Monthly Archives: Maret 2008

Keperawanan Makin Murah Di Bogor. Seorang Gadis Dijual Seharga HP Nokia

BOGOR – Bagi seorang wanita, keperawanan sungguh tak ternilai harganya. Tapi di mata pasangan kekasih bejat ini, keperawanan ternyata bisa diperjualbelikan.

Teganya, sejoli ini menjual mahkota kehormatan NN, ABG berusia 15 tahun, kepada seorang lelaki dengan sangat murah di sebuah hotel, yaitu seharga sebuah handphone (HP) Nokia tipe 2900 classic (sekitar Rp950 ribu) dan selembar baju baru.

Nasib tragis yang menimpa NN ini terjadi pada Rabu (26/3) lalu namun baru dilaporkan orangtua korban ke Polresta Bogor, Sabtu (29/3). Akibat perkosaan itu, korban yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP ternama di Kota Bogor itu kini mengalami trauma berat.

TAK CURIGA
Kepada petugas di kantor polisi, korban mengaku pada hari Rabu itu ia diajak jalan-jalan oleh sepasang kekasih bernama Fani dan Fauzan Adirangga alias Boy, warga Tanah Sareal, Bogor.

Karena tak curiga, korban menurut saja ketika Fani dan Boy membawanya berputar-putar kota Bogor. Bahkan ketika dua tersangka itu menggiringnya masuk ke dalam satu hotel di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, ABG ini manut saja.

NN masih tak berburuk sangka ketika mereka bertiga masuk ke dalam kamar nomor 266 di hotel tersebut. Malahan ketiganya sempat berbincang-bincang di dalam kamar selama beberapa menit. Namun setelah itu, kedua tersangka meninggalkan korban sendirian di kamar hotel dengan alasan ada keperluan.

Sendirian berada di dalam kamar membuat NN yang berkulit putih bersih, hidung mancung, wajah oval dengan rambut sebahu ini kebingungan. Bahkan NN sangat kaget ketika 20 menit kemudian pintu kamar dibuka dari luar dan muncullah seorang om-om.

Belum sempat korban menanyakan siapa lelaki tersebut dan dimana keberadaan dua orang yang mengajaknya, korban langsung disergap dan mulutnya disumpal dengan sprei.

DIPERKOSA DUA KALI
“Saya berontak, tapi sia-sia. Setelah itu saya ditelanjangi dan dipaksa berhubungan intim sampai dua kali, bahkan saya juga sempat diancam akan dibunuh bila tidak mau memasukan itu kemulut. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, bapak tadi pergi sambil meninggalkan uang Rp520 ribu, baju baru seharga Rp49.000 karena baju yang lama robek-robek waktu dibuka paksa dan sebuah HP Nokia baru. Saya lalu menangis … sedih karena hanya dihargai segitu,” aku NN

Sesampainya di rumah, Har, ibu korban mengaku curiga atas perubahan sikap anaknya. Buah hatinya itu terus-terusan menangis namun tak mau menceritakan apa yang dialaminya.

Sebagai ibu yang melahirkannya, Har mengaku sangat trenyuh melihat kesedihan anaknya. Di samping itu sang ibu heran karena anaknya memiliki HP baru dan ada uang Rp520 ribu di saku baju barunya.

KORBAN DIVISUM
Setelah dibujuk selama tiga hari untuk membeberkan apa yang disedihkannya, korban akhirnya mengakui bahwa dia baru saja diperkosa seorang bapak di kamar hotel. Kepada ibunya, korban mengatakan bisa sampai ke hotel itu karena diajak Fani dan Fauzan.

Penuturan polos NN kontan membuat hati sang ibu hancur berantakan bercampur marah. “Selain menangis, saya lihat anak saya pegang uang banyak dan punya HP baru. Ternyata barang itu dari pemberian om-om yang baru saja menidurinya atas perantara orang yang saya kenal,” papar Har, warga Cibuluh ini, saat membuat laporan polisi Sabtu (29/3) siang usai melakukan visum di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah, mengatakan setelah keterangan saksi pelapor, pihaknya akan menangkap pelaku yang sudah diketahui identitasnya. “Jika terbukti dalam pemeriksaan, kedua pelaku akan ditindak tegas. Bukti hasil visum tentang ada luka sobek di alat vital korban sudah dikantongi,” tegas Irwansyah.

