Category Archives: pornografi

Punya Hobi Videokan Para Siswi Yang Lagi Mandi Telanjang Seorang Siswa Ditangkap Polisi

Seorang siswa di sekolah menengah elit terpaksa berurusan dengan hukum. Semuanya berawal dari hobinya memvideokan para siswi di sekolah itu yang sedang mandi dan disimpan sebagai koleksinya di komputer.

Siswa usia 16 tahun itu bersekolah di Charterhouse School, salah satu sekolah bergengsi dan mahal biayanya di Inggris Raya. Per tahun, pelajar yang sekolah di sana harus membayar 30 ribu poundsterling atau di kisaran Rp 430 juta.

Belum jelas apakah video porno yang direkam sang siswa itu sudah disebarkan ke internet atau media lainnya. Namun polisi setempat langsung tanggap karena perbuatan itu dinilai sebagai kasus pornografi anak di mana korbannya masih di bawah umur.

Tersangka yang tidak disebutkan namanya karena alasan hukum telah ditangkap dan diwawancarai polisi sebagai bagian dari investigasi. Ia dibebaskan sementara dengan uang jaminan. Pihak sekolah pun mengakui ada siswanya yang ditangkap.

“Charterhouse bisa mengkonfirmasi bahwa seorang siswa telah ditanyai oleh polisi tentang material yang ditemukan di komputernya,” kata juru bicara sekolah, seperti dilansir DailyMail Senin (26/3/2012).

Tidak dijelaskan bagaimana pelaku bisa merekam temannya yang sedang mandi. Kemungkinan, dia menempatkan kamera video tersembunyi.

Jika terbukti, kasus ini bisa mempermalukan nama sekolah itu, yang punya alumni terkenal seperti Baden Powell yang adalah pendiri kepramukaan. Namun memang pornografi anak dipandang sebagai kejahatan serius di Inggris. Pembuat dan pemirsa tontonan pornografi anak biasanya mendapat hukuman cukup berat.

Siswa Kelas 6 SD Di Lumajang Yang Menghamili Siswi SMP Sudah Ditangkap Polisi

DAMPAK pornografi terhadap dunia anak telah menapaki titik paling buruk di Jawa Timur. Seorang siswa kelas 6 sekolah dasar (SD) di Lumajang, ditangkap polisi karena dituduh menghamili temannya setelah terpengaruh video porno.

Satu lagi dampak buruk tayangan film porno melalui VCD yang bisa diperoleh dengan bebas di pasaran merusak moral generasi bangsa ini. Mirisnya, kejadian ini menimpa seorang bocah ingusan yang masih duduk di bangku kelas 6 SD di Dusun Sukosari, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.

Bocah berinisial WY (12) itu melakukan seks bebas dengan anak gadis tetangganya, EK, yang berusia tiga tahun di atasnya atau 15 tahun hingga hamil enam bulan. Perbuatan buruk WY ini sebagai dampak buruk dari kegemarannya menonton VCD porno di rumah salah seorang temannya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kediaman WY dan EK hanya berjarak beberapa meter. EK sendiri selama ini tak sekolah karena menderita keterbelakangan mental alias idiot.

Kasus ini terungkap setelah orangtua EK melihat adanya perubahan fisik pada diri putrinya. Karena curiga, mereka memeriksakan anak gadis itu ke seorang bidan. Hasil pemeriksaan, EK positif hamil. Itulah yang menggegerkan kedua orangtuanya.

Apalagi, mereka mendapatkan pengakuan bahwa orang yang menghamili EK tak lain adalah WY yang masih tetangganya. Atas keterangan ini, akhirnya orangtua EK melaporkan perbuatan pelajar SD itu ke Mapolsek Candipuro, Selasa (8/2) siang.

Menyusul laporan itu, petugas langsung menjemput WY di rumahnya saat bocah itu baru pulang dari sekolah. Lantaran kasus ini melibatkan korban dan pelaku yang masih di bawah umur, aparat Polsek Candipuro melimpahkannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Lumajang.

Guna mengungkap kasus ini, petugas memboyong WY dan EK didampingi orangtua masing-masing serta perangkat Desa Sumberwuluh ke Mapolres Lumajang untuk menjalani proses hukum. Dalam pemeriksaan terungkap juga bahwa WY telah melakukan perbuatan itu cukup lama alias sudah berkali-kali.

Kepada petugas, pelajar itu mengaku bahwa dia melakukan perbuatan tersebut bersama korban pertama kali sebelum Lebaran 2010. Tindakan itu dia lakukan lantaran terdorong nafsu setelah sering melihat tayangan film porno melalui VCD di rumah temannya.

“Saya sering melihat film porno di rumah teman saya berinisial RC. Saya melihat film porno melalui VCD yang diberi seseorang kenalan,” kata WY blak-blakan.

Yang mengejutkan lagi, di usianya yang masih anak-anak itu, WY tak hanya melakukan seks bebas, tapi sudah terbiasa dengan minuman keras dan obat-obatan berbahaya. Bocah ingusan ini mengaku sering menenggak pil koplo dan mabuk-mabukan bersama teman-temannya.

Ketagihan

Dia mengaku, setelah menonton film porno, rasa ingin melakukan sendiri begitu dahsyat. Makanya, dia mendatangi EK. Secara kebetulan pula, saat itu kediaman EK sedang kosong. Dia lantas mengajak korban masuk kamar, lalu menyetubuhinya. Perbuatan itu leluasa dilakukan tersangka karena orangtua korban sedang tidak berada di rumah.

“Perbuatan itu awalnya memang ada pemaksaan. Sampai-sampai WY melakukan pemaksaan dengan merobek celana dalam EK,” kata Kapolsek Candipuro Ajun Komisaris H Sutopo.

Perbuatan pertama itu tak terendus, karena WY mewanti-wanti agar EK tak melaporkannya kepada siapa pun. Pengalaman pertama itu membuat WY ketagihan, sehingga terus mengulang perbuatannya. Dan, terakhir kali pekan lalu sebelum perbuatan itu terbongkar.

“Meski korban diketahui hamil, WY masih terus melakukan hubungan intim dengan EK di rumahnya. Sampai akhirnya, perbuatannya terbongkar berkat kecurigaan orangtua EK,” ujar Kapolsek.

Menurut Kapolsek, karena perbuatan ini melibatkan anak di bawah umur, pasal yang dikenakan adalah Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun, untuk proses penyidikan, ungkapnya, dilimpahkan ke Unit PPA Satuan Reskrim Polres Lumajang.

