Arsip Kategori: perampokan

Perampok Uang Petani Sawit Senilai 1,5 Milyar Yang Langsung Tembak Pantat Korban Kini Dalam Kejaran Polisi

POLISI masih memburu kawanan perampok bersenjata api yang membawa kabur uang tunai Rp 1,2 miliar dan melukai korban Raius Purba dengan tembakan dalam satu perampokan di Desa Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, Jumat (9/12).

Korban Raius Purwa yang terluka ditembak kawanan perampok itu sekarang masih dirawat di sebuah rumah sakit di Jambi.
Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Wira WIjaya, di Jambi Sabtu (10/12) mengatakan, Polda telah menurunkan personel untuk membantu anggota Polres Muarojambi dalam memburu pelaku.

“Saya telah memerintahkan personelnya untuk turun ke lapangan melakukan pengejaran terhadap pelaku dan kita telah berkoodinasi dengan pihak Polres agar terus mengejar pelaku,” kata Wira Wijaya, seperti dikutip Antara.

Dalam pengejaran tersebut anggotanya terbagi dalam berbagai kelompok untuk mempersempit ruang gerak perampok dalam pelariannya.

“Polisi telah mengetahui identitas pelaku sehingga jika ada orang yang mencurigakan agar diperiksa,” kata Wira lagi.
Aksi perampokan terhadap Radius Purba (40) warga Desa Sungai Bahar Unit I terjadi begitu cepat ketika korban dan istrinya baru pulang mengambil uang dari Bank. Saat tiba di depan rumah, korban ditembak kawanan perampok bersenjata api.

Korban tertembak di telapak tangan kanannya. Perampok juga menembak pantat sebelah kanan korban, ketika korban sudah terjatuh.

Dari keterangan kerabat korban yang ditemui di Rumah Sakit Santa Theresia Jambi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, usai korban pulang dari Bank BRI Sungai Bahar di Unit I bersama isterinya Delima.

Korban mengambil uang senilai Rp1,3 milyar untuk kebutuhan membayar para petani sawit dan kemudian pulang dengan mengendarai mobil Strada Triton. Sedangkan isterinya pulang tidak bersama korban karena mengendarai sepeda motor.
Kejadian itu terjadi tepatnya di halaman rumah korban dan belum sempat korban turun dari mobil, pelaku langsung mendekat dan memecahkan kaca mobil. Sewaktu korban akan turun, pelaku menembak dengan pistol dan mengenai telapak tangan sebelah kanan.

Waktu itulah korban keluar dari mobil dan langsung tiarap sehingga perampok itu langsung mengambil kantong yang berisikan uang di dalam mobil dan menembak korban lagi hingga mengenai pantat.

Korban Radius Purba adalah Danton Security di PTPN VI Sungai Bahar dan isterinya seorang bos sawit di daerah tersebut. Setelah kawanan rampok berhasil membawa uang korban dan kabur, korban ditolong warga.

Dari CCTV di rumah milik korban terlihat pelaku perampokan berjumlah empat orang itu menggunakan tiga unit motor. Salah seorang pelaku memakai helm warna pink dan memakai jaket kain warna krem.

Tangan Ibu Dosen Universitas Sangga Buana Bandung Nyaris Putus Karena Polisi Lalai Mengamankan Jembatan Yang Rawan Kejahatan

Tangan kanan dosen muda Universitas Sangga Buana Bandung, Dita,26, nyaris buntung akibat disabet golok oleh geng motor di Jembatan Layang Pasupati, Bandung, Minggu malam. Selain itu harta benda korban termasuk motor dibawa kabur oleh pelaku.

Hingga kini korban masih dirawat di RS Bormeus Bandung. Pihak kampus dan mahasiswa meminta supaya polisi lebih serius mengamankan jembatan layang terutama di malam hari karena sering dijadikan aksi geng motor.

Pembantu Dekan Fakultas Adiminstrasi dan Komunikasi USB YPKP Bandung, Dr. H. Atang Syamsudin, ke ‘Pos Kota’ melaporkan, aksi kejahatan yang menimpa dosen Sangga Buana di jurusan Ilmu Komunikasi itu berlangsung Minggu malamn sekitar pukul 21.00.

Korban yang baru menjalni kegiatan di kampus pulang ke arah Setiabudi melalui jalur Flyover Pasupati Bandung menggunakan sepeda motor. Ketika motor korban berada di jembatan layang tersebut, tiba-tiba geng motor yang diperkirakan berjumlah 20 orang masuk ke tengah jalan kemudian mengepung dosen Dita yang sedang mengemudikan motornya. ” Korban berhenti karena jalan ditutup mereka. Bisa dibayangkan seorang perempuan dikepung 20 berandalan,” kata dia.

Saat korban tak berdaya, salah seorang geng langsung menyabet tas korban yang berisi dokumen, HP, dan uang jutaan rupiah. Korban, lanjut Atang, sempat melawan ketika tasnya dijambret.

Namun, anggota geng lain yang melihat rekasi korban bergegas mencabut golok kemudian menyikat tangan dosen tersebut. Masih belum puas, saat korban menangis dan berteriak minta tolong, pelaku menyikat sepeda motornya. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tadi bergegas melapor ke polisi kemudian korban dilarikan ke RS Bomeus Bandung.

