Cerita Kriminal

Entries categorized as ‘psikopat’

Cara Menonton Konser Group Band Kesayangan Anda Secara Gratis

Oktober 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ratusan penggemar berat band Kotak dan Changcutter yang tidak membeli tiket memaksa masuk ke areal konser dengan mendobrak pagar penghalang.

Mereka yang mengaku tidak memiliki uang untuk membeli tiket, memaksa masuk melalui pintu belakang untuk menyaksikan konser dua grup musik itu.

“Saya pingin nonton band Kotak mangung, tapi tidak punya uang, terpaksa kami masuk tanpa bayar,” kata Beno yang mengaku penggemar Kotak asal Cilaku, Cianjur.

Ratusan orang itu, merusak pagar pembatas dari seng, dengan cara digoyang dan ditendang bersama-sama.

Ratusan penonton illegal tersebut, riang ketika bisa memasuki tempat konser musik band kesayangan mereka.

Melihat keadaan tersebut pihak keamanan mencoba mengantisipasi dengan menerjunkan satuan polisi dengan cara memblokade pagar yang sudah rusak, agar penonton tetap membeli tiket.

Para penggemar semakin menggila dan beringas, sekalipun pagar dijaga barikade polisi tidak menyurutkan niat mereka untuk bisa masuk ke arena konser.

Melihat gelagat tersebut, untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan, pihak panitia akhirnya membuka pintu gerbang dan membebaskan penonton masuk tanpa tiket.

“Demi keamanan kami buka pintu gerbang, daripada terjadi keributan nanti repot,” ungkap Leo panitia dari PT Djarum Tobaco.

Setelah pintu masuk dibuka, ribuan orang penonton yang masih di luar mulai masuk ke dalam. Para pecinta musik tersebut semakin asyik menikmati hentakan irama musik, sambil berteriak dan berjoget.

Walaupun sempat diguyur hujan deras, mereka tidak beranjak dari lapangan.

Kategori: kebodohan · kejahatan terorganisasi · perampokan · psikopat

Seorang Anak Berumur 10 Tahun Tega Membunuh Ibunya Karena Kesal

Oktober 14, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang siswa sekolah dasar berinisial M (10) mengaku membunuh ibu angkatnya, Ety Rochyati (55). M mengaku kesal karena sering dimarahi.

Kasus ini berawal dari penemuan jenazah Ety di selokan belakang rumahnya di Jalan Sembung I Nomor 137, RT 01 RW 07 Kompleks Perumahan Angkatan Darat, Cibubur, Jakarta Timur (Jaktim), Selasa pukul 05.00.

Jenazah ditemukan polisi setelah suami korban, Amir Hamzah (57), dan anaknya, Zulkarnaen Iskandar (28), pukul 01.00 melapor ke Polsek Metro Ciracas bahwa korban hilang sejak hari Minggu (11/10). Polisi menemukan korban dalam selokan selebar sekitar 40 sentimeter di belakang rumah. Ketika ditemukan, polisi melihat tiga titik luka akibat benda tumpul di kepala belakang korban. Selain itu, ada sebilah pisau menancap di pinggang kiri tanpa noda darah. Itu karena, Ngadiyo menduga, pisau ditikamkan ke tubuh korban setelah korban meninggal.

Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jaktim, untuk diotopsi. Selasa malam, jenazah sudah ada di rumah duka.

Menurut Hadi Suhaedi (49), sekretaris RT setempat, jenazah akan dimakamkan di pemakaman Pondok Ranggon, Jaktim. ”Keluarga tinggal menunggu kakak kandung almarhumah tiba dari Palembang,” ucapnya.

Menonton televisi

Ngadiyo menjelaskan, hari Minggu pukul 07.00 Amir keluar rumah mengantar Zulkarnaen kembali ke Bandung. Amir hanya mengantar anaknya sampai sekitar Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jaktim.

Ngadiyo menduga, saat itulah M, seperti pengakuannya kepada polisi, memukul ibu angkatnya dari belakang dengan balok kayu satu kali, lalu memukul lagi dengan martil dua kali.

”M mengaku melakukan hal itu saat ibunya menonton televisi, yaitu saat Amir dan Zulkarnaen meninggalkan rumah,” kata Ngadiyo. ”Pelaku pembunuhan adalah orang dekat korban. Sampai sekarang M baru kami tetapkan sebagai saksi kunci. Sekarang dalam penanganan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak,” papar Ngadiyo.