Hanya saja, lanjutnya, untuk melengkapi prosedur penyidikan pihaknya telah memintakan visum dari dokter yang menyatakan bahwa korban EK memang hamil 6 bulan. “Kami juga telah menyita VCD porno yang menjadi pemicu WY melakukan perbuatan itu untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.

67% siswa SD

Sementara itu, keterlibatan anak SD dalam mengakses atau menonton tayangan pornografi saat ini sudah dalam tahap memprihatinkan. Berdasarkan hasil penelitian Yayasan Kita dan Buah Hati, sejak tahun 2008 sampai 2010 muncul fakta bahwa 67 persen dari 2.818 siswa SD kelas IV, V, dan VI di wilayah Jabodetabek mengaku pernah mengakses informasi pornografi. Sekitar 24% mengaku melihat pornografi melalui media komik, 22% dari internet, 17% dari game, 12% dari film di televisi, dan 6% melalui telepon genggam.

Menurut Elly, pengurus Yayasan Kita, komik dan game perlu diwaspadai. Komik Naruto, game Counter Strike dan Point Blank, ujarnya, sangat digemari anak-anak. Belakangan ini, kata Elly, ada game baru bernama Rape Play (Permainan Perkosaan) yang bisa diunduh secara gratis dari internet.

Menurut dia, tontonan-tontonan itu telah menanamkan pornografi di benak anak-anak dan remaja. Makanya, belakangan ini banyak pertanyaan dari anak SD yang sudah berbau seks seperti halnya orang dewasa.

Menurut survei, lanjutnya, kebanyakan anak-anak (sekitar 48%) melihat pornografi justru di rumah. Dan, orangtua mereka tanpa sadar membayari biaya internet dan pulsa telepon genggam anak-anaknya.

Selain itu, yang juga perlu dikhawatirkan, imbuh Elly, saat ini kita belum mempunyai ahli pengobatan khusus pornografi. Padahal, sebagaimana dikatakan Randy Hyde, anak-anak yang mengalami kejadian ini harus segera dibantu. Pasalnya, bukan saja merusak mental sang pecandu pornografi, tapi bagian otaknya pun ikut terpengaruh. Jika kecanduan narkoba merusak tiga bagian otak, maka kecanduan pornografi bisa merusak lima bagian otak.

“Harus kita tangani secara serius sebelum terlambat. Jangan sampai menjadi fenomena gunung es,” kata Elly.

Sedangkan praktisi home schooling Seto Mulyadi mengatakan, orangtua harus intensif mendampingi anak untuk mengantisipasi dampak pemberitaan video seks. Komunikasi orangtua dan anak harus mengutamakan dialog.

“Orangtua harus mendengarkan pendapat anak tentang kasus itu. Jangan memberi ceramah panjang lebar,” katanya.

Orangtua diminta proaktif berdialog dengan anak terkait peredaran video seks itu. Namun, orangtua sebaiknya lebih banyak mendengarkan anak daripada menasehatinya.

“Yang harus dilakukan adalah dialog. Lalu, orangtua bisa mengkaitkan kasus itu dengan nilai-nilai moral maupun agama yang telah diajarkan,” katanya.

Menurut dia, penyebar video seks itu telah melakukan tindak kriminal dan harus diproses hukum. Pemberitaan dan penyebaran video itu mengancam perkembangan jiwa anak yang dalam proses imitasi atau meniru. “Penyebaran video itu membuat masyarakat goncang,” ujarnya

Polisi Akan Segera Lakukan Rekonstruksi 13 Adegan Video Porno Dengan Tersangka Di Hotel 41Transit Parung Bogor

Penyidik Satuan Reskrim Polres Bogor melakukan rekonstruksi kasus pembuatan video porno yang dilakukan di kamar B 41Hotel Transit Parunk yang berlokasi di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor. Rekonstruksi digelar Selasa (13/3/2012) malam dengan menghadirkan seluruh tersangka baik perekam maupun pemain video porno itu. Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Kota AKP Imron Ermawan mengatakan,rekonstruksi memperagakan 13 adegan, mulai dari LL dipesan hingga masuk kamar dan melakukan hubungan badan bersama pasangannya DE.

“Selain melakukan reskonstruksi, kita juga sudah memeriksa manajemen hotel Transit terkait kejadian itu. Kemungkinan masih banyak saksi yang kita mintai keterangan,” ujar Imron Ermawan kepada wartawan. Imron menjelaskan, hingga saat ini para pelaku masih bungkam soal siapa penyandang dana video porno tersebut. Termasuk, tujuan sebenarnya dari proses pembuatan video porno itu.”Mereka (pelaku-red) masih tertutup saat ditanya siapa orang dibalik pembuatan video porno itu,” katanya

Pornografi semakin merajalela. Di Bogor, empat orang ditangkap karena sengaja membuat video porno layaknya blue film di luar negeri. Keempat orang itu terdiri dari seorang pemain (bintang) perempuan, seorang pemain laki-laki, satu juru kamera, dan satu fotografer. Empat orang tersebut tertangkap basah oleh petugas Polres Bogor saat tengah membuat video porno dan foto-foto bugil. Mereka ditangkap di sebuah hotel di Jalan Raya Parung, Bogor, Minggu (11/3/2012) dini hari.

Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita sejumlah peralatan untuk membuat video dan foto, yakni kamera DSLR, smartphone BlackBerry (BB), dua set pakaian, dan uang Rp 200.000. DSLR adalah singkatan dari Digital Single-Lens Reflex. Kamera DSLR tidak hanya dipakai untuk memotret, namun juga bisa dipakai untuk merekam video dengan hasil cukup baik. “Saat digerebek, mereka sedang memproduksi video mesum menggunakan kamera DSLR. Dua pelaku bertindak sebagai pemeran, dan dua pelaku lagi sebagai pembuat video dan foto,” ucap Kapolres Bogor AKBP Herry Santoso, Senin (13/3/2012). Mereka dicokok di kamar B41 hotel di Jalan Raya Parung itu.

Terungkapnya pembuatan video porno itu bermula saat petugas Polres Bogor melakukan operasi gabungan di hotel. Saat itu, tim gabungan Satuan Narkoba Polres Bogor yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Luki B Irawan melakukan pemeriksaan seluruh penghuni hotel. PORNOGRAFI semakin merajalela. Di Bogor, empat orang ditangkap karena sengaja membuat video porno layaknya blue film di luar negeri. Keempat orang itu terdiri dari seorang pemain (bintang) perempuan, seorang pemain laki-laki, satu juru kamera, dan satu fotografer.

