Arsip Kategori: pemerkosaan

Siswi SMP Di Garut Lolos Dari Pemerkosaan Karena Pelaku Sudah Ejakulasi Dini Sebelum Sempat Menelanjangi Korban

Ejakulasi dini bisa jadi petaka bagi kaum Adam, tapi bagi siswi SMP ini merupakan berkah. Remaja itu lolos dari pemerkosaan gara-gara pelaku tindakan amoral itu ejakulasi dini.

Siswi SMP di Garut itu semula diberitakan menjadi korban pemerkosaan Y alias R. Setelah mendapat pemeriksaan medis, kegadisan siswi SMP itu masih utuh. Itu karena pelaku ejakulasi dini.

Gagal memperkosa korban, tersangka meninggalkan korban begitu saja di gubuk di persawahan 500 meter dari rumah korban, Selasa (21/2). Sebelumnya pelaku meminta uang kepada korban sebesar Rp 2.000.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Yusuf Hamdani menyatakan bahwa selain dimintai uang, pada bagian telinga korban terdapat luka, diduga tersangka akan menjambret anting yang dikenakan korban.

“Kami bersyukur, ternyata hasil visum dokter, kegadisan korban masih utuh, hanya terdapat luka di bagian telinga korban,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/2/2012).

Walaupun selamat, kondisi kejiwaan korban sangat terguncang. Hingga saat ini aparat kepolisian masih kesulitan memintai keterangan korban.

“Kemungkinan korban sangat terguncang akibat perlakuan terangka yang nyaris memperkosanya,” ungkap Yusuf.

Sementara itu, tersangka Y atau R, menjelaskan, dia berangkat dari rumah kedua orang tuanya di Kampung Galemo, Wado Sumedang, dengan naik angkutan umum, menuju rumah neneknya di Malangbong, tidak jauh dari rumah korban.

“Saat beristirahat saya lihat korban dan tiba-tiba ada hasrat untuk memperkosa. Selain itu tempatnya sepi,” ucapnya saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Garut.

Y mengaku bahwa ia tinggal di Kampung Kebon Coklat, Kelurahan , Pasar Atas, Kota Cimahi, bekerja sebagai tukang cuci mobil. Bersama teman-temannya, Y sering menonton blue film.

“Saya memang sering terangsang kalau melihat wanita. Atas kejadian kemarin saya menyesal,” katanya.

Siswi SD 12 Tahun Di Garut Diperkosa Remaja 18 Tahun Serta Di Tonton Teman Temanya

Malang menimpa NT (12), warga Kampung Cirawa Jati, Desa Mekar Asih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Siswi SMPN 1 Malangbong itu diperkosa sepulang sekolah di saung yang tak jauh dari rumahnya oleh YE (18).

Gilanya, aksi perkosaan tersebut disaksikan oleh dua orang teman YE yang hingga saat ini masih dalam pengejaran jajaran Polsek Malangbong.

Kapolsek Malangbong, Kompol Edison Harepa, mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat NT pulang sekolah, Selasa sore tadi sekitar pukul 14.30 WIB. Di jalan sepi sekitar 500 meter dari rumah NT, tersangka YE membekap korban dari belakang dan menggusur ke sebuah gubuk di persawahan, lalu korban diperkosa hingga jatuh pingsan.

“Baru saja korban tersadar. Memang dia diperkosa seorang diri oleh YE yang disaksikan oleh dua orang temannya,” ujar Edison kepada wartawan, Selasa (21/2/2012).

Pihak Polsek Malangbong hingga malam ini berhasil menangkap tersangka YE, warga Kampung Kebon Coklat, Kelurahan Pasar Atas, Kecamatan Cimahi, Kota Cimahi. Kini tersangka masih dalam pemeriksaan petugas.

“Sementara dua orang teman tersangka masih kita kejar karena diduga turut membantu tindak kejahatan pemerkosaan,” ungkap Edison.

Sementara itu, korban NT saat ini masih menjalani visum dokter di Puskesmas Malangbong. Kondisi kejiwaan korban sangat terguncang dan masih syok.

