Arsip Kategori: perampokan

Pemerkosa Berantai Khusus Penyanyi Dangdut Beraksi Kembali dan Tinggalkan Korban Dalam Keadaan Telanjang Bulat

Aksi bejat dan sadis terjadi di Semarang. Seorang pedangdut jadi korbannya. Ia diperkosa di hutan dan ditinggalkan dalam keadaan telanjang bulat. Si pelaku menggunakan masker. Siapa dia?

Korban yang berusia 20 tahun itu mengenal pelaku melalui Facebook pertengahan Oktober 2013 lalu. Keduanya berkomunikasi melalui telepon soal job dan honor untuk acara pernikahan di Tembalang Kota Semarang. Setelah deal, mereka janjian di RSUD Ungaran Kabupaten Semarang, Kamis (31/10) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Motor korban dititipkan di RS, lalu diboncengkan pelaku ke lokasi acara,” kata Sekretaris DPC Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Semarang Eko Budi Santosa melalui telepon kepada detikcom, Kamis (7/11) kemarin.

Korban tidak langsung ke lokasi acara, melainkan diajak berkeliling di kawasan Tembalang hingga pukul 22.00 WIB. Karena kawasan tersebut cukup ramai dan banyak permukiman, korban fine-fine saja. Lama-kelamaan motor menjauh dari keramaian dan sampai di kawasan Rowosari, Tembalang. Perbatasan Kabupaten dan Kota Semrang ini cukup sepi. Antarpermukiman dipisahkan perbukitan dan hutan.

“Pelaku menghentikan motor dan mengancam korban dengan senjata tajam. Di situ kejadiannya,” ungkap Budi.

Korban yang berasal dari Kabupaten Semarang ini disuruh melepas semua pakaiannya sampai telanjang. Mulut dan tangannya diikat lakban. Kemudian pelaku memerkosa dan menyodomi korban berulang kali hingga subuh.

“Pakaian, uang Rp 3 juta, dua handphone, satu BlackBerry, dan tas dibawa lari pelaku,” sambung Budi

Korban ditinggalkan dalam keadaan telanjang dan terikat di tengah hutan. Setelah berhasil melepaskan ikatan, ia berlari sejauh 2 km dengan kondisi telanjang bulat ke permukiman Ungaran Timur Kabupaten Semarang.

“Ditolong warga Ungaran (Kabupaten Semarang). Warga melaporkan ke polisi,” kata Budi

Lokasi kejadian masuk wilayah Tembalang Kota Semarang. Karena itu, Polres Semarang yang menerima laporan warga, meneruskan ke Polsek Tembalang. Kapolsek Tembalang AKP Wahyu Broto Narsono Adhi mengaku sudah menerima pelimpahan kasus tersebut. Namun ia belum bisa berkomentar banyak.

“Sudah kami terima pelimpahan kasusnya dari Polres Semarang,” kata Wahyu saat dikonfirmasi.

Informasi dari PAMMI, peristiwa serupa dialami oleh penyanyi asal Kendal seminggu sebelumnya. Ia diperkosa di Penggaron, Kabupaten Semarang. Ciri-ciri pelaku mirip. “Belum tahu apakah modusnya sama atau tidak,” tandas Kapolsek yang mengaku sudah mendengar informasi kasus tersebut.

Siapa pelakunya? Eko Budi Santosa menjelaskan, kepada korban, pelaku mengaku bernama Lilik. Ciri-cirinya badan tidak terlalu tinggi, agak gemuk, rambut pendek ikal, kulit putih, dan memakai motor Yamaha Jupiter.

“Sejak bertemu dan melakukan pemerkosaan pria itu pakai masker terus,” jelas Budi sambil menjelaskan saat ini korban shock berat karena ditinggal dalam keadaan telanjang dan meminta polisi menangkap pria sadis tersebut.

Sosialita Pemilik Butik Juga Jadi Korban Perampok Spesialis PSK High Class Setelah Mau Diajak Bersetubuh Dan Dijanjikan 10 Juta

Jhon Weku (33), tidak hanya berhasil mengerjai wanita-wanita panggilan high class yang berduit. Seorang wanita sosialita pun dirampas harta bendanya akibat terjerat mulut manis pria asal Manado itu. Sebut saja namanya Melody. Wanita berparas cantik ini mengaku kenal pria bernama asli Jimmi Muliku itu, dari seorang temannya, sebut saja namanya Mona.

“Saya nggak kenal sama dia (Jhon Weku). Saya dikenalinnya sama si Mona itu. Saya korban yang dipancing dia lewat teman saya si Mona itu,” kata Melody kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/7/2013). Melody menceritakan, peristiwa itu menimpanya sekitar Juni 2013 lalu. Saat itu, ia diajak temannya untuk karaoke bersama Jhon Weku. Kepada Melody, Jhon mengaku pengusaha dari Ambon.

“Nah dia keluarin uang cash Rp 6 juta buat bayar minuman itu,” kata Melody. Usai minum-minum, Melody lalu mengantar Jhon dan Mona ke Hotel Citraland, Jakarta Barat. Setelah itu, Melody pulang. Sementara Jhon bersama Mona, menginap di hotel tersebut.

Keesokan harinya, Melody dihubungi oleh Mona. Kepada Melody, Mona memintanya untuk menjemputnya di hotel tersebut. Melody juga diminta Mona untuk mengantar Jhon. “Soalnya si Jhon nggak bawa mobil tuh, terus saya diminta teman saya buat antar si Jhon ke Kemang apa ke Mampang, lupa deh,” tutur Melody.

Kepada Melody, Jhon beralasan hendak mengantarkan uang. Melody lalu diminta Jhon menemaninya, dengan iming-iming ‘bonus’. “Dia bilang antar saya, nanti kamu saya kasih bonus Rp 10 juta. Saya pikir kalau cuma nganter doang sih ya sudahlah nggak apa-apa,” kata dia. Karena permintaan teman, Melody pun akhirnya mau mengantar Jhon. Ia lalu pergi ke hotel Citraland untuk menjemput Mona dan Jhon.

Namun, alangkah kagetnya dia ketika mendapati Mona sudah dalam keadaan terikat, mulut dilakban dan tangan diborgol. “Pas saya datang, saya langsung ditodong pisau di leher, lalu diikat juga,” kata dia. Kepada Melody, Jhon lalu memintanya menyerahkan 3 unit handphone yakni BlackBerry Porsche, BlackBerry Torch dan BlackBerry Dakota. Tidak hanya itu, Jhon juga meminta Melody menyebutkan PIN ATM miliknya.

“Dia transfer uang Rp 3 juta ke rekening atas nama Jhon Weku. Untung yang M.Banking lagi error, jadi dia nggak bisa transfer uang via M.Banking,” kata dia. “Untung duit arisan udah dikasihin semua,” lanjut pemilik butik itu.