” Kami meminta kepada polisi supaya Jembatan Layang Pasupati diperhatikan secara serius terutama di malam hari. Kejadian ini bukan baru sekali tapi sudah belasan kali. Mengapa polisi acuh dan tak melakukan tindakan?” ungkap Atang dengan nada kesal. Sejumlah polisi di Sat Reskrim Polrestabes Bandung mengaku belum menerima laporan kasus Pasupati

Pemerkosaan Penumpang Wanita Dalam Angkot D02 Jurusan Ciputat Pondok Labu Terjadi Kembali

Setelah kasus pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap Livia Pavita Soelistio (22), kasus pemerkosaan di dalam angkutan umum kembali terjadi. Peristiwa ini menimpa karyawati berinisial RS (27), warga Pondokgede, Bekasi, pada Kamis (1/9).
“Satu pelaku sudah ditangkap, tiga lainnya masih dalam pengejaran,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Budi Irawan, Rabu (14/9) di Mapolres Jakarta Selatan.

Peristiwa ini bermula dari korban pulang kerja sekitar pukul 00.30 dengan menumpang Kopaja P19 trayek Tanahabang-Ragunan. Dia turun di wilayah Cilandak untuk melanjutkan perjalanan ke arah Pasarrebo, Jakarta Timur. Saat sedang menunggu kendaraan lanjutan sebuah angkot D02 (Ciputat-Pondoklabu)berhenti di depannya. Ada empat pria di dalam angkot tersebut.

Diketahui kemudian angkot itu dikemudikan oleh Yg. “Pelaku menawarkan korban akan mengantar sampai ke Pasarrebo. Karena angkutan sudah sepi, korban akhirnya naik angkot itu, padahal harusnya tidak,” ujar Wakasat Lantas Polres Jakarta Selatan Komisaris Sungkono.

Di dalam angkot, penumpang angkot berinisial An alias Putaw mengajak Rs untuk melakukan hubungan badan. Korban menolak, tapi tetap dipaksa melayani nafsu pelaku. “Mulut (korban) dibekap, kaki dan tangan diikat,” ujar Sungkono.

Penumpang lainnya, yakni Yg, Ar, dan Sb, juga memaksakan hubungan badan. Pemerkosaan berlangsung selama angkot itu berjalan berputar-putar di wilayah Trakindo hingga Cilandak. “Untuk enggak ketahuan, mobil dimatikan lampunya dan dipasang musik,” kata Sungkono.

Setelah itu korban dibuang di perumahan Marinir, Pemancingan Cilandak. Beberapa barang bawaan korban berupa dua buah ponsel juga dirampas pelaku. “Satu orang pelaku atas nama Yogi sudah kami tangkap tadi malam saat ngetem di traffic light Lebakbulus,” kata Sungkono

Istri Cantik Ditinggal Sendirian Saat Mudik, Istri Diperkosa Tetangga yang Sudah Sering Intip Istri Saat mandi

Dua penjahat muda melakukan perbuatan biadab. Mereka tidak hanya merampok harta, juga memperkosa wanita pemilik rumah. Peristiwa yang tak mungkin dilupakan korban seumur hidup ini terjadi di kawasan Kunciran, Kota Tengerang, Sabtu (27/8) pagi. Kedua bandit bejad ini berhasil ditangkap.

Sebelum memperkosa Ny. Ri, 42, tersangka Sadam Abduh, 20, dan Rio Sabran Prabowo, 19, menggasak cincin kawin yang dikenakan korban dan HP BlackBerry. Tersangka Sadam menyetubuhi Ri di kamar tamu. Sedangkan Rio mengancam anak Ri yang berusia 12 tahun dan keponakannya berumur 10 tahun agar Ri mau melayani nafsu bejad Sadam dengan sepenuh hati.

Perampokan disertai perkosaan yang membuat heboh warga di kawasan Kunciran ini terjadi sekitar pukul 08.00. Pagi itu, Sadam dan Rio ngobrol-ngobrol di depan rumah Ri. Mereka memang berniat merampok rumah Ri, yang sedang ditinggal suaminya mudik Lebaran ke Palembang, Sumatera Selatan.

Setelah dirasakan aman, mereka masuk ke rumah korban dengan cara melompat pagar. Ternyata pintu utama tidak dikunci hingga keduanya bisa dengan leluasa masuk ke dalam rumah wanita berwajah cantik ini.

Saat itu, Ri hendak kekamar mandi dari kamar tidur karena ingin mandi. Tubuh korban saat itu hanya dibalut handuk kecil. Nyonya Ri kaget mendapati dua pria tak dikenal sudah berada di depannya. Belum sempat mengusir, kedua pemuda mengancam pakai golok dan samurai.

“Cepat lepas cincin. Kalau nggak gua bunuh,” ancam pelaku, seperti ditirukan Ny. Ri kepada petugas. Takut dilukai, Ri melepas cincin kawin yang dikenakannya. Usai mengambil cincin, pelaku mengambil HP BlackBerry di dekat kulkas.

DIPERKOSA
Sadam Abduh yang memegang golok, tergoda melihat tubuh Ri yang hanya mengenakan handuk kecil saja, apalagi pelaku sudah sering mengintip Ri saat mandi dari belakang rumah. Pelaku mengancam Ri agar tidak berteriak. Wanita bertubuh montok dan berwajah cantik ini kemudian digelandang ke ruang tengah dalam keadaan telanjang.