Amir tiba di rumahnya pukul 11.00. Ia mendapati rumah sudah kosong, terkunci. Ia mengira istrinya sudah berangkat ke hajatan di Bekasi. Amir pun memberi tahu tetangga bahwa ia akan ke Bekasi menyusul istrinya.

Karena di tempat hajatan Amir tidak menemui Ety, ia menelepon Zulkarnaen memberi tahu bahwa Ety hilang. Keduanya lalu melaporkan ke polisi, termasuk menghilangnya M.

Menurut Ngadiyo, M adalah anak Nias. Seluruh keluarganya tewas saat tsunami menerjang Nias. Dua tahun terakhir, ia diangkat anak oleh Amir dan Ety.

Sejumlah warga, termasuk Hadi, mengatakan, sampai pukul 22.00 hari Minggu lalu, rumah Amir gelap tanpa penghuni. Mereka sempat melihat M tidur berpindah-pindah di emperan rumah warga. Saat berjalan, M seperti kebingungan. Warga lalu menitipkan M ke seorang guru mengaji sampai akhirnya dibawa ke Polsek Metro Ciracas hari Selasa kemarin.

Kategori: kejahatan anak · kekerasan pada wanita · psikopat

Dari Pemburu Koruptor Menjadi Pezinah Kemudian Pembunuh … Kisah Antasari Ketua KPK

Mei 2, 2009 · 1 Komentar

Perempuan cantik bernama Rani, menjadi tokoh penting dalam kasus terbunuhnya Nasrudin Zulkarnain. Skandal cinta segi tiga dan perselingkuhan diduga kuat sebagai pemicu kasus pembunuhan yang melibatkan orang-orang penting ini.

Sosok Rani Juliani,23, di kalangan para pejabat yang hoby bermain golf di padang golf Modernland, Tangerang, bukanlah sosok yang asing lagi. Wanita yang pernah menjadi pramugari serta caddy (pemungut bola) ini sebelum menjadi istri ke 3 Nasrudin, dikenal sebagai primadona.

Kedekatan direktur PT. PRB (Putra Rajawali Banjaran) Nasrudin dan Ketua KPK Antasary Azhar lantaran keduanya sama-sama hoby golf. Keduanya tercatat sebagai member di Padang Golf Modernland yang rutin dua hari dalam semingu bermain bersama di tempat itu.

Di arena itulah keduanya kenal dengan Rani Juliani yang kala itu masih bekerja sebagai caddy. Tak heran jika isu seputar hubungan Rani dan Antasari mencuat pasca penembakan terhadap Nasrudin. Kabar terkuaknya perselingkuhan itu lah yang disebut-sebut menjadi pemicu permusuhan antara Nasrudin dan Antasari.

Rani yang sempat diperiksa di Polres Tangerang dan Polda Metro Jaya kini hilang bak ditelan bumi. Sumber di padang Golf Modernland menyebutkan, Nasrudin dan Antasari kerap terlihat bermain bersama di tempat itu. Keduanya juga sering memakai jasa Rani sebagai caddy ketika mereka bermain.

“Rani memang pernah bekerja di tempat ini, dan ia sering memandu para pejabat yang bermain golf di sini,” ungkapnya.

DIKAWINI NASRUDIN
Sosok Rani yang berpenampilan menarik rupanya memikat hati Nasrudin saat itu. Belakangan wanita ini pun dijadikan istri oleh Nasrudin. Di tempatnya bekerja Rani memang dikenal sebagai pemandu golf favorit. Paras manis serta penampilannya yang sempurna menjadi daya tarik tersendiri.

Tak hanya Nasrudin, sejumlah pejabat pun dibuat terpana olehnya, tak jarang Rani kerap mendampingi para pejabat dan jenderal yang bermain golf di tempat itu termasuk Antasari. Namun rupanya keberuntungan berpihak kepada Nasrudin, perempuan cantik ini dikawini jadi istri ketiga.

Antasari sendiri tercatat anggota member di Padang golf itu sejak tahun 2007. Sebelum mengenal Nasrudin, Rani dikenal cukup dekat dengan ketua KPK tersebut. Namun staf Humas padang Golf Modernland, Dina Puspita Sari mengaku tidak tahu soal kedekatan antara Nasrudin, Antasari dan Rani di luar jam kerja.