Kemudian, Jhon meminta kunci mobil Melody. Setelah mendapatkan kunci mobil, Jhon bergegas ke parkiran. Maksudnya, hendak mengambil barang-barang Melody yang ada di dalam mobil. “Tapi entah kenapa, dia nggak bisa buka mobil saya. Apa dia nggak bisa buka mobil, apa keburu panik sama orang lain,” ujar dia.

Padahal, di mobilnya tersimpan perhiasan berupa cincin, kalung dan gelang serta Samsung Galaxy Note, Samsung Galaxy Tab dan barang berharga lainnya. “Sama ada jam Rolex juga aku taro di tas, tapi untung nggak sampai dia ambil,” tutup Melody.

Jhon Weko Spesialis Perampok Wanita Panggilan High Class PSK Kelas Atas

Jimmi Muliku alias Jhon Weko (33) tidak hanya berhasil memperdaya wanita panggilan (PSK) high class. Bahkan seorang wanita yang berprofesi sebagai sopir bus TranJ pun ia kadali. “Jadi, dia (John) kalau mau transfer uang hasil kejahatan itu melalui rekening perempuan berinisial DS. Dia ini sopir busway,” kata Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (9/8/2013).

Herry mengungkapkan, DS tidak terlibat dalam aksi kejahatan tersebut. Jhon Weko adalah pelaku tunggal dalam kejahatan perampokan yang disertai penyekapan itu. “DS ini hanya dipakai rekeningnya untuk menampung transferan uang dari rekening korban, setelah itu ditransfer ke rekening Jhon,” ujar Herry. Jhon mengaku kenal dengan DS ketika dia ditahan di Rutan Salemba. Saat itu DS tengah membesuk temannya yang juga ditahan di Rutan Salemba.

“Saya pacaran sama DS. DS tinggal di Mampang,” kata Jhon. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Begitu kiranya pepatah yang menggambarkan aksi kejahatan Jhon Weko. Jhon tidak hanya menggasak harta benda korban, tetapi juga menikmati kemolekan tubuh para wanita panggilan yang merupakan korbannya.

“Modusnya yakni dengan mengajak kencan melalui mucikari, kemudian korbannya dilakban, ditodong pisau dan setelah itu diambil barang-barangnya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/7/2013). Jhon mengaku telah melakukan aksi perampokan dengan sasaran wanita panggilan ini selama 16 kali sejak tahun 2010 lalu. Selama 2 kali tertangkap, Jhon tidak pernah mengubah sasaran dan modus operandinya.

“Selama saya melakukan ini, saya tidak pernah menganiaya korban-korban saya, saya tidak pernah memukul juga. Paling hanya mengancam dan mengikat korban dengan lakban,” jelas Jhon. Sasaran Jhon adalah wanita-wanita panggilan kelas atas mulai dari ayam kampus hingga model-model profesional. Menurut Jhon, wanita-wanita panggilan kelas atas (high class) memiliki banyak uang dan harta yang bisa dia rampas.

Berlaga borjuis, Jhon mulai mencari mangsanya melalui mami-mami pemandu karaoke. Kepada mami, Jhon meminta disediakan wanita panggilan yang berkelas. Soal tarif, tidak jadi masalah. “Kalau yang high class itu biasanya Rp 5-15 juta semalam. Katanya suka dipakai pejabat-pejabat,” ujar Jhon. Setelah bersepakat dengan mami mengenai tarif booking, Jhon akan menyiapkan kamar hotel berbintang. Agar meyakinkan korbannya, Jhon menyewa kamar suite yang memiliki ruang tamu di dalamnya.

“Saya yang check in dan menggunakan uang saya,” ujar Jhon. Setelah janjian, Jhon akan mengajak PSK tersebut ke dalam kamar hotel. Biasanya, Jhon mengajak 2 wanita PSK sekaligus. Setelah berada di dalam kamar, Jhon lalu mengencani salah satu korbannya, sementara korban lainnya disuruh menunggu di ruang tamu.

Setelah memuaskan nafsunya, Jhon lalu memborgol korban dan mengikat kaki serta tangan korban dalam keadaan masih telanjang. Ia lantas menodongkan pisau lipat ke korban dan mengancam korban untuk segera menyerahkan barang-barang berharga milik korban. “Setelah itu saya keluar dari dalam kamar hotel dan setelah di luar, baru saya telepon resepsionis dan meminta resepsionis untuk merapikan kamar,” ujar Jhon.

Sementara Jhon langsung kabur ke Surabaya, Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk menjual barang-barang hasil rampasan ke penadah di Surabaya. “Kalau BlackBerry Q10, Z10, Porsche itu dihargai Rp 4 juta satunya. Kalau berlian yang kata korban harganya Rp 150 juta, saya jual ke engko itu harganya Rp 8 juta,” pungkas Jhon.Perjalanan hidup Jimmy Muliku alias Jhon Weko (33), penuh lika-liku. Lahir dari keturunan keluarga ningrat, namun hidupnya melarat. Kekayaan sang kakek, rupanya tidak diwariskan kepada orangtuanya lantaran memiliki prinsip hidup yang berseberangan.

Alasan pribadi ini pula, yang melatarbelakangi Jhon melakukan kejahatan perampokan. Ia ingin kaya dengan cepat, namun tanpa harus mengeluarkan keringat. “Awalnya dari masalah pribadi, punya keluarga di Gorontalo. Opa-oma saya orang terkaya di Kopayato, Gorontalo. Mereka tuan tanah,” kata Jhon Weko kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (9/7/2013). Jhon lahir di Manado pada tanggal 2 Juni 1980 silam. Dikisahkan Jhon, kakeknya yang kaya itu menghambur-hamburkan uangnya untuk wanita simpanan. Hal ini lantas membuat ayah Jhon gerah, hingga menegur sang kakek. “Opa saya suka main perempuan, gonta-ganti wanita, lalu ditegur bapak saya,” ujar Jhon.

Saat itu, Jhon masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 3. Enam tahun sekolah di Manado dan terpisah dari orangtua, Jhon harus menerima kenyataan pahit ketika kembali ke Gorontalo. “Selidik punya selidik, Opa malah bunuh bapak saya. Tetapi opa tidak pernah dipenjara. Dari situ, warisan-warisan ke bapak saya tidak ada satu pun,” kenang Jhon. Pengalaman itu, membuatnya bertekad untuk menjadi orang kaya. “Di situ saya berpikir harus bisa jadi orang banyak duit agar bisa bahagiakan mama saya. Dari situ punya inisiatif, cara apa pun harus bahagiakan ortu saya,” jelas Jhon.

