Wanita Lebih Cerdik Dan Berbakat Dalam Menjual Narkoba

JAKARTA – Dua wanita pengedar narkoba yang masih bersaudara ipar ini cukup cerdik dalam menjalankan aksinya. Untuk menghindari kecurigaan polisi, bubuk putau yang dijualnya dioplos dengan permen dalam kemasan plastik.

Sebungkus permen berisi putau dijual seharga Rp 200.000. Namun apes, saat transksi dengan pembelinya di Taman Hiburan Lokasari, Vivi,24, dan adik iparnya, Eti,24, dibekuk Reserse Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat, Sabtu (8/3) malam. Dari mereka polisi menyita 24 paket putau.

Vivi, 24, ibu satu anak, sempat menjerit-jerit saat dicokok petugas. Tak mau masuk penjara sendirian, ibu satu anak itu menyeret adik iparnya Eti, 24, sama-sama masuk penjara. Eti dituduh ikut membantu karena ia menumpang di rumah Vivi di Kampung Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.

Modus baru menjual putau bercampur permen yang masih dalam kemasan ini rupanya sudah tercium oleh Reserse Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat. Menurut Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Dr Iza Fadri, sepak terjang pengedar putau tersebut telah diamati sejak satu minggu sebelumnya. Maka tak heran ketika tersangka Vivi keluyuran di Taman Hiburan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, lalu dibuntuti.

Malam minggu Pk 20:30, tersangka yang ketangkap ketika menjual permen berisi putau kepada seseorang. Ketika dibawa petugas ke rumahnya, tersangka menunjuk adik iparnya, Eti yang juga menyimpan barang bukti dan kerap membantu usaha Vivi ditangkap.

Kepada Kasat Narkoba Poltres Jakarta Barat, Kompol Adex Yudiswan Sik, tersangka Vivi mengaku mengedarkan putau dengan dikemas bungkus permen sudah enam bulan. “Saya memesan putau cukup telepon, lalu barang dikirim dan diambil di salah satu tempat yang disepakati. Kan lebih baik jual narkoba daripada melacur,” kata Vivi sambil menambahkan cara pembayaran melalaui transfer ke bank.

Putau seberat 25 gram dibelinya Rp 8 juta. Rencananya akan diecer dengan dijual perpaket dengan dimasukkan ke kemasan berisi permen lalu dijual Rp 200.000. Saat Vivi menjual barang haram itu sekilas seperti memberi sebungkus permen kepada temannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s