Arsip Kategori: perampokan

Modal Berdagang Dirampok Tukang Hipnotis

BOGOR – Burhan (35) sangat sedih karena tidak dapat mewujudkan impiannya menjadi pedagang di Pasar Bogor. Uang modalnya, sebesar Rp 2,8 juta, hilang setelah berkenalan dengan tiga laki-laki di dalam bus yang Burhan tumpangi dari Sukabumi menuju Kota Bogor, Senin (30/6) sore.

Polisi menjumpai Burhan di Terminal Bus Baranangsiang dalam keadaan lemas dan linglung, Senin malam. Warga Kampung Pasir Angin, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, tersebut diduga menjadi korban kejahatan dengan modus pelaku menghipnotis korbannya.

”Saya mulai merasa lemas dan bingung setelah orang yang duduk di samping menepuk pundak saya tiga kali. Waktu itu bus sudah mau masuk Ciawi,” kata Burhan di UGD RS PMI Bogor. Karena korban lemas dan pusing, polisi membawanya ke rumah sakit tersebut untuk mendapat pengobatan secukupnya.

Menurut Burhan, tiga penumpang bus mengajaknya bercakap-cakap sepanjang jalan. Ia melayani karena ketiganya bertutur kata sopan dan baik. Apalagi ketiganya mengatakan juga akan ke Pasar Anyar untuk mencoba berdagang sayuran, sebagaimana dirinya.

”Salah seorang dari mereka menepuk saya tiga kali sambil mengatakan hati-hati dengan orang yang baru dikenal kalau sedang merintis dagang. Eh, tidak tahunya mereka yang jahat, mengambil modal saya,” kata Burhan.

Dompet korban ditemukan Enjah (48), petugas kebersihan jalan, di taman di depan terminal. Di dalam dompet itu hanya ada KTP dan foto anak Burhan.

Burhan pun memutuskan untuk pulang kampung. Sebab, uang yang dimilikinya hanya Rp 86.000, kembalian ongkos naik bus. Uang tersebut selamat dari tiga penjahat itu karena Burhan menyimpan di saku bajunya.

”Uang segini (Rp 86.000) tidak cukup untuk modal dagang. Lebih baik saya pulang saja. Saya tidak tahu bagaimana mencari modal lagi untuk dagang. Uang yang mereka ambil itu adalah hasil saya menjual tanah warisan dari almarhum bapak saya,” katanya.

Kejadian seperti ini sebenarnya sudah berkali-kali menimpa warga yang tengah bepergian dengan menggunakan bus. Tidak hanya di Bogor, tetapi juga di Jakarta, terutama di Terminal Kalideres dan Pulo Gadung, penjahat dengan modus beramah-ramah dengan calon korbannya juga sering terjadi.

Happy Salma Takut Pulang Setelah Rumahnya Dirampok Oleh Perampok

JAKARTA – Rupanya wajah cantik bintang sinetron dan bintang film, Happy Salma, 28, tak mampu menutupi rasa shock, lantaran rumahnya di Jl Puri Mutiara, Cilandak, Jakarta Selatan, itu telah dibobol kawanan pencuri. Wanita berdada sensual ini tampaknya masih trauma.

“Aku ikhlas atas musibah ini. Tapi, kalau aku disuruh milih, mendingan ketemu hantu. Aku gak takut hantu. Tapi kalau ketemu rampok, aku takut. Sumpah aku takut banget sehingga aku takut pulang ke rumah, tapi mau gimana lagi,” ujar perempuan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 4 Januari 1980 ini, Selasa (1/7).

Wanita yang sedang dekat dengan seniman asal Bali, Tjokorda Bagus, ini juga mengatakan kalau di dalam laptop tersebut ada data-data penting. Seperti, Skrip untuk skenario, juga buku tulisannya yang sudah dalam tahap final editing. Untungnya penerbit masih menyimpan back up yang belum diedit.

PERAMPOK PAHAM BETUL POSISI KAMAR HAPPY
Setelah mengetahui rumahnya dibobol oleh kawanan pencuri yang telah membawa kabur laptop, uang dan sejumlah perhiasan, Happy langsung melaporkan ke Polres Jakarta Selatan dengan didampingi kakaknya, Lena dan seorang pembantu laki-laki yang baru bekerja 2 bulan.

“Proses hukum harus jalan dan ditegakkan. Saya yakin, ini sudah direncanakan. Pelakunya tahu kalau saya mau membuat lemari dan paham betul posisi kamar, “ ungkap alumnus Universitas Trisakti Jurusan Administrasi Perusahaan ini.

“Selain itu juga sebelum kejadian ada beberapa orang yang berlagak mengukur jalanan,” ungkap artis sinetron yang sebelumnya sukses sebagai model dan juga menulis kumpulan cerpen ini.

