Monthly Archives: Februari 2008

Perampokan dan Pemerkosaan Di Taksi Terjadi Lagi, Polisi Telah Gagal

JAKARTA – Perampok mengincar wanita penumpang taksi makin nekat . Baru tiga hari lalu garong yang berkomplot dengan sopir taksi menguras sedikitnya Rp 10 juta harta penumpang, peristiwa serupa berulang, Rabu (27/2) dinihari. Ke mana saja polisi?

Kustiyah, 49, dan Ros, 28, warga Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur diculik, garong bersenjata api. Pelaku menelepon keluarga korban meminta tebusan Rp 5 juta. Setelah gagal mendapat transfer dana, kawanan ini menguras harta penumpangnya hingga rugir Rp 20 juta.

Kasus menimpa Kustiyah dan Ros, merupakan yang kelima pada tahun ini. Kustiyah, nenek dua cucu, berangkat ke dokter yang praktek di Apotek Felicia, Kelapa Gading, Jakut, ditemani Ros, tetangganya. “Bu Kus merasa ada yang tak beres pada pencernaannya,” ungkap Ny. Lie Siong Lan, besan Kustiyah.

Pulang berobat sekitar Pk. 20:30, Kustiyah menghentikan taksi putih yang melintas di depannya. Di sekitar Jl. Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur, taksi berhenti. Sopirnya turun sambil mengatakan ban mobil kempes. Tak lama kemudian dua pria masuk mobil. Mereka langsung mengapit kedua perempuan itu sambil menodongkan pisau. HP Kustiyah diambil paksa.

Setelah mendapat nomor telepon Andri, 30, sulung dari dua anak Kustiyah, garong meneleponnya mengaku sebagai penculik. “Jika ingin Bu Kus selamat, Andri harus mentransfer uang tebusan Rp 5 juta paling lambat satu jam.” Kata Ny. Lie .

Sambil menunggu uang transferan, garong menguras dua HP, uang Rp 600.000 serta mempreteli anting-anting dan cincin emas Kustiyah. Tak hanya itu, pemilik Chandra Catering itu dipaksa menyebut nomor PIN ATM-nya hingga penjahat membobol uang tunai Rp 400.000,- serta mengisi pulsa ke sejumlah nomor telepon hingga Rp 600.000,-

DIKUNTIT MOBIL LAIN
Kata Ny. Lie, pembobolan ATM itu dilakukan oleh penjahat lain yang menumpang Panther. Mobil itu membuntuti taksi yang ditumpangi Kustiyah. Kustiyah dan Ros ditampar sewaktu berteriak mencoba melawan.

Sambil menunggu uang transfer, penjahat membawa kedua wanita itu berputar-putar dengan taksinya. Dini hari korban baru diturunkan di tempat gelap di Klender setelah diberi uang Rp 100.000 untuk ongkos.

Menurut Lie, Andri sengaja mengulur-ulur telepon penjahat. Saat itu juga, suami Novita, 27, anak Lie, itu berangkat ke Polres Metro Jaktim melaporkan perampokan tersebut. Bahkan Novita sempat merekam ancaman garong yang disampaikan melalui telepon. “Semoga pelaku bisa tertangkap hingga tak ada korban lainnya,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan (Pos Kota, 24/2), Yuli, 27, dirampok Rp 9.7 juta berikut 2 HP, kamera digital dan perhiasan emasnya di taksi yang ditumpanginya dari depan Mal Ambasador. Sebelum sampai di rumahnya di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakpus, dua garong masuk mobil setelah sopir menghentikan mobilnya dengan alasan ban kempes.

Maria, 50, warga Bekasi Timur, hartnya dikuras hingga merugi sekitar Rp 4 juta (Pos Kota, 20/2). Aksi garong juga dialami Liy yang merugi Rp 3 juta. Ia melapor ke Polda Metro Jaya pada 2 Februari.

Sus, korban garong lainnya, juga melapor perampokan dalam taksi yang dialaminya ke kantor pusat polisi se Jakarta itu. Bahkan pelaku juga sempat memperkosanya dua kali.

