Sedang Mengobati Pasien Dukun Cabul Digrebek Warga Desa

JEMBRANA – Jengkel dengan ulah Mashuri (30), puluhan warga Dusun Air Anakan Desa Banyubiru, Selasa (4/4) malam, menggerebek rumah yang bersangkutan. Hasilnya, dari dalam kamar warga menemukan Mashuri dengan Ni Luh Y (30) — warga dari Desa Tegalcangkring — dalam keadaan tanpa busana.

Kadus Air Anakan Hamzah yang ditemui detektif conan, Rabu (5/4) kemarin, mengatakan, sudah sejak lama warga memang gerah dengan perilaku Mashuri. “Warga sering melihat ia memasukkan perempuan ke dalam rumahnya,” ujar Hamzah.

Dari informasi yang berkembang, konon perempuan-perempuan itu datang ke Mashuri untuk berobat. “Katanya ia bisa mengobati perempuan yang tidak punya anak, tapi warga tidak percaya. Apalagi ia hanya mau mengobati pasiennya dalam kamar yang tertutup,” jelas Hamzah.

Mashuri sendiri, sebelum berpraktek sebagai dukun memang sudah tidak disukai warga. Menurut Hamzah, beberapa waktu lalu Mashuri pernah tersangkut kasus menghamili perempuan. “Setelah kejadian itu ia sempat menghilang dan sekitar 5 bulan lalu muncul lagi, langsung membuka praktek pengobatan,” katanya. Mashuri sendiri sudah memiliki istri dengan 2 orang anak.

Warga sebelumnya juga sudah mengutarakan ketidaksenangannya terhadap Mashuri. Karena itu Mashuri pindah ke sebelah timur dari Air Anakan, namun tetap memiliki rumah di situ. Saat kejadian, istrinya sedang berada di rumah timur. Menurut Hamzah, sebelum menggerebek, warga sempat mendatangi dirinya. “Saat saya datang warga sudah berkumpul di balai banjar yang dekat dengan rumah Mashuri,” katanya.

Selaku kadus ia lantas mendatangi rumah itu dan ditemui Mashuri diterasnya. Sekitar 15 menit kemudian 2 orang warga yang sudah tidak sabar langsung mendobrak kamar Mashuri. Di dalam kamar ada Ni Luh Y dalam keadaan tanpa busana. Setelah kejadian ini, Hamzah berusaha mencari Kades Banyubiru namun tidak ketemu. Warga akhirnya berinisiatif melapor ke Polsek Negara sehingga pasangan ini langsung digelandang polisi. Setelah kejadian ini warga Dusun Air Anakan mengatakan tidak ingin Mashuri tinggal di kampung tersebut. “Kalau ia ingin buka praktek pengobatan silahkan, tapi jangan di sini,” kata Hamzah lagi.

Saat detektif conan mendatangi rumah yang menjadi TKP kemarin tampak sepi. Seorang warga yang ditemui memberikan keterangan senada dengan Hamzah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s