“Kami memang harus dekat dengan member. Namun itu hanya sebatas profesional kerja. Jika di luar jam kerja saya tidak tahu kedekatan Rani dengan kedua orang itu,” ungkap Dina.

Isu yang berkembang menyebutkan, Rani yang pernah jadi pramugari itu juga sempat beberapa kali kencan dengan Antasari di Makasar, Sulsel. Kejadian itu diketahui oleh Nasrudin hingga kedua sahabat itu akhirnya bermusuhan.

BERHENTI BEKERJA
Rani Juliani tercatat sebagai caddy di Padang Golf Modernland sejak tahun 2007. Namun wanita kelahiran 1 Juli 1986 tersebut sempat berhenti. Rani kemudian kembali bekerja di tempat itu sebagai staf marketing.

Pada akhir Desember 2008, Rani kemudian kembali memutuskan untuk berhenti bekerja karena fokus ingin di tempat kuliahnmya di STMIK Raharja, Cikokol Tangerang. “Kami terakhir kontak telepon dengan Rani pada awal Januari 2009, setelah itu nomor Rani sudah tidak aktif lagi,” ungkap Dina.

Ketika Poskota mendatangi rumah Rani di Kampung Kosong, Kec. Pinang, Kota Tangerang, rumah bercat putih dan kuning itu terlihat kosong. Pasca pembunuhan Nasrudin, kedua orang tua Rani, Endang dan Ny Engkus, menghilang. Bahkan para tetangga pun tidak tahu dimana mereka kini. “Sejak kasus itu, Rani langsung menghilang.” Ungkap Teguh, tetangga.

Menurut salah satu tetangga, Rani memang sudah menikah secara siri dengan Nasrudin. Bahkan pada peristiwa penembakan tersebut, anak ketiga dari empat bersaudara tersebut sedang mengandung 4 bulan. “Waktu suaminya dibunuh, Rani sedang hamil 4 bulan,” ungkap tetangga yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.

Keluarga Rani memang dikenal jarang bergaul dengan para tetangga. Sebelum pergi, keluarga Rani hanya berpamitan pulang ke kampung halamannya di daerah Menes, Pandeglang, Banten.

Sementara itu rumah Antasari di Komplek Giri Loka 2, Perumahan BSD, Kabupaten Tangerang, kini dijaga ketat. Sejak di luar komplek, petugas keamanan melarang wartawan masuk

Kategori: pembunuhan · perzinahan · pns korup · psikopat

Masih Disekolah Dasar Sudah Pintar Berbohong dan Memperkosa Beramai-ramai Anak Gadis Teman Sekolah

April 17, 2009 · & Komentar

Tiga pelajar SD dilaporkan ke polisi karena diduga memerkosa teman satu sekolahnya, di Cematan Buay Madang, OKU Timur, Sumatera Selatan.

Korban, sebut saja Melati,10, penyandang cacat tuna rungu. Siswa SD kelas 3 Desa Negeri Ratu, OKU Timur, diperkosa temannya pada Selasa (14/4), seusai pulang sekolah.

Korban dicegat tiga teman satu sekolah yakni Irh,10, Cdr,13, dan Sah,11 dan diseret ke semak-semak, lalu diperkosa.

Pelaku diperiksa di Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Namun, saat diperiksa, Cdr mengaku tidak melakukan perkosaan.

“Kami tidak melakukan yang itu. Kami balik sekolah sama-sama dan sempat mengganggunya dengan kata-kata. Dia lari pulang melewati jalan pintas,” katanya Cdr kepada polisi.

Untuk membuktikan perkosaan itu, Melati dibawa ayahnya ke Puskesmas untuk pemeriksaan. Dari hasil visum diketahui alat vital korban robek.

Kapolres OKU Timur AKBP ML John Mangundap SH SIK kepada wartawan di Martapura, Kamis, mengatakan, ketiga siswa SD yang dilaporkan memperkosa itu sudah diperiksa.

“Tiga orang siswa itu kita panggil untuk dimintai keterangan dengan didampingi orangtua dan pejabat desa,” katanya.

