Polisi Berhasil Menangkap 12 Bajak Laut

SAMARINDA – Kepolisian Resor Tarakan, Kalimantan Timur, menahan 12 tersangka perampok yang selama ini meresahkan pemilik tambak serta kapal ikan dan barang di perairan daerah tersebut. Kawanan bersenjata api itu ditangkap di perbatasan Kalimantan Timur dengan Tawau, Malaysia Timur.

”Mereka kerap beroperasi di kawasan Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan,” kata Kepala Kepolisian Resor (Polres) Tarakan Ajun Komisaris Besar Suwono Rubiyanto melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Tarakan Ajun Komisaris Wahyu Kuncoro, Sabtu (15/3).

Penangkapan itu berlangsung sejak Selasa lalu. Saat ini polisi masih mengejar lima perampok yang kabur ke Tawau.

Wahyu Kuncoro mengungkapkan, penangkapan kawanan itu berawal dari tertangkapnya tiga perampok yang bersembunyi di daerah Jembatan Bangkok, Kecamatan Tarakan Barat. Mereka masing-masing berinisial IR (23), RS (24), dan BR (24).

”Saat disergap, mereka sempat melawan. Petugas akhirnya melepaskan tembakan di kaki untuk melumpuhkan mereka. Saat ini mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan,” katanya.

Dari tiga perampok itulah, lanjut Wahyu, diketahui ada kawanan perampok lain yang bersembunyi di Pulau Sebatik, di perbatasan Kaltim-Tawau. Pengejaran terhadap para pelaku kejahatan dilakukan bekerja sama dengan sejumlah anggota polisi dari Polres Nunukan.

Penangkapan para perampok tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada Rabu dan Kamis (13/3). Petugas berusaha melumpuhkan mereka karena para perampok menggunakan sejumlah senjata api. Komplotan penjahat itu ditangkap di beberapa rumah penduduk yang dijadikan tempat persembunyian.

”Polisi menangkap sembilan pelaku dan seorang di antaranya adalah pimpinan mereka. Namun, beberapa perampok berhasil melarikan diri ke perbatasan Malaysia,” kata Wahyu.

Wahyu mengatakan, saat penangkapan polisi menyita delapan senjata api, yakni lima senjata laras panjang dan tiga senjata pendek jenis FN. Selain itu, juga disita dua perahu motor cepat (speedboat) bermesin 75 PK dan 60 PK.

20 kali merampok

Sejak 2007 hingga Maret 2008, aksi kejahatan mereka di perairan utara Kaltim sebanyak 20 kali.

Menurut Wahyu, kawanan perampok tersebut dalam melakukan aksinya diduga terbagi dalam tiga kelompok. Semua kelompok itu dipimpin BH sebagai koordinator dan penyandang dana. Adapun pasokan senjata api didapat dari JM yang pandai membuat senjata rakitan. Sasaran mereka adalah tambak yang akan dipanen. Hasilnya mereka jual ke pedagang penampung.

Kawanan penjahat itu juga merampok kapal penangkap ikan yang memiliki GPS (global positioning system). Alat ini mereka jual ke Tawau dengan harga sekitar 3.000 ringgit Malaysia. Selanjutnya, mereka juga menggasak barang dari sejumlah kapal kargo antarpulau yang mengangkut barang di perairan itu. ”Para pelaku sebagian besar adalah pendatang dari Sulawesi,” ujar Wahyu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s