“Kita menunggu pengembangan kasus ini setelah kondisi kejiwaan korban mulai stabil,” pungkas Edison.

Siswi SMP Madrasah Aliyah Di Tangerang Diperkosa Oleh Gurunya Sendiri Ramai Ramai Bersama 6 Orang Temannya

Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial NA (14) diperkosa bergilir oleh tujuh pria. Salah satu pelaku merupakan pengajar di sebuah madrasah aliyah di kawasan Tangerang.

Kapolsek Cisoka, AKP Afroni saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah menangkap tiga dari tujuh pelaku.

“Empat lagi, termasuk Ro yang berprofesi sebagai guru kabur dan masih dalam pencarian petugas,” ujar Afronni saat dihubungi detikcom, Jumat (3/2/2012).

Tiga tersangka yang sudah ditangkap masing-masing berinisial So, Ah dan Al. Ketiganya ditangkap pada Selasa (1/2) dini hari di kawasan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Sementara empat pelaku berinisial Abd, Ro, Tu dan Ja masih buron.

Afroni menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Senin 30 Januari, malam. Saat itu, korban sedang nongkrong di dekat pom bensin di kawasan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

“Dia kemudian bertemu dengan tersangka So. Korban dan So memang sudah lama saling kenal,” kata Afroni.

So kemudian membujuk rayu korban dan mengajaknya main ke rumah tersangka Ja yang terletak di Kampung Bojongloa RT 04/06, Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Akhirnya, korban pun terbujuk dan mengikuti So menumpang motor.

“Setelah tiba di rumah tersangka Ja, ternyata ada enam tersangka lainnya di rumah itu,” ujar dia.

Awalnya, para lelaki hidung belang itu tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan. Hingga kemudian, So menyodorkan air putih kepada korban.

“Korban awalnya menolak tetapi karena tidak enak dengan tersangka, akhirnya korban meminumnya,” ujar dia.

Tidak berapa lama setelah meminum air putih itu, korban merasakan pusing hingga akhirnya pingsan. Rupanya, para tersangka telah mencampuri air mineral itu dengan pil penenang.

“Dalam keadaan pingsan, korban kemudian dibawa ke salah satu ruangan tempat tidur,” imbuh dia.

Di situlah, tersangka So mulai menggagahi remaja putri itu. Setelah So puas, enam temannya kemudian memperkosanya secara bergiliran.

Menjelang dini hari, korban mulai tersadar dari pingsannya. Tersangka So kemudian mengantarkan korban ke dekat rumah korban dalam keadaan setengah pingsan.

Setibanya di rumah, korban ditanyai oleh kakaknya karena pulang larut malam. Korban kemudian menceritakan apa yang menimpanya kepada kakaknya. Korban juga baru menyadari kalau dirinya diperkosa setelah merasakan sakit pada kemaluannya saat buang air kecil.

“Selasa dini hari korban ditemani kakaknya melapor ke Polsek. Saat itu juga kita langsung mengamankan tiga tersangka,” tuturnya.

Saat itu pula, polisi berhasil menangkap tiga tersangka. Menurut pengakuan tersangka, aksi bejat mereka dilakukan bersama empat pelaku lainnya yang masih buron.

“Pengakuan tersangka, mereka memperkosa korban karena sering melihat video porno dalam handphonenya,” pungkasnya.

Atas perbuatannya itu, ketiga tersangka dijerat Pasal 285 KUHP tentang perkosaan dan pasal 81 jo pasal 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Ibu Lima Anak Bayar Jasa Dengan Berhubungan Seks Dengan Dua Remaja SMA Sekaligus

Dengan berdalih sebagai imbalan rasa terima kasih, seorang ibu dari lima orang anak, mengajak berhubungan seks dengan dua siswa sekolah di bawah umur, sebagai hadiah karena mereka berhasil merusak mobil pesaingnya.

Davina Travi (42) membuat kesepakatan dengan dua siswa sekolah yang masih berumur 13 dan 14 tahun itu, setelah ia diputuskan oleh pacarnya karena wanita idaman lain (WIL). Ia meminta mereka untuk merusak mobil milik WIL kekasihnya, Stacey Allright, dengan imbalan seks.

