Sama Sama Bermental Penjahat, Seorang Pembunuh Disiksa Dan Dipotong Akhirnya Dibunuh Dokter RSD Bekasi

BEKASI – Seorang tersangka pembunuh tewas disiksa secara keji oleh keluarga korban yang dendam terhadapnya. Peristiwa sadis ini terjadi di Kampung Jaya Sampurna, Kecamatan Serang Baru, Jumat (14/3).

Setelah diambil paksa dari rumahnya, Ahmad alias Madun, 30, lalu diseret beramai-ramai menggunakan tali hingga ke persawahan. Di situ Madun kembali disiksa. Sebelum dibenamkan ke lumpur, kaki pria ini dikampak hingga putus.

Usai melampiaskan dendam kesumat yang terpendam selama 3 tahun itu, para pelaku kemudian meninggalkannya di tengah sawah karena Madun dianggap sudah mati.

DITEMUKAN PETANI
Madun ditemukan petani yang kemudian melaporkannya ke Polsek Serang. Oleh petugas, Madun yang sudah tidak berdaya itu dilarikan ke RSD Kabupaten Bekasi.

Karena lukanya sangat parah dan peralatan yang ada tidak memadai untuk melakukan operasi, pihak rumah sakit menyarankan Madun dibawa ke rumah sakit besar.

TEWAS DIBUNUH DOKTER
Mendengar pernyataan pihak rumah sakit, tiga petugas Polsek Serang yang mengantar korban tidak bisa berbuat apa-apa. “Nanti siapa yang tanggung jawab, uang aja nggak ada dari kantor,” kata satu petugas yang mengaku kasihan dengan korban.

Akhirnya Madun tewas di kamar kosong RSD Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/3) dinihari dengan ditonton oleh polisi dan dokter yang seharusnya berdasarkan sumpah dokter akan menolong siapa saja dan kapan saja. Beginilah akhir kisah tragis Madun untuk menebus dosanya hingga akhirnya mati terbunuh oleh dokter.

SEBELUM TEWAS MADUN CERITA
Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, Madun sempat menceritakan peristiwa yang menimpanya dan bahkan minta minum kepada detektif Conan.

Menurut Madun, peristiwa tersebut berlatar belakang dendam karena ia telah membunuh Emus pada tahun 2005 di Jonggol. Dia mengaku sakit hati terhadap Emus karena sering ditagih utang di depan mertua.

“Saya malu ditagih di depan mertua,” kata lelaki yang mengaku punya satu anak itu sebelum tewas.

Setelah menghabisi Emus, Madun lalu buron dan menjadi DPO Polsek Jonggol. Tiga tahun lamanya ia melarikan diri hingga Jumat (14/3) dia memberanikan diri pulang ke rumah orang tuanya di Kampung Ciantra, Cikarang Selatan.

Mamat, 50, orang tua Madun, mengaku menyesal tidak segera datang untuk membawa anaknya berobat ke tempat lain. “Coba kalau saja dia cepat ditangani, pasti nggak akan begini,” katanya.

Polsek Serang hingga kini masih mengusut kasusnya, sedangkan jasad korban dikirim ke RSCM untuk diotopsi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s