Kantor Komnas HAM Anak Dibakar Orang Tak Dikenal

JAKARTA – Ketika berbagai pihak, termasuk kelompok-kelompok sosial berupaya memerangi kekerasan terhadap anak, Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak atau Komnas Anak yang giat memperjuangkan hak anak terbakar, Sabtu (29/3) pukul 02.30.

Pihak Komnas Anak menduga pembakaran kantor itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka dengan kegiatan Komnas anak yang gencar mengusut kekerasan terhadap anak.

Seluruh data dan dokumen penting hangus. Sejumlah kendaraan pemadam kebakaran datang setelah api dipadamkan oleh delapan satuan pengaman (satpam) PT Merck yang memiliki perangkat lengkap pemadam kebakaran.

Sekretaris Jenderal Komnas Anak Arist Merdeka Sirait di antara puing bangunan yang terletak di Jalan TB Simatupang nomor 33, Pasar Rebo, Jakarta Timur, itu menjelaskan, ruang belakang yang seluruhnya terbakar terdiri dari ruang pengaduan, penyimpanan dokumen, dan dapur. ”Sebanyak 3.260 data berbagai kasus, hangus, berikut dua komputer data, serta data yang tersimpan di tiga perekam telepon. Semua adalah data mengenai limpahan kasus sepanjang tahun 2006 yang harus selesai tahun 2007,” ungkapnya.

Beberapa berkas kasus menonjol yang terbakar, antara lain, adalah kasus pembunuhan dan kekerasan terhadap anak, termasuk korban penyimpangan seks, perdagangan anak, penjualan bayi, dan kasus gizi buruk.

Disengaja

Arist menduga, kantornya sengaja dibakar oleh mereka yang mempunyai kepentingan dalam sejumlah kasus, terutama kasus kekerasan terhadap anak. Kasus lainnya, antara lain kasus susu formula yang terkontaminasi.

”Kami memang sedang menyiapkan gugatan kelas kasus tersebut. Dalam gugatan kelas, kami mendesak Menteri Kesehatan dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan mengumumkan perusahaan susu yang produknya terkontaminasi, tetapi tetap dijual,” kata Arist. Kemungkinan berikutnya, kata dia, adalah pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam sejumlah kasus uji DNA.

”Sepekan sebelum terbakar, saya dan staf beberapa kali mendapat ancaman lewat telepon sehubungan dengan kasus-kasus yang sedang kami tangani,” tutur Arist.

Listrik

Ia menjelaskan, pukul 02.00, listrik mati karena tombol instalasi listrik berubah. Padahal, ketika itu, beban listrik minim. Rusmana yang tinggal di kompleks kantor Komnas Anak bersama keluarganya, lalu menyalakan listrik dengan mengungkit tombol meteran listrik.

Ketika listrik padam, Nyonya Caca yang juga tinggal di kompleks kantor itu bersama keluarganya, keluar dari kamar dan melihat samar-samar dalam kegelapan, ada nyala api di ruang belakang.

”Ketika api menyala, listrik sudah dinyalakan Rusmana. Api membesar setelah listrik menyala 15 menit. Kesaksian tersebut menunjukkan, kebakaran bukan disebabkan hubungan pendek listrik,” ujar Arist.

Yang mungkin terjadi, lanjutnya, ada seseorang atau sejumlah orang yang mematikan arus listrik, lalu membakar dokumen.

Komandan Regu Satpam PT Merck, Suyanto, mengaku melihat api sudah membesar pukul 02.45. ”Saya dan tujuh anggota satpam lainnya segera mengoperasikan mesin pompa pemadam kebakaran milik perusahaan, dan memadamkan api.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Pasar Rebo Inspektur Satu Tata Supramono, yang datang dengan sejumlah anggotanya, menolak menjelaskan ketika ditanya pers.

