memperkosa seorang anak perempuan, seorang bocah lolos dari hukuman penjara. Mahkamah Agung (MA) menilai penjara tidak perlu dijalani karena asas for the best interest of the child.

Kasus ini bermula saat seorang bocah yang belum genap berusia 12 tahun dimejahijaukan dengan dakwaan memperkosa seorang anak perempuan usai bermain kuda lumping bersama. Anak perempuan yang belum 12 tahun itu disuruh berpura-pura kesurupan dan disembuhkan oleh bocah tersebut pada 14 September 2011.

Namun dalam permainan itu, bocah itu memperkosa si anak perempuan di rumah bocah laki-laki itu.

Ulah cabul ini diulangi lagi pada awal Agustus 2011 dengan korban teman lelaki yang berusia sebaya. Berturut-turut hal ini diulang kepada teman lainnya pada akhir Agustus 2011 dan September 2011. Semua dilakukan di rumah si bocah.

Atas perbuatannya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman menuntut agar si anak mengikuti pendidikan, pembinaan dan latihan kerja di LP Anak Kutoarjo sampai usianya 18 tahun. Tuntutan ini dikabulkan PN Sleman pada 29 Mei 2011 oleh hakim tunggal Suratno.

Atas vonis ini terdakwa keberatan dan mengajukan banding namun ditolak. Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta menguatkan vonis PN Sleman pada 29 Juni 2012. Atas vonis ini, terdakwa yang ingin bebas tetap melakukan perlawanan hukum dan lagi-lagi kandas. Sebab Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi itu.

“Putusan PN Sleman dan PT Yogyakarta sudah mencerminkan asas for the best interest of the child yaitu demi kepentingan anak maka Terdakwa tidak perlu menjalani pidana penjara,” putus MA dalam buku ‘Kumpulan Putusan Pidana Khusus’ halaman 46 cetakan pertama yang diterbitkan MA, Senin (2/9/2013).

Majelis kasasi yang diketuai Prof Dr Komariah Emong Sapardjaja dengan anggota Suhadi dan Sri Murwahyuni ini juga berpendapat pidana penjara bukanlah tempat yang tepat bagi anak karena anak masih dapat diperbaiki melalui sistem pembinaan yang tepat.

“Pembinaan anak sebagai anak negara hanya sampai 18 tahun adalah cara yang paling tepat untuk menghindari efek negatif pemenjaraan, lebih-lebih apabila bercampur dengan narapidana orang dewasa,” demikian pertimbangan MA pada 28 November 2012.

Siswi SMP Diperkosa Ramai Ramai Oleh 4 Teman Yang Baru Dikenal

Seorang siswi kelas 2 SMP berinisial FN, 14 tahun, diperkosa oleh empat rekannya. Menurut Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Cengkareng, Ajun Komisaris Khoiri, pemerkosaan itu dilakukan oleh empat pelaku secara bergiliran. “Pelaku merupakan teman main yang baru dikenal korban,” ujarnya, Selasa, 27 Agustus 2013.

Khoiri mengatakan, peristiwa mengenaskan itu terjadi pada Senin, 26 Agustus 2013, sekitar pukul 19.30. Padahal, korban sendiri baru mengenal para pelaku beberapa jam sebelumnya, atau sore hari sebelum peristiwa itu terjadi. “Malamnya korban dipaksa melayani nafsu bejat pelaku,” kata dia. (Baca: Disekap Sebulan, Siswi SMP Jadi Korban Pemerkosaan)

Kejadian itu bermula saat FN baru saja berkenalan dengan empat pemuda tersebut. Pelaku lalu mengajak korban berjalan-jalan menggunakan sepeda motor dan mengunjungi sebuah tempat di kawasan Cengkareng. Tapi, belum sampai tempat tujuan, keempat pelaku menghentikan sepeda motor dan memaksa korban untuk turun. “Baru setelah itu diperkosa bergiliran di tanah kosong,” katanya.

Saat pulang ke rumah, orang tua FN curiga dengan kelakuan anaknya yang berubah. Korban pun mengaku diperkosa oleh teman-temannya. Karena tak terima, orang tua korban lantas melapor ke Polsek Cengkareng.

Khoiri mengatakan, korban mengaku awalnya hanya mengenal seorang pelaku sudah cukup lama. Cuma, dia memang baru mengenal tiga orang lainnya dari rekannya itu.

Polisi berhasil menangkap dua pelaku pemerkosaan tersebut. Mereka adalah Imron Rosadi, 18 tahun, dan Ari Subandi, 19 tahun. “Dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” kata Khoiri. Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.

Kepala Unit PPA Ajun Komisaris Slamet menyatakan korban masih dalam kondisi trauma setelah kejadian. Polisi juga masih berupaya memeriksa korban untuk mendapatkan keterangan. “Kami juga masih menunggu hasil visum terhadap korban,” kata Slamet.