Korban Penipuan Valas Menderita Kerugian 2 Milyar

JAKARTA – Tersangka Andre Hendarto (32), Tince (45), dan Suryo (36) dibekuk polisi setelah terbongkar menipu perusahaan jasa penukaran valuta asing atau valas PT Trijaya Future senilai Rp 2 miliar. Ketiganya diduga berniat menukar Rp 44 miliar dengan empat juta dollar AS.

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Chairul Anwar, Senin (17/3), menjelaskan, awalnya ketiga tersangka berpura-pura mau melakukan transaksi valas. Ketiga tersangka dan PT Trijaya lalu membuat perjanjian di depan notaris.

Salah satu isi perjanjian, antara lain menyebutkan, bila salah satu pihak ingkar janji, pihak yang ingkar janji itu harus membayar denda Rp 2 miliar kepada pihak lain yang dirugikan. Disepakati, transaksi dilakukan di Bank Mandiri Cabang Muara Karang, Jakarta Utara.

Setelah kesepakatan sah, salah seorang tersangka diam-diam menelepon kepala cabang bank. Dengan berpura-pura mau melindungi kepala cabang bank, tersangka mengingatkan bahwa transaksi akan dilakukan dengan uang rupiah palsu. Supaya tidak dituduh turut bersekongkol, kepala cabang disarankan tidak usah hadir di lokasi transaksi.

”Padahal dalam perbankan diatur, transaksi di atas Rp 1 miliar dihadiri kepala cabang bank. Karena kepala cabang bank tidak hadir, transaksi valas antara ketiga tersangka dan Direktur PT Trijaya Kasha Lubis pun gagal,” tutur Chairul.

Tuduhannya wanprestasi

Ketiga tersangka menuding PT Trijaya melakukan wanprestasi. Oleh karena itu, sesuai perjanjian, PT Trijaya harus membayar denda Rp 2 miliar kepada ketiga tersangka.

Tak ingin dianggap melakukan wanprestasi, Kasha menelepon kepala cabang bank. Setelah mendapat jawaban bahwa transaksi diduga akan dilakukan dengan uang palsu, Kasha berani membantah tudingan ketiga tersangka. Ia lalu melaporkan kasus ini ke polisi, Jumat (7/3).

Polisi pun menangkap ketiga tersangka di Tower Metropolitan I, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (14/3). Di kantor mereka ditemukan uang kertas senilai Rp 44 miliar yang disimpan di dalam dua koper besar berwarna perak bertuliskan IDR 542 INA 04321 Melbourne Australia 1999.

Setelah dibongkar, ternyata isinya hanya potongan kertas seukuran lembaran uang kertas Rp 100 ribuan. Di antara tumpukan kertas putih tadi disisipkan lembaran uang asli Rp 100.000 yang keseluruhannya senilai Rp 10 juta.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jaksel Komisaris Iwan Kurniawan, kedua koper inilah yang dibawa ketiga tersangka untuk meyakinkan korban. Apabila koper dibuka sedikit dan isi kopernya hanya bisa dilihat selintas, memang terkesan koper berisi uang asli. Apalagi setelah salah seorang tersangka mengeluarkan uang asli dari koper.

Iwan mengakui, para tersangka hanya mengejar target wanprestasi untuk mendapat uang Rp 2 miliar dari PT Trijaya. Ia menambahkan, korban sempat mentransfer uang Rp 200 juta kepada pelaku sebagai tanda jadi, tetapi karena curiga, kasus akhirnya dilaporkan ke polisi.

Uang Rp 200 juta itu digunakan tersangka antara lain untuk biaya pengawalan dan ongkos operasional. ”Mungkin karena dengan potongan uang sebanyak itu pun korban masih untung, maka korban mau mentransfer uang yang diminta para tersangka,” ungkap Iwan.

Kepala Satuan Fiskal, Moneter dan Devisa, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Daniel Tifaona, yang dihubungi terpisah, mengingatkan agar kasus ini tak terulang. Untuk itu, kalangan pengusaha jasa valas diingatkan tak tergiur nilai tukar valas yang terlampau tinggi dibandingkan yang ditetapkan BI

One response to “Korban Penipuan Valas Menderita Kerugian 2 Milyar

  1. wkkwkw,,masih ada saja penipuan model begini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s