Anggota Marinir Diadili Karena Membunuh Warga Tak Berdosa

SURABAYA – Sebanyak 13 anggota Korps Marinir, terdakwa perkara penembakan warga Desa Alas Tlogo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (26/3), mulai diadili. Mereka didakwa melakukan penganiayaan sehingga mengakibatkan empat warga meninggal dan delapan lainnya luka-luka.

Persidangan perkara yang melibatkan anggota Korps Marinir dari Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Grati Pasuruan itu dilangsungkan di Pengadilan Militer III-12 Surabaya, Sidoarjo. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Letnan Kolonel Yan Ahmad Mulyana. Dakwaan dibacakan secara bergantian oleh oditur militer yang terdiri atas Mayor Agung Iswanto, Kapten Darwin Hutahean, dan Kapten Laut I Made Adyana.

Para terdakwa yang juga tim patroli di Puslatpur Grati adalah Letnan Satu Budi Santoso, Sersan Kepala Wahyudi, Sersan Dua Abdul Rahman, Kopral Kepala Lihari, Kopral Satu (Koptu) Muhammad Suratno, Koptu Totok Lukistantoro, Kopral Dua (Kopda) Warsim, Kopda Helmi Widiantoro, Kopda Slamet Riyadi, Prajurit Kepala (Praka) Agus Triyadi, Praka Mukhammad Yunus, Praka Sariman, dan Prajurit Satu Suyatno.

Di persidangan, oditur menyampaikan, dalam patroli dengan rute Desa Gejugjati, Sumberanyar Nguling, dan Desa Alas Tlogo, Rabu 30 Mei 2007, komandan tim Budi Santoso tidak membawa senjata, sedangkan Abdul Rahman dan Agus Triyadi membawa senjata laras pendek FN kaliber 9 mm berisi 10 peluru tajam. Sepuluh prajurit lainnya membawa senjata laras panjang SS-1 dengan bekal magasin berisi lima peluru hampa, magasin berisi dua butir peluru karet, dan magasin berisi 10 peluru tajam.

Ketika terjadi bentrokan dengan warga, lanjut oditur, prajurit dengan senjata laras pendek menembakkan peluru tajam tiga kali ke udara, sedangkan yang bersenjata laras panjang menembakkan peluru hampa lima kali. Setelah diperintahkan mundur, prajurit bersenjata laras pendek menembakkan peluru tajam ke arah depan kerumunan warga beberapa kali. Adapun prajurit yang bersenjata laras panjang menembakkan peluru karet dua kali, disambung dengan peluru tajam dua sampai lima kali ke depan kerumunan warga.

Akibatnya, empat warga, yakni Sutam, Rachman, Siti Khotijah, dan Mistin, meninggal dunia. Selain itu, delapan warga termasuk seorang anak usia empat tahun terluka.

Oleh karena itu, para anggota Marinir tersebut dalam alternatif pertama didakwa dengan Pasal 170 Ayat 1, 2, dan 3 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)—kekerasan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun. Dakwaan alternatif kedua terdiri atas dakwaan primer dan sekunder. Khusus untuk Budi Santoso, yang memimpin tim patroli dan tidak membawa senjata api, oditur mendakwanya dengan Pasal 103 Ayat (1) KUHP Militer karena tidak menaati perintah. Terdakwa diancam pidana kurungan maksimal dua tahun empat bulan.

Meski demikian, Budi Santoso ternyata tetap mendapat kenaikan pangkat. Menurut Komandan Komando Latihan Marinir Kolonel Dedi Suhendar, hal ini karena pengajuan kenaikan pangkat Budi dilakukan sebelum insiden terjadi.

Penyelundupan Solar Masih Terus Berlangsung

JAKARTA – Kapal pengawas patroli Hiu Macan 004 Departemen Kelautan dan Perikanan menangkap dua kapal yang diduga berkomplot melakukan penangkapan ilegal ikan. Pencurian ikan itu dilakukan dengan modus menyelundupkan solar sebanyak 30.000 liter untuk ditukar dengan hasil tangkapan ikan di Laut Arafura.