Di tempat ini, Sadam memperkosa dan menyetubuhi Ri beberapa kali, setelah lebih dahulu menyuruh Rio mengancam anak Ri dan keponakannya yang menginap di rumah tersebut. Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kabur sambil membawa hasil kejahatan.

Ri yang mendapat perlakuan tak senonoh melaporkan kasus ini ke Polsek Cipondoh, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari kediamannya. Petugas dipimpin Kapolsek Cipondoh, Kompol Arlon Sitinjak segera melakukan olah TKP termasuk memburu pelaku.

Dari keterangan sejumlah saksi, akhirnya petugas dapat mengenali pelaku yakni Sadam Abduh dan Rio Sabran Prabowo. Keduanya diringkus di tempat kos di kawasan Kunciran, saat hendak mudik Lebaran ke kampung halaman di Jogyakarta, sekitar pukul 16.30.

“Pelaku mengaku nafsu saat melihat korban hendak mandi dan langsung memperkosanya,” kata Kapolres Metro Tangerang, Kombes Tavip Yulianto, didampingi Kapolsek Cipondoh, Kompol Arlon Sitinjak.

Menurut Arlon, pelaku mengaku sering mengintip korban saat mandi dari belakang rumah tersebut. “Namun saat kejadian, mereka benar-benar mau merampok. Ternyata satu pelaku terangsang saat melihat korban dan memperkosanya,” tegasnya.

Pembunuh Mahasiswi Binus Livia Pavita Soelistio Tertangkap dan Ternyata Adalah Supir Angkot Spesialis Perampok dan Pemerkosa Penumpang Wanita

Kamis (25/8) menjelang tengah malam, informasi penting masuk. Sinyal telepon genggam milik Livia Pavita Soelistio yang berhari-hari mati, tiba-tiba terlacak berada di Rawa Belong, Kemangisan, Jakbar. Bersama anggotanya, Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Ferdy Sambo, langsung bangkit dari kursi di ruang kerjanya. Tak buang waktu, ia meluncur ke daerah Rawa Belong, tak jauh dari rumah kos mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus) itu.

Sesuai petunjuk sinyal HP, Sutarno dan Abdul Madjid dibekuk. Mereka baru saja bertransaksi HP Ericsson. Sutarno menjual HP itu kepada Abdul Majid yang dihargai Rp200.000. Dalam pemeriksaan, Sutarno mengaku HP yang dijualnya milik Rohman.
Tak buang waktu, polisi langsung memburu Rohman. Saat itu, sudah masuk Jumat (26/8) dinihari. Pria 24 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai sopir tembak itu dibekuk di rumah di Rawa Belong. Ketika itu ia bersama Fahri, 22, tengah menunggu Sutarno. Kduanya langsung digelandang ke Polres Jakarta Barat.

Dalam pemeriksaan terungkap Fahri dan Roman berperan dalam hilangnya mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus) Livia Pavita Soelistio, 21. Gadis cantik itu hilang pada 16 Agustus usai mengikuti sidang skripsi di jurusan Sastra Mandarin sekitar Pk. 13:00. Sejumlah temannya melihat ia menumpang Mikrolet 24 jurusan Srengseng-Slipi yang biasa ditumpanginya menuju tempat kos di Rawa Belong, Kemanggisan, Jakbar.

Sejak itu, keberadaan mahasiswi yang juga sekretaris sebuah biro perjalanan di Gambir, Jakpus, ini tak terlacak. HP-nya tak bisa dihubungi. Ny. Yusni Chandra, ibu kandung, dan Hermanto, ayah tiri, melapor kehilangan anaknya ke Polsek Kebun Jeruk pada 17 Agustus. Orangtua itu juga mengabarkan kehilangan anaknya melalui BlackBerry Messenger.

Empat hari kemudian, ia ditemukan membusuk di parit sedalam 2 meter di Cisauk, Tangerang. Bajunya terbuka karena seluruh kancingnya terlepas dan celana dalamnya melorot selutut. Ia dikenali sebagai Livia dari pakaian dan kalung berliontin Buddha yang dikenakannya.

PEMBUNUHAN DAN PERKOSAAN
Dalam pemeriksaan yang dilakukan Kanit Krimum AKP Agung Wibowo, SH, Fahri dan Rohman menuding Afri yang mencekik Livia hingga tewas. Aksinya dibantu Rohman dan Raymond. Afri juga memerkosa mayat Livia dalam angkot. Kini, polisi memburu Afri dan Raymond. “Kedua tersangka yang tertangkap itu kami jerat dengan pasal pencurian dengan kekerasan,” ujar Kapolres Jakarta Barat, Kombes Setija Junianta, Hum, tentang Fahri dan Rohman yang dikenakan pasal 365 KUHP karena perampokan HP dan uang Rp200,000 milik korban dan terancam hukuman 20 tahun penjara. “Kami juga memburu dua tersangka lainnya, termasuk pelaku pembunuhan dan perkosaan terhadap korban.”

Didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharuddin Jafar, kapolres mengatakan kawanan itu adalah komplotan bandit yang kerap menjadikan wanita sebagai korbannya. Bahkan, tersangka Rohman pernah dipenjara dua tahun terkait kasus narkoba.

