Tersangka Pembunuh dan Pemerkosa Nur Izna Afridiasari Adalah Wanita

SLAWI – Siapa pembunuh Nur Izna Afridiasari,20,mahasiswi IMKI Prima,Tegal yang tewas di kamar rumahnya,hingga kemarin,masih misterius. Namun, pihak keluarga menduga, korban dibunuh bukan oleh teman laki-lakinya karena korban tidak tertarik dengan laki-laki.

Hal itu dibuktikan dari pengakuan saksi mata yang juga adik korban Arbi Azuman,4.”Saat saya tanya, dia (Arbi) bilang tidak lihat ada orang laki-laki masuk ke rumah. Dia tahunya wanita, kakak sering mengajak wanita menginap dirumah” kata Abdul Nasar,47, ayah kandung Nur Izna Afrdiasari atau biasa disapa Dias ditemui seusai pemakaman di rumahnya Desa Babakan,RT 04/IV, Kec Kramat, Kab Tegal, kemarin. Dia mengatakan, saat pertama kali ditemukan, posisi Dias sudah dalam keadaan setengah telanjang tanpa celana dalam.

”Saya juga curiga karena tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual. Tetapi,ibu saya bilang ada bekas luka dan darah di alat vitalnya. Kemungkinan dia (pelaku) hanya mau melukai saja,”ujar dia. Frida,21, kakak korban mengaku selama ini Dias memang dikenal pendiam dan tidak pernah cerita maupun mengeluh soal pacar.”Setahu saya dia baru punya pacar, namanya Watia,” jelasnya. Sejak duduk di SMA, adiknya juga dikenal tidak suka berpacaran.

”Kalau teman cowok memang ada. Tetapi, kalau pacar tidak, dia lebih senang bergaul dengan wanita”tuturnya. Sementara itu, Deri,20, teman korban mengaku kaget dengan kematian tragis yang menimpa Dias.Menurut dia, selama satu semester berteman korban tidak pernah bercerita atau mengeluh tentang pacar. ” Tidak. Sama teman ceweknya juga tidak pernah cerita soal ceweknya,” kata dia saat mengikuti prosesi pemakaman korban.

Hal sama diungkapkan Linda, 20.Menurut dia, Dias memang pendiam dan jarang mengeluh soal pacarnya.”Setahu saya, selama ini pacarnya baik-baik saja.Tidak pernah bertengkar,”ungkapnya. Aminah,45, tetangga korban mengatakan, dirinya sering melihat korban banyak didatangi teman wanita. Namun, dia mengaku tidak tahu persis siapa pacar korban karena korban dikenal pendiam dan tidak pernah main ke rumah tetangga.

”Selama saya tinggal di sini, tidak pernah ngobrol sama dia (korban). Habis pulang kuliah juga tidak pernah ke luar rumah. Tetapi, saya sering lihat banyak teman-temannya pada main ke rumahnya,” ujar Amina. Sementara itu, hasil keterangan dari petugas Reskrim Polres Tegal sudah ada empat orang yang dicurigai melakukan aksi tersebut.Saat dikonfirmasi, KapolresTegal AKBP Hotman Simatupang melalui Kapolsek Kramat AKP Suyitno mengatakan,pihaknya belum mengarah pada seseorang.

”Hanya kami menduga korban dibunuh oleh orang dekat,”ungkapnya. Dia mengatakan, untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan pihaknya dibantu Tim Reskrim Polres Tegal dan sudah dua kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),yakni pada hari saat kejadian (Kamis 13/3) dan kemarin.”Dari hasil penyelidikan sementara, ada dugaan pelaku memiliki hubungan dekat dengan korban. Tetapi, kami belum tahu apa motifnya,”jelasnya. Upaya perkosaan yang gagal oleh pelaku, kata dia, hanya dugaan saat melakukan penyelidikan awal.

Motif lain seperti pencurian dikesampingkan, mengingat tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah itu. ”Tidak ada barang-barang berharga milik korban yang hilang.Kami hanya menemukan kayu di kamar korban yang ada bercak darahnya,” ujarnya. Sementara itu, dr Leny Harlina, mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap mayat korban ditemukan pendarahan di kedua telinga dan hidung. Selain itu, lebam di pipi kiri dan daun telinga serta leher.

”Korban meninggal karena pendaraan di daerah kepala akibat benturan benda tumpul dan muka dibekap bantal sehingga kekurangan oksigen,” ujarnya. Humas RS Mitra Siaga Tegal itu menjelaskan, hasil visum korban mendapat perlakuan asusila sebelum dibunuh.‘’Sejauh ini ditemukan tanda-tanda perkosaan terhadap korban. Tapi kepastiannya apakah ada bercak sperma atau tidak itu bukan wewenang kami. Sebab, itu merupakan tugas Labfor,’’ terangnya.

Dikenal Pintar

Kematin tragis yang menimpa Dias tidak saja membuat syok pihak keluarga.Sejumlah teman satu kuliahnya juga mengaku kaget dan tidak percaya dengan kematian cepat Dias.

Di mata temantemannya, Dias dikenal sosok yang pendiam dan tidak pernah mengeluh. Pimpinan Cabang IMKI Prima Kota Tegal Agung Prasetyo mengatakan korban dikenal mahasiswi berprestasi cukup baik. Hampir semua nilai mata kuliahnya didominasi A (sangat baik). ”Dia itu sebenarnya mahasiswa yang memiliki prospek bagus. Karena, hampir semua nilainya A,” teran-gnya. Sementara itu, Siyami, 42, ibu korban hingga kemarin masih shockdan belum bisa diwawancarai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s