Pasca Kenaikan BBM Kasus Pencurian Kabel Telpon Telkom Juga Meningkat 56 Persen

BANDUNG – Setelah terus-menerus dirugikan oleh tindakan pencurian kabel telepon di berbagai wilayah di Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk. akan menempuh jalur hukum untuk menindak pelaku perusakan dan pencurian kabel telepon. Tahun lalu kasus pencurian kabel telepon tersebut meningkat 56%, ataupun 4.300 kasus pencurian dan perusakan.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan, pencurian dan perusakan kabel telepon Telkom terjadi di berbagai wilayah. Hal ini menimbulkan kerugian yang cukup besar. Eddy menilai pencurian ini adalah kejahatan terhadap sarana telekomunikasi dan layak diganjar hukuman berat. “Telekomunikasi merupakan sarana vital. Tak hanya merugikan Telkom tetapi juga kepentingan umum,” ujar Eddy Kurnia, Minggu (29/6).

Eddy mengatakan, frekuensi pencurian terus meningkat akhir-akhir ini. Pada 2006 terjadi sekitar 2.900 kasus. Lalu pada 2007 meningkat menjadi lebih dari 4.300 kasus atau naik sekitar 56 persen. Akibat pencurian dan perusakan itu, kerugian Telkom mencapai puluhan miliar rupiah serta menimbulkan loss of revenue akibat terhentinya jalur telekomunikasi serta kerugian yang diderita pelanggan karena terganggunya fasilitas telekomunikasi.

Lokasi-lokasi pencurian paling tinggi terjadi di Bandung, Cirebon, Binjai, Medan, Solo, Semarang, Jember, dan Malang. Untuk menindak para pencuri, Telkom bekerja sama dengan kepolisian melacak aksi-aksi pencurian kabel. Mereka sepakat meningkatkan pengawasan, pengungkapan, dan penindakan terhadap para pelaku pencurian dan perusakan yang telah merugikan Telkom. “Adanya kerja sama ini, kasus-kasus pencurian jaringan telekomunikasi bisa diminimalisasi,” ujarnya.

Selain melakukan upaya penindakan, Telkom dan Polri akan melakukan tindakan pencegahan dengan meningkatkan patroli. Patroli akan dilakukan khususnya di lokasi yang rawan tindakan pencurian. Telkom bersama Polri beberapa kali telah berhasil menangkap pelaku pencurian di beberapa daerah dan pelakunya segera diajukan ke pengadilan.

Selain itu, Eddy mengharapkan kerja sama dari masyarakat untuk sama-sama memelihara dan menjaga aset Telkom mengingat telekomunikasi merupakan sarana vital dan berpengaruh terhadap kegiatan masyarakat.

Mahasiswa Mulai Bertindak Brutal Dalam Demonstrasi dan Melanggar HAM Masyarakat

JAKARTA – Unjuk rasa mahasiswa menentang kenaikan harga bahan bakar minyak berakhir rusuh karena mahasiswa mulai bertindak brutal. Di depan kampus Atmajaya Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Mereka melakukan pengrusakan mobil plat merah, membalik dan membakarnya.

Mahasiswa merusak dan membalik sebuah mobil plat merah bernomor polisi B 1019 PQ di depan kampus Atmajaya Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (24/6). Aksi anarkis unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan harga BBM ini akhirnya dibubarkan secara paksa oleh polisi karena hingga pukul 19.00, mahasiswa masih berdemo dan beringas.

Mahasiswa yang jumlahnya ribuan terkonsentrasi di depan Kampus Atmajaya sehingga memacetkan ruas Jalan Jenderal Sudirman dan menggangu kelancaran lalu lintas sehingga merugikan dan menyebabkan ketakutan para pegawai yang hendak pulang.

MAHASISWA TIDAK PUAS HANYA MEMBAKAR BAN TETAPI JUGA MEMBAKAR MOBIL
Membakar ban di tengah jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (24/6) rupanya belum cukup membuat mahasiswa yang melakukan aksi di depan Kampus Universitas Katolik Atma Jaya puas. Mahasiswa mulai menutup jalur cepat ruas Jalan Sudirman untuk menarik perhatian banyak orang dan tanpa peduli roda perekonomian yang terganggu hingga akhirnya merugikan rakyat kecil. Para mahasiswa menyandera sebuah mobil plat merah.

Saat melintasi Jalan Sudirman, mahasiswa menahan mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi B 1019 BQ tersebut, menurunkan pengemudinya dan mengamankannya merapat ke Kampus Atma Jaya. Tak puas menyandera mobil tersebut, para mahasiswa lalu menggulingkan mobil tersebut sambil menghancurkan kaca dan badan mobil tersebut menggunakan kayu dan batu.