Pada bulan April 2010, kedua remaja itu menemukan mobil Stacey, Peugeot 306, dan menghancurkannya. Sebagai bukti mereka membawakan plat mobil tersebut kepada Davina.

Wanita yang tinggal di Bournemouth, Dorset, Inggris itu, akhirnya memenuhi janjinya, dengan melayani kedua remaja itu secara bergantian, di mana remaja tertua ia tiduri di kamarnya, sementara yang lebih muda ia setubuhi di lantai atas rumahnya.

Kelima orang anaknya, termasuk dua di antaranya seumuran dengan kedua remaja itu, tidak berada di rumah saat hubungan seks tersebut.

Selepas melakukan adegan suami-istri, Davina ternyata masih tetap berhubungan dengan kedua remaja tersebut. Ia kerap mengirimkan pesan singkat berbau mesum kepada mereka saat di sekolah.

Di muka Pengadilan Bournemouth Crown, terungkap Davina berhubungan dengan salah satu remaja itu, baik dengan telepon atau pesan singkat, sebanyak 548 kali dalam beberapa bulan.

Davina, wanita bertubuh sintal tersebut, memiliki kode rahasia jika ia ingin melakukan hubungan badan dengan kedua remaja tersebut. Kode tersebut adalah tiga buah tanda tanya. Ia akhirnya meniduri kedua orang anak muda itu, setidaknya sekali, berdasarkan pengakuannya.

Skandal itu baru terkuak setelah kekasih dari salah satu remaja tersebut mengetahui apa yang terjadi, dan mendorong keduanya melaporkan kepada seorang pekerja sosial di sekolah pada lima bulan kemudian.

Setelah laporan itu dimasukan, Davina kemudian ditangkap dan dituduh melakukan penyerangan seksual terhadap remaja yang kini berusia 15 dan 16 tahun tersebut.

Jaksa Penuntut, Stephen Dent, dalam pengadilan mengungkapkan, rumah Davina kerap digunakan oleh sekelompok anak sekolah untuk merokok dan meminum minuman keras. “Davina Travi memperlakukan anak-anak seperti orang dewasa. Dia mengizinkan mereka minum-minuman keras dan merokok di rumahnya.

Dua Siswi Kakar Beradik Jadi Korban Sindikat Pemerkosa Bergilir Geng Sakaw Selama 6 Bulan Berturut Turut

Ibu mana yang tak sakit hati mengetahui dua anak gadisnya diperkosa tujuh anggota Geng Sakaw. Berharap kasus ini tuntas dan pelakunya dihukum berat, ibu ini melapor ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Rabu (15/2) siang. Ia minta komisi mengawasi kasus ini sampai tuntas.

Ketika menceritakan kejadian menimpa anak gadisnya yang duduk di bangku SMP, Ny. Li tak berhenti menangis. “ Saya sakit hati mendengar kedua anak saya diperkosa. Sekarang anak sulung saya tak mau sekolah. Mereka trauma dan sering ketakutan, “ kata Ny. L, didampingi kuasa hukumnya, Jemmy Mokolensang SH.

Perkosaan yang menimpa kakak adik itu terjadi Juli sampai November 2011. Perbuatan biadab dilakukan pelaku di kebun dan rumah kosong kawasan Tangerang. Tidak hanya memperkosa, korban juga dianiaya.

Kawanan Geng Sakaw itu mendekati kedua korban dalam kurun waktu berbeda. Modusnya sama, yakni mengawalinya dengan berkenalan melalui HP. Kemudian saling berbalas SMS. Nomor HP dua dara belia itu didapat pelaku dari teman mereka. Setelah bertemu, korban diajak jalan kemudian diperkosa.

Kasus ini dilaporkan ke Polres Tangerang. Tiga hari kemudian, lima pelaku anggota Geng Sakaw ditangkap. Mereka, Harandi, 16, Wawan Setiawan, 22, Aldi Saputra, 20, Rafli Afandi, 24, Anom Sadewo, 20, Hendi, 25, dan Yoda, 25. Dua pelaku terakhir ini belum ditangkap.