Sekitar tahun 2001, Jhon lalu merantau ke Surabaya. Ia lalu tinggal di keluarganya di Surabaya. Tahun 2008, ia kemudian ke Batu Licin, Kalimantan. “Ketemu perempuan muslim, lalu pacaran sama dia dan dia hamil. Saya tidak menikahi dia karena ortunya nggak setuju” kata dia. Ia kemudian melanjutkan hidupnya. Sekitar tahun 2009, Jhon muda pergi ke Bontang hingga 2010 akhir, ia kembali ke Surabaya. “Lalu akhir 2010 baru ke Jakarta, kos di Cempaka Mas. Di situ saya punya pemikiran bagaimana saya harus bisa dapat duit,” kata Khon.

Suatu hari, ia membaca koran Ibu Kota. Ia lalu tertarik dengan sebuah iklan cewek panggilan. Jhon lalu timbul niat untuk merampok cewek panggilannya. Modusnya, dengan meniduri cewek panggilan itu lebih dulu. “Terpikir di benakku bahwa wanita malam punya banyak duit,” tutur Jhon. Jimmi Muliku alias Jhon Weko merampok puluhan wanita panggilan high class. Dengan modus pura-pura hendak berkencan, Jhon yang mengaku pengusaha ini setidaknya meraup keuntungan hingga miliaran rupiah. Namun, uang panas itu pun habis tak bersisa lantaran gaya hidup Jhon.

“Saya pakai uangnya untuk hura-hura saja. Tidur dari hotel ke hotel,” ungkap Jhon di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (9/7/2013). Jhon telah memperdaya puluhan wanita PSK high class yang memiliki barang-barang mewah. Ia melakukan aksinya di belasan hotel berbintang di kawasan Bogor, Jakarta dan Bandung. Namun, sepak terjang Jhon berakhir ketika digerebek aparat Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, ketika ia mengencani wanita panggilannya di Hotel Grand Mercure, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/7/2013) lalu. Jhon dibekuk tanpa perlawanan.

Polisi menyita barang bukti berupa 4 buah borgol, 2 buah handphone, 1 buah pisau lipat, 1 lakban, beberapa KTP korban berikut memory card dan SIM cardnya, 2 buah cincin berlian dan 1 buah liontin berlian. Atas perbuatannya, Jhon dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Sepak terjang Jimmy Muliku alias Jhon Weko (33) berakhir. Perampok spesialis wanita panggilan kelas atas ini dibekuk tim Jatanras Polda Metro Jaya. Catatan kepolisian, sedikitnya Jhon telah merampok lebih dari 16 wanita. Wanita korban perampokannya, rata-rata memiliki harta benda yang berlimpah.

“Terpikir di benakku bahwa wanita malam punya banyak duit,” kata Jhon kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/6/2013). Jhon mengaku, telah melancarkan aksinya itu sejak 2011 lalu. Awalnya, ia mengencani seorang wanita panggilan bernama Deby, yang ia peroleh dari iklan baris sebuah harian ibu kota.

“Lalu saya telepon dia dan saya ajak dia ke Hotel Pecenongan,” kata Jhon. Untuk mengencani cewek tersebut, Jhon harus merogok kocek Rp 1,5 juta plus uang untuk sewa kamar seharga Rp 300 ribu. Namun, hal itu tidak seberapa dengan hasil kejahatan yang ia dapat. “Saya waktu itu cuma ambil handphone, 2 handphone. Waktu itu saya jual HP-nya di Cempaka Mas, Jakarta Pusat,” kata Jhon.

Sejak itu, Jhon mulai ‘ketagihan’. Ia kemudian kembali membooking sejumlah wanita panggilan, mulai dari cewek-cewek pemandu karaoke hingga ayam kampus yang berkelas tinggi. “Kalau ayam-ayam kampus sama model-model gitu sekali booking itu Rp 5-15 juta. Kata maminya, mereka ini suka dipakai pejabat-pejabat,” kata Jhon.

Awalnya, ia mendapat cewek panggilan berkelas kakap, dari seorang mami yang biasa nongkrong di mal besar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Untuk meyakinkan sang mami, Jhon saat itu mengaku sebagai pengusaha. “Kebetulan saat itu saya pakai kalung emas yang 300 gram, sehingga maminya percaya kalau saya banyak uang. Lalu saya minta cewek sama mami, ” kata Jhon.

Dari situ, link dia ke sejumlah mami kian melebar. Ia pun bisa mengencani sejumlah wanita panggilan yang berkelas. Hingga ia tertangkap, korbannya sudah mencapai puluhan. “Kalau yang berkelas kan handphonenya banyak, mereka juga pakai perhiasan,” tutup Jhon. Jimmy Muliku alias John Weko (33), bukan sekali ini dia tertangkap polisi lantaran merampok wanita-wanita panggilan yang ia kencani. Jhon rupanya pernah dipenjara pada tahun 2011 lalu atas kasus yang sama.

Jhon bercerita, 29 Desember 2011 lalu, ia pernah ditangkap aparat polisi dari Polres Jakarta Barat. “Saya ditangkap di Citraland, Jakarta Barat setelah mengencani cewek kampus, model juga,” kenang John kepada wartawan. Kala itu, Jhon dilaporkan seorang korbannya karena telah menyekap dan merampok korban di sebuah hotel berbintang di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Jhon lalu divonis 2 tahun penjara atas perbuatannya itu.

“Waktu itu, saya sudah melakukan 8 kali kasus yang serupa,” ujar Jhon. Jhon lalu mendapat Pembebasan Bersyarat (PB), hingga ia hanya menghabiskan 1 tahun 8 bulan penjara di Rutan Salemba karena kelakuannya dianggap baik. Selama di Rutan. Selama di Rutan Salemba, Jhon mengenal seorang perempuan asal Manado yang sering datang ke rutan untuk memberikan pelayanan. Jhon dan perempuan itu pun terlibat hubungan asmara.

“Saya bohong sama cewek itu, saya bilang kalau saya ditahan karena kasus curanmor,” ujar Jhon. Dengan memanfaatkan hubungannya itu, Jhon lalu meminta perempuan tersebut untuk mengumpulkan sejumlah uang dari keluarganya. “Saya bilang sama dia, kalau mau ambil mobil-mobil mewah, sama saya saja, tinggal kumpulkan saja uangnya,” ungkap dia.

Jhon rupanya berhasil memperdaya perempuan itu. Melalui perempuan tersebut, Jhon akhirnya bisa mengumpulkan uang hingga Rp300 juta. Setelah keluar dari penjara tanggal 26 Januari 2013, Jhon langsung mencairkan uang di rekeningnya.