Sebagian massa berteriak menyuruh rekan-rekannya membakar mobil tersebut. Mobil pun tersulut api. Aksi mahasiswa ini membuat warga lainnya panik dan berhamburan lari menjauhi mobil tersebut karena takut meledak.

POLISI DATANG – MAHASISWA BUBAR
Sekitar dua SSK pasukan polisi diturunkan di depan kampus Atma Jaya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (24/6). Rombongan polisi membuat massa yang berkerumun di tengah jalan membubarkan diri. Sebuah mobil water cannon segera menyemprot mobil yang terbakar hingga padam.

Polisi lalu membuat barisan di sekitar mobil Avanza yang naas itu. Sementara, masyarakat berkerumun di tepi jalan. Tidak lagi terlihat atribut mahasiswa di tengah ribuan kerumunan masyarakat. Mereka yang malam ini berkerumun di sekitar kampus Atma Jaya menjadi massa anonim karena melepaskan atribut mahasiswa.

Polisi berpakaian preman terlihat mengamankan beberapa mahasiswa yang diduga menjadi provokator. Sementara itu, sebuah mobil derek tampak mendekat untuk menarik mobil yang melintang di tengah jalan.

Arus lalu lintas di ruas jalur cepat masih tertutup. Semua kendaraan dari arah Bundaran Hotel Indonesia bergerak padat merayap di jalur lambat menuju Senayan. Hasil wawancara dilapangan menunjukan banyak masyarakat yang menyesalkan aksi demo mahasiswa tersebut yang hanya lebih banyak membuat kerugian.

MAHASISWA SEDANG ASYIK MENGHANCURKAN MOBIL POLISI EH MALAH TERTABRAK
Aksi demonstrasi para mahasiswa yang digelar di depan Gedung DPR/MPR menimbulkan korban. Seorang mahasiswa asal Jambi yang ikut serta dalam aksi tersebut harus dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta dan tiba sekitar pukul 16.15 WIB, Selasa (24/6) setelah ditabrak mobil patroli kepolisian.

Kini Arpi, mahasiswa tersebut dirawat di Ruang UGD Rumah Sakit Jakarta. Dan hingga kini masih menjalani pemeriksaan. Iwan, rekan korban yang membawa korban ke Rumah Sakit Jakarta menuturkan, sebelum kejadian berlangsung para mahasiswa sedang merusak sebuah mobil patroli polisi di Jalan Gatot Subroto dari arah Slipi, tepatnya di bawah jembatan penyeberangan dekat Gedung DPR/MPR.”Mahasiswa lagi nimpuk mobil polisi,” cerita Iwan.

Melihat aksi kawan-kawannya tersebut, Arpi yang saat itu berada tak jauh dari lokasi kejadian mendekati mobil tersebut untuk ikut dalam aksi brutal tersebut. Mahasiswa IAIN Jambi tersebut ingin bergabung bersama teman-temannya  dengan merusak mobil tersebut. Tiba-tiba mobil patroli tersebut menabraknya dan ia terpental hingga 5 meter. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta oleh kedua temannya menggunakan Taksi.

Sangaji, rekan korban lain yang turut mendampingi korban mengatakan saat dibawa ke rumah sakit, korban mengeluh sakit pada bagian lutut dan pahanya serta mengalami sesak nafas.”Kepala korban juga rasanya pusing saat itu,” ujar Sangaji. Arpi adalah salah satu perwakilan mahasiswa dari mahasiswa Jambi yang bergabung bersama para mahasiswa lain dalam Temu Aliansi Lintas Generasi (Tali Generasi) yang berkumpul di Tugu Proklamasi. Ia bersama perwakilan dari Jambi yang berjumlah sekitar 40 orang datang ke Jakarta pada Senin (23/6) untuk melakukan aksi solidaritas kematian Maftuh dan juga tuntutan untuk membatalkan keputusan menaikkan harga BBM.

SUBSIDI BBM HANYA UNTUK ORANG KAYA DAN KELAS MENENGAH ATAS
Menurut majalah Far East terbitan bulan juni subsidi BBM oleh pemerintah paling banyak dinikmati oleh kaum kaya yakni sebesar 45%  kemudian sekitar 30% dinikmati oleh kaum menengah dan hanya sekitar 0,1% yang dinikmati oleh rakyat miskin.

Pembobol ATM Dengan Menggunakan ATM Palsu Ditangkap Polisi

JAKARTA – Anggota Patroli Jalan Raya Jalan Tol Jagorawi menangkap dua tersangka pembobol rekening melalui anjungan tunai mandiri atau ATM, Senin (23/6) pagi. Salah seorang tersangka, Arm, adalah warga negara asal Sri Lanka.