“ Saya mengusut, Geng Sakaw ini akrab dengan narkoba dan minuman keras. Mereka kerap memperkosa dan korbannya ditawarkan ke orang lain, “ kata Jemmy Mokolensang.

SINDIKAT
Jemmy Mokolensang menambahkan, pelaku perkosaan yang menimpa kakak beradik itu sindikat terorganisir. “Ada indikasi mereka ini sindikat. Karena itu kami minta perlindungan ke Komnas PA,” katanya.

Menurut Jemmy, kasus ini tidak hanya murni perkosaan, tapi ada unsur perdagangan manusia, karena korban ditawarkan kepada orang lain.

Kasus perkosaan ini sudah sampai ke meja hakim. Lima pelaku didakwa dengan UU 23/2002 tentang Perlidungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Dua pelaku, Hendy dan Yoda yang diduga sebagai dalang perkosaan, diburu polisi.

Menanggapi keluh kesah Ny. Li, Koordinator Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, mengatakan, pihaknya akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Mengenai Geng Sakaw terlibat perdagangan manusia, Arist meminta polisi mengungkap. “Jangan sampai ada korban lainnya,” ujarnya.

Seorang Fotografer Profesional Memperkosa Dua Model Cantik Sekaligus Setelah Model Dibius Saat Casting Produk Minuman Ringan

Kebelet menjadi bintang iklan di televisi harus dibayar mahal dua gadis cantik yang berprofesi sebagai model ini. Satu gadis model dinodai dan satu lainnya dicabuli fotografer profesional di hotel berbintang di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, setelah sebelumnya dijanjikan menjadi bintang iklan minuman.

Tersangka HA, 30, dibekuk rekan-rekan korban setelah sebelumnya ‘diumpan’ model cantik untuk membuat iklan, Sabtu (7/1) malam. Ternyata, pria berwajah ganteng itu hendak melakukan aksinya setelah sempat memberi obat tidur kepada korban.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan MSi, didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) AKP Fitria Mega, menjelaskan peristiwa perkosaan pertama menimpa model cantik berinisial Ir, 24, pada Jumat (30/12) di hotel bintang empat.

Kepada korbannya, HA mengaku mendapat order dari salah satu perusahaan minuman terkenal untuk membuat iklan yang akan tayang di TV dan media cetak. “Korban menjadi tertarik sehingga mau bertemu dengan pelaku. Selain itu, pelaku juga dikenal sebagai fotografer hingga korban tidak curiga,” kata Budi Irawan.

Dengan dalih untuk casting, HA menyuruh Ir menemuinya di hotel yang bertarif sebesar Rp800 ribu permalam. Ir pun seorang diri menemui HA untuk melakukan pemotretan dan casting sebagai persyaratan menjadi bintang iklan.

Sekitar pukul 03.00, akhirnya HA mengabadikan foto dan gambar Ir di salah satu kamar hotel tersebut. “Salah satu foto di antaranya pelaku menyuruh korban memegang sebuah botol minuman. Alasannya, iklannya tentang minuman ringan,” tandas kasat.

Di saat mengambil gambar itu, pelaku menyuruh korban untuk meminum air yang ada dalam botol. Tanpa curiga, model cantik ini meminum air tersebut. Selang beberapa menit, korban teler berat. “Saat itulah korban dinodai pelaku,” tandas AKP Fitria Mega.

Menurut Fitria Mega, sebenarnya korban setengah sadar saat dinodai. Namun seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak dan merasakan kantuk yang luar biasa. Akhirnya pelaku dengan leluasa melakukan aksi bejatnya.

Setelah korban sadar, ia kaget mendapati dirinya dalam keadaan bugil dan ada bercak sperma. “Usai melakukan aksinya, pelaku mengirim transfer sejumlah uang kepada korban, dengan dalih uang pemotretan,” lanjut Fitria.

