Mahasiswa Diculik, Tebusan Rp. 300 Juta

JAKARTA – Probo Pramono Muliadi (19), mahasiswa Bina Nusantara atau Binus, dihipnotis dan diculik empat pemuda, Senin (21/1) pukul 15.00 di sekitar Gang Kancil, samping Gedung Harian Pos Kota, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Para pelaku menganiaya korban dan minta tebusan kepada orangtua korban sebesar Rp 300 juta.

Sehari kemudian, tepatnya Selasa pukul 18.00, korban ditemukan polisi dan ayahnya di Stasiun Depok Lama, Jawa Barat.

Kepada wartawan, Sutarno Muliadi (49), ayah korban, Rabu, menjelaskan, menurut pengakuan putranya, ketika pulang kuliah dan turun dari kendaraan umum, Pramono dihampiri empat pemuda.

Mereka melakukan aksinya dengan cara mengejutkan korban, yakni tangan korban ditepuk dan dipegang paksa masuk ke sebuah taksi warna putih.

”Kemungkinan dihipnotis karena anak saya setengah tidak sadar mengikuti kehendak keempat pelaku dan memaksanya naik taksi,” ucap Sutarno.

Para pelaku membawa korban ke sebidang kebun di Citayam, Bogor, Jawa Barat. Di sana kedua kaki dan tangan korban diikat dengan tali rafia.

”Keempat pelaku lalu memukuli hampir seluruh bagian kepala hingga bengkak. Kedua telinganya pun sampai berbilur biru. Setelah menganiaya, salah seorang penculik menghubungi saya lewat telepon. Penculik itu minta uang tebusan Rp 300 juta. Pelaku menghubungi saya lebih dari lima kali,” tutur Sutarno.

Kedua orangtua korban lalu melaporkan kasus ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya, Selasa tengah malam. Salah seorang reserse yang menemui keduanya sempat menduga masalah ini sebagai kasus pemerasan anak terhadap orangtua. Dugaan itu muncul karena para penculik minta uang tebusan ditransfer lewat rekening korban.

Akan tetapi, setelah kedua orangtua korban meyakinkan bahwa hubungan antara mereka berdua dan putranya baik-baik saja, dugaan itu melemah.

Sejumlah anggota Satuan Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro langsung dikerahkan untuk memburu para penculik.

Berhasil melarikan diri
Selasa pukul 15.00, Pramono menelepon ayahnya dan mengatakan dirinya berhasil melarikan diri. Saat itu dia ada di Citayam.

Ayahnya yang ketika itu sedang bersama sejumlah polisi meminta agar Pramono naik kendaraan umum apa saja supaya jauh dari para pelaku, lalu menjumpai polisi yang ditemui.

Sesampainya di Stasiun Depok Lama, korban menemui polisi dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Sementara itu, ayah korban dan sejumlah polisi menjemput korban. Setelah dimintai keterangan polisi, korban divisum dan dibawa ke rumahnya yang beralamat di Jalan Kemurnian VI, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.

Saat ini, menurut pengakuan Kepala Satuan Kejahatan dengan kekerasan, Direskrimum, Kepolisian Daerah Metro Ajun Komisaris Besar Fadhil Imran, polisi masih terus memburu keempat penculik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s