Kategori: kejahatan anak · kekerasan pada wanita · pelecehan seksual · psikopat

Bapak dan Anak Menyekap dan Memperkosa Anak Gadis Selama 2 Hari dan Kemudian Menawarkan Pada 7 Orang Teman Untuk Ikut Menikmati

April 6, 2009 · & Komentar

Tujuh pemerkosa gadis Mag,21, anak pensiunan polisi, ditangkap Satreskrim Polresta Bandung Barat, di Jalan Gempolsari Bandung, Minggu.

Dari tujuh tersangka yang kini ditahan, dua di antaranya bapak dan anak yang diduga kuat turut memperkosa. Tersangka yang ditangkap AK,47, SE,21, Ki,25, WR,36, YA,19, EP,24 dan ZA,35.

“Anak saya duluan yang memperkosa. Kemudian selang beberapa jam, giliran saya. Awalnya saya tak tahu kalau anak duluan mencicipi, saya pikir saya yang pertama setelah saya coba baru akan saya tawarkan pada anak saya, eh ternyata anak saya lebih jago” kata tersangka AK saat ditanya di Mapolwiltabes Bandung.

Korban diperkosa setelah disekap selama dua malam di kamar kontrakan. Buntut dari kasus ini, tersangka AK menyarankan kepada anaknya SE mempertanggungjawabkan perbuatannya karena SE lah yang menikmati keperawanan korban.

“Mudah-mudahan anak saya mau menikahi korban sebagai rasa tanggungjawab, sehingga saya tidak perlu dipenjara karena hal sepele macam ginian.” kata AK yang berprofesi sebagai pengakut sampah.

MEREBUT HP
Kasat Reskrim Polresta Bandung Barat, AKP Reynold Hutagalung menjelaskan, pemerkosaan terjadi 20 Maret lalu, saat korban melewati kamar kontrakan KI di Jalan Gempolsari Bandung.

Dalam pemeriksaan, kata Kasat Reskrim, tersangka Ki mengaku memperkosa korban dua kali dalam satu jam karena korban tetap telanjang sambil menangis dan tidak segera mengenakan pakaiannya setelah selesai diperkosa hingga nafsunya bangkit kembali. Kemudian dia menawar-nawarkan korban ke tersangka lain.

Usai memperkosa, para tersangka kabur. Dalam kondisi sempoyongan, korban pulang ke rumah orangtuanya.

Korban melaporkan ke Polresta Bandung Barat. Tim polisi menangkap ketujuh tersangka. Tersangka dijerat pasal 285 dan pasal 332 atau pasal 55 KUH Pidana, ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Kategori: kekerasan pada wanita · pelanggaran HAM · pelecehan seksual · pemerkosaan · penculikan · perzinahan · psikopat

Hukuman Anggota DPR Terhormat Ditambah Karena Terbukti Korupsi dan Berzinah

April 4, 2009 · & Komentar

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman mantan anggota Komisi IV DPR, Al Amin Nasution, dari 8 tahun menjadi 10 tahun serta mantan Ketua Subkomisi Perbankan Komisi IX, Anthony Zeidra Abidin, dari 4,5 tahun menjadi 5 tahun.

Sementara itu, hukuman Hamka Yandhu tidak berubah, tetap tiga tahun penjara.

Humas PT DKI Jakarta Madya Suhardja, Jumat (3/4), menjelaskan, putusan ini dijatuhkan pada Kamis (2/4) oleh majelis hakim yang terdiri dari Yanto Kartonomulyo, Madya Suhardja, Suryadjaja, Hadi Widodo, dan Abdurrahman Hasan.

Menurut Madya, pertimbangan majelis hakim memperberat hukuman Al Amin dan Anthony karena keduanya—sebagai anggota DPR yang terhormat—aktif meminta uang. Seperti diketahui, Al Amin terbukti menerima uang dalam perkara alih fungsi hutan di dua lokasi, yaitu Kabupaten Bintan (Kepulauan Riau) dan Tanjung Api-api (Sumatera Selatan). Sementara itu, Anthony terkait dengan penerimaan uang Rp 28,5 miliar oleh anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 dari Bank Indonesia.

Selain itu, tutur Madya, penambahan hukuman dua tahun untuk Al Amin juga disebabkan oleh tertangkapnya Al Amin bersama perempuan yang bukan istrinya. ”Selaku anggota DPR yang terhormat, itu tidak bermoral,” ujar Madya.

