Category Archives: pemerkosaan

Gadis ABG Umur 14 Tahun .. Malam Diperkosa Ayah dan Siang Diperkosa Teman Ayah Setelah Adegannya Direkam Dalam HP

Tragis benar hidup An. Sudah bolak-balik diperkosa ayah kandungnya, gadis berusia 14 tahun ini juga berulang kali dipaksa melayani teman ayahnya. Malam dinodai ayahnya, siang hari digagahi teman ayahnya. Akibat perbuatan bejatnya kedua pemulung, AD, 39, ayah korban, dan Sud, 26, teman ayah korban, dicomot anggota Satreskrim Polres Jakarta Barat, saat tidur di lapak bosnya di Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (22/7) dinihari.

Setelah diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Barat, dua lelaki bejat itu langsung dijebloksan ke sel. Hilangnya mahkota An itu, berawal dari perbuatan bejat ayah kandungnya pada pertengahan Januari 2012. Saat itu Agus yang sudah duda melihat putri kandungnya sedang tidur pulas di mes lapak pemulung dipaksa melayani layaknya suami istri.

Awalnya An meronta dan menolak kemauan ayahnya yang sudah dikendalikan nafsu setan, tetapi gadis yang tidak lulus SD ini kalah kuat sehingga hanya bisa pasrah. “Saya memang tidur satu kamar bersama korban dan adiknya,” kata AD, pemulung asal Sleman, Yogyakarta, yang ditinggal mati istrinya saat bencana gempa bumi pada tahun 2005 silam.
Perbuatan bejat ADs dilakukan hingga 10 kali pada hari berikutnya. ”Anak saya tidak bisa berbuat apa-apa, mungkin karena takut dimarahi. Saya memang salah,” tutur tersangka yang menyebutkan bahwa putrinya yang tidak tamat SD itu kini bekerja di pabrik sandal di Cengkareng.

DIREKAM VIDEO
Perlakuan AD terhadap anaknya, rupanya sering diintip Sud, teman AD, dari atap rumah. Dengan gambar di HP, Sud lelaki bermental bejat ini juga suatu siang saat AD tidak di rumahnya mendatangi gadis yang masih bau kencur meminta dilayani seperti ayahnya.

Sambil menunjukkan gambar yang ada di dalam HP, Sud mengancam bila An ogah meluluskan permintaannya maka adegan mesum dengan ayahnya akan disebarluaskan. Kontan saja, An kaget dan ketakutan. Meski awalnya menolak, gadis bernasib sial ini tak berdaya dan terpaksa melayani perbuatan bejat Sud.

“Gambar yang di HP, saya gunakan sebagai senjata agar korban mau melayani,” kata Sud seraya mengaku bahwa perbuatan bejatnya sudah dilakukan 11 kali.

DIANTAR PAMAN
Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Hengky Haryadi SIK, MH, gading malang itu melaporkan perbuatan bejat ayahnya dan temannya diantar paman dari almarhun ibunya. An melapor ke Polsek Cengkareng lantaran sudah tidak kuat dan ketakutan harus bolak-balik melayani nafsu dua pemulung bejat tersebut.

“Atas petunjuk korban itulah, kedua tersangka kami tangkap. Bapaknya mengaku sudah 10 kali menodai korban, Sedangkan temannya Sudartono telah 11 kali,” jelas Hengky Haryadi didampingi AKP Kasranto selaku Kanit PPA, Senin (23/7) siang.
Tersangka Agus Darmawan di kantor polisi malah terkejut ketika mengetahui temannya Sudartono juga menodai putrinya. “Semua ini karena kesalahan saya. Hukumlah saya, karena saya memang salah,” ujar Agus

Baru 3 Bulan Bebas Dari Penjara karena Memperkosa Seorang Sopir Taksi Kembali Memperkosa Penumpangnya

Benar-benar keterlaluan! Seorang sopir taksi di Bangkok, Thailand, terlibat kasus pemerkosaan hanya 3 bulan setelah dirinya bebas dari penjara dalam kasus yang nyaris sama. Sopir taksi ini ditangkap polisi karena memperkosa seorang penumpang wanita di dalam taksi.