MODEL KEDUA DICABULI
Ir yang tidak terima dinodai akhirnya melaporkan kasus ini kepada kekasihnya dan sesama model lainnya. Mereka akhirnya membuat rencana untuk menjebak rekan Ir, berinisial An, Sabtu (7/1). Meski berat An menerima tantangan rekan-rekannya. Apalagi, mereka berjanji akan menggerebek hotel tempat HA menginap.

Sama seperti Ir, kepada An, fotografer mesum ini mengaku hendak mencari bintang iklan minuman. An pun disuruh nenggak minuman tersebut. Wanita cantik ini pun tak sadar hingga akhirnya ia dicabuli HA.

Saat An diperkosa, rekan pelaku menggerebek kamar hotel. Mereka sempat menghakimi HA, sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Jakarta Selatan. “Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengetahui apakah ada korban lain yang dinodai pelaku,” cetus Kasat Reskrim Polres Jakarta Selata, AKBP Budi Irawan.

ABG Cantik Ditemukan Tewas Telanjang Di Kebun Pisang Pancoran Mas Depok Setelah Diantar Timer Supir Angkot

Kasus pembunungan Anak Baru Gede (ABG) di Depok menemui titik terang, Senin (9/1). Gadis jebolan kelas 2 SMP itu dihabisi usai kongkow di Cibinong, Kab. Bogor. Kini, polisi mencari-cari seorang timer angkutan umum yang mengantarnya pulang. Jasad yang ditemukan mengenaskan di kebun pisang di Pancoran Mas, Depok, itu adalah Dwi Julianti alias Debi, 16. Perempuan semata wayang dari tiga anak Sarwani, 42, dan Zaimunah, 40, itu sehari-hari tinggal bersama neneknya di Kp. Kelapa, Rawapanjang, Bojong Gede. Ia juga bekerja di sebuah kafe di Citayem.

Sebelumnya diberitakan (Pos Kota, 9/1), jasad Debi ditemukan Niman alias Ucok pada Minggu (8/1) sekitar Pk. 14:00 di kebun pisang Jl. Mangga, Pancoran Mas, Depok. Jenazah yang hanya mengenakan kaos lengan panjang bergaris hitam putih itu posisinya terlentang dengan kedua kaki merenggang. Bra, celana dalam, sepasang sandal merah bergambar kupu-kupu serta sandal putih bertulisan Hotel Puri Residence ditemukan tak jauh dari jasad yang wajahnya penuh luka itu.

Ayah korban, keluarga dan sejumlah teman korban dimintai keterangan polisi. Data yang dihimpun dari Polda Metro Jaya menyebutkan pada Sabtu (7/1) malam hingga dinihari, Dwi bersama teman pria dan wanitanya kongkow di Jalan Baru tak jauh dari Pemda Cibinong, Kab. Bogor. Sambil ngobrol, anak-anak muda itu juga menenggak minuman keras.

Sekitar Pk. 04:30, Dwi ingin pulang. Seorang timer angkutan umum yang biasa ngetem di Citayem, Bb, 28, berinisiatif mengantar. Menggunakan motor matic milik Py, teman mereka, keduanya meninggalkan tempat itu. Pasangan itu mampir ke tempat timer Citayem lalu kembali pergi. Pagi hari, Py kaget bertemu Bb karena di wajah pria berkulit gelap dengan rambut cepak itu terdapat luka bekas cakaran. Ia juga menanyakan Dwi. Semula, Bb mengaku luka didapat karena jatuh tetapi belakangan ia mengaku luka itu akibat cakaran Dwi yang melawan saat diajaknya berhubungan badan. Bb juga mengaku telah menghabisi Dwi.

PERANGAI BERUBAH
Ditemui usai dimintai keterangan di Polresta Depok, Sarwani menyebutkan perangai anak keduanya itu berubah sejak ia bercerai dengan ibu korban dua tahun lalu. “Anak saya jadi senang main dan susah diingatkan,” ungkap tukang parkir di Tebet, Jaksel, yang tak megetahui anaknya sudah bekerja di sebuah kafe ini. Bahkan, Dwi pun jarang sekolah hingga terpaksa keluar saat duduk di kelas 2 SMP.