Kepala Induk Detasemen Patroli Jalan Raya (PJR) Jagorawi Komisaris Marcelino mengatakan, penangkapan itu berawal dari kecurigaan anggotanya karena melihat mobil Suzuki APV melaju terlalu kencang di jalan tol. ”Anggota kemudian mengejar dan menghentikan mobil itu. Dalam pemeriksaan, anggota menemukan dua orang yang gerak-geriknya mencurigakan,” kata Marcelino.

Mobil itu dikemudikan Arf, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Arf ditemani Arm, warga Sri Lanka, yang mengaku sudah lama tinggal di Medan. Dalam penggeledahan, polisi menemukan puluhan kartu ATM yang belakangan diketahui digunakan Arm untuk menguras isi rekening orang lain.

Marcelino mengatakan, ketika akan ditangkap dan dibawa ke Pos Induk PJR Jagorawi, Arm berusaha menyogok dua anggota PJR yang memeriksanya. Adapun Arf mengaku hanya sebagai sopir yang diajak Arm. ”Anggota saya menolak sogokan itu dan tetap membawa keduanya ke pos induk,” kata Marcelino.

Menurut Marcelino, penyidikan kasus pembobolan ATM dan kedua tersangkanya itu kini diserahkan kepada Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Timur. Sebelum ditangkap anggota PJR Jagorawi, kata Marcelino, Arm mengaku sudah beraksi di empat lokasi ATM, antara lain di kawasan Fatmawati, Cibinong, dan SPBU Kilometer 38 Tol Jagorawi.

Perampok bergolok

Kawanan perampok bersenjata golok, Senin (23/6), beraksi di Kabupaten Bekasi. Mereka menyasar Parsito, karyawan pengepul limbah kertas, saat korban sedang melintas di Kompleks Perumahan Telaga Pesona, Cikarang Barat. Parsito hendak menyetor uang ke sebuah pabrik kertas.

Empat penjahat yang berboncengan dua motor membuntuti Parsito. Salah seorang penjahat menggetok bagian belakang kepala Parsito sehingga Parsito terjatuh dari motornya. Saat itulah penjahat mengambil tas korban yang belakangan diketahui berisi uang Rp 150 juta.

Waspadalah Kawanan Penghipnotis Beraksi Di Blok M – Salah Seorang Pelaku Memakai Jilbab

JAKARTA – Tawanan hipnotis kembali beraksi. Guru SMA Negeri 70, Bulungan, Jakarta Selatan, hendak mengajar dihipnotis empat penjahat di Jalan Lamando, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pelaku membawa kabur uang Rp10 juta milik sang guru.

Korban Ny.Sugiyanti SPd, 36, menjelaskan, kasus yang menimpa dirinya terjadi pada Kamis (19/6) pagi. Namun baru dilaporkan ke Polsek Kebayoran Baru, Jumat (20/6) siang. “Dari empat pelaku, seorang di antaranya perempuan yang memakai jilbab,” kata Sugiyanti yang dijumpai di SMAN 70.

Menurut dia, pukul 08.30, dirinya tiba di kawasan Bulungan setelah naik Metromini dari rumahnya di Jalan AUP Barat, RT 03/10, Pasar Minggu. Saat sedang jalan kaki menuju sekolah, guru Bahasa Indonesia ini dihentikan seorang pria yang berpura-pura tanya alamat sebuah yayasan di Bintaro Jaya.

“Bu, saya mau memberi sumbangan ke yayasan. Ini alamatnya, ibu tahu nggak,” kata pria tersebut, seperti diungkapkan Sugiyanti. Karena tidak curiga, korban memberitahu kalau alamat tersebut cukup jauh dari Blok M. Tak berapa lama, muncul seorang wanita yang bernama Dewi. Wanita ini langsung mendekati Sugiyanti dan pria yang mengaku bernama Zakaria.

“Wah, kalau mau nyumbang bagus dong. Saya juga mau ikut,” kata Sugiyanti, mengutip perkataan Dewi. Korban pun mulai masuk perangkap kawanan penghipnotis ini. Terbukti, selang dua menit kemudian muncul dua pria lainnya naik mobil Toyota Avanza warna kuning.

DIAJAK KE RUMAH IBU GURU
Sugiyanti yang sudah 8 tahun mengajar di sekolah unggulan ini akhirnya terpengaruh bujuk rayu kawanan ini. Apalagi, sang sopir yang membawa Avanza mengaku kerja di Bank Mandiri. Di bawah pengaruh hipnotis, akhirnya Sugiyanti mengajak para pelaku ke rumahnya untuk mengambil buku tabungan.