Direktur Kapal Pengawas Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Willem Gaspersz di Jakarta, Rabu (26/3), mengatakan, penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) dilakukan oleh kapal pengangkut ikan MV Huang Wen asal Taiwan dan dipasok ke kapal penangkap ikan KM Mitra 2121 berbendera Indonesia, 13 Maret lalu.

Berdasarkan ketentuan, kapal pengangkut ikan tidak diizinkan melakukan suplai BBM. Sedangkan seluruh hasil tangkapan ikan seharusnya didaratkan di pelabuhan yang telah ditunjuk dalam dokumen perizinan.

”Praktik penyelundupan BBM untuk pencurian ikan masih marak berlangsung, terutama di perairan perbatasan,” kata Willem.

Penyelundupan BBM dari luar negeri kepada kapal Indonesia untuk ditukar dengan hasil tangkapan ikan ditengarai merupakan modus pencurian perikanan yang kerap berlangsung. Imbal balik suplai bahan bakar tersebut berupa pasokan ikan ke luar negeri tanpa izin.

Beberapa perairan yang rawan praktik penyelundupan BBM dan pencurian ikan antara lain Laut Arafura, Laut Sulawesi, dan Laut Natuna di Kepulauan Riau.

KM Mitra 2121 mengangkut awak kapal yang meliputi 11 warga negara Indonesia (WNI) dan empat warga negara asing (WNA), sedangkan MV Huang Wen mengangkut 11 WNA dan 27 WNI. Seluruh awak kapal kini menjalani proses pemeriksaan di Pelabuhan Timika, Papua.

Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengatakan, kejahatan perikanan itu diperparah dengan pengadilan perikanan di Indonesia yang masih lemah. ”Kami berharap semua aparat penegak hukum berkomitmen melakukan pengawasan dan menangani tindak pidana perikanan secara efektif,” katanya.

Penjahat Cinta Diringkus Polisi

JAKARTA – Anthurium atau gelombang cinta ternyata masih jadi salah satu primadona bisnis tanaman hias. Buktinya, tanaman jenis ini masih menjadi incaran kawanan pencuri. Tak tanggung-tanggung belasan anthurium senilai Rp400 juta digasak komplotan pencuri dari sebuah rumah di Jalan Cireundeu Raya, Ciputat.

Berkat kerja keras petugas Satuan Reskrim Polres Jakarta Selatan, kawanan pencuri tanaman mahal ini berhasil diringkus, Selasa (25/3) malam. Enam pelaku yakni empat ‘pemetik’ dan dua penadah langsung dijebloskan sel polisi. Dari tangan mereka disita 21 tanaman anthurium berukuran kecil, sedang dan besar.

Para pelaku yang dibekuk itu adalah Rusnadi alias Kadut, 42, Agus Suhadi, 39, Jayadi alias Bram, 36, Janakim, 28, Abdul Rohman, 20, dan Rusli, 32. Dua nama terakhir dituding sebagai penadah. Mereka adalah pedagang bunga di kawasan Ciputat yang membeli bunga anthurium tersebut seharga Rp 2,5 juta. “Saya tidak tahu kalau bunga itu ternyata hasil kejahatan,” ungkap Rusli.

Informasi yang dihimpun Pos Kota, kawanan ini sudah sering beraksi dalam tiga bulan belakangan di Jakarta Selatan. Terakhir, kawanan ini mengincar anthurium yang berjejer di rumah milik Ny.Yeti di RT 03/011, Cirendeu, Ciputat, pada 19 Maret 2008 lalu. Sebanyak 14 anthurium yang diakui Yeti senilai Rp 400 juta digasak pelaku.

HARGA TURUN
Setelah menggasak 14 pohon Anthurium senilai Rp 400 juta, empat pelaku yakni Rusnadi, Agus Suhadi, Jayadi dan Janakim kemudian menjualnya ke pedagang tanaman Abdul Rohman dan Rusli hanya seharga Rp 2,5 juta seluruhnya. Kedua pedagang ini beralasan pohon anthurium sekarang sudah tidak sepopuler beberapa waktu lalu.