“Di dalam saya pegang HP. Pertama kali keluar cairkan Rp300 juta untuk beli mobil,” kata dia. Sepekan setelah bebas dari penjara, Jhon kembali meminta pacarnya untuk kembali mengumpulkan uang lagi. Ia meminta pacarnya mengumpulkan uang Rp200 juta untuk membeli mobil seperti yang ia janjikan sebelumnya. “Sambil nunggu uang Rp200 juta cair, itu saya bikin KTP Sorong atas nama Jhon Weko dan rekening atas nama Jhon Weko,” kata dia.

Uang terkumpul hingga Rp500 juta. Setelah itu, Jhon kabur ke Jogjakarta, tepatnya Maret 2013. Di sana, uang yang ia dapat, digunakan untuk hura-hura. “Saya beli mobil CRV, motor besar Ninja dan hura-hura. Sebagian, Rp20 juta saya kasih mama saya plus 2 motor saya belikan buat mama,” kata dia.

Di Jogja, ia kemudian menyewa sebuah rumah minimalis seharga Rp20 juta dari seorang tentara. Seiring berjalannya waktu, uang hasil kejahatan menipis. Di situ, ia pun kembali mengakali cewek-cewek panggilan. “Di Jogja saya terpikir untuk begitu lagi di Hotel Ibis Malioboro, dapat ceweknya ini tetangga kontrakan. Cewek ini cuma mahasiswi,” kata Jhon.

Melalui seorang mami yang juga pemilik kontrakan, Jhon dikenalkan dengan ayam kampus. Untuk ‘memakan’ mangsanya, Jhon mengeluarkan uang Rp1 juta. “Saya pancing mereka ke Hotel Ibis, saya siapkan borgol, lakban. Pertama mahasiswi high class bawa BB Z10. Setelah itu saya pakai dia,” kata dia.

Jhon rupanya kurang puas. Ia lalu meminta mami untuk kembali menyiapkan 2 orang perempuan. Permintaan Jhon dipenuhi, lantas dua orang perempuan tadi dimasukkan ke kamar Hotel Ibis, di lantai atas.”Lalu saya telpon maminya sambil maminya menuju ke kamar itu, saya bawa 2 ke bawah, lalu saya kumpulkan lalu saya ancam, borgol, pisau lipat kayak tentara itu. Bawa 4 borgol,” kata dia.

Setelah semua terkumpul, sang mami mendatanginya ke kamar hotel itu. Ia pun memborgol sang mami di kamar hotel tersebut, lalu mengambil barang-barang berharga milik 4 korban sekaligus. “Dari Jogja, saya baru ke Jakarta lagi, dan selama di Jakarta, saya tinggal di hotel,” tutup Jhon.

Perampok Uang Nasabah Beraksi Di Bank Mandiri Puri Sentra Niaga Jakarta Timur 317 Juta Lenyap

Perampokan nasabah Bank Mandiri terjadi di Jaktim. Agung, kehilangan uang Rp 317 juta saat hendak menyetorkan uangnya di Bank Mandiri cabang pembantu Jakarta di Puri Sentra Niaga, Jaktim. “Kejadiannya cepat, sekitar 10 menitan,” kata seorang satpam, Ujang di lokasi, Senin (4/2/2013).

Saat itu sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu korban berjalan menuju ke dalam bank. Tiba-tiba datang pelaku dengan menggunakan motor Suzuki Satria. Pelaku yang berboncengan memegang senjata api. “Pelaku seperti koboi gayanya, pistolnya warna silver,” jelasnya.

Pelaku melepaskan tembakan ke udara. Korban Agung pun segera dihampiri seseorang yang berlari dan merampas tas. Pelaku kemudian kabur dengan membawa tas korban. “Pelaku kemudian naik motor bertiga, tidak lama ada motor lain lagi, motor bebek, seorang pelaku pindah ke motor itu. Mereka kabur ke arah Kalimalang,” jelasnya.

Seorang pelaku memakai helm, sedangkan pelaku lainnya memakai topi dan jaket. “Korban teman saya, dia kena terserempet pelipis,” tuturnya. Kasus ini masih ditangani kepolisian. Agung, nasabah Bank Mandiri yang hendak menyetor uang Rp 317 juta dirampok. Peristiwa perampokan ini terjadi di depan Bank Mandiri cabang pembantu Jakarta di Puri Sentra Niaga di Jl Wiraloka, Cipinang, Jaktim.

“Uang yang dibawa kabur pelaku Rp 317 juta-an,” kata Kapolsek Makasar Kompol Sutarji di lokasi, Senin (4/2/2013).

Perampokan ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Perampok berjumlah 4 orang. Mereka menggunakan 2 motor. Seorang pelaku membawa pistol dan sempat meletuskannya. Seorang lagi membawa parang. Saat itu, korban Agung, setelah pelaku memberi tembakan ke udara segera dihampiri. Pelaku merampas tas korban.

“Ada security bank, Andang Syaifullah dirawat karena luka terserempet peluru di bagian pelipis,” imbuhnya.

Polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Lokasi kejadian sudah diberi garis polisi. Tapi aktivitas bank tetap berjalan. Peristiwa perampokan terjadi di luar bank, saat Agung yang diduga membawa uang setoran SPBU hendak masuk ke bank.

“Ada bekas peluru di dekat pinu masuk bank,” imbuh Sutarji.

Mahasiswi Asal Jerman Diperkosa di Karo Sumatera Utara Oleh Tukang Becak

Wanita Warga Negara Jerman diperkosa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.Sarah Walter,22, mahasiswi yang saat ini tugas belajar di ITB Bandung, diperkosa dan dirampok pengemudi becak Jamirto Tambunan, 29, penduduk Desa Situnggaling, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.

Pengakuan Sarah kepada wartawan, Kamis (22/11), ia tinggal di Jalan Tubagus Ismail, Bandung. Sementara keluarganya tinggal Germani C 2 V RPTJV 8.0A.90 dan Home Adres Imbaoh Garten 9 5676.Brachten Dorf Germani.

Kejadiannya kemarin petang, saat ia bermaksud mengunjungi tempat wisata Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. “Saya seorang diri dengan berjalan kaki mengunjungi lokasi wisata itu,”katanya. Di perjalanan, lanjut Sarah, tiba-tiba hujan turun, dan ia berteduh sejenak. Usai hujan reda, Sarah melanjutkan perjalanannya ke Desa Tongging. Dalam perjalanannya itu Sarah sempat nyasar ke arah Sipiso-piso. Merasa jalan yang dilaluinya tersesat dan tidak sesuai dengan peta yang dibawanya, ia pun balik menelusuri jalan tersebut.

