Cerita Kriminal

Entries categorized as ‘perampokan’

Cara Menonton Konser Group Band Kesayangan Anda Secara Gratis

Oktober 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ratusan penggemar berat band Kotak dan Changcutter yang tidak membeli tiket memaksa masuk ke areal konser dengan mendobrak pagar penghalang.

Mereka yang mengaku tidak memiliki uang untuk membeli tiket, memaksa masuk melalui pintu belakang untuk menyaksikan konser dua grup musik itu.

“Saya pingin nonton band Kotak mangung, tapi tidak punya uang, terpaksa kami masuk tanpa bayar,” kata Beno yang mengaku penggemar Kotak asal Cilaku, Cianjur.

Ratusan orang itu, merusak pagar pembatas dari seng, dengan cara digoyang dan ditendang bersama-sama.

Ratusan penonton illegal tersebut, riang ketika bisa memasuki tempat konser musik band kesayangan mereka.

Melihat keadaan tersebut pihak keamanan mencoba mengantisipasi dengan menerjunkan satuan polisi dengan cara memblokade pagar yang sudah rusak, agar penonton tetap membeli tiket.

Para penggemar semakin menggila dan beringas, sekalipun pagar dijaga barikade polisi tidak menyurutkan niat mereka untuk bisa masuk ke arena konser.

Melihat gelagat tersebut, untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan, pihak panitia akhirnya membuka pintu gerbang dan membebaskan penonton masuk tanpa tiket.

“Demi keamanan kami buka pintu gerbang, daripada terjadi keributan nanti repot,” ungkap Leo panitia dari PT Djarum Tobaco.

Setelah pintu masuk dibuka, ribuan orang penonton yang masih di luar mulai masuk ke dalam. Para pecinta musik tersebut semakin asyik menikmati hentakan irama musik, sambil berteriak dan berjoget.

Walaupun sempat diguyur hujan deras, mereka tidak beranjak dari lapangan.

Kategori: kebodohan · kejahatan terorganisasi · perampokan · psikopat

Mahasiswi Trisakti Dibunuh di Apartemen Meditarenia Tower 2

September 20, 2009 · 1 Komentar

Mahasiswi Trisakti ditemukan tewas di Apartemen Meditarenia Tower 2,  Jakarta Barat, Sabtu tengah malam tadi. Diduga kuat, Novita Purnamasari jadi korban pembunuhan sekaligus perampokan.

Pasalnya di leher korban ada dua luka bekas tusukan senjata tajam dan di paha depan dan belakang. Sementara HP Blackberry nya hilang dan hingga sekarang sulit dihubungi.

Korban diduga dibunuh tiga hari lalu.Saat ditemukan tertelungkup di apartemennya Nomor 31 EJ sudah membusuk. Tidak itu saja, sejak Kamis lalu teman-teman dan keluarga sudah tidak bisa menghubungi gadis berusia 19 tahun ini lewat selulernya.

Olehkarena itulah, curiga ada apa-apa terhadap Novi beberapa temannya tadi malam sekitar pukul 24.00 mendatangi kamar Novi di Apartemen Mediterania tersebut.

Namun, baru saja mau masuk ke kamar korban, bau busuk langsung menyengat dari dalam . Hal itu lalu dilaporkan kepada keamanan apartemen.

Yakin ada yang tidak beres, kejadian itu juga dilaporkan ke Polres Jakarta Barat,

Polisi lalu membuka kamar tersebut dan ternyata Novi sudah menjadi mayat. Untuk pengusutan lebih lanjut jenazahnya dikirim ke RSCM

Kategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan · perampokan

Anggota Brimob Aktif Mengeksekusi Sesama Anggota Brimob Demi Uang 2 Milyar

September 17, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, mengatakan, Kusdarmanto, tersangka upaya perampokan uang bank yang mengakibatkan tiga korban tewas adalah anggota brigade mobil (brimob) yang masih dinas aktif.