Seperti dilansir oleh The Nation, Kamis (31/5/2012), perbuatan bejat Noppadon Tabanrai (30) ini dilakukan pada Senin (28/5) malam waktu setempat. Korban yang berusia 26 tahun ini, sengaja membiarkan telepon seorang rekannya tetap tersambung ketika insiden tersebut terjadi.

Rekan korban pun melapor ke kantor polisi sekitar pukul 19.15 waktu setempat, sembari memperdengarkan sambungan telepon korban tengah diperkosa yang masih tersambung dengan mode pengeras suara. Polisi yang menyadari bahwa korban dalam bahaya, segera meluncur ke lokasi.

Ketika menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian perkara, polisi menemukan korban sedang berjalan seorang diri di wilayah Pattanakarn Soi 32 dan kemudian menanyainya. Korban yang tidak disebutkan namanya ini, memberikan informasi yang detail kepada polisi.

Dia menjelaskan gambaran pelaku dengan jelas, serta mengingat nomor polisi taksi tersebut. Hal ini yang menjadi petunjuk polisi untuk menangkap Noppadon di rumah sewaannya di wilayah On Nut Soi 17.

Kepada polisi, Noppadon mengakui hasrat seksualnya bangkit ketika melihat korban yang mengenakan celana pendek. Ketika korban menyetop taksinya, Noppadon pun dengan licik membujuk korbannya untuk melintasi jalur alternatif dengan dalih kondisi lalu lintas saat itu yang macet.

Ternyata dia kemudian memperkosa korban dan setelah itu melarikan diri. Pria itu tidak menyangka jika korban menjawab telepon ketika sedang diperkosa.

Belakangan, polisi menemukan fakta bahwa Noppadon pernah dipenjara selama 5 tahun dalam kasus pencabulan dan percobaan pemerkosaan terhadap seorang wanita Filipina yang juga penumpang taksinya. Noppadon baru saja bebas dari penjara 3 bulan yang lalu.

Seorang Istri Merasa Diri Sial Karena Suaminya Tertangkap Sehabis Memperkosa Dua Wanita Sekaligus

Seorang sopir taksi di Inggris divonis 12 tahun penjara karena memperkosa dua penumpangnya. Parahnya, istri sopir taksi tersebut mengetahui perbuatan suaminya dan justru menyuap korban agar mencabut laporannya ke polisi.

Asif Iqbal dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Cardiff pada Kamis (3/5) waktu setempat atas tindak pemerkosaan terhadap 2 wanita di wilayah Newport, South Wales.

Hakim David Wynn Morgan pun menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada Asif. “Pengadilan tidak akan merasa kasihan kepada Anda,” tutur Hakim Morgan dalam persidangan seperti dilansir oleh Daily Mail, Jumat (4/5/2012).

Sedangkan istri Asif dijatuhi vonis 6 bulan penjara. Wanita itu mengaku bersalah atas upaya memutarbalikkan hukum dengan menyuap salah satu korban agar mencabut laporannya.

“Kesialan Anda adalah menikah dengan pria yang sangat-sangat jahat ini bukan karena suami anda tertangkap,” ucap Hakim Morgan kepada istri Asif.

Dalam persidangan terungkap, Asif sering mengincar korbannya di luar kelab malam. Hal tersebut dilakukan Asif dengan sengaja karena dia mengincar korban yang mabuk.

Setelah mendapat korban, Asif akan mengunci pintu taksinya. Kemudian dia mengemudikan taksinya ke wilayah-wilayah sepi dan terpencil. Setelah mendapat lokasi yang cocok, Asif akan melakukan aksi bejatnya tersebut di dalam taksi.

“Dia mulai meraba paha korbannya dan kemudian mengemudikan taksi ke wilayah terpencil. Korban hanya bisa terisak dan ketakutan saat aksi tersebut berlangsung,” tutur jaksa penuntut Caroline Rees.

Meskipun Asif telah divonis, namun polisi masih mencurigai bahwa korban kebejatan Asif tidak hanya 2 wanita tersebut. Polisi pun mengimbau para wanita yang pernah menjadi korban dalam kasus serupa untuk melapor.

Seorang Wanita Muda Berhasil Menebas Penis Pemuda Yang Akan Memperkosanya

Kejadian ini mungkin akan membuat perampok ini kapok. Seorang perampok mencoba memperkosa seorang wanita muda di Malaysia. Namun perampok itu malah harus mengaduh kesakitan karena alat kelaminnya terkena sabetan parang!