“Saat ini harganya sudah turun jauh. Kalau dulu untuk pohon yang cukup besar berukuran daun 1 meter bisa berharga puluhan juta, sekarang paling-paling berharga Rp 500 ribu. Jadi wajar saja saya menghargai pohon mereka seluruhnya Rp 2,5 juta,” katanya. Akhirnya uang hasil kejahatan itu dibagi rata.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Iwan Kurniawan, mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus ini, termasuk memburu kelompok pencuri anthurium lainnya,” tuturnya.

Situs Pornografi Akan Ditutup Polisi. Korupsi Tetap Merajarela

JAKARTA – Pornografi memiliki sejarah panjang. Medianya terus berubah bentuk, dari sekadar lukisan dan pahatan, terus berkembangbiak mengikuti perkembangan peradaban dan teknologi. Paling anyar melalui internet.

Situs internet wikipedia mendeklarasikan pornografi bahkan sudah muncul di zaman Romawi. Sejumlah lukisan porno tentang layanan seksual di tembok-tembok reruntuhan bangunan Romawi di Pompeii.

Para arkeolog di Jerman melaporkan pada April 2005 bahwa mereka telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai sebuah gambaran tentang adegan porno yang berusia 7.200 tahun. Adegan itu seorang laki-laki sedang membungkuk di atas seorang perempuan dalam cara yang memberikan kesan suatu hubungan seksual.

Film-film porno juga hampir sama usianya dengan media itu sendiri. Menurut buku Patrick Robertson, Film Facts, film porno A L’Ecu d’Or ou la bonne auberge, dibuat di Prancis pada 1908. Dari film, pornografi membanjiri situs-situs internet, yang menurut pakar telematika Roy Suryo, di Indonesia saja jumlahnya terdapat sekitar sejuta situs (Pos Kota, Rabu (26/3).

Dengan sejarah panjang seperti itu, mampukah Indonesia akan memberangus situs-situs porno? “Nggak semudah itu menghapusnya. Saya bingung tuh,” cetus artis seksi Julia Perez, kemarin.

Cewek yang menjadi ikon satu produk kondom itu menyatakan cara yang paling mungkin menekannya adalah melalui metode pendampingan. “Orangtua mendampingi anaknya saat membuka internet,” ujarnya.

Sedangkan artis Happy Salma mengutarakan teknologi harus diimbangi dengan hati nurani. “Saya sepakat saja bila situs-situs porno itu ditutup. Itu bagus. Tetapi bagaimana caranya?” cewek yang sering juga berpenampilan seksi ini.

Komentar pedas dilontarkan artis Five Vi. Dia protes bila segala yang seksi harus dilarang. Dengan nada sinis, dia mengemukakan sebaiknya Indonesia dijadikan negara Islam saja.

“Teknologi dunia maya sebenarnya bagus karena bikin orang jadi cerdas. Sayangnya, memang disalahgunakan oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab,” ujar artis yang baru saja foto-foto seksinya ditampilkan di satu majalan dewasa tersebut.

SITUS PORNO TIARAP
Terlepas ari pro kontra, disahkannya Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik membuat beberapa situs biasa mengumbar gambar porno tiarap alias menutup aktiftas pornografi. Beberapa situs itu yang biasa menampilkan berbagai pose syur di forumnya menutup satu konten soal seks dan pornografi.

Sementara ratusan situs lainnya masih bisa bebas diakses kapan saja dan dimana saja. Situs-situs prono yang biasa diakses itu operatornya milik negara asing, paling banyak di Amerika. Jepang adalah negara Asia paling banyak memiliki situs porno, menyusul Thailand, Korea dan negara lainnya. Indonesia meski tidak memiliki situs resmi sebagai situs porno, namun pengelola situs prono melalukannya dengan sembunyi-sembunyi di forum yang memiliki konten 17 tahun atau De Cafe.