“Kami tidak susah menyimpulkan, pasti pelakunya salah satu kawan ketiga korban,” katanya didampingi Kepala Kepolisian Wilayah Kedu, Kombes Pol Agus Sofyan Abadi, dan Kepala Kepolisian Resor (Polres) Magelang, AKBP Mustaqim, di Magelang, Kamis malam.

Tersangka berusia 50 tahun yang berpangkat brigadir itu bertugas di Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tiga korban tewas dalam upaya perampokan di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Selasa (15/9) sore itu adalah Arif Wirohadi (30), pegawai PT Kelola Jasa Artha (Kejar), perusahaan jasa pengangkut uang yang berkantor cabang di Yogyakarta.

Selain itu, Agus Sutrimo (27), sopir mobil kijang Isuzu Panther warna biru yang mengangkut uang sekitar Rp2,068 miliar milik Bank Danamon dari Magelang ke Yogyakarta, dan Brigadir Murdiyono, anggota Satbrimob Polda DIY, yang mengawal pengangkutan uang dengan mobil itu.

Tersangka, katanya, tidak sempat membawa kabur uang dari bagasi mobil karena relatif banyak warga berkerumun di lokasi kejadian setelah mendengar suara tembakan dari dalam mobil yang mengakibatkan mobil menabrak tiang telepon di tepi jalan itu.

Ia menjelaskan, tersangka menumpang mobil PT Kejar dari tempat parkir Bank Danamon Kota Magelang dengan singgah ke Bank Danamon Muntilan Kabupaten Magelang menuju Yogyakarta.

“Dia itu teman satu angkatan dengan korban Murdiyono, bahkan rumahnya ada di belakang korban, sehingga kenal baik, tidak kesulitan untuk meminta tumpangan,” katanya.

Polda Jateng berkoordinasi dengan Polda DIY untuk mengusut kasus itu dan menangkap tersangka pada Selasa (15/9) malam untuk selanjutnya pada Rabu (17/9) malam dibawa ke Markas Polres (Mapolres) Magelang.

Saat mobil PT Kejar melaju dari Magelang ke Yogyakarta, katanya, mobil Suzuki APV berwarna hitam yang dikemudikan kawan tersangka yakni Edy membuntuti. Hingga saat ini Edy yang warga Yogyakarta itu masih dalam pencarian polisi.

Ia mengatakan, perampokan telah direncanakan tersangka sejak sebulan lalu karena tersangka juga sering bertugas sebagai pengawal pengangkutan uang bank melalui PT Kejar.

Secara berturut-turut tersangka menembak Arif, Murdiyono, dan Agus, masing-masing di bagian kepala dari jarak relatif dekat.

“Beberapa lubang bekas tembakan di kaca mobil menunjukan bahwa tembakan dari dalam mobil, sembilan selongsong peluru ditemukan di dalam mobil, di dalam mobil itu ada empat orang yakni satu tersangka dan tiga korban. Saat berada di dalam mobil, senjata dititipkan Murdiyono kepada tersangka yang duduk di belakang sopir. Murdiyono duduk di sebelah kiri sopir,” katanya.

Setelah menembak para korban, katanya, tersangka membuang senjata laras panjang jenis AK 101 ke aliran Sungai Opak, Kalasan, Yogyakarta dan membakar seragam brimobnya di Desa Glagah Harjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY.

Sejumlah barang bukti yang diamankan kepolisian antara lain senjata api, 13 butir peluru, sisa seragam brimob dengan berbagai atribut, telepon seluler, dan uang pecahan kertas Rp50 ribu dalam dua karung senilai Rp2,068 miliar.

Ia mengatakan, enam di antara tujuh saksi yang telah diminta keterangan polisi memastikan bahwa Kus adalah orang berseragam brimob berlumuran darah yang keluar dari mobil dengan nomor polisi B 8339 MW itu.

Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati.

Pada Jumat (18/9) malam terlihat seorang pegawai PT Kejar di hadapan Alex dan wartawan membuka salah satu kantong uang yang masih berada di mobil Isuzu Panther yang kini diamankan di Mapolres Magelang.

Pada kesempatan itu Alex juga bertemu secara tertutup selama beberapa saat dengan Kus dalam kondisi tangan diborgol di ruang Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Magelang.