Empat orang tersebut tertangkap basah oleh petugas Polres Bogor saat tengah membuat video porno dan foto-foto bugil. Mereka ditangkap di sebuah hotel di Jalan Raya Parung, Bogor, Minggu (11/3) dini hari. Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita sejumlah peralatan untuk membuat video dan foto, yakni kamera DSLR, smartphone BlackBerry (BB), dua set pakaian, dan uang Rp 200.000. DSLR adalah singkatan dari Digital Single-Lens Reflex. Kamera DSLR tidak hanya dipakai untuk memotret, namun juga bisa dipakai untuk merekam video dengan hasil cukup baik.

“Saat digerebek, mereka sedang memproduksi video mesum menggunakan kamera DSLR. Dua pelaku bertindak sebagai pemeran, dan dua pelaku lagi sebagai pembuat video dan foto,” ucap Kapolres Bogor AKBP Herry Santoso, Senin (13/3). Mereka dicokok di kamar B41 hotel di Jalan Raya Parung itu. Terungkapnya pembuatan video porno itu bermula saat petugas Polres Bogor melakukan operasi gabungan di hotel. Saat itu, tim gabungan Satuan Narkoba Polres Bogor yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Luki B Irawan melakukan pemeriksaan seluruh penghuni hotel.

“Saat akan dilakukan pemeriksaan, dari dalam kamar keluar seorang wanita. Kami langsung memeriksa wanita itu, juga terhadap beberapa pria yang ada di kamar tersebut,” ujar Luki saat dikonfirmasi Warta Kota, kemarin. Luki menjelaskan, saat petugas masuk ke kamar itu, terdapat tiga pria yang salah satu di antaranya tidak mengenakan pakaian dan hanya ditutupi handuk. Sedangkan dua pria lainnya tampak buru-buru membereskan perlengkapan fotografi, seperti kamera DSLR dan BB.

“Sesuai protap, kami melakukan pemeriksaan seluruh ruangan kamar untuk mengetahui apakah ada narkoba di kamar itu, termasuk mengecek kamera milik pria tersebut,” katanya. Saat diperiksa, kata Luki, ternyata kamera DSLR itu berisi rekaman video mesum antara salah satu pria dengan wanita yang sebelumnya keluar dari kamar. “Saat kita periksa kamera, ternyata berisi adegan video porno, juga beberapa foto wanita itu,” katanya.

Polisi pun menangkap keempat orang tersebut. Mereka adalah M alias LL (25), yang bertindak sebagai artis pemain perempuan; DE (27) yang menjadi pemain laki-laki, RD (20) yang bertindak sebagai juru kamera yang merekam video porno; serta JA (23) yang menjadi fotografer untuk foto-foto bugil pemain. LL diduga adalah pekerja seks komersial (PSK) yang dibooking oleh pembuat video untuk satu malam.

Keempat orang itu kemudian dibawa ke Mapolres Bogor untuk menjalani pemeriksaan. “Sudah kami mintai keterangan dalam kasus tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Imron Ermawan. Imron menjelaskan, para pelaku terancam Pasal 29 dan 35 UU Nomor 44/2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Bersama keempat orang itu, sebenarnya polisi juga menangkap dua orang laki-laki lainnya yang saat itu menonton pembuatan video. Namun, keduanya kemudian dilepaskan polisi karena dini

Kepada penyidik LL, wanita yang menjadi pemain dalam video porno itu mengaku hanya sebagai PSK freelance di hotel tersebut. Dia datang ke kamar B 41 setelah ditelepon seorang mami yang bertindak sebagai mucikari. Sedangkan DE, pemain pria berprofesi sebagai karyawan swasta. Sedangkan dalam pemeriksaan manajemen Hotel Parun’k mengaku, tidak mengetahui jika orang yang menyewa kamar hotel membuat video porno. “Selain Pasal Pornografi, kita juga menjerat pelaku perekam dengan pasal narkotika, karena hasil test urine keduanya positif mengandung ganja,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Kota AKP Imron Ermawan

Seperti diberitakan sebelumnya, empat pelaku salah satunya wanita diamankan petugas Polres Bogor karena tertangkap tangan sedang membuat membuat video mesum. Mereka ditangkap di sebuah hotel di Jalan Raya Parung, Minggu (11/3/2012) dinihari. Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita sejumlah peralatan untuk merekam video, seperti kamera DSLR, Handphone Blackberry, dua set pakaian dan uang tunai Rp 200 ribu.

“Saat digerebek, mereka sedang memproduksi video mesum menggunakan kamera DSLR. Dua pelaku bertindak sebagai pemeran, dan dua pelaku lagi sebagai pembuat video itu,” ujar Kapolres Bogor AKBP Hery Santoso. Informasi diperoleh menyebutkan, penangkapan dilakukan saat petugas melakukan operasi miras dan narkoba di salah hotel. Seorang pelaku video mesum berinisial M alias LL (25) diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) yang dibooking oleh dua pelaku untuk satu malam. Sedangkan satu pelaku lagi merupakan pasangan main LL berinisial DE (27).

“Saat petugas memasuki kamar B 41, ternyata ditemukan sejumlah peralatan kamera, dan lainnya,” ujarnya. Sementara itu, dua pelaku lainnya yang juga ditangkap petugas berinisial RD (20) dan JA (23) adalah sebagai perekam dan photografer dalam pembuatan video mesum itu. Hingga saat ini, keempatnya masih dalam pemeriksaan penyidik Polres Bogor. Polisi terus mengusut kasus pembuatan video porno yang dilakukan empat orang di Parung, Bogor. Dari tes urine yang dilakukan, terbukti bahwa dua orang perekam video porno itu, yakni RD (20) dan JA (23), positif mengonsumsi narkoba.

Tes urine itu dilakukan petugas kesehatan dari Dokkes bersama penyidik Satuan Reskrim Polres Bogor pada Selasa (13/3) pagi. Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Hery Santoso menjelaskan, RD dan JA diketahui mengonsumsi narkoba jenis ganja. “Hasil tes urine menunjukkan mereka positif menggunakan ganja,” ujar Hery di Mapolres Bogor kemarin siang.

Sedangkan dua orang lagi, yaitu LL (25) dan DE (27), tidak terbukti menggunakan narkoba. LL adalah pemain perempuan dan DE pemain laki-laki dalam video asusila tersebut. Hery menjelaskan, pihaknya masih mengembangkan pengusutan kasus tersebut dengan mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi. Pihaknya juga mengamankan lokasi kejadian, yaitu kamar B 41 Hotel Transit, Parung.”Kami juga akan memanggil pengelola Hotel Transit untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Dalam rekaman yang disita polisi terdapat sejumlah adegan ranjang antara LL dan DD di kamar hotel tersebut dengan total durasi selama 10 menit. Adegan dalam video porno itu dipecah dalam empat file. “Ada empat file rekaman yang kami amankan, yaitu yang 15 detik, 45 detik, 3 menit, dan 6 menit,” kata Hery. Selain rekaman video, terdapat juga 10 foto adegan ranjang LL dengan DD dalam berbagai gaya. “Kami masih mendalami, apakah perekaman itu baru sekali dilakukan atau sudah berkali-kali,” ujar Hery.