Dalam putusannya, lanjut Madya, majelis banding tidak memerintahkan pembayaran uang pengganti kepada Al Amin ataupun Anthony. Dalam perkara Al Amin, hakim menilai tidak ada unsur kerugian negara. Adapun dalam perkara aliran dana BI, hukuman uang pengganti tidak diberikan karena Anthony dan Hamka sudah mengembalikan uang yang diterima.

Kuasa hukum Al Amin Nasution, Sira Prayuna, saat dikonfirmasi, mengaku belum dapat memberikan komentar atas putusan majelis banding tersebut. Pihaknya akan meminta salinan putusan terlebih dahulu ke PT DKI Jakarta dan akan mempelajarinya.

Hal senada juga dikemukakan oleh Maqdir Ismail, pengacara Anthony Zeidra. Maqdir mengaku terkejut atas putusan PT DKI Jakarta. Ia mempertanyakan pertimbangan hukum yang digunakan majelis banding sehingga memperberat hukuman kliennya.

Peneliti hukum Indonesia Corruption Watch, Febri Diansyah, mengaku setuju dengan penambahan hukuman yang dijatuhkan PT DKI. Ia menilai pejabat publik yang melakukan kejahatan sudah seharusnya mendapat hukuman lebih berat.

Dalam kasus wakil rakyat, ia menilai ada unsur pengkhianatan terhadap pemilih

Kategori: korupsi · perzinahan · prostitusi · psikopat

Seorang Ayah Dan Ibu Bekerjasama Menjadikan Anak Kandungnya Budak Seks Keluarga

April 3, 2009 · & Komentar

Malang nian nasib Bar. Gadis usia 10 tahun ini tidak hanya jadi budak seks ayah kandungnya. Selama dua tahun! Dia juga sering disiksa ibu yang melahirkannya.

Memang perbuatan suami istri ini sungguh keterlaluan. Ditakut-takuti akan menjadi anak durhaka, bocah perempuan 10 tahun dipaksa melayani nafsu bejat ayah kandungnya,Parahnya, sang ibu yang mengetahui kejadian itu, justru mendiamkannya.

Geram terhadap perbuatan keluarga itu, warga setempat berbondong-bondong melaporkannya ke polisi. Kedua orangtua bejat itu lalu dicokok polisi dari rumahnya di kawasan Lubang Buaya, Jaktim, Rabu (1/4) malam.

Tersangka Sad, 32, sopir angkutan umum ini kini mendekam di tahanan Polres Metro Jaktim. Begitu pula NP, istrinya. Sedangkan Bar, sulung dari tiga bersaudara bakal adi tanggungan negara.

Warga Lubang Buaya, sebenarnya sudah lama curiga melihat tingkah Bar. Bocah perempuan hitam manis itu sering menyendiri di luar rumah, sekalipun hari hujan. Ia juga tampak ketakutan saat ayahnya berada di rumah. “Kalau ada bapaknya, Bar tak berani masuk rumah,” ungkap Era, warga setempat.

Sekali waktu, seorang kerabat pasangan itu menyampaikan ucapan NP yang mengaku suaminya sering mencabuli Bar. Bahkan, pedagang sayur itu mengatakan lebih baik kehilangan anaknya daripada harus kehilangan suaminya. Mendengar hal itu, warga geram. Namun, mereka tak berani bertindak karena tak ada bukti.

Minggu (31/3) siang, warga melihat Bar di luar rumah seperti orang bingung. Warga memanggilnya. Semula, bocah itu tak mau bercerita. Namun, setelah seorang ibu tetangganya membujuk, tangisnya meledak. Ia mengaku telah ditiduri ayahnya sejak dua tahun lalu saat umurnya masih 8 tahun.

Setelah mendapat pengakuan dari korban, sejumlah ibu rumah tangga melaporkannya ke tokoh masyarakat setempat. Tanpa sepengetahuan bapak-ibunya, Rabu (1/4) siang, sejumlah warga membawa Bar ke Polres Metro Jaktim. Bocah itupun divisum di RS Polri Kramatjati.

Seharian anaknya tak pulang, NP dan Sad mencari-cari Bar. Namun, tetangga menutupinya dengan mengatakan Bar tengah main.