“Meskipun tersangka adalah oknum anggota polisi, tetap ditindak sesuai dengan aturan hukum, hukum harus ditegakkan,” katanya

Kategori: kebodohan · pembunuhan · perampokan · polisi korup

Dua Anggota Kelompok Sukabumi Ditembak Polisi … Sayang Tidak Mati

Mei 2, 2009 · 1 Komentar

Dua anggota Kelompok Sukabumi ditembak polisi. Dasep dan Leo terpaksa didor karena menodong seorang wanita di Jl. Angkasa Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (30/4) malam.

Menurut Kanit Reserse Polsek Kemayoran, Iptu Haryono, sekitar pukul 20.30 Ratna Juneti, 22, baru pulang dari rumah saudaranya di Jl, Angkasa dengan naik sepeda motor. Tiba-tiba wanita cantik itu didekati dua lelaki yang juga naik motor. Korban ditodong dan tas berisi uang Rp 3 juta dirampas.

Ratna warga Jl. Pintu Air Sawah Besar ini lalu melapor ke Polsek Metro Kemayoran. Dipimpin Haryono polisi mencari pelaku. Seprti diduga, kedua pelaku ada di Stasiun KA Kemayoran tengah membagi-bagi hasil curian.

Saat didekati polisi, mereka kabur meninggalkan motornya. Meski polisi melepaskan tembakan peringatan, penodong ini tetap kabur. Polisi lalu menembak kedua bandit jalanan itu sehingga tersungkur.

Dasep 25 dan Leo, 26, dikenal sebagai anggota Kelompok Sukabumi. Mereka mengaku sudah enam kali beraksi di wilayah Kemayoran dan tiga kali di Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara

Kategori: perampokan

Hati Hati Semakin Banyak Orang Yang Tidak Tahu Berterimakasih Dan Membunuh Orang Yang Menolongnya

April 4, 2009 · 1 Komentar

Seorang perampok yang mengambil bahan pangan, arloji, dan telepon genggam nekat membunuh dua orang sekaligus. Kedua korban yang merupakan ayah dan anak itu tewas seketika di tempat kejadian di Jalan Situ Gde Raya RT 07 RW 02, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (2/4) pukul 23.30.

Kedua korban itu, Tableg Poedjianto (67), dan putri bungsunya, Rika Rahma Tyasningrum (10), telah dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jumat (3/4). Sementara istri korban, Siti Ngadawiah alias Titin (42), saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Pasar Rebo karena mengalami luka tusuk di empat bagian tubuhnya.

Selain itu, rambut Titin juga sebagian terlepas karena ditarik paksa oleh pelaku. Tersangka pelaku perampokan itu, Atep (37), dapat ditangkap warga. Seluruh wajahnya merah dan memar karena dikeroyok warga.

Perampokan yang dilakukan Atep terhadap pengacara yang praktik di wilayah Cileungsi ini sangat ironis. Masalahnya, Atep yang sehari-hari berjualan kapas kecantikan dengan berkeliling ini sering menitipkan dagangannya ke warung milik Tableg. Dia juga sering menumpang istirahat di warung itu.

Dari penuturan warga, Atep masuk ke rumah Tableg dengan cara mencongkel jendela dan membongkar teralis. Sebelum masuk ke rumah, Atep juga membongkar warung milik Tableg dan mengambil rokok, odol, sabun mandi, dan sebagainya ke dalam kardus.

Rupanya kelakuan Atep ini dipergoki Tableg yang tidur di ruang tengah bersama Rika. Atep pun langsung menyerang Tableg dengan tujuh tusukan dari pisau dan celurit. Rika yang terbangun juga ditusuk dan dibanting ke lantai.

Titin yang tidur di kamar terbangun dan ke luar kamar. Namun, dia pun diserang Atep. Titin yang melihat suaminya ditusuk berlari kembali masuk ke kamar, tetapi Atep melukainya. Dari kamar yang dikunci, Titin menelepon tetangga minta tolong. Tetangga datang dan menangkap Atep.

