100 Wanita Diperkosa dengan Hipnotis

PALEMBANG – Sepanjang tahun 2004, sedikitnya ada 100 orang di Sumatera Selatan yang diperkosa. Data ini dikeluarkan Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Polda Sumsel melalui Kepala Unit RPK Polda Sumsel AKP Retno Wardani dalam Seminar Tindak kekerasan terhadap Perempuan dan Korban Narkoba, Rabu (22/12).

Menurut Retno, jumlah kasus perkosaan mengalami penurunan bila dibandingkan dengan data tahun 2003, dengan 133 kasus. Dari 133 kasus itu baru 91 yang diselesaikan, katanya. Dijelaskan, yang menjadi kendala dalam penanganan kasus ini, karena korban tidak melapor. Banyak yang merahasiakan, bahkan sampai bertahun-tahun tidak terungkap. Oleh karena itu, tambah Retno, pihaknya mengimbau agar perempuan yang mengalami perkosaan segera melapor, supaya penanganannya lebih cepat. Di samping itu, warga juga harus berhati-hati dengan modus kejahatan melalui cara hipnotis. Banyak kasus perkosaan diawali dengan hipnotis, bebernya.

Retno juga memaparkan bagaimana alur pelayanan pengaduan kasus perkosaan. Pertama, korban dapat datang sendiri, didampingi oleh keluarga atau LSM. Bila korban mengalami luka yang serius segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan visum et repertum.

Lalu, jika kesehatan korban sudah membaik dan pulih dari trauma yang dialaminya, penyidik mulai melakukan pemeriksaan saksi dalam bentuk BAP. Selanjutnya, korban dititipkan pada shelter milik LSM yang telah bekerja sama dengan Polri dan jajarannya.

Sementara itu data dari Dinas Kesejetaraan Sosial Provinsi Sumsel mencatat dari 183 kasus kekerasan terhadap perempuan di Sumsel tahun 2004 ini , 156 kasus diantara didominasi tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Peningkatan angka kekerasan itu jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya cukup signifikan. Pada 2003, misalnya, total kasus kekerasan 114. Masing-masing, kasus KDRT sebanyak 42, perkosaan 52, dan pelecehan 20 kasus. Sedangkan, pada 2002 hanya 82 kasus kekerasan, meliputi KDRT 26 kasus, perkosaan 35, dan pelecehan 21 kasus.

Asisten II Setda Kota Apriadi S Busri menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Di antaranya komitmen yang lemah antara suami istri. Kemudian, istri memiliki kelemahan atau keterbatasan dalam segi ekonomi dan pendidikan. Beberapa hal itu, yang bisa memicu terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga,? kata Apriadi .

3 responses to “100 Wanita Diperkosa dengan Hipnotis

  1. pada dasarnya hipnotis itu baik bila dilkukan sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran, misalnya mengobati penyakit seseorang dll. tapi bila disalah gunakan untuk kejahatan maka itu sudah sunguh diluar vbatas kewajaran, pantas bila pelaku di beri ganjaran yang setimbal seperti yg terjadi di palembang

  2. ngeri kalo hipnotis dipake untuk kejahatan
    rasanya kita harus lebih waspada, klo pergi jangan sendirian
    supaya klo 1 dihipnotis yg 1 bisa tau and jagain

  3. seorang laki sejati tak akan mlkukan itu bila sang wanita tidak menolak utk diaja maksiat krn semua lelaki selalu penuh nafsu syahwat dan lemah iman dan siap memperkosa wanita apalagi bl ditolak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s