Digorok lalu Dibuang Ke Sungai

LEBAK – Mayat pria tanpa identitas dengan luka gorokan di leher, Kamis (28/2), ditemukan ngambang di Sungai Ciberang, di sekitar Kampung Dalung, Sanghyang Tanjung, Kalanganyar, Lebak, Banten.

Pria malang yang diperkirakan berusia 30 tahun itu, saat ditemukan hanya mengenakan celana dalam warna merah.

Mayat pria yang diduga korban pembunuhan itu pertama kali ditemukan Sarminah, 40, warga setempat yang sedang mencuci pakaian di sungai.

Petugas Satuan Reskrim Polres Lebak dibantu Polsek Rangkasbitung serta Pospol Kalanganyar, langsung mendatangi TKP. Mayat dibawa ke RSUD Dr. Adjidarmo untuk di visum.

Debt Collector Digelandang ke Polres

SEMARANG – Sebanyak 21 orang penagih hutang dari Jakarta dan Semarang dibekuk tim Resmob Polwiltabes Semarang, Kamis dinihari, di Kawasan Wisata Bandungan.

Menurut keterangan, kawanan ini berusaha memeras Wijaya Wilusa, Dirut PT Trisakti Mustika Grafika, di Jalan Raya Semarang – Boja. Usaha pemerasan yang dilakukan kawanan penagih utang ini berlatar belakang masalah hutang piutang.

Peristiwa berawal masalah hutang piutang antara Wijaya Wilusa dengan Sugiyanto Prayitno. Wijaya dikatakan memiliki utang Rp6,5 milyar. Karena itulah Sugiyanto Prayitno memberi kuasa penagihan kepada Nus Haumahu Cs.

Kelompok penagih hutang itu mendatangi PT Trisakti Mustika Grafika, tapi tidak bertemu dengan Wijaya Wilusa. Karena tidak berhasil menemui sasarannya, kelompok ini mengancam akan menguasai perusahaan tersebut.

Kelompok ini juga meminta paksa agar perusahaan tersebut membayar akomodasi mereka selama berada di Semarang senilai Rp100 juta. Namun, mereka hanya mendapatkan Rp5 juta.

Upaya pemerasan itu dilaporkan kepada Polres Semarang Barat. Atas laporan tersebut petugas langsung mengamankan para pelaku. ”Kami masih melakukan pengembangan dari kasus tersebut,” kata Kapolres Semarang barat, AKBP Sugihardi.

Masih Ada Yang Tertipu Undian Berhadiah

JAKARTA – Aksi penipuan berkedok undian berhadiah makin merajalela. Berbagai macam modus dilancarkan oleh para pelaku. Praktik penipuan yang paling meresahkan warga akhir-akhir ini adalah memasukkan kupon berhadiah ke dalam bungkus sabun deterjen.

Dalam kupon tersebut disebutkan pemilik kupon telah mendapatkan hadiah berupa mobil. Namun untuk memperolehnya, pemilik kupon diminta mentransfer uang jutaan rupiah sebagai biaya administrasi kendaraan seperti bea balik nama, STNK/BPKB dan lain sebagainya.

Untuk meyakinkan korban, pelaku mencatut nama dan tanda tangan pejabat Polri serta instansi pemerintahan. Bahkan mereka juga berani membubuhkan logo sejumlah stasiun televisi swasta sebagai sponsornya dalam kupon tersebut.

Modus operandi penipuan yang satu ini ternyata cukup ‘manjur’ untuk mengecoh korban-korbannya. Buktinya, dalam 6 bulan terakhir, Polda Metro Jaya mengaku kebanjiran pengaduan.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana, dalam kurun waktu itu pihaknya menerima 200-an lebih pengaduan warga berkaitan penipuan tersebut.

IMING-IMING HADIAH
Sejumlah warga yang diwawancarai Pos Kota rata-rata mengaku tertarik dengan iming-iming hadiah mobil yang ditawarkan pelaku. Mereka semakin yakin karena di kupon itu tertera sejumlah nama di antaranya para petinggi Polda Metro Jaya mulai dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Adang Firman, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Djoko Susilo, dan juga Kabid Humas, Kombes Pol, I Ketut Untung Yoga Ana.