Kategori: pembunuhan · perampokan

Pengacara Mantan Anggota RPKAD dan Anak Gadisnya Tewas Dirampok

April 3, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Rumah dirampok, pengacara dan anak perempuannya tewas dibantai garong yang dipergoki masuk rumahnya di Jl. Situ Gede Raya, Jaktim. Istri korban kritis dengan luka bacok di kepala dan punggungnya.

Tableg Poedjianto, 65, dan Rika Rahmatyasningrum, 10, diotopsi di RS Polri Kramatjati. Siang ini keduanya akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.
Sedangkan Siti Ngadawiyah, 42, dirawat di RS Pasar Rebo dalam keadaan kritis. Atep, pelaku, ditahan di Polsek Ciracas.

Perampokan terjadi sekitar Pk. 23:30 saat pengacara yang juga mantan anggota RPKAD berpangkat kapten ini tengah tiduran bersama anaknya di kasur depan televisi ruang keluarga. Atep yang masuk dengan melompat pagar depan mendapatkan pisau dari tempat cuci piring dan clurit di dekat warung rumah korban.

Pelaku memasukkan sabun, odol serta rokok dalam kardus lalu membongkar jendela dan membuka tralis jendela. Mengambil tiga arloji dan empat HP, pelaku menuju ruang keluarga. Tableg terbangun kaget mendapati garong masuk rumah. Pria tinggi besar itu langsung dibacok berkali-kali. Rika yang melihat ayahnya dianiaya terbangun juga dibacok berkali-kali.

Mendengar keributan, Siti keluar dari kamarnya. Namun, garong menghadangnya. Siti berbalik untuk lari namun pelaku menarik rambutnya lalu membacok kepala dan punggungnya. Selanjutnya, korban masuk kamar mandi yang berada dalam kamar utama itu.

Pelaku kabur dengan melewati warung lalu lompat pagar. Warga yang melihatnya langsung berlari mengejar. Ia diringkus saat akan memanjat pagar Kantor Urusan Agama Jl. PKP, sekitar 100 meter dari rumah korban. Polisi yang datang sempat melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.

Kategori: pembunuhan · perampokan

Pemulung Cilik Tanpa Penyesalan Membunuh Wanita Penolongnya Untung Tidak Sampai Diperkosa

Maret 31, 2009 · & Komentar

Istri pejabat Kantor Imigrasi Bogor tewas dibantai pemulung cilik di rumahnya, Jl. Darulung Raya RT 02/07 Perum Bantarjati Indraprasta, Kota Bogor. Pembantunya juga sekarat dibabat pakai pisau dan gaco sampah.

Ny Bianstuti Caniago 46, istri Kasubsi Forsakim Imigrasi Bogor, Muchlis Amri,48, jantung dan tangannya tertembus sabetan alat gaco oleh pelaku. Ia sempat dibawa di RS Azra Bogor, namun nyawa ibu empat anak ini tak tertolong.

Wanita pembantunya, Soliyem, 43, alias Iyem luka parah di kepala, dada, tangan, pundak dan tangannya. Pelakunya, Junaedi,13, sudah lama kenal dengan keluarga korban dan selama ini sering dibantu. Dia ditangkap warga tak lama setelah kejadian.

Peristiwa sadis Senin (30/3) ini, berawal ketika Junaedi masuk ke rumah korban sekitar Pk. 11:00 dan hendak mengambil DVD. Aksinya kepergok Iyem, pembantu korban. Dia langsung mengayunkan gaco hingga mengenai tangan Iyem.

Korban lari ke dalam rumah sambil berteriak minta tolong tapi dikejar. Bagai kerasukan setan pelaku menikam dan membabat tubuh wanita itu pakai pisau yang ada di dapur.

Ny Bianstuti yang saat itu baru selesai mandi, keluar dari kamar mandi dengan hanya menggenakan handuk. Belum sempat bertanya, pelaku menyerang membabi buta.

DISERAHKAN KE POLISI
Ibu empat anak, Muhamad Arief, Isti, Usti dan Amirul Akbar ini, terkapar bersimbah darah. Saat kejadian di dalam rumah hanya ada Ny Bianstuti dan Iyem, sedangkan Muchlis Amri sudah berangkat kerja dan keempat anaknya sedang sekolah.

