Perampokan Bank Mandiri Banjarmasin Bagai Film Hollywood Berhasil Gasak 1,6 Milyar

BANJARMASIN – Kawanan bandit mengenakan rambut palsu dan bersenjata api merampok uang Rp 1,6 miliar, di Bank Mandiri Kantor Kas Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Jumat (14/3).

Bank Mandiri cabang pembantu yang berlokasi di kawasan perkantoran Pelindo III, Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (14/3), disatroni perampok. Kawanan penjahat bersenjata api yang diduga berjumlah empat orang.

Beberapa saksi mata menyebutkan, perampok menggunakan mobil Isuzu Panther berwarna hitam. Ini merupakan perampokan besar pertama di kota itu.

”Uang yang diambil perampok berasal dari laci meja kasir bank, sedangkan yang di brankas tidak mereka ambil,” kata Kepala Kepolisian Kota Besar Banjarmasin Komisaris Besar Wasito Hadi Purnomo.

“Mereka bersenjata jenis FN,” kata Kepala Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Pelabuhan Trisakti, AKP Tetra Ernawati.

Peristiwa terjadi pukul 11.45, menjelang salat Jumat. Pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi dan dikabarkan mulai menutup jalur-jalur perbatasan.

Perampok masuk ke bank saat sebagian besar warga bersiap-siap melaksanakan shalat Jumat. Karena itu, meski bank terletak sekitar 150 meter dari Kantor Polisi Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Pelabuhan Trisakti, tak satu pun polisi KPPP mengetahui kehadiran para penjahat tersebut.

Saksi mata menyebutkan kejadian itu sangat cepat. Para perampok menggunakan mobil Isuzu Panther hitam. Mereka mengenakan wig panjang untuk menutupi wajah.

Berdasar keterangan sejumlah saksi mata, awalnya salah seorang perampok masuk ke dalam bank, seperti nasabah pada umumnya. Setelah dia berhasil memukul dan merobohkan petugas satuan pengamanan bank yang bernama Ikshwanussafa (39), dua perampok lainnya ikut masuk. Kemudian mereka memaksa seluruh orang yang ada di dalam bank tiarap dan berkumpul di tengah ruangan yang berukuran sekitar 6 meter x 6 meter. ”Saat itu yang ada di bank adalah kepala Bank Mandiri cabang pembantu setempat, empat stafnya, serta tiga nasabah,” tutur Wasito.

Para perampok juga menyandera sejumlah nasabah yang tengah antre lalu memukul salah satunya. Nasabah dan karyawan dikumpulkan, selanjutnya, tangan para korban diikat, sedangkan mulut dan mata mereka ditutup dengan pelakban. ”Seluruh korban kemudian ditumpuk,” ujar Wasito.

Saksi lain menyebut perampok berjumlah 4 orang. Mereka datang ke bank itu saat sepi, karena sebagian karyawan laki-laki sudah berangkat salat Jumat. Tidak ada korban dalam kejadian ini.

Dari informasi, para perampok sempat menyisakan Rp45 juta di laci kasir bank itu. Mungkin karena terburu-buru. Polisi, lanjutnya, terus mengejar pelaku kejahatan tersebut. ”Kami berusaha secepatnya mengungkap kasus perampokan ini,” kata Wasito.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s