Setelah itu, mereka pun menuju ke Bank DKI Cabang Panglima Polim dan mencairkan uang Rp10 juta. “Sisa saldo yang ada Rp4 juta. Saya benar-benar tidak sadar mau mengambil uang di tabungan itu. Padahal itu hasil jerih payah mengajar,” ungkapnya. Dari bank ini, Sugiyanti diturunkan di dekat Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Ipda Dian Indra menyatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus yang menimpa Sugiyanti.

Selain Negara Terkorup Di Dunia, Indonesia Juga Dikenal Sebagai Negara Nomor Dua Terbesar Dalam Kejahatan Internet

JAKARTA – Ditengah carut-marut perekonomian, Indonesia bukan hanya terkenal sebagai negara terkorup di dunia, melainkan juga negara dengan carder tertinggi di muka bumi, setelah Ukrania. Carder adalah penjahat di internet, yang membeli barang di toko maya (online shoping) dengan memakai kartu kredit milik orang lain.

Meski pengguna internet Indonesia masih sedikit dibanding negara Asia Tenggara lainnya, apalagi dibanding Asia atau negara-negara maju, nama warga Indonesia di internet sudah “ngetop” dan tercemar! Indonesia masuk blacklist di sejumlah online shoping ternama, khususnya di amazon.com dan ebay.com Kartu kredit asal Indonesia diawasi bahkan diblokir.

Sesungguhnya, sebagai media komunikasi yang baru, internet memberikan sejuta manfaat dan kemudahan kepada pemakainya. Namun internet juga mengundang ekses negatif, dalam berbagai tindak kejahatan yang menggloblal.
Misalnya, tindak penyebaran produk pornorgrafi, pedofilia, perjudian, sampah (spam), bermacam virus, sabotase, dan aneka penipuan, seperti carding, phising, spamming, dll. Yang gawat, nama negara terseret karenanya

Berikut sejumlah jenis kejahatan via internet

CARDING
Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah Carder. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya.

Menurut riset Clear Commerce Inc, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas – AS , Indonesia memiliki carder terbanyak kedua di dunia setelah Ukrania.

Sebanyak 20 persen transaksi melalui internet dari Indonesia adalah hasil carding.

Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir IP atau internet protocol (alamat komputer internet) asal Indonesia. Kalau kita belanja online, formulir pembelian online shop tidak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya konsumen Indonesia tidak diperbolehkan belanja di situs itu.

Menurut pengamatan ICT Watch, lembaga yang mengamati dunia internet di Indonesia, para carder kini beroperasi semakin jauh, dengan melakukan penipuan melalui ruang-ruang chatting di mIRC. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan.

HACKING
Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanan (security)-nya. Hacker memiliki wajah ganda; ada hacker sejati yang umumnya benar-benar pintar dan ada yang pencoleng yang kebanyakan bodoh.

Hacker sejati bertujuan hanya untuk memberi tahu kepada programer yang komputernya diterobos, akan adanya kelemahan-kelemahan pada program yang dibuat, sehingga bisa “bocor”, agar segera diperbaiki dan dibuat update. Sedangkan, hacker pencoleng, menerobos program orang lain untuk berdasarkan berita yang telah diumumkan oleh hacker sejati dan kemudian mencari komputer yang belum sempat diupdate untuk merusak dan mencuri datanya.

CRACKING
Cracking adalah hacking untuk tujuan jahat. Sebutan untuk cracker adalah hacker bertopi hitam (black hat hacker). Berbeda dengan carder yang hanya mengintip kartu kredit, cracker mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri.

Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, hacker lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan cracker lebih fokus untuk menikmati hasilnya.

Pekan lalu, FBI bekerja sama dengan polisi Belanda dan polisi Australia menangkap seorang cracker remaja yang telah menerobos 50 ribu komputer dan mengintip 1,3 juta rekening berbagai bank di dunia. Dengan aksinya, cracker bernama Owen Thor Walker itu telah meraup uang sebanyak Rp1,8 triliun. Cracker 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA itu tertangkap setelah aktivitas kriminalnya di dunia maya diselidiki sejak 2006.

DEFACING
Defacing adalah kegiatan mengubah halaman situs/website pihak lain, seperti yang terjadi pada situs Menkominfo dan Partai Golkar, BI baru-baru ini dan situs KPU saat pemilu 2004 lalu. Tindakan deface ada yang semata-mata iseng, unjuk kebolehan, pamer kemampuan membuat program, tapi ada juga yang jahat, untuk mencuri data dan dijual kepada pihak lain.

PHISING
Phising adalah kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital yang telah dikirim akhirnya akan menjadi milik penjahat tersebut dan digunakan untuk belanja dengan kartu kredit atau uang rekening milik korbannya.