Warga sekitar berdatangan ke rumah korban, termasuk Ketua RT 02 Sudrajat. ”Ketika saya tiba, warga lainnya sedang mengejar pelaku,” kata Sudrajat.

Junaedi, bocah yang hanya sekolah sampai kelas IV SD ini diserahkan ke polisi. Dia mengaku sudah berencana membunuh Ny Bianstuti sejak Minggu (29/3). Dia dendam karena meminta sepeda bekas yang tak dipakai tapi tolak.

Bocah yang tinggal di Tegalega Bogor Tengah ini mengatakan memulung mengikuti jejak bapaknya karena hidup melarat. Ibunya juga banting tulang menjadi tukang cuci pakaian.

”Sebetulnya Ibu Bianstuti sangat baik ke saya. Sering ibu dan bapak ngasih uang, kalau saya habis bantu membersihkan barang bekas di rumah. Tapi saya tidak menyesal membunuh ibu,” kata anak ke-10 dari 11 bersaudara pasangan Uci,55, dan Ny Ati,49, tersebut.

TELAH MEMAAFKAN
Muchlis Amri, suami korban yang datang ke rumah sakit juga mengakui Junaedi selama ini dekat dengan keluarganya. Meski kelihatan terpukul dengan peristiwa ini, Muchlis tampak tabah.

”Saya tidak tahu motifnya apa kenapa dia tega membunuh istri saya. Yang jelas, saya dan anak-anak telah memaafkan. Balas dendam, bukanlah solusi,” ucap Muchlis.

Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah didampingi Kapolsek Bogor Utara, AKP Saryono menegaskan pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP dan kemungkinan pasal 365 tentang perampokan.

”Ancaman pidananya 20 tahun atau hukuman mati, walau usianya masih 13 tahun. Pasalnya, perbuatannya mengakibatkan nyawa orang lain meninggal. Kami juga akan melakukan tes mental kepada pelaku serta menyilidiki latar belakang keluarganya,” tandas Irwansyah.

Kategori: kejahatan anak · kekerasan pada wanita · pembunuhan · perampokan · psikopat

Berkurang Satu Penjahat Penebar Ranjau Paku Karena Tewas Ditembak Polisi Cekatan

Maret 31, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Satu dari empat penjahat penggembos ban ambruk dibedil anggota Jatantras Polda Metro Jaya saat kepergok beraksi di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Senin (30/3) petang.

Andi Irfan, 40, yang ditembak dada kirinya dilarikan ke RS Polri Sukamto Kramatjati, Jakarta Timur. Tiga tersangka lainnya yang kini meringkuk di tahanan, Dedi, 30, Joni, 26, dan Dendi alias Bocor, 29. Barang bukti yang disita, sebuah tas milik Dharmadi Gani, 52, satu buah ban dan satu ranjau paku.

Komplotan penebar ranjau paku ini beraksi sekitar Pk. 16:30 dengan berboncengan sepeda motor. Mereka membuntuti sedan yang ditumpangi Dharmadi Gani. Setiba di Jalan Pangeran Tubagus Angke dekat Rumah Duka Jabar Agung Jelambar, tiba-tiba ban mobil kempes.

Seorang dari mereka berlagak memberitahu korban. Saat Dharmadi turun dari mobil, pelaku lainnya menggasak tas korban berisi surat-surat dan sejumlah uang. Namun ketika berusaha kabur, korban yang memergoki tasnya dicuri langsung berteriak.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Drs M Iriawan menjelaskan anggotanya yang saat itu berada tak jauh dari lokasi mengejar kawanan itu. “Mungkin mereka tidak menduga ada anggota kami di sekitar lokasi. Pelaku yang berusaha kabur dilumpuhkan,” paparnya.

Kategori: perampokan

Lima Perampok Bank Beraksi Disiang Bolong Mengendarai Invonna Nopol BK 2454 PY

Maret 28, 2009 · & Komentar

Perampokan siang bolong terjadi di Medan. Bank Mestika Cabang Pembantu, di Jl S. Parman Ujung, dirampok lima pria menggunakan senjata api.