Saat kejadian pada Kamis, 26 April sore waktu setempat, wanita berumur 20 tahun itu sedang berjalan menuju toko kelontong dekat rumahnya di Ampang, Kuala Lumpur. Ketika itulah, seorang pria mencegat dia dan menempelkan parang ke lehernya.

Pria tak dikenal itu pun menarik wanita muda itu ke tempat yang gelap dan sepi. Tubuhnya kemudian didorong ke tanah. Pria itu lalu meminta uang dan perhiasan yang dikenakan wanita tersebut.

Dikatakan sumber kepolisian kepada harian lokal Malaysia, Harian Metro dan dilansir The Star, Sabtu (28/4/2012), ketika wanita itu menolak, penjahat tersebut merogoh saku celananya dan mengambil uang 100 ringgit serta telepon genggamnya.

Wanita tersebut terus memohon agar dirinya tidak dilukai. Namun perampok tersebut tetap menginjak tubuh korban dan bahkan memerintahkannya untuk melepas pakaiannya.

Ketika wanita itu menolak, perampok tersebut mencoba membuka celana si wanita. “Wanita itu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menendangnya. Dia pun kehilangan keseimbangan dan parangnya lepas dari tangannya,” kata sumber kepolisian.

“Si wanita dengan cepat merebut parang dan menebas alat kelaminnya,” imbuh sumber kepolisian tersebut.

Akibat kejadian itu, perampok tersebut mengalami luka pada penisnya. Dia pun harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Izzun Nahdiyah Mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Diperkosa Ramai Ramai Sebelum Dibunuh Hanya Karena Minta Laptopnya Dikembalikan

Polisi menangkap lima tersangka yang diduga terlibat kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Izzun Nahdiyah, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat. Namun polisi masih merahasiakan identitas para tersangka. “Mereka ditangkap di Desa Ranca Buaya, Kecamatan Jambe, dinihari tadi,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo, Selasa 24 April 2102.

Menurut Bambang, polisi masih mengejar satu tersangka lagi yang diduga sebagai dalang pembunuhan. Dia adalah Muhammad Sholeh alias Oleng, 33 tahun. Oleng dikenal sebagai pemuda penganggur yang tinggal di Desa Jambe. Sejumlah saksi mengatakan, lelaki itu menjalin hubungan asmara dengan korban selama tiga bulan terakhir.

Mayat Izzun ditemukan di Jalan Pemda DKI, Ciangir, Legok, 7 April 2012. Ada luka sayatan di lehernya. Pakaian yang ia kenakan masih lengkap, termasuk jilbab putih di kepala. Identitas Izzun terungkap sepekan kemudian. Gadis 24 tahun itu berasal dari Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Dia duduk di semester 12 Fakultas Hubungan Internasional UIN.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tangerang Komisaris Shinto Silitonga mengatakan korban memiliki laptop bermerek HP yang dipinjam oleh Oleng. Diam-diam Sholeh menjual laptop itu seharga Rp 600 ribu. Kepada korban, Sholeh mengatakan laptop itu rusak dan dibawa ke tempat servis komputer untuk didandani. Biaya perbaikan sebesar Rp 600 ribu.

Pada 6 April 2012, korban datang ke Desa Jambe untuk mengambil laptop. Izzun membawa uang Rp 600 ribu untuk membayar biaya perbaikan. Oleng tentu saja tidak bisa memberikan laptop itu. Dia menjadi kebingungan. Apalagi korban terus mendesak.

Sikap korban itu membuat Oleng kesal. Dia mengunci korban di dalam kamar dan meninggalkannya begitu saja selama beberapa jam. Saat itulah terlintas di kepala Oleng untuk menghabisi nyawa korban. Dia memanggil lima temannya yang tinggal di sekitar tempat itu. Rencana pembunuhan pun disusun. Namun, sebelum dibunuh, korban diperkosa oleh empat tersangka. “Dua tersangka memang tidak ikut memperkosa, tetapi mengetahui perbuatan itu,” kata Shinto. Mayat korban kemudian dibuang di Jalan Pemda DKI, Desa Ciangir.