SPAMMING
Spamming adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga sebagai bulk email atau junk e-mail alias “sampah”. Meski demikian, banyak yang terkena dan menjadi korbannya. Yang paling banyak adalah pengiriman e-mail dapat hadiah, lotere, atau orang yang mengaku punya rekening di bank di Afrika atau Timur Tengah, minta bantuan netters untuk mencairkan, dengan janji bagi hasil.

Kemudian korban diminta nomor rekeningnya, dan mengirim uang/dana sebagai pemancing, tentunya dalam mata uang dolar AS, dan belakangan tak ada kabarnya lagi. Seorang rektor universitas swasta di Indonesia pernah diberitakan tertipu hingga Rp1 miliar dalam karena spaming seperti ini.

MALWARE
Malware adalah program komputer yang mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating system. Malware terdiri dari berbagai macam, yaitu: virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dll. Di pasaran alat-alat komputer dan toko perangkat lunak (software) memang telah tersedia antispam dan anti virus, dan anti malware .

Meski demikian, bagi yang tak waspadai selalu ada yang kena. Karena pembuat virus dan malware umumnya terus berusaha memanfaatkan kelengahan orang lain dan produktif dalam membuat program untuk mengerjai korban-korbannya.

PENEGAKAN HUKUM DAN PROFIL PELAKU KRIMINALISTAS INTERNET
Saat ini penanganan kejahatan di dunia maya (cyber crime) masih minim, padahal Indonesia termasuk negara dengan kasus cyber crime tertinggi di bawah Ukrania. Penanganan kasus kejahatan jenis ini memang membutuhkan kemampuan khusus dari para penegak hukum karena tidak seperti penjahat internet yang hanya mengandalkan ketekunan dalam mencari mangsa yang lengah serta menggunakan scripts-scripts gratisan yang dimodifikasi, para penegak hukum harus paham benar tentang internet dan ahli dalam programming.

Dari kasus-kasus yang terungkap selama ini, menurut viruslist.com pelaku biasanya bukan orang dengan tingkat kepandaian di atas rata-rata maupun tinggi, pelaku biasanya hanya orang yang memiliki pengetahuan tentang jaringan dan internet namun sangat gigih dalam mencoba. Selain karena motif ekonomi, sebagian hacker melakukan tindakan merusak website orang lain hanya sekadar untuk pamer kemampuan dan punya keinginan yang tinggi untuk dianggap pandai serta biasanya mereka adalah orang yang punya rasa percaya diri yang amat rendah yang mencari kompensasi dengan melakukan kejahatan.

PEMBOBOLAN KARTU KREDIT

Kasus terakhir, Rizky Martin, 27, alias Steve Rass, 28, dan Texanto alias Doni Michael melakukan transaksi pembelian barang atas nama Tim Tamsin Invex Corp, perusahaan yang berlokasi di AS melalui internet. Keduanya menjebol kartu kredit melalui internet banking sebesar Rp350 juta. Dua pelaku ditangkap aparat Cyber Crime Polda Metro Jaya pada 10 Juni 2008 di sebuah warnet di kawasan Lenteng Agung, Jaksel.

Awal Mei 2008 lalu, Mabes Polri menangkap hacker bernama Iqra Syafaat, 24, di satu warnet di Batam, Riau, setelah melacak IP addressnya dengan nick name Nogra alias Iqra. Pemuda tamatan SMA tersebut dinilai polisi hanya mengandalkan scripts modifikasi gratisan hacking untuk melakukan aksinya dan cukup dikenal di kalangan hacker. Dia pernah menjebol data sebuah website lalu menjualnya ke perusahaan asing senilai Rp600 ribu dolar atau sekitar Rp6 miliar.

Dalam pengakuannya, hacker lokal ini sudah pernah menjebol 1.257 situs jaringan yang umumnya milik luar negeri. Bahkan situs Presiden SBY pernah akan diganggu, tapi dia mengurungkan niatnya.

Kasus lain yang pernah diungkap polisi pada tahun 2004 ialah saat situs milik KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang juga diganggu hacker. Tampilan lambang 24 partai diganti dengan nama ‘partai jambu’, ‘partai cucak rowo’ dan lainnya. Pelakunya, diketahui kemudian, bernama Dani Firmansyah,24, mahasiswa asal Bandung yang kemudian ditangkap Polda Metro Jaya. Motivasi pelaku, konon, hanya ingin menjajal sistem pengamanan di situs milik KPU yang dibeli pemerintah seharga Rp 200 miliar itu. Dan ternyata berhasil.

BOBOL KARTU KREDIT
Data di Mabes Polri, dari sekitar 200 kasus cyber crime yang ditangani hampir 90 persen didominasi carding dengan sasaran luar negeri. Aktivitas internet memang lintas negara. Yang paling sering jadi sasaran adalah Amerika Serikat, Australia, Kanada dan lainnya.