Sementara itu, terhadap tersangka Sutarno dan Abdul Majid, polisi menjerat keduanya dengan pasal 480 KUHP karena menerima barang hasil kejahatan. Mereka terancam hukuman empat tahun penjara. “Kalau tahu HP itu bermasalah, apalagi korban pembunuhan, saya nggak bakal mau terima. Sekarang, saya nggak tau apa-apa masuk penjara juga,” ujar Sutarno.

Malang nian nasib Livia. Wanita cantik ini harus tewas ditangam empat awak angkot. Sedihnya pelaku hanya mengincar dua HP milik mahasiswi Binus, Kemandoran, Jakarta Barat ini. Keempat pelaku rupanya mengincar HP Black Berry dan Sony Ericsson model terbaru. Hanya saja seorang tersangka mengaku karena tergiur atas kecantikan Livia, dia tega memperkosa gadis ini meski sudah tidak berdaya.

PENGAKUAN PELAKU
Dalam wawancara dengan Pos Kota, tersangka Rohman dan Fahri bercerita. Pada Selasa (16/8) siang, angkot M24 B 2912 TK jurusan Srengseng-Slipi, yang dikemudikan Fahri dicegat Livia di depan kampusnya. Tiga teman Fahri; Rohman dan dua tersangka lain yang masih buron; Afri dan Raymond, juga berada di angkot. Mereka berlagak penumpang. “ Kami memang berniat mencari wanita penumpang untuk diambil hartanya, “ kata Rohman.

Meski berada dalam kendaraan yang sama, tersangka Rohman dan Fahri menuding Afri sebagai otak di balik kejahatan sadis itu. Fahri mengatakan, pembunuhan dan pemerkosaan dilakukan Afri di belakang kendaraannya. “ Afri yang mencekik sampai mati lalu memerkosa mayat korban,” ungkap Fahri.

Menurut Fahri, saat itu korban melawan tapi tak kuasa menahan kekuatan tiga pria yang menyergapnya. “ Silahkan ambil HP saya, tapi jangan bunuh saya,” kata Fahri, mengenang permintaan terakhir anak kandung Ny. Yusni Chandra itu.

Permohonan dengan derai airmata itu tak ditanggapi. Sebaliknya, Raymond dan Fahri semakin beringas dan bernafsu langsung memegang kedua tangan gadis itu dan Afri mencekik lehernya. Seketika, korban lemas. Tubuh Livia yang tersungkur diinjak punggungnya oleh Rohman. Kawanan penjahat sadis itu pun mencari tempat pembuangan mayat.

Sampai di kawasan Pos Pengumben, kendaraan diambil alih Rohman yang lebih mengerti daerah itu lalu membawanya ke kawasan Serpong, Tangerang.

Anggota Polres Jakarta Barat yang menangani kasus ini masih terus memeriksa dua tersangka yang sudah diringkus. Diyakini motif awalnya adalah perampokan. “Mereka rupanya mengincar dua HP korban. Apalagi satu yakni yang Sony Ericsson keluaran terbaru. Jika akhirnya

Livia Pavita Soelistio, mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus), telah tiada. Gadis cantik berusia 21 tahun yang baru lulus sidang skripsi jurusan Sastra Mandarin itu, diperlakukan biadab oleh kawanan preman. Ia dicekik hingga menemui ajal. Dalam keadaan tak bernyawa, korban diperkosa dalam angkot yang ditumpangi dari kampus menuju tempat kos.
Delapan hari setelah pembantaian terjadi dan Livia dilaporkan keluarga ke Polsek Kebon Jeruk sebagai orang hilang, petugas Polres Jakarta Barat dipimpin Kasat Reskrim AKBP Ferdy Sambo, yang bekerja keras membongkar peristiwa ini membuahkan hasil.

Tersangka Rohman, 23, dan Fahri, 22, ditangkap tak jauh dari rumah kos Livia Pavita Soelistio, di kawasan Rawa Belong, Kemanggisan, Jakbar, Jumat (26/8) dinihari. Polisi juga membekuk Sutarno dan Abdul Madjid, penadah HP korban yang dirampas pelaku.

Mahasiswi, yang juga sekretaris sebuah biro perjalanan di Gambir ini ditemukan membusuk di Cisauk, Tangerang, empat hari setelah menghilang sepulang dari kampusnya pada 16 Agustus. Saat ditemukan, baju korban terbuka karena seluruh kancingnya terlepas. Bahkan celana dalam korban melorot selutut.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua tersangka pembunuh Livia, mahasiswa Binus ditangkap polisi di Kemanggisan, Jakarta Barat, Jumat dinihari tadi. Pelakunya empat orang awak angkot. Dua lagi pelaku masih dikejar polisi. Menurut informasi, Livia pada 16 Agustus lalu usai mengikuti sidang skripsi pulang naik angkot bersama teman-temannya. Rupanya dia yang terakhir turun. Di angkot tersebut, wanita cantik ini disergap oleh empat orang yang ada di angkot tersebut.

Diduga karena melawan, pelaku makin ganas dan membekap korban. Livia, mahasiswa jurusan Bahasa Mandarin ini dibawa ke Tangerang tepatnya di Cisauk lalu korban dihabisi. Mayatnya dibuang ke selokan hingga akhirnya empat hari kemudian ditemukan penggembala kambing sudah dalam keadaan membusuk.Sebelum dibunuh sempat diperkosa karena ditemukan bercak sperma.