Dia menegaskan, pihaknya tidak main-main dalam mengusut kasus pembuatan video porno ini, termasuk mengungkap siapa dalangnya. “Pelaku sih ngakunya rekaman video itu untuk keperluan pribadi. Tapi kami masih belum yakin, jangan-jangan video mesum yang banyak beredar di handphone juga ada kaitannya dengan mereka,” ujarnya. Kasat Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Imron Ermawan mengungkapkan, berdasarkan pengakuan keempat orang itu ide pembuatan video porno tersebut berasal dari RD. Kemudian, RD bersama JA mencari ‘pemain’ yang mau adegan ranjangnya direkam.

“Mengenai bayaran si perempuan, kami masih melakukan penyelidikan. Yang jelas, di lokasi kejadian ditemukan uang Rp 200.000,” kata Imron. Keempat pelaku video mesum itu, kata Imron, tinggal di Parung. “LL (pemain wanita dalam video itu—Red) berstatus janda. Dia ngakunya freelance aja di hotel itu,” ujarnya. Seperti diberitakan (Warta Kota, 13/3), petugas Polres Bogor membekuk tiga lelaki dan seorang perempuan yang tengah membuat video mesum di kamar sebuah hotel di Jalan Raya Parung, Minggu (11/3) dini hari. Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita sejumlah peralatan untuk merekam video, seperti kamera DSLR dan handphone Blackberry, serta dua set pakaian dan uang Rp 200.000

Mantan Siswi SMp Bhakti Bululawang Menjadi Sutradara dan Pemain Video Mesum

Seorang siswi sebuah SMP swasta di Turen Kabupaten Malang mencoba menjadi sutradara sekaligus kamerawan. Yang bikin heboh, jenis filmnya porno dengan pemain sepasang teman sekolah si sutradara. Di awal video berdurasi 19 menit 38 detik itu, terlihat pemeran pria dan wanita berada dalam sebuah kamar sedang melakukan adegan yang seharusnya hanya patut dilakukan oleh pasangan suami istri.

Pemeran pria, dalam melakukan adegannya masih mengenakan seragam sekolah, sedangkan pasangan perempuannya sudah dalam kondisi setengah telanjang dan hanya mengenakan rok Pramuka. Dalam adegan-adegan selanjutnya, pemeran perempuan itu bahkan tak mengenakan selembar pakaian pun di tubuhnya.

Belakangan diketahui bahwa pemeran pria dalam adegan itu adalah VB, alumnus SMK Turen yang lulus, Mei 2011 silam. Sedangkan si perempuan adalah PL, siswi SMP Bhakti. Video yang diberi judul sesuai dengan nama masing-masing pemerannya itu rupanya direkam menggunakan kamera ponsel oleh seorang remaja perempuan yang nampaknya adalah rekan mereka sendiri.
Hal ini bisa dipastikan sebab dalam merekam adegan kedua temannya, perempuan itu sesekali mengeluarkan instruksi kepada teman wanitanya untuk melakukan ini dan itu. Terkesan, si sutradara tidak sabar dengan adegan yang bertele-tele. “Cepetan selak onok wong (Cepetan keburu ada orang),” demikian celoteh si sutradara.

Kepastian itu juga muncul pada akhir-akhir video, saat perempuan tersebut pada akhirnya merekam wajahnya sendiri dengan kamera yang sama. Dari penampakan itu, diduga kuat, gadis berkulit gelap dan berpipi tembem itu teman sekolah si pemeran cewek. Ini dilihat dari seragam pramuka yang dia kenakan.

Siswi pemeran video porno yang berpasangan dengan siswa SMK Turen di Malang , sudah dikeluarkan dari sekolahannya. Siswi tersebut bersekolah di SMP Bhakti di Malang. Perekam video berdurasi 19 menit 38 detik yang juga seorang gadis ABG, diduga kuat teman siswi SMP tersebut. Soalnya, ia juga mengenakan seragam rok pramuka, mirip yang dikenakan pemeran video.

Pemeran wanita dalam video tersebut memiliki inisial PL, siswi SLTP Bhakti yang bangunannya berada dalam satu kompleks dengan SMK Turen.

Saat wartawan berusaha menemui Kepala Sekolah SLTP Bhakti, Wahyu Priyo Sancoko untuk meminta konfirmasi terkait kebenaran informasi bahwa PL adalah pelajar sekolahnya, Priyo sedang tidak ada di tempat.

Namun seorang guru piket bernama Irfan membenarkan bahwa pemeran perempuan dalam video itu adalah mantan anak didik SLTP Bhakti yang telah dikeluarkan oleh pihak sekolah. ”Memang benar anak perempuan itu pernah sekolah di tempat ini, tapi dia sudah dikeluarkan,” beber Irfan.

Dikeluarkannya PL dari sekolah, menurut Irfan, bukan karena beredarnya video tersebut, namun karena ia suka membolos selama berhari-hari.

”Dia itu warga Bululawang yang sebelumnya bersekolah di SMPN di Bululawang. Dia dikeluarkan dari sekolah sini karena suka bolos sampai berhari-hari. Kapan dia dikeluarkan, itu yang tahu pak kepala sekolah. Jadi kalau untuk urusan video, sudah nggak ada hubungannya lagi dengan pihak sekolah,” tegas Irfan.

Di awal video, terlihat pemeran pria dan wanita berada dalam sebuah kamar sedang melakukan adegan yang seharusnya hanya patut dilakukan oleh pasangan suami istri.

Pemeran pria, dalam melakukan adegannya masih mengenakan seragam sekolah, sedangkan pasangan perempuannya sudah dalam kondisi setengah telanjang dan hanya mengenakan rok Pramuka. Dalam adegan-adegan selanjutnya, pemeran perempuan itu bahkan tak mengenakan selembar pakaian pun di tubuhnya.

VB (alumnus SMK Turen) dan PL (siswi SMP Bhakti), aktor utama video mesum yang menggemparkan warga Malang Raya, kabur, Selasa (20/9/2011). Demikian pula siswa yang menjadi sutradara, juga belum ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Hartoyo SIK, mengatakan, polisi masih melacak keberadaan tiga pelajar itu. “Sampai sekarang kami belum menemukan mereka,” ujar Hartoyo.