Pelakunya berasal dari kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Semarang, Medan serta Riau. Motif utama adalah ekonomi.

Peringkat kedua hacking dengan merusak dan menjebol website pihak lain dengan tujuan beragam, mulai dari membobol data lalu menjualnya atau iseng merusak situs tertentu.

Kejahatan internet lainnya, pornografi yakni menjadikan internet sebagai arena prostitusi. Sejumlah situs porno yang digunakan sebagai pelacuran terselubung dan penjualan aksesoris seks pernah diusut Polda Metro Jaya, dan pengelolanya ditangkap.

Situs judi seperti indobetonline.com, juga pernah dibongkar Mabes Polri. Selain itu, belum lama ini, kepolisian Tangerang juga membongkar judi di situs tangkas.net yang menyediakan judi bola tangkas, Mickey Mouse dan lainnya. Kejahatan lainnya, penipuan lewat internet.

“Kejahatan internet ada dua kategori, yakna sasaran utamanya fasilitas komputer sebagai alat teknologi dan tidak hanya sebagai sarana. Kategori ke dua, menjadikan komputer sebagai sarana melakukan kejahatan,” jelas seorang petugas Bareskrim Polri.

Kejahatan internet bisa berdampak negatif dengan ditolaknya transaksi elektronik yang berasal dari Indonesia.

Belum Puas Merampas Motor, Perampok Juga Menganiaya dan Memperkosa Dua Bocah ABG Hingga Tewas

SERANG – Dua murid sekolah dasar ditemukan tewas membusuk di tepi Sungai Kampung Singapadu, Desa Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, Kamis (12/6). Diduga, warga Kampung Kopeng, Desa Sinar Mukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, itu tewas dibunuh karena sepeda motor yang mereka tumpangi raib.

Kedua murid sekolah dasar (SD) itu bernama Sulkhah (12) dan Mulyati (13). Mayat korban pertama kali ditemukan oleh Jaja (50), warga Singapadu, yang akan mencari bambu sekitar pukul 08.00. Awalnya, Jaja mencium bau busuk dari arah semak-semak di tepian sungai.

Kakek yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu pun kemudian mendekati sungai, dan melihat dua mayat bocah perempuan tertelungkup di balik semak-semak. Dibantu warga lain, Jaja melaporkan hal itu kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Curug.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung mengidentifikasi kedua mayat bocah tersebut. Setelah dicocokkan, kedua mayat itu ternyata adalah Sulkhah dan Mulyati, yang dilaporkan hilang tiga hari lalu.

Menghilang sejak Selasa

Menurut keterangan Kepala Desa (Kades) Sinar Mukti Juneri, Sulkhah dan Mulyati menghilang sejak hari Selasa lalu. Sebelumnya, sekitar pukul 13.00, mereka diminta mengantar Arsyad, kakak sepupu Sulkhah, menengok istrinya di Kampung Singapadu, Desa Tinggar.

Ketiganya kemudian berboncengan menuju Singapadu, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat tinggal mereka. Mereka menumpang sepeda motor milik orangtua Mulyati yang bernama Maemunah.

Namun, hingga malam hari, keduanya tak kunjung pulang ke rumah. Heri dan Suheti, orang- tua Sulkhah, pun melapor ke aparat desa dan Polsek Baros. Bersama dengan warga lain, mereka mencari ke sejumlah desa yang berdekatan dengan Desa Sinar Mukti.

Bahkan, Arsyad pun turut mencari korban hingga ke rumah istrinya di Singapadu. ”Dia juga yang usul agar ditanyakan ke ”orang pintar”. Dia bilang, orang pintar itu menunjukkan dua korban berada di daerah pegunungan,” tutur Juneri.

Pencarian selama dua malam berturut-turut tak membuahkan hasil, hingga akhirnya warga mendapat kabar Sulkhah dan Mulyati ditemukan tewas pada Kamis pagi. Bersamaan dengan itu, Arsyad menghilang dan hingga Kamis sore belum juga ditemukan.

Dianiaya

Berdasarkan hasil otopsi diketahui, kedua bocah perempuan itu tewas setelah dianiaya. Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang Dokter Budi Suhendar mengatakan ditemukan bekas luka bacokan senjata tajam di kepala Mulyati. Selain itu, ditemukan pula bekas cekikan tangan kosong pada leher dan luka lebam serta darah yang mengering di kemaluan korban.

Adapun pada mayat Sulkhah ditemukan luka lebam di bagian pipi, serta mulut, seperti bekas bekapan. Sama dengan Mulyati, ditemukan pula luka bekas cekikan tangan kosong di leher Sulkhah dan darah kering disekitar kemaluan.