Rupanya pelaku membawa HP Black Berry korban. Oleh pelaku HP tersebut dijual kepada seseorang di Kemanggisan Jakarta Barat. Tadi pagi saat sahur, Black Berry itu tiba-tiba mengudara sehingga polisi berhasil melacak signyalnya. Lelaki yang membeli HP itu lalu ditangkap. Dia mengaku kalau Black Berry itu dibeli dari sopir angkot. Dengan gerak cepat polisi mengejar pelaku di daerah Kemanggisan dan berhasil meringkus dua tersangka. Dua lagi yang sudah diketahui identitasnya masih dikejar polisi.

Kepergian Livia Pavita Soelastio,21, membuat keluarga terpukul. Bagaimana tidak. Setelah dinyatakan lulus kuliah dari Universitas Bina Nusantara, Jakarta Barat mahasiswi jurusan Sastra Mandarin ini langsung menghilang.
Selama 5 hari mencari keberadaan anak semata wayang pasangan Hermanto,67, dengan Yusni Chandara,50, malah mendapat kabar jika Livia ditemukan sudah tak bernyawa.

“Saya sangat terpukul atas kematian anak saya. Bagaimana tidak, sejak kecil saya merawat dan membesarkan anak saya hingga terakhir dikabarkan lulus kuliah malah berakhir seperti ini. Saya berharap polisi berhasil menangkap anak saya,” ungkap Hermanto terbata-bata. Terakhir 16 Agustus sore, Livia menghubungi dirinya dan memberitahu jika dirinya baru selesai melakukan siding skripsi dan dinyatakan lulus. Mendapat kabar itu, Hermanto kemudian mengucapkan selamat atas kelulusan Livia.

Namun pada keesokan harinya, ketika akan dijemput oleh keluarga, Livia dikabarkan menghilang. Keluarga akhirnya melaporkan ke Polsek Kebun Jeruk. Keluarga kemudian berusaha mencari keberadaan Livia ke teman-temannya bahkan ke paranormal. Namun Minggu (20/8) malam, dirinya mendapat kabar jika ada mayat perempuan dengan pakaian yang sama dengan Livia ditemukan di parit di Jalan Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Mendapat Informasi tersebut Hermanto kemudian langsung mendatangi kamar mayat RSU Tangerang untuk melihat langsung jenazah wanita tersebut. Setelah diperiksa, mayat wanita malang itu adalah Livia Pavita Soelastio, mahasiswi Bina Nusantara jurusan Sastra Mandarin

Pembunuh Mahasiswi Bina Nusantara Livia Pavita Soelistio Ditangkap dan Ternyata Adalah Supir Angkot

BERITA LENGKAP KRONOLOGIS PENANGKAPAN PEMBUNUH DAN PEMERKOSA MAYAT LIVIA BACA DISINI

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Ferdi Sambo, menyatakan telah menangkap 3 pelaku kasus pembunuhan Livia Pavita Soelistio, mahasiswi Bina Nusantara yang ditemukan tewas pada 20 Agustus 2011.

“Salah satunya adalah residivis,” kata Ferdi saat dihubungi Jumat, 26 Agustus 2011.

Ferdi mengatakan ketiga pelaku tertangkap di daerah Slipi, dekat Universitas Bina Nusantara. “Mereka adalah sopir angkot tembak,” katanya. Kepada polisi, pelaku mengaku telah membunuh korban. Motifnya untuk menguras harta yang dibawa oleh korban.

Livia adalah mahasiswi jurusan Sastra Mandarin angkatan 2007. Ia menghilang sejak Selasa 16 Agustus 2011. Empat hari kemudian, anak tunggal keluarga Yusni Chandra itu ditemukan tewas. Jasadnya teronggok di daerah Jalan Baru, Desa Suradita, Tangerang.

Ferdi mengatakan pelaku menjerat Livia saat ia tengah berada di dalam angkot yang dikendarai pelaku. Di dalam angkot, Livia disekap dan mulutnya dibekap hingga tewas. “Ada 4 pelaku yang membekap,” katanya. Jasad Livia kemudian dibuang di daerah Tangerang. “Motifnya murni pencurian dengan kekerasan,” ujarnya.

Saat ini, kata Ferdi, polisi masih terus memburu pelaku lain yang diduga terlibat pembunuhan. “Nanti kami beri tahu,” ujar Feri.

Muhammad Falah Guru SMP PGRI Megamendung Ditembak Secara Membabi Buta Saat Saat Makan Bersama Teman Wanitanya

Kondisi korban penembakan, Muhammad Falah 26,mulai membaik. Menurut guru SMP PGRI Megamendung, Bogor ini, pelaku dua orang. Usianya diperkirakan di bawah 30 tahun, masing-masing memegang senjata api jenis revolver dan menembak dirinya secara membabi buta.

“Sebelum kabur, kedua pelaku menembak lebih dari lima kali ke saya, dan mengenai rusuk kiri, pipi dan tangan kiri saya,” kata Muhamad Falah saat ditemui di RS PMI Bogor, Kamis (11/8) pagi.

Kondisi fisik Falah mulai membaik pasca pengangkatan peluru yang bersarang di tubuhnya. Hanya saja, korban belum bisa berbicara banyak, karena bagian pipi kirinya masih sakit.

“Sudah mulai lumayan, tapi masih sakit kalau bicara,” kata Falah.