Rumah PL di Dusun Sanggrahan, Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Malang, juga terlihat kosong. “Tak ada orang,” ujar Kasun Sanggrahan, Siswadi, saat bersama wartawan mengetuk pintu rumah PL. Aman, paman PL, juga tak tahu keberadaan keponakannya.

Menurut Siswadi, selama ini PL tinggal bersama ayah yang bekerja sebagai tukang krom dan kakeknya yang sakit-sakitan, sedangkan ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta.

Siswadi mengaku sangat prihatin atas beredarnya video mesum. ”Tetangga-tetangga sudah tahu kejadian ini. Saya berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja, termasuk PL,” ujarnya.

Mahasiswi Berinsial TR Bugil Di Internet Facebook dan Blog

Seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta beradegan bugil di internet. Polisi dari Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sedang mendalami kasus ini.

“Sedang ditelusuri apakah foto itu foto dia atau bukan. Atau juga apakah foto itu disebar oleh dia atau orang lain, kita masih telusuri,” ucap Ajun Komisaris Besar Hermawan, Kepala Satuan Cyber Crime, pada Rabu (23/3) siang.

Tapi, kata Hermawan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari mahasiswi yang disebut-sebut berinisial Tr itu. Menurut Hermawan, jika Tr merasa dirugikan, dia harusnya melapor ke polisi agar polisi mengusut pelaku penyebar foto porno tersebut.

“Untuk membuktikan hal itu sebagai sebuah tindak pidana, maka kita harus mencari bukti-bukti yang kuat dulu. Misalnya mendapatkan fotonya, lalu menemukan pemilik foto tersebut untuk dicek apakah foto itu memang dia. Kalau pun benar, maka kita harus mencari bukti siapa yang telah meng-upload-nya,” papar Hermawan.

Jika terbukti, maka sanksi bagi orang yang mengupload foto mahasiswi bugil dijerat dengan Undang Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) No 11 Tahun 2008 dan Undang Undang Pornografi No 44 Tahun 2008.

Foto-foto telanjang Tr awalnya beredar di akun jejaring facebook miliknya. Foto-foto itu kini tersebar di sebuah blog.

Kesal Diputus Pacar Seorang Suami Sebarkan Foto Foto Bugil Sang Pacar Yang Sedang Berhubungan Badan

Kejahatan pornografi semakin tak mengenal batas. Siapapun bisa menjadi korban pengedar foto-foto mesum, termasuk orang yang peranh paling dekat sekalipun.

Seperti kasus di Tulungagung, Jawa Timur, ini. Gara-gara cinta diputus, seorang pria diduga nekat menyebarkan foto-foto bugil pacarnya. Ris (20), perempuan korban penyebaran foto bugil tersebut, tak kuat menanggung malu dan akhirnya melapor ke Mapolres Tulungagung.

Kepala Urusan Binops (KBO) Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tulungagung, Iptu Siswanto menuturkan, polisi mengusut kasus itu dengan memintai keterangan sejumlah saksi yang diduga terkait penyebaran foto tersebut.

Ris yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut sebenarnya telah mencurigai Arif Yunizar (33), mantan kekasihnya asal Dusun/Desa/Kecamatan, Kabupaten Blitar.

Namun, polisi belum bisa menetapkannya sebagai tersangka lantaran dalam pemeriksaan, Arif menyangkal memiliki maupun menyebarkan foto-foto tersebut.

Siswanto menjelaskan, terungkapnya kejahatan pornografi itu bermula dari pengaduan yang disampaikan seorang pekerja warung remang-remang kepada ibu korban yang juga pemilik warung di kompleks Pasar Ngemplak, Kelurahan Botoran, Kecamatan Kota, Tulungagung, Rabu (22/12/2010) lalu.

Saat itu, ibu Ris disodori dua lembar kertas foto berukuran folio yang di dalamnya terdapat 25 gambar anaknya dalam pose tanpa busana. Dua foto di antaranya bahkan memperlihatkan Ris tengah berhubungan seks dengan seorang pria.

“Gambar-gambar itu menurut korban diambil oleh mantan pacarnya (Arif), saat keduanya melakukan hubungan badan di luar nikah di sebuah hotel sekitar November 2010 lalu,” terang Siswanto.

Kini, Arif terancam dijerat UU No 44/ 2008 tentang Pornografi, meskipun sebenarnya seseorang yang dengan sadar membiarkan dirinya dijadikan objek pornografi, bisa dijerat hukuman.

Terlebih dari pose-pose bugil Ris, terkesan diambil secara sadar dan sepenuhnya disadari oleh objek yang difoto. Hanya saja, polisi tidak akan gegabah menetapkan Ris yang menjadi objek foto bugil sebagai tersangka.

Saat dihubungi, Ris membantah dirinya sengaja membiarkan difoto telanjang. Ia bercerita, pada November 2010 lalu, dirinya memang pernah menginap di sebuah hotel bersama Arif setelah mabuk minuman keras di sebuah kafe.

Dalam keadaan mabuk itulah, terjadi hubungan suami istri antara dirinya dan Arif. Dalam kondisi dipengaruhi alkohol, Arif mengambil gambarnya dalam pose telanjang.

“Tidak benar saya rela difoto telanjang. Saya waktu itu mabuk dan tidak sadar sepenuhnya. Siapa, sih, yang mau difoto telanjang,” ucap Ris.

Ia baru sadar dan mengetahui foto-foto telanjangnya keesokan hari saat memeriksa ponsel Arif. Dengan nada kesal, ia protes kepada Arif, Ris mengaku telah menghapus empat foto di dalam ponsel Arif.

Namun, dengan enteng Arif menjawab telah menyimpan foto-foto tersebut di komputernya. Arif malah mengancam akan menyebarkan foto-foto itu jika Ris memutuskan jalinan asmara di antara mereka.

Nah, rupanya pada Desember ini jalinan cinta keduanya berakhir. Ris kecewa karena Arif sudah beristri dan punya anak. Padahal, saat pacaran, Arif selalu mengaku masih perjaka.

”Coba siapa yang tidak sakit hati, ia mengaku masih perjaka tak tahunya sudah punya istri dan anak,” tukas Ris.

Arif yang disebut Ris sebagai orang yang diduga telah mengambil dan menyebarkan fotonya sudah dimintai keterangan di Mapolres Tulungagung. Ia membantah dirinya memfoto Ris dalam keadaan telanjang dan menyebarkannya.