Saat berjalan, tiba-tiba datang dari arah belakang becak yang di kemudikan Jamirto. Dan Sarahpun menumpang becak menuju Desa Tongging. Setengah jam setelah sampai di Tongging, korban pulang kembali dengan menumpangi becak tersebut.
Di perjalanan tersangka tiba-tiba menghentikan becaknya dan menarik korban ke tengah semak belukar. Karena merasa heran tak ada kata-kata yang dimengerti, Sarahpun melawan dan berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan Sarah, membuat tersangka semakin berutal. Karena meronta korban dipukuli oleh tersangka. Melihat kebringasan tersangka dan merasa dirinya tak berdaya lagi untuk melawan, akhirnya korbanpun pasrah menerima perlakuan tersangka.

Korban masih sempat menyarankan supaya tersangka mengambil kondom di dalam tasnya untuk dipakaikan tersangka. Saran wanita bule itupun dituruti tersangka. Tidak puas hanya memperkosa, selanjutnya dengan paksa mengambil uang milik korban Rp. 1.300.000,- dari dalam tasnya. Usai melakukan aksinya itu, si pelakupun kabur bersama becanya.
Aparat Polres Karo yang menerima laporan korban langsung melakukan penyelidikan dan meringkus tersangka Jamirto di kediamannya Desa Situnggaling, Kamis dinihari.

Kapolres Karo AKBP Marcelino Sampouw, melalui Kasat Reskrim AKP Hary Azhar SH SIK, membenarkan kejadian itu dan pelakunya berhasil diringkus.

Sumber berita:

http://www.poskotanews.com/2012/11/22/mahasiswi-asal-jerman-diperkosa-di-karo-sumut/

http://www.harianterbit.com/2012/11/23/mahasiswi-asal-jerman-dirampok-diperkosa/

http://harianandalas.com/Hukum-Kriminal/Mahasiswi-Asal-Jerman-Diperkosa-di-Tongging

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=268954:cewek-jerman-dirampok-dan-diperkosa&catid=15:sumut&Itemid=28

Daerah Pondok Aren Bintaro Rawan Jambret dan Pemerasan

Wilayah Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan rawan penjambretan dengan sasaran wanita, terutama korban yang sedang naik motor. Dalam dua minggu ini setidaknya telah terjadi tiga aksi pejambretan terhadap wanita. Pengendara motor dengan kerugian uang didompet dan Hp.dirampas pelaku.

Atas bantuan warga, petugas Polsek Pondok Aren meringkus 8 tersangka termasuk dua pelaku pemerasan.”Mereka kini menjalani pemeriksaan di polsek,tegas Kapolsek Pondok Aren Kompol Parmono,Kamis (22/11)

Diungkapkan Kapolsek, pada Minggu (4/11) dua wanita ibu rumah tangga jadi korban penjambretan dekat Lotte Mart Bintaro sekitar pk.11.00.. Korban sedang menelepon pakai HP tiba-tiba disambar dua pelaku pengendara motor.

Kedua pelaku berinisial AG,19 dan CC,15 dibekuk berkat keberanian korban mengejar pelakunya. Pelaku sempat jatuh dari motor akibat ditendang lalu dibekuk warga.

Peristiwa serupa terjadi di Jalan Raya Jombang. Seorang wanita pulang kerja mengendarai motor dijambret tasnya pada Minggu (11/11) Dua pelaku AA,26 dan NA,28 diringkus setelah jatuh menabrak motor lainnya,sewaktu hendak kabur meninggalkan korban.

Kasus ketiga pejambretan di Jalan Graha Raya menimpa seorang ibu pegendara motor, NY Eka. Dompet berisi dua HP yang disimpan di keranjang motor bagian depan dirampas pelaku. Dua tersangka WA,17 dan AG,16 diringkus karena terjatuh dari motornya.

“Saya mengimbau ibu-ibu jangan menaruh barang berharga di keranjang motor,karena akan mengundang pelaku kriminal,” tegas Kompol Parmono

Ibu Hamil dan Anaknya Dibantai Kakak Beradik Supardan Irianto dan Achmad Suganda Karena Dendam

Pembunuhan yang menimpa ibu bernama Rika R. Damayanti (32) beserta anaknya, Benyamin Nataniel (8), diduga dipicu dendam. Dua orang karyawan yang diduga pelaku sempat terlibat cekcok dengan korban.

Umri (40), salah seorang warga yang biasa beraktifitas di sekitar Toko Kasur Murah Jaya Makmur di Jalan Jatinegara Barat, RT 01 RW 06 Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur itu mengungkapkan, dua karyawan yang diduga sebagai pelaku baru bekerja selama tiga bulan.

“Tadi pagi mereka dipecat. Pemilik tokonya bilang, kamu kan sudah dipecat, ngapain lagi datang ke sini? Gitu,” ujarnya meniru pembicaraan karyawan yang diduga sebagai pelaku dengan korban saat ditemui, Kamis (15/11/2012).

Sekitar pukul 15.00 WIB, Umri baru mengetahui insiden pembunuhan tersebut dari tukang parkir setempat. Pemilik toko yang menjual karpet dan kasur atas nama Daniel itu datang dan mendapati tokonya dalam kondisi rolling door tertutup.

“Saya baru tahu ada kejadian pembunuhan itu juga jam 15.00 WIB, kondisi toko sudah ramai. Masalah karyawannya itu saya sudah enggak ngeh lagi deh,” lanjutnya.

Sementara, Senut (60), salah seorang warga lainnya mengatakan, pukul 15.15 WIB dirinya mendengar teriakan ‘pembunuh’ dari toko itu. Ia yang tengah berjualan di belakang toko pun mendatangi toko tersebut dan masuk ke dalam. Kedua korban ditemukan tewas dengan kondisi usus terburai akibat sabetan senjata tajam.

“Ditemukan di dalam WC dua-duanya. Saya yang ngeliat pertama kali karena enggak ada yang berani liat. Ibu menghadap kanan, anaknya menghadap kiri,” ujarnya.

Rika yang tengah mengandung empat bulan mengalami luka sabet senjata tajam jenis golok. Begitu juga dengan sang anak yang juga mengalami luka sabet senjata tajam di perut, lengan, dan luka memar di wajah.

Berdasarkan informasi di lapangan, dua orang karyawan itu berinisial S dan AS. Keduanya diketahui adalah kakak beradik yang bekerja di toko tersebut. Keduanya pun diketahui telah menghilang dari indekost pelaku di bilangan Kampung Melayu atau pun lokasi kejadian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur, AKBP M. Soleh membenarkan pelaku adalah kedua karyawannya. Kini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan. “Pelaku sudah kami identifikasi, mereka sedang kami buru,” ujarnya.

Seorang ibu yang dibunuh di toko miliknya di Jalan Jatinegara Barat, Jatinegara, tewas dalam kondisi tengah mengandung empat bulan. Selain korban dan janinnya, anak korban juga tewas dibunuh di toko tersebut.