”Pola lukanya memang mengarah pada tindak pidana,” kata Budi Suhendar, saat ditanya dugaan korban tewas karena pembunuhan dan pemerkosaan.

Dua Pemuda Pengangguran Lenteng Agung Bobol Situs Tamsin Invex Corp dan Mencuri 350 Juta Rupiah

LENTENG AGUNG – Dua penjahat ini termasuk berotak encer. Kedua pemuda pengguran ini berhasil menjebol situs milik sebuah perusahaan besar di Amerika dan berhasil menjebol perusahaan melalui internet banking senilai sekitar Rp350 juta.

Kedua pelaku, Rizky Martin,27, alias Steve Rass,28, dan Texanto alias Doni Michael melakukan transaksi pembelian barang atas nama Tim Tamsin Invex Corp, perusahaan yang berlokasi di AS melalui internet.

Aksi cyber crime dilakukan dengan modus transaksi pembelian barang-barang dengan membobol kartu kredit milik orang lain melalui internet banking. Akibatnya, perusahaan itu mengalami kerugian mencapai 41.927 dolar AS atau sekitar Rp 350 juta.

Menurut Kasat Cyber Crime Polda Metro Jaya, AKBP Tommy Watuliu, terungkap kasus ini bermula korban melaporkan kasus ini ke kepolisian di AS. Pihak Kepolisian AS lalu menghubungi Polri lalu diteruskan ke Direktorat Krimsus Polda Metro Jaya.

Pelacakan dilakukan melalui IP adress pelaku, keduanya pun berhasil ditangkap oleh Satuan Cyber Crime Polda Metro Jaya di sebuah warnet di Lenteng Agung, Jaksel, awal Juni lalu. Dari tangan mereka disita dua helm merek Suomy, 21 set stang Jepit sepeda motor, kamera digital D300 merek Nikon yang dibeli lewat transaksi di internet.

“Mereka melakukan aksi kejahatannya sejak Januari hingga Maret 2008. Mereka melakukan aksinya itu dari sebuah warung internet di Jalan Lenteng Agung, Jaksel.

Modus yang dilakukan, keduanya memesan barang lewat website http://www.convertibars.com yang berkedudukan di Invex Corp. 287 East 6 th, 160 Saint Paul, Amerika Serikat.
“Kedua tersangka membayar dengan memakai kartu kredit milik perusahaan yang dibobol itu,” kata Kasat.

Mereka mengambil data kartu kredit milik orang lain melalui geogle media dan dalam transaksi menggunakan nama dan alamat samaran. Kedua pelaku dikenakan UU tentang transaksi elektronik.

Dalam catatan Mabes Polri, kepolisian Indonesia sering menerima laporan pembolan internet banking milik luar negeri yang dilakukan warga Indonesia. Hal ini menjadi salah satu sebab transaksi internet dari Indonesia sering ditolak.

Gadis Penjaga Toko HP Di Medan Tewas Setelah Diperkosa Sambil Disiksa Oleh Perampok Penderita Kelainan Seksual

MEDAN – Cewek cantik, penjaga toko handphone (HP) Anita Sari,23, warga Kelurahan Sukadame, Kecamatan Medan Polonia, Sumut, diperkosa lalu dibunuh, Kamis (5/6) malam.

Korban ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi toko di Jalan AH Nasution Medan. Tersangka pelaku, HP,19, yang terkurung di dalam toko tersebut, langsung diamankan warga.

Menurut keterangan, peristiwa itu berawal saat toko sepi, pelaku langsung masuk dan mengunci rooling door. Korban yang ketika itu sedang tidur-tiduran terkejut.

Tersangka langsung menangkap dan menyeret korban. Korban yang sudah berlulut minta ampun disuruh melepaskan semua pakaianya namun rupanya tersangka mengalami kelainan seksual hingga menganiaya korban sambil memperkosanya berkali-kali hingga pingsan dan bersimbah darah. Rupanya melihat korban bersimbah darah dan berteriak kesakitan makin menaikan gairah seksual tersangka. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, wajah korban dipukul dengan benda tumpul hingga tewas.

Setelah membantai korban, tersangka menyikat sejumlah HP dan voucer isi ulang, dan berencana melarikan diri. Namun tiba-tiba pintu toko itu terkunci dan tersangka tak mampu membuka pintu hingga terkurung di dalam toko.

Beberapa saat kemudian ayah korban, yang juga pemilik toko datang dan heran melihat pintu toko tertutup. Ayah korban langsung menggedor-gedor pintu sambil memanggil putrinya namun tak ada suara sahutan.

Dibantu warga, ayah korban berhasil membuka pintu dan menemukan anaknya tewas. Tersangka yang bersembunyi di plafon kamar mandi dan langsung diringkus warga dan diserahkan ke Polsekta Deli Tua.