Ia mengaku tinggal di Jakarta bersama anak bungsunya sedang anak sulung telah berkeluarga. Meski begitu, setiap Minggu ia selalu menjenguk Dwi. Hanya saja, Minggu (8/1) pagi, ada hal tak biasa. “Anak saya itu nggak ada di rumah, padahal biasanya saya selalu bertemu,” katanya.

Ditunggu-tunggu tak datang, Sarwani mulai gelisah. Ia kaget mendengar kabar ditemukannya gadis korban pembunuhan. Setelah melihat jenazah, ia meyakini mayat itu sebagai Dwi. “Saya hafal benar ada bekas luka di atas mata kaki kiri anak saya,” katanya. Hadis, sepupu korban, bergerak cepat. Ia langsung mencari teman-teman Dwi hingga diketahui adik sepupunya itu pada dinihari diantar Bb.

Mayat perempuan yang ditemukan di kebun pisang Kampung Mangga, Kelurahan Bojong, Pondok Terong, Depok, ternyata berinisial DY, 16 tahun. Dia dikenali keluarganya lewat luka di betis kanannya akibat knalpot.

“Saya mengenalinya karena ada luka knalpot di kaki kanannya. Mukanya juga, tapi samar karena memar,” kata Sarwani, 42 tahun, bapak kandung korban pada wartawan di Kepolisian Sektor Pancoran Mas, Senin, 9 Januari 2012.

Sarwani mengaku syok ketika polisi datang ke rumahnya di Citayam dan memberi tahu ada seorang perempuan yang tewas . Ia pun disuruh ke Rumah Sakit Sukanto Polri, Kramatjati, Jakarta Timur untuk mengenali jenazah tersebut. Setelah melihat ternyata benar. “Ya masih syok, mulai dari laporan polisi yang datang ke rumah,” katanya.

Menurut Sarwani, dia sudah punya firasat mengenai kematian anaknya tersebut. DY yang belum bekerja tidak pulang ke rumah selama dua hari. “Ya ada firasat. Selalu kepikiran, anak saya ini di mana,” katanya. Mayat gadis berusia 16 tahun tersebut ditemukan di bawah pohon pisang di sebuah kebun, di Gang Mangga, Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Depok, sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu, 8 Januari 2011. Korban ditemukan dalam keadaan telanjang dengan memar di sekujur wajahnya.

DY, adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Kakaknya bernama Juwanda Riswandi, 18 tahun, sedangkan adiknya, Rangga Saputra, 6 tahun. Sarwani mengetahui DY memang susah diatur sejak ia dan istrinya, Zainunah, 40 tahun, pisah ranjang pada 2006. “Namun ia enggak pernah ngeluh, kalau minta uang biasa,” katanya.

Sarwani sendiri memutuskan tinggal di Kalibata, Jakarta Selatan. Sedangkan DY tinggal bersama neneknya di Jalan Ken Arok, Kampung Kelapa RT 05 RW 19, Rawa Panjang, Bojong Gede, Bogor.

Sarwani mengaku menyesal karena tidak mampu menjaga dan memberikan perhatian kepada putrinya itu. “Ini karena DY kurang perhatian. Dulu DY rajin mengaji,” ujarnya. “DY akan dimakamkan di Citayam.” Kepala Satuan Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Helmy Santika mengatakan bahwa korban pembunuhan di Depok, Dwi Julianti, sempat diantar oleh seorang kawan menggunakan motor pinjaman.

Menurut Helmy, orang yang mengantar Dwi inilah yang berada bersama korban sebelum ia ditemukan tewas terbunuh. “Dia meminjam motor dengan alasan hendak mengantar korban. Motor itu kemudian dikembalikan lagi ke pemiliknya,” kata Helmy saat ditemui di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya pada Senin sore, 9 Januari 2012.

Seperti diberitakan sebelumnya, mayat Dwi Julianti, 16 tahun, ditemukan di bawah pohon pisang di sebuah kebun, di Gang Mangga, Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Depok, sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu, 8 Januari 2011. Korban ditemukan dalam keadaan telanjang dengan memar di sekujur wajahnya.