Guru mata pelajaran PKN di SMP PGRI Megamendung itu mengatakan, sore itu dia sedang berbuka puasa dengan Tika Komala teman dekatnya di samping danau Rainbow Hils, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan itu Falah meluruskan informasi bahwa Tika bukanlah pacarnya, tapi hanya teman dekat korban. “Bukan pacar saya, tapi cuma teman dekat, Tika sudah punya pacar, saya juga,” ujar pria berpostur gempal itu.

Falah menjelaskan, sore itu dia baru usai berbuka puasa dengan Tika dekat danau Rainbow Hils. Tiba-tiba muncul dua pria, yang turun dari motor matic menghampiri korban. Dua orang itu kata Falah, berusaha merampas motor Yamaha Vixion, namun korban berusaha mempertahankannya.

“Saya teriak minta tolong, mereka langsung kabur ke arah Gunung Geulis,” kata pria yang memiliki beladiri Tae Kwon Do itu.

Falah menjelaskan, dokter sudah melakukan operasi pengangkatan peluru yang bersarang di tubuhnya. Tapi, hanya satu peluru yang berhasil diangkat.

“Ternyata yang di pipi gak ada pelurunya, mungkin mantul lagi soalnya tiga gigi saya patah,” katanya.

Sementara itu Mimin (59) ibu korban mengatakan, Falah merupakan anak ke lima dari enam bersaudara. Selama ini anaknya sedang menjalin hubungan dengan Rini siswi SMU.

“Yang saya tahu pacarnya Rini, kalau Tika saya enggak kenal,” kata Mimin di RS PMI.

Untuk membayar biaya perawatan dan operasi anaknya di RS PMI, Mimin terpaksa harus meminjam uang ke beberapa orang serta berharap dari sekolah tempat dia bekerja dan dari Pemkab Bogor. “Mudah-mudahan pas Lebaran sudah di rumah,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Falah dan temen wanitanya Tika Komala menjadi korban penembakan yang dilakukan empat pelaku pengendara dua sepeda motor.

Aksi penembakan terjadi di Samping Danau Rainbow Bukit Pelangi, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa (9/8) malam. Korban mengalami luka tembak di pipi dan lengan kiri.

Hendra Basri Suka Hidup Foya Foya Pas Kehabisan Uang – Bunuh Teman Akrabnya Sendiri

Tersangka pelaku pembunuhan anak angkat pegawai Bank DKI cabang Harmoni, Johanes Mathias yang terjadi dua bulan lalu berhasil diringkus Buser Polsekta Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (10/8). Tersangka Hendra Basri,30 berhasil diringkus petugas setelah buron sekitar 2 bulan lalu. Menurut Kasatreskrim Polres Metro Kota Tangerang, AKBP Sumanto, tersangka setelah membunuh Mathias lalu mencuri motor dan dompet korban.

“Motor curian dijual tersangka Rp 2,5 juta di kompleks pelacuran Kalijodo – Jakbar,” jelas Kanitreskrim Polsekta Ciledug AKP Sugiyarna. Tersangka asal Palopo, Sulawesi itu mengaku membunuh Mathias karena ia kehabisan uang. Pada 12 Juni ia bertandang ke rumah Mathias yang memang sudah dikenalnya itu di Jalan Kedaung Raya, Kecamatan Larangan.
Setelah bincang-bincang di kamar, sekitar pk.03.00 tersangka menghabisi korban memukul kepalanya pakai pipa pralon dan menusuk dadanya kanan kiri hingga tewas dan mayatnya lalu ditutupi selimut.

Pelaku, kata Sumanto, kemudian kabur bersama Lia, 28 istrinya ke Surabaya dan Sulawesi dan terakhir di Kalimantan Timur, tepatnya di Tenggarong Desa Lebak Pongpong, Kutai. “Kini tersangka Hendra Basri dan istrinya Lia sedang kami periksa,”jelas AKP Sugiyarna

Kronologis dan Motif Pembunuhan Kakek Nenek Dan Cucu Warga Jalan Raya Banjaran RT 03/RW 03 Bandung Yang Didalangi Teman Korban dan Oknum TNI

Apa sebenanya motif pelaku pembantai keluarga Apo Sumarna, warga Jalan Raya Banjaran RT 03/RW 03, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu 30 Juli 2011 dini hari?

Apalagi, kata polisi, sang pelaku diduga adalah Asep Dudung Budiman, 31 tahun, teman dekat yang baru beberapa pekan dikenal Apo. “Motifnya, tersangka sakit hati dan dendam terhadap korban yang ingkar janji memberi uang,” kata Kepala Kepolisian Resor Bandung Ajun Komisaris Besar Sony Sonjaya di kantornya, Sabtu 30 Juli 2011.

Kepada polisi, kata Sony, Asep mengaku jika pembunuhan Apo serta istri dan cucunya tersebut direncanakan bersama temannya, Jajang, seorang anggota TNI. Janjang sendiri diamankan Sabtu siang tadi di rumahnya di Cilame, Kabupaten Bandung Barat.

“Tersangka seorang diri mengeksekusi para korban pada Selasa 26 Juli 2011 dini hari, sekitar jam 01.00 WIB” kata Sony. ” Ia lalu kabur sekitar pukul 05.00 dengan membawa mobil merek Karimun milik korban berikut surat-suratnya,”

Rencana pembunuhan keluarga korban dilakukan bersama Jajang, kawan yang dikenalnya saat berziarah ke sebuah pemakaman di kawasan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Keduanya, saling mencurahkan isi hati.