“Bagaimana tak percaya kalau di kupon itu tercantum nama pejabat Polda Metro Jaya,” kata Rohman, warga Cianjur, Jawa Barat.

Beruntung Rohman tidak gegabah dan mengeceknya ke Polda Metro Jaya. Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas di polda, akhirnya dengan raut wajah kecewa mereka pulang kembali ke daerahnya.

Rohman mengaku mendapatkan kupon dari sebuah bungkusan deterjen. Kupon itu ditemukan istrinya saat hendak mencuci pakaian. Betapa terkejutnya istri Rohman mendapatkan kupon yang menyebutkan ia akan mendapatkan Toyota Kijang Innova.

Setelah meghubungi nomor telepon yang ada di dalam kupon, Rohman diminta pelaku untuk mentransfer uang sejumlah Rp7,5 juta. “Untung saja, saya ngecek dulu ke polda. Kalau tidak amblas deh uang saya,” kata Rohman usai berkonsultasi dengan petugas di bagian Humas Polda Metro Jaya.

Penipuan ini bahkan nyaris saja menimpa Kasubdit Publikasi Polda Metro Jaya, AKBP Wuri Handayani. Wanita itu mengaku pernah mendapat kupon undian berhadiah sebuah mobil Toyota Avanza. Namun naluri polisinya saat itu mencurigai bahwa hal itu adalah sebuah penipuan.

“Saya beli sabun colek, setelah dibuka ternyata ada kupon tersebut. Saya mencoba hubungi nomor telepon yang tertera namun tidak tersambung,” ungkapnya.

SATU JAM MOBIL DI TANGAN

Cerita serupa dilontarkan Prayitno, 60, warga Kompleks Pertamina, Curug, Cimanggis, Depok. Menurut mantan karyawan Pertamina ini, pada Selasa (26/2) lalu, dirinya hampir saja termakan tipuan kupon dalam deterjen yang menyebutkan ia mendapatkan mobil Suzuki Swift.

Prayitno mengatakan ia mendapatkan kupon itu dari dalam bungkus deterjen yang dibelinya dari sebuah swalayan di kawasan Cimanggis.

Ketika Budinuryanti, istrinya, ingin menyuci dan membuka bungkusan deterjen, ternyata di dalamnya ada sebuah kupon. Setelah menelpon ke nomor yang tertera di kupon, ia diminta mentransfer uang sebesar Rp7.475.000.

Kata pelaku, uang itu untuk mengurus surat-surat mobil itu. Janjinya, dalam waktu satu jam setelah uang ditransfer, mobil langsung sampai ke tangan korban.

”Karena curiga, saya datang ke Polsek untuk meminta konfirmasi. Ternyata ini penipuan,” ucap prayitno.

POLISI GERAM
Menyusul maraknya praktik penipuan berkedok undian berhadiah ini, warga pun minta agar polisi segera membekuk pelakunya. “Ini sangat meresahkan. Polisi harus segera membekuknya,” kata Tari, 28, warga Benhil, Jakpus, yang juga pernah menjadi korban penipuan ini.

Tak hanya Tari yang kesal dengan ulah sindikat ini. Pihak Polda Metro Jaya juga mengaku geram dengan aksi kawanan penipu ini, apalagi dalam praktiknya mereka mencatut nama penjabat kepolisian.

Menurut Ketut Yoga Ana, modus yang dilancarkan para pelaku dengan mendompleng produk sabuk cuci, sabun mandi, maupun produk lain, akan segera diberantas.

“Undian ini seolah-olah benar karena tertera legalitas dari institusi pejabat daerah, perusahaan, dan notaris,” ujar Ketut kepada Pos Kota, Rabu (27/2).

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan segala bentuk penipuan semacam itu. Korban kasus penipuan ini, kata Ketut, sebagian besar adalah warga luar Jakarta.

“Kami akan bekerja sama dengan pemilik produk untuk menangkap sindikat ini,” tegasnya.