Pasangan itu tak berkutik saat sejumlah polisi dipimpin Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) AKP Grace Harianja meringkus keduanya di rumahnya, Rabu (2/4) sekitar Pk. 22:00.

“Ibunya mengetahui tindakan suaminya namun hanya mengingatkan agar suaminya tak bertindak gila,” jelas Era.

Bukannya mencegah aksi bejat itu, NP malah memperlakukan Bar layaknya seorang pembantu. Bocah yang berhenti sekolah saat duduk di kelas 4 SD itu setiap hari harus mencuci, memasak dan memomong dua adik perempuannya berusia 5 tahun dan 3 tahun. “Kalau marah, ibunya menjambak rambut Bar. Jika anaknya jatuh, ibunya menginjak bahkan menyiram air ke anaknya,” jelas Ny, Limah, warga lainnya.

MENJADI ANAK NEGARA
Menurut Grace, pelaku yang sering mabuk mengaku khilaf saat mencabuli anaknya. Ia pun dituduh melanggar Pasal 81 UU Perlindungan Anak tentang pencabulan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Selain itu, ibu korban juga terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp100 juta karena melanggar pasal 78 UU Perlindungan Anak No:23/2002 dengan membiarkan korban yang seharusnya mendapat pertolongan.

Wanita yang telah tiga kali menikah ini mengaku membiarkan aksi suaminya lantaran khawatir suaminya masuk penjara hingga tak ada yang mencari nafkah.

“Saat ini korban dalam kondisi sangat trauma,” ungkap Grace. “Karena kedua orangtuanya bersalah maka korban bisa menjadi anak negara dan menjadi tanggungan negara.

Ketua Komnas PA (Komisi Nasional Perlindungan Anak), Seto Mulyadi, mengatakan polisi seharusnya juga membawa korban untuk memulihkan kondisi psikologisnya. “Ia bisa tinggal di Rumah Perlindungan Anak di Bambu Apus,” jelasnya.

Menurut Seto kemiskinan bukan alasan untuk melakukan pelanggaran terhadap anak. Ia mengatakan niatnya untuk bertemu dengan korban dan kedua adiknya.

Kategori: kekerasan pada wanita · paedofilia · pelanggaran HAM · pelecehan seksual · pemerkosaan · perzinahan · psikopat

Bernadet Elen Dibunuh Akibat Berpacaran Dengan Dua Pria Sekaligus Alias Cinta Segitiga?

April 2, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pembunuhan Maria Fransisca Bernadet Elen Sutjiadi, gadis cantik yang dihabisi di Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, diduga dilatarbelakangi cinta segitiga. Wajah si pelaku ada di akun Elen di situs jejaring sosial Facebook.

Polisi menduga, motif pembunuhan Elen adalah cinta segitiga. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes M Iriawan, Rabu (1/4), mengatakan bahwa Elen dan si pembunuh punya hubungan asmara. Di sisi lain, mantan bintang iklan produk kosmetik ini juga memiliki hubungan asmara dengan Rian. Meski demikian, kata Iriawan, polisi belum menangkap pelaku pembunuhan Elen karena keberadaannya tidak diketahui. Hanya saja, polisi telah membuat sketsa wajah si pelaku berdasarkan fotonya yang ada di akun Elen di Facebook, situs jejaring sosial yang sedang digandrungi jutaan orang.

Menurut Iriawan, pada hari tewasnya Elen, Selasa (17/3), pemuda itu berada di Pacific Place dan tertangkap kamera keamanan (CCTV). Pemuda ini naik-turun lantai enam dan delapan lewat lift serta tampaknya sangat gelisah.

Ketika polisi memeriksa rekaman CCTV tersebut, wajah si pemuda ini tak tampak dengan jelas. Namun, pemuda ini memiliki ciri khas yakni mengenakan kalung besar sehingga terlihat mencolok.

Polisi kemudian memeriksa akun Elen dan menemukan si pemuda berkalung tersebut di daftar teman Elen. Berdasarkan dua gambar tersebut, polisi kemudian membuat sketsa wajahnya untuk disebarkan ke kantor-kantor polisi. Pemuda yang tempat tinggalnya belum diketahui pasti ini berkenalan dengan Elen lewat Facebook. “Sampai sekarang keberadaan pelaku belum diketahui,” kata Iriawan.

