Cerita Kriminal

Jahat Adalah Genetik

Jika Anda memiliki anak berusia delapan tahun dan perilaku emosionalnya terganggu, berhati-hatilah.
Hasil penemuan terbaru yang dilaporkan dalam Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, menunjukkan bahwa anak usia delapan tahun yang memiliki gangguan emosional cenderung akan melakukan tindakan kriminal saat mereka dewasa.
Dr.Andre Sourander dan kawan-kawan, seperti dilansir situs Reuters Health meneliti kaitan antara problem psikologis dan perilaku kriminal saat dewasa pada 2.556 anak yang lahir pada tahun 1981.
Kehidupan mereka terus dipantau hingga berusia 23 tahun.Ternyata 23 persen responden yang memiliki masalah emosional dan perilaku saat anak-anak, didiagnosa mengalami gangguan psikologi saat mereka berusia 18 -23 tahun, sementara itu 48 persen di antaranya melakukan tindakan kriminal di usia 20 tahun.
Sedangkan anak yang hanya memiliki masalah perilaku saja atau gangguan emosional saja, ternyata tidak mengalami adanya gangguan, meski masih tetap beresiko.”Berdasarkan hasil tersebut kami menyarankan agar kesehatan mental anak dipantau sejak dini,” kata Sourander. Ia juga menambahkan agar anak-anak yang “bermasalah” segera mendapatkan bantuan terapi dari para ahli. “Kami memang harus tetap melakukan riset lanjutan dalam hal psikologi, biolog, dan kemungkinan adanya faktor genetik dalam masalah emosional anak-anak dan dampaknya kemudian,” katanya.
Menurut para ahli psikologi, pada dasarnya karakter seseorang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan faktor lingkungan, seperti pola asuh di rumah, pendidikan, dan pengalaman hidup, yang menghasilkan keutuhan fungsi kepribadian.

& Komentar

9 tanggapan so far ↓

  • benben456 // Mei 4, 2008 pada 1:51 am | Balas

    i can’t comment to this, but my teacher said it was true

  • hmcahyo // Mei 24, 2008 pada 5:47 am | Balas

    bener banget niy

  • Mami // Mei 24, 2008 pada 4:07 pm | Balas

    setujuuuuuu …..

  • Nova // Juni 19, 2008 pada 10:36 am | Balas

    Tapi mungkin menurut gw lebih berperan faktor lingkungan lah yang membentuk character seseorang .. dan mungkin kebanyakan anak kecil pasti mengalami gangguan emosioanl secara dia belum bisa memanage emosionalnya… tapi kalo ortunya ancur yach anaknya pasti ancur jg .. eh genetik jg jadinya donk

  • pasarsenibali // Juli 7, 2008 pada 3:31 am | Balas

    aaH SAYA RASA BISA DI BANGUN DAN DIPERBAIKI KAMI AJA DULU JAHAT TAPI SKARANG BISNIS YG BAEK DI WEB – WALAU BILANG KETURUNAN PASTI BISA DICEGAH DNG BUDAYA KELUARGA ATO BUDAYA ADAT

  • fahjr // Juli 16, 2008 pada 5:30 am | Balas

    correct… bener nih… boleh copas ya ooom… bagi info bwt temen laen… :)

  • Edi Supriyanto // Oktober 22, 2008 pada 1:46 pm | Balas

    Selain itu semua, ada faktor x yang lebih dominan untuk membentuk kepribadian anak. Faktor x tersebut adalah makanan. Halal atau haram asal usul uang untuk membeli makan anak tersebut. Kalau memberi makan anak dari hasil yang haram seperti korupsi, kolusi, menipu, merampok dst, anak-anak akan jadi pencinta dosa dan barang haram seperti seks bebas, homoseksual, gay, tukang masksiat, mabuk, anak yang kurang pandai disekolah, suka kekerasan dsb. Oleh karena itu, kita selaku orang tua mudah-mudahan diberi kemampuan untuk lebih hati-hati dalam mencari rezeki yang halal untuk memberi makan anak-nanak kita.

  • eko // September 8, 2009 pada 5:11 am | Balas

    Saya punya pendapat sich… mungkin semua bisa benar. Karena manusia adalah mahkluk multi demensional dan holistik. artinya, banyak faktor yang mempengaruhi manusia. dan dari faktor-faktor yang ada akan saling mempengaruhi satu sama lainnya sehingga menimbulkan satu resultante berupa ” action” , yaitu perbuatan manusia.

  • sytyas // September 14, 2009 pada 9:40 am | Balas

    gue sutuju nih, faktor yang paling penting selain ortu jugafaktor lingkungan dan teman kalo [temannya nakal ya anaknya ikut ikutan nakal juga, ya kan?;]

Tinggalkan sebuah Komentar