Korban bernama Rika Rahma Damayanti (32) dan putra kandungnya Benyamin Nataniel (8) ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi toko karpet dan kasur Murah Jaya Makmur, Kamis (15/11/2012) sore. Mereka ditusuk di bagian perut dengan senjata tajam yang digunakan pelaku.

“Ibunya lagi hamil empat bulan. Tangan sama perutnya disabet pakai golok. Saya sempat lihat korban soalnya,” ujar Winson (46), salah seorang warga setempat, Kamis (15/11/2012).

Berdasarkan informasi dari petugas Polres Jakarta Timur, kedua korban ditemukan pertama kali oleh suami Rika bernama Daniel sekitar pukul 15.15 WIB di dalam kamar mandi lantai satu toko mereka. Kondisi fisik korban mengenaskan. Rika yang tengah mengandung empat bulan mengalami luka sabet senjata tajam jenis golok. Begitu juga dengan sang anak yang juga mengalami luka sabet senjata tajam di perut, lengan dan luka memar di wajah.

Warga tak menyangka kedua korban tewas dengan cara yang mengenaskan. “Enci (Rika) sama engkohnya (Daniel) padahal baik-baik loh orangnya,” ujar Winson.

Saksi mengatakan, sebelum peristiwa tersebut, dua orang karyawan yang diduga pelaku tidak boleh masuk bekerja pada pagi harinya. Itu terjadi karena keduanya terlibat cekcok mulut dengan orang lain yang belum diketahui identitas dan persoalannya.

Hingga kini, belum diketahui kronologi lengkap pembunuhan tersebut. Kedua jenazah telah dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sekitar pukul 17.30 WIB. Sementara, lokasi kejadian telah diberi garis polisi.

Pembunuhan sadis yang menimpa seorang ibu hamil bernama Rika R Damayanti (32) dan anaknya, Benyamin Nataniel (8), menyingkap fakta baru. Selain membunuh, pelaku yang diduga karyawan korban dan berjumlah dua orang tersebut juga melakukan aksi perampokan.

“Saya kecewa, itu di televisi polisi ngomongnya dendam. Itu bukan dendam, itu perampokan. Masalahnya HP, duit, dan ATM anak saya hilang semua,” ujar Ali Suwandi, ayah Rika, kepada Kompas.com, Jumat (16/11/2012).

Ali menjelaskan, setelah insiden tersebut, harta anaknya yang hilang berupa uang sebesar Rp 1,5 juta, dua unit ponsel merek Samsung dan Flexi, serta dompet berisi KTP, ATM, dan dokumen penting lain. Menurut Ali, kedua karyawan berinisial S dan AS, yang diduga pelaku pembunuhan disertai perampokan itu, baru bekerja di toko anaknya selama tiga bulan terakhir. Dua pemuda tersebut direkrut dari mantan karyawan atas nama Alfian. Ali sangat menyesalkan kejadian berdarah yang merenggut cucu, anak, dan calon cucu yang tengah dikandung oleh Rika.

“Saya tanya Pian (Alfian), dia bilang dua orang itu baik, makanya saya percaya. Sekarang anak saya, cucu saya, sama janin yang ada di anak saya sudah enggak ada,” ujarnya.

Kini jenazah Rika dan Benyamin masih disemayamkan di Rumah Duka Santo Carolus, Salemba, Jakarta Pusat. Keluarga korban masih akan melakukan koordinasi terkait pemakaman korban, apakah dengan kremasi atau dikubur.

Rika dan putranya ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi toko kasur dan karpet Murah Makmur Jaya, Jalan Jatinegara Barat, Nomor 39, RT 01 RW 06, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (15/11/2012) sore. Rika kena sabetan senjata tajam jenis golok di perut bagian kanan sehingga mengalami luka parah. Begitu juga dengan anaknya, yang mengalami luka sabet golok di perut, lengan, dan luka sobek di wajah.

Dua orang kakak beradik yang diduga melakukan pembunuhan terhadap majikannya di Jatinegara, Jakarta Timur, dikenal kerap berbuat onar. Salah satu perbuatan onar pelaku terjadi beberapa hari sebelum insiden pembunuhan, Kamis (16/11/2012) lalu.

Hasaniah (60), ibu angkat dua orang terduga pelaku mengungkapkan, beberapa hari sebelum insiden pembunuhan, kakak beradik yang baru bekerja selama tiga bulan di toko kasur dan karpet milik korban itu terlibat keributan dengan sesama penghuni indekos. Rumah indekos itu milik orangtua Rika R Damayanti, ibu hamil yang dibunuh oleh kedua pelaku berinisial SR dan AS tersebut.

“Si AS itu memang orangnya rusuh. Anak kos yang lain enggak suka karena mau tidur enggak bisa karena AS berisik,” ujar Hasaniah saat ditemui Kompas.com, Jumat (16/11/2012).

SR diketahui sebagai kakak, AS adalah adiknya. Kedua terduga tersangka menghuni indekos di Jalan Permata II, RT 02/RW 06, Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, milik orangtua korban.

Ikut tersulut amarah atas keributan yang melibatkan adiknya AS, SR pun turun tangan. Ia mengambil golok dan mengancam para penghuni indekos. Keributan tersebut cepat berakhir karena penghuni lain di indekos itu mengalah kepada SR dan AS. Namun, karena kesal terhadap perilaku kedua kakak beradik perantauan itu, penghuni indekos mengadukan ulah mereka kepada Ali Suwandi, sang pemilik indekos. Kebetulan SR dan AS bekerja di toko milik anak Ali.

“Si SR sama AS diusir sama Koh Ali gara-gara kelakuannya kayak gitu. Anak-anak kostan lain bilangnya suka kehilangan barang juga,” kata Hasaniah.

Keputusan berisiko

Ali membenarkan bahwa ia sempat mengusir SR dan AS dari indekos. Atas kelakuan kakak beradik tersebut, Ali pun menyuruh Rika, anaknya, untuk menasihati SR dan AS. Namun, ia tak menyangka justru berujung pada insiden pembunuhan terhadap anak dan cucunya.

“Saya bilang, ‘Kamu enggak boleh tidur di sini lagi.’ Saya enggak ngeh kalau itu berisiko merenggut anak dan cucu saya,” ujar Ali sambil menangis, Jumat.

Kini jenazah Rika dan Benyamin masih disemayamkan di Rumah Duka Santo Carolus, Salemba, Jakarta Pusat. Keluarga korban masih akan melakukan koordinasi terkait pemakaman korban, apakah dengan kremasi atau dikubur.

