Pelacur Ditangkap Sedang Lelaki Hidung Belang Melenggang

JAKARTA – “Ya.. apes deh. Gue udah ngumpet di got masih ketahuan juga,” ujar seorang wanita berdandan seksi. Ia pun pasrah ketika petugas Tramtib menggiringnya. Ini bagian dari razia pelacur di Jalan Bekasi Timur, depan Stasiun Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Saat petugas datang para pelacur yang mangkal di kawasan itu langsung lari kocar kacir. Bahkan, untuk menyelamatkan diri agar tidak tertangkap, sejumlah pelacur nekat menceburkan diri ke got untuk bersembunyi. Namun, petugas tidak terkecoh dan tetap mengejar hingga mendapatkan 20 pelacur dari lokasi itu.

“Waduh, pak. Saya mau dibawa kemana? Tadi cuma lagi lewat, kok ditangkap sih, memangnya saya salah apa?” kata Narti, yang ditangkap petugas saat ngumpet di got.

Meski ia berkelit dan mengaku ikut-ikutan temannya bersembunyi, tetapi petugas tidak percaya begitu saja. Apalagi setelah para pelacur lainnya yang tertangkap, ternyata rekan-rekan Narti. “Yah, apes deh. Ketahuan juga kalau saya masuk barisan ayam-ayam ini,” akhirnya ia mengaku.

Pelacur yang biasa mangkal di kawasan ini memang diakui petugas agak sulit ditertibkan karena mereka menggunakan pengawal dengan sepeda motor. Para pengemudi sepeda motor ini memang bertugas mengawasi sekitar kalau-kalau ada petugas yang datang mau merazia.

INDUSTRI PULOGADUNG
Selain di sepanjang Jalan Bekasi Timur, petugas juga merazia pelacur di sejumlah warung remang-remang di kawasan Industri Pulogadung. Dari lokasi ini petugas juga menangkap 11 pelacur saat bertransaksi dengan petugas Banpol yang menyamar dengan pakaian preman.

“Si Mas nipu saya ya.. Saya kirain mau jalan (kencan) sama saya, taunya orang tramtib,” kata Indah yang terpaksa mengikuti petugas saat digelandang ke mobil tramtib untuk bergabung dengan sesama rekannya yang tertangkap di depan Stasiun Cipinang.

Kasie Operasi Sudin Tramtib Jakarta Timur, Lantip, mengungkapkan selama ini pihaknya sudah berulangkali merazia kawasan yang dijadikan tempat mangkal pelacur. “Walau pun sudah pernah ditangkap dan dimasukkan ke Panti Cipayung, mereka nggak kapok dan balik lagi. Setiap kali razia, pasti ada beberapa yang tertangkap berulangkali,” katanya.

Palacur yang tertangkap tersebut untuk selanjutnya di bawa ke Kantor Walikota Jakarta Timur untuk didata dan kemudian dikirim ke Panti Cipayung. “Kami hanya bisa merazia mereka, soal pembinaan bukan lagi kewenangan Sudin Tramtib dan Linmas,” katanya.

“Sedangkan untuk lelaki hidung belangnya hanya kami beri peringatan saja,” Lanjut Lantib. Tidak mungkin memasukan mereka ke Panti Sosial untuk dibina karena lelaki itu tidak salah, mereka hanya tergoda saja meskipun bisa dikatagorikan berzinah dan pencabulan tetapi demi solidaritas sesama lelaki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s