Menindaklanjuti pengaduan itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung berencana memanggil kembali terlapor Arif Yunizar. Namun sebelum itu, tim penyidik terlebih dahulu akan memanggil pekerja kafe yang saat ini diketahui sebagai pengadu pertama ke ibu korban.

“Dari pekerja kafe remang-remang bernama Vera ini, kami ingin tahu siapa laki-laki yang menyodori dia foto-foto Ris tersebut. Semoga dari situ pelakunya bisa kami usut,” kata Siswanto

Seseorang Mirip Bos PDI-P Jawa Barat Main Video Mesum Porno Di DVD dan Dikirim Ke Megawati

Geger, sekeping DVD berisi adegan lelaki mirip bos Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Barat, RHT, sedang berhubungan intim dengan seorang wanita beredar di Jawa Barat.

Yang menghebohkan, film berdurasi lima menit itu sengaja dikirim ke DPP PDI-P disertai surat terbuka yang ditujukan kepada Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri. Pengirimnya tertulis Juliana Putri Ningrum, tertanggal 6 Desember 2010. Surat tersebut tanpa tanda tangan.

Berita Kota yang menerima surat tembusan berikut keping DVD itu mencoba menghubungi RHT untuk meminta konfirmasi, tetapi sampai berita ini diturunkan RHT belum dapat dihubungi.

Wakil Ketua DPD PDI-P Jawa Barat Andreas Pareira mengaku sudah mendengar isu tersebut. “Saya belum bisa berkomentar karena belum lihat videonya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto menduga kader PDI-P, RHT, dijebak. “Kasusnya merupakan jebakan dan dijadikan sandera sehingga yang bersangkutan tersandera,” katanya melalui telepon di Jakarta.

Video mesum yang diduga dilakukan RHT bersama seorang wanita itu berdasarkan laporan yang diterima DPP PDI-P dari Kepolisian Daerah Jawa Barat, menurut Hasto, terindikasi ada konspirasi dari sejumlah pihak untuk menjebak RHT. “Kami masih mempelajari hal tersebut untuk memastikan keasliannya,” katanya.

Menurut surat yang diterima BK, perempuan yang menjadi pasangan RHT adalah gadis berusia 28 tahun berinisial LM. Hubungan intim yang dilakukan RHT dengan LM, seperti yang beredar dalam keping DVD, terjadi di sebuah hotel di Lembang, Bandung. Keduanya mampir ke hotel bertarif Rp 300.000 itu setelah mengikuti Konfercab PDI-P Kabupaten Subang beberapa waktu lalu.

Surat itu pun mengupas bahwa hubungan percintaan keduanya sudah berlangsung lama. LM, menurut surat tersebut, adalah warga Bogor. Dia masih bersatatus sebagai mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Bogor. LM sering datang ke kantor PDI-P Jawa Barat di Jalan Pelajar Pejuang, Lingkar Selatan, Bandung.

Hubungan keduanya sudah diketahui oleh para pengurus PDIP-P Jawa Barat, namun mereka tidak mempersoalkannya. Setelah mengetahui bahwa hubungan keduanya sudah jauh, apalagi filmnya sudah beredar luas, sejumlah pengurus mulai gerah.

Karena alasan itu pula, surat dan bukti DVD yang berisi pasangan mesum itu dikirim ke DPP PDI-P di Jakarta dan ditembuskan pula ke Gubernur Jawa Barat, Paguyuban Pasundan, ormas, dan LSM di Jawa Barat serta Kapolda Jawa Barat. Surat tersebut intinya meminta agar Ketua Umum PDI-P Megawati mempertimbangkan kelangsungan jabatan RHT karena telah merusak partai.

Penulis surat yang mengaku sebagai kader partai di Jawa Barat saat dipimpin Jajang itu mengaku kecewa karena belum ada tindakan apa-apa terhadap RHT. Dia pun meminta Megawati mengecek ke pengurus partai di Jawa Barat termasuk DPC, PAC, bahkan ranting.

Tak terlihat

Dalam adegan ranjang yang diduga sengaja direkam itu, hanya terlihat muka RHT, sementara pasangannya selalu membelakangi lensa. Sekitar lima menit RHT menggumuli wanita itu sebelum akhirnya menyerah dan ngeloyor ke kamar mandi diikuti sang wanita.

Sayangnya, sampai film itu berakhir, wajah sang wanita yang konon masih mahasiswi dan baru berumur 28 tahun itu tidak terlihat sama sekali. Video mesum petinggi partai berlambang banteng moncong putih di Jawa Barat ini bisa di-download di internet. Seluruh adegan memang tidak terlihat vulgar layaknya film-film porno karena saat beraksi keduanya menggunakan selimut sebagai penutupnya. Setiap selimutnya melorot ke bawah, sang wanita cepat-cepat mengambilnya dan menutupnya kembali.

Menurut Hasto Kristiyanto, jika orang yang terekam dalam video itu benar RHT, DPP PDI-P tidak akan tinggal diam. “Partai ini sangat menjunjung tinggi moralitas dan martabat kepartaian, maka kami tidak boleh tersandera,” katanya.

Menurut Hasto, DPP PDI-P dan Ketua Umum PDI-P akan mengambil tindakan tegas. “Peristiwa yang terjadi itu menunjukkan kelemahan dalam menghadapi segala godaan dan jebakan politik, maka diperlukan ketegasan untuk mengambil langkah yang diperlukan,” katanya.

Hasto menyatakan, DPP PDI-P akan tetap menjunjung asas keadilan dan kemanusian jika terbukti bahwa peristiwa peredaran video mesum yang dilakukan RHT itu merupakan jebakan.

“BK DPP PDI-P sedang ditugaskan melakukan investigasi dan mengusulkan tindakan yang diambil,” katanya.

Seperti diketahui, RHT merupakan petinggi PDI-P di Jawa Barat. Dia terpilih memimpin partai berlambang banteng dengan moncong putih ini pada Februari 2010 lalu. RHT terpilih karena dukungan 24 dari 26 cabang PDI-P di Jawa Barat.

Strategi Dialog FPI Terhadap Maxima dan Miyabi

Front Pembela Islam merasa kecewa terhadap sebagian media massa dan elektronik yang hanya memberitakan pergerakan organisasi tersebut pada saat terjadi benturan di tempat hiburan malam. Menurut mereka, apa yang termuat di media itu hanya 10 persen dari total aktivitas yang mereka lakukan.

“Kami merasa dirugikan atas pemberitaan itu, karena telah membentuk opini masyarakat seolah-olah FPI itu organisasi radikal. Padahal, strategi pergerakan FPI mengutamakan dialog dan teguran melalui surat,” ujar Habib Rizieq, Ketua Front Pembela Islam (FPI) setelah menjadi narasumber dalam dialog interaktif di RRI Tanjungpinang., Selasa (30/11/2010).