Ketika mayat Izzun ditemukan, polisi sempat kebingungan mengungkap jati diri gadis itu. Identitas Izzun baru diketahui sepuluh hari kemudian setelah keluarganya datang dari Lamongan. Polisi pun bergerak mengumpulkan keterangan dari kawan-kawan korban. Dari sanalah muncul nama Oleng, pria yang baru tiga bulan menjadi kekasih korban.

Kemarin, sekitar pukul 03.00, polisi menangkap lima tersangka di kediaman masing-masing. “Para pelaku tinggal saling bertetangga,” kata Shinto. Karena itu, penangkapan bisa dilakukan secara serentak. Hanya, polisi tidak menemukan Oleng di rumah orang tuanya. Diduga, lelaki itu melarikan diri karena tahu tengah diincar polisi. Menurut Shinto, para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Empat dari enam tersangka pembunuh Izzun Nahdiyah, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, melakukan tindakan biadab sebelum membunuh korban. Mereka menyekap dan memperkosa korban secara bergantian.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang Komisaris Shinto Silitonga, Izzun mendatangi rumah Muhammad Soleh alias Oleng, pacar korban, di Desa Ranca Buaya, Jambe, Kabupaten Tangerang, pada Jumat, 6 April 2012. Izzun mau mengambil laptopnya yang dipinjam Oleng, preman di desa tersebut yang berpacaran dengan Izzun dalam tiga bulan terakhir.

Sebelum datang ke rumah pelaku, korban telah menghubungi pelaku dan meminta laptopnya dikembalikan. Tapi Oleng mengatakan laptop tersebut sedang direparasi. ”Korban membawa uang Rp 600 ribu untuk menebus biaya reparasi laptop itu,” kata Shinto, Selasa, 24 April 2012. Ternyata laptop itu tidak pernah direparasi, tapi telah dijual oleh Oleng.

Di rumah tersangka, korban mendesak agar laptopnya segera dikembalikan. Tapi Oleng justru menahan Izzun dan menyekapnya di dalam kamar selama beberapa jam. Selama penyekapan, Oleng merencanakan pembunuhan pacarnya itu dengan lima temannya. Sebelum dibunuh, empat dari enam pelaku, termasuk Oleng, memperkosa Izzun secara bergantian. Setelah itu, korban langsung dibunuh dengan menggorok lehernya. “Para pelaku tinggal saling bertetangga,” kata Shinto.

Kemudian mayat gadis berkerudung putih itu dibuang ke Jalan Pemda DKI, Desa Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang. Esok harinya, Sabtu, 7 April 2012, warga Ciangir digemparkan dengan penemuan mayat gadis tersebut.

Polisi mencokok kelima tersangka di Desa Ranca Buaya pada Selasa dinihari, 24 April 2012. Adapun Oleng hingga kini masih buron. Motif pembunuhan Izzun Nahdiyah, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, terungkap. Izzun ternyata dibunuh hanya gara-gara meminta laptopnya dikembalikan. “Korban menuntut agar laptop yang dipinjam pelaku dikembalikan,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang Komisaris Shinto Silitonga, Selasa, 24 April 2012.

Menurut Shinto, Muhammad Soleh alias Oleng, yang diduga pelaku utama, meminjam laptop merek HP berwarna pink milik korban, kemudian menjualnya. Muhammad Soleh dikenal sebagai preman di Desa Ranca Buaya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, dan berpacaran dengan korban dalam tiga bulan terakhir ini.

Pada 6 April 2012, Izzun mendatangi rumah Oleng di Desa Ranca Buaya untuk mengambil laptop tersebut. Kepada korban, Oleng mengatakan laptop itu sedang direparasi. ”Korban membawa uang Rp 600 ribu untuk menebus biaya reparasi laptop itu,” kata Shinto.

Ketika sampai di rumah pelaku, korban mendesak agar laptopnya segera dikembalikan. Tapi Oleng justru menahan Izzun dan menyekapnya di dalam kamar selama beberapa jam. Selama disekap itu, Oleng merencanakan pembunuhan kekasihnya dengan lima temannya. Sebelum dibunuh, empat dari enam pelaku, termasuk Oleng, memperkosa Izzun secara bergantian. Setelah itu, korban langsung dibunuh dengan menggorok lehernya. “Para pelaku tinggal saling bertetangga,” kata Shinto.