LACAK NOMOR TELEPON
Ketut mengatakan dalam mengungkap kasus ini, pihaknya akan melakukan pengejaran dengan menggunakan alat pendeteksi keberadaan pemegang telepon seluler milik pelaku.

Dugaan pihak kepolisian sementara ini, dalam aksinya kawanan ini berbelanja produk sabun deterjen atau sabun cuci dalam partai besar.

Oleh kawanan itu, satu persatu bungkusan deterjen itu dibuka lalu dimasuki kupon. Setelah itu bungkusan itu dipress lagi oleh pelaku sehingga tampak seperti semula.

“Kami mengimbau masyarakat jika mendapat kupon itu jangan langsung menghubungi nomor telepon yang tertera di situ. Lebih baik hubungi layanan komsumen atau ke instansi yang tertera di dalam kupon tersebut,” tambah Ketut.

MODUS PENIPUAN

1. Lewat SMS, memberitahu pelanggan mendapatkan hadiah uang atau mobil. Pelaku minta ditransfer sejumlah uang.

2. Surat pemberitahuan pemenang undian. Padahal korban tidak pernah mengikuti undian. Korban tertarik karena pelaku menyertakan tandatangan pejabat depsos dan polda.

3. Telepon ke rumah korban. Pelaku memberitahu korban telah mendapat hadiah uang atau kendaraan. Pelaku minta ditransfer uang.

4. Mengaku dari rumah sakit atau dokter memberitahukan korban melalui telepon bahwa keluarganya ada yang kecelakaan dan harus segera dioperasi. Karena operasi memerlukan biaya, korban diminta mentransfer sejumlah uang.

5. Penipu mengaku dari operator telepon menjanjikan hadiah sepeda motor atau mobil. Syaratnya, korban diminta membeli voucher pulsa dan mengirimkan nomornya ke pelaku.

Ekstasi 60 Milyar Dikemas Kompresor

JAKARTA – Mafia narkoba internasional kini menganggap Indonesia sebagai surga untuk menjalankan roda bisnisnya. Belum sepekan pabrik shabu beromzet puluhan milyar digerebek di Bekasi, kali ini 600 ribu butir ekstasi senilai sekitar Rp 60 milyar disita di ruko Taman Palem Mutiara, Cengkareng, Jakbar.

Sindikat perdagangan narkoba lintas negara, jalur Jakarta–Taiwan- Belanda, berhasil dibongkar petugas Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Enam gembong narkoba diciduk masing-masing Segrefred (WN Belanda), Ong Tiong Yoh (WN Singapura), Ong Oah (WN Taiwan), Tzu Chieng (WN Taiwan), Lil alias Lhy (WN Taiwan) dan Alek (Indonesia). Dua gembong lainnya yang mendanai sindikat ini masih buron.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs Adang Firman menjelaskan terbongkarnya komplotan ini berawal ketika pihaknya mendapat informasi bahwa ada pengiriman ekstasi dalam jumlah besar ke Jakarta. Barang haram itu dikirim dari Belanda lewat Taiwan, Singapura, masuk ke Indonesia melalui Batam kemudian lolos di Pelabuhan Tanjung Priok.

Namun polisi juga masih menelusuri apakah penyelundupan ini juga dilakukan lewat bandara. Ratusan ribu pil ekstasi itu berhasil diselundupkan, modusnya dicampur dengan panel listrik dan dimasukkan di kompresor yang diimpor dari luar negeri.

Hasil penyelidikan diketahui sebuah ruko berlantai dua di Perumahan Taman Palem, Jakarta Barat dideteksi polisi sebagai tempat penampungan ratusan ribu pil setan tersebut. Selain ruko tersebut, polisi juga mengawasi sejumlah tempat yang dicurigai sebagai tempat penampungan.

Setelah melakukan pengintaian, Selasa (26/2) malam tim Reserse Narkoba menggerebek rumah itu dan menangkap enam tersangka saat mereka berkemas-kemas akan kabur. Di dalam rumah itu ditemukan enam koper besar yang setelah dibongkar ternyata penuh berisi ‘pil gedek’.