Kepala Unit I Satuan Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Budi Hermanto mengatakan hasil autopsi menunjukkan Dwi tewas lantaran dipukul dengan benda tumpul di kepala. “Ada pendarahan di otak,” katanya.

Meski ditemukan dalam keadaan telanjang, polisi tak dapat memastikan apakah Dwi diperkosa terlebih dahulu sebelum tewas. “Di alat kelamin korban tidak ditemukan sperma,” kata Helmy. Lokasi ditemukannya mayat Dwi, kata Helmy, berdekatan dengan tempat Dwi bekerja. “Dia bekerja di kafe di sekitar Tempat Kejadian Perkara,” katanya.

Johanes Brian Richo Tersangka Perampokan dan Pemerkosaan Angkot M26 Semakin Beringas Dalam Penjara

Johanes Brian Richo, 18 tahun, tersangka otak perampokan dan pemerkosaan terhadap Rs, 35 tahun, warga Sukmajaya, Depok, pada 14 Desember lalu, adalah mantan narapidana. “Johanes adalah mantan residivis tahun 2009 dengan kejahatan penggelapan,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Mulyadi Kaharni di kantornya Senin 26 Desember 2011.

Menurut dia, seharusnya para mantan narapidana yang sudah dibina berubah menjadi baik ketika keluar penjara, tidak melakukan kejahatan lagi, dan siap diterima kembali di masyarakat. “Tapi kenyataannya tambah beringas,” kata Mulyadi.

Johanes, Mulyadi menambahkan, merekrut tersangka lainnya dan mengajak mereka berbuat jahat. Dalam menjalankan aksinya, Johanes menggunakan angkot M26 yang disewanya dari tangan ketiga. Jadi sang pemilik tidak tahu angkotnya digunakan untuk kejahatan. “Pemilik mobil tidak terkena pasal. Dia tidak sengaja menyewakan kendaraan untuk melakukan kejahatan. Memang seharusnya ia tidak menyewakan barang kepada yang tak dikenal.”

Keuntungan dari gonta-ganti sopir ini, ucap Mulyadi, hanya Rp 10 ribu. Mereka menggunakan sistem setoran per hari. Jika pemilik angkot mendapatkan setoran dari hasil kejahatan dan membagikannya, ia akan diproses pidana.

Selain Johanes, Polres Depok membekuk dua tersangka lainnya pada Jumat pekan lalu. Mereka adalah Deden Rosadi, 18 tahun, dan Aida, 19 tahun. Aida, mahasiswi sebuah universitas di Jakarta Timur, adalah pacar Johanes, yang dijemput sebelum mereka beraksi. Ia diduga menyaksikan pacarnya ketika memperkosa Rs. Polisi masih memburu tersangka MS, 19 tahun, pengemudi angkot itu.

Tiga tersangka dibekuk dalam 10 hari karena kehabisan ongkos. Uang Rp 500 ribu dan giwang milik Rs yang dirampok habis dalam perjalanan. Saat di Cirebon, Jawa Barat, mereka kehabisan ongkos untuk kabur.

“Uang hasil kejahatan itu untuk makan saja enggak cukup. Mereka juga minta sama tukang becak Rp 1.000, penangkapan kan pada hari kesembilan pelarian,” kata Mulyadi. Untuk kabur lebih jauh, mereka sudah kehabisan logistik.

Rs berharap tersangka yang merampok dan memperkosanya dihukum mati. “Keponakan saya meminta tersangka dihukum mati atau dipenjara seumur hidup,” kata Joy, 50 tahun, paman Rs, di Polres Depok, Ahad lalu. Keinginan itu disampaikan saat Rs diminta untuk mengenali tersangka dan membuat berita acara pemeriksaan (BAP) tambahan.

Menurut Joy, Rs dan keluarga belum puas jika tersangka hanya divonis 10 atau 15 tahun penjara. “Sekarang mungkin keponakan kami sedikit tenang dengan ditangkapnya ketiga tersangka. Tapi dia belum puas.”