Mayat gadis berkerudung putih itu kemudian dibuang ke Jalan Pemda DKI, Desa Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang. Keesokan harinya, 7 April 2012, warga Ciangir digemparkan oleh penemuan mayat Izzun.

Setelah hampir dua pekan menyelidiki kasus itu, Selasa dinihari, 24 April 2012, polisi mencokok lima tersangka pembunuh Izzun di Desa Ranca Buaya. Sedangkan Muhammad Soleh masih buron.

Menurut Shinto, para pelaku dijerat Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang Pembunuhan Berencana, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Pembina Pramuka Perkosa Siswinya Sendiri Sebanyak 8 Kali Setelah Diancam Foto Telanjangnya Akan Disebarkan Ke Siswa Lain

Polres Tabanan Bali menangkap seorang pembina pramuka berinisial IM (40) yang memperkosa siswinya. Komisi Nasional Perlindugan Anak (Komnas PA) yang telah menemui siswi itu menyatakan kondisi korban saat ini masih trauma.

“Saat ini masih trauma dan harus mendapatkan pendampingan,” kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, saat dihubungi detikcom, Senin (23/4/2012).

Arist mengatakan Komnas PA sudah bertemu dengan korban pemerkosaan itu pada pagi tadi. Pertemuan ini dilakukan di Polres Tabanan, Bali.

“Siswa ini mendapatkan dukungan dari guru-guru sekolahnya,” sambungnya.

Kepada petugas kepolisian dari Polres Tabanan, Arist meminta agar kasus pemerkosaan ini bisa dikembangkan dan terus diselidiki. “Murid perempuan yang ikut Pramuka cukup banyak, jadi harus diselidiki lagi,” lanjutnya.

Arist membantah pernyataan pelaku yang menyatakan hubungan yang dilakukan dengan siswinya atas dasar suka sama suka. Menurut Arist, siswi tersebut dipaksa dengan acaman foto telanjangya disebarkan ke sekolah.

“Karena itu kita minta polisi menjerat tersangka dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” tuturnya.

Sebelumnya, seorang siswi mengaku diperkosa dan diancam oleh IM. Karena tidak tahan, ia melapor ke polisi, Kamis (19/4/2012). Polisi pun langsung menangkap IM sekitar pukul 14.00 Wita.

Informasi yang dihimpun, korban sudah delapan kali ditiduri oleh pelaku. Kejadiannya berlangsung dari bulan November 2011 hingga Januari 2012. Masih dikroscek, apakah ada korban lain dalam kejahatan asusila ini.

“Selain pengakuan, kita mendasarkan pada nomor-nomor ponsel yang terdapat di ponsel pelaku,” kata Kapolres Tabanan, AKBP Dekananta Eko Purwono

Sering Dihina Bujang Lapuk Oleh Satu Keluarga Tetangga Dibalas Dengan Memperkosa Anak Perempuan Mereka

Sakit hati dihina tidak punya pacar membuat seorang pemuda, Susanto, 44, warga Rulung Helok, Natar, Lampung Selatan, memperkosa tetangganya, gadis 16 tahun, di areal perkebunan kelapa sawit di Natar, Lampung Selatan. Pelaku meluapkan rasa sakit hatinya dengan memerkosa korban hingga 2 kali di bawah ancaman golok, pada Selasa (3/4) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban yang kondisinya sempoyongan dengan pakaian yang robek hampir di sekujur tubuhnya berhasil pulang ke rumah dan membuat kedua orang tuanya kaget bukan kepalang. Terlebih setelah tahu yang melakukan perbuatan bejat tersebut adalah tetangga mereka sendiri yang seringkali mereka ejek karena belum juga punya istri padahal sudah berusia tua.

Korban ditemani kedua orang tuanya langsung melapor ke Polsek Natar dan pada sore sekitar pukul 15.00 WIB., tersangka langsung dikejar yang berusaha kabur menuju ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Di hadapan penyidik tersangka mengaku sakit hati dengan korban dan keluarganya yang selalu menghinanya tidak juga punya istri sampai tua. “Saya sakit hati dihina tidak laku dan tidak juga kawin samapai sekarang. Saya ancam dengan golok, lalu saya perkosa sampai 2 kali,” aku tersangka.

Kapolsek Natar, Kompol. Sastra Budi membenarkan menangkap tersangka yang memperkosa gadis di bawah umur dan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.