BARU SEHARI NGONTRAK
Sindikat antar bangsa ini ternyata baru sehari mengontrak ruko di kawasan Taman palem Indah, bahkan saat ditangkap mereka tengah bersiap pindah ke kontrakan lainnya

Menurut Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs Arman Depari, tim polisi pimpinan AKBP Yupri itu berhasil menangkap enam mafia narkoba internasional saat mereka sedang mengangkut barang-barang ke mobil untuk dipindahkan ke daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Alek memiliki peranan sebagai orang ditugasi mencari rumah kontrakan buat sindikat ini,” kata Arman Depari. Semua pil ekstasi asal Belanda ini siap didistribusikan kepada para bandar-bandar besar di Jakarta dan kota lainnya di Indonesia. “Kami masih melakukan penyidikan terhadap jaringan narkoba internasional ini,” tandas Arman.

Pihaknya belum menemukan kaitan antara mafia ini dengan mafia Malaysia yang ditangkap di Apartemen Taman Anggrek dengan barang bukti sekitar 900 ribu pil ekstasi. Parno,22, karyawan penjaga gudang disebelah lokasi, ruko itu baru beberapa hari dihuni sindikat internasional tersebut.

“Kalau tidak salah, kata Parno, komplotan ini baru pindah hari Senin, dan besoknya hari Selasa sudah digerebek polisi,” cerita Parno.

Kapolda menngatakan keberhasilan anggota dalam mengungkap penangkapan terbesar tahun 2008 ini, dirinya akan memberikan penghargaan khusus kepada anggota yang terlibat didalamnya. Penghargaan itu bisa dalam bentuk kemudahan untuk melanjutkan sekolah ataupun promosi karirnya ke depan.

Gadis Muslim Irak Diperkosa Pasukan AS Sebelum Dieksekusi

CHICAGO – Seorang tentara AS dianggap bersalah oleh sebuah pengadilan militer karena melakukan pemerkosaan dan pembunuhan satu anak perempuan Irak berusia 14 tahun serta membunuh keluarganya, satu sumber militer mengatakan Sabtu.Tamtama Jesse Spielman dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah juri militer menganggapnya bersalah melakukan perkosaan, berkonspirasi untuk melakukan perkosaan dan membongkar rumah dengan maksud untuk melakukan perkosaan dan empat macam pembunuhan berat.

Spielman Senin mengaku tidak bersalah memerkosa dan membunuh Abeer Kassem Hamza al-Janabi dan membunuh keluarganya, tapi ia mengaku bersalah atas tuduhan yang lebih ringan termasuk pembakaran dan penggangguan pengadilan.

Pengadilan di Fort Campbell, Kentucky, itu mendapati bahwa Spielman termasuk di antara satu kelompok tentara yang memerkosa dan membunuh Janabi, membunuh orangtuanya dan saudara perempuannya serta membakar rumah mereka di Mahmudiyah, di selatan Baghdad, Maret 2006.

Orang yang diduga sebagai pemimpin kelompok, Steven Green, akan diadili di sebuah pengadilan sipil karena ia telah dipecat dari tentara sebelum kejahatan itu mengemuka. Penuntut federal mengatakan mereka akan mengusahakan hukuman mati dalam kasusnya.

Sersan Paul Cortez dan spesialis James Barker — yang mengaku memerkosa anak perempuan itu — telah mendapat hukuman seumur hidup setelah mengaku bersalah awal tahun ini.

Tamtama Bryan Howard, yang bertugas sebagai pengintai, telah dihukum 27 bulan penjara karena bertindak sebagai tambahan sebagai pengintai dan membantu merintangi pengadilan, demikian AFP

KISAH NYATA YANG KEMUDIAN DIFILMKAN

Kisah tragis ini telah difilmkan dalam film REDACTED yang disutradarai oleh Brian De Palma dan diputar perdana pada pembukaan film Venice tahun 2007 serta mendapat penghargaan Silver Lion Award.

