Arsip Kategori: polisi lalai

Terjadi Lagi … Polisi Melakukan Pelecehan Seksual Pada Tahanan Wanita

Anggota Polsek Mamajang, Makassar, Sumatera Selatan, Aiptu TU dilaporkan telah melakukan pelecehan seks pada salah satu tahanan wanita, SY (28). Dalam laporannya, SY mengaku dilecehkan saat mendekam di sel Polsek Mamajang, Jalan Lanto Dg Pasewang, Makassar.

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Chevy Ahmad. “Saat dipeluk oleh Aiptu TU, SY berusaha lari keluar tahanan dan memilih bertahan di depan ruang tahanan hingga suaminya, Ikram datang ke Polsek Mamajang. Suaminya langsung melaporkan kasus pelecehan yang dialami istrinya pada Provost,” tutur Chevy saat dihubungi wartawan, Sabtu (5/5/2012)..

Peristiwa cabul yang dilakukan Aiptu TU terjadi pada pukul 13.00 Wita, Minggu (29/4/2012). Saat itu TU masuk ke dalam sel dan berupaya memeluk tubuh SY. Chevy menyebutkan kasus ini masih dalam penyidikan Provost kepolisian untuk mengecek kebenaran kasus ini.

Sementara itu sumber detikcom menyebutkan, Aiptu TU sudah sering melakukan pelecehan pada SY yang ditahan sejak 23 April 2012. SY yang merupakan ibu rumah tangga warga jalan Onta Baru ini di sel akibat terlibat perkelahian dengan tetangganya.

Setelah penangguhan penahanan SY dikabulkan oleh Kapolsek Mamajang, Kompol Darwis, SY dan suaminya pun melapor pada Kapolsek atas peristiwa pelecehan yang dilakukan oleh salah satu anggotanya tersebut.

“Pelaku sering mengajak korbannya ngobrol di dalam sel, pelaku sering memegang-megang tangan, meraba-raba dada dan menciumi SY, puncaknya pada tanggal 29 April Aiptu TU kembali melancarkan aksinya hingga akhirnya SY mengancam akan berteriak bila Aiptu TU tetap memaksakan nafsu birahinya,” ujar sumber detikcom.

Baca juga: Polisi Perkosa Tahanan ABG Kemudian Dibebaskan Sebagai Imbalannya

Tangan Ibu Dosen Universitas Sangga Buana Bandung Nyaris Putus Karena Polisi Lalai Mengamankan Jembatan Yang Rawan Kejahatan

Tangan kanan dosen muda Universitas Sangga Buana Bandung, Dita,26, nyaris buntung akibat disabet golok oleh geng motor di Jembatan Layang Pasupati, Bandung, Minggu malam. Selain itu harta benda korban termasuk motor dibawa kabur oleh pelaku.

Hingga kini korban masih dirawat di RS Bormeus Bandung. Pihak kampus dan mahasiswa meminta supaya polisi lebih serius mengamankan jembatan layang terutama di malam hari karena sering dijadikan aksi geng motor.

Pembantu Dekan Fakultas Adiminstrasi dan Komunikasi USB YPKP Bandung, Dr. H. Atang Syamsudin, ke ‘Pos Kota’ melaporkan, aksi kejahatan yang menimpa dosen Sangga Buana di jurusan Ilmu Komunikasi itu berlangsung Minggu malamn sekitar pukul 21.00.

Korban yang baru menjalni kegiatan di kampus pulang ke arah Setiabudi melalui jalur Flyover Pasupati Bandung menggunakan sepeda motor. Ketika motor korban berada di jembatan layang tersebut, tiba-tiba geng motor yang diperkirakan berjumlah 20 orang masuk ke tengah jalan kemudian mengepung dosen Dita yang sedang mengemudikan motornya. ” Korban berhenti karena jalan ditutup mereka. Bisa dibayangkan seorang perempuan dikepung 20 berandalan,” kata dia.

Saat korban tak berdaya, salah seorang geng langsung menyabet tas korban yang berisi dokumen, HP, dan uang jutaan rupiah. Korban, lanjut Atang, sempat melawan ketika tasnya dijambret.

Namun, anggota geng lain yang melihat rekasi korban bergegas mencabut golok kemudian menyikat tangan dosen tersebut. Masih belum puas, saat korban menangis dan berteriak minta tolong, pelaku menyikat sepeda motornya. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tadi bergegas melapor ke polisi kemudian korban dilarikan ke RS Bomeus Bandung.

” Kami meminta kepada polisi supaya Jembatan Layang Pasupati diperhatikan secara serius terutama di malam hari. Kejadian ini bukan baru sekali tapi sudah belasan kali. Mengapa polisi acuh dan tak melakukan tindakan?” ungkap Atang dengan nada kesal. Sejumlah polisi di Sat Reskrim Polrestabes Bandung mengaku belum menerima laporan kasus Pasupati