Ia mengatakan, pergerakan FPI dalam merespons keluhan masyarakat terhadap aktivitas tempat hiburan malam dan perjudian di daerah tertentu lebih banyak dilakukan melalui dialog dan surat yang berisi desakan agar pemerintah setempat bertindak.

Pergerakan itu membuahkan hasil, karena pemerintah meresponsnya secara positif dengan menutup tempat hiburan malam dan perjudian yang meresahkan masyarakat.

Hampir seluruh pergerakan FPI dalam merespons keluhan masyarakat melibatkan wartawan. Namun kegiatan itu tidak diberitakan di media massa maupun elektronik.

Berita yang sering dimuat di media massa dan disiarkan di televisi swasta tertentu adalah pergerakan pada 2002-2003, sementara kegiatan yang positif yang dilakukan pada saat itu hingga sekarang tidak dimuat di media massa dan elektronik.

“Kami undang beberapa wartawan untuk mengikuti pergerakan kami, namun sangat disayangkan hal itu tidak dipublikasikan di media. Salah seorang wartawan menyatakan kepada saya bahwa kegiatan yang FPI lakukan tidak memiliki nilai berita,” ungkapnya.

Habib Rizieq mengemukakan, FPI pernah mengeluhkan permasalahan itu kepada Dewan Pers, dan melakukan berbagai upaya untuk menetralisir berita-berita yang dinilai merugikan.

Strategi FPI dalam menetralisir berita media massa dan elektronik tertentu adalah dengan menyebarkan berita “kebenaran” yang dimuat pada ribuan selebaran dan disebarkan ke seluruh Indonesia.

“FPI juga memiliki ‘website’ yang dapat dikunjungi masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, FPI memiliki pedoman dalam melaksanakan kegiatan yaitu tidak melanggar hukum agama dan hukum negara. Bahkan strategi pergerakan FPI diatur dalam petunjuk pelaksana organisasi.

Strategi Dialog FPI adalah dengan melempari Kantor Maxima dengan telur busuk, tomat busuk dan ayam mati

Sepertinya aksi menolak kedatangan Miyabi yang dilakukan oleh pihak FPI tidak main-main. Mereka telah mempersiapkan telur dan tomat busuk, serta ayam mati, guna dilempar ke kantor Maxima.

“Kami akan melempar telor, tomat busuk, serta beberapa ayam mati ke kantor Maxima besok siang,” tegas Habib Salim Selon selaku Ketua DPD FPI DKI Jakarta Selatan saat dikonfirmasi, Selasa (30/11/2010).

Dalam aksinya besok, FPI juga akan melakukan sejumlah pembakaran foto ataupun gambar perempuan kelahiran Hokkaido, Jepang, tersebut.

“Besok sekitar pukul 2 siang, kami akan melakukan aksi, yaitu melakukan pembakaran semua foto-foto Miyabi, serta foto-foto yang ada di kantor Maxima,” tuturnya lagi.

FPI pun akan mengerahkan massa yang jumlahnya tidak begitu banyak, yaitu sekira seratus orang, untuk melancarkan aksi penolakan bintang porno tersebut.

“Tidak cukup banyak, yaitu sekitar seratus orang saja. Ya setidaknya, kami ingin membuat mereka kelabakan,” paparnya.

Aksi yang akan dilakukan oleh FPI adalah bagian dari bentuk teguran secara keras kepada pihak Maxima, agar tidak mendatangkan Miyabi. Jika aksi tersebut tidak digubris, maka mereka akan melaporkannya kepada pihak kepolisian.

“Kalau kecolongan lagi, seperti dia (Miyabi) berada di Grand Indonesia beberapa waktu lalu, kami akan menuntut, serta melaporkan Maxima ke Polda Metro Jaya. Kami tidak main-main,” bebernya.

Wanita Muda Disekap Bertahun Tahun Dan Dijadikan Budak Seks Oleh Suami Sementara Istri Menjualnya Secara Online

Seorang perempuan muda disekap selama bertahun-tahun sebagai budak seks oleh pasangan suami istri di Missouri. Dia dikunci dalam sangkar dan disetrum. Sebagian tubuhnya dipakukan ke papan kayu.

Jaksa Agung Amerika Serikat, Beth Phillips, bahkan menyebutnya sebagai salah satu kasus “paling mengerikan yang pernah diajukan ke pengadilan di wilayah itu.”

Para pejabat berwenang mengatakan, perempuan itu dipekerjakan sejak usia 16 tahun oleh Ed Bagley (43) dan istrinya, Marilyn. Ia harus hidup dalam rumah yang terbuat dari trailer sehingga bisa dibawa ke mana-mana oleh Bagley-Marylin.

Kasus itu akhirnya terbongkar pada awal 2009 setelah si perempuan muda, kini 23 tahun, dibawa ke rumah sakit dan jaksa mengungkapkannya ke publik.

Tapi semakin detail peristiwa itu muncul, semakin banyak pula pertanyaan terkait tuduhan itu. Antara lain, keterlibatan si perempuan muda itu dalam praktik kekerasan seks, posenya di sebuah majalah porno dan pekerjaannya sebagai penari telanang di kelab malam.

Para pendukung terdakwa juga berkata lantang, banyak aktivitas seperti yang disebutkan dalam surat dakwaan itu sebetulnya juga dipraktekkan orang dewasa setiap hari.

Ed Bagley, menghadapi 11 dakwaan, termasuk konspirasi perdagangan seks, pencurian dan kekerasan. Ada empat lelaki lain yang juga dituduh dengan berbagai tindak kriminal.

Surat dakwaan setebal 21 halaman dilengkapi gambar menunjukkan, alat-alat seksual seperti dari zaman pertengahan digunakan pada perempuan muda itu dalam rumah bergerak Bagley yang memakai trailer tadi.

Marilyn, istri Bagley, mengaku tahu perempuan itu karena dia berkencan dengan anak lelakinya. Hubungan itu berakhir, tetapi si perempuan ingin hidup dengan keluarga Bagley-Marilyn dengan alasan hubungannya dengan orangtua angkatnya memburuk.

Marilyn mengatakan, perempuan muda itu bergabung dengan keluarganya ketika berusa 17 tahun, bukan 16 tahun, dan tidak pernah berhubungan seks dengan suaminya hingga setelah berusia 18 tahun.

“Dia bukan pelarian,” kata Marilyn. “Kami mengambilnya dari ayah angkatnya dan ibu tirinya.”