Sayang beribu sayang, film tentang kisah nyata ini banyak dibenci oleh kritikus maupun rakyat Amerika Serikat. Film ini ditudah menceritakan kebohongan dan menurunkan moral pasukan AS di Irak. Rakyat Amerika menuding film ini akan menjadi kampanye negatif terhadap pasukan AS yang mencitrakan dirinya sebagai Pro Demokrasi dan Pembela HAM. Sutradara film ini akhirnya dikenakan tuduhan berkianat terhadap negara karena menceritakan kebenaran.

Bagi yang ingin nonton film ini secara gratis, bisa mendownload disini: Redacted 2007

Informasi tentang film ini dapat lebih lanjut dibaca di:

Redacted – Official Website

Redacted – Internet Movie Database

Redacted – Wikipedia


redactedposter07.jpg


AND JU
STICE FOR ALL …..

Pembunuh Mahasiswi UI Adalah Teman Tidur Korban

DEPOK – Kapolres Metro Depok Kombes Polisi Imam Pramukarno menegaskan ketiga tersangka pembunuhan berencana terhadap mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Anita Rachmat (19) merupakan teman tidur korban.

“Tersangka merupakan teman tidur korban,” kata Imam Pramukarno di ruang kerjanya, Selasa.

Saat ini ketiga tersangka di tahan di Mapolres Depok, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres menjelaskan ketiga tersangka ditangkap di tiga lokasi berbeda yaitu Atjong alias Mulyadi ditangkap di Akses UI, Gang Sawah. Jonnes Martinus ditangkap di Kelurahan Malaka, Jakarta Timur, dan Item alias Mulyana ditangkap di daerah Munjul, Cibubur.

Menurut Imam ketiga tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Selain itu, mereka juga dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Imam menceritakan dalam melakukan aksinya ketiga tersangka menjanjikan pekerjaan untuk Anita selama masa liburan kuliah. Kemudian Atjong meminta Anita menjemput korban di Universitas Pancasila dan dua rekannya di jemput di Mall Cijantung.

Ketika ditanya apakah ada tersangka lainnya selain tiga tersangka tersebut, Imam mengatakan masih terus diselidiki mengenai adanya tersangka lain.

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (29/1) pagi sesosok mayat tanpa identitas ditemukan Rohim warga setempat di sebuah selokan. Mayat wanita menggunakan kaos biru dan celana jins itu tewas dengan luka diduga bekas cekikan. Mayat wanita malang tersebut kemudian dilarikan ke RSCM untuk dilakukan otopsi.

Keesokan harinya (Rabu, 30/1), diketahui ternyata seorang mahasiswi Universitas Indonesia (UI). Korban bernama Anita Rahmat warga Jalan Raya Rawa Bambu Rt 02/01, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Hal itu diketahui setelah orang tua korban, Rahmat mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat untuk memastikan anaknya. Benar saja, Rahmat meyakini kalau korban ternyata memang anaknya yang sejak Senin (28/1) tidak pulang.

Rahmat mengaku mengetahui informasi kematian itu dari media massa. Rahmat kemudian mendatangi Polsek Cimanggis, Depok untuk memberikan keterangan bersama Riska, sahabat korban dan Oki mantan pacar korban.

Rahmat mengatakan kalau sebelum tewas pamit bertemu seorang pemuda untuk menanyakan pekerjaan sebagai sales di Jakarta Convention Centre (JCC). Saat pergi, Anita mengendarai mobil Honda Jazz warna silver B 778 NT. Dan saat ditemukan mobil milik Anita tidak ada.

Anita saat ini sedang liburan. Untuk mengisi masa liburannya, mahasiswi D3 jurusan akuntansi aktuaria itu memilih mencari pekerjaan. Dan kebetulan ada seorang laki-laki yang menawarinya pekerjaan sebagai sales.

Sejak Anita pamit dari rumahnya, Anita tak juga pulang hingga akhirnya, orang tuanya mengetahui informasi dari media massa yang menyebutkan seorang wanita tewas tanpa identitas di Cimanggis. Mayat Anita langsung dilarikan ke rumahnya untuk dimakamkan.