Rika dan putranya ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi toko kasur dan karpet Murah Jaya Makmur, Jalan Jatinegara Barat, Nomor 39, RT 01 RW 06, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (15/11/2012) sore. Rika kena sabetan senjata tajam jenis golok di perut bagian kanan sehingga mengalami luka parah. Begitu juga dengan anaknya, yang mengalami luka sabet golok di perut, lengan, dan luka sobek di wajah.

Pelaku pembunuhan terhadap Rika Ramadayanti (32) dan putranya, Benjamin Nataniel Septian (8), ternyata tak bisa berlama-lama lari dari perbuatan kejam mereka. Supardan Irianto alias Andi dan Achmad Suganda alias Anda berhasil ditangkap petugas reserse gabungan Polrestro Jakarta Timur dan Polsektro Jatinegara.

“Kedua pelaku ditangkap di daerah Kotabumi, Lampung Utara, sekitar pukul 16.30 WIB tadi,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto dalam pesan singkatnya, Jumat (16/11/2012) sore.

Kedua tersangka ditangkap tanpa perlawanan setelah sempat buron sejak melakukan aksi kejamnya, Kamis (15/11/2012) di Toko Kasur Murah Jaya Makmur di Jalan Jatinegara Barat, RT 01 RW 06 Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur.

Kedua pelaku merupakan eks karyawan toko tersebut. Berdasarkan keterangan dari saksi mata, pelaku diduga sakit hati setelah dipecat dan diusir akibat sering membuat keributan.

Rika dan putranya ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan dengan usus terburai. Para korban ditemukan oleh Daniel, suami Rika sekaligus ayah Benjamin. Di hari kejadian, Daniel sedang keluar rumah untuk membeli makanan. Saat kembali, ia justru menemukan keluarganya telah tergeletak tak bernyawa.

Hingga berita ini diturunkan, kedua pelaku dan anggota reserse masih berada dalam perjalanan pulang dari Lampung menuju Jakarta.

Dua orang pelaku pembunuhan sadis terhadap ibu hamil bernama Rika R Damayanti dan putranya, Benyamin Nataniel, di Jatinegara, Jakarta Timur, akhirnya ditangkap oleh polisi, Jumat (16/11/2012). Keluarga korban menuntut pelaku dihukum berat sesuai undang-undang.

“Kalau saya bilang anak cucu saya mati, nyawa harus dibalas nyawa. Tapi kan enggak begitu caranya. Kita serahkan saja ke polisi,” ujar Ali Suwandi, ayah Rika, kepada Kompas.com, Jumat.

Ali mengutuk peristiwa pembunuhan tersebut. Ia kesal karena selain membunuh anak dan cucunya dengan sadis, pelaku juga mencuri sejumlah harta milik korban. Harta yang diambil oleh pelaku itu meliputi uang tunai sebesar Rp 1,5 juta, dua unit ponsel Samsung dan Flexi, serta dompet berisi KTP, ATM dan dokumen penting lain.

Ali tak menyangka jika pelaku yang merupakan karyawan toko milik korban berbuat sesadis itu. Sekitar tiga bulan lalu, Ali mencari orang untuk dipekerjakan sebagai karyawan di toko kasur dan karpet Murah Jaya Makmur milik Rika dan suaminya Daniel. Ali kemudian meminta bantuan kepada Alfian, mantan karyawannya, untuk mencari orang yang tepat. Alfian kemudian merekomendasikan SR dan AS.

“Saya nanya sama Pian (Alfian), ‘Mereka itu orangnya gimana?’ Dia bilang baik anaknya. Tapi saya bilang harus suka kerja karena sehari di toko cuma dikasih Rp 30.000,” kata Ali.

Akibat merekrut kedua pelaku itu, Ali merasa bersalah karena dituduh turut bertanggung jawab atas kematian anak dan cucunya. Ali pun menyesal karena kedua orang itu telah menjemput nyawa anak dan cucunya dengan cara begitu sadis.

Kini jenazah anak serta cucunya tersebut masih disemayamkan di Rumah Duka Santo Carolus, Salemba, Jakarta Pusat. Keluarga korban masih akan melakukan koordinasi terkait pemakaman korban, apakah dengan kremasi atau dikubur.

Rika dan putranya ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi toko kasur dan karpet Murah Jaya Makmur, Jalan Jatinegara Barat Nomor 39, RT 01 RW 06, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (15/11/2012) sore. Rika kena sabetan senjata tajam jenis golok di perut bagian kanan sehingga mengalami luka parah. Begitu juga dengan anaknya, yang mengalami luka sabet golok di perut, lengan, dan luka sobek di wajah.

Dua orang tersangka yang sempat buron seharian tersebut ditangkap di Kotabumi, Lampung Utara, Jumat tadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Perampokan MiniMarket Marak Di Bekasi

Kasus perampokan terus merajalela di Bekasi. Baik di kota maupun kabupaten. Sepanjang Bulan Puasa, yang paling banyak terjadi adalah perampokan minimarket.

Ada lima aksi yang terekan lewat pemberitaan. Catatan Pos Kota, menjelang Lebaran, minimarket di Bintara disatroni delapan bandit pada 9 Agustus. Mereka menganiaya menginjak-injak satu dari tiga pegawai lalu menguras uang Rp60 juta dari brankas. Kawanan bersenjata api dan senjata tajam ini kabur dengan dua mobil.

Sehari sebelumnya, 8 Agustus, minimarket di Jalan Medan Satria, Kota Bekasi, juga menjadi sasaran perampokan. Penjahat menggasak uang Rp40 juta dari brankas.

Perampokan juga dilakukan bandit bersenjata tajam di toko swalayan di Perumahan Permata Harapan Baru, Medan Satria, Kota Bekasi, pada 7 Agustus. Mengikat dua pegawai, mereka membawa kabur uang dan barang hingga pengusaha merugi Rp15 juta.
Aksi dua bandit bermotor juga dilakukan di toko swalayan di Jatiasih, Kota Bekasi, 13 Agustus. Perampok berhelm dan cadar ini melumpuhkan empat pegawai untuk membawa kabur uang hasil penjualan Rp28 juta.

Tak hanya toko swalayan, penjahat juga mengincar motor. M. Riza Alfani, 29, yang sedang mencari makanan sahur dirampok saat bermotor di Jalan Raya Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, 10 Agustus. Tangan kanannya dibacok dua bandit bermotor yang langsung membawa kabur kendaraan roda dua miliknya.

Meski begitu, petugas juga menangkap komplotan perampok minimarket bersenjata api di wilayah Kota Bekasi. Dua orang tersangka tewas karena tertembak dalam penangkapan .