Jajang juga saling mengaku bahwa mereka sama-sama sedang kelimpungan lantaran terlilit hutang. Saat sedang mengobrol itulah, terbit dendam Asep yang merasa diingkari janji duit oleh korban. Dia juga teringat jika dirinya baru mengantar korban membeli sebuah Suzuki Karimun D-1273-LX.

“Saat itu juga muncul niat tersangka untuk merampok mobil baru milik korban dan disampaikan kepada Jajang,”tuturnya.

Selanjutnya, keduanya pun merencanakan perampokan korban. “Disepakati, tersangka ADB akan menjadi eksekutor perampokan dengan cara-cara yang diajarkan Jj pada hari Senin,”kata Sony.

Lalu, pada Senin malam 25 Juli 2011 sekitar pukul 21.00, Asep mengontak Apo yang sudah cukup lama dikenalnya itu. Namun karena Apo dan keluarganya sudah terlelap, telefon tak ada yang mengangkat.

“Malam itu juga tersangka lantas mendatangi langsung rumah dan menggedor pintu minta dibukakan.”

Istri Apo, Lilis, lalu membukakan pintu garasi dan mempersilakan tamu dekat suaminya yang sudah beberapa kali menumpang menginap di rumahnya. Tak lama, Lilis kembali tidur di kamarnya bersama cucu mereka yang masih berumur 4 tahun, Keisya (sebelumnya ditulis Treisya).

Sementara Apo dan Asep mengobrol di ruang keluarga. Obrolan berlangsung hingga Apo terlelap di atas sofa. Setelah korban tertidur, Asep lalu bangkit dan mulai melaksanakan niatnya.

“Dia lalu mencari-cari alat membunuh hingga menemukan golok dan martil di gudang rumah korban.”

Sejenak kemudian, Asep mendekati Apo yang tertidur nyenyak sekitar pukul 01.00 WIB. “Korban lalu dibacok lehernya dengan golok dan digorok sampai meninggal di tempat.”

Selanjutnya, Asep melangkah ke kamar tempat Lilis dan Keisya tidur. Di dalam kamar yang lampunya dipadamkan itu, Asep lalu juga membacok dan menggorok leher Lilis. “Cucu mereka yang terbangun dan sempat menjerit juga akhirnya dihabisi dengan cara yang sama,”kata Sony.

Berikutnya, tersangka mencari surat-surat dan kunci mobil korban hingga akhirnya ditemukan di dalam mobil korban. Kemudian, dia membersihkan darah, mandi, dan mengontak Jajang.

“Selasa sekitar jam 05.00 pagi, Jj datang menjemput. Keduanya lalu meninggalkan rumah korban dengan membawa mobil milik korban,”kata Sony.

Keduanya bertolak menuju Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Mereka lalu berhenti di kawasan wisata Situ Ciburuy, Padalarang. “Di Situ Ciburuy itu ADB lalu membuang golok yang digunakan membunuh para korban.”

Dari Situ Ciburuy, keduanya lalu menuju ke rumah Jajang di Cilame. “ADB lalu istirahat dan Jj berangkat ke kantornya.”

Adapun mobil Karimun warna hijau muda milik korban berhasil mereka jual hari selasa itu juga di Kota Bandung dengan bantuan seorang perantara berinisial AM. Mobil milik korban terjual dengan harga sekitar Rp 77 juta. “Uang hasil penjualannya lalu dibagi diantara mereka,”tandas Sony.

Sony juga menyebutkan bahwa golok yang ditemukan anjing pelacak pada Jum’at malam kemarin di sebuah toko material di dekat rumah korban tak ada kaitan dengan kasus ini. “Setelah diteliti, ternyata bercak yang ada di golok itu bukan darah,”kata Sony.

Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wawan, menjerit histeris ketika dantang ke Bandung setelah mendapat kabar ayah dan ibu kandungnya tewas dibantai perampok, di rumahnya di Jalan Raya Banjaran, kabupaten Bandung. Anggota polisi yang berpangkat AKP dan menduduki jabatan sebagai Kapolsek di jajaran Polda Kalimantan itu semakin terpukul saat anak terkecilnya turut tewas dibantai garong bersama kakek dan neneknya.

“Pak Wawan Nampak meneteskan air mata ketika datang ke Bandung. Dia langsung ke makam ayah dan ibunya serta anaknya tadi. Setelah itu Pak Wawan langsung ke Polres Bandung,” kata sejumlah anggota di Polsek Banjaran, Sabtu malam.
AKP Wawan, datang dari Kalimantan Sabtu pagi, setelah diberti kabar oleh anggota keluarganya yang ada di Banndung. “ Kami turut sedih melihat kondisi dia ketrika tiba dari Kalimantan,” komentarnya lagi.

Diberitakan, Apo,66, dan istrinya Lilis,62, tewas digorok bersama cucunya Eliysa,4, oleh rampok Asep yang berhasil ditangkap di daerah Cengkareng, Jakarta Barat. Tersangka merampok korban yang baru kenal saat sedang nyekar di daerah TPU Cibiuk, Kabupaten Garut karena ingin memiliki mobil Karimun untuk dijual demi bayar utang. Diluar dugaan, tersangka melakukan aksi kejahatan ini diduga dibantu oknum anggota TNI AD Ja yang bertugas di Koramil Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Anggota ini kini sudah ditangkap dan diperiksa di POM Cimahi.