Belum ada keterangan resmi masalah kerugian dari pihak bank. Seorang karyawan bank menyebutkan pelaku menggasak dua tas berisi uang milik bank Rp1,6 miliar.

Penjelasan itu dibantah Wakalpoltabes Medan AKBP Frederik Kalalembang usai meninjau lokasi kejadian. ”Tak sampai segitulah, mungkin sekitar Rp1 miliar,” katanya.

Aksi perampokan, Jumat (27/3), tergolong nekat. Pasalnya lokasi bank tak jauh dari Lapangan Merdeka yang dipadati ratusan simpatisan Partai Golkar berkampanye terbuka.

Pelaku yang disebut membawa dua senjata api jenis laras panjang dan laras pendek itu mendatangi Bank Mestika mengendarai Toyota Innova BK 2454 PY.

Petugas Satpam F. Budianto yang siaga di depan pintu masuk bank l dilumpuhkan, dan disekap di bawah meja. Seorang customer service, Yenny, mengaku diancam pelaku yang membawa pistol.

”Senjatanya warna putih, ketika itu jam istirahat jadi suasana bank lengang,” kata Yenny.

Informasi lain menyebutkan kelima pelaku sebelumnya sempat menodong wanita nasabah yang sedang menunggu temannya mengambil uang di mesin ATM yang berada di samping bank. Sejumlah uang yang diduga Rp3 juta dirampas pelaku.

Wakapoltabes Medan mengatakan belum mengetahui jenis senjata api yang digunakan pelaku. Bahkan perwira ini masih meragukan keaslian senjata yang digunakan pelaku.

”Menurut pegawai bank, pelaku membawa dua senjata api. Tapi masih perlu pembuktian yang kuat untuk memastikan senjata itu asli,” katanya.

Upaya mengusut kasus itu, sejumlah personel gabungan dari Direktorat Reskrim Polda Sumut dan Poltabes Medan diterjunkan melacak keberadaan pelaku

Kategori: perampokan

Sopir Pemberani Yang Melawan dan Menewaskan 2 Perampok Mendapat Penghargaan dan Pantas Menjadi Pahlawan

Maret 22, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Sisno Adiwinoto memberikan penghargaan kepada Sulaiman (38), sopir yang menabrak dua perampok hingga tewas (Kompas, 21/3), atas keberaniannya melumpuhkan pelaku perampokan terhadap dirinya.

Penghargaan diserahkan Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Abdul Gofur, Sabtu (21/3) di RS Charitas, tempat Sulaiman menjalani perawatan.

Dua perampok berinisial JS (20) dan RH (31) menodongkan pistol lalu merampas tas plastik berisi uang Rp 130 juta yang dibawa Sulaiman, sopir seorang pedagang karet. Perampok kemudian melarikan diri dengan sepeda motor BG 6367 UF. Sopir itu nekat memburu dan menabrak dua perampok hingga tewas dengan mobil di kompleks perumahan Poligon, Palembang, Jumat (20/3) siang. Mobil yang dikendarai Sulaiman terbalik setelah menabrak sehingga dia menderita luka serius di kepala.

Menurut Gofur, polisi akan melindungi sopir itu dan keluarganya. Dia juga berharap warga tidak hanya berani melawan pelaku kriminal, tetapi mencegah tindakan kejahatan dengan minta pengawalan polisi jika membawa uang dalam jumlah besar.

Kepala Poltabes Palembang Komisaris Besar Lucky Hermawan menyatakan, seorang pelaku, RH, diduga juga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan lain.

Polisi menemukan barang bukti berupa dua paku yang ditancapkan pada potongan karet untuk mengempiskan ban mobil korban. Dengan demikian, pelaku kejahatan mudah mendekati korban yang terpaksa berhenti.

Menyinggung soal senjata yang digunakan, Lucky memastikan jenisnya revolver. Namun, saat ini sedang diperiksa di Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk memastikan apakah senjata tersebut rakitan atau milik kepolisian RI

Kategori: perampokan