Seperti diketahui, mayat Elen ditemukan di tangga darurat antara lantai enam dan tujuh Pacific Place, mal mewah di sebelah hotel papan atas The Ritz Carlton di pusat bisnis SCBD, Selasa (17/3) lalu. Mayat Elen dengan luka sayat pada leher dan perut ditemukan sekitar pukul 19.00 oleh petugas kebersihan.

Polisi menduga karyawati PT Abbott, perusahaan farmasi, ini dihabisi dua hingga tiga jam sebelum mayatnya ditemukan. Lokasi pembunuhan tersebut cukup sepi karena bukan akses publik.

Dalam menyelidiki kasus ini, polisi memeriksa teman-teman dekat korban. Sesuai keterangan keluarga Elen yang tinggal di Tangerang, Rian adalah pacar Elen. Rian pun hadir di rumah duka maupun pemakaman Elen di Pondokranggon, Jakarta Timur.

Namun, polisi mendapat informasi bahwa Elen juga memiliki hubungan dekat dengan pemuda lain selain Rian. Menurut seorang penyidik di Polda Metro Jaya, dua pemuda teman dekat Elen, salah satunya Rian, sudah dimintai keterangan. Namun, mereka memiliki alibi yang kuat sehingga tidak dicurigai sebagai pelaku pembunuhan.

Penyidik tersebut menambahkan, Elen yang memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pemuda, termasuk Rian, belum memutuskan siapa di antara pemuda itu yang jadi pacarnya. Bisa jadi, sikap Elen ini membuat salah satu pemuda tersebut sakit hati sehingga nekat menghabisi Elen.

Seseorang yang dekat dengan keluarga Elen juga mengatakan bahwa Elen, saat bekerja di sebuah bank swasta terkenal, disukai oleh bosnya. Namun, Elen menolak cinta sang bos. Dia pun keluar dari bank swasta itu dan mencari tempat kerja baru.

Pemuda berinisial AM yang diduga terlibat kasus pembunuhan Elen adalah seorang fotografer yang bekerja pada sebuah agency. Elen pun tergabung di dalamnya.

Saat dikonfirmasi, Kasat Jatanras Direskrim Ajun Komisaris Besar Polisi Nico Afinta tidak membantah ataupun membenarkan hal tersebut. “Dia memang teman kerja Elen,” ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (2/4) malam. Saat penangkapan di kediaman AM di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, siang tadi, Polisi juga menemukan sejumlah foto Elen yang disimpan oleh AM.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, selain menjadi karyawan di PT AbbotIndonesia,  Elen juga menjalani profesi sebagai model. Wanita bernama lengkap Maria Fransisca Bernadeth Elen itu pernah membintangi sebuah iklan kosmetik di televisi.

Sebelumnya, Warga Perum Medang Lestari, Tangerang, itu ditemukan tewas dengan muka penuh darah kering di tangga darurat lantai enam menuju lantai tujuh. Wanita cantik itu ditemukan petugas kebersihan kompleks pertokoan mewah tersebut.

Kategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan · psikopat

Kerugian Negara Sekitar 30 Triliun Untuk Menunjang Life Style Para Pegawai Negeri Yang Koruptor

April 2, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan kerugian negara kepada penegak hukum di Indonesia, mencapai Rp30 triliun selang tahun 2004-2007.

Laporan kerugian negara ke penegak hukum lebih pada upaya penyimpangan di setiap lembaga, sehingga negara turut dirugikan, kata Kepala BPK RI, Anwar Nasution,disela-sela dialog publik Akuntabilitas Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Daerah, di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis.

Laporan ke penegak hukum melibatkan pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, laporan kerugian negara ke penegak hukum, pihaknya tidak pernah memandang kasus atau tebang pilih atas kasus lainnya.

Semua laporan yang ada unsur keganjilan dari hasil audit BPK, semuanya murni dilakukan secara profesional, serta pengusutan di pihak penegak hukum tidak dicampurinya, karena ada tugas pokok masing-masing, katanya.

Transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah memburuk selang tahun 2004-2007, sehingga diperlukan percepatan perbaikan sistem keuangan melalui langkah konkret, terjadwal dan melibatkan seluruh akuntabilitas.

