Perampokan Taksi Hampir Selalu Disertai Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual

JAKARTA – Dalam empat hari terakhir ini di Jakarta, terjadi tiga perampokan di dalam taksi. Kawanan perampok, termasuk sopir taksi, bukan hanya merampas harta korban yang semuanya perempuan, tetapi juga menganiaya, bahkan hampir memerkosa. Ketiga korban itu sebut saja, Luna, Lani, dan Sinta.

Luna (25) dirampok hari Sabtu (2/2). Pada hari yang sama, Lani (24) juga dirampok, bahkan nyaris diperkosa. Sementara itu, Sinta (28) dirampok, Selasa (5/2). Korban terakhir luka-luka karena berusaha melawan.

Luna kehilangan dua telepon seluler (ponsel) dan uang Rp 5 juta, sementara Sinta kehilangan uang Rp 10,4 juta, komputer jinjing senilai Rp 11 juta, dan ponsel baru senilai Rp 3,2 juta. Lani kehilangan dua ponsel, sejumlah perhiasan, dan uang tunai.

Ketika dihubungi Selasa malam, Luna mengungkapkan, ia dirampok dalam perjalanan dari Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ke Plaza Semanggi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2). Sore pukul 16.00, ia berdiri menunggu taksi di lampu merah di sebuah toko roti.

Biasanya, ia naik taksi Blue Bird atau Express. Tetapi, karena sudah lebih dari 10 menit taksi favoritnya tak juga muncul, ia naik taksi warna merah marun.

Luna mengaku, ketika masuk mobil perasaannya sudah tidak enak karena kaca jendela belakang sangat gelap. Kartu pengenal pengemudi tak terpasang. Pengemudi pun tampak gelisah dan sempat lupa menyalakan argo.

Luna minta pengemudi menempuh Jalan Tegal Parang sebelum akhirnya masuk Jalan Gatot Subroto dan sampai Plaza Semanggi.

Beberapa meter sebelum masuk Jalan Gatot Subroto, sopir taksi berhenti dan pura-pura mau memeriksa ban belakang mobil. Melihat gelagat mencurigakan, Luna berniat melompat keluar taksi, tetapi dua pria lebih dulu masuk ke dalam taksi dan mengapit Luna. Pria kekar berambut pendek berusia sekitar 36 tahun mengapit Luna di sebelah kiri.

”Saya menduga, pria sebelah kiri pemimpinnya karena kedua pria lain selalu ikut perintahnya,” ucap Luna. Meski diapit dan menghadapi dua pria, Luna tetap berusaha melawan dan berteriak. Ia menyerah setelah tangan pria di sebelah kirinya memegang kepala dan tangan Luna, sementara pria di sebelah kanan memegang kedua kakinya.

Para perampok lalu merampas tas serta ponsel Luna. Pria di sebelah kiri meminta korban menulis nomor PIN di secarik kertas dan ATM. Kertas itu kemudian dilempar keluar kaca jendela. Di belakang taksi, kawan para perampok mengambilnya.

Ketika kawan perampok menarik uang korban, jumlahnya cuma Rp 2,5 juta. Melalui telepon seluler, kawan perampok itu melaporkan kepada pria di sebelah kiri Luna bahwa dia cuma berhasil menarik uang dari ATM Luna Rp 1,8 juta.

Si pria kekar lalu memaksa Luna mengisi ATM-nya Rp 5 juta. Luna, dengan alasan meminjam uang, lalu menelepon mitra kerjanya agar mentransfer uang sebesar Rp 5 juta, tetapi mitra kerjanya hanya mau mentransfer Rp 2,5 juta.

Tak lama kemudian, kawan perampok menghubungi pria kekar dan mengatakan, ia telah menarik lagi uang Luna di ATM sebesar Rp 2,5 juta.

Pukul 18.00, pria kekar yang duduk di sebelah kiri Luna berkata pada dua pria lainnya agar korban diturunkan saja.

”Mereka memberi saya uang Rp 15.000 dan mengembalikan dua simcard ponsel dan tas saya,” jelas Luna. Senin (4/2) pukul 21.15, ia melaporkan kasusnya ke Polda Metro.

Nyaris Diperkosa Rame-Rame

Sementara itu, Lani dirampok dalam perjalanan dari Senayan City ke Pancoran, Jakarta Selatan. Modus operandinya sama. Di Bundaran Senayan, taksi berhenti. Dua pria masuk, menodongkan pisau, dan merampas harta Lani.

Bukan itu saja, para pelaku juga nyaris memerkosa Lani (bukan Luna seperti diberitakan sebelumnya). Beruntung, saat itu korban sedang ”datang bulan”. Para perampok pun urung memerkosa korban. Lani diturunkan di daerah Prumpung, Jakarta Timur.

Sinta dirampok dalam perjalanan dari Mid Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, ke Sarinah, Jalan Thamrin, Jakpus, Selasa pukul 17.00. Oleh pengemudi taksi berwarna biru, ia dibawa berputar-putar. Sampai di sekitar Senayan, taksi menepi dan berhenti. Dua pria masuk mobil dan mengapitnya.

Sinta melawan sekuat tenaga. Dua perampok sempat kewalahan meladeni korban. Sinta menyerah setelah salah seorang perampok menghunus obeng. Wajah, leher, dan tangan Sinta luka-luka oleh pukulan dan cakaran kedua perampok.

Setelah semua harta milik Sinta dirampas, ia diturunkan di sebuah tempat di daerah Cawang, Jalan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur.

Selasa pukul 21.00, Sinta melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Ketiga peristiwa perampokan di taksi tersebut kini ditangani Satuan Kejahatan dengan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s