Enam tersangka perampokan yang ditangkap adalah Budi, Samsul, Agung Gunawan, Zulkarnaen, Ali Wardaya, dan Idar. Ali Wardaya dan Idar tewas tertembak saat penangkapan di Jalan Raya Jatibening

Polisi Tangkap Perampok Menggunakan Taksi Yang Khusus Merampok Pria Sedang Spesialis Perampok Wanita Belum Tertangkap

Kepolisian Metro Jakarta Barat menangkap enam tersangka perampok yang biasa menggunakan taksi dalam menjalankan kejahatannya. Keenam tersangka ini adalah EEN, 50 tahun, AN (38), MA (37), DA (36), AS, dan MAR (32). Di Jakarta Barat, komplotan ini beraksi sebanyak lima kali. Dan di wilayah Jakarta, kelompok ini sudah beraksi sebanyak 10 kali.

“Kami tangkap mereka di Jakarta Selatan dan Tangerang lusa,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi, di kantornya, Kamis, 2 Agustus 2012. Hengki mengatakan kelompok ini merupakan komplotan yang fokus menyasar korban laki-laki.

Modus tersangka adalah mengaku sebagai anggota ormas dan anggota intel. Dengan memakai taksi, mereka berkeliling mencari korban dengan postur tubuh kecil. Setelah menemukan korban, pelaku memaksa korban masuk ke taksi. Pelaku menuduh korban mengganggu kerabatnya. Setelah itu, pelaku mengambil harta korban berupa uang dan telepon seluler. “Selanjutnya, korban diturunkan di tengah jalan,” kata Hengki.

Hengki menduga ada sindikat lain yang belum tertangkap. Sebab, berdasarkan laporan polisi, ada modus serupa yang menyasar perempuan. Ahad lalu, 29 Juli 2012, seorang perempuan bernama Julianan Taufic dirampok oleh sekelompok orang dengan menggunakan taksi. Korban dinaikkan taksi di Taman Palem, Jakarta Barat. Korban dibawa ke Kelapa Gading sebelum diambil uang dan telepon selulernya.

Martin, salah seorang tersangka pelaku, mengakui mereka sudah beraksi sebanyak empat kali di sejumlah lokasi. Dia mengatakan, selama menjalankan kejahatan, mereka tidak pernah memakai senjata tajam. “Kami hanya menggertak dengan tangan kosong,” kata dia.

Salah seorang korban adalah Terry Yudha Pratama. Pelaku memakai taksi dengan pelat nomor B 1297 CTB. Para pelaku menuduh Terry mengganggu anak bosnya dan memaksa korban ikut masuk ke dalam taksi. Setelah itu, korban diputar-putar kemudian diambil dua telepon selulernya serta uang tunai. Korban lalu diturunkan di sekitar Kembangan, Jakarta Barat.

Saat ini, para tersangka masih diperiksa Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Barat. Mereka dianggap melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 368 tentang Pemerasan.

Pembunuh Instruktur Fitness Sabur Ditangkap Polisi Yang Ternyata Kelompok Spesialis Perampok Gay

Pembunuh instruktur fitnes Sabur akhirnya tertangkap. Pelaku dibekuk di tempat berbeda, salah satunya di Palembang. “Sudah ketangkap 4 hari lalu. Yang menangkap petugas dari Polda Metro,” kata Kapolsek Mampang Kompol Siswono saat dihubungi detikcom, Rabu (2/8/2012). Informasi yang dikumpulkan detikcom, pelaku berinisial AD, PR, dan DD. Otak dari pembunuhan Sabur ini diduga dilakukan oleh PR. PR ditangkap di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Setelah itu polisi menangkap AD di Jakarta Pusat, menyusul DD ditangkap di Palembang.

Sabur awalnya dilaporkan hilang oleh keluarganya, Sabtu (7/7). Warga Jl Pembangunan IV, Gambir, Jakarta Pusat, kemudian ditemukan tewas di kamar kostnya di Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu Para pembunuh instruktur fitnes, Sabur alias Arbi, mencari sasaran pria-pria homoseksual untuk menjadi korban pemerasan. Mereka mencari sasaran di kafe-kafe atau mal-mal.

“Modusnya kalau ada (korban) yang suka sejenis, dikasih umpan sejenis. Kalau (korbannya) suka perempuan, dikasih perempuan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Toni Harmanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/8/2012). Bila korban sudah masuk dalam jeratannya, pelaku kemudian akan mengajak korban ke rumah kontrakannya. Untuk menyempurnakan aksinya, para pelaku sengaja menyewa rumah kontrakan untuk jangka waktu yang pendek.

“Rumah kontrakannya itu baru disewa, baru dua hari,” katanya. Jika korban menunjukkan gelagat menyukai pelaku, maka pelaku akan mengajak korban ke rumah kontrakannya untuk berhubungan badan. Saat korban telah telanjang bulat, salah satu pelaku kemudian mengirim pesan singkat kepada temannya untuk datang. “Kemudian teman-temannya ini menggerebek dan mengambil barang-barang milik korban dan korban akan diancam bila melapor ke aparat atau ke warga sekitar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika mengatakan, para pelaku mengaku telah melakukan aksi pemerasan sedikitnya selama 10 kali. Semua korbannya adalah laki-laki. “Yang sudah-sudah tidak sampai dibunuh karena tidak melawan,” katanya. Hanya saja, korban-korban sebelumnya enggan melapor karena merasa malu. “Ini kan ada keengganan dari korban untuk melapor karena menurut mereka ini adalah aib,” tutupnya.

Pembunuh Sabur alias Arbi (45), instruktur fitnes yang ditemukan tewas di kamarnya di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, berjumlah 6 orang. Empat orang di antaranya berhasil ditangkap dan dua lainnya masih buron. Empat tersangka yang sudah ditangkap yakni HG alias FR (34), ditangkap di atas bus jurusan Merak-Bandung saat melintas di jalan Tol Merak arah Jakarta pada Rabu (25/7).

HG alias FR ditangkap bersama tersangka AS alias AN (23). Kemudian tersangka AL alias DM (38) ditangkap pada Kamis (26/7), di rumah kos Opak Tapa Jl Kayu Manis IV No 60 RT 07/14 Jakarta Timur, dan tersangka DD alias DDG ditangkap di Dusun Tiga, Desa Tirta Kencana, Kecamatan Makarti Jaya, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Dua orang lagi masih diburu, satu laki-laki dan satu lagi perempuan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (2/8/2012). Dari keempatnya, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 2 buah kartu ATM, 2 unit handphone, sepasang sepatu warna biru-putih, selembar lakban bekas pakai, seutas tali rafia, sepotong celana jeans berlumuran darah dan sepotong kaos berkerah warna biru.

Sabur awalnya dilaporkan hilang oleh keluarganya, Sabtu (7/7). Warga Jl Pembangunan IV, Gambir, Jakarta Pusat, kemudian ditemukan tewas di kamar kosnya di Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7).