Kondisi memburuk dilihat dari prosentase Laporan Kegiatan Pemerintahan Daerah (LKPD) yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) semakin menurun setiap tahun

Kategori: kejahatan terorganisasi · korupsi · pns korup · polisi korup · psikopat

Pemulung Cilik Tanpa Penyesalan Membunuh Wanita Penolongnya Untung Tidak Sampai Diperkosa

Maret 31, 2009 · & Komentar

Istri pejabat Kantor Imigrasi Bogor tewas dibantai pemulung cilik di rumahnya, Jl. Darulung Raya RT 02/07 Perum Bantarjati Indraprasta, Kota Bogor. Pembantunya juga sekarat dibabat pakai pisau dan gaco sampah.

Ny Bianstuti Caniago 46, istri Kasubsi Forsakim Imigrasi Bogor, Muchlis Amri,48, jantung dan tangannya tertembus sabetan alat gaco oleh pelaku. Ia sempat dibawa di RS Azra Bogor, namun nyawa ibu empat anak ini tak tertolong.

Wanita pembantunya, Soliyem, 43, alias Iyem luka parah di kepala, dada, tangan, pundak dan tangannya. Pelakunya, Junaedi,13, sudah lama kenal dengan keluarga korban dan selama ini sering dibantu. Dia ditangkap warga tak lama setelah kejadian.

Peristiwa sadis Senin (30/3) ini, berawal ketika Junaedi masuk ke rumah korban sekitar Pk. 11:00 dan hendak mengambil DVD. Aksinya kepergok Iyem, pembantu korban. Dia langsung mengayunkan gaco hingga mengenai tangan Iyem.

Korban lari ke dalam rumah sambil berteriak minta tolong tapi dikejar. Bagai kerasukan setan pelaku menikam dan membabat tubuh wanita itu pakai pisau yang ada di dapur.

Ny Bianstuti yang saat itu baru selesai mandi, keluar dari kamar mandi dengan hanya menggenakan handuk. Belum sempat bertanya, pelaku menyerang membabi buta.

DISERAHKAN KE POLISI
Ibu empat anak, Muhamad Arief, Isti, Usti dan Amirul Akbar ini, terkapar bersimbah darah. Saat kejadian di dalam rumah hanya ada Ny Bianstuti dan Iyem, sedangkan Muchlis Amri sudah berangkat kerja dan keempat anaknya sedang sekolah.

Warga sekitar berdatangan ke rumah korban, termasuk Ketua RT 02 Sudrajat. ”Ketika saya tiba, warga lainnya sedang mengejar pelaku,” kata Sudrajat.

Junaedi, bocah yang hanya sekolah sampai kelas IV SD ini diserahkan ke polisi. Dia mengaku sudah berencana membunuh Ny Bianstuti sejak Minggu (29/3). Dia dendam karena meminta sepeda bekas yang tak dipakai tapi tolak.

Bocah yang tinggal di Tegalega Bogor Tengah ini mengatakan memulung mengikuti jejak bapaknya karena hidup melarat. Ibunya juga banting tulang menjadi tukang cuci pakaian.

”Sebetulnya Ibu Bianstuti sangat baik ke saya. Sering ibu dan bapak ngasih uang, kalau saya habis bantu membersihkan barang bekas di rumah. Tapi saya tidak menyesal membunuh ibu,” kata anak ke-10 dari 11 bersaudara pasangan Uci,55, dan Ny Ati,49, tersebut.

TELAH MEMAAFKAN
Muchlis Amri, suami korban yang datang ke rumah sakit juga mengakui Junaedi selama ini dekat dengan keluarganya. Meski kelihatan terpukul dengan peristiwa ini, Muchlis tampak tabah.

”Saya tidak tahu motifnya apa kenapa dia tega membunuh istri saya. Yang jelas, saya dan anak-anak telah memaafkan. Balas dendam, bukanlah solusi,” ucap Muchlis.

Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah didampingi Kapolsek Bogor Utara, AKP Saryono menegaskan pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP dan kemungkinan pasal 365 tentang perampokan.

”Ancaman pidananya 20 tahun atau hukuman mati, walau usianya masih 13 tahun. Pasalnya, perbuatannya mengakibatkan nyawa orang lain meninggal. Kami juga akan melakukan tes mental kepada pelaku serta menyilidiki latar belakang keluarganya,” tandas Irwansyah.

Kategori: kejahatan anak · kekerasan pada wanita · pembunuhan · perampokan · psikopat