Auditor BPK Yang Sudah Beristri, Tewas Didalam Mobil Bersama Teman Kencan di Ancol

JAKARTA – Auditor I Badan Pemeriksa Keuangan, M Rois (43), ditemukan tewas bersama seorang wanita, Isnawati (34), di Pantai Karnaval, Ancol, Jumat (29/2) pukul 09.00. Mayat keduanya sudah dalam keadaan membusuk di dalam mobil. Keduanya diduga tewas akibat keracunan gas karbon monoksida.

Bermula dari laporan Supadi (36), petugas kebersihan di Pantai Karnaval. Saat menyapu sampah, tidak jauh dari mobil Kijang Rover bernomor B 7854 XZ itu, dia mencium bau busuk menyengat hidung. Dia pun melaporkannya kepada Yudi Kartika (28), petugas satpam Pantai Karnaval yang meneruskannya ke Polsek Metro Pademangan.

Karena mobil terkunci, polisi memecahkan kaca samping kiri belakang mobil hingga akhirnya mendapati sepasang mayat berlainan jenis itu di jok tengah. Posisi Isnawati, warga Ciputat, duduk bersandar tegak pada jok dengan pakaian lengkap, tetapi baju dalamnya sudah tersingkap. Posisi Rois, warga Cipinang, setengah telanjang mengenakan baju tanpa celana, duduk menyender ke wanita itu.

Polisi kemudian membawa kedua mayat itu ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi. Mobil milik Rois ditarik ke Markas Polsek Metro Pademangan sebagai barang bukti.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Pademangan Inspektur Satu James Hutajulu mengatakan, pasangan ini diduga tewas tiga hari sebelumnya. Kepala Polsek Metro Pademangan Komisaris Wijonarko mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian, selain faktor keracunan gas CO.

”Kami diberi wewenang untuk melakukan pemeriksaan luar. Kepolisian Sektor Pademangan tidak meminta kami melakukan pembedahan mayat untuk mengetahui lebih jelas penyebab kematian,” kata dokter ahli forensik RSCM, Mun’im Idris.

Mun’im menegaskan, kedua korban sudah tewas lebih dari 2 x 24 jam terakhir. Kondisi mayat sudah membusuk, dari darah dan otot (daging) kedua mayat dapat diketahui penyebab kematian utama adalah keracunan gas CO.

Di rumah keluarga almarhum Rois, di Cipinang, Jakarta Timur, keluarga belum mengetahui perihal tewasnya Rois, Jumat siang. Mereka memang sedang kebingungan mencarinya, karena sejak Senin (25/2) tidak pulang.

Semula, kata Budoyo, paman korban, keluarga mengira Rois tidak pulang karena harus lembur atau keluar kota. Ternyata setelah dikonfirmasi ke kantornya di Jalan Gatot Subroto, Rois tidak melakukan tugas apa pun.

Budoyo mengaku tidak tahu latar belakang mengapa Rois tidak pulang. Jika Rois korban kejahatan, bisa jadi ada yang tidak senang karena baru dua bulan terakhir Rois diangkat sebagai Auditor I di kantornya.

Istri korban, Rahayu, telah mengadu hilangnya Rois ke Polres Metro Jakarta Timur, Selasa (26/2) pukul 21.15. Namun hingga Jumat siang, mereka belum mendapatkan kabar apa pun dari polisi. Sorenya, mereka justru mendengar Rois tewas di Pantai Karnaval Ancol.

Tidak dalam tugas

Kepala Bagian Publikasi dan Layanan Informasi BPK Cris Kuntadi, yang dihubungi melalui telepon, mengatakan, semasa hidupnya, Rois bekerja di bawah Auditama I BPK. Auditama ini bertugas mengaudit laporan keuangan pada lembaga-lembaga negara yang terkait dengan pertahanan dan transportasi, antara lain Departemen Pertahanan, TNI, Polri, serta Departemen Perhubungan.

”Namun, pada saat meninggal, yang bersangkutan tidak dalam dinas dan tidak menangani kasus. Kami menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian,” ujar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s