Didin,50, menjelaskan, korban Elisa, sebanarnya baru berada di di Bandung tinggal bersama kakek dan neneknya lebih kurang sebulan. Bocah ini dijemput kakeknya dari Kalimantan lantaran sakit-sakitan kemudian atas persetujuan bapaknya AKP Wawan akhirnya diboyong ke Bandung. “Biasanya kakeknya yang suka menjenguk bocah itu. Tapi ketika menjemput akhir bukan kemarin bocah itu pun dibawa ke Bandung untuk diobati. Bocah itu sedang sakit.”

Siapa yang tahu atas peristiwa itu. Tanggal 20 Juli tepatnya dini hari sekira pukul 02.00 tersangka Asep yang baru dikenal keluarga korban datang ke rumah tersebut. Asep, mendatangi rumah dengan penuh dendam. Dia selain ingin menguasai harta bendanya, dan nekat menghabisi nyawa ketiga korban. Cukup menggunakan sebilah golok, tersangka pun mengghorok leher ketiga korban kemudian kabur membawa mobil karimun. Dalam askinya tersangka cukup sadis.

Setelah membantai suami isteri, juga bocah kecil turut dogorok hingga tewas bersama kakek dan neneknya. “Dibawa ke Bandung untuk berobat, bocah itu malah tewas bersama nenek dan kakeknya. Kasihan,” komentar warga setempat.

Kakek Nenek dan Cucu Warga Jalan Raya Banjaran Kabupaten Bandung Tewas Digorok Perampok

Perampokan disertai pembunuhan terjadi di Jalan raya Banjaran, Kabupaten Bandung, Jumat malam. Satu keluarga terdiri dari pasangan suami isteri dan cucunya tewas mengenaskan akibat digorok kawanan garong yang beraksi di rumah itu. Ratusan warga berkerumun ingin mengaksikan evakuasi mayat korban Apo,66, isterinya Lilis,64, serta mayat cucunya Teisha,4.

Ketiga korban ditemukan sudah tewas dan bersimbah darah dengan kondisi leher luka gorok. Polisi hingga kini masih melakukan penyelididikan dan identifikasi di lokasi kejadian. Setelah dilakukan pemeriksaan besar kemungkinan sekeluarga tewas dibantai rampok lantaran harta benda korban berupa kendaraan jenis karimun raib.

Undang,36, seorangh warga menjelaskan, terungkapnya ksus perampokan disertai pembunuhan terhadap tiga korban berawal salah seorang tetangga merasa curiga lantaran korban Apo suami Lilis, sudah dua hari tak kelihatan keluar rumah. Bahkan, aktifitas di rumah itu praktis tak ada. Saking penasaran, warga pun mencoba mengetuk-ngetuk pintu rumah tersebut namun tak ada jawaban. Warga setempat mulai curag, pasalnya dari dalam rumah itu tercium bau tak sedap. Saking penasaran, warga pun mencoba mendobrak pintu depan rumah korban. ” Pintu terbuka warga pun menjerit karena di dalam rumah tiga korban sudah tewas dan mulai membusuk,” katanya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, warga pun bergegas melapor ke Polsek Bajjaran dan Polres Bandung. Sejumlah anggota yang tiba di lokasi Jumat petang sekira pukul 18.00 langsung melakukan pemeriksaan. ratusan warga mendadak tumplek di halaman rumah itu ingin melihat ketiga korban yang sudah tewas dan mulai membusuk. Dalam pemeriksaan, polisi menemukan kalau ketiga korban tewas lantaran dibantai pelaku menggunaklan gorok. ” Luka mengaga kelihat di ketiga leher korban.,”ucapnya.

Setelah empat jam melakukan olah TKP polisi mengevakuasi ketiga jenazah ke kamar mayat RSHS Bandung. ” Tubuh ketiga korban sudah mulai membusuk. warga yang melihat peristiwa itu hampir semua menutup hidung,”. Empat hari sebelum kejadian ini, Undang mengakui sempat melihat korban Apo yang tinggal Kampung Pengkolan RT 3 RW 3 Desa Banjaran Wetan Kecamatan Banjaran berdiri dihalaman. ” Tak menyangka tiga anghota keluarga tewas mengenaskan,”.

Kapolres Bandung AKBP Sony Sonjaya, menjelaskan berdasar hasil identifikasi ketiga korban dibantai pelaku lima hari lalu. pasalnya, selain ketiga korban sudah mulai membusuk, juga darah yang berceceran di dalam rumah itu sudah kering. Ketiga korban dibantai dengan cara lehernya dogorok. ” Kami menduga kuat ketiga korban dibantai kawanan garong.

Kendaraan korban jenis suzuki Karimun hilang,” kata kapolres. terkait kasus ini, Kapolres, menandaskan, ketiga korvban dibunuh perampok yang sudah kenal. ” tak ada kerusakan di rumah itu baik daun ;pintu maupun jendela. Ini membuktikan jika pelaku kenal dekat dengan korban.”

Pelakunya telah tertangkap: Baca disini kronologis dan motif pelaku yang adalah teman korban yang dibantu oknum TNI