Perampok Beraksi Di Pasar Tanah Abang

JAKARTA – Enam perampok bersenjata badik satroni toko kelontong di Jalan Karet Pasar Baru Barat VII, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (26/2) siang. Berkat keberanian korban berteriak, satu pelaku berhasil dibekuk dan menjadi bulan-bulanan massa.

Aksi kawanan penjahat ini tergolong nekat karena dilakukan pada siang bolong di saat hujan melanda kawasan itu. Dalam modus operandinya, pelaku berpura-pura hendak membeli barang.

“Para pelaku datang ke toko berpura-pura mau membeli sesuatu,” kata Kapolsek Tanah Abang Kompol Jhoni Iskandar, Sik, didampingi Kanit Reskrim Iptu Syaiful Anwar.

Pada saat itu toko hanya dijaga oleh karyawannya, Yuli Astuti, 23. Pemilik toko Ny. Rosmawati, 52, berada di ruangan lain. Ketika itulah dua pelaku datang berlagak menawar barang. Empat pelaku lain menunggu di atas motor di depan toko.

Karena tidak curiga, Yuli sempat berdialog dengan kedua pelaku yang mengaku hendak membeli tas. Rupanya itu hanya siasat belaka. Karena di saat penjaga toko itu sedang lengah, salah seorang di antara pelaku mengeluarkan badik dan mendorong Yuli.

DITERIAKI WARGA
Dalam hitungan detik, pelaku lainnya merampas tas di dalam toko yag diperkirakan oleh pelaku berisi barang berharga. Usai mendapatkan tas itu, mereka kemudian kabur menuju rekan-rekannya yang sudah siap di atas motor dengan keadaan mesin dihidupkan.

Namun ketika para perampok hendak keluar toko melarikan diri, ternyata berpapasan dengan pembeli yang hendak belanja di toko itu. Melihat gelagat mencurigakan yang diperlihatkan dua pria itu, pembeli tersebut langsung berteriak.

“Maling… Maling.” Teriakan itu pun membuat warga yang ada di luar toko langsug mengejar para pelaku yang kabur menggunakan tiga sepeda motor.

Karena banyaknya warga yang mengejar, para penjahat menjadi panik. Karena terburu-buru, salah satu pelaku yang diketahui bernama Bustamudin, 42, terjatuh dari motor.

Kesempatan ini tidak disia-siakan warga yang langsung membekuknya. Kesal dengan ulah pelaku, warga pun menghakimi pria itu hingga babak belur. Setelah itu tersangka diserahkan ke Polsek Tanah Abang.

PERAMPOK TOKO EMAS TEWAS DITEMBAK
Sementara itu Pamrih, 46, pimpinan perampok 7 toko emas di Pasar Padang Ratu, Lampung Tengah, beberapa waktu lalu akhirnya tewas ditembak polisi, Senin (25/2) malam. Dia roboh dengan luka tembak di dada kiri setelah sempat melukai polisi yang akan menangkapnya. Dari tangan tersangka, polisi menyita satu senjata api berikut delapan butir amunisinya.

Jasad Pamrih, warga Desa Waedani Jati Agung, Lampung Selatan, ini lalu dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara, Bandar Lampung.

Brigadir Fariz, polisi yang menderita luka pada lengan kiri akibat perlawanan tersangka, menuturkan saat digiring untuk menunjukkan barang bukti di rumahnya, ternyata tersangka berlaku nekat. Meski dalam keadaan diborgol ia masih sempat mengambil pisau yang terselip di dinding dan berusaha menyerang petugas.

Hingga kini, polisi masih terus mengembangkan kasus ini dengan memburu enam komplotan tersangka yang identitasnya telah dikantongi petugas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s