Menurut Marilyn, jaksa mengancam akan memperkarakan jika dirinya tidak bersedia bersaksi jujur soal suaminya, Bagley. Namun, dia menolak karena merasa tidak berbuat salah.

Sementara, jaksa mengatakan, Ed Bagley mengunggah video dan gambar lainnya ke internet yang menunjukkan perempuan muda itu sedang beraktivitas seksual.

Pada situs internet itu, Ed Bagley dituduh menerangkan bahwa perempuan muda itu merupakan budak seks dan diiklankan pula bahwa dia siap melayani seks untuk orang lain, serta bersedia disiksa saat pertemuan online maupun secara pribadi.

Bagley juga dituduh menerima pembayaran tunai, rokok, hard drive komputer, bahkan daging, agar lelaki lain ke rumahnya dan menyiksa si perempuan muda itu.

Foto Telanjang Bugil Dua Pegawai Honorer Pemkab Empatlawang Di Kantor

Dua wanita cantik yang asyik berfoto-foto dengan pose bugil menggegerkan lingkungan Pemkab Empatlawang, Sumatera Selatan. Tanpa mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya, dua wanita yang diduga Tenaga Kerja Sukarela (TKS) ini berfoto-foto ria di kamar mandi.

Sebelumnya, Pemkab Empatlawang pernah dihebohkan oleh video bugil yang diperankan oleh TKS. Beredarnya foto yang menampakkan bagian badan dari kaki hingga kepala tanpa ditutupi sehelai benang ini diketahui terjadi sekitar sebulan yang lalu. Meski selama ini peredarannya masih tersembunyi, namun beberapa ini foto ini mulai menyebar secara berantai melalui transfer handphone ke handphone.

Selain di jajaran pegawai, peredaran foto dua wanita cantik ini sudah sampai diketahui para pejabat teras, sehingga menjadi buah bibir di lingkungan Pemkab Empatlawang.

“Dimana-mana foto ini menjadi bahan pembicaraan, karena kedua cewek ini statusnya TKS di Pemkab Empatlawang. Ya, hampir semua orang sudah memiliki foto itu sekarang ini, sebelumnya memang sekadar pembicaraan, tetapi belum ada buktinya,” terang beberapa pegawai di lingkungan Pemkab Empatlawang, Rabu (6/10/2010)

Informasi yang diterima Sriwijaya Post, dua cewek cantik itu melakukan aksi bugil di dalam sebuah kamar mandi dengan lantai dan dinding berbahan marmer.

Dua foto pertama diperankan oleh seorang cewek dengan pose berbeda. Salah satunya, posisi menghadap ke depan dengan lengan tangan sedikit menutupi bagian dada dan sekitar pahanya. Layaknya orang berfoto biasa, wanita cantik ini pun sedikit tersenyum.

Kapolsek Tebingtinggi, AKP Suparlan ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan beredarnya foto dua cewek bugil itu. Pihaknya akan melakukan penyidikan terlebih dahulu, siapa pelaku sebenarnya.

“Kami akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu, siapa yang berfoto itu lalu baru dilakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan. Kalau memang mereka untuk koleksi pribadi, yang menyebarkan pertama sekali, bisa diproses secara hukum,” ujarnya.

Munculnya foto bugil atau video porno ke permukaan seolah tak pernah berhenti walau pemerintah terus berupaya memblokir akses internet penyedia konten pornografi.

Anehnya, pornografi itu justru muncul dari masyarakat setempat dengan terduga pelakunya berasal dari kalangan tertentu.

Kali ini lebih memalukan lagi karena beredar foto foto bugil dua cewek diduga sebagai Tenaga Kerja Sukarela (TKS) atau honorer di lingkungan Pemkab Empatlawang, Sumatera Selatan. Foto foto itu segera beredar luas di masyarakat melalui fasilitas telepon seluler.

Cewek dalam foto tersebut diduga sebagai  TKS di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Empatlawang. Semula peredaran masih tersembunyi tapi dalam waktu sebulan sudah menyebar dan terbuka.

Dari foto itu tampak dua wanita sedang ekspresi di kamar mandi lengkap dengan shower, kran air dan perlengkapan lainnya.

Hingga kini polisi setempat berusaha menyelidiki asal muasal foto cewek bugil tersebut dan akan memintai keterangan beberapa pihak terkait.

Kapolsek Tebingtinggi, AKP Suparlan mengaku belum mendapat laporan secara resmi terkait beredarnya foto dua cewek bugil itu.

Dua tenaga kerja sukarela (TKS) alias honorer di Pemkab Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel), WS dan PS,  beradegan foto bugil di kamar mandi. Foto mereka pun tersebar di internet, sehingga mereka dipecat.

Pengakuan keduanya tentang lokasi foto bugil berubah. Kini mereka mengaku berpose bugil di kamar mandi sebuah apartemen di Jakarta saat diajak oleh pejabat Pemkab Empat Lawang. Semula, menurut mereka, foto itu diabadikan ketika berada di Palembang.

Pengakuan WS dan PS kepada penyidik Polsek Tebing Tinggi, Kamis (7/10/2010), foto bugil itu dilakukan di kamar mandi rumah salah satu dari mereka di Pagaralam pada akhir 2009. Namun, dalam pengakuan terbaru, WS dan PS mengatakan bahwa foto bugil itu dilakukan di kamar mandi sebuah apartemen di Jakarta pada awal September 2010.

Yang lebih mengejutkan, keberadaan mereka di Jakarta saat itu karena diajak pejabat Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Empat Lawang dan seorang konsultan. Memang status keduanya adalah TKS di lingkungan Pemkab Empat Lawang dan ditempatkan di DPPKAD.

Begitu juga ponsel yang mereka gunakan. Sebelumnya diakui foto bugil itu diambil menggunakan ponsel milik WS jenis Nexian seri G801i. Namun, pengakuan terbaru mereka, foto diambil menggunakan ponsel Nokia seri C3. Pernyataan itu diakui WS dan PS di hadapan pihak penyidik kepolisian Sektor Tebing Tinggi, Jumat (8/10/2010).

Kapolsek Tebing Tinggi, AKP Suparlan, mengatakan, karena keterangan pelaku berubah dan banyak kejanggalan, maka pihak kepolisian terpaksa membuat berita acara pemeriksaan (BAP) ulang.  “Yang kami  fokuskan sekarang penyebaran foto itu. Bukan yang mengajak mereka pergi ke Jakarta. Pengakuan mereka memang benar begitu, namun kita juga harus melengkapi barang buktinya. Itu pun yang menentukan nantinya bersalah atau tidak adalah pengadilan,” ungkapnya.