Forum yang memiliki kontens yang mengumbar seks itu sangat digemari pada usia muda, mulai dari pelajar SMP sampai usia 40 tahunan bahkan para penegak hukumpun gemar mengunjungi situs porno. Contoh kasus ialah video porno artis sisca canon ball yang diketahui oleh polisi karena mengakses situs porno bahkan polisi menemukan video tersebut dalam situs porno yang sering diakses bersama. Karena dalam forum itu tidak saja menampilkan pornografi dari luar negeri tapi juga foto-foto wanita Indonesia baik yang dibikin sengaja atau yang potret dengan tidak sengaja oleh foto orang jahil.

Diperkirakan forum itu setiap harinya dikunjungi ribuan netter. Baik yang masih muda belia atau yang sudah tua bangka. Forum itu merupakan sarana komunikasi para netter yang gila pornografi. Sehinga para anggota forum tersebut bisa bertanya atau berkomentar atau memebritahukan tentang pornografi yang dihasiljan lewat camera HP, Video HP atau peralatan profesional.

Wanita Tewas Diperkosa Dikebun Teh, Wanita Lain Ditemukan Tewas Dalam Keadaan Bugil

BOGOR – Wanita pemetik daun teh ditemukan terkapar berlumuran darah di jalan setapak perkebunan teh Nirmala di Kampung Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor, Minggu (23/3) malam.

Korban, Siti Aminah, 41, tewas 3 jam setelah ditemukan. Ia sempat dirawat seadanya di mes perkebunan karena keterbatasan biaya. Dugaan sementara korban dihabisi oleh lelaki yang dendam terhadap suaminya.

Saat ditemukan suaminya Aep, 47, di jalan setapak perkebunan teh Nirmala pada pukul 19:00, kondisi Aminah sangat mengenaskan karena terdapat sejumlah luka akibat senjata tajam di kening dan lehernya serta hantaman benda tumpul di punggungnya.

Menurut keterangan Aep, pada pukul 19:00 ia mencari-cari istrinya karena merasa lapar dan minta disediakan makanan. Selain itu Aep menganggap jam kerja istrinya sudah lewat sehingga ia pun menjemputnya ke perkebunan.

4 SAKSI DIPERIKSA
Setelah dipanggil-panggil tak ada jawaban, Aep kemudian nekat menerobos hujan deras dan menyusuri jalan setapak guna mencari Aminah. Betapa terkejutnya warga Neglasari RT 01/01, Nanggung, ini ketika mendapati istrinya terkapar di tanah dalam keadaan tertelungkup.

“Saya pikir istri saya jatuh. Begitu dibalikkan darah segar mengalir dari kening dan lehernya. Napasnya masih ada, tapi suaranya sudah nggak ada. Saya kemudian membopongnya pulang ke rumah dan merawatnya di mes sebisanya. Tapi tiga jam kemudian dia meninggal dunia,” tutur Aep yang mengaku, langsung menghubungi Polsek Nanggung.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yogi Yusuf Napitupulu, mengatakan pihaknya mengintensifkan pemeriksaan terhadap satu dari empat saksi karena memberikan keterangan berbelit-belit. “Diduga Ir adalah pelakunya. Namun ini perlu diperdalam. Tentang motif dan upaya perkosaan belum bisa dipastikan karena pemeriksaan masih berlangsung,”

MAYAT WANITA BUGIL
Sementara itu di Pondokgede, Bekasi, mayat wanita bugil ditemukan ngambang di Kali Cikeas, Kampung Jatirangga RT 03/10, Jatisampurna, Minggu (23/3) malam.

“Kemungkinan korban penganiayaan karena di pelipisnya ada luka. Dugaan lain korban tenggelam saat mandi di kali dan terbentur batu,” papar Iptu Darmo, Kanitserse Polsek Pondok Gede. Untuk memastikan penyebab kematiannya, mayat dikirim ke RSCM.

Ciri-ciri korban, usia sekitar 30 tahun, tinggi berkisar 155 Cm, rambut sebahu, dan di dekat kaki ada bekas luka jahitan. Korban ditemukan pemuda yang sedang mincing.

Di kawasan Kamal, Jakarta Barat, warga juga dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat bayi laki-laki di samping pagar rumah warga di RT 03/08, Kelurahan Kamal, Senin (24/3) pagi.