Ketika polisi memperlihatkan foto Johanes, ibu dua anak itu langsung melepaskan napas panjang dan membenarkan bahwa Johanes yang telah memperkosanya. Korban tidak dipertemukan langsung dengan pelaku karena belum sanggup. “Tadi diperlihatkan fotonya, betul si Johanes itu yang perkosa keponakan saya,” kata Joy.

Terjadi Lagi Pemerkosaan Dalam Angkot M26 Di Depok

Pemerkosaan di dalam angkutan umum kembali terjadi. Seorang perempuan melapor ke Polres Depok tadi pagi, Rabu, 14 Desember 2011. Dia mengaku telah menjadi korban pemerkosaan di dalam angkot, Rabu dini hari. “Saat ini, kami sedang menunggu hasil visum,” kata seorang polisi di Polres Depok.

Menurut keterangan polisi itu, korban berinisial R dan berusia 35 tahun. Kejadian berlangsung sekitar pukul 04.00 saat korban hendak ke Pasar Kemiri, Depok. Korban naik angkot M 26 di Jalan Raden Saleh. Di dalam angkot, selain sopir, saat itu ada dua lelaki. “Mereka bertiga diduga mabuk,” kata polisi tadi menirukan keterangan korban.

Korban baru sadar menjadi incaran pelaku setelah angkot mengarah ke Cibinong lalu berputar-putar di kawasan Cibubur. Sopir menghentikan kendaraan di jalan menuju Cikeas yang saat itu sangat sepi. Di sanalah pelaku memperkosa korban secara bergantian.

Setelah puas melampiaskan nafsunya, korban ditinggalkan di jalan. Pelaku merampas anting-anting dan uang korban. “Korban diancam dengan golok. Ada luka di bahu kirinya,” kata paman korban yang datang ke kantor polisi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Depok, Ajun Komisaris Febriansyah, membenarkan ada laporan itu. Namun dia belum bisa memberi penjelasan karena masih menunggu hasil visum.

Sebelumnya, pemerkosaan di dalam angkot terjadi pada September lalu. Seorang gadis yang berusia 27 tahun diperkosa saat naik angkot D02 jurusan Ciputat-Pondok Labu pada Kamis, 1 September 2011. Dia diperkosa oleh oleh dua orang.

Pelaku Pembunuhan Seksual Sadis Wanita Dalam Kardus Di Koja Berhasil Ditangkap Polisi

Penyidik Kepolisian Polda Metro Jaya meringkus dua orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan yang jasad korbannya dimasukkan ke dalam tas koper di Cakung, Jakarta Timur dan kardus televisi yang ditemukan di Koja, Jakarta Utara.

“Berdasarkan informasi dua orang pelaku sudah ditangkap petugas dan satu orang lainnya belum ditangkap,” kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sujarno di Jakarta, Jumat.

Sujarno mengatakan petugas menangkap kedua pelaku pembunuhan sadis tersebut, dalam Operasi Sikat Jaya 2011, karena tersangka termasuk target operasi.

Ia mengungkapkan penyidik menemukan adanya keterkaitan antara pelaku pembunuhan terhadap korban di Koja dengan Cakung.

Namun, perwira menengah kepolisian tersebut, belum menjelaskan identitas pelaku, kronologis maupun lokasi penangkapan tersangka.

Sebelumnya, sesosok jasad berkelamin wanita ditemukan warga di Jalan Kurnia Gang D RT 07/17 Kelurahan Tugu, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat (14/10) sore.

Warga menemukan sesosok jasad wanita tanpa idenitas ditutup seprai coral bunga di dalam kardus televisi berwarna coklat dengan kondisi mengalami luka sobek akibat tusukan pada bagian perut.

Petugas menemukan tiga lembar pas foto ukuran 2X3 dan dua lembar pas foto ukuran 4X6 seorang pria tidak dikenal, serta gulungan tali plastik warna hitam di dalam kardus.

Warga juga menemukan sesosok mayat perempuan berusia 8 – 10 tahun di dalam tas koper di pinggir Jalan Raya Cacing, Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu